CAN I [ Part 2/2 END ]

CAN I Poster Taeyeon - Kris

Tittle :

Can I

Author :

Kimiceu

Rating :

M

Genre :

Romance

Cast :

  Kim Taeyeon

Wu Yi Fan

Other Cast :

Find

Poster:

®Melurmutia cafepostart.wordpress.com

 Disclaimer :

FF asli dari pemikiran saya sendiri dan terinspirasi dari beberapa korean drama, novel, film, dll. Plagiarism and bashing isn’t allowed . Don’t forget to leave your  comment. Sorry for typo   thx 🙂

Before, Part 1

Awalnya hanya ciuman biasa yang sering dilakukan para remaja pada umumnya, namun entah kenapa siapa yang memulai, kini ciuman itu semakin dalam dan bernafsu. Dengan instingnya, Taeyeon melepaskan sarung tangannya dan meletakkan diwastafel yang ada dibelakangnya. Taeyeon benar-benar tidak dapat berpikir jernih lagi, tapi yang jelas ciuman ini terlalu memabukkan sehingga ketika Kris melepaskan tautan keduanya Taeyeon sangat sangatlah kecewa.

 

“Ayo lanjutkann dikamar..”

 

 

 

‘Can I’ Final Part

 

 

Embun pagi yang menempel didedaunan, matahari yang mulai menampakkan diri diufuk timur, jalanan yang masih sepi dan lengang belum menunjukkan tanda-tanda manusia disana akan bangun dari mimpi indah mereka, termasuk Taeyeon dan Kris. Kris yang bertelanjang dada namun tetap memakai celana panjang kantornya, sedangkan Taeyeon hanya memakai tank top putih dan celana dalamnya, kedua insan ini masih terlelap dalam pelukan hangat keduanya. Kegiatan mereka tadi malam sungguh melelahkan, hanya ciuman panas saja, namun tiba-tiba mereka berdua kehilangan akal sehat dan melakukan, yah pasti kalian tahu apa itu kalau bukan sex.

Kris dengan tidak sadar menggerakkan kakinya semakin mengikat Taeyeon kedalam pelukannya, tidak sadar bahwa ‘barang’ yang berada diantara pangkal pahanya itu sedikit membentuk dimilik Taeyeon. Lantas saja Taeyeon terbangun dan sedikit mengerang pelan merasakan bendanya Kris. Sedikit demi sedikit Taeyeon membuka matanya dan menyesuaikan pandangannya dengan Susana kamar atau isa disebut suasana rumahnya yang agak sedikit gelap. Tapi dikegelapan itu Taeyeon masih bisa menatap Kris yang masih menutuo matanya dengan tenang.

Melihat betapa lelapnya Kris tidur membuat Taeyeon tak tega membangunkannya. Sudah lama ia tak melihat Kris tidur senyenyak ini. Masih diingat dalam kepala Taeyeon saat-saat dimana Kris tak bisa tidur karena terlalu sibuk mengerjakan tugas kantornya, alhasil jam tidur Taeyeon yang diganggu. Saat itu jam 2 pagi dan Kris menelponnya hanya untuk mendengarkan suara Taeyeon hingga terlelap. Sampai jam 4 pagi barulah Kris bisa tertidur. Taeyeon tak bisa membayangkan beban berat yang selalu ditanggung Kris untuk mengurusi pekerjaannya.

Taeyeon menatap Kris lebih lekat lagi. Ketika tatapan matanya jatuh kepada dada bidang Kris yang toples dan bergerak naik turun, suhu tubuhnya lambat laun menjadi panas. Tiba-tiba saja Taeyeon teringat kejadian tadi malam. Dimulai dari ciuman panas mereka didapur yang terulang kembali dan saat Kris memintanya untuk ke kamar. Astaga saat itu perasaan Taeyeon yang sedang dilanda kecewa mendadak tegang. Pikirannya sudah jauh entah kemana sampai sampai dirinya tak sadar bahwa Kris sudah menggendongnya hingga Taeyeon berbaring dikasur kecil miliknya. Sepertinya Kris sudah berubah menjadi ‘serigala putih tampan’ yang siap memakan daging segar dihadapannya. Kris begitu nafsu mencium Taeyeon seolah ia benar-benar ingin memakan Taeyeon saat itu juga. Mereka benar sudah gila atau karna nafsu mereka menjadi gila? Entahlah. Tapi tadi malam benar-benar kejadian yang tak terlupakan karena itu adalah pengalaman pertama bagi Taeyeon, tidak tahu dengan Kris. Taeyeon awalnya sempat khawatir jika tidak hanya dirinya yang pernah bercinta dengan Kris, siapa tahu saja Kris dulu banyak bermain ‘one night stand’ dengan banyak wanita jalang diluar sana dan berganti-ganti pasangan karena bosan. Ia lebih khawatir suatu saat nanti Kris akan merasa bosan juga kepadanya dan meninggalkannya seperti wanita lain. Tapi Taeyeon tepis pemikiran negative itu. Ia sangat percaya dengan Kris, karena ia tahu Kris adalah orang yang bertanggung jawab, disiplin dan teguh pada prinsip hidupnya.

ahh krisshh oppaah…’

 

Astaga Taeyeon sepertinya sudah gila. Tiba-tiba otaknya memutarkan kembali kejadian tadi malam ketika Kris memusatkan tubuhnya dipusat tubuh Taeyeon dan menggerakkannya dengan tempo cepat. Otak Taeyeon seperti melayang entah kemana, ia tak bisa berpikir jernih, tak bisa menolak dan juga tak bisa menghentikkannya. Jika kita diberi satu buah muffin cokelat saat sedang kelaparan apakah kau akan menolaknya? Tidak kan? sama seperti Taeyeon. Dia diberi kenikmartan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya tentu saja ia tidak akan menolaknya. Bukan tidak menolak, hanya saja ia sudah terbuai dan tak sanggup lagi untuk menolak.

“Ada apa dengan wajahmu?” tanya sebuahh suara berat dan serak khas orang bangun tidur.

“A..ah? ada apa dengan wajahku?” tanya Taeyeon sambil menyentuh wajahnya panic. Kris tersenyum dengan matanya yang masih setengah terbuka itu dan memeluk Taeyeon erat.

“Kau cantik sekali, aku tidak menyangka bisa mendapatkanmu walaupun awal pertemuan kita tidak baik.” Ucap Kris sambil terus memeluk Taeyeon sayang. Pipi Taeyeon yang tadinya masih berwarna putih bersih kini menjadi sedikit merah. Bukan karena habis ditampar, melainkan efek alami ketika seseorang sedang merasa malu ketika dipuji oleh orang lain yang sangat ia suka.

Taeyeon pikir Kris akan tidur kembali setelah memujinya, ternyata dugaannya salah. Kris malah bermain main dengan sepasang benda milik Taeyeon yang masih terlapisi bra dan tanktop tipis.

“Ahhh oppahh berhentihh…” desah Taeyeon menahan gejolak dalam dirinya. Taeyeon mendorong dada Kris hingga tangan Kris terlepas dari sepasang ‘benda’ yang tadi ia mainkan. Kris memperlihatkan wajah sedihnya kepada Taeyeon, namun Taeyeon tak peduli. Ia bermaksud untuk beranjak dari tempat tidurnya namun ditahan oleh Kris. Hanya dengan sekali hentakkan saja, Taeyeon sudah terjatuh tepat diatas dada Kris dan tanpa pikir panjang Kris segara menautkan bibirnya dengan Taeyeon. Ia sedikit melumat bibir mungil berwarna peach milik Taeyeon. Jujur saja, demia apapun Kris tidak akan pernah bosan dengan benda yang satu ini, bibir Taeyeon adalah yang paling sempurna dan akan selalu menjadi bagian favoritnya.

Setelah beberapa detik akhirnya Kris melepaskan tautan keduanya. Taeyeon menghirup udara dengan rakus setelah tautan mereka terlepas. Bagaimana tidak? Kris menciumnya begitu menggebu-gebu seperti kelakuannya tadi malam.

“Aish mandilah oppa, aku akan menyiapkan sarpan untukmu.” Ucap Taeyeon sambil beranjak dari tidurnya. Kris langsung menutup matanya kembali dan mengurung diri dibalik selimut. Namun niatnya itu terhenti ketika melihat Taeyeon yang berjalan kealuar dari kamar hanya dengan memakai celana dalam dan tanktopnya yang agak berantakan. Spontan saja Kris menyeringai dan bersiul menggoda Taeyeon. Tanpa diduga Taeyeon meleparkan sandal tidurnya yang berbentuk sapi kearah Kris yang disambut tawa renyah oleh namja itu.

******

Waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Taeyeon masih sibuk dengan dapur kecilnya dan sebuah omelet yang sedang ia buat. Taeyeon kini memaki kemeja putih Kris yang tadi malam tergeletak tak berdaya dilantai rumahnya, mengantisipasi kejadian tak terduga jika ia tetap memakai busana dalamnya. Rambut Taeyeon ia kuncir keatas cepol memperlihatkan leher putih bersihnya yang pria manapun pasti menyukainya. Kris baru saja keluar dari kamar mandi untuk mebersihkan diri sudah disajikan aroma menggugah selera yang datang dari arah dapur. Kris yang hanya melilitkan handuk dipinggangnya tanpa menggunakan atasan pun berjalan menuju dapur untuk melihat apa yang sedang dikerjakan oleh yeojachingunya itu. Ketika ia sedikit mengintip didalamnya, ia bisa melihat sosok Taeyeon yang sedang memegang penggorengan sesekali menaburkan beberapa bumbu kedalamnya. Kris semakin masuk kedalam dapur ketika melihat penampilan Taeyeon kali ini sungguh menggungah selera duniawinya.

Kris berjalan mendekati Taeyeon dan memposisikan dirinya dibelakang Taeyeon dan memeluknya dari belakang. Entah sengaja atau tak disengaja, ‘milik’ mereka bersentuhan dan membuat Taeyeon sedikit merasakan sensai aneh seperti tadi malam.

“Oppa apa yang kau lakukanhh…” ucap Taeyeon sambil menormalkan nafasnya akibat ‘serangan’  mendadak dari Kris.

“Aku hanya ingin memelukmu. Salahkan saja dapur ini yang ukurannya terlalu kecil.” Ucap Kris.

“Baiklah, jika akau ada uang aku akan merenovasi dapur ini.” Ucap Taeyeon sambil berharap uangnya akan segera bertambah den kejadian ini tak akan terulang lagi, ia bisa gila.

“Jangan lakukan itu, aku menyukainya. Jangan diubah.” Jawab Kris sambil menopang dagunya dibahu Taeyeon sesekali mengecupnya.

“Itu sih hanya alasan oppa saja, dasar pervert!”

“Tapi kau menyukainya kan baby?” ucap Kris berbisik ditelinga Taeyeon yang membuat Taeyeon mendadak merinding dengan kata-kata ambigu Kris.

Taeyeon sudah selesai dengan omeletnya. Segera saja ia berbalik dan menorong Kris untuk keluar dari dapur. Ketika Taeyeon berhasil mendorong Kris hingga membawa namja itu duduk dimeja makan, Taeyeon merasa dirinya berubah menjadi Super Girl. Tumben sekali ia bisa mendorong Kris hingga sejauh ini, biasanya ia harus membujuk namja itu untuk menuruti perintahnya, atau jangan-angan akibat aktifitas tadi malam tenaga Taeyeon bertambah 10 kali lipat dari biasanya? Efek bercinta memang luar biasa.

“Sehabis makan, aku akan menyiapkan pakaian untuk oppa, jadi jangan banyak membantah dan ikuti saja apa perintahku, arraci?” ucap Taeyeon panjang lebar.

“Baiklah nyonya Wu aku berjanji.”

*****

 Setelah Kris pergi menuju kantornya untuk bekerja akhirnya Taeyeon sendirian juga diapartement miliknya. Hari ini ia tidak bekerja karena memang jadwal pekerja paruh waktu adalah hari senin hingga Jumat. Sabtu dan minggu full dikerjakan oleh pegawai tetap. Hari ini dia bosen dirumah, taka da kegiatan keluar. Biasanya jika hari libur ia akan ditemani oleh minho oppa rekan kerja paruh waktunya dulu, namun setelah Kris memecatnya Taeyeon kini sering sekali sendirian. Yuri tak bisa ia ajak untuk pergi karena dia adalah pegawai tetap dan dia merupakan sekertaris Kris. Mana mungkin ia memiliki hari libur dalam jangka waktu panjang.

Sedari tadi Taeyeon hanya memutar channel terus menurus tak tahu acara mana yang akan menjadi tontonannya. Wajahnya cemberut pertanda bosan. Ketika sebuah channel tv menayangkan acara masak-memasak, Taeyeon jadi punya ide untuk membuat bekal makan siang untuk Kris.

“Tapi bagaimana caranya?” ucap Taeyeon berbicara kepada dirinya sendiri sambil menatap murung layar tv yang sedang mempraktekkan bagaimana caranya membuat bekal yang biasa saja menjadi unik dan mungkin tak tega untuk dimakan.

“Ahh yuri!”

Ya Yuri sahabatnya. Yuri memang bisa diandalkan walaupun perannya dalam rencana Taeyeon sebenarnya tidak ada. IA akan membawa bekal makanan itu ke kantor Kris tanpa mengkonfirmasinya dulu dengan namja itu. Saat ada yang bertanya beklan ini untuk siapa, tentu Yuri akan menjadi bahan alasannya. ‘Tentu saja untuk Yuri, aku kan sahabat yang baik baginya. Dia pasti lapar sekali hingga tak sempat makan siang.’ Yah paling tidak begitulah alasan Taeyeon nanti jika ditanya. Membayangkan bagaimana reaksi kris nanti jika melihat kejutan darinya yang mendadak pasti namja itu akan senang. Dan detik itu juga Taeyeon melesat kedapurnya sambil tersenyum-senyum sendiri. Jika ada yang melihat pasti orang lain sudah menganggapnya gila, tapi cinta memang bisa membuat seseorang waras menjadi gila kan?

*******

Taeyeon berjalan dengan riangnya masuk kedalam kantor dengan dress selutut berwarna biru langit dan sepasang sepatu cantik yang melekat dikakinya. Tak lupa sebuah tas tangan cantik dan sebuah kantong makanan berwarna pink cerah berisi makanan penuh cinta untuk namjanya itu. Selama dalam perjalanan menuju lift yang akan membawanya ke lantai paling atas, beberapa karyaan disana tampak kagum melihat penampilan Taeyeon yang cantik. Para wanita yang bekerja disana pun tampak iri pada Taeyeon, pasalnya Taeyeon adalah salah seorang mahasiswa cantik yang bekerja paruh waktu dikantor itu. Wajahnya yang bersinar membuat para lelaki disana tampak kagum kepada Taeyeon walaupun dirinya hanya seorang office girl. Sebenarnya Taeyeon berharap ada yang menanyakan untuk apa ia kesini dan apa yang sedang ia bawa supaya Taeyeon bisa memamerkannya dan meminta saran apakah makanan ini enak atau tidak. Dan Taeyeon juga berharap akan ditanya untuk siapa bekal itu, tentu bukan jika ia akan menjawab untuk Kris. Sesuai dengan planning nya tadi ia akan menjawab untuk Yuri beserta deretan alasan lainnya.

Setelah masuk kedalam lift dan memencet tombol lantai 50, akhirnya Taeyeon sampai dilorong red carpet yan mengarah hanya pada satu pintu. Ia berjalan dengan riang dan melihat meja kerja disebalah kanan. Terlihat Yuri sahabatnya sedang mengetik sesuatu dilayar komputernya.

“Yuri-ah!!” sapa Taeyeon riang sambil melewati meja Yuri.

“Taeyeon apa yang kau lakukan disini?” tanya Yuri setengah berteriak yang membuat Taeyeon berhenti melangkah.

“O..oh aku akan menemui namjachinguku dan memberikan bekal ini kepadanya.” Jawab Taeyeon riang sambil menggerakkan bekalnya keatas.

“A..aa tapi sajangnim sedang tidak bisa diganggu. Kau pulang saja.”

“Ahh Yuri-ah kenapa begitu? Aku hanya ingin memberikan bekal ini untuk oppa. Aku tidak akan lama disini, aku janji!”

“T..tapi sajangnim sedang rapat denga  klien dari Ame…Taeyeon!!” teriak Yuri ketika Taeyeon tak menggubris larangannya malah berjalan santai kearah pintu ruangan Kris.

Cklek…..

“Annyeong oppa aku membawakanmu be…”

“Ahhhh….” Ucapan Taeyeon terpotong ketika dirinya sudah menutup pinta dan membalikkan tubuhnya menghadap meja Kris. Tubuhnya membeku ditempat ketika mendengar suara desahan wanita, dan lebih parahnya ia melihat dengan mata telanjangnya tepat didepan matanya. Kris, bos sekaligus namjachingunya itu tengah berciuman dengan wanita, ah bukan tapi sedang dicium oleh wanita. Taeyeon tidak yakin, tapi yang ia lihat ada seorang wanita bertubuh seksi yang duduk dipangkuannya sambil melumat bibir Kris nafsu dan tangan wanita itu tidak diam. Tangan wanita itu bermain-main didasi Kris dan mengelus dada milik namjachingunya.

Dia tak bisa berbuat apa-apa ketika melihat adegan vulgar itu didepan matanya langsung, apalagi tokohnya ini adalah seorang wanita dan namjachingunya sendiri. Kris dan wanita itu memang terlihat berciuman, namun Kris tidak membalas lumatan wanita seksi itu, dan matanya pun tak tertutup. Namun bagi Taeyeon apapun itu, Kris sudah menghancurkan hatinya. Mata mereka bertemu saat Kris menyadari teriakan Taeyeonkecuali wanita yang sedang mencium kris tersebut. Taeyeon tak sengaja menjatuhkan bekal makanan yang ia siapkan untuk Kris. Saat wanita seksi itu mendengar suara barang jatuh dan menengokkan pandangannya pada Taeyeon, barulah Taeyeon sadar dan segera memungut bekalnya yang jatuh.

“Maafkan saya sajangnim telah mengganggu waktu anda. Saya permisi dulu~” ucap Taeyeon membungkukkan badannya dan langsung berlalu pergi.Taeyeon tidak menangis. Dengan cepat ia berjalan keluar dan berhenti didepan meja Yuri.

“Taeyeon-ah, nan gwenchanayo?” tanya Yuri khawatir. Dilihat dari raut wajah Taeyeon, Yuri bisa menebak bahwa sahabatnya itu tidak sedang dalam keadaan baik. Taeyeon tidak menjawab pertanyaan Yuri. Ia meletakkan kantong makanan yang ia bawa tadi untuk Kris kepada Yuri dan langsung berlalu pergi. Melihat kepergian Taeyeon yang tergesa-gesa membuat Yuri merasa bersalah. Harusnya ia tadi memberi Taeyeon yang sebenarnya saja bahwa didalam ada seorang wanita yang sedang menggoda Kris. Dnegan begitu ia yakin, Taeyeon tidak akan seperti ini. Taeyeon pasti akan menarik wanita itu keluar dan mencaci makinya. Namun terlambat sudah. Taeyeon pasti mengira Kris sudah berselingkuh dibelakangnya, padahal tidak. Wanita yang berada didalam ruangan Kris adalah salah satu dari ratusan wanita yang diperintahkan oleh ibu Kris untuk membuat anak semata wayangnya itu tertarik dengan salah satu dari mereka. Selama ini Yuri sudah berjanji pada Kris bahwa ia tidak akan mengatakan ini pada Taeyeon karena ini bersifat sementara saja dan jika  waktunya sudah tiba semua ini akan berakhir. Yuri menjalankan perintah Kris dengan baik, namun ini diluar dugaannya. Ia tidak bia berbuat apa-apa lagi ketika Taeyeon dengan bahagianya datang kesini repot-repot membawa makanan untuk Kris, mana mungkin ia bisa melarangnya.

Disisi lain, setelah Taeyeon pergi barulah Kris mendorong wanita itu menjauh dari tubuhnya. Ia menatap dingin wanita itu yang kini sudah beciuman dengan lantai akibat dorongannya tadi. Wanita itu tadinya ingin melayangkan protesnya, namun ia urungkan karena merasa terintimidasi oleh tatapan mematikan Kris.

“Berapa bayaran yang ibu berikan padamu?” tanya Kris dengan innocent facenya.

“Yah stansdar saja. Lagipula ini adalah bisnis yang menguntungkan bagiku dan masa depanku. Bayaran saat ini memang tidak seberapa, tapi akan berlipat ganda jika kita menikah nanti.” ucap Wanita itu.

“Kau melakukan itu atas kemauanmu sendiri?”

“Sebenarnya ibumu hanya menyuruhku untuk menarik perhatianmu. Tapi ketika kudengat banyak wanita yang mempertontonkan tubuhnya aku jadi lebih termotifasi untuk melakukan hal lain.”

“hal lain?” tanya Kris.

“Iya. Bercinta denganmu.” ucap wanita itu sambil memperlihatkan belahan dadanya.

“Katakan pada ibuku untuk menghentikkan semuanya. Aku sudah memilih pilihanku sendiri dan cepat angkat kakimu yang hina itu dari kantorku.” jawab Kris.

“Siapa kau berani mengusirku hah??” marah wanita itu.

“Kau sudah kuusir dengan cara halus tapi tak bisa. Kau mau bermain kasar denganku?”

“Aku siap memuaskanmu dan hasratmu sayang.” jawab wanita itu. Kris sudah tak tahan lagi dengan kehadiran wanita busuk itu didalam kantornya. Ditambah dengan memikirkan Wajah Taeyeon yang menyedihkan tadi membuatnya seakan ingin membunuh wanita didepannya ini. Kris berjalan kearah pintu ruangannya sambil menarik wanita itu ikut keluar. Kris membawa wanita itu hingga masuk kedalam lift. Dengan sekali hentakkan, wanita itu terhempas kedalamnya dan menabrak dinding lift tersebut.

“Jangan pernah datang lagi dalam kehidupanku. Aku tak akan segan membunuhmu.” ancam Kris dan kemudian pintu lift tertutup rapat.

*******

“Tujuan anda kemana aghassi?”

“Kemana saja, kalau perlu ahjussi membawaku pergi keliling Korea!” jawab Taeyeon dan taksi yang membawanya langsung menancap gas. Setelah berhasil keluar dari gedung perkantoran milik Kris tanpa air mata, kini akhirnya tangisan itu pecah juga dengan sendirinya. Entah kenapa dirinya tidak bisa o lagi menahan gejolak dalam hatinya. Setajam-tajamnya sebuah bamboo, jika lama-kelamaan disimpan nanti akan patah juga., sama seperti perasaan Taeyeon. Sekuat-kuatnya ia meredam tangisannya, memendam perasaan sakit hatinya toh nanti juga ada saat dimana ia sudah tak bisa lagi menahannya dan harus menangis. Mana ada seorang perempuan yang dikhianati oleh namjachingunya hanya diam saja. Taeyeon sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi selain diam duduk dikursi taksi dan menangis sejadi-jadinya. Ia tak peduli anggapan dari supir taksi itu, yang jelas ia ingin menennagkan diri.

Mungkin dugaannya benar bahwa Kris memang dulu banyak bermain dengan wanita-wanita bayaran dan melakukan ‘one night stand’  bersama mereka. Atau jangan-jangan Kris sudah bosan dengannya dan mencari suasana baru bersama wanita lain yang lebih cantik dan sempurna dibandingkan dirinya. Taeyeon tahu, dirinya memiliki banyak sekali kekurangan, tinggi badannya, sikapnya, latar belakangnya juga. Mungkin diam-diam Kris menyimpan perasaan tak suka dengan latar belakang Taeyeon yang tak lagi memiliki orang tua dan miskin. Ya sepertinya benar kalau Kris bosan dengannya. Taeyeon harus siap dengan segala konsekuensi yang harus ia hadapi sekarang. Ia sadar bahwa dirinya bukan siapa-siapa jika bersanding dengan Kris, serang CEO muda yang tampan dan kaya raya, malah hampir sempurna. Sedangkan dirinya hanyalah seorang wanita yatim piatu biasa yang tidak memiliki nilai ‘wah’ dalam dirinya.

Bisa dibayangkan jika dimasa depan ia bersanding bersama Kris. Dirinya pasti banyak dibicarakan orang lain, tentu yang negative. Tidak mungkin kan seorang boss kaya menikah dengan seorang gadis miskin? Kisah itu hanya terjadi dalam dongeng Cinderella saja. Di Dunia nyata jika seperti itu terjadi, pasti ada suatau kesalahan atau trik yang terjadi dianatara mereka. Bisa saja si wanita yang menggoda si pria, atau si wanita hamil duluan dan si pria bertanggung jawab. Kemungkinan itu bisa terjadi didunia nyata dan mungkin akan terjadi pada Taeyeon. Sebelum semuanya terjadi, lebih baik Taeyeon menghentikkannya lebih awal. Ia tidak ingin dianggap menjadi wanita miskin yang gila harta lalu menikahi pria kaya seperti Kris. Tidak-tidak dia harus berhenti mulai dari sekarang

*******

“Apakah ada berita bagus?”

“….”

“Oh jadi begitu.”

“….”

“Kamsahamnida.”

“Sajangnim?” tepat saat kris menutup sambungan ponselnya Yuri melengang masuk kedalam ruangan bossnya itu.

“Ne?”

“Apakah Taeyeon sudah ditemukan?”

“Belum. Maaf Yuri aku tidak bisa membahagiakan Taeyeon.”

“Tidak, bukan salah sajangnim, mungkin memang waktunya sedang tidak bagus, jadi saya mohon jangan salahkan diri anda sendiri sajangnim.”

“Hmm terimakasih.”

“Ne. Saya permisi keluar dulu sajangnim.”

Yuri keluar dari ruangan Kris dengan raut wajah penuh penyesalan dan kasihan.Sudah 7 hari lamanya Taeyeon menghilang dari kantor maupun dari apartementnya. Sejak kejadian itu Kris tak dapat menghubungi nomor ponsel Taeyeon begitu juga dengan sahabatnya Yuri. Kris juga sudah bertanya pada Yuri apakah Taeyeon menginap dirumahnya selama satu minggu ini atau tidak, namun jawabannya tak sesuai harapan. Kris tidak tahu lagi harus berbuat apa. Kejadian menghilangnya Taeyeon sudah membuatnya gila dan pusing tujuh keliling. Pekerjaannya dikantor pun ikut terganggu sehingga membuat Yuri dan beberapa pekerja lain harus mengatasi masalah ini. Kris pun menjdi jarang pulang keapartementnya dan selalu berakhir disofa ruangannya seperti tadi pagi yang Yuri lihat. Kris tertidur dengan pakaian kantor yang berantakan dan kantung mata yang semakin hari semakin menjadi seperti mata panda.

Yuri tidak tahu harus berbuat apa untuk menghentikkan kelakuan bodoh kedua pasangan ini. Jika ia tidak punya hati, pasti dia akan langsung memberitahu Kris bahwa Taeyeon sedang bersembunyi dirumahnya. Ya, sebenarnya Taeyeon selama seminggu ini tinggal bersama Yuri. Yuri sudah tahu jika pada dasarnya Taeyeon pasti tidak akan pernah tahu kemana ia pergi jika ingin kabur, pasalnya ia sudah tak punya keluarga lagi dan satu-satunya teman kepercayaan Taeyeon hanyalah Yuri. Saat Taeyeon datang kerumah yuri dengan wajah kusutnya dan membawa koper, Yuri tak dapat berkata apa-apa lagi selain merasa kasihan. Selama mereka tinggal serumah Yuri sudah menceritakkan bagaimana kejadian sebenarnya yang terjadi. Yuri sudah mengatakan kebenarannya kepada Taeyeon bahwa wanita itu bukanlah selingkuhan Kris melainkan wanita gila suruhan ibunya, tapi kepala Taeyeon sepertinya terbuat dari batu sehingga ia tak percaya pada kata-kata Yuri. Dan dengan lancangnya ia menyuruh Yuri untuk diam dan tidak memberitahukan keberadaan sebenarnya pada Kris. Awalnya Yuri sempat protes, tapi ketika Taeyeon mengatakan alasan jitunya ‘Aku harus menenangkan diri dulu. Aku tidak tahu harus seperti apa. Tolong jangan beritahukan ini kepada oppa.’ Dengan tampang memohon Taeyeon yang sangat menyakitkan hati bagi Yuri, ia pun tak bisa berbuat apa-apa lagi selain menuruti keinginannya.

ting’

Bunyi dentingan lift menggema dilorong tempat meja Yuri berada. Ia seketika menoleh dan mendapati seorang wanita yang tak jauh lbih tua dengan ibunya terlihat berjalan dengan anggun menuju ruangan Kris. Saat wanita itu ada didepan mejanya ia berdiri dan menunduk hormat, itu Ibu Kris.

“Anyeonghaseyo.” Sapa Yuri

“Ah ne, Yuri-ah Kris eodiga?”

“Sajangnim ada didalam imo.” Jawab Kris.

“Bagaimana keadaannya beberapa minggu ini? Apakah semakin baik?” tanya ibu Kris.

“Ani imo, setiap harinya semakin memburuk sejak nona Kim Taeyeon menghilang.”

“Ah ne aku tahu. Terimakasih Yuri-ah.”

******

Yuri duduk gelisah dikursinya. Ia sudah tidak tahan lagi dengan masalah ini yang membuat dirinya harus turun tangan juga. Ia harus segera menyelesaikan masalah ini secepat mungkin. Yuri sudah menunggu ibu Kris diluar sekitar satu jam lebih. Ia tidak tahu apa yang ibu dan anak itu bicarakan hingga selama itu. Beberapa menit kemudian setelah lama penantiannya akhirnya ibu Kris keluar juga.

“Imo…” ucap Yuri langsung berdiri didepan wanita tua itu.

“Ne? Apakah semua baik-baik saja.”

“Eum semua baik baik saja, tapi ada sedikit masalah disini.”

“Ada apa? Katakan saja Yuri-ah.” Ucap lembut Nyonya Wu

“Jadi begini……….”

******

Taeyeon masih sibuk menggeliat diatas tempat tidurnya. Semenjak pagi ia tidak sedang dalam mood bagus. Sebenarnya tidak hanya pagi ini, setiap hari moodnya juga tidak bagus. Ia selalu berdiam diri dirumah Yuri, menonton tv, membersihkan isi rumah dan yang lainnya. Tidak ada kegiatan lain yang bisa membuatnya bahagia disini semenjak seminggu yang lalu. Dulu ada seseorang yang bsa membuatnya jengkel seiap hari, bahagia, bercanda dan tertawa bersama namun sepertinya tidak lagi untuk sekarang, kau tahu kan siapa dia?

Ting tong

Suara bel rumah Yuri berbunyi. TAeyeon segera berlari kearah pintu dan melihat dari lubang kecil yang ada ditengah pintu kayu milik Yuri. Yang Taeyeon lihat adalah seorang wanita yang sedikit tua dan memiliki wajah yang cantik walaupun sudah timbul keriput dibeberapa tempat. Karena sudah dua kali bel berbunyi dengan berat hati Taeyeon membukakan pintu untuk wanita itu. Baru saja Taeyeon membuka setengah dari pintu, wanita tua itu sudah melengang masuk kedalam dengan membawa kantong belanjaannya yang banyak dan mungkin saja berat.

“Ahjumma…ahjumma…”

Panggil Taeyeon namun tak mendapat respon apapun dari wanita tua itu yang sudah masuk kedalam dapur milik Yuri. Taeyeon agak heran dengan tingkah wanita itu yang seenaknya saja. Sebenarnya ia ingin sekali memarahi wanita itu, namun hati nurani Taeyeon masih berjalan saat ini sehingga Taeyeon menjadi tak tega. Taeyeon sudah menduga pasti itu bukan eomma Yuri. Taeyeon tahu jelas bagaimana rupa dan bentuk wajah eomma Yuri. Lalu siapa dia?

“Aishh jinjja berat sekali kantong ini. Hey nona Kim ayo bantu aku membereskan ini dan memasak makan malam untukmu.”

dia mengenalku?’

 

Taeyeon masih berdiri tak bergeming dari tempatnya. Ia sibuk dengan pikirannya saat ini. Setelah meneliti wajahnya, Taeyeon merasa familiar dengan wajah wanita tua ini, seperti ia sudah sangat mengenalnya.

“Tapi siapa anda? Kenapa anda bisa tahu nama saya ahjumma?” tanya Taeyeon hati-hati.

“Eoh? Aku ibu dari namjachingumu.Kris.” ucap wanita itu masih sibuk dengan pekerjaannya. Taeyeon menegang. Mendengar kata namjachingu tentu saja Taeyeon teringat pada Kris. Entah setiap kata Kris muncul, hatinya selalu sesak dan tak bisa berbuat apa-apa seolah-olah kata itu sudah keramat baginya. Nyonya Wu, ibu Kris merasakan keadaan Taeyeon yang tak baik saat dirinya memperkenalkan diri. Nyonya Wu merasa iba melihat yeojachingu anaknya tersebut. Memang kesalahannya membuat undangan konyol untuk wanita-wanita diluar sana yang berujung fatal seperti ini, ternyata Nyonya Wu belum terlalu mengenal anaknya sendiri apalagi ia tidak tahu bahwa anaknya sendiri sudah punya yeojachingu.

“Taeyeon…” panggil Nyonya Wu sambil mendekat kepada Taeyeon dan memeluknya erat. Taeyeon kaget sekaligus bingung dengan perlakuan Nyonya Wu ini.

“Maafkan aku, ini semua salahku dan semua yang dikatakan Yuri memang benar adanya. Kembalilah kepada Kris, bukan untukku melainkan untuk kebaikan masa depan kalian.” Ucap Nyonya Wu lebut sambil mengelus puncak kepala Taeyeon sayang.

“Tahu tidak sayang? Kris tanpamu seperti orang gila saja. Dia menjadi seseroang yang sensitive sekarang seperi ibu-ibu hamil. Tidak mau makan, minta ini dan itu, tidak mau ini dan itu haahh aku bisa gila.” Ucap Nyonya Wu lagi.

Taeyeon tidak tahu harus berkata apalagi. Pikirannya mendadak kosong, yang muncul hanya segelintir moment kecil ketika dirinya bersama dengan kris. Ia tidak bisa tidak percaya lagi. Semuanya sudah jelas bukan kesalahan Kris dan ini adalah kesalahannya.

“Jangan salahkan dirimu sendiri. Sekarang lebih baik kita memasak dan makan bersama, setelah itu aku akan mengantarmu kekantor Kris. Sudah seminggu ini dia tidak pulang kerumah dan tidur diKantor.” Ucap Nyonya Wu sambil memakaikan Taeyeon sebuah celemek berwarna merah muda. Mendengar cerita dari Nyonya Wu tentang kris membuatny asedikit sedih. Pada dasarnya semua ini adalah kesalahan Taeyeon yang terlalu egois dan terlalu gegabah mengambil keputusan. Taeyeon berdoa semoga saja Kris bisa memaafkannya, walaupun ia tidak yakin. Tapi berdoalah saja.

******

Sekitar pukul 8 malam Taeyeon baru sampai didepan gedung perkantoran tempatnya bekerja sekaligus tempat dimana seminggu ini Kris tinggali. Taeyeon berjalan pelan memasuki gedung perkantoran itu. Sepi, itulah first impression ketika melihat keadaan gedung ini. Tentu saja ini kan sudah lewat dari jam kantor, mana mungkin pekerja yang masih tinggal didalam gedung perkantoran kecuali yang lembur.

Seperti biasa Taeyeon memasuki lift dan menekan tombol lantai 50 untuk kesekian kalinya. Sepertinya baru seminggu ia menghilang tapi rasa rindunya seperti sudh setahun lamanya. Entah kenapa saat ia sudah sampai dilorong menuju ruangan Kris, Taeyeon menjadi agak canggung dan tidak percaya diri. Ia tidak tahu kenapa, takut kejadian kemarin akan terulang lagi. Tapi langkahnya kini sudah membawa tubuh Taeyeon berhadapan dengan pintu besar milik Kris. Taeyeon terdiam sebentar menatap kedua sepatunya dibawah. Ia tidak yakin akan bernasib baik hari ini. Ia memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Jika nanti Kris menatapnya tidak enak maka Taeyeo  harus meminta maaf duluan, tapi jika raut mukanya tidak terbaca mungkin Taeyeon akan diam saja.

‘Tapi jika ada seorang wanita didalam’

 

Tidak. Taeyeon harus berani menghadapinya. Lagipula wanita itu pasti bukan selingkuhan Kris melainkan hanya wanita murahan yang sedang menggoda Kris. Ya, Taeyeon harus berani kali ini, dia tidak akan mengecewakan Kris lagi dan akan membawa hubungannya kembali seperti dulu.

ceklek’

Sebelum Taeyeon mengetuk pintu, pintu itu lebih dulu terbuka dan menampakka sesosok namja tinggi yang pakaiannya terlihat, sudah rapi? Tunggu, sepertinya ada yang salah.

‘kata Nyonya Wu oppa sedang kacau seperti ibu hamil. Tapi kenapa ia malah tampak sehat-sehat saja walaupun sedikit kurus.’

 

“Oppa kau..-“

“Oppa~…..” panggil seorang wanita didalam dan langsung berdiri disebelah Kris dengan anggunnya juga memakai dress rapi beserta bau parfum yang menyerbak keluar.

“Kau pergi duluan Soojung-ah…” ucap Kris dengan suara bertanya.

“Ahh ne oppa~….” Jawab wanita bernama Soojung itu. Tiba-tiba Taeyeon merasa tenggorokkannya menghilang. Ia tidak tahu harus berkata apa ketika wanita bernama Soojung itu bersanding disamping namjachingunya. Ketika Soojung sudah tidak ada diantara mereka, Taeyeon dan kris dilanda keheningan luar biasa. Taeyeon yang semula sudah merencanakan berangkai-rangkai kata yang tadi sudah disiapkan entah kenapa tak bisa mengucapkan kata-kata lagi.

“Ada apa datang kesini?”

Ada apa aku datang kesini?’

 

Entah sebuah kalimat sederhana itu bisa membuat Taeyeon jatuh kedalam jurang tombak yang tajam. Hatinya merasa sakit ketika namja yang ia cintai ternyata tidak berharap dirinya datang dan menemuinya. Ternyata Taeyeon sudah tak dharapkan lagi oleh Kris, sia-sia sudah pengorbanannya.

“A..aku aku…”

“Aku apa? Minta maaf karena sudah menghilang tiba-tiba dan ternyata kau bersembunyi dirumah Yuri?”

“O..oppa aku bisa..”

“tidak usah.” Jawab Kris memotong. setetes demi setets luka Taeyeon mulai mengalir dipelupuk matanya.

“Aku tidak mengerti dengan permainanmu. Sudahlah, ternyata kalian berdua adalah pembohong. Aku memecat kau karena sudah mangkir dari pekerjaanmu selama seminggu dan aku juga memecat Yuri karena dia sudah berani berkata dusta dan mencampuri urusan orang lain. Silahkan pergi.”ucap Kris lalu menutup pintu ruangannya. Namun sebelum pintu tertutup sempurna Taeyeon sudah menahannya duluan membuat kris membuka pintunya lagi dan menatap Taeyeon heran. Baru kali ini Kris melihat Taeyeon sebegitu berani dengannya, begitu juga dengan Taeyeon sendiri, bagaimana bisa ia seberani ini.

“Dengarkan aku. Kau boleh saja memecatku sesukamu, mengatakan aku adalah wanita pembohong dan lain sebagainya yang ingin kau sumpahkan kepadaku. Tapi jangan memecat Yuri, dia adalah temanku. Ini semua bukan salahnya. Semua ini aku yang salah dan aku yang egois karena memikirkan diriku sendiriMenghilang dan bersembunyi dirumah Yuri, meminta Yuri untuk tidak mengatakn apapun kepadamu, aku yang meintanya. Jadi jika kau mau menyalahkan semua masalah ini biarkan aku saja. Pecat aku dan aku akan pergi dari sini. Aku permisi sajangnim.” Ucap Taeyeon dengan bercucuran air mata. Ia tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk mengahadapi ini semua. Ini adalah kesalahannya, tidak ada yang boleh menderita karena masalahnya termasuk Yuri, ia tidak mau Yuri kehilangan pekerjaan yang ia sukai. Ia tidk mau melukai teman dekatnya itu karean keegoisannya sendiri.

Setelah dengan mantap berbicara didepan Kris, Taeyeon langsung membungkukkan badan dan berjalan menuju lift ingin segera pulang. Namun kegiatannya terhenti karena seseorang, siapa lagi kalau bukan Kris menariknya dengan kasar masuk keruangannya dan menutup rapat pintunya. Dengan sekali hentakkan, ia memojokkan Taeyeon didepan pintu dan langsung menyambar bibirnya kasar. Awalnya memang kasar lebih seperti menuntut dan kelaaparan. Taeyeon dibuat tak berdaya diatas kuasa Kris. Seperti mereka sedang berada digurun pasir, suasanannya semakin panas sehingga mennuntut Kris untuk melepaskan tautan mereka sebentar dan melepas tuxedo hitam yang tadi ia pakai. Dengan cepat ia menyambar lagi bibir Taeyeon tanpa ampun sambil memegangi kedua pergelangan Taeyeon ia kunci disamping kanan kirinya.

“ehhmmpp…” Okay Taeyeon sudah tak terkendali lagi ketika Kris menciumi lehernya dengan rakus. Seolah dress Taeyeon adalah tembok besar cina yang mengahalangi jalannya, ia membuka satu persatu kancing depan sedada milik Taeyeon dan langsung menyambar lagi leher putih mulus milik yeojachingunya. Taeyeon sudah tak berdaya lagi, ia tak bisa melakukan apapun selain mendesah dan memejamkan mata kenikmatan. Kris seolah ingin menelannya hidup-hidup tanpa menyisakkan darahnya sedikitpun.

“Aku mencintaimu sangat mencintaimu, jangan pernah tinggalkan aku lagi.” Ucap Kris setalah puas mencium dan merasakan kenikamatan leher Taeyeon. Taeyeon yang masih terengah-engah hanya membalas tersenyum dan perlahan memegang kedua pipi Kris setelah tangan kris melepaskan tangan Taeyeon yang ia kunci tadi.

“Maafkan aku oppa, aku tidak bermaksud meninggalkanmu aku hanya…-“

“ssstttt….” Kris menempelkan jari telunjuknya diatas bibir Taeyeon membuat yeoja itu terdiam tak melanjtkan ucapannya.

“Aku mencintaimu hingga aku tak rela kau tersenyum bersama orang lain bukan denganku. Kau seperti bolpint yang selalu ada disaku kemejaku dan ketika bolpoint itu tidak ada rasanya aku ingin mati karena tak bisa mengerjakan tugas kantorku, menandatangin surat-surat kontrak penting bagiku. Maka dari itu, Kim Taeyeon maukah kau menikah denganku?” ucap Kris panjang lebar tanpa ada rasa gugup sekalipun. Taeyeon mendengarnya dengan rasa kagum dan terkejut luar biasa, ia tidak bisa menahan debaran jantungnya. Taeyeon tidak tahu ia harus berteriak, melonjak-lonjak atau diam saja seperti orang bodoh?

Dengan gerakan mulus, Kris mengeluarkan sebuah cincin dari saku kemeja putihnya dan menematkan cincin itu di jari manis Taeyeon. Taeyeon tak bisa berkata apa-apa lagi. Ia kini hanya bisa tersenyum sambil memandang Kris dengan tatapan penuh cinta dan terharu.

“Jadi oppa, apakah kau memaafkanku dengan segala masalah yang telah aku perbuat?” Tanya Taeyeon hati-hati takut jika tiba-tiba Kris marah lagi padanya.

“Aku tidak akan marah jika kau mengabulkan permintaanku.”

“Apa itu??”

“Ayo kita menanam benih yang banyak dirahimmu suapay kita punya banyak anak, bagaimana?” tanya Kris sambil menyeringai jahat.

‘tidak ada pili..-“

“tidak!” jawab kris tegas. Taeyeon hanye mendengus pasrah sambil tersenyum menahan malu. Ia menganggukkan kepalanya pertanda setuju yang membuat kris tersenyum lebar tak sabar ‘mencicipi’ hidangan didepannya.

“AYO KITA BUAT SEBELAS ANAK!!”

“OOPPPAAA!!!”

END

A/N : Anyeonghaseyo readersdeul^-^ Aduh akhirnya ini ff twoshoot author sudah selesai ya hehehe ini author buatnya balapan lho sama deadline dan ternyata janjinya 4 hari jadi hampir seminggu baru jadi hehehe. Mohon dimaklumi karena kadang-kadang otak author lagi gak bagus. Tapi menurut kalian gimana? Aduh author malu bikin adegan dewasa itu padahal author masih dibawah umur #MamaTolooonggg hehehe Kimiceu butuh komentar kalian ya, kalo ada beberapa bagian yang gak suka bilang aja biar author bisa introspeksi diri^-^ O Iya terimakasih bagi yang sudah baca dan komen 😉 Author balesnya komen dipart 1 besok ya kalo ada waktu hehehhe>.< dan HAPPY INDEPENDANCE DAY INDONESIA ke 69th!! Makin merdeka deh pokoknya buat indonesia dan readersdeul. Oke karena author masih ada utang He Was Cool Final Part dan Skateboy yang terlantar begitu saja hehehe ditunggu aja semoga author gak mager ya dan banyak ide^-^ Sekian dan jangan lupa komen ya^-^ dan jangan bosen sama ff absurd bikinan author kimiceu. Kimiceu sarang kalian readersdeul anyeongg ;’)

Anyone need squel or not?? Voting time^-^ tapi gajanji buatnya cepet ya/? >.<

Advertisements

54 comments on “CAN I [ Part 2/2 END ]

  1. lol, yg terakhir pervert bgt-_-
    kris pervertnya kelewatan wk-_-
    oiya trus si soojung itu siapanya kris’-‘
    udah deg degan aja tadi kris marah sm taeng wk
    nice nice thor sukaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s