Polkadot Man (Chapter: 4)

PM

Title
Polkadot Man (Chapter 4)
Author
DeliaAnisa
Genre
Romance, Comedy, and Fantasy
Length
Multichapter
Rating
PG-15
Main Cast
Kim Taeyeon and Xiou Luhan
Other Cast
Bang MinAh and other
Disclaimer
Ini FF hasil dan murni dari imjinasi saya, maaf jika ada kesamaan dan tentunya itu tidak disengaja, and don’t plagiat.
Semoga suka and enjoy ^^

“kenapa harus aku…
Ucapan luhan terpotong begitu saja karena taeyeon menarik pundak luhan lalu menciumnya. Luhan membulatkan matanya tak percaya, atmosfer disekelilingnya berubah menjadi panas. Jantungnya berdetak tidak beraturan seiiring ciuman itu berlangsung.
Taeyeon tersenyum dibalik ciumannya, ia merasa gemas melihat wajah luhan yang terlalu polos untuk dilihat, dengan mata yang melotot namun tetap menikmati ciuman mereka.
Detik demi detik berjalan, luhan mulai menarik punggung taeyeon lebih dekat dengannya hingga membuat taeyeon tersentak karena aksi luhan yang tak terduga. Taeyeon tersenyum lagi ketika melihat mata luhan mulai terpejam –menikmatinya. Dan lagi, tangan luhan yang melingkar indah dipinggangnya, membuat ia betul-betul menjadi sebuah lilin yang siap meleleh.
Taeyeon dapat merasakan kakinya tidak menapak lagi ditanah, tapi ia seperti melayang-layang sampai menembus angkasa. Pipinya merona begitu sempurna seperti kepiting yang terendam air panas. Ia juga, merasakan sensasi diperutnya, begitu geli dan seperti terdapat sejuta kupu-kupu berkeliaran disana. inilah yang belum dirasakan taeyeon sebelumnya, ciuman bersama dengan luhan ia akui sangat berbeda ketika ia berciuman dengan pria lain.
Inikah yang dinamakan cinta?
Luhan dan taeyeon saling melepaskan diri dan bertatapan setelah berciuman yang berlangsung sekitar 30 detik lamanya. Terlihat dengan jelas nafas keduanya tereengah-engah dan pipi keduanya begitu kentara sekali berwarna merah –merona.
Tatapan mereka bertemu, mereka saling mendalami manic mata yang indah satu sama lain. Taeyeon masih memegangi pundak luhan, sementara tangan kanan luhan masih setia melingkarkan diri dipinggang taeyeon.
Mata mereka saling berbicara, mengantarkan perasaan satu sama lain lewat tatapan lembut keduanya.
‘apa yang kurasakan sekarang adalah perasaan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Kau.. gadis yang telah mencuri ciuman pertamaku. Kau.. gadis yang telah mencuri hatiku. Jika memang ini cinta, apakah bisa kita menyatukannya? Aku tidak akan berbohong bahwa kau adalah gadis yang pertama kali kusukai. Jika aku bisa bertanya, ‘apakau mencintaiku juga?’ Luhan bermonolog dalam hati, mereka masih dalam posisi seperti ini. tatapan keduanya tak pernah terlepas dan tetap setia saling menikmatinya.
‘aku ingin mendengar kau menyukaiku. Betapa beruntungnya aku kalau kau mengatakannya padaku, aku memang gadis yang penuh pengharapan juga permintaan. Aku berharap kau dapat menyukaiku dan kalau kau menyukaiku, aku ingin meminta padamu agar mengatakannya langsung padaku. kau.. apakau menyukaiku pria polkadot?’ taeyeon ikut bermonolog.
Perlahan, luhan mulai menarik tangannya dan menjauhkannya dari pinggang taeyeon. Ia menunduk dan tidak berani menatap taeyeon kembali.
“selesai, aku tidak akan membantumu lagi.” Kata luhan sebelum akhirnya ia berbalik dan menjauhi taeyeon, seolah tak terjadi apapun dengan mereka berdua.
Taeyeon terdiam ditempat, terpaku memandang punggung luhan yang kini terasa mulai menjauh dari matanya. Ia bukanlah gadis bodoh yang tidak tau apa itu cinta, teman-temannya seringkali menceritakan dan mendeskripsikan perasaan aneh itu. percaya atau tidak, selama hidupnya ia tak pernah sekalipun berpacaran ataupun merasakan gejolak-gejolak tak biasa ini. mereka bilang, cinta itu menyiksa sekaligus menyenangkan. Menyiksa dikarenakan kau akan terganggu oleh debaran-debaran jantung yang kencang didalam diri kita, siang malam kau akan teringat akan sosok wajah yang kau akui mempesona. Tak dapat tidur, bahkan kau akan melemas seketika bila mengingat kembali memori manismu bersama dengan pria itu. dan kini, taeyeon merasakan gejala jatuh cinta itu.
.
.
.
Benar saja, malam berlangsung taeyeon benar-benar sulit untuk tertidur. Matanya tetap terjaga dan pikirannya selalu tertuju pada luhan. Mata teduh itu, suara lembut itu, dan bibir manis itu, semuanya terpatri jelas diotaknya.
Taeyeon mendesah panjang, apa yang akan ia lakukan jika tak dapat tidur seperti ini? tenggorokannya terasa kering dan taeyeon memilih untuk beranjak dari ranjangnya dan pergi kedapur untuk mengambil air dingin. Bukan sekedar melegakan tenggorokannya yang kering, melainkan ada hal lain. Suhu tubuhnya terasa memanas setiap kali ia memikirkan aksi ciumannya dengan luhan siang tadi. Oleh sebab itulah, ia meminum air dingin banyak malam ini.
Taeyeon memakan cupcake selanjutnya, ia pergi kekamarnya dan membuka jendela selebar mungkin. Betapa terkejutnya ia begitu jendela itu terbuka, ia melihat luhan yang tengah melakukan sesuatu seperti apa yang ia lakukan saat ini. luhan membuka jendela rumahnya seraya menegak minuman wine beberapa kali. Pandangan mereka bertemu dan pada satu titik itu membuat mereka enggan melepaskannya. Terhipnotis satu sama lain.
“Haruskah aku jatuh cinta dengan pria itu? adakah sihir dibalik mata rusanya? Ini gila, aku tidak dapat percaya ini. bahkan aku tidak mengenali namanya. Lucu sekali. ”
“mana mungkin aku jatuh cinta dengan gadis itu, itu tidak bisa. Dia bukan gadis yang aku inginkan. Perasaan macam apa ini? kenapa aku mengakui matanya begitu menakjubkan? Berhenti berpikir yang tidak-tidak, luhan.”
Mereka bermonolog ria dalam hati, berusaha menepis perasaan yang pada kenyataannya memang mereka saling menyukai. Cinta tak dapat berbohong, dan mereka bersikukuh untuk mengenyahkan cinta itu. namun cinta tetap cinta, tak bisa begitu saja terelakkan oleh perasaan ketidak inginan mereka merasakan perasaan ini.
.
.
.
Taeyeon tak tampil penuh gaya dan ekspresif setelah ia menyadari perasaan sesungguhnya pada luhan. Ia sibuk berpikir, apa yang ia sukai tentang luhan? Dan membuat ia gila memikirkannya. Terkadang ia diam saat makan, tentu saja penyebab itu semua adalah luhan. Luhan terasa menjamur diotaknya, begitu banyak sekali nama luhan disana. oh god, taeyeon penat melihat luhan melayang-layang dikehidupannya. Apa ia harus mengakui saja kalau ia menyukai luhan? Taeyeon yang tengah mengoles slai cokelat pada rotinyapun tertawa gila, bagaimana bisa seorang kim taeyeon menyatakan perasaannya lebih dulu pada lelaki? Jelas itu mempermalukkan nama baik dan harga dirinya. namun ia berpikir kembali, jika ia terus diam dan menutupinya ia pasti akan menjalani hidupnya tidak tenang. Ia tak mau terus menerus dilanda gundah gulana karena pria ajaib itu. tidurnya tak teratur, ia akan tidur saat pukul 2 dini hari. Dan kejadian itu tak ingin kembali terulang padanya. Sebagai penyanyi penampilannya harus tetap segar dan terjaga, bukan seperti pagi ini, matanya seperti mata panda yang kekurangan asupan gizi. Ya, taeyeon terlihat kurus selama luhan tetap ada mengunci otaknya. Sekarang ia makan tak terlalu baik.
Pagi ini, taeyeon menerima panggilan dari adiknya –jungkook. Ia menyuruh taeyeon untuk segera pulang, neneknya jatuh sakit. taeyeon yang kebetulan telah selesai mandi, dengan tergesa-gesa ia memakai pakaian yang tebal untuk pergi keseoul. kali ini otaknya ada 2 nama bersarang disana, yakni neneknya dan tentunya pria polkadot itu.
.
.
.
Luhan mengalami kejadian serupa dengan taeyeon, ia tidur dan makan tak teratur. Jantungnya berdegup cepat setiap lirikan mata taeyeon memasuki indra matanya. Seperti saat ini, ia berjalan keluar dari rumahnya. ia menemukan taeyeon berpakaian rapi dan membawa koper besar yang digenggam tangan taeyeon erat-erat. Ada pemberhentian sesaat setelah mereka tak sengaja keluar secara bersamaan dan saling memandang satu sama lain. Taeyeon tersenyum sebisa mungkin, mencoba mencairkan suasana canggung ini. ia melambaikan tangan sebelahnya kearah luhan berniat menyapa. Namun tak diindahkan oleh luhan, luhan tak berniat untuk membalas sapaan dari taeyeon. Taeyeon sedikit kecewa menerima perlakuan tak nyaman itu, akhirnya taeyeon berusaha bersikap acuh tak acuh pada pria itu. ia mulai menyeret kopernya sampai kemobilnya, ia memasukkan kedalam bagasi dan menutupnya dengan perlahan. Taeyeon berbalik dan tersentak saat mendapati luhan tengah berada dalam jarak yang sangat dekat sekarang, mata luhan yang lembut mengunci matanya. Taeyeon semakin terkejut ketika luhan tiba-tiba memegangi lengannya.
Samar-samar kening taeyeon berkerut, memandang luhan penuh Tanya. Guratan ekspresi dari luhan sama sekali tak dapat ia terka, penuh rahasia dibalik wajah dinginnya.
‘bisakah…kau tetap disini, didekatku? Bisakah tau tidak pergi, meninggalkanku? Aku tidak ingin kau pergi, tetaplah disampingku. Bukankah kau pernah mengatakan padaku bahwa ‘kau akan menjadi pendengarku’ aku berjanji jika kau tidak pergi, aku akan menjadi seperti dirimu. Berani mengutarakan semua yang ingin aku katakan. Pertama tetaplah disini, kedua jangan pergi, dan ketiga.. kau bukanlah orang asing lagi bagiku. Jadi hentikkanlah ini, jangan pergi. Jebal’
Taeyeon semakin bingung karena luhan terdiam begitu memakan waktunya, akhirnya iapun bertanya. “kau ingin mengatakan sesuatu?”
Luhan tersedar, ia melepaskan tangannya dari lengan taeyeon lalu memandang taeyeon dengan tatapan dinginnya namun berangsur-angsur sendu setelah memikirkan taeyeon benar-benar akan pergi meninggalkannya, apa yang ia lakukan jika itu terjadi? Hidup sendiri dan bergelung dengan rasa sepinya yang mendera tanpa gadis itu tinggal disampingnya?
“hanya terimakasih.” Tidak, bukan itu yang harusnya ia katakan.
“untuk apa?”
“pikirkan saja itu sendiri.” luhan merasa tangisannya ingin pecah pada waktu ini juga, taeyeon akan pergi dan ia lelaki pecundang yang tak berani mengungkapkan semuanya. ia penakut, takut menerima penolakan yang tentunya akan melukai hatinya. Dan ia lelaki yang tak ingin mendapat luka seperti itu. Dengan perasaan yang terasa tertusuk-tusuk ribuan jarum runcing, luhan membalikkan tubuhnya dari taeyeon. Ia tak sanggup melihat itu lagi, mata itu membuat ia terasa semakin tersiksa.
Sebelum dapat melangkah, taeyeon bersuara. “selain itu? selain kata itu? apa kau berniat menahanku untuk tidak pergi? Apa yang aku katakan, apakah itu benar?” taeyeon tersenyum sedih, berharap yang menjadi asumsinya itu benar adanya.
‘itu benar, benar sekali. Bahkan aku ingin menciummu kembali, ciuman perpisahan antara kau dan aku.’ Luhan masih tak berani berkata secara gamblang pada taeyeon.
“kenapa diam? Diam berarti kau mengiyakkannya bukan? Kalau kau ingin mengatakan sesuatu dalam hatimu, katakanlah. Aku akan mendengarnya dengan senang hati, jika kau….
Semuanya berhenti, taeyeon bungkam dengan penyebab yang tak terduga. Luhan berbalik dan menciumnya, lagi. Luhan menangis dibalik ciuman mereka, ia memegangi kedua pipi taeyeon dan mendalami ciumannya. Ia tak ingin menyia-nyiakan waktu ini bersama dengan taeyeon. Kenyataan bahwa setelah ciuman ini mereka berpisah, dan luhan yakin taeyeon akan membencinya dan tak akan pernah kembali lagi ketempatnya berada. Cukup kenangan aneh taeyeon dan ciuman ini yang dapat menenangkan dirinya selama taeyeon pergi.
“sekarang, pergilah.” Ucap luhan dengan suara tercekat setelah melepaskan ciuman mereka, lalu ia berjalan cepat menjauhi taeyeon yang masih membeku ditempat.
Taeyeon tak mampu berkata-kata kembali. Ia masih sibuk mencerna arti dari ciuman penuh tangisan ini. apa luhan benar-benar tidak ingin ia pergi?
.
.
.
Sesampainya dirumah sang nenek, taeyeon lekas membuka alas kakinya dan masuk kedalam rumah sang nenek dengan langkah terburu-buru.
“halmeoni.” Teriak taeyeon cemas. Ia berjalan naik ketangga menuju kamar neneknya, dan taeyeon menemukan sang nenek tengah tertidur dengan tubuh menghadap kelangit-langit atap rumahnya. taeyeon menghembuskan napasnya, ia berpikir untuk tidak mengganggu neneknya yang sedang asyik dengan tidurnya. Ia menutup kembali pintunya dan berjalan kebawah melewati tangga lalu duduk disofa.
“noona.” Taeyeon menoleh kearah pintu dan ia lihat jungkook berdiri disana sembari tersenyum lebar kearah noonanya.
Taeyeon berdiri dan membalas senyuman adiknya. “aigoo, uri jungkook sekarang semakin tampan saja. Lama tidak bertemu.” Jungkook melangkah mendekati noonanya dan memeluknya erat, melepas semua kerinduannya. Setelah 5 tahun lamanya jungkook pergi menimba ilmu dinegara tirai bambu.
“heii! Aku membencimu.” Taeyeon melepaskan pelukannya dan membuat raut wajah pura-pura kesalnya. Jungkook dengan tampang polosnya hanya mengernyit.
“wae? Kenapa noona membenciku?”
“yak! mana boleh kau lebih tinggi dariku! Setiap hari aku meminum susu penambah tinggi badan, hanya agar tinggiku tidak terlewati olehmu. Ckk.. ternyata usaha noonamu ini sia-sia. Aku benci padamu.” Taeyeon menyedekapkan tangannya, masih dalam berpura-pura kesal pada dongsaengnya.
“bukankah itu bagus noona? Jika aku lebih tinggi darimu, itu artinya aku sudah tumbuh besar dan bisa menjaga noona dan nenek dengan sangat baik. Aku… tidak ingin lagi takut pada apapun. Saat teman-temanku menyakitiku aku tidak ingin lagi bersembunyi dibalik tubuhmu yang tinggi. Sekarang aku akan maju dan giliran noona yang bersembunyi dibalik tubuhku jika ada seseorang menyakitimu. Sadarlah, aku sudah besar noona.”
Taeyeon menangkupkan tangannya pada pipi jungkook dan menatapnya gemas. “ahh benar, kau sudah menjadi lelaki dewasa jungkook-ah. Kau tidak perlu lagi menyuruhku untuk menghentikkan teman-temanmu yang mencoba menyakitimu, noona tidak perlu lagi menggendongmu saat kau menginginkannya, dan noona tidak ingin lagi melihatmu menangis. Bukankah waktu sangat cepat? Tak terasa kini, kau tidak lagi memakai popok. Hhahhah..-“
“yak noona?! Jangan mempermalukanku. Itu hanya masa lalu.”
“hei kau selalu ngompol dicelana kalau kau bertemu seorang gadis. Oh iya, kau sudah punya pacar?” taeyeon bertanya antusias. Jungkook langsung tertunduk malu.
“belum.. belum pada saat ini.”
Taeyeon berkacak pinggang. “kau hanya malu mengutarakannya… benar? sebagai laki-laki kau harus berbicara secara lelaki dengannya. Jangan pernah menjadi seorang pengecut yang terus diam tanpa berani mengungkapkan perasaanmu. Kau harus tau, seorang gadis tidak terlalu menyukai seorang pria yang pengecut seperti dirimu. Seorang gadis tidak suka… menunggu.”
Taeyeon tiba-tiba teringat akan luhan, menurut ia sendiri luhan adalah seorang pengecut. Sebetulnya ia sudah tau luhan menyukainya, terbukti jelas setelah tadi luhan mencium dirinya.
“yak noona!! Bukannya aku seorang pengecut seperti apa yang kau katakan. Aku hanya.. tak terlalu yakin dengan perasaanku. Masih belum ada seorang gadis yang benar-benar cocok denganku. Lalu bagaimana denganmu? Adakah seorang pria mengencanimu?”
Taeyeon tersentak melihat adiknya menatap dirinya dengan pandangan menggoda. Lalu detik berikutnya taeyeon tertawa. “jangan ragu padaku, banyak actor seperti lee minho, song joong ki, jang geun suk dan pria keren lainnya yang mengajakku berkencan. Sebut saja noonamu ini tukang gonta-ganti pasangan. Hahah.. kau harus beruntung punya noona sepertiku. Aku cantik si bersuara emas mana mungkin tidak ada yang tidak mau berkencan denganku. Mustahil.” Taeyeon menepuk-nepuk tangannya, aneh. Mencoba meyakinkan adiknya, meski pada kenyataannya tak pernah ada satu orangpun yang pernah mengajak dirinya berkencan.
Air muka jungkook berubah menjadi sendu setelah ia mengingat kedatangan ibu dan ayahnya tadi pagi. Taeyeon yang asyik tertawa gilapun terhenti, menyadari wajah adiknya yang berubah.
“kenapa dengan wajahmu?” taeyeon menatap adiknya cemas.
Jungkook menelan sulit ludahnya, tenggorokannya tercekat. “noona, ayah dan ibu datang tadi pagi.”
Mata taeyeon membelalak tak percaya. “mwo? Jinjja?”
Jungkook mengangguk lemah.”hm, mereka tidak mengenaliku. Mereka bahkan tidak menanyakan bagaimana keadaanku. Untuk membuat mereka mengatakan rindu padaku, itu terlalu konyol. Mereka sama sekali tidak peduli padaku. mereka datang hanya ingin uangmu, mereka mendesak nenek untuk memberitahukan dimana keberadaanmu saat ini, terlalu memaksa membuat nenek marah.”
Taeyeon tak bisa untuk tidak terkejut. “karena itulah nenek menjadi sakit?”
“nde.. mereka dengan tak tau malunya meminta uang pada nenek. Mengira uangmu ditangan nenek. Nenek begitu marah dan menangis, nenek mengatakan ibu dan ayah tidak pantas menerima uangmu setelah apa yang dilakukan mereka padamu dimasa lalu. mereka sama sekali… tidak mengkhawatirkan kita. Ibu dan ayah, betul-betul berubah. Lucu sekali, aku masih berharap ibu memasakkan nasi goreng kimchi terlezatnya untuk kita. aku juga, masih mengingat ayah mengajariku bermain sepeda. Aku terjatuh berkali-kali, dan berkali-kali juga ayah mengobati lukaku. aku merindukan kelembutan mereka, noona. Kapan mereka berhenti menjadi maniak uang?” jungkook menjatuhkan air matanya. Dengan cepat ia mengusap dengan punggung tangannya.
Taeyeon terdiam, menangis dalam hati. ia sudah berjanji untuk tidak menangis karena hal ini. Taeyeon mencoba untuk tetap tersenyum, walau dalam artian ‘senyum pedih’. “jangan terlalu banyak berharap, dan jangan terlalu mengingat-ingat kenangan manis itu dengan mereka. semua itu akan membuat hatimu sakit. lebih baik kita menunggu saja, menunggu kesadaran mereka. noona sangat yakin, mereka akan menyadarinya. Sudahlah, jangan menangis seperti itu. baru saja noona, berpesan padamu agar tidak pernah menangis lagi. Tapi kau tidak menggubris pesan noona, kau membuat noonamu kecewa. Jangan-“
“ini terakhir kalinya aku akan menangis seperti ini, selanjutnya aku akan terus mengingat apa yang kau katakan. aku janji, noona.”
Taeyeon tersenyum lega, ia memeluk jungkook dan mengusap punggungnya. “aku akan memegang janjimu.”
.
.
.
“halmeoni? Sudah baikkankah?”
Nenek taeyeon bangun dari tidurnya, ia menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang.
“hm, jauh lebih baik setelah kau datang dan membuatkan halmeoni sup rumput laut. Bagaimana denganmu? Kau sudah baikankah? Tenggorokanmu, apakah sudah sembuh?”
Taeyeon memasukkan kaus kaki hangat pada neneknya. Lalu memandang neneknya dan tersenyum lembut. “aku sudah sembuh, hanya halmeoni saja yang tau akan kesembuhanku. Hufth.. aku merasa tak ingin beraktifitas dulu, aku ingin tinggal lebih lama lagi dirumah itu. disana aku tidak pernah mendengar kebisingan lalu lintas yang padat seperti diseoul. Suasananya sangat nyaman dan masih terjaga. Karena itulah aku berbohong pada agencyku aku masih sakit, alasannya karena aku tidak ingin secepat itu meninggalkan tempat itu.”
Halmeoni tiba-tiba merubah tatapannya dengan pandangan menyelidik pada taeyeon. “sepertinya bukan alasan itu saja yang membuat kau ingin tetap tinggal. Apakah kau menemukan seorang pria yang kau sukai disana?”
Taeyeon mulai tidak nyaman setelah mendengar kalimat dari neneknya itu. “kenapa nenek tau? maksudku… tidak-“
“aku tau, karena halmeoni juga seorang wanita. Kau merona, taeyeon. Pipimu memerah. Halmeoni senang, akhirnya kau dapat jatuh cinta.”
“apa halmeoni mengira hatiku membeku eoh?”
“berarti pria itu sangat hebat bisa membuat hatimu yang padat perlahan-lahan menjadi cair. Lain kali, kenalkan halmeoni pada pria itu yah?”
Taeyeon membelalak namun akhirnya menunduk lesu. “halmeoni mungkin tidak percaya, aku belum mengenal siapa namanya dan dari mana ia berasal.”
“mwo?”
.
.
.
“noona? Apa tidak bisa menginap disini?” jungkook memegang tangan taeyeon dengan memberi tatapan dan suara memelas.
Taeyeon mengacak-acak rambut jungkook gemas. “hei!! Pria dewasa, kau masih ingin bergantung pada noonamu inikah? Kita berdua sudah sama-sama dewasa. Noona harus pergi karena ada sesuatu yang harus noona kerjakan. Dan kau? Bukankah setiap pagi kau pergi kestudio untuk mengaransemen lagu eoh?”
“lalu bagaimana dengan nenek?”
Tepat saat taeyeon hendak membuka suara, nenek taeyeon keluar dari rumah dan ikut bergabung dengan kedua cucunya.
“gwenchana, halmeoni mengerti posisi kalian. kalian memang sudah dewasa dan wajib mengerjakan tugas kalian sebagai manusia dewasa. Jangan kira, nenek akan kesusahan tanpa kalian. nenek sudah terbiasa ditinggal pergi.” Ujar sang nenek seraya menatap kedua cucunya dengan lembut.
“helmeoni? Apa benar tidak apa?” jungkook dan taeyeon bertanya secara bersamaan dalam intonasi yang sama pula. Sesaat keduanya saling memandang, lalu cepat beralih pada neneknya.
“gwenchana.. halmeoni akan segera menghubungi kalian jika halmeoni benar-benar kesusahan. Tidak perlu cemas dengan kondisi halmeoni, halmeoni tidak akan terlalu merepotkan kalian. chaa.. lihatlah sekarang, halmeoni sudah benar-benar sehat dan kuat kembali.” Halmeoni mengangkat kedua tangannya, seperti tengah mengukur otot-ototnya yang berhasil membuat kedua cucunya terkekeh menyaksikan betapa konyolnya neneknya itu.
.
.
.
.
Taeyeon datang kembali kerumahnya yang berada disekitar pedesaan, selain berlatih untuk castingnya nanti, ia juga punya alasan lain. Yah, kalian mungkin sudah dapat menebaknya. Xi luhan.
Taeyeon menyeret kopernya masuk dengan susah payah, ia mengambil kunci dan memutarnya pada knop pintu. Pintu terbuka, taeyeon terpaku dalam beberapa saat, ia tercengang.
Pemandangan didalamnya terlihat begitu sama seperti yang pernah dilihatnya didalam rumah pria polkadot. Sinar terang menyinari indra penglihatannya, kupu-kupu berwarna serupa –kuning- tampak mengepakan sayap-sayap mereka disekitar rumahnya. taeyeon terpesona namun bingung diwaktu bersamaan. Tak terasa langkah lambatnya sudah membawanya kedalam kamarnya.
Taeyeon terkejut saat menemukan seorang pria tertidur diranjangnya. Dengan hati-hati ia berjalan mendekat pada pria itu. ia membulatkan matanya begitu tau siapa pria ini, polkadot man? Namun rasa keterkejutannya itu tidak berlangsung lama, ia tersenyum penuh arti dan menidurkan tubuhnya disamping pria itu. tubuhnya menghadap kearah luhan, jarak mereka terpaut beberapa centi saja. Taeyeon mengerjapkan matanya beberapa kali saat ia telah berhasil menelusuri lekuk wajah luhan yang begitu tampan.
Taeyeon mengangkat tangan kanannya, hendak mengusap pipi luhan namun ia urungkan setelah mendapati luhan membuka matanya dan tersenyum sangat manis pada taeyeon. Senyum dan tatapan memikat luhan, selalu sukses membuat tatapan taeyeon terkunci. Taeyeon sungguh-sungguh tidak dapat mengalihkan pada apapun, selain mata rusa itu.
Entah dorongan dari mana berasal, taeyeon melanjutkan niatan tadi untuk mengusap pipi luhan. Ya, taeyeon melakukannya. Luhan tersenyum seraya memegang tangan taeyeon yang sekarang berada dipipinya. “apa kau menungguku?”
Luhan berdehem, dalam arti mengiyakkannya.
Tangan taeyeon masih menempel dipipi luhan. Kini luhan mulai mengelus-elus tangan taeyeon dengan lembut. Pipi taeyeon memerah, jantungnya tak bisa menahannya untuk bekerja lebih cepat. “apa itu tandanya kau merindukanku?”
“hm, lebih dari yang kau bayangkan. Aku pikir, aku tidak akan pernah bertemu denganmu lagi. Karena itu, aku merenung dan menangis sepanjang hari selama kau pergi. Aku selalu disini, meniduri ranjangmu… berharap kau datang dan tidur disampingku. Dan sekarang, apa kau bukan ilusiku saja? Kau nyata?” ada ketakutan dalam suara luhan. Ia takut, ini hanya ilusinya semata.
“apa harapanmu? Kau ingin ini nyata atau hanya mimpimu saja eoh?” taeyeon menurunkan tangannya dari pipi luhan, ia beralih pada tangan luhan dan memeluknya.
“tapi aku harap… ini hanyalah mimpiku.” luhan tak lagi menatap taeyeon, ia menatap manic-manic syal yang digunakan taeyeon saat ini.
Samar-samar, kening taeyeon terlihat berkerut. “wae?”
“aku terlalu takut jika ini adalah nyata, aku tidak akan bisa melepasmu pergi. Melepasmu pergi sama saja membuat hatiku terluka. Untuk itu.. lebih baik aku bertemu denganmu dimimpiku saja. Mimpi akan membuatku merasa lebih baik.” luhan tersenyum pahit.
“namun nyatanya, ini bukanlah mimpi. Kau masih dalam keadaan sadar, kau pasti bisa mencium aromaku, aku juga dapat menyentuh pipimu seperti ini. apa kau ingin menganggap ini mimpi?”
Luhan menghela napas dalam diam, ia memandang lekat-lekat mata taeyeon. “aku akan mengatakan ini nyata, kalau kau tidak akan pernah meninggalkanku lagi. Aku..-“
Taeyeon menyela dan memotong kalimat luhan dengan cepat. “sejak kapan kau mulai menyukaiku? Aku tau alasanmu mengatakan hal itu… kau tidak ingin aku pergi karena kau menyukaiku bukan?”
Luhan tiba-tiba terdiam, ia merendahkan kepalanya –menunduk- melepas kontak mata dengan taeyeon.
“kau selalu seperti ini, setiap kali aku bertanya mengenai perasaanmu.. kau selalu diam. Kau hanya perlu mengatakan ya atau tidak. Satu kata saja, namun penuh makna untukku. Katakan, kau menyukaiku?”
Taeyeon menunggu, 1 menit berlalu tak ada tanda-tanda luhan membuka suaranya. Hanya suara gemerisik pepohonan dimalam hari, suara dentingan jam yang semakin menunjukkan waktu tengah malam sudah mulai dekat.
Dimenit ke5, luhan mengangkat wajahnya dan menyiratkan tanda-tanda ia akan menjawabnya. “selagi kau menatapku, selagi mata kita bertemu…. Kau akan tau jawabannya. Bukankah kau bilang padaku, kalau mataku selalu membenarkan semuanya?”
Terdengar helaan napas kecewa yang berasal dari taeyeon. “ya, aku sudah tau itu. tersirat dengan jelas dimatamu bahwa kau menyukaiku. Hanya, aku ingin mendengar pengakuan langsung dari bibirmu. Itu akan sangat meyakinkanku.”
Luhan balik memegangi pipi taeyeon. “aku menyukaimu… sangat menyukaimu. Sejak pertama kali melihat matamu, kau telah memasuki otak dan hatiku saat itu juga. Otakku terlalu lelah memikirkanmu. Bagaimana saat kau tersenyum, tertawa dan menangis. Semuanya ada didalam kepalaku. Lintasan dirimu… hatiku juga, ikut merasakannya. Bahagia ketika melihat kau tersenyum, dan sakit ketika melihatmu menangis. Semuanya menjadi gila karenamu. Sekarang aku menyadarinya, jika kepedihan dan kebahagiaanku berasal darimu juga. Aku sempat membuang perasaan ini jauh-jauh, tapi itu sangat sulit. Bayanganmu selalu datang dan membuatku tidak bisa melupakan semuanya. semua tentang dirimu, aku menyukainya. Jadi, aku menyimpulkan ini adalah ‘cinta’. Aku.. mencintaimu.” Luhan mengusap air mata taeyeon yang mulai berlinang.
“lihat, kau membuat air mataku jatuh. Bisakah kau memelukku?” tanpa ragu, luhan melingkarkan lengannya pada punggung taeyeon.. memeluknya. Luhan juga tak segan, mengusap pucuk rambut taeyeon penuh sayang.
“aku juga mencintaimu. Disamping itu, ini merasa aneh karena kita tidak pernah berkenalan sebelumnya. Lucu sekali’kan?”
Luhan meregangkan pelukannya hanya untuk menatap mata taeyeon, ia mengecup kening taeyeon sekilat. “aku xi luhan, seseorang yang jatuh hati padamu.” Luhan kembali memeluk taeyeon, kali ini lebih erat dari sebelumnya.
Taeyeon tersenyum senang didalam dekapan luhan. “aku kim taeyeon, seseorang yang jatuh cinta padamu.”

TBC ^^
Mohon komentar dan sarannya ^^

Advertisements

50 comments on “Polkadot Man (Chapter: 4)

  1. eeiiyy eeiyy ada apa ini antara Taeyeon Luhan , kok jadi malu malu gitusihh kkk
    aiiyy kebayang aja kalau dua baby face ini memerah *kyaa kyeoptaaa
    next ditunggu^^
    HWAITING!!

  2. aaa moment lutae nya so sweet sekali >< cie cie akhirnya jadian nih yee/? wkwkwk~ next chap jangan lama" lagi thor hehee fighting!!!

  3. Aaaaaaaa.. ngebacanya sambil senyum2 sendiri. Luhan bikin aku meleleh. Rasanya pengen golok diri sendiri gara2 Luhan #abaikan. Next chap ditunggu. Jangan lama2 dan dipanjangin lagi ffnya biar panjang sepanjang jalan raya diseluruh indonesia #lebayy

  4. aahhhh…. akhirnya lutae bersatu!!! ._.)/ yeiiiiiiiiiiyyyy!!!!!!
    moment lutae nya juga banyak. hehe….
    next chap banyakin moment lutae lg y eon!
    keren deh!!!
    next chap di tunggu :*
    keep writing and fighting!!! ^^

  5. Moment lutae nya so sweet thor ^^
    Banyak moment lutae nya .
    Next chapter banyakin moment mereka lagi ya thor 😀
    Ditunggu next chapter ya thorr><

  6. OMG bisa gila gue membacanya…
    SUMPEH QQEEEEREEENNNNNNNNNNNNNNNNN
    gue bacanya sampai melayang layang….
    MOMENT LUTAEnya QQEERRREEEENNN BAANGEETTTTT

    next chap d tnggu..
    JANGAN LAMA-LAMA…

    FIGHTING

  7. Yeay.. banyak moment LuTaenyaa!!
    akhirnyaa.. Lulu nyatain perasaannya ama Taeng.. meskipun sama desakann -_-
    Oww.. Jungkook itu adekknya Taeng..
    kasian kau Taeng.. kalah tinggi sama adek sendirii -_- xD
    kependekan ni chapter eon.. next chap panjangin yahh.. n cepett~~
    update soon..
    hwaitaeng!

  8. awwww sosweet… yaampun kalian ini masa baru saling kenal namanya.. #kkkk lucu nya^^ gak sabaran nunggu chap selanjutnya^^

    d tunggu secepatnya ya thor^^ Hwaiting!!!^^

  9. awww Lutae momentnya so sweeeetttt bangettttt >w< kasihan luhannya sampe sempet"nya nangisin taeyeon sma nunggu taeyeon di rumahnya XD semoga aja hubungannya taeyeon sma luhan dibolehin sama halmeoninya taeyeon :3 update soon yaa 😀 kalo bisa jangan lama-lama XD

  10. SO SWEET >//////<
    mereka mengakui perasaannyaa#lompatlompat
    Omo! Itu ada jungkook nyempil tapi ternyata adiknya taeng, aku malah berharap yg lain#plak
    Terus ortunya taeng gimana tuh? Mereka pasti ada alasan kan makanya kaya gitu?
    Kyaaaaaaaa bener2 ga sabar buat next chapnya, lutae momennya banyak ❤
    Next chapnya ditunggu banget thor :*

  11. Uwe yang ditunggu tunggu datang juga yipiii
    Moment nya huee bikin nangis senyum gaje dah
    Hue tapi updatenya lama yes sampai lupa lupa ingatt
    Jangan lama lama thor
    Semoga mereka direstui dan diridhoi
    Biar bersatu cinta mereka iyeaa
    Luhan berubah jadi tamvan keceh keren yess
    Momennya dipanjangin lagi ya thor kaya koran ga papa yang penting lutae jjang:D
    Heheheh ayoayo thornim semangat fighting:D

  12. Ommo.. Ommo..
    Daebak…….. 😀
    aku suka banget ff ini 😀
    Chapter selanjutnya di tunggu yaa authornim..
    Fighting ne!!!

  13. Aaa~ sweet moment. LuTae akhirnya jadian. baru kali ini dpt orang jadian dlu baru kenalan. Next sangat-sangat ditunggu. Banyakin lg sweet moment LuTae-nya n yg panjang yaa thor. Plisss. Fighting!

  14. Awwwww.. So sweet banget..
    Udh pacaran aja..
    Trs gimana ya kalau nenek taeyeon tau yg disukai taeyeon itu luhan?
    Cpt lanjutin ya, thor..
    Fighting

  15. Akhirnya LuTae saling jatuh cinta :v LuTae momentnya so sweet banget ><
    Next thor
    Keep writing yo '-')9

  16. late comment saeng u,u dri tdi pgi lumutan aku nungguinnya dan trnyta *yeh* haha eakk full LuTae moment bkin cekikikan aku baca oke fix update soon yes & fighting 😀

  17. Omg hellooo ini so sweet bgt semoga so sweetnya bisa langgeng(?)… aq suka bgt ff ini
    Lanjut ya thoor

  18. Omona, lutae momentnya so sweet….
    Next chap thor, jangan lama2 ya….
    Soalnya makin penasaran ama kelanjutanya….
    Fighting

  19. OommGg aaaahh suka suka suka ni part sweet bgt sihh.. Eh tapi kalo sii luhan rada dikerjain bagus kali ya kan secara luhan diem bgt bikin dia cemburu ke kan sfat taeng disini heboh bingits psti seneng bgt ntuh kalo dicemburuin next next

  20. bacanya mpe senyamsenyum sendiri..kwkw, gila Taeyeon nekad banget cium Lu..kwkwk… next chap thor jgan lamalamaaa..kwkw; keep writing 🙂

  21. Aaaaaaaaaaa*teriak pke toak
    Ini daebaekkk banget eonn
    Bnyk moment y wahh good3x
    Adh 5jempol kaki dan tangan dh satu lg minjem*hahahaha
    Lanjut eon gx sabar klnjtn y nhh nunggu ff ini lama sekaleee ampe 1 abad*what*
    Jangan lama2 ne eonnie karna ff mu ini daebaek sekaleee saya suka suka suka (upinipin)
    Eonnie Fighting fighting
    Fighting…..

  22. ahhh…… gawat gawat!!
    aku terkena diabetes LuTae >.<
    manis banget…..
    thor next chapnya kayak gini yah…..
    banyakin moment LuTaenya yg so sweet so sweet…..
    oke deh next updatenya ditunggu thor~

  23. wahhhhh so sweet bgt, huhuhuhu aku jdi aneh sendiri baca FF nya. next chap nya jgn lma2 thor. kasian ak udh lumutan nungguin chapt ini. SEMANGAT 😀

  24. akhirnya di lanjut juga setelah sekian lama aku menunggu kelanjutan ff ini
    ya ampun ini lebih keren daripada chap sebelum2nya suka bangettt
    lutae nya sosweet banget deh pokoknya ! 🙂
    taeng taeng kamu lucu banget sih hahahahahaha apalagi luhan kekekekekkekekek polos banget
    tapi luhan kayaknya marah deh abis di cium sama taeng ! please jangan marah ya ya ya
    luhan jangan jadi pengecut kalo kamu suka bilang suka keburu taeng ninggalin kamu ayo 😦
    yah kan gara2 luhan gk nembak2 taeng jadi kerumah neneknya deh 😦
    ooohhh ternyata adeknya taeng jungkook toh lucu lucu sama2 imutnya 😮
    untung nya taeng kembali ya ampun seneng banget apalagi waktu luhan nyatain perasaanya sosweet banget deh gk karuan ya ampun teriak gaje 😀 ❤
    suka banget thor sama chap ini updatesoon bikin yang romantis lagi kalo bisa bikin kutukannya luhan hilang karena dia udah dapat gadis yang mencintainya !

    fightaeng nulis ff nya di tunggu kelanjutannya ❤ 😉 Gomawo

  25. Makin seru aj nih
    Baru sadar klo dr chap 1 berdua itu blm pernah kenalan
    Hehe
    Trs si luhan kpn ga polkadot lg?
    Makin penasaran sama kelanjutannya
    Ditunggu next chap nya deh
    Klo bs jgn lama2 yah

  26. Apa cuma aku di sini yang sweatdrop saat tau Jungkook jadi adeknya Taeyeon o.O?

    Aaah, LuTae akhirnya bersatu. Awaaas, Baekkie ngamuk ntar. Bisa-bisa di lempar nuklir. 😀

    di tunggu lanjutannya 🙂

  27. hueee baru sempet baca, dateng2 udah numpuk ffnya/?
    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA romantis bangettttttttttt;;
    luhan kenapa ga bilang aja sih dr awal-_-
    etapi kalo bilang kan ga berani cipok cipok ya lol
    nice thorrr
    next chaptnya ga sabar baca, tp ga tau kapan sempet bacanya;;

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s