12 Power Legend – Chapter 5

12 Power Legend – Chapter 5

12 Power Legend - EXOTaeng

Title : 12 Power Legend – Chapter 5

Author : Oh Eun Hye (Sparkpiglets3)

Rated : T (PG-15)

Genre : fantasy, adventure, mystery (little bit romance)

Length : Multi-Chapter

Main cats : SNSD Taeyeon, EXO member

Support cats : you will find other cats in the story

Disclaimer : all the main cats in this story don’t belong to the author. The author is only entitled to the story belongs to the author who in import directly from my brain.

Author note’s : typo (s) scatted. For those who don’t like the cats here in, please don’t vilify or bash the cats! Author never allow to anyone plagiarism for this Fanfiction. And remember to give a comment. Don’t be a silent readers.

 

 

Seluruh anggota power legend itu seketika membelalakkan mata mereka saat melihat Taeyeon yang terbujur kaku karena ia melindungi Baekhyun. Akibatnya ia yang terkena tusukkan itu.

 

“Taeyeon…!” jerit ke-6 power legend itu.

 

Dengan seketika seluruh power legend itu terbakar amarah. Terlihat kilatan biru di masing-masing tangan mereka berkilat dengan tajam. Mata mereka segera berubah dan berkilat-kilat dengan marah. Baekhyun segera bangkit berdiri. Seluruh power legend meraung dengan keras dan membabibuta menghabisi seluruh utusan kerajaan Dark.

Kris bersiul keras dan tak lama setelah itu datanglah seekor naga yang sangat besar. Lay juga memanggil Unicorn miliknya. Begitu pula dengan Chanyeol yang memanggil burung phoenix peliharaannya. Luhan menjadi tak terkendali dan mulai menyerang mereka dan melempari mereka semua. Minseok segera menembakkan bola-bola es dengan ukuran amat besar pada mereka. Baekhyun juga menembakki mereka dengan sinar miliknya.

Sedangkan Taeyeon semakin terengah-engah sambil memegang perutnya yang kini terus mengeluarkan darah. Taeyeon mengigit bibir bawahnya dengan kuat untuk menahan rasa nyeri. Utusan kerajaan Dark mulai kewalahan dan akhirnya kabur untuk menyelematkan diri dari amukkan 6 power legend yang sedang murka.

Setelah utusan kerajaan Dark itu kabur, barulah 6 power legend itu mengendurkan amarah mereka. Dengan perlahan warna mata mereka kembali normal. Dengan serentak menghampiri Taeyeon yang mulai kehilangan kesadaran.

“Nona Kim. Sadarlah, jebal!” ucap Kris sambil menepuk-nepuk pipi Taeyeon. Tak ada reaksi.

“Lay, bisakah kau menyembuhkannya? Cepatlah!” desak Minseok. Lay menangguk.

 

Beberapa saat setelah di obati oleh Lay, kondisi Taeyeon perlahan membaik. Luka perutnya yang menganga kini telah tertutup sempurna. Tapi, Taeyeon belum juga sadarkan diri. Sampai akhirnya Chanyeol mengusulkan untuk membawa Taeyeon ke rumah sakit.

 

Name : Park Chanyeol

Power : Flame or Phoniex (Pyrokinesis)

 

Name : Kim Minseok

Power : Frost (Cryokinesis)

 

 

Sinar matahari yang menerpa mata Taeyeon, membuat yeoja manis itu membuka matanya yang terasa berat. Kepalanya pening seketika saat ia membuka matanya perlahan. Bau obat-obatan segera menyerbu penciuman Taeyeon. Dan hanya butuh waktu beberapa detik saja, Taeyeon dapat menduga kalau ia ada di rumah sakit.

Taeyeon akhirnya dapat membuka matanya dengan sempurna. Serba putih menyambut pandangan Taeyeon. Taeyeon mengedarkan pandangannya. Sampai akhirnya ia melihat sosok Baekhyun yang sedang tertidur di sofa yang berada tak jauh di mana ia berbaring.

 

CLEK!

 

Tiba-tiba, pintu kamar Taeyeon di buka seseorang. Dan raut wajah orang itu seketika bahagia mendapati Taeyeon sudah sadar.

 

“Taeng! Gosh! Akhirnya kau sadar juga. Bagaimana perasaan mu? What your brain is fine after clash with hard?” Tanya orang itu yang ternyata adalah Jessica.

“Sica, aku bahkan baru sadar dan kau sudah mengganggu ku dengan teriakkan cempreng milik mu. Apa kau sudah gila? Dan apanya yang terbentur? Aku bahkan baru saja di tus― Omo! M-mana bekas lukanya?” Taeyeon seketika terbelalak kaget saat menyadari kalau bekas tusukkan makhluk biadab dari kerajaan Dark menghilang.

“What happened? Why?” Tanya Jessica saat mendapati Taeyeon terkaget sendiri sambil memegang perutnya. Seketika pikiran Jessica langsung connect. “Taeng, jangan bilang kalau kau―” Jessica menghentikan ucapannya. Seperti berat sekali untuk mengatakannya.

“Ne?”

“―Kau… hamil?”

 

DUK!

 

Taeyeon sukses menghantam wajah Jessica dengan bantal rumah sakit saat Jessica mengatakan hal itu padanya. Oh, apa Jessica begitu idiot sehingga dengan lancangnya ia mengatakan Taeyeon hamil.

 

“Kau gila, Jung?! Bagian mana dari hidup ku, aku pernah pacaran dengan laki-laki?” dengus Taeyeon kesal.

“Yaa, aku hanya menduga. Who know, eventually you’re fascinated with the stupid Kyuhyun seduction and dating guys.” Ucap Jessica enteng.

Taeyeon mengangkat mangkok berisi bubur yang berada di samping tempat tidurnya. “Bicara sekali lagi, atau muka mu akan berciuman mesra dengan mangkok ini.” Ancam Taeyeon.

“Ah, sudah bangun rupanya.” Suara serak khas orang baru bangun tidur mengintrupsi percakapan Taeyeon dan Jessica. Terlihat Baekhyun sedang mengucek-ngucek matanya dengan gerakkan imut.

‘Neomo kyeopta….’ Jerit Jessica dalam hati. “Eh? Annyeong Baekhyun-sshi.” Sapa Jessica.

“Annyeong Sica-ah. Ya, kau tak usah memanggil dengan embel-embel ‘sshi’. Kita kan teman.” Ucap Baekhyun.

“Ah, ne.”

 

Taeyeon memutar bola matanya dengan bosan. Penyakit paten milik Jessica, pikir Taeyeon. Selalu bersikap malu-malu dan terkesan manis di depan laki-laki. Padahal, Jessica kalau bersamanya tak pernah ada manis-manisnya dan selalu seenaknya berkata dengan nada kurang sopan.

 

“Baekhyun-ah, bagaimana dengan makhluk kerajaan Dark itu? Dan bagaimana bisa luka ku sembuh bahkan tanpa ada bekasnya? Aku yakin kalau aku tertu―”

“Lay hyung yang mengobatinya. Makhluk kerajaan Dark? Apa yang kau maksud, Taeng-ah? Tak ada makhluk kerajaan Dark. Dan mengenai benturan di kepala mu itu, sudah aku bilang, itu Lay hyung yang mengobati. Kau ingat kan, dia Healing?” ucap Baekhyun memotong perkataan Taeyeon. Taeyeon mengernyit heran. Sebelum akhirnya ia faham dengan arti pandangan Baekhyun yang menyuruhnya diam akan kejadian tadi malam di depan Jessica.

“Taeng, did you actually turn into a real idiot after the collision?” Tanya Jessica. Nah kan, dia menyebut Taeyeon dengan kata ‘idiot’ lagi?

“Diam kau!” ketus Taeyeon dan di balas cengiran tanpa dosa dari Jessica. Baekhyun hanya tersenyum.

“Ah, mian Taeng-ah. Aku pulang dulu. Saudara ku yang lain akan datang nanti. Annyeong.” Pamit Baekhyun. Di balas anggukkan Taeyeon dan teriakkan Jessica.

“Salam untuk suadara mu, Baekhyun-ah!”

 

Dan Taeyeon kembali memutar bola mata bosan.

 

 

Malam itu, Taeyeon yang sedang berbaring di tempat tidur rumah sakit merasa aneh. Ya, entah apa yang di rasakan Taeyeon. Yang pasti ia merasa aneh. Ketidakadaan Jessica yang baru saja keluar mencari makan membuat Taeyeon merasa sepi. Menghela nafas, Taeyeon menarik selimutnya agar semakin merapat pada tubuhnya.

 

CLEK!

 

“Sica? Kenapa kau lama sekali, eoh? Kau tid― omo?! Lee Taemin?” terkejut, Taeyeon mendapati Taemin yang memasuki ruangan di mana Taeyeon di rawat.

“Bagaimana kabar mu, Gadis terpilih?” tanya Taemin datar.

“Kau bertanya kabar ku? Ku kira kau berharap aku mati.” Sahut Taeyeon sarkatis.

“Cih! Kau itu tak akan mati dengan mudah. Kau lupa punya 12 penjaga sekaligus?”

“Tepatnya 6 penjaga. Karena aku belum berhasil menyatukan mereka semua.” Ucap Taeyeon. ‘Setidaknya belum sekarang.’ Batinnya bergumam.

 

CLEK!

 

Tepat setelah Jessia datang membuka pintu, Taemin dengan cepat menghilang. Taeyeon sedikit menggerutu dengan kebiasaan Taemin yang suka muncul-hilang seenaknya. Mirip hantu, pikir Taeyeon.

Jessica meletakkan beberapa makanan yang ia beli tadi di atas nakas. Taeyeon memperhatikan Jessica. Semuanya. Apapun yang Jessica lakukan. Sehingga Jessica risih sendiri.

 

“Kim, tak usah sampai seperti itu juga memperhatikan ku. I know I’m a beautiful girl. But, I tell you, even though I kind of fellow enthusiast, I’m not going to like you, right?.” Ucap Jessica risih.

“Percaya diri sekali, Jung. Hanya orang dengan penyakit mata saja yang menyukai mu.” Sahut Taeyeon sarkatis.

Sebuah kerutan muncul di pelipis Jessica. “Yaa! Setidaknya aku punya mantan. Unlike you who don’t sell themselves.” Desis Jessica tajam.

Dan sekarang, kerutan itu muncul di pelipis Taeyeon. “Siapa yang kau bilang tidak laku?!”

“Bagi siapapun yang merasa marah.” Sahut Jessica.

 

Taeyeon menghela nafas dengan kasar. Berhintung sampai 10. Sedikit mengabaikan sebuah senyuman kemenangan terukir di bibir Jessica. Sungguh, keberadaan Jessica membuatnya naik pitam. Tapi, ketika Jessica tak ada maka ia merasa sepi. Taeyeon tak begitu faham dengan apa yang terjadi.

Keduanya akhirnya sama-sama terdiam. Taeyeon mencoba memejamkan matanya. Entah kenapa ia merasa lelah. Jessica juga sibuk dengan makanannya. Taeyeon kadang heran. Jessica itu suka makan dan kerjanya hanya tidur. Tapi, tubuhnya kurus dan begitu-begitu saja. Padahal 2 kegiatan favorit wanita berwajah bak barbie itu sama-sama membuat tubuh menjadi bengkak. Taeyeon heran, ke mana perginya seluruh makanan yang masuk ke dalam perut Jessica.

 

“Sica, aku ingin ke toilet. Antarkan. Aku takut sendirian.” Pinta Taeyeon.

“Kau sudah 22 tahun, Taeng. You’re acting like a child alone. Ridiculous!” ejek Jessica.

“Ya! Setidaknya aku bukan seseorang yang suka merengek untuk di antarkan pulang. Walaupun jarak apartemen ku hanya beberapa blok saja dari apartemen teman ku. Dan selalu beralasan takut tersesat.” Ejek Taeyeon balik. Jessica merasa mati kutu seketika.

“Alright! Kajja!” dan Jessica segera menyeret Taeyeon menuju toilet.

 

Taeyeon dan Jessica berjalan beriringan menuju toilet terdekat. Taeyeon semakin mengeratkan genggaman tangannya pada Jessica. Entah kenapa ia merasa seperti di awasi. Oh, apa mulai sekarang ia terlalu parno akan mkhluk sialan dari kerajaan Dark itu? Sepertinya itu benar.

Jessica sedikit heran dengan sikap Taeyeon. Biasanya Taeyeon adalah pemberani. Dan kini ia berubah layaknya tikus kecil yang terjebak dalam perangkap kucing besar. Takut dan gemetaran. Jessica yakin, ada sesuatu yang terjadi dengan temannya ini.

 

“Taeng, sudah sampai.” Ucapan Jessica membuat Taeyeon tersadar.

“Eoh? Ya sudah, kau tunggu di sini. Tak akan lama.” Pinta Taeyeon.

“Ya, kalau kau lama, I’ll leave you here.” Sahut Jessica enteng. Taeyeon segera menjitak keras kepalanya. Lalu segera masuk menuju Toilet.

 

Taeyeon sedang menatapi raut wajahnya yang di pantulkan oleh cermin toilet. Menghela nafas lelah. Ia memang sangat lelah dengan misi yang di bebankan oleh suara misterius yang dulu terus-terusan menerornya. Taeyeon sedikit bersyukur suara itu tak lagi menerornya.

Hampir saja Taeyeon lupa akan semuanya kalau saja gedoran pintu keras yang di lakukan Jessica menyadarkannya. Taeyeon tersentak kaget. Segera mungkin ia membasuh mukanya dan membuka pintu toilet. Mendengarkan suara Jessica yang cukup nyaring dan cempreng itu membuat telinga Taeyeon sakit.

 

“Ya, Ya! Tak usah berteriak secempreng itu. Aku tak tuli.” Ucap Taeyeon kesal.

Jessica memutar bola matanya. “Cih! Jika benar kau tak tuli, why did not you answer when I call many time? Dasar!” ketus Jessica.

“Sudahlah. Kajja!” dan Taeyeon segera menyeret Jessica ke kamar perawatannya tadi.

 

Sepertinya kedua yeoja itu mengabaikan sepasang mata yang menatap intens keduanya. Dan sebuah seringai segera terbentuk di bibir orang tersebut.

 

“Jadi, begitu. Baiklah, sepertinya aku mengetahui titik lemah gadis itu.”

 

 

Taeyeon terbangun saat tengah malam. Taeyeon baru saja mendapatkan mimpi sangat buruk. Ia bermimpi bahwa Jessica di bawa oleh makhluk kerajaan Dark itu dan mereka mengurungnya. Taeyeon tak mengerti apa yang akan terjadi. Tapi, ia langsung merasakan sesuatu yang buruk. Entah apa itu. Tapi, ia merasa akan ada sesuatu yang buruk akan terjadi.

Otaknya tanpa di perintah langsung menyebutkan nama temannya itu. Taeyeon segera mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. Ia ingat, ketika ia akan terlelap tadi, Jessica masih sibuk mengoceh tentang apapun. Dan sekarang, Taeyeon panic karena tidak mendapati Jessica.

 

“Jessica? Eodiga? Kenapa tak ada?” tanya Taeyeon pada angin. Tak ada sahutan apapun dari Jessica. Dan itu membuat Taeyeon tambah panic.

 

Taeyeon segera bangkit dari pembaringannya. Segera keluar mencari Jessica. Satu hal yang selalu ia benci dari Jessica. Yaitu kecerobohannya dalam meletakkan ponsel miliknya. Jessica selalu lupa membawa ponsel saat berpergian. Dan tadi Taeyeon melihat ponsel Jessica tergeletak tak berdaya di atas nakas samping tempat tidurnya. Jadi, akan sia-sia saja Taeyeon menghubungi Jessica.

Langkah kaki Taeyeon seakan menggema di seluruh lorong rumah sakit itu. Matanya terus jelalatan mencari keberadaan teman bodohnya itu. Jessica seperti hilang di telan bumi. Taeyeon hampir frustasi mencari keberadaan Jessica.

 

“Nona Kim!”

 

Sebuah suara yang berasal dari belakangnya sontak membuat Taeyeon berbalik dengan cepat. Mendapati sosok tinggi dari seorang Kris yang tengah melambai padanya. Yah, seharusnya Taeyeon sudah menduga kalau itu Kris. Memangnya siapa lagi yang memanggil Taeyeon dengan panggilan ‘Nona Kim’ selain Kris.

 

“Ne, Kris-sshi? Waeyo?” tanya Taeyeon saat Kris sampai di depannya.

“Seharusnya aku yang bertanya begitu. Apa yang kau lakukan dalam keadaan mu yang seperti ini?” tanya Kris balik.

“Aku mencari Jessica.” Dan dengan cepat raut wajah Taeyeon berubah sendu.

“Jessica-sshi? Ada apa dengannya?” tanya Kris.

“Dia hilang. Aku sudah mencarinya ke mana-mana. Tapi, tak ada tanda-tanda keberadaan Jessica.” Ucap Taeyeon hampir menangis.

“Mwo? Hilang? Bagaimana bisa?”

“Entahlah.. hiks. Saat aku bangun tidur, dia sudah, hiks, hilang. Aku memiliki perasaan, hiks, buruk tentang dia. Aku takut dia, hiks, di culik makhluk kerajaan Dark itu. Bagaimana ini, Kris-sshi? Aku takut Jessica kenapa-kenapa.” Ucap Taeyeon sambil terisak.

 

GREB!

 

Kris entah kenapa malah membawa Taeyeon ke dalam pelukkannya. Taeyeon segera menangis dalam pelukkan Kris. Dan Taeyeon tak merasakan sensasi panas membara di tubuh Kris. Berbeda saat ia pertama kali berjabat tangan dengan Kris.

Kris mengelus-elus punggung Taeyeon. Mencoba menenangkan Taeyeon yang terus menangis sedih. Sampai akhirnya Taeyeon merasa cukup tenang. Kris membawa Taeyeon untul duduk di sebuah kursi yang berada di lorong itu.

 

“Owh, apa ini? Tengah bermesraan? Apa aku mengganggu kalian?”

 

Suara yang terkesan di maniskan itu membuat Kris dan Taeyeon segera mendongak. Terkejut mendapati salah satu dari kerajaan Dark tiba-tiba muncul. Terlebih Kris. Tampak gurat amarah dan kesal dari wajahnya yang tampan.

 

“Lee Minho? Apa yang kau lakukan di sini, brengsek!” seru Kris. Taeyeon sampai terkaget saat mendengar umpatan yang keluar dari mulut Kris.

Minho tertawa. “Owh, halo Dragon. Akhirnya kita bertemu lagi, ya? Ohya, mana saudara mu yang lain. Ku dengar kau dan ke-5 saudara mu yang sialan itu menghabisi hampir semua guardian utusan kerajaan Dark kemarin? Dan itu hanya karena salah satu utusan kerajaan Dark menusuk ‘Gadis terpilih’ itu tanpa sengaja. Benar?”

Kris mengepalkan tangannya dengan kuat. “Kami akan melakukan apapun untuk melindungi ‘Gadis terpilih’ itu. Termasuk untuk menghabisi seluruh penghuni kerajaan Dark!”

“Aku terkesan akan semua perlakuan kalian pada ‘Gadis terpilih’ itu. Oh, apa dia orangnya? Cukup menarik. Pantas saja kalian tertarik padanya. Ah, dia benar-benar mempesona.” Ucap Minho sambil mencoba memegang wajah Taeyeon. Namun, segera di tepis dengan kasar oleh Kris.

“Jangan coba-coba menyentuhnya dengan tangan mu yang hina itu, brengsek!” bentak Kris dan segera menyembunyikan Taeyeon ke belakang punggungnya.

“Ah, aku pelit sekali. Tapi, ya sudahlah. Bukan itu kok tujuan ku ke sini. Aku hanya mau bilang, ‘Gadis terpilih’ itu harus segera mengikhlaskan temannya.”

 

Bagai tersambar petir, Taeyeon membelalak kaget. Seketika dirinya teringat akan Jessica yang menghilang. Kris juga tak kalah kagetnya. Sedangkan Minho menyeringai penuh arti pada Taeyeon dan Kris.

 

“Kau apakan Jessica?!” teriak Taeyeon.

“Jangan berteriak, cantik. Oh, jadi namanya Jessica, ne? Ah, kami hanya menyekapnya saja.” Ucap Minho dengan enteng.

“Kembalikan teman ku!”

“Bagaimana ya? Mian, aku tak bisa. Kau harus mengalahkan kerajaan kami dulu. Dan setelah itu, silahkan bawa kembali yeoja cerewet itu. Tapi, maafkan kami jika teman mu malah hanya tinggal nama saja.”

“Ku mohon, jangan lukai Jessica. Ia tak tahu apa-apa. Ia tak akan berguna jika kalian sekap. Tolong kembalikan dia. Jebal!” mohon Taeyeon. Minho hanya tertawa.

“Aku menolak. Sudahlah, aku harus pergi sekarang. Sampai jumpa!”

 

Dan seketika itu pula, Minho menghilang. Taeyeon terduduk dan menenggelamkan wajahnya di telapak tangannya. Segera menangis sejadi-jadinya. Taeyeon terus menyalahkan dirinya yang sudah menarik Jessica ikut dalam misi ini. Dan inilah yang di takuti Taeyeon. Jessica akan terancam.

Setelah mendengar penuturan Minho, Taeyeon semakin merasa bersalah. Ia telah lalai menjaga sahabatnya. Sekarang Jessica sedang di sekap entah di mana. Taeyeon mengangkat kepalanya. Sebuah kilatan semangat dan juga tekad yang kuat tampak di matanya.

 

“Kris-sshi, kita harus segera mencari ke-6 saudara mu yang lain sekarang. Jika tidak, Jessica benar-benar akan dalam bahaya besar. Kajja!” ucap Taeyeon dan segera ingin berlari. Sesaat sebelum tangan besar Kris menahan lengannya. “Wae? Kajja! Kita sudah tak punya banyak waktu!”

“Tenanglah. Kita tak bisa kalau harus mencarinya sekarang. Ini sudah malam. Dan kondisi mu tak memungkinkan untuk melakukan pencarian sekarang.” Sahut Kris. Taeyeon seketika merasa marah.

“Aku sudah sehat! Aku bisa melakukan pencarian sekarang! Kalau kau tidak mau membantu ku, baiklah! Aku akan mencarinya sendiri. Aku tak bisa hanya berdiam diri membiarkan teman ku dalam bahaya.” Jerit Taeyeon marah. Ia segera berontak untuk melepaskan tangannya dari tangan Kris. Tapi, Kris malah mengencangkan pegangannya.

“Tidak! Kau tak bisa melakukannya sekarang.”

“KENAPA TIDAK?! AKU TAK BISA HANYA BERDIAM DIRI SAAT TEMAN KU SEDANG DALAM BAHAYA. KAU TAK MENGERTI BAGAIMANA PERASAAN KU SEKARANG! AKU SANGAT MENCEMASKAN KEADAAN JESSICA!” teriak Taeyeon dengan marah.

 

GREB!

 

Seperti tadi, Kris kembali membaw Taeyeon ke dalam pelukkannya. Taeyeon kembali menangis dan memberontak. Tapi, Kris terus saja bertahan dan mengeratkan pelukkan mereka. Sampai akhirnya Taeyeon kehabisan tenaga dan hanya bisa menangis.

 

“Tenanglah. Semua akan baik-baik saja. Bagaimana bisa kau mencari keberadaan suadara ku yang lain dengan keadaan mu yang kacau begini?” ucap Kris mencoba memberi pengertian.

“Kris, aku takut terjadi apa-apa pada Jessica. Hiks.” Isak Taeyeon.

“Percaya pada ku. Semua akan baik-baik saja jika kita terus bersama. Kau percaya pada ku, kan, Nona Kim?”

Taeyeon hanya bisa mengangguk. Kris segera membawa Taeyeon kembali ke kamar perwatannya. Taeyeon yang lemah hanya bisa pasrah di bopong oleh Kris. Isak tangis masih terdengar dari bibir Taeyeon.

 

Kris membaringkan Taeyeon dengan hati-hati. “Kau istirahat saja dulu. Besok baru kita memulai pencarian. Tenang saja. Aku dan ke-5 saudara ku akan terus membantu mu.” Janji Kris. Taeyeon kembali mengangguk dan segera memejamkan matanya.

 

 

Untuk hari ini, Taeyeon tak begitu bersemangat. Matanya yang sembab sudah cukup menjelaskan betapa ia terus menangisi kepergian Jessica yang entah kemana. Saat bekerja pun ia banyak melamun dan sering melakukan kesalahan. Takut Taeyeon akan menimbulkan masalah besar, manager Lee segera menyuruh Taeyeon untuk istirahat saja. Dan Taeyeon hanya mengangguk dengan tatapan kosong.

Merasa tak ada gunanya hanya berada di apartemen, Taeyeon memutuskan untuk berjalan-jalan. Lebih untung jika ia menemukan salah satu dari 12 power legend itu dan segera menyelesaikan misinya.

Taeyeon memutuskan untuk mengunjungi kedai ice cream yang biasa ia kunjungi bersama Jessica. Taeyeon segera duduk di tempat yang sama seperti ia dan Jessica dudukki bersama. Memesan 2 cup ice cream. Vanilla untuk Jessica dan Chocolate untuk dirinya sendiri.

Air matanya segera merembes keluar saat terkenang kebersamaanya dengan Jessica. Bagaimana biasanya ia dan Jessica akan saling melempar gurauan, candaan, dan juga ejekkan. Walaupun Jessica menyebalkan, idiot, dan keras kepala. Tapi, hanya Jessica-lah sahabat yang paling Taeyeon sayang dan juga selalu ada untuk Taeyeon.

Dengan langkah gontai, Taeyeon keluar dari kedai ice cream itu. Setelah meninggalkan uang di meja, Taeyeon segera pergi tanpa menyentuh ice cream pesanannya. Lama-lama di sana hanya membuatnya semakin terpuruk akan kenyataan bahwa Jessica sedang tak bersamanya.

 

BRUKH!

 

Taeyeon terjatuh terjembab dengan keras ke tanah saat ia merasakan tengah di tabrak seseorang. Moodnya yang buruk semakin bertambah buruk saat mengalami tabrakkan ini Taeyeon bahkan merasa yakin kalau saat berjalan tadi ia tak melamun dan tak ada seorang pun yang berjalanan berlawanan arah dengannya. Kenapa ia bisa bertabrakkan begini?

 

“Mian, nona. Anda tak apa?” seseorang yang di tabraknya itu membantu Taeyeon berdiri.

“Bagaimana bisa kau ada di depan ku? Seingat ku tak ada siapapun di depan ku saat aku berjalan. Apa kau punya kekuatan teleportasi, huh?” omel Taeyeon. Suasana hatinya yang begitu buruk membuatnya lepas kendali.

“Mwo? Bag―”

 

NYUT!

 

“Akh!”

 

Taeyeon menjerit tertahan saat merasakan sensasi terbakar di lehernya. Taeyeon mencengkram kuat lehernya. Ah, apa orang di depannya ini adalah salah satu dari 12 power legend?

 

“Kau seseorang dari 12 power legend?” tanya Taeyeon. Namja di depannya ia terbelalak kaget.

“Bagaimana bisa kau tahu?”

“Karena aku adalah ‘Gadis terpilih’ yang mempunyai lambang Tree of Life di leher ku.” jawab Taeyeon. Dan saat itulah ia merasakan kilatan cahaya biru dari tangan namja itu. Dan ingatan Taeyeon segera tertuju dengan apa yang di tulis di buku History itu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TBC

 

 

 

 

Author note’s : Apa iniiiii?! Aku tau ini tak layak untuk di post sebenarnya. Ini benar-benar buruk. Aku mengakui itu. Maafkan tangan ku yang selalu mengetik seenaknya sendiri. #bungkuk 90 derajat#

Sepertinya, untuk chapter 6 dan seterusnya, aku akan mam-protect FF ini. Aku sungguh kecewa dengan adanya silent reader yang terus berkeliaran (?). Maafkan, aku.

Bagi siapapun yang ingin paswordnya silahkan hubungi

Fb : http://m.facebook.com/henny.qolbie

Twitter : @Henny441_ (jangan lupa untuk di follow #plak!)

E-mail : eunhyekim128@gmail.com

Nope : 087815691808

 

Jangan lupa untuk menyertakan user name kalian. Agar aku bisa melihat siapa yang benar-benar mengomentari FF ini.

 

Sampai jumpaaaa ^_^

Advertisements

202 comments on “12 Power Legend – Chapter 5

  1. annyeong~thor.. mian aku btu koment. soalnya bru bisa’-‘ #curcol
    ff ny keren!!bykin cap ny yyyyy :3
    +jgn lama**1 minggu aja ,,, .-.
    omong² putri imnida ^^

  2. Aaa kan jessica jadi korban gara gara ikutan taeng -_-
    Si udiot di culiiiiik ><
    Aaah pingin couple nya lutae atau baekyeon atau krisyeon juga boleh ;;)

    Aaaa chap 6 nya di protect. Thor i need the pass 😥 cant be like this huaaaaa X'(

  3. Thor. Kok aku cari twitter kamu gak ada ya? Udh ganti usernamenya? Huaa.. Trus gimana dengan pwnya? 😥 😥

  4. Itu si kai ya pastinyaaa? Dia kan teleport bisanyaa.. Yaudahlah ya mau siapa kek yg penting aku sedih chap 6 di protect uhuhu, siapa sih yg siders nih menyebalkan #waduh #abaikan
    Aku minta pwnya lewat email ya author-nim tolong di responnnn{}

  5. Author, minta password donk untuk Chapter 6 nyaa… FF nya ketjeh, genre fantasynya pas bngt (?) nanti di salah satu anggota 12 Power Legend ada yg saling cinta gk sma Taengoo ?? ‘-‘ Semoga Baekhyun *whathappen??* :v

  6. wahh daebakk sangat bagus kerenn (y)
    aku pengen cepet lanjut ke chap 6 tapi aku gatau password nya bisa tolong kirimin password nya lewat dm twitter ini nametwitter aku: @Adistyul okee thankyu chingudeul eonni dongsaeng ^^ adisty imnida

  7. aaaaa baru sempet baca;A;
    lol xD kai sembarangan bgt muncul depan org trus nabrak wk
    cieeeeeeeeeeeeeeeeee krisyeon moment x3
    suka thor suka, gasuka nya cuma kependekan aja/? hihi

  8. OMO !!!!
    Taeng berkorban demi Baekhyun
    ck ck ck
    Untung ada Lay ^^

    wahhh~~
    Sica bipolar/? kalo depan namja ㅋㅋㅋ

    orang yg mengawasi TaeSic itu…. Minho kah ??
    Minho kejam ikkhhhh ><
    Kris sweet bgt yaaaaaa
    Namja itu… pasti Kai

  9. hallo authorr..
    Aku reader baru..seruuu ff Nya.
    Lucu bgt ngliat tingkah sica-taeng..
    Kasiann tp mrka hhu
    Next chapter d protect thor?
    aku minta pw nya dng.. gomawo ~

  10. annyeing thor ..aku reader baru dan maaf baru komen ..ff nya seru banget apalagi ngeliat kebersamaan taeng sama sica ..dan aku juga ingin minta pass’a dong thor ..gomawo 🙂

  11. keren banget thor ceritanya, jadi kepo nih selanjutnya, ngomong2 yang chap 6 nya di protect ya. ., aku minta password nya thor gk sabar mau lanjutin. …
    thank you…. :-):-):-):-)

  12. enak bener ya si Taeng dapet penjaga
    12 lagi
    ganteng” semua lagi
    unyuk-unyuk juga

    ane boleh minta 1 kagak,, itu noh,,, si virus.. cume dia,, jebal.. ne! ne! ne! #kedipkedip
    minta PW ya dong,, aouthor cantik,, 😉

  13. Daebak thor! Aduh ad baekhyu Aaaaaaaa^_^ Banyk deh jempol buat authorAk minta pwny y thor!sekali lg Keren thor,Hwaiting y buat ffnya

  14. Ahhh semakin keren saja. Aku mau pairingnya chantae atau lutae thor. Wahh, aku boleh minta pwnya gak thor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s