[Oneshoot] The Rain

[Oneshoot] The Rain

The Rain - TeukTae

Title : The Rain

Author : Oh Eun Hye

Rated : T (PG-15)

Genre : tragedy, sad, hurt/comport, little bit romance

Length : Ficlet

Main cats : SNSD Taeyeon, Super Junior Park Jungsoo

Support cats : you will find other cats in the story

Disclaimer : all the main cats in this story don’t belong to the author. The author is only entitled to the story belongs to the author who in import directly from my brain.

Author note’s : typo (s) scatted. For those who don’t like the cats here in, please don’t vilify or bash the cats! Author never allow to anyone plagiarism for this Fanfiction. And remember to give a comment. Don’t be a silent readers.

Warning : sebaiknya baca ketika berbuka puasa. tidak mau, resiko di tanggung penumpang. wkwkwk 😀

 

 

Rintik hujan yang datang tiba-tiba ini memang selalu merepotkan. Taeyeon sedang berada di sebuah halte. Taeyeon lupa membawa payung. Lupa membawa jas hujan. Dan sekarang dia terjebak dalam sebuah halte bis yang tak jauh dari universitas tempatnya menuntut ilmu. Dan dia juga lupa membawa jaket untuk mengha-ngatkan diri. Taeyeon benci hujan.

15 menit bukanlah waktu yang singkat. Taeyeon hampir membeku di dalam halte lantaran kedinginan. Seharusnya sekarang dia ada di rumah. Duduk di depan perapian dan menikmati segelas ocha hangat. Tapi pada kenyataannya Taeyeon malah duduk kedinginan di halte kotor seperti ini.

Seseorang yang tiba-tiba datang sangat mengagetkannya. Kalau Taeyeon tak salah ingat orang itu adalah Leeteuk. Mahasiswa yang terkenal itu. Mahasiswa jurusan Hukum dan Bisnis itu. Iya tidak?

Terkenal? Oh yeah? Kalau kalian berkesempatan untuk datang ke Universitas tempat Taeyeon bersekolah, Tanya saja akan pada seluruh mahasiswa/i di sana, apakah mengenal siapa itu Leeteuk. Maka seluruh kampus akan serentak menjawab. “Kyaaaa …. Dia anggota The pince itu. Orangnya tampan dengan rambut indah dan mata yang memikat.”

 

Leeteuk menoleh pada Taeyeon yang datang terlebih dahulu dari pada dirinya. Seorang gadis yang sibuk mengosok-gosok kedua tangannya. Mencoba mencari kehangatan

 

“Nona Kim?”

 

Merasa marganya di panggil, sontak Taeyeon yang sebenarnya tidak mau peduli

ini menolehkan kepalanya menatap Leeteuk. Bibirnya yang biasanya selalu terlihatmerah muda alami kini berganti warna dengan putih pucat. Dampak kedinginan. Rambut miliknya sedikit basah karena terkena cipratan dari air hujan.

 

“Ne?”

“Sedang apa?”

‘Sedang nonton tv, Leeteuk babo!’ hampir saja perkataan itu yang keluar dari mulut Taeyeon. Tapi, dia urungkan. Taeyeon tahu sekali orang di depannnya ini amat sangat tidak suka bercanda. “Kedinginan.” Jawabnya sekenanya. Berharap orang berhenti mengganggunya.

“Mau ku hangatkan?” tawarnya. Taeyeon mendongak padanya yang sekarang sudah berada tepat di depannya. Ayolah, Taeyeon sedang tidak berminat untuk bercanda, kan?

“Terserah kau.” Jawabnya singkat. Masih menganggap apa yang di ucapkan seorang di depannya itu adalah lelucon.

 

Dengan tiba-tiba Taeyeon merasa sesuatu yang hangat menyelimutinya. Menyelamatkan Taeyeon agar tak kedinginan. Taeyeon menoleh pada seseorang di sampingnya. Seseorang yang menawarkan pelukkan hangat padanya. Sedikit terkejut pada kelakuan orang itu.

 

“Tuan Park?”

“Hn?”

“Kenapa kau memelukku?”

Orang itu mengeratkan pelukkannya. Membuat Taeyeon semakin merasa hangat. “Tentu saja untuk menghangatkanmu, babo.”

 

Taeyeon terkejut mendengarnya. Tapi, Taeyeon malah membalas pelukkan itu. Mencoba agar kembali mendapatkan kehangatan. Taeyeon menelusupkan kepalanya pada dadanya yang bidang. Leeteuk menggerakkan tangan kanannya. Menyelipkannya di antara helaian rambut Taeyeon. Dan Taeyeon hanya diam saja.

Tangan kiri Leeteuk meraih dagu Taeyeon. Mengangkat wajah Taeyeon. Leeteuk menatap taeyeon dengan lembut. Taeyeon terpana melihatnya. Tatapan itu. Sangat lembut dan teduh. Mata itu. Mata yang mampu menghipnotis siapapun yang melihatnya terpikat. Hidung mancung milik Leeteuk yang begitu sempurna. Wajah yang begitu mempesona. Sungguh karya kreatif dari tangan Tuhan yang maha agung.

Rasa hangat yang terasa, kali ini semakin terasa. Karena dengan tiba-tiba, Leeteuk menempelkan bibir tipisnya pada bibir pucat Taeyeon. Taeyeon sangat terkejut. Namun, tak sedikit pun memberikan perlawanan.

Tangan kanan Leeteuk menekan kepala Taeyeon untuk memperdalam ‘kegiatan’ mereka. Di tengah hujan. Di dalam sebuah halte kosong dan kotor. Mereka berciuman.

 

000000OOO00000

 

 

Kenapa setiap hari selalu hujan. Taeyeon mengeluh. Karena gara-gara hujan dia selalu terlambat pulang. Selalu kedinginan karena selalu lupa membawa jaket. Yah, walaupun Taeyeon sedang tidak berada di halte seperti hari kemaren dan sedang berada di teras universitasnya tetap saja kau kedinginan. Karena universitas ini bukan rumah penghangat.

Kaki Taeyoen sudah mulai bergetar. Tangannya memeluk erat tubuhnya sendiri.

Bahu menggigil hebat. Bibirnya semakin pucat saja. Taeyeon tidak bisa membayangkan apa yang terjadi 5 menit kemudian. Dia bisa saja pingsan karena kedinginan.

Tiba-tiba kehangatan segera menjalar ketubuhnya. Taeyeon menolehkan wajahnya ke sampingnya. Seorang yang dia kenal kini sedang memeluknya erat. Menawarkan kehangatan. Mencoba menyelamatkan Taeyeon dari kedinginan.

 

“Tuan Park..”

“Panggil saja aku Leeteuk.”

“Baiklah, Leeteuk-sshi?”

“Hn…”

“Gomawo…” ucap Taeyeon memejamkan mata dan mengeratkan pelukkan mereka. Leeteuk hanya tersenyum lembut tanpa Leeteuk sadari.

“Kau tidak pulang?” ucap Leeteuk memecah keheningan yang tadi menguasai mereka.

“Hujan.” Jawab Taeyeon singkat dengan masih memejamkan mata menikmati kehangatan ini.

“Bagaimana kalau kita pulang bersama?”

“Eh?!” Taeyeon begitu terkejut mendengar tawaran dari Leeteuk ini.

“Eottokhe? Aku membawa payung. Dan kebetulan rumah kita searah kan?”

“Geurae.”

“Kau tunggu sebentar di sini, ne.”

 

Leeteuk pun berlari menjauhi Taeyeon. Sepertinya dia sedang mengambil payung miliknya. tak sampai 3 menit, Leeteuk kembali lagi dengan sebuah payung biru gelap besar di tangannya.

 

“Kajja..” ajaknya pada Taeyeon.

“Ne.”

 

Di tengah amukkan hujan, mereka berjalan berdua di bawah payung yang sama. Leeteuk memeluk Taeyeon agar hujan tak mengenai badan Taeyeon. Taeyeon hanya diam saja. Perjalanan mereka hanya di temani oleh deru hujan yang lebat dan kebisuan yang menyelimuti. Lantaran Taeyeon ataupun Leeteuk tak berminat memulai pembicaraan. Yang sedang mereka lakukan hanya menenangkan detak jantung masing-masing yang kiam membuncah.

 

“Leeteuk-ssi…”

“Taeyeon-ssi…”

 

Kembali terdiam beberapa saat. Mereka membuang muka yang mulai di jalari oleh semburat merah karena memanggil nama secara berbarengan.

 

“Leeteuk-ssi…”

“Ne?”

“Kau mau bawa aku kemana? Rumahku sudah terlawat.”

Leeteuk hanya cengo memandang Taeyeon. “Mianhae, ne.” Ucap Leeteuk.

“Gwenchana. sekarang lepaskan pelukkanmu. Aku mau pulang. Gomawo sudah mau mengantar.” Ucap Taeyeon sambil tersenyum dan melepaskan pelukkan Leeteuk.

“Chankkaman..”

“Waey– muuuffh!”

 

Leeteuk dengan seenaknya memotong perkataanmu dengan mulutnya. Taeyeon terbelalak kaget dengan perlakuannya. Sama seperti kemaren. Leeteuk memberikan ciuman lembut pada bibir mungil Taeyeon. Mengalirkan kehangatan. Dan di tengah hujan, di bawah payung biru gelap, mereka berciuman.

 

00000OOO00000

 

 

Taeyeon sedang mengaduk-aduk makanannya tanpa nafsu. Menunggu seseorang yang mengajaknya kemari yang dari tadi belum datang. Seseorang yang selama ini selalu menawarkan kehangatan. Selalu datang tiba-tiba saat Taeyeon terjebak hujan. Dan entah kenapa Taeyeon malah menyukai hujan. Karena hujan, selalu ada dia. Karena hujan, Leeteuk dan Taeyeon bisa selalu dekat.

Sungguh hati Taeyeon sangat gugup bertemu dengan Leeteuk. Namun, juga tidak sabar. Taeyeon tetap setia menunggu Leeteuk di sini. Di restoran ini dan lagi-lagi di tengah hujan. selama lebih dari 1 jam Taeyeon menunggu Leeteuk. Taeyeon mulai khawatir. Leeteuk yang tak pernah telat. Tapi, Taeyeon menepiskan itu semua. Berpikiran mungkin saja dia sedang ada urusan yang menyebabkan keterlambatan ini.

Makanan di depan Taeyeon sudah dingin. Tapi, orang yang di tunggu tak juga datang. Rasa resah dan gelisah kembali datang menghampiri Taeyeon. Taeyoen mulai khawatir dengannya. Kenapa Leeteuk tidak datang? Ada apa dengannya? Beribu-ribu pertanyaan berputar di kepala Taeyeon.

Tetap sebelum Taeyeon ingin menghubungi Leeteuk, terdengar suara…

 

JEDAAAR! BRAAAK! CKIIIT!!!

 

Suara-suara dahsyat yang mengagetkan Taeyoen. Beberapa teriakkan membahana di sekitar tempat itu.

 

“Kyaaaaa! Tabrakkan!”

“Cepat panggil ambulance!”

 

Teriakkan seperti itu terus menggema bersamaan dengan hujan yang turun rintik-rintik. Seakan menjadi background kedukaan.

Taeyeon mulai berdiri dari tempatnya duduk. Hatinya seperti menuntun Taeyeon untuk melihat si korban. Aneh, Taeyeon merasakan keanehan. Belum tentu si korban adalah orang yang ia kenal. Tapi, entah kenapa rasa khawatir pada Leeteuk jadi semakin membuncah.

Taeyoen berlari-lari kecil menghampiri kerumunan orang yang mengelilingi korban tabrakkan tersebut. Yoona coba menghalau orang-orang tersebut hendak melihat. Dan hatinya semakin tidak karuan. Entah kenapa Taeyeon seakan takut melihatnya. Bukan takut bagaimana bentuk korban si tabrakkan tersebut. Tapi, takut hal yang tadi mengganggu pikirannya lah yang akan ia lihat.

Setelah berhasil menghalau orang-orang tersebut, Taeyeon sudah bisa melihat siapa oran malang yang di tabrak. Kepala yang bersimbah darah. Matanya yang masih sedikit terbuka. Seperti ingin memperlihatkan iris mempesona miliknya. Di tangan kanannya terdapat sebuah buket bunga dan secarik kertas yang sudah basah terkena hujan serta darah seseorang yang ternyata seorang laki-laki. Taeyeon membelalakkan mata karena sangat mengenal sosok yang sedang merenggang nyawa itu

 

“LEETEUUUK-SSI!!!”

 

Teriakkan Taeyeon membuat semua orang menoleh padanya. Taeyeon sudah tidak perduli. Dia menubruk tubuh Leeteuk. Mengangkat kepalanya yang bersimbah darah ke pangkuannya. Air mata Taeyeon yang sedari tadi di tahan akhirnya jatuh dengan bebas.

 

“Leeteuk-ssi, bertahanlah. Ku mohon bertahanlah. Jebal” UcapTaeyeon sambil menangis.

“Ta-Taeyeon-ssi.” Dengan keadaannya seperti itu, Leeteuk masih memaksakan diri untuk dapat menyebut nama Taeyeon.

“Cepat panggil ambulance! Leeteuk-ssi, jebal, bertahanlah.” Air mata Taeyeon kini bercampur dengan rintik hujan. Leeteuk mengangkat tangannya untuk menghapus air mata Taeyeon.

“Be-berhenti lah me-menangis. Uhuk!” Leeteuk terbatuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya.

“Leeteuk-ssi…”

“Ta-Taeyeon-ssi,, Sa-Saranghae…” ucap leeteuk terpatah-patah. Matanya kian menutup.

“Nado Saranghae, Leeteuk-ssi… ku mohon bertahanlah.”

“Ta-Taeyeon, ka-kalau boleh, a-aku ingin ka-kau memelukku. A-aku ingin ma-mati di pelukkanmu..” leeteuk dengan terbata-bata mengucapkan permohonannya. Taeyeon lekas memeluk erat tubuh ringkih dan bersimbah darah itu. Leeteuk tersenyum damai. Matanya mulai tertutup. Pelukkannya pada tubuh Taeyeon melemah. Dan genggaman pada bunga mawar itu terlepas. Bunga yang kini sudah rusak dan hancur.

“Oppa, kau baik-baik saja?” untuk pertama kali Taeyeon memanggil Leeteuk dengan sebutan ‘Oppa’ saat sudah resmi menjadi sepasang kekasih. Taeyeon melepaskan pelukkannya. Melihat mata Leeteuk yang sudah tertutup di sertai sebuah senyuman damai.

“Oppa, sadarlah. Jebal, sadarlah, Leeteuk Oppa. Kenapa kau meninggalkanku? Wae Oppa? Hiks, hiks..” isak Taeyeon pada jasad Leeteuk yang sudah tidak bernyawa lagi. Orang-orang yang menyaksikan turut menitikkan air mata.

“Hiks,,, LEETEUK OPPAAAAA!!!”

 

Lengkingan Taeyeon yang menyayat hati itu di sambut oleh hujan yang turun dengan deras. Butiran air hujan terus menubruk bumi. Bersamaan dengan roh Leeteuk yang mulai melayang menuju Tuhan.

 

 

 

 

 

 

 

FIN

Author notes : sepertinya FF 12 Power Legend nggak akan update minggu-minggu ini.Makanya aku kasih ficlet aja dulu sebagai gantinya. Otakku lagi dalam masa-masa sulit (apa ini?). Aku masih mengerjakan sisanya untuk chapter selanjutnya. Mohon do’amya saja agar cepet selesai dan aku cepet post lanjutannya, ne.

Mianhamnida dan see you #bow

Advertisements

16 comments on “[Oneshoot] The Rain

  1. First kah ??? @kyakx enggak
    kok sad ending thor ??? Hiks..hiks..hiks.. Leeteuk oppa jgan tinggalkan aq eh mksudx taeng eonni @lebay
    fgak papa kok klo ff 12 gak di post diminggu ini asalkan ffx ttap dilanjut

  2. Udh lma ga liat ff TaeTeuk..
    Kasian Taeng dtinggal Leeteuk..
    Jgn lupa eaa lanjutin 12 power legend, klo minggu ini gada, stidaknya dbulan ini hrs update, jgn smpe bulan depan, oke??
    FIGHTING!!!

  3. Kasian taeyeon eonni…..
    Kenapa sad ending thor???
    Buat yg happy ending dong thor…
    Next taeyeon couple lagi ya thor….
    Fighting

  4. hueee kirain bakal happy ending;;
    hiks taeng kesian;;
    padaha awal2nya uda romatis bangetttt
    nice lah thor, suka, ff lain ditunggu yaa

  5. Sad ending 😥
    tapi gapapa thor, ffnya baguss kok..

    oke, 12 power legend nya tetep di tunggu yaa thor. Tapi jangan lama lama ne.
    Fightaeng!!

  6. Wah… Bagus. Tae-Teuk. 🙂 Walau aku lebih suka GTAE 😀 Cari FF Leeteuk karena tiba-tiba nge-fans gitu. Padahal dah liat kegantengannya di MV Mr. Simple tapi dulu belum tahu siapa si ganteng itu :-:-D
    Ini FF Leeteuk pertama yang kubaca 😀
    •Sad Ending 😦 Bagus, kok. 🙂

  7. Pingback: [LIBRARY] DRABBLE | FICLET | ONESHOT 2013-2017 | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s