12 Power Legend – Chapter 4

12 Power Legend – Chapter 4

12 Power Legend - EXOTaeng

 

Title : 12 Power Legend – Chapter 4

Author : Oh Eun Hye (Sparkpiglest3)

Rated : T (PG-15)

Genre : fantasy, adventure, mystery, action (little bit romance)

Length : Multi-Chapter

Main cats : SNSD Taeyeon, EXO member

Support cats : you will find other cats in the story

Disclaimer : all the main cats in this story don’t belong to the author. The author is only entitled to the story belongs to the author who in import directly from my brain.

Author note’s : typo (s) scatted. For those who don’t like the cats here in, please don’t vilify or bash the cats! Author never allow to anyone plagiarism for this Fanfiction. And remember to give a comment. Don’t be a silent readers.

 

 

“Flame…” gumam Taeyeon saat melihat sebuah lambang di tangan namja itu. Sang namja mengernyit heran.

“Kau bilang apa, nona?” Tanya namja tinggi itu.

 

Taeyeon tak menjawab pertanyaan itu. Dirinya malah sibuk mengamati lambang yang berkilat biru itu. Berusaha mengingat barisan tulisan yang ada di dalam buku History itu.

 

‘Lambang ini adalah api. Dengan symbol sebuah burung phoenix. Dengan ini pengguna dapat mengendalikan api atau flame atau fire dengan pikiran sesuai dengan symbol phoenix tersebut. Di namakan juga dengan Pyrokinesis.’

 

“Kau flame?” Tanya Taeyeon. Namja itu lantas terkejut mendengarnya.

“Bag―”

“Kau kenal seseorang bernama Kris atau Wu Yifan, Lay atau Zhang Yixing, Byun Baekhyun ataupun Xi Luhan? Mereka adalah Dragon, Healing, Light, dan Mind Power.” Tanya Taeyeon pada sang namja sebelum sempat ia menyelesaikan perkataannya. Sang namja semakin terkejut.

“Chankkaman, kenapa kau tahu semua itu? Siapa kau sebenarnya? Dan di mana ke-4 saudara ku itu?” Tanya namja itu beruntun.

“Sebelumnya, perkenalkan nama ku Kim Taeyeon, tuan. Begini saja, karena aku hampir terlambat untuk bekerja, kau bisa menemui ku saat jam 10 malam di taman dan aku akan menjelaskan semuanya, deal?” ucap Taeyeon. Sang namjapun hanya bisa mengangguk karena ia terlalu terkejut dan bingung.

“Namaku Park Chanyeol, ngomong-ngomong.” Ucap sang namja itu dengan canggung. Taeyeon tersenyum.

“Ne, tuan Park. Sampai jumpa jam 10 nanti.” Taeyeon melambaikan tangannya dan segera mengayuh sepedanya kembali. Meninggalkan Chanyeol yang masih terpaku di tempat.

 

Taeyeon akhirnya sampai di café tersebut. Tepat 5 menit sebelum shift malamnya berjalan. Taeyeon menghela nafas lega. Setidaknya ia tak akan menerima pemotongan gaji bulan ini lantaran terlambat. Dengan langkah santai, ia segera berganti pakaiannya. Dengan jahilnya, ia sempat menampar pantat Jessica yang sedang sibuk membersihkan meja-meja. Jessica yang terkejut lantas melemparkan sumpah serapah pada Taeyeon dalam hati karena café memang sedang banyak pengunjung.

 

Sementara itu, jauh di tempat yang amat asing. Dan sepertinya tak ada tempat seperti ini di bumi. Semuanya di liputi oleh kegelapan. Begitu aneh. Beberapa orang-orang dengan rupa mengerikan tengah berkumpul di sebuah ruangan besar. 4 orang dengan rupa yang tampan duduk di masing-masing kursi kehormatan yang berada di samping seorang lagi dengan rupa yang sangat tampan tengah duduk di atas singgasana megahnya. Tampak sekali kalau orang itu adalah raja atau setidaknya penguasa mereka.

Suasana begitu mencengkam. Tak ada satupun yang bersuara. Bahkan sepertinya bernafas pun berat. Sampai akhirnya suara dehaman dari sang penguasa memecah keheningan yang ada.

 

“Seperti yang kalian ketahui, ‘Gadis terpilih’ itu adalah seorang wanita lemah yang berasal dari bangsa manusia. Dan kalian sudah tahu, wanita sialan itu bahkan sudah berhasil mengumpulkan 4 orang dari 12 power legend itu. Bahkan mungkin ia akan berhasil menyatukan orang ke-5 dari mereka.” Ucap sang raja dengan wibawanya.

“Lantas, apa kita harus menghentikan atau menghalangi usaha wanita itu, Yang Mulia Lee Jinki?” seseorang dari salah satu pembesar kerajaan itu bertanya dengan nada sopan dan hormat. Sang raja yang di panggil Lee Jinki itu menoleh.

“Tentu saja, Penasehat Lee Taemin. Kalau tidak, ia akan berhasil mengumpulkan mereka semua. Dan kerajaan Dark akan mengalami kehancuran lantaran New Tree of Life akan hidup dengan bersatunya 12 power legend.” Suara Jinki begitu menggelegar.

 

Dan keheningan kembali datang. Seluruh orang yang ada mendadak takut lantaran suara yang terdengar murka. Bahkan Taemin kini terdiam seribu bahasa mendengar sahutan Jinki yang seperti itu.

 

“Sekarang, perintahkan seluruh guardian untuk turun ke bumi. Halangi usaha gadis lemah itu agar tak bertemu dengan power legend ke-5.” Perintah Jinki. Dan segera, 70 orang guardian terpilih segera turun ke bumi dengan tugas mutlak.

 

 

Seperti biasa, Taeyeon dan Jessica akan selalu berada paling akhir dalam cafe tersebut. Oh bukan, sebenarnya hanya Taeyeon yang masih belum ingin pulang. Tapi, Jessica dengan segela kesetiankawannya dan juga dengan keidiotannya ―menurut Taeyeon― akhirnya ikut menemani Taeyeon.

Jessica sedang menatap ngantuk Taeyeon yang sedang membersihkan meja-meja. Secangkir coklat hangat berada di depannya mengepulkan asap. Jessica yang merasa bosan mengetuk-ngetuk jarinya ke atas meja.

 

“Taeng, are you done?” tanya Jessica yang sudah sampai di puncak kebosanan.

“Cih, siapa suruh kau menunggu ku.” Ketus Taeyeon. Jessica menjitak kepala Taeyeon dengan keras.

“Hey! Itu menunjukkan kalau aku itu setia kawan, sialan!” bentak Jessica. Taeyeon mengaduh. “Well, I just go home then!”

“Silahkan. Aku tak pernah meminta mu untuk menemani ku, idiot!” balas Taeyeon. “Oh, enjoy the ride home with Sadako, dear.” Lanjut Taeyeon sambil menyeringai.

Jessica lantas ciut. “Don’t scare me! K-kau tak membuat keadaan lebih baik!” dan tawa Taeyeon mengema di cafe tersebut.

 

KRING!

 

Suara lonceng cafe yang menggema menghentikan tawa Taeyeon. Baik Taeyeon maupun Jessica menolehkan kepala mereka ke arah pintu. Terlihat seorang namja tampan dan imut berdiri di sana. Jessica dan Taeyeon segera membenahi penampilan.

Jessica segera memasang wajah semanis mungkin dengan di barengi oleh wajah ingin muntah dari Taeyeon bergegas mendatangi meja di mana namja itu berada.

 

“Selamat malam, tuan. Ada yang bisa kami bantu? Atau anda ingin memesan sesuatu?” tanya Jessica dengan nada ramah.

“Bawakan segelas Americano hangat. Dan oh, bisakah kau panggil teman mu yang bernama Taeyeon itu? Ada beberapa hal yang harus aku bincangkan dengannya.” Ucapan datar itu keluar dari mulut sang namja. Jessica mengangguk faham.

“Baik, tuan. Silahkan menunggu.”

 

Selang beberapa saat, Taeyeon akhrinya menemui orang asing tersebut. Sebenarnya ia sangat ragu untuk menghampiri orang ini. Karena kalau orang ini adalah salah satu 12 power legend, Taeyeon akan merasakan sensasi panas terbakar di lehernya. Tapi, ini tidak. Jadi, Taeyeon yakin, ia bukan dari 12 power legend. Yang membuatnya heran adalah, kenapa orang itu bisa tahu dengan Taeyeon? Bagaimana orang asing itu tahu kalau Taeyeon ada di sini?

Taeyeon melangkah dengan ragu. Sedangkan namja itu masih tetap diam di tempatnya sambil memandang lurus ke depan. Taeyeon merasa degup jantungnya berdetak terlalu cepat. Sampai-sampai ia merasakan sakit di dadanya. Namja ini mempunyai aura aneh membuat Taeyeon merasa ia harus menghindari namja ini.

Namja itu dengan cepat menatap Taeyeon yang kini berada di depannya. Taeyeon merasa semakin aneh akan tatapan namja itu. Seperti menyimpan sebuah amarah dan dendam yang dalam. Genggamannya pada nampan tempat segelas Americano semakin ia pererat. Seakan hidupnya tergantung pada nampan itu.

 

“Kim Taeyeon? Kau Kim Taeyeon, bukan?” suara datar milik namja itu membuat Taeyeon merasa jantungnya melompat saking kagetnya.

“N-ne. Wae? Apa anda mencari saya, tuan?” tanya Taeyeon dengan gugup.

Sebuah anggukan sebelum akhirnya namja itu membuka mulutnya. “Apa benar kau adalah ‘Gadis terpilih’ itu? Jika benar, maka bersiap-siaplah. Kerajaan Dark mungkin akan segera memulai serangannya sebelum kau berhasil mengumpulkan ke12 power legend itu. Camkan Kim Taeyeon, hidup mu bukan saja untuk mu dan yang kau lindungi. Tapi ada 12 orang lagi yang harus kau jaga.” Ucapan itu membuat Taeyeon terbelalak kaget. Namun, ekspresi namja asing itu begitu tenang dan datar.

“K-kau siapa? Ke-kenapa kau mengatakan hal s-seperti itu?” tanya Taeyeon.

“Karena aku adalah Lee Taemin. Utusan dari kerajaan Dark yang bertugas untuk memperingati mu, Kim Taeyeon. Bersiaplah, karena mungkin saja tak lama lagi perang akan pecah. Dan ku dengar kau akan bertemu dengan orang ke-5 dari 12 power legend itu, kan? Dan sepertinya kau harus berusaha semaksimal mungkin untuk bertemu dengannya. Karena anak buah ku bisa saja menghalanginya.”

 

Taeyeon terbelalak kembali mendengarnya. Dan dengan tiba-tiba seseorang bernama Taemin itu menghilang dengan cepat dari hadapan Taeyeon. Taeyeon yang terlalu shock akhirnya menjatuhkan nampan itu.

 

PRANG!

 

Jessica terkejut mendengar itu. Dengan cepat ia menghampiri Taeyeon yang terlihat kacau. Matanya yang menatap kosong dan tubuhnya yang bergetar. Tak perlu penjelasan apapun, Jessica sudah menduga kalau orang asing tadi yang menyebabkan Taeyeon seperti ini. Jessica dengan hati-hati membimbing Taeyeon untuk duduk. Dan setelah itu memberikan segelas air putih agar Taeyeon tenang kembali.

Setelah itu, entah kenapa Taeyeon malah mengeluarkan air mata. Jessica tersentak melihatnya. Taeyeon menubruk tubuh Jessica yang berada tepat di depannya dan menangis di sana. Jessica yang masih tidak faham, membiarkan Taeyeon menangis dalam pelukkannya. Jessica mengelus-elus punggung Taeyeon untuk menenangkannya. Setelah beberapa menit, Taeyeon akhirnya mulai tenang dan melepaskan pelukkannya.

 

“Why Taeng? What happened? Tell me.” Ucap Jessica saat Taeyeon sedang menghapus air matanya.

“Kerajaan Dark. Mereka… mereka.. akan memulai perang. Bagaimana ini, Sica, aku

bahkan belum bisa mengumpulkan ke 12 power legend itu. Dan mereka sudah memulai perang dengan seenaknya. Bagaimana caranya aku bisa mengalahkan kerajaan Dark?” ucapan yang keluar dari bibir Taeyeon terdengar frustasi.

“Is there anything else I can help you, Taeng. Aku akan siap membantu apapun.” Tawar Jessica. Taeyeon menggeleng dengan cepat.

“Ani. Kau tidak boleh membantu ku. Ini berbahaya, Sica. Aku tak ingin kau kenapa-kenapa. Walaupun kau menyebalkan dan idiot, kau tetaplah sahabat baik ku.” Larang Taeyeon.

“Why? Aku sahabat mu. A friend should be able to help his friend who was trouble, right?”

“Untuk kali ini, aku benar-benar melarang mu untuk ikut campur, Sica. Ini demi kebaikkan mu juga.”

“Non sense! Don’t say as though I was a stranger, Taeng! What is wrong I help you?! What is wrong if I interfere?! Kau ini terlalu mementingkan kebaikkan ku tanpa berpikir bahwa kau juga dalam bahaya!” teriak Jessica marah.

 

Taeyeon terdiam mendengar perkataan Jessica. Ya, dia memang merasa dia egois. Tapi, ia benar-benar tak ingin Jessica celaka. Dan dengan menyeret Jessica masuk dalam misi ini sama saja dengan membuat nyawa Jessica terancam. Dan Taeyeon tak akan bisa memaafkan dirinya sendiri jika terjadi apa-apa dengan sahabatnya itu.

Taeyeon menundukkan kepalanya. Tak berani menatap wajah Jessica yang marah. Tak berani mengeluarkan sepatah katapun. Karena Jessica akan sangat mengerikan ketika sedang marah.

Saat melihat jam dinding cafe, Taeyeon tersentak kaget. Ia teringat akan janjinya dengan sang Flame di taman kota. Taeyeon segera mungkin bergegas menuju taman kota. ia harus segera menyatukan Flame dengan ke-4 saudaranya yang lain. Atau ia tak akan bisa menyelesaikan misi ini.

 

“Mian, Sica. Tapi, aku ada urusan. Kita akan bicarakan ini lagi.” Pamit Taeyeon dan segera beranjak pergi.

“Taeyeon! Wait! Where are you going?! Aku ikut!”

“Ani, Sica. Aku janji akan pulang dengan membawa kepala ku!”

 

Setelah berkata begitu, Taeyeon segera menghilang di tikungan yang gelap dengan sepedanya. Jessica yang melihatnya hanya menghela nafas. Setelah itu ia segera mematikan lampu cafe dan segera menutupnya. Mengambil sepeda dan segera pulang ke apartemannya. Sekaligus mendo’akan agar Taeyeon baik-baik saja.

 

 

Sedangkan saat itu, Luhan yang berada di rumah Kris merasakan sesuatu yang tak beres. Entah kenapa pikirannya malah kacau. Luhan merasa ada sesuatu yang buruk terjadi. Maka dengan segera ia memanggil ke-3 saudaranya yang lain menggunakan telepati.

 

Kepada Dragon, Healing, dan Light, tolong segera temui Telekinetis sekarang. Aku mendapat firasat buruk.

 

Tak sampai 5 menit, Lay, Kris, dan Baekhyun sudah berkumpul di rumah Kris. Mereka menatap Luhan yang kini memandang mereka satu persatu.

 

“Apa yang kau rasakan, Lu?” tanya Kris.

“Entahlah, Kris. Aku merasa akan ada sesuatu yang akan terjadi dengan kita ber-4 dan juga…. Taeyeon.” Sahut Luhan. Membuat ke-3 saudaranya itu terbelalak kaget.

“Taeyeon?” tanya Baekhyun.

“Ne, Taeyeon.”

“Sebaiknya kita segera menemui Taeyeon sekarang juga. Ia juga harus tahu akan hal ini.” Usul Lay. Dan di angguki oleh ke-3 saudara itu.

 

 

Sementara itu, Taeyeon segera mendatangi taman kota itu dengan mengayuh sepedanya dengan kecepatan penuh. Ia sangat berharap dapat menyatukan anggota ke-5 itu tanpa ada halangan apapun. Baik dari kerajaan Dark ataupun yang lain.

Sampai di sana, Taeyeon tak menemukan keberadaan flame. Karena jika flame berada di sekitar sana, maka seperti biasa, Taeyeon akan merasakan sensasi menyebalkan pada lehernya.

Taeyeon mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Berharap Chanyeol akan menampakkan tubuh tinggi menjulang miliknya. Tapi, taman itu kosong. Selain karena ini sudah larut malam. Otomatis tak ada seorang pun berada di sana.

 

NYUT!

 

TRANG!

 

Bersamaan dengan datangnya sensasi menyebalkan di lehernya, Taeyeon mendengar suara pedang yang beradu. Taeyeon segera mencari sumber suara. Ia yakin kalau flame berada di sekitar sini.

 

TRANG!

DAK!

BRUKH!

 

Berbagai macam suara masuk ke gendang telinga Taeyeon. Taeyeon mengintip di balik semak-semak. Di lihatnya Flame dengan seseorang yang tak ia kenal sedang bertarung dengan beberapa orang berjubah hitam. Taeyeon tak dapat melihat orang-orang itu dengan jelas. Selain karena ini malam hari, orang-orang itu memakai topeng pada wajah mereka. Tapi, Taeyeon yakin kalau yang ada di sana dan bertarung adalah utusan kerajaan Dark. Ya, matching sih sama jubah.

Taeyeon terus mengintip di balik semak-semak belukar yang cukup besar. Matanya terus menatap Chanyeol dan temannya yang kini sedang mengeluarkan kekuatan masing-masing. Taeyeon merasa kenal dengan kekuatan yang di gunakan temannya itu.

 

‘Lambang ini adalah Frost yang menunjukkan pengguna dapat mengendalikan es dan mampu membuat sekitarnya menjadi beku. Bisa di sebut dengan Snowflakes atau Cryokinesis’

 

Taeyeon yakin, kalau teman Flame adalah Frost. Terbukti dari gumpalan-gumpalan es yang terus keluar dari tangannya. Chanyeol terus membakar utusan kerajaan Dark itu dengan apinya dan sang frost membekukan mereka semua.

1 jam terus berlalu. Tak ada tanda-tanda mereka akan mengakhiri pertarungan di tengah malam begini. Taeyeon sedikit heran karena mereka tak merasa lelah. Sebelum akhirnya ia menepuk jidatnya sendiri saat menyadari mereka bukan makhluk biasa.

 

 

Ke-4 power legend itu sudah mendatangi cafe dan apartemen milik Taeyeon. Tapi, mereka tak menemukan di mana keberadaan yeoja bertubuh mungil itu. Kekhawatiran tampak begitu jelas di raut wajah Luhan. Mengingat ia adalah mind power yang berarti memilik firasat lebih kuat dari pada power legend yang lain.

Mereka terus berlari dan mencari keberadaan Taeyeon di mana pun. Mendatangi setiap sudut di kota seol. Sampai akhrinya mereka mendengar seperti suara pedang yang beradu dan―

 

BWOSH!

 

―Suara seperti hembusan api. Ke-4 power legend itu celingak-celinguk mencari sumber suara. Saat itulah mereka melihat sosok Taeyeon yang sedang sibuk bersembunyi seraya memandang sesuatu. Membuat ke-4 namja tampan itu heran.

 

Telekinetis kepada ‘Gadis yang terpilih’, apa yang sedang kau lihat?

 

Luhan mengirim sebuah telepati pada Taeyeon yang terlihat terkejut karena mendengar seseorang bicara di otaknya. Ia kenal suara ini sebagai suara Luhan. Taeyeon segera mencari-cari keberadaan Luhan. Dan akhirnya ia menemukan Luhan dan ke-3 saudaranya yang kini berdiri tidak jauh darinya. Taeyeon dengan mengendap-endap dan segera menghampiri ke-4 namja itu.

 

“Ada apa?” tanya Kris pada Taeyeon.

“Terjadi pertarungan. Ku kira itu adalah utusan kerajaan Dark.” Jawab Taeyeon. Dan ke-4 namja itu terbelalak kaget.

“Kerajaan Dark?” ucap Baekhyun tak percaya.

“Ne. Bahkan seorang bernama Lee Taemin baru saja bertemu dengan ku. Ia mengatakan kerajaan Dark bisa saja menyerang sebelum 12 power legend bersatu.” Jelas Taeyeon.

“Lalu apa yang terjadi di sana?” tanya Luhan pula.

“Aku sudah bilang kan, di sana terjadi pertempuran. Oh, ku rasa ada saudara kalian yang lain di sana. Karena aku merasakan sensasi terbak―”

“Siapa?” ucap Lay memotong perkataan Taeyeon.

Taeyeon cemberut karena ia belum selesai bicara sebelum akhirnya ia membuka mulut. “Ku rasa mereka Flame dan Frost. Aku melihat mereka menggunakan kekuatan mereka.”

“Flame dan Frost? Apa itu Chanyeol dan Minseok hyung?” tanya Baekhyun ragu.

“Ya, yang Flame memang Chanyeol. Tapi, untuk Frost aku tidak tahu.” Jawab Taeyeon.

“Kajja, kita bantu mereka. Bukannya kau bilang mereka sedang bertarung?” ajak Lay.

“Ne, aku hanya bisa mendo’akan kalian. Karena aku bahkan tidak punya kekuatan apapun.”

 

Ke-4 namja itu segera berlari menuju medan pertempuran itu. Dan menemukan sosok Chanyeol dan Minseok yang terlihat kelelahan. Dengan segera mereka membantu 2 saudara mereka tersebut. Chanyeol dan Minseok terlihat terkejut akan adanya bantuan dari sesama 12 powet legend itu.

Kris, Luhan, dan Baekhyun mengubah mata mereka sesuai dengan kekuatan mereka. Kris berwarna merah menyala, Luhan berwarna hijau, dan Baekhyun berwarna biru cerah. Sedangkan Lay memapah Chanyeol dan Minseok yang sepertinya terluka dan mengobati mereka berdua. Dan segera matanya berubah menjad warna kuning.

Mata Chanyeol dan Minseok segera berubah menjadi seperi mata manusia biasa. Yang awalnya warna jingga seperti api pada Chanyeol dan biru dengan bentuk Krystal es pada Minseok. Perlahan mereka mulai merasa lebih baik berkat kekuatan Lay.

 

“Lay, bagaimana bisa kalian menemukan kami di sini?” tanya Minseok.

“Tak usah pikirkan itu dulu, hyung. Sangat panjang ceritanya. Sebaiknya pulihkan dulu kekuatan kalian. Kami akan melawan mereka.” ucap Lay.

“Lay hyung, mereka dari kerajaan Dark. Mereka menyerang kami secara tiba-tiba saat kami ingin menemui seorang yeoja yang tak sengaja aku temui.” Cerita Chanyeol.

“Ne. Nanti saja berceritanya. Sekarang, kalian segera ke semak-semak itu. Ada seseorang yang harus kalian temui. Kami akan menghampiri kalian ketika urusan kami selesai.”

 

Setelah berkata begitu, Lay segera ikut menyerang para utusan kerajaan Dark yang kini sedang sibuk bertarung dengan ke-3 saudaranya. Chanyeol dan Minseok berdiam sebentar sambil memandang ke-4 saudara mereka yang menggempur habis-habisan utusan kerajaan Dark yang sangat banyak itu.

Terlihat Kris yang sibuk terbang ke sana ke mari sambil menyemburkan api miliknya. Luhan yang terus mengontrol berbagai barang-barang di sekitarnya dengan kekuatan telekinetis miliknya dan melemparnya pada utusan kerjaan Dark itu. Bahkan Luhan juga melempar bak sampah yang berisi penuh pada mereka. Baekhyun yang terus menembakkan cahaya-cahaya yang keluar dari tangannya dan Lay yang terus memukul mereka semua.

 

“Hey, Flame dan Frost. Kemari, cepat!”

 

Sebuah suara membuat Chanyeol dan Minseok menoleh. Mendapati Taeyeon yang melambai-lambaikan tangannya di balik semak belukar. Minseok mengernyit heran dan Chanyeol tersenyum.

 

“Kajja, hyung. Itulah yeoja yang akan aku temui.” Ucap Chanyeol.

“Kau yakin ia bukan salah satu utusan dari kerajaan sialan itu, kan, Yeol?” tanya Minseok.

“Ani. Dia bukan bagian dari mereka.”

 

Minseok dan Chanyeol segera menuju ke semak-semak itu untuk menghampiri Taeyeon. Taeyeon mengajak mereka bersembunyi di sana sambil memperhatikan ke-4 namja yang kini masih sibuk bertarung.

 

“Kau, yeoja yang akan ku temui itu, kan?” tanya Chanyeol pada Taeyeon.

“Ne, ohya, apa dia Frost?” tanya Taeyeon pada Minseok. Minseok tentu saja terkejut.

“Eoh? Kenapa kau bisa tahu?” tanya Minseok.

“Ya, kenapa kau bisa tahu dia adalah Frost dan aku adalah Flame?” tanya Chanyeol.

Taeyeon menggaruk belakang kepalanya dan tersenyum. “Ah, itu. Err, apa kalian pernah mendengar dengan ‘Gadis terpilih’ itu? Ku rasa aku adalah orangnya. Karena aku mempunyai lambang Tree of Life di leher ku. Coba lihat.”

 

Minseok dan Chanyeol memperhatikan sebuah lambang yang menyala merah di leher Taeyeon. Memang itu adalah lambang Tree of Life. Minseok dan Chanyeol saling memandang dengan tatapan tidak percaya.

 

“Kau, ‘Gadis terpilih’?” tanya Minseok kurang yakin.

Taeyeon mengangguk membenarkan. “Saudara kalian yang lain pun seperti kalian juga. Sama-sama tidak percaya pada awalnya.” Sahut Taeyeon.

 

BRUKH!

 

Suara seperti sesuatu yang jatuh membuat mereka serentak menolehkan kepala mereka. Terlihat Baekhyun tergeletak di tanah dengan keadaan lemah. Seseorang dari kerajaan Dark itu tersenyum sinis padanya dan bersiap menusuk Baekhyun dengan pedang miliknya. Membuat Chanyeol, Minseok, dan Taeyeon seketika membelalakkan matanya.

“Ucapkan selamat tinggal pada nyawa mu, Light!” ucap utusan kerajaan Dark dan mengangkat pedangnya dengan tinggi.

 

Baekhyun hanya bisa pasrah. Ia memejamkan matanya sebelum sesaat ia tak juga merasakan sesuatu. Jadi, Baekhyun segera membuka matanya dan seketika terbelalak kaget saat mendapati seseorang yang berani bertaruh untuknya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TBC

 

 

 

Author note’s : Ehehe, semakin ke sini penambahan cats semakin banyak, ya? Tapi, ya sudahlah. Aku suka FF dengan banyak cats. Dengan begitu banyak yang bingung (?).

Ohya, aku mau meluruskan sesuatu. Bukan, bukan rambut kok. Apa ada yang tanya kenapa saat terpisah Luhan tak menggunakan kekuatan telekinesis-nya untuk mengetahui keberadaan saudaranya yang lain? Aku ingin bilang, kalau kekuatan mereka benar-benar tak pernah berfungsi dengan baik jika Taeyeon belum menemukan mereka semua. Mengerti, kan? Semoga iya.

Dan Oh, siapa itu yang menyelamatkan Baekhyun, ya? Aku aja belum ada bayangan (?). Bisa kalian tebak siapa itu? Ohoho, makanya, jangan bosen nunggu chapter-chapter ini, ya. Aku pastikan, di setiap chapter Taeyeon akan bertemu dengan 12 power legend itu. Tergantung, ia nemunya berapa orang.

Apa FF ini membosankan? Ku harap tidak dan masih ada yang sudi membacanya. Dan masih ada yang sudi menulis comment di kotak comment ku yang masih begitu luas.

Aku akan mem-post chapter 5-nya setelah lebaran.

 

Krik…

 

Krik…

 

Krik…

 

Nggak ding. Bercanda. #dilemparnuklir

 

Chapter 5 akan aku post ketika aku ingin. Ahahaha! #ditampar 😀

 

Advertisements

94 comments on “12 Power Legend – Chapter 4

  1. Wahh seru ngebayangin mereka berantem pake power2nya itu..
    aduh itu yg nolongin baek nampaknya taeng dh,, siapaa lg cobaa.. hhe
    oiyaa thorr, bakall ada pairing2 ga?
    aaa penasarann..
    Keep fighting thor!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s