[FREELANCE] Bestfriend Or Love? (Chapter 2)

bestfriend-or-love-2

Tittle : Bestfriend Or Love? Part 2

Author : Junghoneyss

Length : Captered [Prev Capt : 1]

Rating : PG-15

Genre : Friendship, Romance.

Main Cast :

Kim Taeyeon from SNSD as Taeyeon

Oh Sehun from EXO K as Sehun

Tiffany Hwang from SNSD as Tiffany

Jessica Jung from SNSD as Jessica

Other Cast :

– Find they by yourself

Pairing : OTL SeYeon

DISCLAIMER: Next chapt. sudah aku panjangin, ini FF pertama yg aku buat waktu masih kelas 6 SD -_,- jadi bahasanya childish banget gitu. hope you enjoy the story, don’t copy cat or plagiarism it even if it is a bad story kkkk, RCL please J kunjungi my personal blog juseyo? Junghoneyss !

Author Note : Disini umur Sehun sama TaeNySic seumuran tapi lebih tua Sehun kalau dihitung dari bulan kelahiran.

♥♥♥♥♥

Realitanya, belum saja seminggu sejak kehadiran seorang lelaki bernama Oh Sehun itu, kelas berubah drastis, banyak yang mengidolakannya, memujanya seperti dia tuhan saja. Ditambah lagi sepertinya si Oh Sehun itu menambah gengsi aja, dia dengan resmi membuat geng ingusane, makhsudku Geng Macho di kelas menjadi 4Cool ditambah dia yang katanya memiliki bakat yang luar biasa lebih ahli daripada Nichkun, Taecyeon dan Chansung, sulit dipercaya. Taeyeon sendiripun tak ambil pusing, toh dia tidak akan terbawa arus perubahan kelasnya, tapi yang membuatnya benar-benar sangat illfeel adalah Jessica dan Tiffany yang malah menjadi fangirl dari Oh Sehun, yang benar saja.

TAEYEON POV

Bahkan aku berpikir, semua orang membicarakan semua hal tentang Oh Sehun. Aku bahkan sangat yakin, kalau warna celana dalam milik Sehun juga mungkin sudah amblas menjadi topik pembicaraan. Kau tahu kan? Berbulan-bulan dengan topik yang sama itu seperti lelucon! Membosankan.Yang lebih anehnya lagi, sekarang seakan aku ditelan bumi. Jessica dan Tiffany semakin tidak mempedulikanku, Tiffany yang semakin telat menjemputku dan mengucapkan deretan alasan membuatku semakin ingin lepas untuk tidak berangkat kemanapun bersama mereka, tapi nggak bisa! Mereka itu sahabatku dan aku masih sayang mereka.

Kali ini bisa kutebak pasti mereka masih membicarakan tentang Oh Sehun. Yang benar saja, topik pembicaraan kali ini adalah “Bagaimana jika nanti kamu berkesempatan bisa tidur seranjang dengan Sehun?” pasti Jessica yang membuat topik ini, dia senang dengan segala sesuatu tentang roman, dan ‘itu’ juga pastinya. Aku tidak tertarik, dan hanya diam saja.

Semakin bosaann~~ dan tidak dianggap.

AUTHOR POV

Taeyeon berdiri dari tempat duduknya. Jessica dan Tiffany menoleh. “Hei, mau kemana Taeyeonnie?” tanya Tiffany sambil mengerutkan kening. “Pergi, kemana saja yang tidak membahas Oh Sehun!” kata Taeyeon sedikit membentak, gadis itu tidak pernah dan tidak akan pernah bisa MEMBENTAK orang lain, sehingga bentakannya hanya terdengar seperti ucapan biasa saja. “Mungkin Taeyeon marah?” tanya Jessica sambil menggigit bibir merah ranumnya. “Nggak mungkin, Taeyeon itu paling sabar! Dia nggak mungkin marah!”

TAEYEON POV

Bodoh. Kalian pikir, aku akan selalu menjadi sabar? Aku juga sayang kalian, tapi sepertinya hanya karena seorang lelaki saja kalian seperti sudah menganggap aku nggak pernah ada, miris sekali! Mungkin sudah saatnya aku butuh teman lain.

Aku merogoh sakuku dan menemukan buku itu, bukan diary sih hanya sebuah memo tapi itu kuanggap seperti diary. Terkadang, aku heran kenapa semua orang menganggap menulis buku diary itu hal yang cengeng, hal yang benar-benar memalukan. Tapi apa salah jika itu harus dilakukan karena tidak ada seorangpun lagi yang akan mendengarmu? Menakutkan sepertinya, tapi toh itu bisa terjadi kan.

Tangan-tangan kecilku menggoreskan pulpen kecil yang bergambar aku, Tiffany dan Jessica saat liburan musim panas tahun lalu, kami sangat solid hingga ada beberapa barang yang kami tempeli foto kami, maka dari itu aku yakin bahwa seorang cowok saja tidak akan bisa merapuhkan persahabatan kami. Sangat yakin.

“ Sepertinya aku semakin tidak dianggap dan aku mulai bosan. Tapi aku yakin, nanti Jessica dan Tiffany akan lupa dengan topik seperti itu. Aku selalu sabar karena aku sayang sama mereka, aku nggak mau mereka nanti terjerumus ke hal-hal yang nggak baik. Aku nggak perlu melihat mereka menganggapku adalah sahabat terbaik mereka, aku hanya ingin mereka tahu, kalau aku mencintai mereka lebih dari aku mencintai diriku sendiri. Persahabatan ini, akan selalu aku lindungi.”

Hei, ini mungkin kesannya kekanak-kanakkan. Aku bisa merasakan aku menangis. Yah, memang cengeng sih, tapi untuk apa menahan rasa sakit hati cuma hanya ingin menjaga image, lebih baik keluarkan saja rasa sakit hati dengan tangisan, hanya ini yang dapat membuat hati bisa tenang setelahnya. Yah, aku yakin. Nggak semua cewek yang menangis itu rapuh, terkadang mereka menangis karena mereka merasa beban yang diberikan pada mereka itu udah terlalu berat. Aku tau kok rasanya, sangat tau.

 

TAEYEON POV

PING!

Sepertinya ada SMS masuk kedalam HP-ku yang berhasil mengalihkan perhatianku pada Novel Twillight Saga yang sedang kubaca hari ini. Sebenarnya aku tidak niat untuk membaca novel ini hanya ingin mencoba saja atas rekomendasi Yoona, teman sekelas. Dia memang sangat menyukai cerita roman yang tragis, haha.

Hah? SMS dari Tiffany. Sekian lama tidak bercakap-cakap dengan mereka, -Jessica dan Tiffany- kini aku merasakan cahaya terang!! Ahh!! Aku merindukan mereka, sangat merindukan mereka.

From : Eyesmile Fany Fany Tiffany

To : Dilligent Taengoo

   Hei, kau kenapa? Seharian menjauhiku dan Jessica, eh tidak seharian sih, tapi BERHARI-HARI! Kami merindukanmu, apakah kami bersalah SANGAT BESAR? Kuharap tidak, maukah kau membantuku sedikit? Sebentar lagi aku akan meneleponmu! ^^

Hah? Menelepon? Untuk apa? Aku yakin Tiffany adalah gadis hemat pulsa yang lebih suka menghabiskan pulsanya untuk berjam-jam di depan opera mini browsing atau iseng-iseng melihat jejaring social daripada untuk SMS apalagi untuk meelepon, berarti ini sangat penting sampai dia menyempatkan diri menelepon. Tapi sepenting apa?

Tak lama, kudengar lagu Merry Go Round yang dipopulerkan oleh Grub band yang bernama SNSD yang sangat kufavoritkan, kupikir nada lagu ini membuat hari menjadi lebih semangat dan berwarna, kau tahu kan makhsudku?

“Yoboseyo, Tiff” jawabku.

“Ya! Kim Taeyeonnie~ aku sangat merindukanmu! Aku tidak melihatmu beberapa hari ini?! Aku khawatir tau!! Kamu sedang sakit? Kumohon kamu sekarang baik-baik aja.” Katanya, jelas sekali kalau dia sedang khawatir.

Gyahaha, kupikir Tiffany tidak memikirkanku lagi, ternyata dia masih mengkhawatirkanku, Ahh!! Saranghae My bestfriend , Tiffany Hwang!!

“Ah, jangan berpikiran negatif dong! Aku nggak sakit kok, Cuma kau tahu kan, aku ini orangnya jarang rutin beli pulsa jadi aku lupa kalau pulsa HP-ku itu habis dan aku nggak ngisi berhari-hari, hehe.” Jelasku yang 100 persen emang bohong banget, aku kan emang sengaja ngejauhin Jessica dan Tiffany waktu itu. Salah sendiri, kenapa mereka selalu membahas topik yang sama, selalu tentang anak baru yang sok itu, Oh Sehun!

“Ah, hei Taeyeonnie, kau mau mendengarkan ceritaku nggak? Yeah, mungkin ini seperti hanya khayalanku saja, aku bakal nggak yakin kalau aku ini sedang hidup, kupikir ini pasti masih didalam alam mimpi! Kau mau mendengarkanku bukan?” tanya Tiffany, terdengar jelas suaranya yang seperti pecah-pecah dan gaya bicaranya yang cepat dan seperti akan tertawa, sudah jelas dia bahagia dengan keadaannya sekarang. Tapi kenapa? “Hei, santai aja. Ayo, ceritakan aku bakalan dengerin kamu ngomong apa aja.” kataku sambil tersenyum.

“Kamu tahu Oh Sehun bukan?”

HAHAHAHAHAHH, JANGAN KATAKAN KAU AKAN MEMBAHAS OH SEHUN DENGANKU SEKARANG.

“Well, bagaimana aku tidak tahu dia? Aku kan sekelas dengannya. Ya, aku tahu dia lah.” desahku sambil bersandar pada ranjang besar tidurku.

“Ada berita baik!! Bagiku, atau bisa kau anggap buruk, bagimu.” Desah Tiffany, aku bisa membayangkan sekarang dia sedang telungkup di kasur mewah besarnya dengan keripik kesukaannya dan kening yang berkerut saat meneleponku ini, aku yakin – eung mungkin begitu ekspresinya.

“Makhsudmu? Hal yang membuatmu senang, tapi aku menganggap hal itu buruk? Hei, aku bahagia atas semua yang kau anggap bahagia, aku kan sahabatmu.” Dengusku. “ya,ya tapi aku sangat yakin kalau menurutmu berita ini adalah IDE BURUK dan kau pasti kaget!”

“Apa?”

“Dia, ah makhsudku si Oh Sehun, dia menembakku!”

Sebentar. Apa yang Tiffany katakan? Oh Sehun – menembaknya? Hah. SEHUN MENEMBAK TIFFANY?

Terbersit sebuah bayangan pikiran dimana yang sering aku lihat di film-film, banyak yang berkata bahwa ketika kau mengalami kecelakaan dan apalagi berbau tentang seperti TEMBAK, atau PISTOL atau semacamnya dan kau mengalami pendarahan yang cukup banyak, itu berarti kau pasti mengalami hal-hal yang kritis seperti koma, sekarat atau setidaknya harus cukup istirahat di rumah sakit bukan? Tapi kenapa Tiffany malah menelponku? Dan kalau nyatanya dia DITEMBAK kenapa dia mengatakan ini hal yang MENYENANGKAN baginya? Tunggu, atau ada arti tersirat atau makhsud lain dari kata DITEMBAK?

“Sekarang kau di rumah sakit mana? Tiffany, kau baik-baik saja kan? Luka tembakanmu? Apakah sudah ditangani? Hei, Tiffany aku akan segera mengunjungimu! Tunggu aku!” cerocosku sambil secepatnya menepis pikiran tentang bayangan temanku yang seksi itu sekarang sedang sekarat di rumah sakit, dengan bagian tubuh yang berdarah-darah. Omonaa~~

TIFFANY POV

Tunggu, RUMAH SAKIT? Kenapa jika Sehun menembakku aku berada di RUMAH SAKIT? Kenapa ? apa di pikiran Taeyeon, Sehun harus menembakku di rumah sakit? Atau dia ingin merayakan hari jadi hubunganku dengan Sehun di rumah sakit? Haha konyol.

Ayo, Tiffany Hwang cari alasan Taeyeon mengatakan RUMAH SAKIT.

Atau, JANGAN-JANGAN DIA BERPIKIR KALAU AKU DITEMBAK DENGAN MAKHSUD TEMBAKAN BERPISTOL OLEH SEHUN?

Well!! Aigooo Kim Taeyeon kau sebenarnya gadis TK atau anak Kampus sih? Masa’ tidak tau arti menembak dalam bidang CINTA!! Omona!

AUTHOR POV

“Tunggu, tunggu. Taeyeon kamu NGGAK PERLU ke Rumah Sakit di belahan bumi manapun karena aku nggak bakalan ada di deretan pasien di rumah sakit manapun! Aku sehat, dan sekarang sedang bersantai di rumah! Kau tahu? Yang kumakhsud bukan menembak dengan pistol atau seperti tindakan percobaan pembunuhan seperti itu! Kau salah menerka ya?” oceh Tiffany lewat teleponnya sambil sedikit menahan tawa, mungkin dia benar-benar heran dengan keluguan sahabat manisnya itu. “Well, lalu kau baik-baik saja? Lalu kau ditembak bagaimana?” tanya Taeyeon sambil mengerutkan keningnya. “Kau tahu yang namanya CUPID? Dia itu… semacam orang yang menyatukan cinta gitu, setiap dia menembak seorang cowok dan cewek secara langsung cowok dan cewek itu merasakan JATUH CINTA! Yeahh!! Dan sekarang, Oh Sehun meng-SMSku – yang aku tidak tau dia mendapatkan nomorku darimana, dia mengatakan kalau semenjak pertama bertemu denganku dia sudah SANGAT SANGAT tertarik denganku, dia sudah sangat mencintaiku! Dan RESMI! Aku menjadi PACARNYA!! Yuhuuu~~” teriak Tiffany di teleponnya dengan Taeyeon itu. Taeyeon mengernyitkan dahinya, kebingungan tapi dia kemudian mengerti makhsudnya. Jadi, sahabatnya itu berpacaran dengan cowok yang sangat-sangat dibencinya?

TAEYEON POV

“Kamu marah kalau aku pacaran sama Sehun?” tanya Tiffany di seberang sana. Pertanyaan dangkal, banget. Tergantung sih, kalau Tiffany bahagia bisa pacaran dengan Sehun, ya aku ikut bahagia toh aku sahabatnya semua kebahagiannya itulah kebahagiaanku.

“Well, bagaimana perasaanmu? Kau bahagia kan kalau berpacaran dengan Sehun? Aku senang dengan semua kebahagiaanmu, aku mendukungmu selalu, kok.” Desahku walau kutahu kalau kulihat dari wajahnya Oh Sehun itu seperti bukan cowok baik-baik, tapi makhsudku ‘nggak baik-baik’ dalam artian suka memainkan hati perempuan? Tapi itu masih hipotesisku sih.

“Aku bahagia, SANGAT BAHAGIA, Kim Taeyeon! Kau tahu sejak masih pertama masuk jurusan ini, aku sudah tergila-gila dengan Nickhun, tapi sayangnya perasaanku tak berbalas. Hiks, memang. Tapi akhirnya aku bisa mendapatkan seseorang yang jauh lebih plus plus daripada Nickhun, yap Sehun sshi!!” aku bisa mendengar Tiffany sangat senang sampai bertelepon teriak-teriak begitu. Aku tertawa kecil. “Kau, wajib mentraktirku. Kalau nggak, jangan harap ada waktu panjang untuk hubungan kalian yah!” candaku.

AUTHOR POV

Esoknya, Taeyeon duduk termenung di kursi yang terletak di sudut toko buku itu. Mencermati sebuah buku yang hendak dia beli. Terkadang dia menerawang, seperti sedang memikirkan sesuatu yang mungkin sedikit menyebalkan, mungkin.

Taeyeon tak habis pikir, bagaimana dengan cepatnya, – tak sampai satu bulan, Oh Sehun telah memporak porandakan hubungan persahabatannya dengan Tiffany dan Jessica, makhsudnya semakin hari Tiffany dan Jessica menjadi semakin tidak mempedulikan Taeyeon.

Gadis itu menghela napas dan menyandarkan kepalanya, menerawang mengingat kejadian tadi pagi saat dia mengajak Tiffany dan Jessica untuk ke Toko Buku bersamanya, walau dia tau, Tiffany dan Jessica pasti tidak akan membeli satupun buku, – karena mereka nggak suka membaca sama sekali, seenggaknya dulu mereka mau menemani Taeyeon. Sekarang?

“Maaf Taeng! Kau bisa pergi sendiri bukan? Aku dan Jessica sekarang sedang di rumahku, kau tahu? Jessica membantuku untuk membuat cokelat valentine untuk SEHUN! Kau mau membantuku juga? barangkali?”

Yah, Tiffany dan Jessica menyibukkan diri dengan pembuatan coklat untuk Sehun, benar-benar menyebalkan dan untuk masalah ‘membantu Tiffany membuat coklat” sebenarnya, Taeyeon nggak keberatan hanya saja dia merasa belum sudi untuk membuat cokelat untuk SEHUN. Cih.

“Aiisshh!! Awas, kau OH SEHUN!! Kuharap aku bisa bertemu denganmu satu kali, menghajarmu sampai babak belur lalu menendangmu sampai ke segitiga Bermuda!! Sial!! Dasar perebut sahabat orang!! I Hate You!!” geram Taeyeon sambil menginjak-injak keras lantai mall.

Dia bergegas membayar novel tebal yang dia beli, dan keluar dari toko buku yang terletak di Mall dekat rumahnya itu. Tak lama melangkahkan kaki, sepertinya dia melihat seseorang yang SANGAT FAMILIAR di wajahnya. SANGAT FAMILIAR. Seorang namja, oh nggak dengan seorang yeoja di sebelahnya sih, sedang berjalan bergandengan dengan sangat mesra, tapi sepertinya dari belakang saja, Taeyeon sudah tahu siapa namja itu. Kalau penglihatannya tidak salah, itu adalah OH SEHUN. Dan tunggu, yeoja di sebelahnya? Nggak sulit buat ditebak, melihat gaya berjalan Sehun dengan seorang yeoja itu yang sangat mesra dan bergandengan itu, sudah bukan salah lagi kalau yeoja itu pasti TIFFANY. Pacar Sehun, sahabatnya sendiri. Jadi intinya?

TAEYEON POV

Teganya! Jadi Tiffany membohonginya kalau dia sedang membuat cokelat untuk Sehun sedangkan dia sendiri sedang berada di Mall berkencan dengan Sehun dan dia tidak peduli dengan semua drama bohong yang dia ucapkan untuk sahabatnya? Dan Jessica! Cih, dia membantu Tiffany untuk membohongiku. Sahabat macam apa mereka???

Aku berusaha berjalan mendekati dua sejoli itu yang berada tak jauh didepanku dan aku melihatnya, makhsudku, aku MELIHAT YEOJA ITU. Ya, namja itu memang OH SEHUN, tapi tentang pikiranku tentang si yeoja yaitu Tiffany, itu salah, Yeoja itu BUKAN TIFFANY!

Aku berpikir dan berusaha mencari tau dengan bernostalgia dengan novel-novel cinta remaja yang sering kupinjam dari Sunny atau Hyoyeon. Tapi, mungkin dugaanku ini BENAR. Seorang namja bernama OH SEHUN sedang berkencan dengan CEWEK yang tidak kuketahui namanya dan itu bukan TIFFANY HWANG, padahal sekarang dia berstatuskan sebagai namjachingu Tiffany. Jadi, ini adalah kesalahan! Ini PERSELINGKUHAN!!

Dan Sehun mengkhianati sahabatku sendiri, tak akan kubiarkan!

Mungkin, jika aku memotret perselingkuhan Sehun ini lalu kucetak dan kuberikan pada Tiffany, maka Tiffany akan murka dan dia akan memutuskan Oh Sehun dan akan menyebarkan kejelekkan Oh Sehun, lalu Tiffany, Jessica serta aku bisa bersama seperti dulu, tidak ada Oh Sehun, tidak ada pengganggu bukan? Ini IDE YANG SANGAT BOOMBASTIS!

Kukeluarkan kameraku dan segera kupotret dengan sangat bahagia, aku menyeringai dan terus menyeringai, tak peduli apakah kegiatanku ini adalah terror, atau penyelidikan atau penguntitan? Aku nggak peduli saat ini, yang kuperlukan hanya menyebarkan aib Oh Sehun! Ahahahahah.

Taeyeon beraksi, memotret sepuas-puasnya, sampai…

“HEI, KAU!” ada tangan yang merebut kameranya dan Taeyeon segera menatap orang yang merebut kameranya itu. Aigoo…orang itu….

OH SEHUN!

Sehun menyeringai dan menggenggam tangan Taeyeon erat. ”Apa makhsudmu memotretku, heh?” tanyanya. “Apakah mulai detik ini kau mulai berprofesi menjadi paparazzi seorang namja tampan sepertiku? Atau hanya seorang PENGUNTIT?” tanya Sehun dengan nada mengejek. Taeyeon memasang wajah penuh kemenangan.”Hanya ingin membuktikan bahwa kau namja yang nggak perlu dipuja-puja karena sifat jelekmu seperti saat ini!! ASAL KAMU TAU YA, KAMU JELEK BUKAN NAMJA TAMPAN, HIH.” jawab Taeyeon.”oh,ya?” tanya Sehun tetap menggenggam tangan Taeyeon. ”Hei, lepaskan!! Sakit tau!! ” kata Taeyeon sambil memukul-mukul tangan Sehun yang masih menggenggamnya erat.”Sebagai gantinya karena kau telah memotretku sembarangan, maka kau harus ikut aku!” kata Sehun. Taeyeon kaget, ”Mwo? Ikut kamu? Ih!! Amit-amit ya! Aniyo aku nggak sudi! Aku tidak mau!” walaupun Taeyeon menolak, Sehun masih menarik tangan Taeng menuju mobilnya.

IN SEHUN’S CAR.

“Kita mau kemana?” tanya Taeyeon takut.”Rahasia.” kata Sehun sambil memperlihatkan senyum evilnya.”Hei, Oh Sehun! Kau tersenyum juga ga bakal keliat tampan di mataku! Nggak usah PD ya!” kata Taeyeon menggeram. Sehun hanya tertawa kecil dan fokus ke jalan.”Kau ini jahat sekali,yah! Kau berselingkuh! Padahal kau kan masih pacarnya Tiffany! Padahal Tiffany sangat cinta padamu! Di rumah, dia membuatkanmu cokelat sampai dia nggak mau ikut antarin aku ke toko buku! Huft, untung juga ya, coba kalau Tiffany nggak buatin kamu coklat dan ikut aku beli buku di toko buku tadi, dia pasti udah liat pacar anehnya berselingkuh! Menjijikkan !” ejek Taeyeon.”Tau dari mana kau kalau aku berselingkuh, hah?” tanya Sehun sambil memberhentikan mobil tiba-tiba. ”Aduh! kau nggak bisa nyetir,yah?!” jerit Taeyeon saat Sehun memberhentikan mobilnya tiba-tiba.”Ah, mi..mianhae..” kata Sehun sambil melanjutkan menyetirnya.”Tadi! Aku melihatmu dengan mata kepalaku sendiri! Bermesraan dengan seorang yeoja!” kata Taeyeon.”Ya, memang! Dan yeoja itu adalah KAKAKKU!! Emang aku nggak boleh bermesraan sama kakaku sendiri??!! Arraseo?? Dan jangan menyebutku berselingkuh lagi!!” kata Sehun geram, yeoja di sebelahnya ini ternyata cukup ganas dalam berdebat.”MWO? mana mungkin itu kakakmu, masih terlihat sangat muda!” elak Taeyeon.”Iya, kakakku memang masih muda, lalu kau mau kakakku umur berapa? 90 tahun??” gurau Sehun. Taeyeon cemberut dan hanya menahan malu karena menuduh Sehun berselingkuh.”Nah, sampai! Ini rumahku.” Kata Sehun. Dan, mata Taeyeon menatap sebuah rumah yang mewah dan bertingkat dengan halaman yang sangat luas.”Untuk apa kau mengajakku ke rumahmu?” Tanya Taeyeon.”Rahasia.” jawab Sehun sambil mengedipkan mata.

Tak lama kemudian, Taeyeon dan Sehun sampai di sebuah rumah besar dan mewah seperti istana, Taeyeon menatap bangunan di depannya ini takjub, walaupun rumahnya sendiri juga sangat mewah, tapi rumah Sehun ini lebih sedikit “berkelas”. “Wow, ini rumahmu?” tanya Taeyeon. “Ya. Sekarang aku membawamu ke rumahku, anggap saja rumahmu juga.” kata Sehun sambil terkekeh.

“Eomma, ini temanku, Kim Taeyeon.” kata Sehun kepada Eommanya yang sedang duduk di ruang keluarga yang besar dan mewah. Taeyeon tersenyum manis dan membungkuk sopan.”Oh,,,jadi..ini..calon istri yang mau kamu kenalin ke Appa, Sehun?” tanya seorang laki-laki yang sudah agak tua tapi masih terlihat sehat. Taeyeon kaget mendengar pertanyaan dari laki-laki itu apalagi saat mendengar jawaban Sehun. ”Ah, nae Appa!” Taeyeon melotot.”Heh! Aku kan bukan pacarmu!” kata Taeyeon berbisik pada Sehun.”Sudahlah! Akting didepan orang tuaku Taeng! Kumohon!!” kata Sehun memelas pelan.”Hanya satu kali ini!” jawab Taeyeon pelan. Eomma Sehun tersenyum melihat tingkah Taeyeon dan Sehun.”Duduklah disini, Taeng! Ahjumma ingin berkenalan denganmu!”

Eomma Sehun mengajak Taeyeon bercengkrama, mereka saling tertawa dan menyapa serta bercerita, mereka sudah seperti kenal lama saja.

“Yah, saya sangat suka membaca, juga memasak. Saya juga sering membantu Eomma saya membersihkan rumah atau berkebun, yah walaupun di rumah kami juga ada pelayan tapi aku suka sekali bersih bersih rumah, entah mengapa? Hihi. Eomma dan Appa saya adalah semangat untuk saya di hidup saya!” kata Taeyeon ceria. Eomma Sehun tersenyum padanya. Tak sampai satu jam, Taeyeon dan Eomma Sehun sudah sangat akrab seperti anak sendiri. Sehun hanya tersenyum.’Taeyeon..memang gadis yang baik? tapi dia kalau marah seperti ahjumma! Menakutkah haha’ batin Sehun.”Taeng! sekarang ayo kita pulang! Aku akan mengantarmu ke rumahmu!” kata Sehun lembut. Taeyeon mengerutkan dahi menatap Sehun.’Tumben-tumbennya selembut ini? Ada apa? Abis kesambet petir ya? Atau hanya akting di depan orangtuanya? Hih menjijikkan’ batin Taeyeon.”Wae?” tanya Sehun heran melihat Taeng yang menatapnya seperti menatap mayat hidup. ”Ah,, Aniyo..” Taeyeon menggeleng kepala cepat.

“Eomma, aku mengatarkan Taeng dulu!” pamit Sehun pada Eommanya.

“Nae, Ahjumma!! Saya pamit pulang!!” kata Taeyeon sambil membungkuk.

“Hati-hati ya Taeyeon! Sehun, menyetir yang benar! jangan sampai Taeng tersakiti! Oke?” kata Eomma Sehun.”Beres, Eomma!!”

Sehun mengantar Taeyeon hingga di mobilnya dan dia mulai melajukan mobilnya,

“Hei, Kim Taeyeon.” panggil Sehun pelan di tengah keheningan di dalam mobil sambil terus fokus menatap jalan. Taeyeon membalikkan pandangannya yang sebelumnya menatap jendela mobil menjadi menatap Sehun disebelahnya.”Ne?”

“Sepertinya, orangtuaku menyukaimu.”

“Benarkah? Aku juga senang bisa bertemu mereka, terutama Eommamu, orangnya asyik.”jawab Taeng pelan. ‘Nggak kaya anaknya yang nyebelin’ batin Taeyeon sambil terkikik.

“Kau mau kan membantuku?” Tanya Sehun. Taeyeon sedikit mengernyit, membantu Sehun? Eungg,, membantu orang yang – sangat dibencinya? Yang benar saja!

Apa yang hendak Sehun minta darinya? Apa yang bisa dia lakukan untuk Oh Sehun seorang cowok yang sangat ia benci? Dan sangat percaya diri sekali, jika Oh Sehun mengira dia bisa membantunya! Yang benar saja!

To Be Continue

Advertisements

31 comments on “[FREELANCE] Bestfriend Or Love? (Chapter 2)

  1. Jgn smpe Taeng dbilang pengkhianat sma Fany dan Sica, jangan jangan!!
    Senang sih thor ada moment Seyeon tapi takut makin ngrusak prshabatan Taeng-Fany-Sica.
    Updatesoon authornim, FIGHTING!!!

  2. hahaha udah langsung ketemu mertua si taeng #kkkk
    trus bagaimana dengan tiffany?

    Updatesoon! Hwaiting!!! >_<

  3. Oh My Gosh.. Taeng.. maksudnya ditembak itu Sehun nyatain perasaannya ke Tiffany.. bukan ditembak pistol.. -_-
    Update soon yah thor..
    Hwaitaeng!!

  4. Next thor. Penasaran sehun mau mintol apa ke taeng. Trus si fanny beneran pacaran sm sehun apa ngga ? di tunggu chapter 3 nya. Kalau bisa jngan lama yaa~. Fighting!^^

  5. Woaaahh penasarann akut nih ama sifat aslinya sehun mencurigakan bisa2nya dia pacaran sma sahabatnya taeng eeh dia ngenalin taeng keortunya… Emang ya cinta bsa merusak persahabatan apalagi kalo pacarnya itu bener bkin msalah shabat dilupain dehh aaahh next chap dtungguu

  6. Jangan bilang sehun mau nikahin taeng 😮
    Kalau iya terus gimana tiffany? Bukannya yeojachingu sehun itu tiffany? Kenapa dia malah ngenalin taeng bukannya fany? Aku bingung#plak#abaikan, maaf yaa thor otak ini bner2 lemot, susah mencerna(?) aigooo -_-

    Ffnya udh bagus thor, tapi aku lebih suka kalau bahasanya dibakuin lg hehe
    Next chapnya ditunggu loh, fighting yaa 🙂

  7. hati hati loh taeng ntar kamu bisa suka sama sehun ._. Hehe next chapt ya thor, aku penasaran terus terusan gimana kelanjutan nya kkk hwaiting ne^^

  8. Pingback: [FREELANCE] Bestfriend Or Love? (Chapter 3) | All The Stories Is Taeyeon's

  9. Pingback: [FREELANCE] Bestfriend Or Love? (Capter 4) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s