Skateboy [ Chapter 4 ]

skateboy

SKATEBOY [ Chapter 4 ]

Author :

Kimiceu

Genre :

Romance

Rating :

PG-15

Cast :

Kim Taeyeon

Xi Luhan

Other Cast :

Find

Credit Poster :

®Haruru89 cafeposterart.wp.com

Disclaimer :

FF asli dari pemikiran saya sendiri dan terinspirasi dari beberapa korean drama, novel, film, dll. Plagiarism and bashing isn’t allowed . Don’t forget to leave your  comment. Sorry for typo  thx :’)

 

Aku tidak tahu, aku tidak mengerti. –kim taeyeon-

 

Skateboy Chapter 4

saat ini Taeyeon susah pasrah ditarik oleh Luhan menuju rumah raksasanya. Ketika pertama kali menginjakkan kaki di rumah mewah sebesar lapangan bola di sekolahnya nafasnya tercekat. Bukan karena ada beruang pemangsa ada didepannya dan siap memakan Taeyeon, ia tercekat melihat sesosok wanita cantik dengan balutan dress pastel selutut sedang berjalan santai walaupun sepertinya wanita itu tak menyadari kehadiran Taeyeon dan Luhan. Tapi seditik itu juga wanita cantik itu akhirnya menoleh dan mepihat Taeyeon sumringah dan kaget tentu saja.

“Taeyeon-ah !!!”

“Eonni!” girang Taeyeon. Ternyata ia tak salah lihat. Wanita cantik itu adalah Yoonji eonni tetangganya yang sudah membuat hari pertama masuk sekolahnya kacau karena.sedikit terlambat akibat ulah wanita cantik itu. Ya. dialah wanita yang sudah membuat Taeyeon harus menemaninya menonton film hingga tengah malam. Menyebalkan.

Saat kedua ‘tetangga dekat’ itu sedang berpelukan, dibelakang Luhan hanya menatap kedua wanita yang menurut pandangan Luhan jauh berbeda tingginya. Ia mengerutkan alisnya saat Taeyeon dan kakaknya seperti begitu akrab dan sudah saling mengenal sejak lama.

“Nuna, kau mengenal Taeyeon?” tanya Luhan heran.

“Apartement ku dan Taeyeon bertetangga. Masa kau tidak tahu? padahal kau sering berkunjung ke apartemenku.” ucap Sohyeon kesal dengan kebodohan tanpa batas adiknya itu.

“Haish dia saja tak pernah menunjukkan diri dihadapanku.” desis Luhan.

“Untuk apa dia menunjukkan diri? Taeyeon tidak senarsis dirimu.” ejek Sohyeon sambil memandang remeh adik laki-lakinya itu.

“Aku terlahir tampan dan mempesona, jadi apa salahnya aku memamerkannya pada orang lain.” balas Luhan dengan bangga.

“Dengan wajah cantikmu itu juga sunbae?” ucap Taeyeon seketika yang membuat Sohyeon disampingnya tertawa. Taeyeon pun ikut menertawakan Luhan. Ini sangat menyenangkan, membuat orang lain kesal berasama saudaranya sendiri. Suasana ini cukup menyenangkan bagi Taeyeon yang memang sebelumnya tak bisa merasakan bagaimana keseruan bersama kakak sendiri. Ya begitulah.

“Ah sudahlah-_- dua lawan satu itu tidak adil sekali!” protes Luhan.

“Masa bodoh. Ini bukan lapangan tinju yang mengharuskan satu lawan satu.” balas Sohyeon sengit.

“terserah apa katamu nuna-_-” ucap Luhan dengan nada bosan. Ia melihat kakaknya itu sudah berdandan rapi dengan dressnya. Tunggu dulu. memangnya ada acara apa ini.

“Nuna kau rapi sekali ada apa?” tanya Luhan penasaran.

“Hey namja bodoh, hari ini ada acara makan malam dirumah. Tadinya mau direncanakan ditempat lain, namun dibatalkan dan digantikan disini.”

“Acara apa? Kenapa aku tidak tahu?” tanya Luhan lagi.

“Aish perjodohanmu dengan nuna kesayanganmu itu dan akan dilaksanakam sekitar….eum…. setengah jam lagi!!! Aigoo!” teriak Sohyeon kaget baru menyadari waktu sekarang. Taeyeon yang sedari tadi hanya dia memperhatikan pasangan kakak adik ini langsung menegang. Tiba-tiba sesuatu diulu hatinya seperti berlubang, sakit sekali entah akibat apa. Mendengar kata ‘nuna tersayangmu’ membuat Taeyeon sedikit iri. Mungkin orang itu lebih special bagi Luhan dibandingkan Taeyeon.

‘Hey ada apa dengamu Taeyeon! Kau tidak mencintainya’

” Nuna aku sudah dewasa aku bisa menentukkan pilihanku sendiri.” ucap Luhan sambil menolehkan kepalanya pada Taeyeon. Sohyeon mengerti dan membalas pernyataan Luhan dengan anggukan kepala. Segera Sohyeon memberi kode Luhan untuk pergi mengganti pakaiannya. Luhan pasrah saja menuruti keinginan kakaknya.

“Taeyeon-ah sepertinya kau ada janji dengan Luhan ya? Maafkan kami karena mendadak ada acara sore ini, jadi bisakah kau menundanya sebentar?” tanya Sohyeon sambil menggeret Taeyeon hingga didepan pintu sebuah kamar.

“Eonni sebaiknya aku pulang saja dengan bus. Kami bisa menyelesaikannya besok.” ucap Taeyeon sambil tersenyum manis.

“Tidak-tidak. Lebih baik kau tunggu dikamar tamu ini saja. Kami tidal akan lama jadi tunggu saja, arra?” ucap Sohyeon . Jauh direlung hatinya Taeyeon ingin menolak. Sejak awal Taeyeon dan Luhan tidak memiliki urusan apapun. Karena kejadian lupa ingatan ringan yang membuat Taeyeon lupa bahwa ini adalah hari minggu dan akirnya bertemu dengan Luhan dan memperbudaknya membuat Taeyeon harus rela dengan segala konsekuensinya, terutama yang satu ini.

“Eum arra eonni.”

Sohyeon membalas janji Taeyeon dengan mengelus puncak kepala tetangganya itu. Sohyeon sudah menganggap Taeyeon sebagai adiknya sendiri dan ia sangat mencintai Taeyeon dan akan selalu menjaganya. Entah kenapa sejak awal melihat Taeyeon dulu yang masuk ke apartement sebelah miliknya membuat Sohyeon tertarik dengan gadi kecil ini. Berasal dari Los Angeles, kota besar yang memiliki segudang pariwisata menarik ternyata didalamnya juga memiliki warga menarik seperti Taeyeon. Hidup sendiri tanpa orang tua. Sepengetahuan Sohyeon, Ayah Taeyeon sudah meninggal saat ia kecil. Ibunya? Taeyeon pernah bercerita kepadanya bahwa ibunya kabur dari rumah dan ia tinggal bersama pamannya dan pindah ke California. Sungguh ia merasakan seperti begitu beratnya kehidupan Taeyeon kecil ini dan bertekad untuk mejaganya seperti adik kandungnya sendiri.

Sepeninggal Sohyeon, Taeyeon hanya duduk duduk dipinggir ranjang berukuran king size itu. Matanya mulai sedikit lelah akan pekerjaannya tadi siang yang sudah diperlakukan bagaikan pembantu oleh Luhan dan rasanya ia ingin tidur sebentar saja. Tapi, tidak enak hati rasanya jika ia ingin merebahkan tubuhnya diatas kasur mahal tersebut. Setelah bergelut dengan pemikiran tak pentingnya, akhirnya Taeyeon memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya sejenak diatas kasur super empuk dan super mahal itu.

“Astaga ranjang ini sungguh menyenangkan. Aku seperti berada disurga..” ucap Taeyeon sambil bergulung diatas ranjang berarna krem dan gold itu. Taeyeon tak menyadari bahwa seorang namja sedang berdiri di ambang pintu sambil menatapnya ingin tertawa. Tingkah Taeyeon saat ini sudah melewati tingkah anak kecil, bahakan ia terlihat seperti bayi. Setelah bergulung kesana kemari akhirnya Taeyeon berhenti dan menatap atap diatasnya. Ia bisa melihat langit-langit atap kamar tersebut di desain menerupai awan-awan dilangit biru. Sungguh menyenangkan moment seperti ini bagi Taeyeon. Moment seperti dirinya tak memiliki masalah maupun beban berat yang harus ia tanggung.

“Sudah bermainnya?” ucap Luhan sedikit dengan nada mengejek. Taeyeon langsung menoleh kesumber suara dan dengan sigap membetulkan posisinya terduduk diatas ranjang.

“ya! Sunbae jika ingin masuk ketuk pintu dulu eoh!” protes Taeyeon sambil mendelik sebal kearah sunbaenya itu.

“Hey ini rumahku, terserah aku mau melakukan seperti apa eoh?” ucap Luhan sedikit menampilkan smirknya. Ah Luhan benar dan Taeyeon bodoh. Ia lupa bahwa sedang berada dirumah Luhan dan Taeyeon lagi-lagi tampak bodoh didepan sunbaenya itu. Ia benar-benar sudah kehilangan urat malunya.

“Kau akan menungguku setelah pertemuan ini selesai kan?” tanya Luhan. Taeyeon membalas dengan anggukkan kepala disertai senyuman dibibirnya. Luhan bernafas lega dan langsung meninggalkan Taeyeon sendirian dikamar itu.

*****

Sudah sekitar dua jam Taeyeon menunggu dikamar itu dengan bosan. PErutnya sudah meronta-ronta ingin diisin dengan semangkuk sup kacang merah kesukaannya dengan potongan daging sapi yang lezat dan menggugah selera. Ia memutuskan untuk keluar dari kamar untuk sekedar meminum segelas air putih sebelum perutnya mengamuk dan ia menjadi gila karena kelaparan.

Taeyeon yang notabene tidak tahu benar rumah Luhan beberapa kali masuk kedalam ruangan yang salah. Pintu besar yang ia kira sebagai jalan menuju dapur ternyata kamar mandi. Pintu berwarna putih yang lebih besar dari pintu kamar mandi tadi ternyata perpustakaan milik keluarga Luhan. Rumah Luhan terlalu banyak pintu dan lorong-lorong yang membuatnya bingung. Saat ia berjalan menuju sebuah pintu bergaya meksko yang kecil seperti pintu bar ia menemukan satu keluarga Luhan sedang melangsungkan makan malam. Tubuh Taeyeon bersembunyi dibalik tembok sekedar untuk mengintip suasana makan malam yang berlangsung menyenangkan sepertinya.

Ketika mengintip tiba-tiba darahnya berdesir. Jantungnya memompa dengan cepat dan nafasnya tercekat. Wanita tua yang duduk disebelah ibu Luhan, Taeyeon begitu mengenalinya, mungkin sangat. Dan matanya menulusur menatap seorang wanita muda yang tersenyum cantik bersama Luhan dan duduk disebelahnya, ia juga mengenal wanita itu siapa. Pada awalnya Taeyeon memang tidak begitu mempedulikan perjodohan Luhan, tapi melihat siapa yang akan dijodohkan membuatnya penasaran.

Sedang sibuk bergulat dengan pemikirannya tiba-tiba pemandangan mengejutkan membuatnya menoleh dan membulatkan matanya. Wanita itu, Lee Hana mencium pipi Luhan dengan mesranya dihadapan kedua keluarga tersebut. Melihat tawa dari orangtua Luhan dan satu wanita tua yang sangat ia benci membuat hatinya sakit. Wanita tua menjijikan itu yang sehari sebeelumnya mengaku sebagai ibu Taeyeon dan anak kandungnya Lee Hana yang dulunya adalah eonninya, sekarang mungkin tidak lagi dengan sebuah fakta yang telah ia ketahui. Tidak tahan memperhatikan suasana meja makan yang begitu membahagiakan, Taeyeon hendak pergi dari tempat persembunyiannya. Tidak hanya itu dengan segera ia mengambil tasnya yang masih tertingal dikamar Tamu dan melesat pergi keluar rumah Luhan secara diam-diam tentunya.

Suasana meja makan tampak begitu ramai dengan perbincangan kedua keluarga yang sudah mengenal sejak lama, Lee Hana wanita yang dijodohkan Luhan yang juga adalah temannya dulu saat di Los Angeles. Ia cantik, baik dan dewasa. Maklumlah perbedaan umur Luhan dan Hana sekitar 5 tahun tapi itu tak membuat Luhan tampak canggung berteman dengan Hana. Semuanya masih tenggelam pembicaraan kecual Luhan. Ia sudah tampak lelah meladeni godaan para ibu yang tadi sempat menggodanya. Tapi sesuatu membuatnya pensaran dan menoleh untuk memperhatikan lebih jelas. Seseorang diluar jendela, tepatnya dihalaman belakang menuju pintu keluar. Rumah Luha memang memiliki dua jalan masuk, yaitu dari depan dan belakang. Bagian belakang memang khusus untuk para pegawai, tapi seseorang yang ia lihat kini tak terlihat seperti pegawainya. Membawa tas, berambut panjang, bersepatu dan…..

‘Kim Taeyeon?’

 

Luhan yakin yang dilihatnya adalah Taeyeon. Bukannya ia sudah berjanji akan menunggunya? Kenapa ia sekaang pergi begitu saja. Apakah dia maraha karena sudah menunggunya terlalu lama? Atau ada sesuatu yang lain membuatnya pulang?

“Luhan?” panggil lembut seseorang disampingnya membuat Luhan menoleh.

“Ah iya ada apa nuna?” ucap Luhan.

“Ani, kau tiba-tiba menjadi membisu setelah melihat sesuatu tadi. Kau lihat apa?” tanya Hana penasaran.

“Tidak, tidak apa-apa nuna.” Jawab Luhan sambil tersenyum.

“Aigoo calon pasangan ini mesra sekali.” Ucap Nyonya Kim, ibu Hana sekaligus ibu Taeyeon menggoda Luhan.

“Eommaa~>.<” rengek Hana disertai tawa yang membuat semua orang dimeja tertawa, kecuali Luhan yang sedang berkutat dengan pikirannya.

******

Tiffany dan Taeyeon sedang duduk bersama dipinggir lapangan. Tiffany sedari tadi berteriak menyoraki namjachingunya Chanyeol yang sedang bermain skateboard bersama teman-temannya, sedangkan sahabat disebelahnya itu hanya diam saja seperti manikin yang tak laku. Fany tidak tahu apa masalah Taeyeon yang membuat yeoja bertubuh mungil ini membisu sedari tadi.

“Ayo semangat PRINCEE>.<” teriak Tiffany keras dan memekik telinga. Siswa lain yang jaraknya sekitar satu meter darinya saja sudah menutup telinga mereka masing-masing mendengar teriakan Tiffany, tapi tidak dengan Taeyeon yang jaraknya satu inchi dengan Tiffany.

“Haishh, Taeyeon-ah kau kenapa eoh? Sedari tadi diam saja?” tanya Tiffany tanpa mengalihkan sedikitpun pandangannya dari Chanyeol.

“Ani Fany-ah aku tidak apa-apa.” Jawab taeyeon yang masih menekuk lututnya dan menopang dagunya diatas kedua lutut putih bersih dan tentu saja mungil.

“Aish dasar kau ini. Baiklah aku akan menunggumu hingga kau bercerita kepadaku saja.” Ucap Tiffany sambil mengusap kepala Taeyeon sayang.

“Gomawo Fany-ah.” Balas Taeyeon sambil tersenyum kecil kepada sahabatnya itu. Walaupun ia baru beberapa minggu disekolah ini, namun tetap saja ia menganggap Tiffany lah yang paling dekat dengannya. Taeyeon melihat Tiffany sedang berjalan kearah Chanyeol namjachingunya. Dilihatnya kedua pasangan itu saling berbagi rasa cinta dihadapan banyak orang. Tiffany mengambilkan minum untuk Chanyeol dan membersihkan peluh didahinya, sunguuh pasangan romantic yang membuat iri. Taeyeon berkhayal seandainya ia memiliki namjahingu apakah akan semenyenangkan dan seromantis itu?

Taeyeon tidak sadar bahwa dalam sekumpulan siswa yang sedang bermain skateboard didalamnya juga ada luhan. Luhan yang melihat Taeyeon sedang duduk dipinggir lapangan dengan keadaan yang mengenaskan tak seperti biasanya pun menemukan ide jahilnya. Ia mengambil sebuah karet yang terjatuh diatas lapangan dan langsung mengarahkannya tepat dikepla Taeyeon. Dengan sekali tarikan, suara kesakitan Taeyeon pun sudah terdengar dan membuat Luhan tak bisa menahan tawanya. Taeyeon yang kesal langsung mengedarkan pandangannya pada seluruh lapangan. Ketika menangkap sesosok Luhan yang sedang terbahak-bahak membuat spekulasi bahwa luhan lah yang telah mengerjainya.

“YAK SUNBAE!!!”

******

Bel pulang sudah berbunyi dan waktunya bagi para siswa untuk pulang kerumah masing-masing. Taeyeon melihat sahabtanya Tiffany sedang merapikan mejanya degan tergesal dan untuk kesekian kalinya menyisir rambutnya yang sudah rapi.

“Fany-ah kau ini kenapa? Seperti sedang dikejar depkoleptor saja-_-“ tanya Taeyeon sambil sedikit tertawa.

“Aish Taeyeon-ah aku harus pergi sekarang. Channie sudah menungguku. Nanti aku akan menelfonmu, bye byee~” katanya cepat membuat Taeyeon tak sempat membalas salamnya.

“dasar wanita itu.”

Taeyeon sudah bersiap membawa tasnya dan ingin beranjak pergi dari kelasnya yang sudah sepi dan kosong. Namun melihat Luhan yang sedang berjalan cepat kearahnya membuatnya bingung dan terduduk kembali dikursinya. Luhan melangkah cepat hingga kini ia sudah berada didepan meja Taeyeon. Ia melihat yeoja itu sedang duduk memandangnya. Tanpa pikir pnajng dengan tatapan yang sulit diartikan ia mengaitkan jemarinya dipergelangan tangan Taeyeon dan langsung membawanya keluar.

“Ya sunbae kau mau membawaku kemana??” tanya Taeyeon yang masih mengekori Luhan dibelakang. Ia tidak tahu pasti Luhan ingin membawanya kemana dengan paksa, tapi melihat jalan ini Taeyeon yakin Luhan akan membawanya ke Taman didekat sekolah mereka.

Dugaan Taeyeon benar. Kini ia sudah terduduk disebuah bangku taman dengan Luhan yang masih menggenggam tangannya. Ia menatap Luhan tak mengerti namun hanya dibalas Luhan acuh tak acuh. Luhan mengelurkan sebuah buku dan sebuah kotak pensil dari dalam tasnya dan membuka satu per satu halaman. Ketika sudah membuka halaman yang ia inginkan, Luhan menyerahkan bukunya itu kepada Taeyeon.

“Kerjakan tugasku sekarang!”

“Kenapa sunbae tak mengerjakannya sen…”

“Jangan membantah!” ucap Luahn agak dingin. Taeyeon mendengar perubahan sikap Luhan tanpa pikir panjang langsung mengerjakan soal itu. Walaupun ia satu tingkat dibawah Luhan tapi ia cukup pintar untuk mengerjakan soal kelas tiga. Dalam hati saat ini Luhan sedang tersenyum melihat Taeyeon yang sedang serius mengerjakan tugasnya. Ia memang sengaja membuat Taeyeon seperti ini, hanya untuk membuat dirinya bisa dekat dengan Taeyeon dan terus mengerjainya. Terlihat Taeyeon yang sedikit terganggu dengan anak rambutnya yang selalu jatuh disamping pipinya. Dengan sigap seperti seorang kekasih, Luhan menarik rambut Taeyeon kebelakang telinganya hingga beberapa detik tubuh Taeyeon terasa kaku tak bisa digerakkan karena ulah Luhan yang seenaknya membuat hati Taeyeon berdebar. Ia sesekali melihat Luhan yang juga sedang menatapnya lewat ekor mata bulat Taeyeon.

“Jangan terus memandangiku seperti sasaeng fans, jika kau terpesona pada wajahku kau boleh menatapnya selama yang kau mau, bahkan selamanya.” Ucap Luhan dengan seringai manisnya.

“Huh dasar-_-“ balas Taeyeon malas mendengar penuturan narsis sunbaenya itu. Ia kembali tenggelam pada soal-soal yang diberikan tanpa mempedulikan Luhan yang saat ini sedang tertawa.

Lagi-lagi anak rambut Taeyeon jatuh tepat disamping pipinya. Mungkin penyebabnya adalah rambut Taeyeon yang terlalu halus seperti bayi sehingga memudahkannya tergerai seperti itu. Luhan yang notabene bukan seorang yeoja yang membawa karet rambut pun langsung menaikkan anak rambut Taeyeon kebelakang dan memeganginya. Taeyeon menoleh kepada Luhan dengan raut muka bertanya sambil melirikkan matanya pada rambutnya yang kini sedang digenggam Luhan.

“Sudahlah aku akan memeganginya sampai kau selesai.”kata Luhan.  Taeyeon tidak membalas ucapan Luhan tadi. Ia takut suara yang ia keluarkan menjadi seram dan agak bergetar. Maklum saja ia sedang menetralisir degupan jantungnya dan mencoba berkonsentrasi pada soal-soal rumit didepannya. Namun sepertinya tidak bisa. Ketika sudah hampir 5 menit Luhan memegangi rambutnya sepertinya tangan Luhan terlihat kelelahan dan merasa pegal. Dengan inisiatifnya yang cemerlang, Luhan duduk lebih dekat dengan Taeyeon dan menghadakan tubuhnya pada Taeyeon yang sekarang terlihat dari samping. Tangannya ia letakkan pada sandaran punggung kursi taman itu tetap pada tugasnya memegangi ramut Taeyeon. Jarak duduk mereka sekarang semakin dekat membuat Taeyeon bisa merasakan deru nafas Luhan dilehernya. Ia sedikit bergidik merasakannya dan lagi-lagi ia tak bisa berkonsentrasi. Walaupun begitu ia harus tetap menyelesaikan tugas itu dengan cepat dan menyudahi penderitaan jantungnya yang kini berdegup tak normal karena sunbae disampingnya itu.

“Sunbae, aku tak bisa membaca tulisanmu disoal ini.” Ucap Taeyeon tanpa mengalihkan pandangannya pada soal dibuku itu.

“mana biar aku lihat.” Ucap Luhan dan setelah itu dengan tenang ia mendekatkan kepalanya pada buku untuk membaca tulisannya sendiri. Tapi tidak dengan Taeyeon yang dibuat gila oleh tingakh sunbaenya itu. Jarak wajahnya dengan Luhan hampir tidak memiliki celah. Taeyeon mersakan panas diwajahnya yang mungkin sudah memerah seperti tomat.

“itu bacanya ada….” Ucapan Luhan terpotong saat wajahnya menoleh dan mendapati jarak keduanya semakin dekat hingga ujung hidung mereka bersentuhan. Ini bukan kesengajaan Luhan melainkan takdir Tuhan mungkin yang sudah membuatnya. Luhan bisa melihat bahwa Taeyeon sudah membulatkan kedua matanya dan merubah ekspresi wajahnya terlihat sangat lucu. Dalam keadaan seperti mana bisa Luhan tertawa, tidak akan pas dengan momennya. Ide gila muncul dalam otak Luhan. Ia memiringkan wajahnya dan lebih mendekat pada Taeyeon. Taeyeon yang gugup melihat wajah Luhan semakin dekat hingga terasa seperti pupil matanya dipenuhi oleh wajah Luhan langsung menutup matanya. Luhan  melihat reaksi Taeyeon yang sesuai dengan keinginannya langsung menahan tawanya dalam diam. Mungkin jika bisa dibayangkan wajah mereka yang sangat dekat hingga terlihat seperti ciuman namun sang namja malah hanya melihat yeojanya yang menutup matanya bodoh sambil tersenyum bodoh seperti itu terlihat seperti film comedy romantic yang aneh. Luhan menyenderkan dahinya dan juga dahi Taeyeon dan memberi jarak kepada hidung dan bibir mereka.

“Kau mengharapkan sesuatu dariku?” ucap Luhan dengan nada menggoda. Reflek Taeyeon langsung membuka matanya dan menatap Luhan tajam. Rasanya hanya dengan tatapan itu ia bisa menunjukkan kekesalannya karena terlhat bodoh didepan sunbae jahatnya itu. Didalam dunia pararelnya, Taeyeon sudah membayangkan bahwa ia sedang mencekik, menendang, bahkan melayangkan tinju pada Luhan karena kesal. Namun didunia pararel itu juga Taeyeon membayangkan meraka berdua sedang ber…ciuman.

‘aish apa yang aku lakukan. Dasar bodoh Kim Taeyeon kau terinveksi viru perfert seperti sunbae>.<’

 

Taeyeon mendorong dada Luhan kuat hingga jarak wajah merak terkikis semakin jauh, walaupun jarak duduk mereka tetepa sama, dekat dan semakin dekat.

“Aish sudahlah sunbae aku ingin mengerjakan tugasmu.” Pinta taeyeon memohon. Luhan menatap sebenatar taeyeon dan langsung menarik bukunya yang ditangan Taeyeon. Ia meletakkan semua barang yang dipegang Taeyeon keruang kosong disamping kursi taman yang mereka duduki.

“aku ingin bertanya sesuatu padamu.” Ucap Luhan terdengar agak serius.

“Ne sunbae?”

“Kenapa kau pulang malam itu melewati pintu belakang rumahku?” tanya Luhan. Taeyeon yang mendengar pun dalam hati terkejut. Bagaimana Luhan bisa tahu kalau sebenarnya Taeyeon lewat pintu belakang. Melihat ekspresi Taeyeon, Luhan hanya terkekeh dan menjitak pelan kepala Taeyeon.

“Ya sunbae appo.”

“Dasar bodoh. Meja makan kami menghadap taman dan sekaligus bisa melihat semua yang berada dibelakang, termasuk kau yang tiba-tiba muncul dibalik lorong dengan membawa tas dan langsung pergi tanpa pamit padaku?” jelas Luhan. Taeyeon menggaruk kepalanya yang tidak gatal mencari alasan yang tepat dan tak membuat seorang Luhan curiga.

“Aku hanya lelah waktu itu sunbae dan memutuskan untuk pulang.”

“kenapa tak memintaku untuk mengantarmu saja? Berbahaya seorang wanita pulang sendirian pada jam malam.” Benar juga. Tapi Taeyeon kemarin malam tidak mengalami bahaya apapun. Mungkin ia sedang beruntung, entahlah untuk malam-malam selanjutnya.

“Aish mana mungkin aku seperti itu. Sunbae kan sedang ada pertemuan keluarga mengenai perjodohan itu dengan Hana eonni.” Tanpa sadar teyeon menyebutkan nama eonninya yang membuat Luhan langsung menoleh pada Taeyeon lagi dengan pandangan bertanya. Taeyeon langsung merutuki kebodohannya. Mana bisa ia keceplosan seperti itu. Astaga dasar bodoh kim Taeyeon.

“Kau kenal dengan nuna?” tanya Luhan penasaran.

“A..aniya aku hanya omong kosong saja. Ah sunbae hari sudah sore, aku harus segera pulang. Anyyeong.” Ucap Taeyeon cepat langsung melesat pergi dari hadapan Luhan. Namja cantik itu hanya menatap kepergian Taeyeon dengan jutaan pertanyaan yang siap ia lontarkan kapan saja untuk Taeyeon. Hanya dengan melihat gelagatnya saja ia sudah tahu Taeyeon pasti bohong. Pasti Taeyeon kenal dengan Hana lebih dari Luhan karena sebutan ‘eonni’ itu. Luhan jadi penasaran akan siapa Kim Taeyeon sebenarnya. Yeoja yang sudah menarik perhatiannya dan selalu membuatnya tertawa hanya dengan melihatnya berteriak ‘YA’ kepadanya. Pemandangan manis dan lucu dari seorang Kim Taeyeon.

******

Luhan baru sampai dirumahnya tepat pukul 5 sore waktu Korea Selatan. Pandangannya langsung tertuju pada seorang wanita yang lebih tua darinya yang sedang duduk diatas kursi rodanya dan menghadap sebuah foto masa kecil Luhan. Luhan mendekati wanita itu dan menyentuh pundaknya. Yang disentuhpun terkejut dan menoleh kebelakang. Ia tersenyum mendapati namja yang ditunggunya sedari tadi sudah pulang kerumah dengan selamat.

“Luhan-ah kau sudah pulang, bagaimana sekolahmu?”

“Cukup menyenangkan hari ini dan membuatku lelah.” Ucap Luhan seraya mendudukan dirinya pada sofa didekat yeoja berkursi roda itu.

“Ah mungkin jika aku sepertimu pasti sangat membahagiakan. Bisa merasakan bagaimana lelahnya bersekolah disekolah normal.” Ucap yeoja itu tetap dengan senyumannya.

“Hana nuna, apa adanya dirimu itu lebih membahagiakan, jadi jangan menyesali apa yang terjadi sekarang.” Ucap Luhan menghibur nunanya itu. Kenyataan bahwa sosok Hana yang cantik dan memiliki senyum manis adalah seorang gadis kursi roda memang sungguh tak bisa dipercaya. Sejak kecil Hana sudah terlahir dengan kaki yang tak berfungsi dengan baik. Puncaknya saat ia sudah memasuki sekolah dasar yang waktu itu Taeyeon sudah pergi dari rumah yang lebih memilih tinggal dirumah pamannya di los angeles dan pindah ke California. Kemungkinan kakinya bisa normal hanya sedikit dan membuat Nyonya Kim ibu Hana sekaligus ibu Taeyeon bersedih. Tak mau anaknya nanti dicemooh, Nyonya Kim memutuskan Hana untuk Home Schooling saja dan itu menyebabkan kurangnya Hana bersosialisasi dengan sekitar. Yang ia kenal hanya ibunya,Ayahnya, Taeyeon dimasa kecil, guru home schooling, pembantunya dirumah dan Luha beserta keluarganya. Nyonya Kim yang tak ingin melihat anak sulungnya itu nantinya menjadi perawan tua langsung berinisiatif menjodohkannya dengan Luhan. Ia tidak tahuakan berhasil atau tidak, tapi sepertinya orang tua Luhan kurang setuju walaupun sebenarnya hubungan mereka sangat baik, namun Nyonya Kim tak akan menyerah demi anaknya itu.

Tapi bagaimana dengan Taeyeon? Nyonya Kim sudah tak ingin mengurus anak itu lagi. Anak itu terlanjur benci dengannya yang tak pernah jujur sedari awal. Memang ini kesalahannya dimasa lalu dan ini adalah balasan Tuhan melalu Taeyeon. Alasan Nyonya Kim tak memberitahu Taeyeon sejak dulu sepaya anak itu tak terbebani dengan statusnya. Namun apalah daya, semuanya sudah terlambat dan taeyeon sudah membenci Nyonya Kim, kini miliknya tinggalah Hana satu-satunya dan ia ingin membahagiakannya.

Hana yang melihat Luhan sedang mencoba untuk menghiburnya langsung mengelus puncak kepalanya sayang. Sebenarnya ia tidak tahu rasanya jatuh cinta. Ia juga tidak tahu apakah ia ingin menjadi istri Luhan kelak dengan perjodohan ini. Ia masih memikirkannya.

Luhan melihat Hana sedang melamun diatas kursi rodanya. Ia iba melihat Hana seperti ini. Ibunya mungkin kurang memperhatikan Hana yang kesepian dan kurang sosialisasi diluar.

‘tunggu dulu’

 

Ketika ia melihat wajah Hana, ibunya dan Taeyeon, ada kemiripan antara mereka bertiga. Mata mereka, hidung, alis ereka bertiga hampir sama, kecuali bibir. Bibir Hana dan ibunya sangatlah mirip kecuali Taeyeon, bibir Taeyeon jauh lebih kecil dan tipis. Bibir berwarna peach yang selalu menggoda Luhan untuk segera menciumnya. Namun perbedaan dan kesamaan mereka bertiga lebih dominan pada kesamaannya. Luhan curiga Nyonya Kim tidak hanya memiliki satu anak melainkan dua? Dan Taeyeon? Ia juga belum tahu siapa sebenarnya yeoja mungil itu. Apakah dia adalah anak dari Ibu Taeyeon? Atau ia adalah ‘chagi’ nya dimasa lalu, temannya masa kecil. Mengingat bekas luka chagi mirip. Jika diingat-ingat lagi wajah chagi dan Taeyeon itu tak jauh berbeda. Atau jangan-jangan benar dugaannya selama ini? Taeyeon adalah ‘chagi’ nya dimasa lalu?

‘aku harus cari tahu! Chagi aku akan menemukanmu.’

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TBC

A/N : Heyo ketemu denga author kimiceu yang sudah sangaaaaaaaatt lama menghilang dari peradaban ff-_- Dichapter ini author ngerjainnya selama 3 hari berturut turut. Yah karena lagi ada ide masuk jadi tanpa pikir panjang deh langsung kerjain. walaupun gak sesuai deadline xD Maafkan author readerss. O iya ada yang nunggu ff author yang He Was Cool? -_-Ah itu masih dalam tahap pembuatan. Dan di ending mungkin ceritanya jadi panjang soalnya disertai epilog #bocorinRahasia Oh iya. Author juga kemaren dalam tahap bikin ff lain sih.-. Eum pairingnya emang gak terkenal kaya Baekyeon dan LuTae tapi semoga kalian suka ya^^ eum mungkin minggu depan atau dua hari ini  author publish ff nya. Dan rencana author mau bikin ff oneshoot yeay\^^/ ada yang mau kasih saran pairing siapa yang mau dipake atau mau kaya gimana jalan ceritanya? Oh pairingnya jangan Lutae atau HunTae karena di blog ini sudah banyak yang bikin^^ oke sekian cuap cuap author. Don’t be silent readers and keep read my fanfiction^^ love~ Kimiceu

Advertisements

126 comments on “Skateboy [ Chapter 4 ]

  1. Hwa ini ff makin seru aja thor tapi kenapatu kata kramata(TBC) tiba-tiba muncul sih elah bikin kesel aje :3
    Btw lanjut thor

    • sabar atuh neng tiati puasi nih ntra batal/? xD
      okee ditunggu ya kelanjutannya^^ Makasih udah mau baca dan comment :’)

  2. Kenapa harus ada kata ‘TBC’ T.T
    Ngomong – ngomong tambah keren thor ^^b
    Agak kurang ngerti tentang keluarga Taeyeonnya tapi gatau aku yang telmi ._. yang penting ditunggu next chapnya thor ^^

    • iohihih maaf ya tbc nya tendnag aja/?
      makasih pujiannya aduh author terharu>.< kayaknya mungkin bahasa author yang sulit dimengerti wkwkwk oke mungkin akan dijelasin lagi di chap berikutnya^^ ditunggu ya, makasih udah mau baca dan comment ;')

  3. author kimiceu kapan dong nih skateboy mau dilanjut? Udah lama bangeet dan udah penasaran bangeeet 😦 lanjut dong thor buruan~

  4. anyyeong thor nim…
    q baru bca ff ini dr awl…
    ff nya daebak bgd…
    berharap author mw lanjutin critanya…
    penasaran bgd ama critanya….
    tp sehun blm muncul2 ya???
    keep writing, fighting!!

  5. Hai thor aku reader baru..salam kenal..
    FF ini seruu.. kocak bgt tiap luhan ngerjain taeng, hhaha
    Dasar jail..
    Lanjut terus yaa thor, gomawo..

    • Hallo readerss^^ welcome to atsit ya 🙂 makasihh buat pujiannya author jadi terharu T_T okee udah terbit tuh selamat membaca yaa 🙂

  6. Pingback: Skateboy [ Chapter 7 ] | All The Stories Is Taeyeon's

  7. Luhan ngerjain taeng mulu nihh,hhiii. Yihhiii, sohyeon unnie syg bgt sih sma taeng. Waahh, luhan kyaknya udah mulai tau deh klo taeng tu cinta masa kecilnya. HHmmm, smoga aja eommanya taeng sma hana setuju ya sma hubungan lutae,hhuuu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s