[FREELANCE] On Demand (Teaser)

Processed with VSCOcam with c1 preset

On Demand (Teaser)

 

Tittle : On Demand

Author : Fany_aurel

Rating : PG-15

Leght : Chapter

Genre : Romance, Family, Sad, Friendship, Marriage Life

Cast : Kim Taeyeon, Byun Baekhyun, Oh Sehun, Yoon Bomi, Jessica Jung, Kris Wu.

***

 

Introduce

 

Kim Taeyeon, 23 tahun.

Seoul Natioanl University program study Business Administration

Taeyeon adalah seorang yatim piatu sejak ia berusia 12 tahun. Kedua orang tuanya meninggal dikarenakan kecelakaan tunggal.

Pewaris tunggal perusahan besar crop company  milik mendiang ayahnya.

Sekarang,wanita itu diasuh oleh kedua orang tua angkatnya, sahabat dari kedua orang tuanya.

Seluruh pekerjaan perusahaanya untuk saat ini ia titipkan pada Tuan Jung sampai ia benar-benar siap untuk bekerja dan memimpin perusahaan itu.

Taeyeon adalah sosok wanita cantik yang selalu menampakan keceriaannya. Ia selalu menyelipkan ketulusan disetiap harinya. Ia memang tak mempunyai banyak teman. Ia tak terlalu bisa bergaul dengan orang banyak. Tapi ia bersyukur memiliki sahabat-sahabatnya yang luarbiasa. Mempunyai kekurangan yaitu suka menyimpan masalahnya sendiri,dan tertutup.

 

 

Byun Baekhyun, 24 tahun.

Lulusan University of Oxford, Inggris.

Pindah keseoul dari jepang untuk mengurus cabang perusahaan keluarga dalam bagian perhotelan. Baekhyun suka sekali bersikap layaknya seorang playboy yang gemar menggoda setiap wanita, tapi sebenarnya baekhyun adalah pria yang setia. Sosok yang sangat perhatiaan. Jangan pernah sesekali menanyakan kejantanan lelaki ini, walau wajahnya tak sebanding dengan pria dewasa lainnya, baekhyun adalah sosok lelaki yang sangat gentelman. Mempunyai kekurangan yaitu bila ia sudah marah,ia bagai akan meledak layaknya bom.

 

 

Oh Sehun, 24 tahun

Seorang dokter muda yang sekarang melanjutkan pendidikannya yaitu magister Seoul National University. Selain itu ia juga ditunjuk sebagai asisten dosen dan kadang menggantikan dosen yang sedang berhalangan hadir.

Lelaki ini sangat pintar, berambisi, humble dan mempunyai banyak teman. Wajahnya yang tampan tak pernah ditampik oleh semua wanita.

 

 

Yoon Bomi, 23 tahun.

Mahasiswi kedokteran di Seoul National University.

Wanita bersurai coklat ini sangat populer dikampus. Mempunyai ayah yang memiliki reputasi tinggi diseoul membuatnya disegani disemua tempat. Tetapi ia tak pernah menampakan kesombongannya, ia wanita baik hati yang tak pernah absen untuk membantu semua orang. Ia adalah wanita yang ramah tetapi memiliki keambiusan yang terlalu besar

 

 

Wu kris, 27 tahun.

Pemimpin utama dari Binstam Company. Seorang lelaki yang berhati lembut, dan bijaksana. Ia sangat mencintai Jessica dan sangat menyayangi Taeyeon bagai adiknya sendiri. Sepupu dari Byun Baekhyun.

 

 

Jessica jung, 25 tahun

Anak satu-satunya tuan dan nyonya jung. Pemilik butik ternama di seoul. Seorang desainer muda yang sangat sukses. Sangat menyayangi taeyeon lebih dari dirinya sendiri. Sangat keras kepala, dan tidak suka menunggu. Pacar dari wu kris yang bukan lain juga sahabatnya sejak kecil.

 

 

***

 

YOU WILL UNDERSTAND WHEN YOU READ THE STORY LATER

 

 

Malam senyap dikawanan gangnam itu tiba-tiba  diwarnai dengan suara gaduh dari sebuah rumah yang menjadi salah satu rumah termegah dikawasan elit itu. Beberapa kali terdengar,teriakan dua insan yang berada dirumah mewah itu seakan mengusik sepinya malam. Mereka tak menghiraukan apa-apa. Suara mereka saling mengeras, saling tidak mau mengalah, saling berlomba untuk saling menyalahkan.

 

“Kau mau kemana?”, lelaki yang sedari tadi berbicara tinggi pada wanita itu akhirnya mengecilkan volume suaranya. Sudah cukup baginya untuk melawan sambaran wanita itu. Ia pun menautkan alisnya ketika melihat wanita itu mengeluarkan kopernya. Dan wanita itu, ia seakan enggan untuk mengeluarkan kalimatnya. Menatap lelaki itu saja rasanya sudah muak,apalagi harus menjawab pertanyaannya. Ia pun bergegas membuka lemari big size yang ada dikamar bernuansa minimalis itu dan memasukan pakaiannya kedalam koper, entah berapa banyak yang ia masukkan, yang terpenting ia harus cepat pergi.

 

“Kau tak boleh pergi tanpa seizin ku!” Tegas lelaki itu menghalangi wanita yang terlihat kesusahan menyeret kopernya.

 

“Ya!jangan halangi aku!” Tak kalah tegas wanita itu mencoba untuk menyingkirkan lelaki itu dari ambang pintu. Tapi sayang, badan kekar lelaki itu tak mampu ia kalahkan.badannya terlalu lemah.

 

“Kalau aku bilang kau jangan pergi ya jangan pergi!” Teriakan tajam itu tepat menyentakkan wanita yang ada dihadapannya. Wanita itu menatap nanar wajah sesosok lelaki yang selama ini menjadi sandarannya, menjadi penjaganya, dan menjadi pelindungnya. Ia menarik nafas pelan. Membiarkan udara memasuki paru-parunya. berharap udara itu dapat sedikit mengurai sesak yang ada didadanya. Matanya pun memanas. Bulir airmata seakan mendesak untuk keluar, tapi keteguhan hatinya menahannya untuk tidak sedikitpun mengalir dipipi putih pucatnya.

 

“Biarkan aku pergi.”, tiga kata terucap. Wanita itu kembali menahan nafasnya. Ia mencoba untuk mengatur kedua bola matanya yang sekarang tak bisa menahan cairan bening itu.

 

“Setidaknya kau dan aku bisa saling berpikir jernih.”, wanita itu menutup matanya pelan ketika ia, akhirnya meluncurkan kalimatnya. Dan lelaki itu hanya bisa menatap bisu wanita yang beberapa kali menyeka airmata dengan tangannya.

 

“Kau tenang saja, aku tak akan hilang begitu saja. Aku akan kembali,untuk menerima keputusanmu.” Wanita itu tersenyum meyakinkan lelaki itu bahwa ia akan baik-baik saja. Tapi hanya lelaki bodoh yang percaya akan kibulan wanita itu. Ia jelas tidak baik-baik saja, lelaki itu tau bahwa tidak ada satu alasanpun yang dapat menutupi sakit hati wanita itu. Wanitu itu pun lalu mencium sebelah pipi kanan lelaki yang berada dihadapannya. Ia telah memutuskannya ,ini yang terbaik untuknya,untuk lelaki itu dan untuk mereka.

 

“Jaga kesehatanmu, kurangi tidur malam mu ne?” lelaki itu terdiam seakan tak bisa menggerakkan mulutnya. Ia seperti orang bodoh tetap terpaku ditempatnya saat wanita itu melaluinya dan pergi dari rumah itu dengan mobil sedan putihnya. Ia tak bisa berpikir jernih. Airmatanya pun menyeruak keluar. Ia pun menyalahkan dirinya atas semua yang terjadi. Ia terlalu egois,pengkhianat, dan pembohong besar. Bahkan untuk mengejar wanita itu saja ia tak melakukannya. Kakinya ingin,tapi hatinya terlalu keras untuk menuntun lelaki itu agar mengambil kunci mobilnya dan mengejar mobil wanita itu. Dia,sangat bodoh bukan?

 

 

***

 

 

“Kau terus memandangi dia dari tadi. Aku tau anak kita sangat cantik oppa,tapi jangan terus-terusan memandanginya. Kau lupa ya kalau kau juga punya istri yang selalu ingin dipandangi?”, seorang yeoja menghampiri namja yang sedang sibuk memandangi malaikat mungil yang sedang tertidur lelap ditempat tidur berwarna pinknya. Ia mengalungkan tangannya dilengan namja itu dan menyenderkan kepalanya manja.

 

“Ck, sejak kapan kau punya kata -kata menjijikan seperti itu?” Namja yang memiliki rahang yang tegas  itu mengeluarkan ejekan pada yeoja disampingnya. Terkekeh ia melihat istrinya yang tiba-tiba menjadi sangat gombal

 

“Kau yang menginspirasi ku untuk belajar menjadi wanita romantis” yeoja itu tersenyum manis. Senyum indah yang tak bisa dibandingkan dengan apapun bagi namja itu. Ia menyentil hidung yeoja itu gemas.

 

“Appo” protes yeoja itu sambil mengelus hidung mancungnya saat jari-jari kaku itu menyentuh hidungnya keras. Namja itu tertawa jahil. Ia melangkahkan kakinya dan mendudukan tubuh tingginya dikursi tepat didepan kaca bening, penghalang kamar itu dengan sejuknya malam diluar. Ia tak membalas protes yeoja itu

 

“Kesinilah, ada yang ingin ku bicarakan” Suara namja itu nampak berbeda. Ada sebuah keseriusan tersirat didalamnya. Dengan cepat yeoja itu mendekatinya

 

“Apa?”

 

“Duduklah” namja itu menarik tangan kanan yeoja itu dan mendudukannya tepat diatas pangkuannya. Entah kenapa, ia merasa tak pernah merasa berat memangku yeoja itu.

 

“Aku sudah memikirkan perkataan mu” Namja itu memeluk pinggul wanita itu erat, menghirup wangi parfum guess wanita itu dalam. Sedangkan wanita dipangkuannya masih mencoba untuk memahami sebuah kalimat  yg pernah ia utarakan pada namja itu.

 

“Tentang mereka?” Yeoja itu memutar kepalanya menatap namja itu. Meminta kepastian ucapannya. Namja itu mengangguk.

 

“Aku setuju pada-”

 

‘Ah,jinjja?” Berubah 180 derajat, yeoja itu terlihat hyperloud aktif. Ia melepaskan tangan namja itu paksa dan membalikkan badannya, menatap dalam-dalam kedua iris lelaki itu.Mencari celah-celah yang mengisyaratkan bahwa namja itu bohong. Tapi ia tak mendapatkan celah itu sama sekali.  Dan senyumnnya semakin terbentuk lebar saat lelaki itu seakan mengerti dan menganggukan kepalanya lagi.

 

“Gomawo,aku yakin kita bisa mengandalkan mereka” ucapnya memeluk namja itu tulus.

 

“Thanks for everything” lanjutnya

 

 

***

 

Ting

 

Lift itu terbuka tepat dilantai 7. Dengan malas, seorang pria tampan yang terlihat sangat lelah keluar dari lift itu. Beberapa hari ini, entah kenapa pekerjaan seakan bersatu untuk menyerbunya. Banyaknya operasi, banyaknya pasien, bahkan banyaknya mahasiswa yang ingin berkonsultasi dengannya berhasil membuatnya kewalahan dan menyita banyak tenaganya. Dan hari itu, adalahnya puncaknya. Otaknya memanas, badannya seakan remuk. Bahkan kemeja dan dasi yang ia pakai terlihat sangat berantakan

 

“Annyeong.” Tidak begitu bersemangat, pria itu mengucapkan salam saat memasuki apartemen itu. Tapi tak ada satu pun yang menyapa balik, apartemen itu terlihat sepi dan gelap. Ah, pantas saja, ini sudah pukul 1 dini hari, dan mereka pasti sudah tertidur batin pria itu saat melirik sekilas jam silver yang ada dipergelangan kiri tangannya.

 

Dengan langkah hati-hati, pria itu membuka pintu kamar yang dipenuhi barang bernuansa sangat cerah.Warna merah mudalah yang mendominasi,sangat anak-anak. Lelahnya pun seakan sirna sejenak saat melihat seorang gadis mungil dengan nyenyaknya tidur bersama selimut barbienya. Senyuman gemas  pun ikut mengembang diwajahnya saat melihat anaknya itu beberapa kali menggerakkan badannya dan memeluk boneka teddy bear yang ia berikan saat anak itu berulangtahun dengan erat.

 

Lamunannya terhenti ketika ia mendengar seretan kaki yang semakin lama terderngar semakin mendekat kearahnya. Ia pun menolehkan kepalanya mencari asal sumber bunyi itu

 

“Ah,kau ternyata” gumam pria itu menatap seorang wanita dengan sendal tidur pandanya serta secangkir susu ditangannya, wanita itu dari dapur?kenapa ia tak melihatnya?

 

Hanya anggukan. Wanita itu seakan malas untuk menjawab pertanyaan suaminya itu. Kakinya pun kembali menyeret tubuhnya untuk segera masuk kedalam kamar. Meninggalkan pria itu. Pria itu menghela nafas, baru saja ia datang istrinya itu sudah berani mengacuhkannya. Bukankah seorang istri seharusnya memberikan ciuman selamat datang dan bukannya pergi seenaknya tanpa menghiraukan suaminya?

 

Pria itu pun menyusul wanita itu. Tanpa disangka wanita itu masih setia dengan remote tv ditangannya, mengganti beberapa kali channel tv dihadapannya. Ia terlihat tak bersemangat untuk menonton tv, tapi matanya seakan tak mau menutup diri.

 

“Belum tidur?ini sudah larut malam.” Pria itu membuka pembicaraan sambil membuka kemejanya dan memperlihatkan dadanya yang bidang. Ia merebahkan tubuhnya yang sangat letih disamping wanita yang bersandar dipunggung kasur dan masih sibuk dengan remote tv ditangannya.

 

“Hei, nyonya. Aku sedang berbicara denganmu. Aigoo,serius sekali berpacaran dengan tv!” Pria itu mengoceh tak jelas seraya menarik selimut dan memalingkan tubuhnya membelakangi wanita itu. Wanita itu mengabaikannya, lebih baik ia tidur dan mengistirahatkan matanya. Mengisi ulang tenaganya untuk persiapan esok hari, pikirnya. Tapi sayang, suara nyaring tv itu seakan menganggu otaknya yang berusaha untuk mengantarkannya kealam mimpi. Setelah sekian lama,ia pun menyerah.

 

“Ada apa?” Pria itu bangkit dari tidurnya. Ia menatap gadisnya yang tetap memandang kearah tv,tetapi pikirannya entah sedang berada dimana.

 

“Gwenchana?” Lagi,pria itu menanyakan keadaan wanita itu. Pria itu mendekatkan tubuhnya dan memegang dahi wanita itu, ia mulai khawatir dengan wanitanya

 

“Biasanya kau menjadi pendiam seperti ini karena ada sesuatu. Kau sakit atau kau punya permintaan, dua alasan yang salah satunya adalah kebenarannya. Tapi badanmu sekarang tidak panas, wajahmu juga tidak pucat, kau kenapa?” Lelaki itu menggerakkan tangannya kewajah wanita itu dan menolehkannya untuk menatapnya, menatap matanya. Setelah sekian lama menikah, ia pasti sudah hafal dengan perilaku khas wanitanya itu. Wanita itu kembali menarik wajahnya dari kedua tangan itu dan menundukkan kepalanya dalam. Lelaki itu tau,wanita itu sedang dalam proses menyiapkan sebuah permintaan padanya.

 

“Ini tanggal 25 november.” Pelan wanita itu menyuarakan isi hatinya membuat pria yang ada disampingnya membeku seakan ingin mengutuk dirinya sendiri,kenapa ia bisa lupa dengan tanggal sepenting itu?

 

“Astaga! Ah, kenapa aku bodoh sekali? Honey, mianhe.Aku bukan bermaksud untuk melu..”

 

“Gwenchana,aku mengerti kau sangat sibuk.” Seakan tau apa kalimat yang akan diucapkan suaminya, wanita itu memberikan penjelasan kalau pria itu tidak sepenuhnya salah. Atau mungkin pria itu memang tidak salah. Hanya ia yang terlalu melebih-lebihkan.

 

“Apa kau mau kita pergi malam ini?” Pria itu berpikir keras memberikan solusi untuk masalah yang telah ia ciptakan. Ia benar-benar merasa bersalah pada wanita itu.

 

“Jangan bercanda. Ini sudah larut malam, mana mungkin ada penerbangan selarut ini” wanita itu memutar kedua bolamatanya mendengarkan ide gila suaminya.

 

“Kalau tidak malam ini,kita akan berangkat besok. Penerbangan pertama,paling pagi.” Tegas pria itu memberikan pilihan kedua. Ia tak ingin membuat wanita dihadapannya kecewa. Ia benar-benar tak bisa.

 

“Dengan mu?bukannya besok kau harus keitali?” Wanita itu kembali menatap heran suaminya yang sudah terkenal dengan kepintarannya itu seketika berpikir  seperti orang linglung. Ia menyunggingkan bibirnya pelan ketika melihat pria itu panik.

 

“Aishh jinja? aku benar-benar lupa kalau besok aku juga harus pergi ke itali.”

 

“Sudahlah, kau harus istirahat. Wajahmu sangat berantakan sekarang. Untuk urusan itu, mungkin mereka tidak keberataan kalau kita menunda waktu untuk menemui mereka.” Simpul wanita itu mencoba untuk menenangkan keadaan,dan dirinya sendiri. Kesian pria ini, hanya karena sikap wanita yang berlebih-lebihan itu, ia seakan terus memutar otaknya.

 

“Mungkin mereka tidak apa-apa. Tapi kau jelas tidak baik-baik saja. Bagaimana kalau besok, kita bersama-sama pergi ke airport? Aku menuju keitali,dan kau menuju ke korea. Aku akan meminta bantuan teman ku untuk mencarikan mu tiket. Bagaimana? ” Ajakan terakhir pria itu jelas membuat wanita yang tadi benar-benar kehilangan semangat kembali memancarkan sinar matanya.

 

“Jinjja?kau mengizinkan ku untuk pergi?” Tanya wanita itu meyakinkan.

 

“Kenapa tidak?bahkan kau bisa membawa anakmu untuk ikut” balas pria itu terkekeh dengan perubahan drastis paras wajah cantik istrinya.

 

“Ani, Sepertinya dia lebih antusias untuk ikut dengan mu keitali daripada ikut dengan ku.”

 

“Jinjjayo?kau serius?” Tanya pria itu terlihat sangat penasaran dengan lanjutan ucapan istrinya.

 

“Aku serius. Bahkan dia sudah mempersiapkan kopernya setelah pulang sekolah” Jawab wanita itu mengangguk dan memamerkan senyum manisnya.

 

“Baiklah. Tapi kau tak apa-apa pergi sendiri?”

 

“Kau pikir umurku berapa hah?” Wanita itu menaikan kedua alisnya menatap pria itu

 

“5 tahun mungkin” pria itu menahan tawa melihat wajah wanitanya tertekuk bagaikan kertas yang terlipat ratusan kali.

 

“Sudahlah..ayo tidur!kau harus bangun pagi besok” Pria itu memutuskan untuk menghentikan percakapan yang ia tau bila diteruskan akan berujung dengan pertengkaran yang menggelikan. Ia pun meninggalkan wanita yang tetap duduk disampingnya dan menaruh kepalanya dengan posisi ternyaman dibantalnya. Dan wanita itu, ia hanya bisa mengikuti apa yang dilakukan suaminya itu tanpa mengeluarkan kata bantahan sedikitpun.

 

“Gomawo.” Lagi,ucapan lembut wanita itu membuat pria itu kembali membuka matanya. Ia pun memalingkan badannya dan memandang wajah wanita yang ada disampingnya dengan senyum yang tetap merekah diwajahnya.

 

“What?” Wanita itu sedikit bergidik ketika melihat pria itu hampir tak mengedipkan matanya saat menatapnya. Sepertinya ia salah mengeluarkan kalimat

 

“Kis-sing?.” Ucap lelaki itu tanpa menghilangkan senyumnya yang sekarang berubah menjadi senyuman bagai setan bagi wanita itu.

 

“Shireo!” Enggan wanita itu lalu membelakangi pria itu.

 

“Honey..” Pria itu tak mau menyerah, ia menompangkan wajahnya di lengan wanita itu.

 

“Selama 1 minggu nanti kita tak akan bertemu, aku pasti akan merindukanmu.” Coba pria itu kembali merayu sang istri.

 

Wanita itu memutar kedua bola matanya, “aku juga. Tapi kau tenang saja,kita bisa saling menelpon setiap 5 menit sekali,arraseo?” Tegas wanita itu berpura-pura bodoh.

 

“Aku tau kau hanya berpura-pura tidak menginginkan ku. Kau menginginkan ku,tapi kau malu bukan?” kalimat itu sontak membuat wanita itu ingin mengeluarkan bola matanya. Ia sangat terkejut saat pria itu menariknya dalam dekapannya dan membungkamnya dalam selimut tebalnya, dasar lelaki berotak mesum!

 

 

***

 

TEASER

 

“Maukah kau menolong ku taeyeon?” Wanita itu menaruh cangkirnya dimeja berlapis cat berwarna pastel itu  dan menatap taeyeon penuh harapan.

 

“Hanya kaulah satu-satunya yang bisa ku harapkan.” Lagi, wanita itu menarik kedua tangan taeyeon dan menggengamnya kuat. Menaruhkan segala mimpinya pada sesosok kim taeyeon.

 

 

 

 

“Kau mencintainya?jinjja?” Wanita itu menatap lekat wajah sehun, mempertanyakan kembali sederet kalimat pernyataan tentang perasaan lelaki itu. Walau ia tau,dari awal sehun memang menyukai wanita itu, tapi dari awal juga ia hanya menganggap perasaan sehun tak lebih dari perasaan seorang pengagum.

 

 

“Kau pikir?” Sehun menyandarkan tubuhnya dan menatap wanita itu tak kalah lekat. Melipat kedua tangannya didada, menambah kesan kharismatiknya dari sudut pandang wanita itu.

 

 

“Bukankah dari dari dulu kau tau kalau aku tak pernah main-main dengan ucapan ku?” sambung sehun dan langsung dibalas dengan senyuman palsu yang ditampilkan wanita itu. sahabatnya.

 

 

Dan bukankah kau tau satu hal sehun? kalau dari dulu,aku juga tak pernah main-main dengan perasaan ku?

 

 

Aku mencintaimu

 

 

 

 

“Heii..” Wajah bomi entah kenapa kembali berbinar ketika lelaki itu mengangkat telponnya.

 

“Anyyeong!” Sambut lelaki itu tak kalah semangat

 

“Hei-” lagi-lagi hanya itu yang bisa bomi katakan, ah ia terlalu rindu dengan lelaki itu

 

“Hei,apa hanya itu yang kau ucapkan saat menelpon ku?”

 

“A-aniyo. Aku hanya-. Hei, kapan kau pindah kesini huh?aku merindukanmu!”

 

Lelaki itu tertawa kecil diujung telpon. Hal apalagi yang membuat lelaki itu gemas selain gerutu kekasihnya itu?

 

“Bomi-a, kau merindukan ku hah?” Tanyanya masih dengan tawa.

 

Bomi yang mendengar tawa hinaan kekasihnya itu mengerucutkan bibirnya, “berhenti mengejek ku!ya!jawab pertanyaan ku,kapan kau pindah kesini huh?”

 

Lelaki itu seketika berhenti dari tawanya. Ia harus mengatakannya pada wanita itu.

 

“Mianhe,pekerjaan ku disini sepertinya akan menunda jadwal ku–,tapi aku berjanji akan secepatnya mengurus kepindahan ku” lelaki itu mengulum senyumnya saat ia bisa mengetahui bomi yang berada 23000 km jauh darinya menghela nafas kecewa.

 

“Baiklah, ya sudah. Aku ada jadwal kuliah. Nanti aku telpon lagi ya?annyeong” wanita itu terlalu lelah dengan janji kekasihnya. Ia menutup telpon itu tanpa menunggu salam balik dari lawan biacaranya. Marah?ya, mungkin. bagaimana tidak, selama 2 tahun ini, hanya komunikasi lah satu-satunya penghubung mereka. Apa kah ia harus mengakui kalao ia bosan dengan hubungan mereka?ah ia ingin hubungan yang real.

 

“Tuan, keberangkatan anda hari ini pukul 4 sore nanti. Apakah ada yang harus saya persiapkan lagi?” Ditempat berbeda, seorang kepercayaan lelaki itu berhasil menggagetkan lelaki itu.

 

“Apa kau telah menyiapkan kado yang ku pesan?” Tanyanya sambil memainkan handphonenya, mencari kontak seseorang yang sangat dekat dengannya dan menelponnya.

 

“Siap tuan, kado yang anda pesan sudah saya masukan kekoper”

 

Lelaki itu mengangguk dan mengisyaratkan orang itu untuk keluar, “annyeong,paman..” Sahutnya saat seorang yang ditelponnya mengangkat panggilannya

 

“Nde, aku hanya ingin memberitahu mu kalau sore ini aku akan pulang” Ia menampakkan senyumnya saat mendengar balasan paman tersayangnya itu.

 

“Baiklah–nde–annyeong”

 

 

 

“Aku mohon,jangan persulit diriku untuk berusaha tidak mencintaimu taeyeon.”

 

 

 

 

“Pernah kah kau menerka apa yang sebenarnya tuhan rencanakan untuk kita?apa pernah kau mengerti tentang sebuah alur cerita yang tuhan berikan saat ini pada kita?karena sampai sekarang aku belum mengerti untuk apa tuhan melakukan ini semua untuk kita..”

 

 

“Tetaplah bersama ku!aku mohon, untuk kali ini saja”

 

“Aku mohon..kim taeyeon”

 

***

 

Kayanya sampe gitu aja kali ya teasernya. Oh iya ini sebenernya bukan full teaser sih, ini lebih misterius chapter gitu. Kalo ada yang ngak ngerti,pasti kalo baca ffnya bakal ngerti kok :b siapa itu yg berantem di first story, terus ngomong ngeputusin something di cerita kedua, terus yang mesra2an di cerita ketiga? Terus yang ngomong sama bomi,terus yang disuka sehun, yang ngomong sama baekhyun? hehe ok kindly comment below guysss 😀 bukannya apa tapi bener-bener deh kalo ngak ada yang ngomen kayanya ngak bakal punya mood buat ngepublish chapter satunya :b males deh ngepublish haha ya udah komentar ya kalo mau aku publish chapter 1 nya wkwk visited my blog teman-teman mari kita berteman ok http://www.sparkinginbrightness.wordpress.com

 

Advertisements

48 comments on “[FREELANCE] On Demand (Teaser)

  1. wah wah dari teasernya aja udah seru kok thor hmm penasaran”~ chap 1 & selanjutnya ditunggu thor ^^ fighting!!!

  2. SATU KATA ! BINGUNG BANGET!
    Kayanya si author pinter bkin readers penasaran dan bingung sekaligus …

    Tapi keep fighting! Chap 1 nya cpet update yah♥♥♥

  3. Daebakk!!! Gasabar nunggu chapter 1 nya thor:'( jangan lama lama ya thor:P btw, kangen nih sama ff author oneshoot itu:( gasabar nunggu yg ke 4 ditunggu ya thor:D

  4. Waahhh buat org penasara thor….. lanjut lnjut thor….. jgan lama lama ya thor 🙂
    SEMANGAT thor… (y)

  5. Author daebak bget bwat aq linglung stengah mti krna bingung
    chap 1nya cpat di post ne thor biar rsa pnasaranx bisa ilang @alasan

    fighting thor ^_^

  6. aku gak ngerti -_-” tapi kalau chap 1 cepat di publish aku pasti ngerti^^

    Updatesoon! Hwaiting!!! >_<

  7. Waahh teasetnya aja udah menarik . Ditunggu chapter 1 nya thor jangan lama” ya thor penasaran thorr 😀
    FIGHTING ^^

  8. Suka thor, penasaran juga sama ceritanya….
    Jujur agak bingung sama bagian atas itu, tapi beneran suka……
    Next chap thor……

    Fighting

  9. Susah bgt nebak siapa yg ada di first story dll..
    Misterius bgt. . Author suka yaa buat readersnya penasaran. .
    Updatesoon authornim, FIGHTING!!!

  10. BAEKYEON JJANG!!!
    marriage life jarang nih main castnya beakyeon #akusukasuka

    baca teasernya aja udh bikin pnasaran bgt, cpat update y author, udah pnasaran bgt sma ceritanya. apalgi akhir” ino d otak ku selalu pnuh dngan baekyeon, makanya pas tau main castnya baekyeon senang bgt hehehhe

    fighting author!!!

  11. Author, gk connect nih. next chap dtnggu ya!
    Malah berfikir taeng pacaran ma boomi 😀
    next chap jgn lma ya thor!
    FIGHTAENG!

  12. Sumpah thor aku bingung bnget sm ceritanya. Pria itu siapa ? Wanita itu siapa ? Bikin penasaran aja sm ceritanya. di tunggu chapter 1 nya. Kalau bisa jangan lama. Fighting!

  13. ceritanya kerennn.. tapi masih rada-rada ge ngerti ceritanya.. tapi penggunaan kata-katanya enak dibaca.. next chao thor-nim.. Keep Writing.. Fighting… 🙂

  14. kapan puplish nya thor???
    aku, lbh penasaran sma poster nya ‘-‘
    apa taeng yg di suruh jgain ank itu? kykny seru!
    ah~ fighTaeng aja deh utk author!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s