[FREELANCE] Pieces of Romantic Story (One shoot)

poster ff pieces of romantic story (party)

Pieces of Romantic Story (One shoot)

Pairing : Kim Taeyeon Girls Generation & EXO

Author :SuntQ
Genre :Romance,Fluff
Cast :EXO MHuang Zi Tao, SNSD Kim Taeyeon
Other Cast : Jia Miss A and Jessica SNSD.. :3
PG: 18
Lenght: One Shoot
Disclaimer :All belongs to God and their Parents 

Happy reading buat para readers, sebelumnya saya mengucapkan terimakasih banyaaak terhadap para readers yang kemarin telah meninggalkan jejak di fic Pieces of Romantic storynya versi LuTae. Komennya positif2 banget, makasih ya..^^ love you all
NB: bagi yang sedang berpuasa harap bacanya nanti udah buka aja ya..and mianhe about typo and other mistake

Pieces of Romantic (LuTae)

#2 Party
Suasana kota Seoul malam itu begitu indah dan tenang. Lampu-lampu yang berkelap-kelip di luar sana menambah kesan romantis yang bisa langsung menyentuh hati siapapun yang melihatnya. Saat ini langit belum terlalu menunjukkan pesona hitam pekatnya, warna jingga kemerah-merahan masih tertera di dinding langit. ya, waktu baru beranjak menuju malam..setelah sore tadi sunset masih kentara menghiasi kota Seoul hari ini. Seorang gadis cantik berumur 22 tahun dengan balutan dress berwarna hijau susu mencoba memfokuskan dirinya untuk melihat pemandangan yang ia lalui sepanjang jalan melalui kaca mobilnya. Sementara disampingnya, seorang laki-laki dengan balutan tuxedo hitam melapisi kemeja putih yang ia pakai terlihat fokus untuk menyetir sambil sesekali sudut matanya melirik untuk memastikan apa yang dilakukan oleh gadis di sampingnya itu.
“Hei, jangan terus menerus memandangi jalan..sesekali pandanglah namja disampingmu ini”. Ujar laki-laki yang bernama Tao tersebut terhadap seorang gadis di sampingnya yang bernama Taeyeon.
Taeyeon hanya bisa merotasikan bola matanya sebal, dan menyunggingkan senyumnya, bagaimana seorang namja yang berusia lebih muda 5 tahun darinya bisa bertingkah semena-mena terhadapnya. saat ini pun namja disampingnya itu sama sekali tidak terlihat lebih muda daripada dia. Dengan balutan tuxedo hitam, rambut kemerahan yang tertata rapi dan sangat mengkilat..semakin menambah kesan sexy pada namja disampingnya ini, ditambah wangi maskulin yang sejak dari tadi menguar dari tubuhnya dan menggelitiki indra penciuman Taeyeon. Dalam hati, Taeyeon begitu terperanga dan kagum pada penampilan namja bermarga Huang ini. Namun, jika ia terlalu jujur entah resiko apa yang akan ia hadapi nanti akibat dari sifat “agresif” dari namjachingunya ini. Ya, Huang Zi Tao memang seorang namja yang terkenal sexy karena keagresifannya.
“Ya, Kim Taeyeon, sesekali bersikap manislah padaku..jangan terus-menerus menahan dirimu seperti itu, itu membuatku ingin menghapus habis lipstick yang menempel di bibirmu saat ini dengan bibirku”
Mendengar pernyataan Tao, sontak Taeyeon melebarkan kedua matanya terkejut sekaligus tersulut emosi.
“Apa-apaan kau ini? kau seharusnya dari dulu memanggilku Noona!! bukan langsung menyebut namaku seperti itu, dasar anak remaja labil dan perv—“
“Shh..”
Kata-kata Taeyeon terhenti karena tiba-tiba Tao menempelkan jari telunjuknya di atas bibir Teyeon untuk membungkam ocehannya. Dan hal itu berhasil, kini Taeyeon seperti membeku dengan bibir mungilnya yang sedikit terbuka tertahan oleh jari telunjuk Tao saat gadis itu ingin meluapkan kemarahannya. Kemudian Taeyeon menepis jari kekasihnya itu dengan tangannya dan kembali pada posisinya semula, memandang keadaan di luar sana melalui kaca mobil sambil mengerucutkan bibirnya. Sementara Tao terkekeh dan merasa menang saat ini, ia selalu tidak habis pikir padahal kekasihnya itu lebih tua empat tahun darinya, namun kenapa sikapnya begitu kekanakan dan imut? Ha..hal itulah yang membuat Tao begitu sangat mencintai yeoja bernama Kim Taeyeon ini. Sejak awal bertemu dia memang sudah menaruh perhatian lebih dan rasa sayang yang semakin berkembang itu timbul dengan sendirinya terhadap seniornya ini. Sambil tetap menyetir, ia mencoba melihat jari yang ia tempelkan ke bibir Taeyeon tadi, terlihat sedikit bekas bibir Taeyeon dan lipstick berwarna pink peach menempel di jarinya. Lalu Tao mengemut jarinya itu untuk membersihkan bekas lipstik Taeyeon.
“Rasanya manis..” ujar Tao setelah selesai mengemut jarinya dan kembali fokus menyetir.
Taeyeon sedikit menautkan kedua alisnya, merasa heran.
“Apanya yang manis?”
“Rasa bibirmu..” jawab Tao dengan senyum sexynya.
Sementara Taeyeon menundukkan kepalanya dan menepuk keningnya dengan tangan kanannya.
“Aigoo..pervert sekali pacarku ini”batin Taeyeon.
***
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, mobil mercedes benz itu sampai pada tujuannya. Hari ini Taeyeon dan Tao diundang pada pesta ulang tahun Jessica yang ke-22 tahun. Pesta ulang tahun Jessica ini sangatlah meriah, dari kejauhan kerlap-kerlip lampu hias dan sayup-sayup suara orang-orang yang sedang berbincang sangat jelas terdengar dari rumahnya. Bukan hanya teman-teman Jessica yang hadir pada malam hari ini, kerabat-kerabat orangtuanya pun turut menghadiri pesta ulang tahunnya. Bahkan artis-artis pun terlihat dengan senang hati menghadiri pesta ulang tahun gadis yang dijuluki Ice Princess ini.
Setelah turun dari mobil Taeyeon dan Tao segera menghampiri Jessica yang tengah berbincang-bincang dengan temannya yang lain. Taeyeon bermaksud memberinya sedikit kejutan dengan mengagetkan gadis yang sedang berulang tahun itu dari belakang, namun rencananya itu gagal karena Jessica tiba-tiba memalingkan wajahnya ke arah mereka, dan segera menyambut pasangan ini dengan senyum riangnya.
“Omo?! Taeng, Tao..kalian sudah di sini? Kenapa tidak bilang-bilang? Ayo kesini!”
Taeyeon memasang senyumnya yang mengandung sedikit penyesalan karena ia gagal mengejutkan si Ice Princess itu, sementara Tao..dengan senyumnya yang cool segera menggandeng Taeyeon untuk mendekati Jessica.
“Saengil chukae hamnida Jessica” ujar Taeyeon sambil memeluk Jessica.
“Gomawoyo..terima kasih sudah jauh-jauh datang kesini..”balas Jessica sambil menepuk-nepuk pelan punggung Taeyeon.
“Nde, sama-sama..ini hadiahmu..jangan terkejut ketika membukanya ya!” kata Taeyeon sedikit menggoda temannya itu.
“Wae? Kenapa aku harus terkejut..aku tidak akan tertipu oleh ide jahilmu Taeng..haha”
“Aissh..bocah ini” balas Taeyeon sedikit sinis.
Tao yang sejak tadi memperhatikan interaksi kedua gadis itu mulai angkat bicara dan mengucapkan selamat pada Jessica sambil memeluknya.
“Saengil chukae hamnida Jessica noona.”
“ah..nde, terima kasih Tao..” Jessica sambil tersenyum jahil ke arah Taeyeon. Melihat apa yang terjadi di depannya Taeyeon mulai merasa tidak nyaman dan segera menginterupsi mereka berdua.
“E-ekhm..tenggorokanku sedikit kering, apa ada seseorang yang berbaik hati mengambilkan minum untukku?”
Mendengar ucapan Taeyeon, Jessica dan Tao tersenyum merasakan adanya atmosfer kecemburuan yang keluar dari diri Taeyeon dan saat itu juga mereka segera melepaskan pelukannya.
“Oh, haha..uri Taeng haus..di sebelah sana tempat minumannya, silakan ambil sebanyak yang kau suka hm?” kata Jessica sambil memasang senyum terbaiknya. Sementara Taeyeon memasang senyum terpaksa, sedikit merasa kesal karena ulah temannya ini, lalu ia melangkahkan kakinya hendak beranjak ke meja minuman. Namun langkah Taeyeon terhenti karena tangannya dipegang oleh Tao.
“Chakaman, biar aku saja yang mengambilkan. Baby Taeng tunggu saja di sini ya..” ujar Tao dengan senyum seduktifnya.
Jessica yang melihat adegan di depannya itu merasa malu dan takjub akan apa yang dilakukan Taeyeon pada Tao. Dan saat itu, Tao sudah beranjak menuju meja minuman dan meninggalkan kedua gadis ini.
“Omo, Taeng..apa kau tidak terhipnotis oleh perlakuannya itu terhadapmu? Sorotan matanya, nada bicaranya padamu..dan senyumannya..arrrgh!! membuatku tidak tahan!!” ujar Jessica sedikit frustasi.
“Haha~ se-sebenarnya..bukannya tidak tahan, lebih tepatnya menahan diri. Kau tahu kan bagaimana perlakuan Tao terhadapku? Jika aku terlihat sedikit saja lemah di hadapannya maka aku akan habis”
“ah, dasar kau ini Taeng. Padahal dia lebih muda darimu, tapi mengapa kau yang seperti dikendalikan oleh dia? kalau aku tidak akan bersikap seperti itu Taeng..aku akan memperlakukannya sebaik mungkin dan bersikap manis pada dia..haa..seandainya pacarku seperti Tao..”
“Ya, jangan memikirkan hal yang tidak-tidak! Bagaimana jika Donghae oppa tahu?”
“woo, ara-ara..ini rahasia di antara kita ya..tapi menurutku kau memang terlalu menahan diri Taeng, bagaimana jika dia menemukan seseorang yang selalu bersikap manis padanya? Aku takut itu akan menggoyahkan cintanya padamu dan berpindah pada yang lain..belajarlah sedikit manis di hadapannya. Eoh?”
“Arraseo..akan kucoba” jawab Taeng sambil mengerucutkan bibirnya malu.

Tao yang sudah sampai di meja minuman, mengambil satu gelas jus anggur untuk Taeyeon dan segera beranjak dari meja minuman tersebut. Tapi langkahnya segera terhenti karena ada seseorang yang memanggilnya.
“Tao!!”
Mendengar suara tersebut Tao memalingkan kepalanya ke arah sumber suara dan mendapati seorang wanita cantik, berpostur badan tinggi dan berpenampilan sexy melambaikan tangan padanya.
“Jia noona?” selidik Tao, lalu dia menghampirinya.
“Nde..aku nyaris tidak mengenalimu Tao, kau terlihat berbeda sekali” ucap wanita yang bernama Jia itu takjub.
“Haha, sudah lama sekali ya..aku tidak menyangka akan bertemu noona di sini”
“Nde..aku ikut karena kakakku diundang oleh orangtuanya Jessica. Hm, kau terlihat dewasa sekali Tao? Apa yang mengubahmu hingga seperti ini?”
“Ah..mungkin seseorang?” jawab Tao dengan senyum tersipu.
“Who is that? Maybe a girl? Ahaha, aku tidak tahu ada seorang gadis yang bisa membuatmu seperti ini selain aku”. Setelah berkata seperti itu, Jia memegang kerah blazer Tao, lebih tepatnya ke dadanya dan mengusap-ngusap lembut tangannya sambil terus mengejak Tao berbincang dengan senangnya.

Sementara itu, Taeyeon mulai merasa heran dan bertanya-tanya dalam hatinya kenapa kekasihnya belum juga kembali.
“Sica, kenapa Tao belum juga kembali ya?” tanya Taeyeon mulai khawatir.
“Tidak tahu, coba lihat dia di meja di sekitar meja minuman..mungkin dia di sana”
Taeyeon terlihat berpikir sambil menggigit bibir bagian bawahnya pelan,lalu ia memutuskan untuk mencari Tao.
“Sica, sepertinya aku harus mencari Tao dulu..”
“Ara, sana pergi cari pacarmu. Jangan sampai dia direbut oleh orang lain, haha..”
“issh..dasar anak ini”.
Lalu Taeyeon menuju tempat minuman dan melihat-lihat sekitar untuk mencari keberadaan Tao. Di tengah keramaian itu tubuh mungilnya sedikit berdesakan saking banyaknya orang yang hadir pada acara pesta ulang tahun Jessica ini. Ia terus berusaha mencari dan memperhatikan sekeliling untuk menemukan Tao. Akhirnya setelah beberapa lama Taeyeon melihat sosok namja yang tinggi dengan balutan tuxedo yang identik dengan apa yang dipakai Tao saat ini. Rambutnya yang merah juga semakin meyakinkan Taeyeon bahwa namja yang berada di depannya saat ini adalah kekasihnya. Namun, ada suatu hal yang mengganjal bagi Taeyeon..di depan namja itu ada seorang yeoja yang sangat cantik dan sexy..mereka tampaknya sedang membicarakan suatu hal yang sangat menyenangkan, dan mereka..terlihat akrab sekali Taeyeon mulai tersulut api cemburu dalam dirinya. Dengan suasana hati yang mulai tidak karuan, Taeyeon berusaha mendekati kedua orang itu sambil berdialog dengan dirinya sendiri.
“Tao, siapa yeoja yang sedang bersamamu saat ini?” aaa..ottokhae, bagaimana caranya aku menghampiri mereka berdua?”
Di tengah keraguannya itu, tiba-tiba Taeyeon ingat akan perkataan Jessica tadi saat mereka berbincang sambil menunggu Tao.
“Bagaimana jika dia menemukan seseorang yang selalu bersikap manis padanya? Aku takut itu akan menggoyahkan cintanya padamu dan berpindah pada yang lain..”
Dan pada saat itu, muncullah suatu ide dalam pikiran Taeyeon. Ia melangkahkan kakinya dengan mantap ke arah Tao dan semakin mendekatinya. Tangannya yang mungil dan putih bersih meraih pinggang Tao dengan lembut dan hal itu membuat jarak antara Taeyeon dan Tao yang membelakanginya semakin sempit.
“Greb!!”
Taeyeon memeluk Tao dari belakang, sontak hal itu membuat Tao dan Jia yang di depannya terkejut sampai Tao hampir menjatuhkan gelas berisi jus anggur yang ia ambilkan untuk Taeyeon.
Tao memalingkan wajahnya ke arah belakang punggungnya untuk memastikan siapa yang memeluknya.
Dalam sepersekian detik Tao tidak percaya akan apa yang dilihatnya saat ini, ia merasa kejadian ini bukanlah kenyataan di depan matanya..tapi yang terjadi saat ini memanglah benar. Ia melihat Taeyeon memeluk punggungnya erat seperti tidak mau melepasnya. Taeyeon mencoba menyembunyikan wajahnya diantara punggung Tao yang lebar karena merasa malu, tapi rona pipinya masih sangat terlihat oleh Tao.
“Oppa~” panggil Taeyeon pada Tao sambil keluar dari persembunyiannya dari balik punggung Tao dan muncul di sela pinggang dan tangan kanan Tao.
Tao yang masih merasa heran dengan kelakuan gadisnya ini yang tidak seperti biasanya hanya bisa diam dan menatap lekat-lekat apa yang dilakukan oleh gadis yang biasa dipanggil Taeng ini.
“Oppa~~apa kau tidak mendengarku?”
Mulut Tao sedikit menganga akibat apa yang diucapkan oleh kekasihnya ini padanya. Pasalnya, Taeyeon bukanlah seorang gadis yang bisa berkata manis seperti itu padanya.
“Ba-baby? Kenapa kau seperti ini?” tanya Tao ragu.
Mendengar pertanyaan Tao Taeyeon langsung mengerucutkan bibirnya dan menanggapi apa yang dikatakan oleh Tao.
“Kau tahu kan, aku haus..dan kau lama sekali mengambil minumannya jadi aku menyusulmu kesini”
Mendengar apa yang dikatakan oleh Taeyeon, ia baru sadar bahwa ia hampir melupakan niatnya kemari mengambilkan minuman untuk Taeyeon, ia terlalu asik berbincang dengan Jia sampai ia lupa waktu. Sementara Jia sendiri mengkerutkan keningnya heran karena melihat tingkah laku gadis yang nampak lebih muda darinya, huh percintaan anak remaja pikirnya.
“Tao, nuguya? Kenapa kau tidak kenalkan gadis manis ini pada noona?”
Taeyeon menggerutu dalam hati karena pertanyaan Jia yang seperti menganggap Taeyeon lebih muda darinya, padahal mungkin usia mereka sama.
“Eoh, noona kenalkan ini—“
Taeyeon memutuskan perkataan Tao dengan menempelkan jari telunjuknya di atas bibir Tao, persis seperti apa yang Tao lakukan terhadap Taeyeon di dalam mobil tadi.
“Biar aku saja, selamat malam eonni..perkenalkan namaku Taeyeon..aku adalah teman sekelasnya Tao dari kelas satu sampai sekarang kelas tiga sekolah menengah atas. Dari dulu aku sudah sangat dekat dengan Tao, dan sejak kami duduk di bangku kelas dua kami sudah berpacaran sampai sekarang” jelas Taeyeon panjang lebar dan semuanya itu bohong. Faktanya, Taeyeon dan Tao bertemu saat ibu Tao menyuruh Taeyeon sebagai guru privatnya Tao, karena selama ini Tao selalu membolos dan malas untuk belajar. Padahal ia adalah anak yang sangat pintar, namun keegoisannya itu telah menyembunyikan kepintarannya sehingga orangtua Tao kalut dan mencari berbagai cara agar Tao bisa kembali belajar dengan baik dan menunjukkan lagi kepintarannya. Untunglah sejak Taeyeon menjadi guru privatnya, sikap Tao yang egois itu berangsur-angsur berkurang dan ia mulai rajin belajar kembali, itu semua karena kerja keras dan kegigihan Taeyeon yang tidak mau kalah oleh semua alasan dan perlakuan Tao yang egois. Dari situlah mereka dekat, hingga akhirnya tumbuh perasaan cinta di dalam hati mereka satu sama lain. Cinta yang unik karena umur Taeyeon dan Tao yang terpaut empat tahun, dengan status Taeyeonlah yang mempunyai umur lebih tua dari Tao.
Setelah memaparkan penjelasan bohong itu Taeyeon mempelihatkan senyum manisnya kepada Jia. Ia sampai menunjukkan aegyonya untuk menggoda wanita yang ia cemburui itu. Dan akhirnya Jia mulai merasa muak akan kelakuan gadis di depannya, mengganggu sekali pikirnya.
“Haha, ternyata kalian sudah berhubungan lama ya..tapi aku lebih mengenal Tao lebih dulu darimu, kita sudah saling mengenal sejak Tao berumur tujuh tahun”
Taeyeon sedikit terkejut mendengarnya, ia memang kalah telak dalam hal ini. Ia mulai merasa kesal terlihat dari bibirnya yang mulai dikerucutkan dan alisnya yang bertaut. Dan Tao paling menyadari hal itu, karena Taeyeon memeluknya semakin erat. Tao senang sekali akan hal ini, karena Taeyeon memeluknya lebih dulu. Tapi namja itu mulai merasakan atmosfer yang tidak menyenangkan keluar dari kedua wanita yang saat ini berada di dekatnya. Jika hal ini dibiarkan terus terjadi, bisa-bisa mereka bertengkar di tempat ini. Untuk menghindari hal itu, ia berniat membawa Taeyeon ke suatu tempat untuk memisahkan kedua wanita yang mulai tersulut api persaingan ini.
“Baby, bagaimana kalau kita ke pergi ketampat lain saja..di sini terlalu bising” bisik Tao ke telinga Taeyeon. Kali ini ia sudah merangkul tubuh mungil Taeyeon ke dalam pelukannya, sementara pipi Taeyeon mulai merona karena selalu tidak biasa oleh perlakuan Tao yang seperti ini.
“nde, ayo..aku juga mulai merasa pusing” dan Tao tersenyum mendengar perkataan Taeyeon, ia yakin bahwa Taeyeon pusing karena ulahnya yang selalu seduktif pada Taeyeon.
“Noona, aku dan Taeyeon akan pergi dulu..senang sekali bisa bertemu denganmu hari ini” Tao pamit Jia yang ada di hadapannya sambil tersenyum.
“Okay, pergilah..tapi lain kali kau hubungi aku..kita bisa bertemu lagi kan?”
“nde..nanti kuhubungi” ujar Tao, setelah itu ia membawa Taeyeon meninggalkan Jia yang masih diam ditempat.

Akhirnya Tao dan Taeyeonpergi menuju beranda rumah Jessica. Tempat itu sepi, tak ada seorang pun yang ada di sini. Suasana di beranda ini sangat indah, karena di bawah beranda itu ada taman yang dihiasi oleh lampu hias yang berkelap-kelip..langit malam yang misterius juga salah satu instrumen yang menambah kesan indah pemandangan di beranda ini. Taeyeon meraih gelas yang sejak tadi ada di tangan Tao. Lalu ia meminum jus anggur itu sampai habis dalam sekali teguk. Ia merasa haus dan merasa panas karena api cemburu yang barusan menyulutnya.
“Haah, akhirnya api ini teredam juga”.
Tao tertawa pelan melihat kelakuan gadis dihadapannya, dia benar-benar seperti anak kecil pikirnya. Sampai-sampai bibir gadis itu basah dan belepotan karena meminum jus dengan tidak hati-hati. Tao mengambil saputangan dari sakunya dan lalu meraih dagu Taeyeon mengeringkan bibirnya dengan pelan.
“Kau ini sebenarnya umur berapa, hm? Sampai minum jus pun belepotan begini..”
“Umurku 22 tahun, memangnya kenapa?” balas Taeyeon kecut.
Tao tersenyum simpul mendengarnya.
“Tapi aku kaget sekali tadi, kenapa kau sampai melakukan hal seperti itu? Nampaknya membuatmu lebih sering cemburu adalah suatu hal yang bagus..karena itu membuatmu lebih agresif daripada biasanya..”
“Yak!! Tadi aku terpaksa melakukannya! Karena aku sebal pada gadis yang tadi berbincang denganmu dan kalian kelihatannya sangat de—“
Tao membungkam ocehan Taeyeon dengan bibirnya. Ia mencium bibir kekasihnya tiba-tiba, ciuman yang sekejap namun dalam. Tao mengulum bibir kekasihnya pelan dan segera melepaskannya.
“Jangan terlalu berisik, nanti orang lain mendengar..alunan musiknya mulai pelan..” kata Tao lembut.
Taeyeon membeku ditempatnya dengan pikiran yang blank, dan ia hanya bisa mengerjap-ngerjapkan matanya.
Tao melirik keadaan di dalam ruangan melalu kaca jendela di depan mereka. Terdengar sayup-sayup lagu slow diputar dan itu membuat orang-orang mulai berdansa dengan pasangannya masing-masing.
Tao mengulurkan tangannya sambil membungkuk di hadapan Taeyeon, ia bermaksud mengajak kekasihnya itu berdansa.
“May i?”
Meski merasa gugup akhirnya Taeyeon meraih tangan namja di hadapannya dan menggenggamnya.
“My pleasure..”
Tao tersenyum, dan tangannya meraih pinggang Taeyeon lalu mendekatkan tubuh Taeyeon ke tubuhnya. Jarak di antara mereka kini sudah tidak ada sama sekali. Taeyeon meletakkan tangan kirinya di atas bahu Tao, sementara tangan kanannya kini tengah bertautan erat dengan tangan kekasihnya itu. Ia menatap wajah Tao yang sejak tadi tatapannya yang intens itu tidak pernah lepas menatap wajahnya. Dalam situasi seperti ini ia selalu merasa terintimidasi oleh tatapan Tao yang tajam dan memabukkan baginya.
Sayup-sayup suara musik yang pelan dan manis masih mengiringi mereka berdua, Tao menuntun Taeyeon untuk bergerak seirama, detik demi detik Tao semakin merasakan gejolak yang menggebu dalam dirinya saat ia menatap wajah Taeyeon. Sorot matanya yang sendu, pipinya yang merona hangat..dan bibir mungilnya yang kissable itu membuat ia serasa menjadi pasien yang overdosis karena kecanduan oleh pesona gadis di hadapannya. Bukan hanya karena penampilan luarnya saja, tapi kepribadian Taeyeonlah yang sangat memikat hatinya. Meskipun gadis ini sering berlaku kasar dihadapannya, ia tahu benar bahwa Taeyeon adalah seorang yang sangat berhati lembut dan perhatian terhadap siapa saja yang ada di dekatnya. Apalagi terhadap Tao, ia sangat merasakan betapa gadisnya itu memperhatikannya dengan baik, hanya saja gadis ini tidak mau terlalu jujur untuk mengekspresikan apa sebenarnya yang ia rasakan.
“Baby?”
“Ne..”
“Aku senang sekali saat tadi kau memanggilku Oppa, aku pikir itu hal yang tidak mungkin terjadi..tapi ternyata dugaanku salah”
Taeyeon menggigit bibir bawahnya dan pipinya semakin merona.
“Kalau itu membuatmu sangat senang, aku akan berusaha sesering mungkin memanggilmu Oppa, mian selama ini aku selalu bertingkah kasar dan tidak manis dihadapanmu..aku hanya sulit mengekspresikan apa yang sebenarnya aku rasakan..”
Taeyeon menundukkan wajahnya karena malu, namun itu tak berlangsung lama karena Tao segera meraih wajahnya dan menempelkan dahi gadis tersebut ke dahinya. Tao memejamkan matanya sambil menanggapi apa yang dikatakan Taeyeon tadi.
“It’s okay baby, aku tahu kau sangat mencintaiku, aku sangat mencintaimu walaupun kau jarang bersikap manis padaku..dan itulah yang selalu membuatku merasa hubungan ini manis karena aku selalu penasaran akan apa sebenarnya di yang ada balik sikapmu”
Tao membuka matanya dan mengelus pipi gadisnya dengan lembut, dan Taeyeon tersenyum mendengar apa yang dikatakan Tao sambil memegang Tangan Tao yang sedang membelai pipinya. Kemudian Tao menjauhkan dahinya dari dahi Taeyeon dan segera melumat bibir gadisnya itu. Mata Taeyeon membulat, namun akhirnya ia luluh juga karena kondisi ini dan mencoba memejamkan matanya.Tao terus mengecup bibir gadis itu sampai akhirnya Taeyeon membalas ciumannya. Ciuman itu terkesan sangat posesif dan penuh kerinduan meski mereka hampir setiap hari bertemu. Tao terus melumat bibir Taeyeon dan memaksa bibirnya terbuka agar ia bisa menyesapkan lidahnya ke mulut Taeyeon. Namja itu ingin sepenuhnya merasakan manis dan hangatnya bibir Taeyeon. Ia ingin mengklaim dan membuat Taeyeon sadar bahwa ia sangat mencintainya dan mereka saling memiliki satu sama lain. Taeyeon yang semakin tidak bisa menandingi Tao, mulai runtuh pertahanannya dan akses di bibirnya mulai terbuka. ia membiarkan Tao mendominasi dirinya, lidah mereka saling bertautan satu sama lain dan itu membuat gejolak dalam diri mereka semakin membara. Hanya deru nafas dan decakan lidah yang mengiringi momen kala itu, sayup-sayup musik dari dalam ruangan sudah tidak terdengar lagi di telinga mereka. Taeyeon mengalungkan kedua tangannya ke leher Tao sementara Tao sendiri memeluk pinggang gadisnya dengan erat, dan terus mencoba meraih tubuh gadisnya ke dalam pelukannya karena Taeyeon beberapa kali hampir menjatuhkan tubuhnya karena mulai lemas.
“T-Tao!” teriak Taeyeon di sela ciuman mereka. Gadis itu sudah merasa pasokan oksigennya mulai habis dan berharap Tao memberinya kesempatan untuk bernafas.
Akhirnya Tao melepaskan tautan bibir mereka berdua dan terlihat benang saliva terjalin di antara bibir mereka berdua. Nafas mereka terengah-engah, dan Tao melihat bibir Taeyeon yang merah dan sedikit bengkak akibat perlakuannya.
“Baby, aku tidak tahan lagi..” kata Tao sambil menatap Taeyeon dalam.
“Molla, aku pikir lebih baik kita segera pulang..” jawab Taeyeon sambil menenggelamkan kepalanya di dada bidang Tao.
“Ne, kita pulang ke apartemenku saja” ajak Tao.

Lalu mereka berdua pamit kepada Jessica untuk pulang, awalnya jessica sempat melarang mereka pulang karena ini terlalu cepat..tapi akhirnya ia mengerti dan mengizinkan mereka berdua pulang. Selama di perjalanan Tao dan Taeyeon tidak pernah sekalipun melepaskan tautan antara tangan mereka berdua, suasananya berbeda sekali dengan apa yang mereka alami saat mereka berangkat tadi. Bahkan Taeyeon menyandarkan kepalanya dengan nyaman di bahu Tao.
Sesampainya di apartemen Tao, firasat Taeyeon mulai tidak karuan karena ia ingat apa yang Tao katakan tadi di rumah Jessica. Dan benar saja, tepat saat mereka baru memasuki pintu masuk apartemen Tao, namja dengan tatapan tajam itu langsung meraih tubuh mungil gadis itu ke dalam pangkuannya. Ia membawa Taeyeon ke kamarnya dan menghempaskan tubuhnya dengan lembut ke atas ranjang dengan ukuran king sizenya. Tao meraih tubuh Taeyeon yang tadinya terbaring lalu mendudukkannya. Ia menelusupkan tangannya ke belakang kepala Taeyeon dan melepaskan ikat rambut Taeyeon sehingga rambut halus sehitam malam itu jatuh terurai.
“Cantik”
Tak lama setelah mengatakan itu ia kembali mencium bibir gadisnya dengan dengan rakus. Seperti hendak memakan gadis bermarga Kim itu. Kini bukan hanya bibir saja, ciuman Tao mulai beranjak menelusuri leher jenjang gadis itu dan membuat tanda kemerahan di sana. Ia ingin mengklaim gadis itu hanya miliknya seorang.
Taeyeon merasakan sensasi aneh saat bibir halus Tao menjeramahi lehernya, sentuhannya membuat pertahanannya semakin runtuh hingga ia mengeluarkan desahan dari mulutnya.
“a-ah, ah Tao..”
Mendengar desahan Taeyeon, Tao semakin kehilangan akal sehatnya dan menghempaskan tubuh Taeyeon hingga terbaring. Ia terus menciumi semua bagian wajah Taeyeon, muali dari dahi, pipi, hidung dan bibir manis Taeyeon yang tidak pernah ia lewatkan. Lalu ia menelusuri leher putih Taeyeon dan semakin mendekati dada Taeyeon. Wangi bunga sakura yang sedari tadi ia hirup dari tubuh Taeyeon membuatnya semakin mabuk hingga akhirnya..

“Someone call the doctor
nal butjapgo malhaejwo
Sarangeun gyeolguk jungdok overdose”
EXO_Overdose

Bunyi Ringtone yang bersumber dari handphone yang tergeletak di meja samping tempat tidur Tao menginterupsi momen mereka berdua, namun Tao seakan tidak peduli dan terus melanjutkan niatnya untuk mengeksplorasi tubuh Taeyeon. Berbeda dengan Taeyeon, ditengah-tengah pertahanannya yang mulai terbawa oleh perlakuan Tao terhadapnya, ia mencoba meraih handphone Tao karena ia khawatir itu adalah sebuah telepon dari orangtuanya Tao.
“Biarkan saja Baby”, ucap Tao disela ciumannya.
Tapi Taeyeon tetap mencoba meraih handphone di sampingnya dan berhasil mengambilnya. Dan saat gadis itu berhasil membuat hanphone Tao ada dalam genggamannya, ia membelalakkan kedua matanya karena melihat apa yang tertera di layar hanphone Tao.

“Besok Ujian Matematika pukul 08.00”

Ternyata bunyi ringtone tadi bukanlah sebuah ringtone panggilan atau telepon, melainkan sebuah ringtone alarm pengingat.
Dengan sekuat tenaga Taeyeon berusaha menggulingkan Tao dan membalikkan posisinya yang asalnya ia di bawah menjadi Tao yang dibawah. Kini posisi Taeyeon berada di atas tubuh Tao. Tao agak terkejut namun ia tak mengambil pusing akan hal itu dan akan melanjutkan apa yang tadi ia lakukan. Namun ia seakan tersihir membeku di tempat saat Taeyeon memperlihatkan apa yang tertera di layar handphone yang kini ada di dalam genggaman gadisnya.
“Apa ini?” tanya Taeyeon dengan nada sarkastik.
Tao mengatupkan kedua bibirnya dan berusaha menanggapi pertanyaan gadisnya.
“anya, biarkan saja hal itu..besok pasti aku akan melewatinya dengan mudah” Tangan Tao mencoba kembali meraih wajah taeyeon tapi itu tidak berhasil karena Taeyeon segera menepisnya.
“Kajja, sekarang buka bukumu..mumpung masih belum terlambat!” Taeyeon menjauhkan dirinya dari Tao dan mengambil buku matematika yang terletak di meja belajar Tao dan menyodorkannya ke hadapan namjachingu-nya itu. Sebagai guru privatnya, Taeyeon sangat merasa bertanggung jawab akan masalah akademik Tao, terlebih lagi ia selalu ingat pesan orangtua Tao yang menitipkan namja ini padanya.
Tao mendudukkan dirinya dengan ekspresi wajah yang kusut. Ia tidak pernah berpikir momen yang akan menjadi hal terindah di dalam hidupnya akan terganggu oleh hal ini.
“Baby..please, sekali ini saja kita lewati hal ini. Sekarang aku benar-benar tidak bisa belajar..”
Tao memohon pada Taeyeon sambil menunjukkan aegyonya.
“andwee kau harus tetap belajar. Ini sudah menjadi tanggung jawabku membimbingmu dalam hal ini”
Tao menggelengkan kepalanya lalu meraih tangan mungil taeyeon dan menggandengnya. Ia mengusap-ngusapkan kepalanya ke bahu Taeyeon seperti kucing.
“Baby~~please..” rajuk Tao sambil mengerucutkan bibirnya.
Taeyeon memandang Tao yang kini ada di bahu kirinya dan mengusap-ngusap puncak kepala Tao dengan lembut.
“Baby Tao..sabar ya, ini bukan waktunya. Kajja kita belajar sekarang lalu segera tidur. Aku tidak mau besok kau sampai kesiangan ke sekolah. Arraseo?”
Lalu ia mencium puncak kepala Tao dan kening Tao dengan lembut dan penuh perasaan.
Merasakan perlakuan Taeyeon yang tulus itu, hati Tao akhirnya luluh juga.
“arraseo, tapi nanti aku mau tidur dalam pelukkanmu. Pokoknya tidak boleh dilepaskan sampai aku bangun!”
“ne..wajangnim..apapun permintaanmu, asal kau belajar dulu ya sekarang?”
“Okay!” setelah itu ia meraih buku yang ada di tangan Taeyeon dan mulai membuka halaman-halamannya dan membahasnya bersama Taeyeon.

Cinta..memang sebuah hal yang penuh hasrat dan kasih sayang. Keberadaan cinta tidak akan ada tanpa adanya hasrat, kemurnian cinta juga tidak akan terasa tanpa adanya kasih sayang. Mereka itu harus saling melengkapi dan berjalan berdampingan sampai mereka menemukan tempat dan sampai pada saat yang telah ditentukan oleh-Nya.

Fin

Haaah, akhirnya selesai juga :D. Gomawo telah membaca readers..bagaimana ficnya readers? Mohon komentarnya ya..
Ne ne ne? ^^

Advertisements

48 comments on “[FREELANCE] Pieces of Romantic Story (One shoot)

  1. tanggung tuh pdhal tinggal dikit lgi :p haha byuntae :p tao-yaa kmu pervert skali nak. thor ffnya keren, next ff ditnggu ya..FIGHTING!

  2. Suka thor ama ff nih, buat lagi exotaeng ya…..
    Apalagi kalau namjanya pervert, ha….ha….ha….
    Next thor…..

    Fighting

  3. hwaa~ ketawa geje baca ffnya. Sumpah di sini si Tao pervert bnget. daebak bnget ffnya thor. Taeyeon suka cemburu sm cewek yg deket sm Tao. Pokoknya sy suka sm ffnya. Siapa ya namja selanjutnya ? Di tunggu cash namja yg lain. Fighting^_~

  4. Wowowowo.. Tao nakal. hahaha Tae cMbru na bkn Gemes.. next thor sm si Pervet Jongin hahaha dan bkn lbh pervet dr ini #ByunKumat

  5. Huaaaaa taooo pervert >.<
    tpi bkin lg dong yg kya gni #plakk #jiwa yadong kumat
    dtnggu next fic nya ya thor!
    FIGHTAENG!!

  6. caww!! Tao !! apa yang merasuki mu hm ??! mengapa menjadi pervert bingitzz o.o
    eiyy Taeyeon lagi berapi api ceritanya , wkwk
    Jessie bikin panas panas lagi kk~
    next fff ditunggu^^
    fighting!!

  7. Uwaaaaa bagusss bangett…. wah hp mya tao mengganggu suasana #abaikan wkwkwk… buat versinya sehun taeyeon kalo nggak baekyeon doong… oyaa D.O Taeyeon juga boleh heheheh

  8. Omg tao? o//////o
    pervet bingits dirimuuuu tapi.. aku suka#plak 😀
    Aku udh nunggu lama thor T.T
    makanya aku seneng bgt waktu ffnya dipost ><
    Taotae lucu ih, mereka bisa imut dan sexy disaat yg bersamaan 😀
    Ditunggu ff lainnya thor 🙂 ❤

  9. Omo omo baby panda sudah besar.
    Aigo taotao ganas bener, haha sabarya ke ganggu sama alarm
    Taetae cemburunya ganahan
    Nice ff authornim jarang banget lagi ff taotae couple

  10. Awww. Keren thor ffnya.
    Gomawo ya thor udah bikin ff sekeren ini buat para readers(?)
    😀
    keep writing yah authornim..

  11. Wah disini kayak yg kebalik ya , taeyeon sama tao umurnya
    kekeke
    Huaahh tau manja plus mesum
    merinding aku
    ahh bayangan wajah polos tao ,tiba tiba sudah hilang termakan kepervetannya O.o

    buat lagi thorr , pairing siapa selanjutnya kira2 !!
    Aku sudah tak sabar !!

  12. Aigoo wkwkwkw q ketawa mulu bacnya sii taeng ga kebayang yah cemburunya kaya apa uring2an kya anak mnta permen kali ya wkkwkw tao bener2 pervet tpi q suka karna dia cocok jdi perannya hihi udah gtu manly lagi kirain tdi mau that and this hihii trnyata ada halanganya… Dtunggu ff lainnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s