Memories in The Autumn

bebeb-request

Poster by : leesinhyo @exoshidaeffandgraphic

Author : Babo_girl12
Main Cast : Kim Taeyeon[GG] and Byun Baekhyun [EXO]
Genre : Sad | Hurt | Romance | Friendship[Little bit]
Rating : T
Length : Ficlet
Disclaimer : Cuma minjem cast^^
Note : Huwaaaaaaaaaaaaaaa!!! Aku minta maaf banget, bulan kemaren aku ga publish FF . Sekarang aku bawa FF ficlet yang genre nya sedih._. tapi gatau deh ceritanya sedih apa gak 😀 hehe.. satu lagi, kalo ada kata-kata ‘musim semi’ itu maksudnya ‘musim gugur’ yaa^^ hehe..
Selamat membaca,semoga kalian yang baca sukaa yaa…
WARNING!
BANYAK TYPO-TYPO
DON’T PLAGIAT
DON’T BASH

[Taeyeon POV]
Aku berjalan di jalanan yang penuh dengan daun-daun berwarna orange. Musim gugur. Musim dimana dia datang kepada ku dan meninggalkan ku begitu saja. Memori tentangnya tidak bisa terhapuskan begitu saja. Walaupun kepergiannya sudah lama berlalu. Banyak kenangan indah yang aku dan dia lakukan. Dan kenangan itu terjadi 17 tahun yang lalu.
[Taeyeon POV End]

[Normal POV]
[Flashback on]
1997
Seorang yeoja dengan tergesa-gesa berjalan, dijalanan ini. ia sekali-kali menatap arlojinya. Yap, 10 menit lagi gerbang sekolahnya akan ditutup. Ia hampir terjatuh karena tali sepatunya.
“Aish! merepotkan!”. Gerutunya sembari mengikat tali sepatunya. Selesainya, ia langsung berjalan dengan cepat lagi. Dimusim gugur ini, sekolahnya mempercepat penutupan gerbang tanpa sebab yang tidak masuk akal.
KRING! KRING!
Ia menoleh kearah belakangnya ketika mendengar bel sepeda. Ia melihat seorang namja tampan yang memakai seragam serupa dengannya tengah mengendarai sepeda berwarna coklat. Taeyeon mengerutkan dahinya, Ia sama sekali belum pernah melihat wajah namja itu. Namja itu memberhentikan sepedanya, disamping Taeyeon.
“Cepat naik! Sudah 8 menit lagi!”. Perintah namja itu yang langsung disetujui Taeyeon. Sebenarnya Taeyeon belum mengenal namja ini, tetapi demi tidak telat ke sekolahnya akhirnya ia langsung menyetujui perintah namja itu.
Namja itu mengayuhkan sepedanya dengan sangat cepat, hingga Taeyeon harus berpegangan erat dipundak namja itu. Sedikit-sedikit Taeyeon melihat kearah kepala namja itu.
‘Siapa dia? Apakah murid baru?’. Batin Taeyeon sembari terus menatap namja itu.
SKIP
Mereka sampai tepat waktu. Ketika mereka datang, gerbang baru saja ingin ditutup. Namja itu memberhentikan sepedanya, sementara Taeyeon turun dari boncengan sepeda itu.
“A-ah Kamsahamida, maaf aku harus ke kelas duluan..”. Pamit Taeyeon yang langsung berlari kearah bangunan tua itu. sementara namja itu hanya terkekeh.
Taeyeon berlari ke arah kelas nya, dan ia memasuki kelasnya itu. Ia sangat bersyukur belum ada Mr.Lee. Yap, guru killer yang sangat ia benci. Taeyeon berjalan kearah tempat duduknya yang berada disamping jendela.
“Taeyeon, kau beruntung sekali!! Mr.Lee sebenarnya sudah memasuki kelas tadi, hanya saja ia ada urusan jadi ia meninggalkan kelas untuk sementara”. Ujar sahabatnya, yang bernama Hyomin itu.
“Hahaha.. yap, hari ini aku beruntung.. karena ada seorang namja yang memboncengi ku..”. Sahut Taeyeon sembari mengeluarkan buku pelajarannya.
“Omo, siapa? Siapa yang menolongi mu?”. Tanya Hyomin antusias. Taeyeon hanya mengedikan bahunya.
“Yang pasti aku tidak mengenalnya, dan sepertinya ia murid baru disekolah ini.. entah dia sunbae atau hoobae atau teman sekelas kita..”. Jawab Taeyeon sembari melihat keluar jendela.
Krek/?
Pintu kelas itu terbuka, dan masuk lah Mr.Lee. Murid-murid disana menjadi sunyi, dan pandangan mereka kearah Mr.Lee.
“Annyeonghaseyo..”. Sapa namja setengah baya itu sembari membenarkan kaca matanya.
“Hm, sepertinya kalian datang semua.. bagus”. Pukau guru itu sembari sedikit menghela nafasnya.
“Walaupun aku tau, Kim Taeyeon sebenarnya telat memasuki kelas ini.. kali ini aku ampuni”. Tambah Mr.Lee yang membuat Taeyeon menunduk malu.
“Kali ini kita kedatangan murid baru, ia berasal dari Jepang..”. Ujar Mr.Lee yang membuat murid-murid dikelas itu berbisik-bisik, sementara Taeyeon hanya menatap keluar jendela.
“Tuan Byun silahkan anda masuk..”. Mr.Lee mempersilahkan murid baru itu untuk memasuki kelasnya. Ketika namja itu memasuki kelas barunya, sebagian besar murid yeoja sangat terpukau dengan wajah namja itu.
“Sekarang, saya persilahkan anda untuk mengenali diri terlebih dahulu..”. Perintah Mr.Lee yang diangguki namja tampan itu.
“Annyeonghaseyo, nama ku Byun Baekhyun, kalian bisa memanggil ku ‘Baekhyun’ saja.. Aku harap kalian dapat menerima ku dengan baik..”. Ujar Baekhyun sembari tersenyum. Taeyeon yang tadinya tidak peduli, tanpa sengaja melihat kearah namja itu. Ia membulatkan matanya. Hyomin yang merasa aneh dengan sahabatnya, hanya bertanya “Kau kenapa?”.
“Dia yang menolong ku tadi..”. Jawab Taeyeon sembari mengalihkan pandangannya dari namja itu, ketika pandangan mereka berdua bertemu, sementara Hyomin hanya tersenyum jahil saja.
“Sekarang, kau boleh duduk dikursi yang tersisa..”. Perintah Mr.Lee yang diiyakan oleh Baekhyun dengan sopan. Kursi yang tersisa adalah diurutan terakhir, dan ia sebangku dengan namja bernama Chanyeol.
“Okay mari kita memulai pelajaran..”. Ujar Mr.Lee yang langsung menulis dipapan tulis dengan menggunakan kapur. Taeyeon dengan perlahan menoleh ke arah Baekhyun. Ia dapat melihat namja itu sepertinya sudah sangat akrab dengan Chanyeol. Baekhyun yang merasa dirinya diperhatikan oleh seseorang, langsung menatap balik seseorang itu. Taeyeon.
Yeoja itu kini langsung melihat kearah papan tulis, dan pura-pura menyatat dibuku tulisnya. Baekhyun hanya terkekeh dan menggelengkan pelan kepalanya.

Berakhirnya jam pelajaran pertama, dan sekarang adalah waktu nya jam istirahat. Para murid langsung keluar dari kelas mereka masing-masing, termasuk Taeyeon dan Hyomin. Mereka berdua memutuskan untuk ke kantin. Sampainya dikantin, mereka langsung duduk di urutan kedua.
“Kau tunggu sini, ne? aku ingin memesankan makanan dulu”. Ujar Hyomin yang diangguki oleh Taeyeon. Hyomin sudah hafal sekali makanan dan minuman yang akan dipesan Taeyeon, makanya ia tidak perlu menanyakan pesanan lagi. Baru saja Taeyeon ditinggal Hyomin, datang dua orang namja yang langsung duduk ditempatnya.
“Annyeong, kita berdua duduk disini ne..”. Ujar Chanyeol yang diangguki oleh Taeyeon.
“Baekhyun-ah, kau mau pesan apa? Hari ini aku akan memesankan nya..”. Tanya Chanyeol sembari menatap namja itu dengan ber binar-binar.
“Deobbeoki dan jus apel saja..”. Jawab Baekhyun yang diangguki oleh Chanyeol.
“Kau tunggu disini ne? berbincang saja dengan Taeyeon.. tetapi hati-hati dia menggigit”. Sahut Chanyeol yang langsung tertawa itu.
“Yak! Park Chanyeol!”. Pekik Taeyeon geram, sementara Chanyeol sudah pergi terlebih dahulu. Kini dimeja ini, hanya ada Taeyeon dan Baekhyun. Taeyeon yang sedikit canggung dengan namja itu hanya mengetuk-ngetuk kan jarinya dimeja kayu itu.
“Hey, kau belum menyadari nya ya?”. Tanya Baekhyun sembari menatap Taeyeon dengan pandangan yang sulit diartikan.
“N-ne? Maksud mu apa?”. Tanya balik Taeyeon yang sedikit terkejut dengan pertanyaan Baekhyun. Sementara namja itu hanya terkekeh dan malah mengatai Taeyeon “Baboya”. Baru saja Taeyeon ingin mengomeli namja didepannya, Hyomin dan Chanyeol sudah datang dengan nampan ditangan mereka.
“Ini pesanan mu, Taeyeon~ Omo, Annyeong Baekhyun-ssi^^”. Sapa Hyomin sebari menaruh nampan nya ke depan Taeyeon. Baekhyun hanya tersenyum mendengar sapaan Hyomin, sementara Chanyeol menaruh nampan nya lalu duduk disamping Baekhyun.
“Chanyeol-ah! Kau tidak memesan makanan?”.Tanya Hyomin sembari menatap heran temannya itu. Sementara Chanyeol hanya menggeleng sembari tertawa.
“Ck, awas saja kau mengambil kentang ku lagi”. Sahut Hyomin sembari memasukan satu buah kentang goreng kedalam mulutnya. Chanyeol yang sangat menyukai mengganggu Hyomin, langsung mengambil tiga kentang sekaligus dari piring Hyomin.
“Yak!”. Pekik Hyomin sembari menjitak kepala Chanyeol dengan kencang.
“Aish! Appo!”. Ringis Chanyeol sembari memakan kentangnya. Taeyeon dan Baekhyun hanya tertawa kecil melihat tingkah kedua nya.

~

Tidak terasa waktu pulang bagi murid sekolah ini tiba. Mereka membereskan buku-buku pelajaran masing-masing yang setelah itu memasukan nya kedalam tas.
“Hyo! Kau sudah janji kemarin, kajja pulang bersama ku!”. Pekik Chanyeol sembari berlari kearah meja Hyomin dan Taeyeon. Hyomin hanya menghela nafasnya panjang, dan menganggukan kepalanya.
“Taeyeon-ah, aku duluan ne? ppai~”. Pamit Hyomin yang diangguki oleh Taeyeon. Kini satu persatu murid dikelas itu keluar dan kini hanya tersisa Taeyeon dan Baekhyun.
“Taeyeon”. Panggil Baekhyun, ketika Taeyeon ingin keluar kelas. Taeyeon menoleh kearah namja itu dengan tatapan heran.
“Aku ingin pulang bersama mu.. boleh?”. Tanya Baekhyun yang diangguki oleh Taeyeon. Mereka berjalan seiringan keluar dari sekolah itu dan mereka berjalan ke parkiran sepeda. Baekhyun menaiki sepedanya dan menaruh tas nya dikeranjang sepeda tersebut.
“ayo, naik”. Perintah Baekhyun yang diangguki oleh Taeyeon. Baekhyun mengayuh sepedanya, mereka melewati gerbang sekolah yang berwarna putih itu dan kini mereka sudah diluar area sekolah.
Didalam perjalan mereka diam satu sama lain, canggung kini meliputi mereka.
“Kau tau, mengapa aku ingin pulang bersama mu?”. Tanya Baekhyun yang terus mengayuh sepedanya. Taeyeon hanya menggeleng polos.
“Ck, Babo.. kita ini sekarang adalah tetangga, dan tadi pagi aku melihat mu tengah berjalan dengan cepat.. jadi aku menawari mu, untuk ikut dengan ku..”. Jelas Baekhyun yang membuat Taeyeon sedikit membelalakan matanya. Ia mengakui dirinya sangat bodoh, mana mungkin ia bisa tidak menyadari jika namja itu adalah tetangganya.
“Mian..”. Sesal Taeyeon sembari sedikit menunduk.
“Gwenchana~”. Sahut Baekhyun sembari terkekeh. Taeyeon hanya menghembuskan nafas nya.
“Sebagai permintaan maaf ku, apa kau ingin turun dari sepeda ini dan menikmati daun berguguran?”. Tanya Taeyeon sembari menatap Baekhyun berbinar.
“Boleh saja..”. Jawab Baekhyun sembari memberhentikan sepedanya, dan Taeyeon langsung turun dari sepeda itu. Begitu juga Baekhyun.
Mereka berjalan beriringan sembari menikmati daun berjatuhan. Taeyeon terlihat sangat senang sekali ketika melihat daun berguguran. Ia merasakan pikirannya sangat tenang. Sementara Baekhyun, ia mencuri pandang kearah yeoja itu.
“Musim gugur, adalah musim paling menyenangkan bagi hidup ku..”. Ujar Taeyeon sembari menatap Baekhyun dengan hangat.
“Waeyo?”. Tanya Baekhyun polos sembari menatap daun-daun berwarna orange itu berjatuhan.
“Karena, dua orang yang sangat kusayangi memberikan kado spesial dihari ulang tahun ku.. dan itu tepat di musim gugur.. itu juga adalah momen terakhir ku bersama mereka…”. Jawab Taeyeon sembari memejamkan matanya dengan senyum yang tertera diwajahnya.
“Oh? Maaf.. harus nya aku tidak-“
“Gwenchana..”. Potong Taeyeon sembari tersenyum.
Mereka menikmati perjalanan pulang ini dengan senyum.
[Flashback Off]

Taeyeon duduk dikursi taman ini sembari memejamkan matanya. Walaupun diumurnya yang ke 34 tahun, wajahnya sama sekali tidak berubah. Dan ia masih mengharapkan namja itu masih dapat melihat nya sekarang. Awal pertemuan yang sama sekali tidak disengaja.
“Aku harap, kau dapat melihat ku dari alam mu..”. Guman Taeyeon sembari memejamkan matanya. Ia dapat melihat memorinya bersama Baekhyun. Ia tersenyum lalu membuka matanya. ia beranjak dari duduknya dan kembali berjalan.

[Flashback On]
9 Mei 1997
“Yak! Byun Baekhyun, pelan-pelaan!!”. Pekik Taeyeon sembari tertawa, yang akhirnya Baekhyun memperpelan laju sepedanya.
“Aish! babo! Jantungku serasa ingin lepas, hahaha”. Ujar Taeyeon sembari menghela nafas karena terlalu lelah tertawa.
“Ck, tapi itu sangat mengasyikan..”. Sahut Baekhyun sembari tertawa kecil. Mereka bercanda gurau didalam perjalanan kesekolah. Ya, setelah sebulan mereka bertemu, mereka menjadi sangat akrab. Perjalanan yang biasanya sangat jauh, kini mereka menganggap perjalan dari rumah mereka kesekolah adalah jarak paling dekat. Baekhyun memakirkan sepedanya, dan berjalan kearah kelasnya bersama Taeyeon.
Taeyeon sedikit heran, mengapa suasana sekolah sangat sepi padahal ini bukan hari libur.
“Baekhyun..”. Panggil Taeyeon sembari menatap kearah kelas-kelas. Ia tidak melihat satu murid pun disekolah ini selain dia dan Baekhyun.
“Wae?”. Sahut Baekhyun sembari terus berjalan dengan cueknya.
“Kenapa tidak ada murid-murid disekolah ini? Apa hari ini libur?”. Tanya Taeyeon sembari terus melihat keadaan kelas-kelas yang ia lewati.
“Molla~”. Jawab enteng Baekhyun sembari mempercepat langkahnya. Taeyeon hanya menggerutu kesal. Taeyeon dan Baekhyun memasuki kelas mereka. Dan sama seperti kelas lainnya. Belum ada yang datang.
“Aish, mereka kemana?”. Guman Taeyeon sembari menaruh tasnya ke tempat duduknya. Ia menghampiri Baekhyun, yang berada diluar kelas sembari melihat kearah lapangan sekolah.
“Apa yang kau lihat?”. Tanya Taeyeon sembari menatap heran Baekhyun. Baekhyun hanya mengarahkan kepala Taeyeon untuk melihat keadaan dibawah sana. Taeyeon melihat kearah lapangan, dan ia dikejutkan oleh sesuatu.
“HAPPY BIRTHDAY! KIM TAEYEON!”. Pekik serentak seluruh murid disekolah ini sembari menerbangkan balon yang sudah disusun menjadi kalimat ‘Taeyeon Selamat Ulang Tahun!’. Taeyeon menutup mulutnya. Ia tidak percaya dengan hal ini. Sudah 6 tahun lamanya, tidak ada yang mengucapkan selamat ulang tahun padanya.
“Taeyeon..”. Panggil Baekhyun lembut, Taeyeon langsung menoleh kearah namja itu.
“Saengil Cukkae Hamnida, Kim Taeyeon..”. Lanjut namja itu yang langsung dipeluk Taeyeon. Taeyeon menangis terharu. Sangat terharu.

“Taeyeon-ah! Tiup lilinnyaa~”. Pekik Hyomin sembari menatap Taeyeon berbinar-binar.
“Eits, Jangan dulu Nona Kim.. Kau harus mengucapkan permohanan mu didalam hati terlebih dahulu~”. Sahut Chanyeol yang diangguki oleh Taeyeon. Taeyeon memejamkan matanya dan ia mengucapkan permohannya.
‘Aku ingin hari ini sebagai hari terindah didalam hidupku.. dan aku harap teman-teman ku terus ceria, terutama Baekhyun.. aku harap dia tetap didunia ini, dan menjalin hidup di dunia ini dengan bagagia’. Taeyeon membuka matanya, lalu meniup lilin yang berada di atas kue ulang tahunnya. Dikelas itu semakin ramai, mereka mengucapkan ‘Selamat Ulangtahun Kim Taeyeon’ yang ke dua kalinya.
Hyomin dan Chanyeol sepakat sebagai ulangtahun sahabatnya ini, mereka membelikan Taeyeon sebuah boneka sangat besar. Boneka itu berbentuk hewan ‘Panda’.
“Taeyeon-ah, maaf sekali aku dan Chanyeol hanya bisa memberi mu boneka panda ini..”. Ujar Hyomin sembari melihat kearah boneka tersebut.
“Aish, jika kalian tidak memberikan ku hadiah pun juga aku sudah sangat senang.. Gomawo Chanyeol, Hyomin”. Sahut Taeyeon sembari tersenyum manis.
“Taeyeon-ah! Kami semua tau ulang tahun mu ini dari Baek-“. Ujar Chanyeol yang mulutnya langsung dibekap oleh Baekhyun. Mereka semua tertawa bahagia.

~

Ketika pulang sekolah, Taeyeon dan Baekhyun seperti biasa pulang bersama. Kali ini mereka lebih memutuskan untuk jalan kaki. Baekhyun menjalankan sepedanya sembari berjalan, seperti Taeyeon. Didalam perjalanan mereka berdua sama-sama melihat pemandangan yang indah.
“Taeyeon-ah”. Panggil Baekhyun sembari menatap Taeyeon dengan teduh.
“Waeyo?”. Sahut Taeyeon sembari membalas tatapan Baekhyun.
“Aku punya sesuatu untuk mu, sebagai hadiah mu juga.. walaupun sangat sederhana..”. Ujar Baekhyun sembari tersenyum bangga.
“Kau mau lihat?”. Tanya Baekhyun sembari memandang Taeyeon berbinar. Sementara, Taeyeon hanya mengangguk setuju. Taeyeon berjalan, sesuai iringan Baekhyun. Ia sedikit penasaran, apa yang akan di pertunjukan oleh Baekhyun.
“Tutup matamu..”. Perintah Baekhyun sembari menaruh sepedannya. Taeyeon hanya menurut saja, ia menutup matanya sembari memeluk boneka pandanya. Baekhyun mengiringi Taeyeon sembari merangkul pundak yeoja itu. Sedikit jauh, tetapi akan menjadi sangat spesial bagi keduanya. Mereka menuruni tangga penghubung tempat itu dengan tempat mereka sebelumnya. Baekhyun terus menuntun Taeyeon agar tidak jatuh ketika menuruni tangga.
“Sedikit lagi, nona..”. Bisik Baekhyun sembari menuntun badan Taeyeon untuk duduk. Baekhyun segera duduk disamping yeoja itu.
“Buka mata mu”. Ujar Baekhyun yang diangguki oleh Taeyeon. Taeyeon membuka matanya dan ia dapat melihat sungai yang bersih dan luas, ranting-ranting yang dipenuhi rangkaian bunga mawar putih lalu yang terakhir ia melihat sebuah sepedah berwarna putih terparkir disampingnya.
“Baekhyun-ah..”. Panggil Taeyeon yang tidak percaya dengan penglihatannya saat ini.
“Maaf jika hadiah dan tempat yang kurang memuaskan.. aku hanya ingin membuatmu sen-“. Ujar namja itu yang terpotong karena Taeyeon memeluknya dengan sangat erat.
“Gomawo..”.Taeyeon mengucapkan terimakasih sembari sedikit menangis.
Sejak saat itu, Taeyeon dan Baekhyun selalu datang atau pulang sekolah dengan sepeda masing-masing. Mereka semakin akrab hingga terjalin hubungan kekasih. Sementara Chanyeol dan Hyomin masih saja terus bertengkar walaupun keduanya memiliki perasaan satu sama lain.
[Flashback Off]

Taeyeon menyeruput air mineral yang berada didalam botol, lalu menutup botol itu kembali. Ia menghela nafas lega ketika melihat bangunan tua didepannya. Ya, sekolahnya. Baru saja ia ingin memasuki sekolahnya, handphonennya berdering. Ia melihat siapa yang menelfonnya.
‘Xi TaeHan’. Batinnya sembari mengangkat telfonnya.
“Yoboseyo, Taehannie~”
“..”
“Ne, eomma juga merindukan mu.. kau baik-baik saja kan dirumah?”
“…”
“Syukurlah.. hey, bilang kepada appa mu agar jangan tidur terus ,ne? ahha”
“..”
“Besok eomma pulang bilang kepada appa mu ne?”
“..”
“Okay, ppai Xi Taehan~ eomma titip salam pada Luhan appa ne?”
“…”
“Ppai~”
Taeyeon melepaskan handphonenya dari telingannya. Ia tersenyum, karena suara anaknya yang begitu menggemaskan. Ia memasukan handphonenya kedalam tasnya dan kembali berjalan memasuki sekolahnya. Ia berjalan dilorong kelas-kelas tersebut, senyum mengembang diwajahnya. Ia berpikir jika sekolahnya sama sekali tidak berubah. Hanya perbaikan cat yang sudah mulai pudar.
“Maaf, anda siapa ya?”. Tanya seseorang yeoja kepada Taeyeon. Taeyeon langsung menoleh kearah yeoja itu.
“Park Hyomin?”
..
Taeyeon dan Hyomin berbincang panjang lebar hingga akhirnya topic perbincangan mereka terganti.
“Taeyeon, apa kau masih ingat Baekhyun?”. Tanya Hyomin dengan lembut sembari menyeruput tehnya.
“Aku tidak akan pernah melupakan namja itu, Hyo..”. Jawab Taeyeon sembari tersenyum sedih.
“Sebenarnya ada sesuatu hal yang kau tidak tau dari dia..”. Sahut Hyomin sembari menghela nafasnya, sementara Taeyeon hanya mengerutkan keningnya sembari meminum sedikit teh yang diberikan oleh yeoja didepannya itu.
“Ia meninggal bukan karena kecelakaan lalu lintas.. tetapi ia meninggalkan karena seseorang pencuri menusuk jantungnya..”. Jelas Hyomin sembari tersenyum pedih. Air mata Taeyeon hanya bisa menetes begitu mendengar peryataan Hyomin.
“Saat itu aku melihat dia baru saja dari toko kalung, lalu ketika dia baru saja keluar dari tempat itu.. seorang pencuri menusuk nya dan mengambil kalung itu.. kalung yang akan diberikan padamu..”.Lanjut Hyomin sembari beranjak dari duduknya dan mengambil sesuatu dari laci meja kantornya.
“Dari mana kau tau, kalung itu untuk ku?”. Tanya Taeyeon sembari menyeka air matanya.
“Ini.. aku tau dari dua barang ini..”. Jawab Hyomin sembari menyodorkan Taeyeon sebuah kotak kecil berwarna putih dan sepucuk surat.
“Surat itu ia berikan ketika nafas terakhirnya.. ia menitip kan padaku..”. Lanjut yeoja yang berpakaian guru itu sembari duduk disamping Taeyeon. Taeyeon menangis sekencang-kencangnya. Sementara, Hyomin hanya bisa menyabarkan Taeyeon. Ia mengelus-elus punggung sahabatnya itu.
‘Maafkan aku Byun Baekhyun..’

~

“Terimakasih sudah menerima kehadiran ku..”. Ujar Taeyeon sembari sedikit membungkukan badannya lalu menengak kan badannya kembali.
“Ne.. Aku akan selalu menerima kehadiran sahabatku..”. Sahut Hyomin sembari tersenyum cerah kepada Taeyeon.
“Hyo, dimana Chanyeol?”. Tanya Taeyeon sembari melihat kearah sekitarnya.
“Ia tengah ada dinas di luar kota.. haha”. Jawab Hyomin sembari sedikit tertawa.
“Emm, Taeyeon.. aku dan Chanyeol sangat mengharapkan kehadiran mu dan Luhan diSekolah ini.. kami sangat merindukan kalian..”. Ujar Hyomin sembari tersenyum, sementara Taeyeon hanya tertawa. Sikap Hyomin dan Chanyeol memang tidak berubah, pikir Taeyeon.
“Hyo, aku duluan ne? Aku masih ingin berkeliling haha.. maaf telah merepotkan mu..”. Pamit Taeyeon yang diangguki oleh Hyomin.
“Hati – hati ne?? Aku akan merindukan mu Kim Taeyeon”. Sahut Hyomin lembut. Taeyeon meninggalkan Hyomin.
Taeyeon berjalan sembari memandangi daun-daun yang berguguran. Dan ketika ia baru memasuki jalanan yang dipenuhi daun berguguran itu ia melihat,
“Kyaaahahahahaaaa! Zeloo! Berhenti!! HAHA”. Pekik seorang yeoja yang tengah diboncengi oleh teman namja nya itu.
“Tapi sangat mengasyikan kan? Hahahaa~ akui sajalah Oh Hayoung”. Sahut temannya itu sembari tertawa. Taeyeon yang melihat kelakuan dua orang itu hanya tersenyum, kelakuan mereka sama seperti kelakuannya dia dan Baekhyun. Taeyeon teringat dengan surat yang diberikan Hyomin tadi, sementara kalung yang juga diberikan sudah ia pakai.
Taeyeon menghentikan jalannya dan membaca surat tersebut.

From : Your Baekhyun
Hey! Hari ini, hari kelulusan dan tepatnya hari terakhir dari musim gugur.. Sebenarnya aku sedikit bingung, apa yang ingin aku tulis hahaa.. tetapi, aku serius dalam hal ini 😀
Taeyeon-ah.. entah aku berharap kita bisa satu universitas lagi dan menjalin kehidupan rumah tangga yang baik ahha.. tetapi, aku sangat takut jika umur ku pendek dan di hari terakhir ku aku belum melihat wajah cantik mu.. entah, aku merasa hidup ku sangat lah pendek haha.. tapi jangan pikirkan itu yang penting adalah kau senang dengan pemberian ku.. ❤
Aku akan ada didepan mu ketika kau membaca surat ini.. aku berjanji^^
S.A.R.A.N.G.H.A.E
K.I.M T.A.E.Y.E.O.N

Taeyeon menarik nafas ia tidak mau tangis nya semakin menjadi. Ia melipat kembali kertas itu, ketika baru saja ia ingin menaruh kertas itu kedalam tasnya, ia melihat seorang namja yang sangat dikenalnya tengah menatapnya lembut dari jauh.
Kertas yang sudah ia lipat itu terjatuh, kini ia fokus pada namja yang berada didepannya. Walaupun namja itu berada jauh dari Taeyeon, Taeyeon tetap fokus. Badannya bergetar, air matanya mengalir begitu saja.
“B-baekhyun….”. Gumannya sembari bergetar, ia dapat melihat namja itu tengah berjalan ke arahnya. Taeyeon seperti dibeku kan begitu saja, ia hanya dapat menangis dan mengucapkan nama yang sama. Ketika namja itu sudah didepannya persis, tanpa basa basi Taeyeon memeluk namja itu. Baekhyun membalas pelukan Taeyeon, kini mereka sama-sama berpelukan dan sama-sama tidak ingin melepaskannya.
“Apa kau merindukan ku?”. Tanya Baekhyun sembari mengelus rambut yeoja itu.
“Bodoh.. aku sangat merindukan mu!”. Jawab Taeyeon yang masih saja menangis. Menangis dengan kencangnya.
“Nado..”. Sahut Baekhyun sembari tersenyum.
“Aku menepati janji kan? Aku akan ada didepan mu, ketika kau membaca surat itu..”. Ujar Baekhyun sembari melepaskan pelukan nya dan menatap Taeyeon lekat. Taeyeon membalas tatapan Baekhyun.
“Aku hanya ada waktu sangat sebentar untuk ada didunia ini.. tepatnya untuk melihat seorang Kim Taeyeon.. Aku sangat membenci melihat yeoja yang ku sayangi ini menangis, tepatnya menangis karena ku.. Taeyeon-ah, jangan pernah menangis karena ku lagi.. senyum lah, kau sekarang sudah memiliki seorang suami dan seorang anak..”. Jelas Baekhyun sembari mengusap rambut yeoja itu sembari tersenyum.
“Jika kau masih menangis karena ku, aku sama sekali tidak bisa tenang di alam sana.. aku senang ketika kau tertawa bersama keluarga mu, lupakan rasa sayang mu padaku.. dan sayangi lah suami mu..
Aku dialam sana akan terus berusaha melindungi keluarga mu.. karena aku sudah membuat kesalahan besar..”. Lanjut Baekhyun sembari menyeka air mata Taeyeon.
“Taeyeon-ah.. aku tetap mencintai mu..”. Ujar Baekhyun sembari mengecup kening yeoja itu. Taeyeon memejamkan matanya. perlahan bayangan namja itu memudar, walaupun ia masih mencium kening Taeyeon. Air mata Taeyeon mengalir begitu saja, ia sangat merindukan ciuman namja ini. Taeyeon membuka matanya dan ia dapat melihat bayangan Baekhyun memudar, terakhir di hari ini namja itu tersenyum dengan hangat.
Taeyeon terjatuh dan menangis sekencang-kencangnya.
“S-sarang.. saranghae..”

~

Keesokan harinya..
“Appa! Eomma sangat lama! Aku sudah lapaar”. Ujar yeoja mungil itu sembari mempoutkan mulutnya.
“Eomma pasti tengah perjalanan ke sini, Taehannie~”. Sahut Luhan sembari tersenyum. Ia mengelus-elus rambut anaknya itu dengan lembut. Hingga sang anak beranjak dari duduknya dan berlari ke arah utara. Luhan melihat apa yang membuat anaknya itu berlari.
“Taehanniee!!”. Pekik Taeyeon sembari memeluk anak tunggalnya itu. Luhan hanya bisa tersenyum melihat Taeyeon sudah ada di samping nya lagi.
“Omo! Luhan.. ku kira kau tengah tertidur haha”. Ledek Taeyeon sembari mengacak-acak rambut suaminya itu.
“Aish, aku tidak bisa tidur tanpa mu!”. Sahut Luhan sembari merangkul pinggul Taeyeon.
“Kajja kita pulang.. Aku ada oleh oleh untuk mu dan Taehan..”. Ujar Taeyeon yang diangguki oleh Luhan. Luhan membawakan barang-barang Taeyeon, sementara Taeyeon menggendong anaknya. Mereka berjalan kearah parkiran mobil.

Baekhyun-ah
Gomawo, aku akan mencoba menyangi suamiku sepenuh hatiku..
Tetapi kau tetap ada di dalam hati dan otak ku..
Saranghae Byun Baekhyun..

End

Gimana Ffnya? Sedih tak? Hehehe.. entah aku lagi suka sama genre hurt,sad.. yang pasti FF ini hanya sebuah karya ku yang ingin ku tunjukan pada readers^^. Gomawoo sudah bacaa^^

Advertisements

61 comments on “Memories in The Autumn

  1. kenapa klo aku nemu ff baekyeon akhr2 ini yg genre nya sad coba u.u pdhl kan mreka bru menjalin hubungan di real nya :’v terharu thor sm ff mu! :”) ditunggu ff genre romance lainnya. tp jgn yg ber genre sad pliis u.u

  2. Ffnya sedih bangett TT tapi baguss bangettt 😀 hampir ikutan nangis waktu taeyeon sama baekhyun bicara untuk yg terakhir kalinya,tpi aku tahan soalnya lagi puasa 😀 ffnya bagus authornimm,walopun endingnya taeyeon nggak sama baekhyun ^^ JJANG !! ❤

  3. Sedih sih diawalnya tpi pas mndekati ending trnyata ada Lulu, ga sedih lgi deh ..
    Tpi sungguh, keseluruhan bagus bgt!!!
    Dtunggu ya ff yg lain, FIGHTING!!!

  4. Sedih thor bacanya….
    Next fanfic thor, dan aku masih nunggu kelanjutan dr fanfic yg lainnya..

    Fighting

  5. Tragis bget thor ;(
    tpi gak ppa soalx ad luhan oppa 😀
    bwat lgi ya thor ff baekteon tpi jgan sad ending
    fighting

  6. entah knp lw nemu ff baekyeon pasti genrex sad, bikin nangis z.
    pi sykur ad lulu oppa yg jgain taeyeon jd taeyeon eonni g trpuruk bgt.
    pi ffx bgs bgt thor.
    d’tgu ff yg laenx.
    #Hwaiting!!

  7. sebenarnya ini sedih.. karna baekhyun meninggal.. tapi karna ada penggangtinya luhan, aku gak terlalu sedih…

    d tunggu ff selanjutnya thor^^ Hwaiting!!!^^

  8. ya ampuun thoor…. aq speechless bgt… terharu akuuu.. bagus2… endingnya juga bagus.. jadi ga sepenuhnya sad ending ^^

  9. yaa…!!! aku nangis thor… kejer pulaa.. tanggung jawab ellah.. hahhah kidding.. daebakk lah.. tapi akhir” ini knapa ff bekyeon pada tragis ya.?? dn kbanyakan lutae.. okelah lupakan.. keren ceritanya ferlnya dapet banget.. kerrrennn…

  10. Wahh kerenn ini nyesek sumpee noh si zelo ama hayoung pake lewat segala lagii kan taeng jadi inget.. sini lo ane ketekun!!! *_* peace thor.. wkwk daebak adiss

  11. Wahhh,keren bgt thor ffnya. Feelnya dapat bgt,saya ja mau nangis bcanya. Kshan baekhyun… tpi ndak nyangka taeyeon sudah pnya suami dan itu adlh luhan.. tapi ttp keren thor…(y)
    Always fighting ya thor..

  12. nyesekkk weeehh! hati rasa’a kaya tersayat – sayat(?)
    thor, sedih banget rasa’a…di satu sisi taeyeon psti bahagia udh pnya keluarga bru tpi di sisi lain dy pasti sedih n merindukan baekhyun….huft aku pling gk suka klo rindu sama org lain aplgi sama org yg disayang….rasa’a tuh gk enak di hti…thor bikin ff lgi ne~ tpi yg fluff,school-life atau apalah yg penting happy ending #maunya!…keep writing thor…CAYO!

  13. sedihnyoooo :” . knp skrg ini aku banyakan baca ff baekyeon sad ya trus pairingnya juga skrg kebanyakan luhan taeyeon . jd agak gimana gitu . but nice ff :*

  14. Unnie.. Aku suka ff buatanmu inii..
    Ceritanya menyedihkan. Dan itu genre yang aku suka.
    Tapi kok taeyeon ama luhan sihh?? Sama kyungsoo aja. Hehe
    Aku juga dapet feel-nya! Dan.. Baekhyun ketemu Taeyeon?? Kan baekhyun udah mati.. Itu taeyeon cuma berhalusinasi-kan?? Gak mungkinnya itu besar..
    Tapi gwaenchana lah… Keep writing ya unnie… Buat FF BaekYeon yang genre-nya marriage life donk.. *puppyeyes* Usahain ya unnie…
    Hwaiting~!!!

  15. entah knpa bacanya merinding bgt sumpahhh , apalagi pas lgi ada adegan zelo yg lgi boncengan.
    keren ffnya I like it (y)

  16. Pingback: [LIBRARY] DRABBLE | FICLET | ONESHOT 2013-2017 | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s