Under Moonlight (Chapter 2)

under-moonlight

Title : Under Moonlight || Author: Quimbkee || Rate : PG-18 || Length : Series || Genre: Romance, Fantasy, Action|| Cast’s: Kim Taeyeon [GG],  Lu Han [EXO]|| Credit Poster : High School Graphics by IWS ||  Disclaimair: ini FF fantasy action perdana dari Quimbkee, ini juga request dari my saeng Henny yang udah isi form request FF, semoga dia suka sama hasil ff aku, saeng gomawo untuk requestnya, karna kamu eon bisa bikin FF genre baru J

chapter 1

===

Lu Han POV

Kekuatanku yang dulu semakin lama semakin menghilang, kini timbul dengan kekuatan yang lebih besar dan aku merasa seratus kali lipat merasa kuat. Bagi seorang werewolf sepertiku hal ini adalah hal yang sangat baik. Keberadaan bangsaku mulai menghilang. Banyak dari kami terlibat dengan manusia harus mati secara perlahan namun pasti. Dari ratusan tahun yang lalu, bangsa manusia selalu memanfaatkan kekuatan seorang werewolf, saat sudah mendapatkan batu hitam sakti itu, manusia dengan seenaknya pergi dan menghilang tak diketahui membuat bangsa werewolf harus musnah satu per satu.

Jauh didalam hatiku, aku tak pernah menyetujui untuk menolong seorang gadis dari bangsa manusia. Aku sangat membenci mereka. Mereka itu penipu, dan berotak licik. Tapi, entah kenapa orang tuaku memaksaku untuk menolongnya yang saat itu tengah kritis. Yang kudengar, gadis kecil itu terkena penyakit jangtung sejak dalam kandungan, jantungnya begitu lemah untuk berdebar. Namun, karena kekuatan batu hitam milikku, gadis itu dapat bertahan hidup.

Tapi, seperti yang kukatankan sebelumnya, manusia adalah bangsa penipu nomor satu. Aku diiming-imingi akan mendapatkan gadis itu sepenuhnya dan seutuhnya. Aku bahkan rela menunggunya menjadi dewasa. Cenayang dan keluarga gadis itu tiba-tiba menghilang sepuluh hari sesudahnya. Bangsaku susah payah mencari keberadaan mereka. Tapi, semua nihil. Jejak mereka tak tercium lagi.

Dan, siapa sangka aku akan bertemu dengan ‘gadisku’ lagi. gadis yang kucari dan kutunggu keberadaannya hampir 25 tahun. Gadis yang cantik, keras kepala, sedikit dingin, berani dan kuyakin baik hati.

Kim Taeyeon

Saat pertama kali aku melihatnya, aku bisa merasakan keberadaan batu hitamku didalam tubuhnya yang menandakan Taeyeon adalah gadisku, milikku dan tak boleh seorang pun menyanggahnya.

Mengapa aku harus bersifat seperti itu? Bersifat bahwa aku lah yang harus mengatur kehidupan Taeyeon.

Banyak yang harus aku relakan deminya. Aku rela kehilangan kekuatanku—meskipun tidak sepenuhnya. Aku tak setangguh sebelumnya. Aku tak bisa berlari lebih kencang dari biasanya, aku tak bisa menghilang dengan sempurna. Aku selalu merasakan sakit yang begitu mendalam kala bulan purnama. Dan, hal itu seharusnya pantas menjadikan Taeyeon sepenuhnya milikku.

“Aku sudah menemukannya” aku berujar disebuah hutan lengang tak berorang. Mungkin aku dikira orang gila, karena bicara sendiri ditengah hutan yang rimbun.

“Aku tak akan melepaskannya. Namun, gejolak saat bersamanya membuatku gila. Benar-benar gila. Aku susah payah untuk menahannya, tapi sangat sulit jika aku selalu berada didekatnya, hingga aku hanya bisa menghindar saat gejolak itu sampai di puncaknya”

Kembali tak ada jawaban. Hanya suara sunyi hewan penghuni hutan yang terdengar sayup mayup. Ini adalah hutan yang ditinggali oleh bangsaku. Werewolf. Namun, hingga saat ini bangsaku mulai punah. Bisa dihitung dengan jari dengan keberadaan bangsa kami. Orangtuaku juga sudah hilang. Mereka mati karena perbuatan keji manusia yang memakai kekuatan batu hitam sakti itu, namun mengingkari janji hingga kedua orangtuaku mati secara perlahan.

Suara grasak-grusuk mengganggu monologku. Aku berusaha mencium keberadaan ‘orang lain’ disekitar sini. Dan , aku mengetahui bau ini. ini pasti bau dari salah satu werewolf yang tersisa.

“Keluar dari persembunyianmu, Jongdae. Aku bisa merasakan kehadiranmu disini” ucapku malas.

Lalu aku dapat melihat seekor werewolf berubah wujud menjadi manusia yang benar-benar tengik dan usil bernama Kim Jong Dae. Entah darimana ia bisa mendapatkan nama itu, padahal dulu dia diberi nama Chen.

“Aku mendengar ceritamu, kau menemukan gadis itu, kan? Jadi bagaimana?” tanyanya dengan begitu antusias. Jongdae tipikal werewolf yang sudah nyaman dengan kehidupannya sebagai manusia. Dia bahkan terkadang melupakan jati dirinya sebagai werewolf.

“Aku sudah bertemu dengannya. Aku bahkan sudah mengatakan bahwa dia adalah milikku”

“APA? Kau sudah mengatakannya? Kau bodoh, ya?”

Aku mengerut tak mengerti “Aku bodoh? Apa maksudmu?”

Jongdae menggeleng pelan “Aku tebak, pasti reaksi gadis itu begitu terkejut. Kau harus belajar banyak denganku jika mengungkit tentang gadis”

“Bagaimana kau bisa tahu jika dia begitu terkejut?”

“Wanita itu akan jatuh cinta setengah mati jika kita mendekatinya dengan cara perlahan namun pasti. Mereka menyukai pria yang diam-diam tapi mengagumkan. Lalu apa yang kau rasakan bersamanya?” ujar Jongdae panjang lebar.

“Yang aku rasakan, ya?” gumamku pada diriku sendiri khususnya. Jika ditanya tentang perasaanku saat bersama Taeyeon. maka aku akan menjawab tak mengerti. Banyak rasa yang aku rasakan saat aku bersamanya, melihat matanya, mendengar suaranya dan menyentuh bibirnya. Hingga suatu gejolak lain memuncak dan akan membuatku lepas kendali dan seperti akan gila.

“Apa kau merasakan ingin ‘mencicipinya’?” Jongdae menyadarkanku dengan sebuah pertanyaan baru.

Aku menatap Jongdae dengan penuh tanda tanya “Aku merasakan ingin memeluknya, menciumnya, melakukan sesuatu yang lebih inti dengannya. Aku tak mengerti mengapa perasaan itu datang, aku bukan tipikal pria mesum seperti itu. Hanya saja mendengar suaranya saja sudah membuatku lupa diri hingaa aku menciumnya didepan umum”

Jongdae tampak begitu terkejut “KAU MENCIUMNYA DIDEPAN UMUM?” ucapnya dengan keras.

Aku hanya mengangguk pelan.

“DAEBAK! Kau pria yang begitu frontal dan agresif. Perasaan itu memang kuat terasa saat kau bertemu dengannya. Hal itu wajar, karena kau sudah berpisah dengannya hampir 25 tahun”

“Kau tahu, perasaan itu sangat mengerikan”

“Aku tak yakin kau bisa mengendalikannya, tapi kau harus memberitahunya sebelum kau melakukan hal yang lebih intim lagi dengannya” kemudian Jongdae merangkulku “Hanya dengan melihatnya saja hasrat itu akan menghancurkan pertahananmu secara pasti”

Aku bergedik ngeri. Aku bukan pria brengsek seperti Jongdae yang setiap malam menghabiskan waktunya bersama wanita murahan yang berbeda-beda. Aku bukan tipe pria yang senantiasa melontarkan kalimat pujian kepada para wanita. Bukan bermaksud sombong, aku pernah mendapat tawaran dari seorang wanita—yang dikenalkan Jongdae, untuk tidur denganku. Tapi, aku sama sekali tak mau, meskipun tubuhnya begitu menggoda mahluk lelaki lainnya.

“Bagaimana cara memberitahu Taeyeon, bahwa aku adalah werewolf dan dia adalah milikku sejak dulu?” tanyaku kemudian.

Jongdae terlihat berpikir keras, jari telunjuknya bahkan berpindah tempat ke dagunya yang cukup runcing, “Buat dia mencintaimu, sangat mencintaimu. Jika seorang gadis sudah mencintai dengan gilanya. Ia rela melakukan apapun dan menerima apapun untuk sang kekasih”

Aku berpikir, membuat Taeyeon sangat mencintaiku? Aku tak berpengalaman dengan urusan hati yang seperti itu. Hidupku terlalu datar dan tak pernah naik turun.

“Bagaimana caranya? Apa menurutmu dia tipe gadis yang mudah untuk jatuh cinta?”

“Tentu saja selalu membuatnya kagum dan terpesona padamu! Apa saat kau menciumnya dia membalas ciumanmu?” tanya Jongdae membuatku kembali teringat dengan ciuman itu. Taeyeon hanya diam, meskipun dia tidak juga melawan ataupun berusaha melepaskan tautan bibir itu segera mungkin.

“Dia hanya diam dan saat aku semakin memperdalam ciuman itu dia segera melepaskannya lalu marah-marah” sahutku

“Astaga! Kau melakukan ciuman yang intens dengannya? Perlu kau tahu, wanita itu suka dengan ciuman yang manis dan dengan sendirinya membuat ciuman itu menjadi lebih dalam dan intens” Jongdae terlihat sedikit frustasi.

“Jadi, aku harus bagaimana?”

“Temui dia, berlakulah yang wajar, seperti memuji penampilannya dan membuatnya tersipu malu”

Aku menatap Jongdae, memikirkan perkataan Jongdae dan berusaha mewujudkan hal tersebut. Hingga aku berhasil membuat Taeyeon jatuh cinta padaku dan sepenuhnya menjadi milikku.

===

Seperti perkataan Jongdae tadi. Aku diam-diam mengikuti Taeyeon yang sedang berjalan-jalan ke kawasan Namsan. Tidak sulit untuk mencari keberadaannya. Aku ini memiliki kemampuan yang luar biasa, bukan?

Taeyeon tampak begitu cantik. Jujur, dandanan gadis itu sangat biasa saja. Bahkan tak ada make up di wajahnya. Baju kaus berlengan pendek dibalut dengann kardingan Jeans yang setali, celana Jeans panjang yang robek-robek—memang modelnya, ditambah dengan sneakers berwarna soft blue dengan manik-manik ditepinya. Simple yang memesona. Begitulah yang dapat aku simpulkan.

Taeyeon terlihat celingak-celinguk mencari sesuatu. Dari gerak geriknya, gadis itu seperti ada janji dengan seseorang. Karena detik berikutnya, Taeyeon memasuki sebuah cafe coffe.

Aku juga ikut masuk dengan duduk tiga kursi dari belakang Taeyeon. melihat punggungnya, membuatku merasakan gejolak aneh lagi. aku ingin mendekapnya, memeluknya. Sekuat mungkin aku menahannya.

“Hei, Kris Wu!” suara Taeyeon berteriak.

Aku melihat seseorang yang menghampiri Taeyeon. seorang pria tinggi dan sangat tampan. Siapa dia? Apa hubungannya dengan Taeyeon?

===

Taeyeon POV

Entah mengapa aku menyetujui kencan buta yang sudah diatur oleh Madam Geun—yang tentu saja karena suruhan orang tuaku di Praha.

Madam Geun bilang, aku akan sangat senang jika bertemu dengannya. Karena menurut cerita yang Madam Geun bilang, aku mengenalnya sangat baik. Aku sangat penasaran. Jika itu benar, mengapa tak langsung memberitahukan saja nama si ‘pria itu’

Tempat perjanjian kami adalah disalah satu cafe coffe di kawasan Namsan. Aku sengaja berpakaian seperti biasa, padahal Madam Geun sudah menyiapkan sebuah gaun manis untukku. Biar saja, kan ini bukan kencan yang aku susun sendiri. Kencan buta? Aish, itu sangat jauh untuk seorang wanita sepertiku.

Namun, selama perjalanan, aku merasa ada seseorang yang mengikuti, memandangku, memerhatikanku. Aku sengaja tak pernah menoleh kebelakang. Aku sengaja agar orang yang mengikutiku itu tersebut tidak sadar bahwa aku mengetahui keberadaannya.

Aku berjalan tanpa arah. Sengaja, agar si penguntit itu kehilangan jejakku dan merasa lelah karena mengikuti seorang Kim Taeyeon. hingga sebuah ide muncul dipikiranku. Aku mencari sebuah toko perhiasan. Mengapa? Karena aku bisa menemukan banyak cermin di toko perhiasan.

Aku berjalan secara lambat. Mataku tetap fokus mengamati siapa yang menguntitku melalui cermin. Dan aku terkejut saat melihat seorang pria yang berjalan begitu cepat diantara pengunjung yang bisa dibilang cukup ramai. Dia adalah Lu Han.

Banyak pertanyaan yang melintas dikepalaku seputar Lu Han. Saat pertama kali kami bertemu, saat dia menolongku, saat dia seenaknya saja menciumku, saat dia mengklaim bahwa aku adalah miliknya, dan sekarang dia mengikutiku dengan jalan yang seperti di terbangkan angin.

Apa Lu Han menggunakan sesuatu berbentuk sayap disepatunya? Mengapa jalannya begitu cepat?

Aku tersadar dari pikiranku tentang Lu Han. Dan melirik arlojiku. Aku harus segera pergi ketempat perjanjian itu. Aku harus datang lebih dulu dari si calon pria kencan butaku tersebut.

Aku tahu, Lu Han masih mengikutiku. Entah karena alasan apa. Dia sepertinya belum tahu bahwa aku sudah mengetahui belangnya. Lu Han mengambil posisi tiga kursi dibelakangku. Awalnya aku masih peduli dengan Lu Han. Hingga seorang pria yan tak asing lagi tertangkap oleh iris mataku. Aku cukup terkejut dengan keberadaannya. Bukankah saat ini ia sedang berada di Seattle? Sejak kapan ia kembali ke Seoul.

“Hei, Kris Wu!” panggilku sedikit berteriak.

Kris—lelaki tadi,tersenyum ke arahku lalu menduduki kursi yang tepat ada didepanku. Pria jangkung dengan raut wajah yang cukup dingin itu menyengir sekilas.

“Kau datang sangat cepat, Tae” ucapnya

Aku mengernyit. Mengapa Kris bisa berucap seperti itu? Bukankah ini pertemuan yang tidak sengaja? Atau jangan-jangan dia adalah…

“Aku tak percaya kau mau mengikuti kencan buta ini” katanya lagi.

Aku sedikit terkejut. Betul dugaanku yang terakhir. Kris adalah pasangan kencan butaku.

“Apa kau sudah tahu bahwa pasangan kencan butamu itu adalah aku?” tanyaku padanya yang dibalas dengan anggukan dan sebuah senyuman lebar.

“Ya, tapi kami sengaja merahasiakannya denganmu” jawab Kris kemudian.

Kami? Aku tersadar, mungkin yang dimaksudkan Kris adalah dirinya,Madam Geun serta kedua orangtuaku. Oh, Shit! Mereka semua mengerjaiku!.

“Jadi, kenapa kau terima acara kencan buta ini?” kali ini Kris yang angkat suara.

Aku menarik napas sebentar, lalu menjawab “Hanya penasaran dan keterpaksaan, kau harus tahu itu Tuan Wu”

Kris menyengir. Giginya terlihat begitu banyak saat bibirnya sedikit terbuka lebar. Aku melihat tangan Kris terayun, sepertinya dia ingin mengacak rambutku—karena itu kebiasaannya, namun belum sempat tangan besar itu menyentuh puncak kepalaku. Sebuah tangan lain menghentikan gerakan Kris, yang membuat aku maupun Kris terkejut dengan gerakan tiba-tiba tersebut.

“Jangan pernah menyentuh Taeyeon, dia milikku”

Aku bergetar mendengar suara itu. Oh Tuhan, aku tahu itu siapa. Han, kau memang aneh.

Kris menarik tangannya pelan. Sepertinya dia terkejut dengan tindakan Lu Han. Sementara aku hanya menatap Lu Han tak percaya.

“Kau siapa? jika memang dia adalah milikmu, mengapa kau membiarkannya mengikuti kencan buta?” perkataan Kris membuat Han mati kartu. Dia terlihat berpikir keras untuk membantah argumen Kris.

“Kencan buta?” tanya Han dengan tampang, yang bisa kusebut bodoh. Namun, saat rautnya seperti itu menambahkan kesan imut sangat imut.

“Apa kau tidak tahu? Atau kau memang memiliki cinta sepihak?” Kris kembali angkat suara.

Aku memang hanya diam, melihat mereka beradu argumen memang agak-agak kesal tapi menyenangkan. Hahaha… salahkan sifatku yang suka melihat orang adu pikiran seperti itu. Menguji siapa yang lebih pintar.

“Cinta?” tanya Han dengan tampang yang sama, bodoh.

Kris terlihat bingung dengan reaksi Han, sama sepertiku.

“Apa kau tahu cinta?” tanya Kris selanjutnya

“Cinta? Maksudmu apa?” aku menganga tak percaya. Pria ini, pria bernama Lu Han, yang mengaku bahwa aku adalah miliknya, tidak tahu maksud dari CINTA? Jadi apa maksudnya dia mengklaimku dan melarang Kris untuk mendekatiku jika dia senidri tak mengerti cinta?

“Kau benar-benar tidak tahu?” tanyaku digelitik rasa penasaran yang tinggi.

Han menggeleng pelan.

“Jadi, untuk apa kau menyatakan bahwa aku adalah milikmu? Perkataan itu hanya pantas dikatakan oleh seorang pria pada wanita yang—hmmp…”

Mulutku terbungkam. Mataku melotot tak percaya. Ini kedua kalinya Han menciumku seenaknya. Aku merasakan bibirnya yang hangat itu menjamah setipa permukaan bibirku dengan sedikit kasar. Bahkan dia dengan sengaja membuka bibirnya lalu gerakannya seperti melahap kedua belah bibirku. Oh god! Jika ini ditempat yang sepi, aku ingin sekali membalasnya.

Saat aku semakin terbuai dengan ciuman dari bibir hangatnya membuatku tersadar bahwa Kris ada disini. Dengan sekuat tenaga aku mendorong dada Lu Han dan membuatnya meringis karena bibirnya yang sedikit tergores dengan gigi depanku.

“Apa yang kalian berdua lakukan?” tanya Kris tergagap. Sepertinya ia sangat terkejut dengan tindakan kami tadi.

Aku menatap Han dengan tampang penuh penjelasan. Aku tahu ini salahku. Sebelumnya dia juga sudah memeringatiku untuk jangan terlalu banyak bicara. Jika aku terlalu bersuara, resikonya adalah dia akan menciumku meski itu ditempat umum sekalipun.

“Sudah kukatakan jangan banyak bersuara, aku benar-benar tak bisa menahannya”

“Ini tidak seperti yang kau pikirkan, Kris” belaku

“Kau seharusnya mengerti, bukankah manusia melakukan hal itu sebagi bentuk saling memiliki?”

Damn you Han! Kau berucap seperti itu membuatku merasa bahwa aku menyetujui diriku menjadi milikmu.

Kris mendengus, lalu tertawa ringan “Kau yakin? Taeyeon memiliki ciuman pertama denganku”

Aku ternganga. Kenapa Kris harus menceritakan bahwa dia adalah ciuman pertamaku? Itu sungguh memalukan. Lagi pula saat itu aku tak memiliki hubungan atau perasaan spesial. Itu terjadi hanya karena kebodohanku. Ya, kebodohanku untuk eminta Kris menciumku karena aku begitu penasaran rasanya berciuman.

Kulihat Han menggeram pelan. Aku bergidik ngeri, mataku menatap matanya terlihat begitu dalam dan berwaran merah? Apa ia memakai soft lens? Tapi… merahanya seperti berapi?

Han mendekati Kris. ia harus mendongak mengingat Kris lebih tinggi darinya, “Jika kau berani menyentuh Taeyeon, kau berhadapan denganku”

Setelah berkata sebegitu dinginnya dengan Kris. yang aku rasakan pergelangan tangaku dicengkram erat oleh tangan Han. Dia menarikku cukup kuat hingga aku tak sempat untuk menahan sekedar menolak perlakuannya.

Han, apa lagi yang akan kau lakukan padaku?

===

Author POV

Lu han membawa Taeyeon dengan langkah yang terburu-buru. Taeyeon bahkan sesekali meringis kesakitan dikakinya saat harus mengimbangi langkah Lu Han yang besar dan cepat. Terlalu banyak pertanyaan dipikiran Taeyeon untuk Lu Han. Pria aneh yang suka bertindak seenaknya. Menyebalkan sekali, begitulah pemikiran Taeyeon untuk Lu Han.

Langkah mereka terhenti di sebuah hutan. Hutan yang sebelumnya Lu Han tempati bersama keluarga mereka. Taeyeon memandang sekitar dengan raut wajah bingung.

“Mengapa kau membawaku kesini?” tanya Taeyeon heran

“Ada sesuatu yang seharusnya kau ketahui sejak dulu” Lu Han berucap begitu datar dan tenang, meski kesan serius masih terlihat jelas.

“Maksudmu? Kita ini baru bertemu beberapa hari yang lalu, Han” tungkas Taeyeon segera. Kali ini Taeyeon akan menjaga perkataannya. Ia tidak mau Lu Han kembali mencuri ciumannya.

“Kita sudah ditakdirkan. Kau memang milikku” ucap Lu Han penuh percaya diri.

Taeyeon menggeleng tidak percaya, “Kau orang aneh! Bagaimana mungkin aku adalah milikmu?”

Lu han menatap Taeyeon dalam, ia mengambil napas lalu kembali berucap “Aku bukan seutuhnya manusia, aku werewolf”

Taeyeon tercengang. Lelucon apalagi ini? Han benar-benar aneh, tidak dia pria gila! Sangat GILA!

“HAHAHA….kau bercanda yang tidak-tidak Lu Han! Apa kau pikir kau hidup didunia dongeng?” balas Taeyeon sambil terbahak-bahak.

Lu han terlihat begitu kesal dengan ejekan Taeyeon. baginya, itu sebuah penghinaan.

“Aku tidak mengada-ada. Aku memang bangsa werewolf dan kau memang milikku” protesnya

“Berikan aku sebuah bukti yang nyata” tantang Taeyeon

Lu han terdiam. Tantangan Taeyeon itu sangat mudah baginya. Ia tinggal mengubag wujudnya menjadi seekor serigala. Tapi, yang ia takutkan Taeyeon akan semakin takut dengannya. Lagipula, ia akan ditimpakan sebuah masalah besar jika ia seenaknya mengubah wujud didepan ‘miliknya’ jika itu terjadi sebuah hukuman besar akan Lu Han hadapi.

Melihat Lu Han yang diam saja membuat Taeyeon mencibir pelan, “Kau pembohong dan pengkhayal, Han”

“Aku tidak bisa membuktikannya sekarang. Ini bukan waktunya. Tapi, kau memang harus percaya padaku. Kau milikku”

“Kenapa aku harus menjadi milikmu?”

“Kau harus mendengarkan aku. Aku tahu keluargamu. Kim Taejeong adalah ayahmu dan Chun Yi Ra adalah ibumu. Kau saat ini tinggal bersama seorang cenayang bernama Geun”

Taeyeon terdiam tak percaya, “Bagaimana kau bisa mengetahui hal itu?”

Lu han tak menyahut pertanyaan Taeyeon, ia kembali melanjtkan ceritanya, “Saat hari kau lahir, jantungmu begitu lemah. Dokter memprediksikan hidupmu hanya bertahan selama seminggu. Orang tuamu panik, mereka tidak tahu bagaimana menyelamatkan putri kecil mereka satu-satunya, hingga mereka bertemu dengan cenayang Geun itu, cenayang itu memanfaatkan kekuatan batu hitam bangsa werewolf untuk menyelamatkanmu. Dan, batu hitam milikku-lah yang ia ambil untuk menyelamatkan hidupmu”

Taeyeon terdiam. Tidak mungkin! Han pasti hanya mengarang cerita saja! Tidak mungkin seperti itu. Berulang kali Taeyeon mencoba untuk membantah. Namun, pikirannya kembali terkuak. Saat ia mendengar cerita orang tuanya mengenai kelahirannya, mengunjungi Madam Geun setiap tahun, dan dipaksa percaya dengan keberadaan bangsa werewolf. Ini sedikit meyakinkan Taeyeon bahwa pria aneh ini adalah werewolf. Apalagi ia sempat curiga dengan gerak-gerik Lu Han yang diluar batas manusia. Ini semakin memperkuat bahwa ini bukan bohongan. Memaksa Taeyeon untuk percaya.

“Tidak mungkin! Kau bohong! Manamungkin ada kisah seperti itu? Aku tidak bisa percaya ini! berikan aku alasan yang logis!” Taeyeon berteriak, ia benar-benar tak bisa memercayai ini semua.

“Ini kenyataan, kau harus menerimanya”

“Kau bohong! Kau aneh! Aku tidak memiliki batumu itu dijantungku, aku tidak bisa percaya begitu saja. Kau terlalu membuatku menerima begitu banyak kejutan aneh, pemikiran yang diluar akal sehatku, kau membuatku bi—“

Taeyeon menghentikan ucapannya. Lu Han terlebih dulu menariknya dan membungkam bibirnya dengan bibir miliknya. Taeyeon terbelalak. Ia melakukan kesalahan lagi.

Han melumat bibir Taeyeon secara bergantian. Tangan kanannya perlahan meraih tengkuk leher Taeyeon semenatara tangan kirinya mengelus-elus punggung Taeyeon. sementara Taeyeon secara perlahan mulai terhanyut dengan pergulatan bibir mereka. Apalagi bibir Lu han benar-benar hangat dan Taeyeon begitu ingin menjamahnya juga. Taeyeon sedikit menarik-narik bibir Lu Han membuat pria itu juga melakukan hal yang sama padanya.

Semakin lama ciuman mereka semakin menggila. Taeyeon bahkan menarik leher Lu Han agar pria itu semakin memperdalam ciumannya. Decakan dan desahan semakin terdengar. Lidah Lu Han bahkan dengan mudah disambut oleh milik Taeyeon. mereka terbuai. Suasana yang sepi membuat keduanya melakukan hal itu semakin hilang kendali, bahkan tangan Lu Han dengan nakalnya menggendong tubuh Taeyeon membuat ciuman mereka semakin panas. Dan perlu kalian ketahui, setiap detik mereka semakin melakukan hal yang lebih intim.

TBC

Hohohohoho part 2nya hadir dengan genre yang lumayan ENCEH, aku sangat senang dengan respon di part 1 melampaui 100 komenan!!! KYAAAAAAA keren banget! Mian karena komenan kalian gk dibalas, aku hemat kuota soalnya hehehehe… bagi kalian yang mau nanya PW nya *jika di protect* bisa lewat twitter @apostraphie, tapi sepertinya gk akan di PW jika komenannya seDAEBAK part 1 nya J

Gomawo gomawo chingudeul love untuk kalian semuanya. Semoga untuk part selanjutnya lebih kece badai ulala ya, aku usahain mereka semakin enceh *upss* salah semakin keren. Apalagi ini belum ada actionnya *Henny, eon mu ini belum tau masukin kemana adegan actionnya* tapi, jika kalian ngeh baca FF di part ini, bakalan ada adegan action di beberapa part nya lagi jadi tungguin ya… happy RCL

Kecup basah dari Sehun

Advertisements

133 comments on “Under Moonlight (Chapter 2)

  1. Wooooow….. Seru bngt jdi pnasaran nih lanjutan’a semanat y !!!…klo bisa jgn d pw yaa thor nnti aku g bisa liat lanjutan chpter’a doong 😦

  2. Sumpah ini bagus banget thorrrrrr >3<
    Aku juga suka sm author yg kalo ngepost ga terlalu lama hoho ;3
    Yaudahlah thor pokoknya next chapter selanjutnyaaaaaa~~
    Jangan lama lama ya ^_~

  3. keren banget thor..

    cepet dilanjut ya eon…

    keep writing

    capt selanjutnya jangan diprotect yaa

  4. Kyaa thor daebak! Seru ceritanya, tp kurang panjang nih xD //plak author harus bertanggung jawab, aku kan masih polos, kok banyak adegan itunya >< tp aku bakal terus baca kelanjutannya kok 😀 mwehehe oh ya maap ya thor klo aku gk komen di part sblumnya, soalnya susah di hp '-'v kalo gitu lanjutkan ya thor!

  5. authoooor aaaaaaahhhh sukaaaaaaa seriuuuusss alurnya bagus fantasy nya jg msh bisa dibayangin daebaaaaak aku suka semuanyaaaaa;;;;;;—–;;; fighting!!!!!!!

  6. kyaaa kenapa harus TBC pas lagi seru-serunya#plak
    next thor jangan lama-lama,chapter selanjutnya kalo bisa panjangin lagi ‘-‘
    keep writing thor
    fighting ^^)9

  7. Hah baru baca ternyata ini ff punyamu saeng^_^
    omo saeng kau to the daebak(?)
    buat ank(?) ya yg bnyak ya lutae couple -_-
    duh aku deg deg sndri bcanya yg bagian akhir-_-
    byun luhannnnnnnnnnnn omg-_-

    ya di protect. ah pdhl eon mls bcs ff klw di ptotect soal kdang susah di buka. wlaupun ada PW-_-
    tp ffnya rda2 mirip dgn crtnya author ryn^_^
    tp tetep bagus ko’

  8. Daebakk gue suka(y) lutae couple mereka biaskuhh;3 P.s baru komen 😀 lanjutt thorr jangan lama2 trus aga panjangin ceritanya hehe

  9. Daebak thor ff nya aku baru nemu ni ff jadi maaf baru komen
    Genre nya aku suka fantasy ^^
    Ditnggu chap slanjutnya yaa !

  10. Keren ff nya thor mian baru nemu ff ini, ahh pokoknya keren banget thor, luhan agresif banget hehe, thor kapan lanjutannya?! :((

  11. omaigat itu adegan terakhirnyaaaa /.\ *sokpolos kyaaaaa taeyeon kayaknya mulai kepincut abang luhan nih 😀 ada kris sm jongdae jg nyempil di situ. jongdae gk sepolos wajahnya :v cepetan lanjut thor, sumpah ini keren binggow apalagi genrenya fantasy + pairingnya luhan-taeyeon. komennya jg udh 100+, buruan ye thor lanjutinnya 😀

  12. Chingu jangan di PW dong,klo di PW aku gak bisa baca ff ini berarti dh gitu aku gk punya twitter, pliss chingu jangan di PW ya,ngomong2 luhan sama taeyeon ciumannya panas banget
    Like ff ini

  13. YA AMPUN!!!!!!!! ADA KRIS GEGE ~ ECIEE KRIS GEGE IS TAEYEON’S FIRST KISS. Luge jealous tuh ㅋㅋㅋㅋㅋㅋ dasar ahhh Luge mag OVERPROTECTIV bgt sama Taeng eonni. Gilaaaaaaaaa~ ciumannya panas bgt sampe Taeng eonni terhanyut. makin pengen lebih intim lg. *eh?? ㅋㅋㅋㅋ

  14. Woh keren. Bagus seru! Wah jadi makin greget bacanya. Aku suka Luhan disini keren sih. Lanjut thor 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s