Bye [ Oneshoot ]

Bye

Bye | fioodyr’s Present

Kim Taeyeon | Byun Baekhyun

Sad | Hurt

Leght : Oneshoot | PG 13

Disclaimer :

Typo everywhere x_x Don’t bash don’t judge and please appreciate it. Gomawo readers~ Sorry for typos, imperfection is human!

Note :

Ff ini murni dari pikiran author. Ff ini terinspirasi dari lagu Taeyeon-Bye. Emang ga terlalu masuk sama arti lagunya. Tapi intinya ini sedih deh-,- Author hanya manusia biasa x_x Semua kesalahan yang ada pada ff ini mohon dimaafkan. Bahasa aneh, cerita ga nyambung, typo berdebaran itu sudah menjadi ciri khas saya-_- Terima kasih buat yang udh baca ff ini ^^ Happy Reading !

Recommend Song :

Taeyeon SNSD – Bye [OST. Mr. Go] 

*disarankan yang belum punya lagunya sebaiknya didownload dulu ya biar dapet feelnya ^^ Tapi ga wajib sih sebetulnya, hehe.

***

 

“Baekhyun-ah, annyeong. Apa kau baik-baik saja sekarang ? Aku harap keadaanmu lebih baik dari yang ku bayangkan. Maaf jika selama ini aku selalu menyakitimu, tapi kau harus tau jika aku sangat mencintaimu. Jadi kau tidak boleh membenciku, eoh. Mungkin sekarang aku lebih tenang ditempatku ini, dan maaf jika aku harus meninggalkanmu. Kau tau, penyakitku ini sangat membunuhku. Aku lelah menanggungnya, jadi aku memutuskan untuk membiarkan penyakit ini membenalu ditubuhku dan membiarkannya menggerogoti nyawaku hingga aku benar-benar mati. Hiduplah bahagia tanpaku, kau tidak perlu menangisiku. Carilah gadis yang lebih sempurna dariku, dan lebih sehat dariku. Aku selalu mencintaimu Baekhyun-ah, Saranghae! Annyeong…”—Kim Taeyeon.

 

***

 

Suara gemercik hujan dengan bau-bau khas tanah mulai tercium dari sebuah kamar berpenghuni. Udara dingin yang masuk dari jendela kamarnya yang sengaja ia buka terasa menusuk tulangnya. Namun lelaki itu tetap saja menatap kosong keluar kamar jendelanya sana. Tak ada niat sedikitpun dari dirinya untuk menutup jendela kamarnya dan menghangatkan tubuhnya dari dinginnya udara malam. Ia tetap memandang lurus kedepan tanpa tujuan. Dan tanpa disangka cairan bening  itu mulai membendung dimata bulatnya. Ia menangis. Menangisi apa yang kini tengah terjadi padanya. Hatinya sakit, dirinya seakan terbunuh karena hal ini. Hal yang membuat hari-harinya 180o berbeda dari biasanya.

 

Senyumnya yang dulu sangat murah diumbar oleh orang-orang yang disekitarnya, kini ia hanya simpan dan menenggelamkannya dalam-dalam pada dirinya. Byun Baekhyun yang terkenal periang kini berubah menjadi Byun Baekhyun yang pemurung. Ia selalu berusaha menjauh dari keramaian dan membuat dirinya selalu sendiri. Ia selalu berusaha menyalahkan dirinya karena suatu hal. Hal yang membuat dirinya bagaikan mayat hidup seperti sekarang.

 

Kim Taeyeon, gadis yang telah membuatnya jatuh cinta untuk pertama kalinya namun membuatnya jatuh juga. Seorang gadis yang mempunyai kelainan pada jantungnya dan ia juga yang membuat hidup Baekhyun menjadi berharga. Ia yang telah menumbuhkan rasa semangat pada Baekhyun. Ia yang telah membuat Baekhyun menjadi seorang yang dikenal banyak orang karena keramahan yang ia ajarkan. Dan ia jugalah yang mengajarkan apa pentingnya arti cinta dalam hidupnya. Pertemuan yang bisa dibilang singkat itulah yang membuat Baekhyun selalu ingin berada disamping Taeyeon. Pertemuan dimana ia tak sengaja melihat Taeyeon yang terjatuh dari kursi rodanya saat dirumah sakit dan ia membantunya. Hingga tanpa sadar waktu berjalan dan membuat mereka menjadi sangat dekat dan bersahabat.

 

Hari demi hari ia selalu lewatkan bersamanya—Kim Taeyeon. Sebelumnya Baekhyun memandang Taeyeon bukan siapa-siapa, namun setelah melihat Taeyeon yang kesakitan karena penyakitkannya membuat rasa iba perlahan tumbuh dalam diri Baekhyun. Saat Taeyeon membutuhkan seseorang untuk membantunya ini-itu dirumah sakit, namun tidak ada satu orangpun yang menemaninya. Saat ia melihat Taeyeon menanggung rasa sakitnya sendirian tanpa ada sebuah support pun untuknya. Baekhyun sangat ingin membantunya. Itulah mengapa Baekhyun ingin menemani Taeyeon hingga dirinya tiada sekarang.

 

Tetesan air mata itu akhirnya jatuh juga dari ujung matanya. Ia memejamkan matanya, berusaha mencari kekuatan dalam dirinya dalam menghadapi ini. Ia bukanlah seorang yang kuat seperti orang-orang yang dikenalnya bilang. Dalam dirinya, Baekhyun hanyalah manusia yang butuh cinta. Namun cintanya itu pergi, pergi dan meninggalkan bekas luka mendalam dihatinya.

 

“Ini menyakitkan, sangat menyakitkan. Mengapa kau meninggalkanku seperti ini ? Kau bilang kau akan segera sembuh untukku. Kau bilang kau akan selalu bersamaku. Mana janjimu itu ?”

 

Dadanya serasa tercekik kuat dan membuatnya benar-benar sesak, suaranya pun terdengar parau. Isakan demi isakan pun mulai menggema dikamarnya. Ia meremas dadanya yang begitu sesak, ini sakit, sangat sakit. Ia ingin mengakhiri ini, dirinya lelah.  “Aku harus apa sekarang ?”

 

Semilir angin terasa olehnya. Udara kali ini terasa berbeda dari udara sebelumnya. Terasa sejuk dan memberi sebuah kehangatan pada dirinya, walau kenyataannya hujan masih turun dan udara diluar sana masih sedingin es. Tangisannya seketika berhenti. Ia membuka matanya perlahan. Merasakan udara yang seakan memberi kekuatan pada dirinya yang membuatnya tenang. Dan sedetik kemudian sebuah cahaya terang muncul tepat dihadapannya. Perlahan-lahan cahaya itu membentuk sebuah tubuh yang lengkap dan menjadi seorang gadis yang tidak asing lagi dimatanya, Kim Taeyeon. Gadis yang selama ini dirindukannya, gadis yang selama ini membuatnya menangis seperti ini, gadis yang berhasil membuat Baekhyun menjadi mayat hidup seperti sekarang. Ia datang.

 

Annyeong…” Ia melambaikan tangannya pada Baekhyun dan tersenyum kecil padanya. Perlahan ia mendekati Baekhyun, lalu duduk disampingnya. Ia kembali tersenyum. Wajahnya sedikit berubah. Ia terlihat lebih cantik dari sebelumnya. Wajahnya bercahaya bak bidadari, wajahnya pun terlihat lebih segar dari sebelumnya saat dirumah sakit—pucat—, dan senyumnya terlihat lebih indah dari yang pernah Taeyeon berikan pada Baekhyun.

Annyeong, Baekhyun-ah…” Suaranya lagi-lagi terdengar. Baekhyun masih tak percaya dengan apa yang terjadi pada dirinya sekarang. Ia masih mengira bahwa gadis yang dari tadi mengatakan kata ‘Annyeong’ padanya hanya imajinasinya saja.  Tanpa sadar air mata itu lagi-lagi menetes tanpa disadari oleh Baekhyun sendiri. Ia terus memerhatikan setiap inci wajah Taeyeon dengat rinci, dan memastikan bahwa gadis yang tengah tersenyum padanya saat ini benar-benar gadis yang selama ini ia harap-harapkan kembali padanya—Kim Taeyeon.

“A-apa benar ini kau… Kim Taeyeon ?” Dengan suara gemetar ia berusaha mengucapkan pertanyaan tersebut. Ia mengangguk. “Emm, ini aku… Kim Taeyeon.”

 

Baekhyun masih diam, ia berusaha mencerna kejadian yang tengah ia alami sekarang.

 

“Apa kau datang untuk menemuiku ?” Tanyanya masih dengan air mata yang berusaha ia bendung dan menahannya untuk keluar. Taeyeon mengangguk.

 

“Apa kau merindukanku ?” Tanyanya lagi. Taeyeon kembali mengangguk.

 

“Apa kau masih mencintaiku ?” Beberapa saat tak ada jawaban dari sang gadis—Taeyeon, namun sedetik kemudia ia tersenyum. “Cintaku selalu untukmu, walau kini kita dipisahkan oleh dunia yang berbeda. Namun cinta ini masih berdiri kokoh untukmu. Karena aku mencintaimu… Byun Baekhyun.”

 

Kali ini Baekhyun baru percaya jika gadis yang telah berhasil membuat air matanya jatuh adalah Kim Taeyeon. Kim Taeyeon yang telah membuatnya menunggu. Kim Taeyeon yang telah membuat Baekhyun menguras bersih air matanya. “Gomawo, jeongmal gomawo. Terima kasih telah kembali untukku.”

 

Ia langsung mendekap erat tubuh mungil Taeyeon. Mendekapnya hingga tidak ada satu centi pun jarak yang memisahkan tubuh mereka. Baekhyun tak henti-hentinya mengatakan kata ‘Gomawo’ pada Taeyeon karena ia datang saat hatinya benar-benar rapuh. Saat dirinya benar-benar terasa mati.

 

“Maaf jika aku telah membuatmu seperti ini, maaf jika aku telah menyakitimu seperti ini.” Ucap Taeyeon disela-sela pelukannya. Baekhyun membelai rambut hitam Taeyeon dengan lembut. “Ani, akulah yang seharusnya minta maaf padamu. Aku bersalah karena tidak bisa membuatmu bahagia saat didunia dulu. Maaf jika aku datang terlambat saat kau membutuhkan pertolonganku. Maaf aku tidak bisa menuruti permintaanmu untuk membawamu keluar rumah sakit desember lalu. Mianhe, jeongmal… Mi-mianhe.” Lirihnya. Taeyeon menggeleng dan ia melepaskan pelukannya dari Baekhyun lalu menatapnya.

 

Aniyo, kau telah membuatku bahagia. Kau berada disisiku saja sudah cukup membuatku bahagia Baekhyun-ah. Kau tidak perlu menyalahi dirimu karenaku. Aku bahagia ditempatku sekarang. Kau tidak perlu mengkhawatirkanku. Dan aku mohon padamu untuk tidak menangisiku lagi. Kau harus hidup normal kembali.Kau tidak boleh terpuruk terus-terusan seperti ini. Carilah pasangan hidup yang lebih baik dariku. Mulailah membuka lembaran baru tanpaku. Eoh ?”

 

Baekhyun menggeleng. “Aku tidak bisa menggantikanmu, aku mencintaimu. Aku juga ingin bersamamu ditempat barumu sekarang. Aku kesepian disini, aku ingin bersamamu Taeyeon-ah.” Dan lagi-lagi air matanya menetes. Taeyeon meraih tangan Baekhyun dan menggenggamnya.

 

“Yakinlah bahwa kau bisa hidup tanpaku. Kau tidak kesepian, aku selalu ada disampingmu. Namun kau tidak akan pernah mengetahui keberadaanku. Masih banyak orang-orang disekitarmu. Kyungsoo, Kai, Sehun, Chanyeol, mereka masih mau berteman denganmu. Dan masih banyak teman-temanmu yang masih mau menemanimu. Percayalah…”

 

“Aku tidak bisa melakukannya, sungguh. Aku butuh kau…” Entah kenapa air matanya semakin deras mengalir. Namun sekuat tenaga ia berusaha untuk tidak menciptakan sebuah isakan yang membuat Taeyeon merasa bersalah melihatnya. Taeyeon kembali meyakinkan Baekhyun. “Kau bisa. Anggaplah kau melakukan itu untuk melihatku bahagia ‘disana’. Arra ?”

Kini Baekhyun hanya bisa pasrah. Jika Tuhan mendatangkan Taeyeon kepadanya hanya untuk memberi jalan keluar untuknya, ia hanya bisa melakukannya. Walau dalam hatinya ia benar-benar tidak bisa melakukan ini semua. Tangan Taeyeon perlahan meraih pipi Baekhyun dan telunjuknya ia usapkan untuk menghapus jejak air mata yang terukir dimata Baekhyun. Ia menatapnya sekilas mata berbinar Baekhyun. Ia ingin merekam seluruh kejadian yang tengah ia alami sekarang dimemori otaknya, agar ia bisa mengingat Baekhyun kapan saja ‘disana’.

Saranghae… Byun Baekhyun.” Sejenak kata-kata itu berhenti, namun tak lama Taeyeon melanjutkannya kata terakhirnya kembali. “Annyeong…” Dan perlahan bayangannya mulai hilang bersama angin yang berhembus melalui jendela kamarnya. Namun bayangan Taeyeon tidak hilang total begitu saja, masih ada bayangan matanya yang tengah menunggu jawaban dari Baekhyun yang kini tengah menangisinya.

Na-nado saranghae.. Kim Taeyeon.” Sungguh, Baekhyun sudah tidak kuat untuk mengeluarkan satu katapun. Namun ia berusaha keras untuk bisa mengatakan kata terakhirnya untuk Taeyeon. “Annyeong…” Bayangan Taeyeon tersenyum dan sedetik kemudian dia benar-benar pergi.

 

Baekhyun benar-benar tidak bisa menahan tangisannya ini. Ia mencurahkan semua perasaan yang tengah ia rasakannya saat ini dengan tangisannya. Hatinya yang senang karena masih bisa melihat Taeyeon untuk terakhir kalinya dan hatinya yang terasa dibunuh karena harus melepas Taeyeon hanya untuknya. Namun dalam dirinya ia berjanji jika tangisannya kali ini adalah tangisa terakhir karena Taeyeon dan tak kan menangis lagi karenanya. Baekhyun ingin melakukan semua yang Taeyeon katakan padanya tadi, semata-mata agar Taeyeon bangga pada dirinya karena bisa melakukan apa yang telah ia perintah. Dan karena ia mencintainya…

 

“Jaga dirimu juga disana, Taeyeon-ah. Annyeong…”

 

***

 

2 Years Later

 

Kini matahari dalam hidup Baekhyun perlahan mulai terbit kembali. Hidupnya berangsur membaik dari sebelumnya. Perlahan dirinya sudah bisa untuk melepaskan kepergian Taeyeon dan ia telah menjalani kehidupannya dengan normal kembali. Dan kini ia juga telah menemukan pengganti Taeyeon dihatinya, Kim Ha Yeon. Gadis yang parasnya tak beda jauh dari Taeyeon—cantik, dan ia juga mempunyai kepribadian baik seperti Taeyeon. Hanya saja Baekhyun menganggap Taeyeon lebih istimewa dihatinya walau telah ada Ha Yeon yang telah mengganti posisi Taeyeon dihatinya. Dan kini Baekhyun telah mengabulkan semua permintaan terakhir Taeyeon.  Ia telah melewati ini semua dengan baik. Dan alasan kuat mengapa ia bisa melewati itu adalah Taeyeon. Karena ia selalu berfikir ia melakukan ini semua hanya ingin melihat Taeyeon bangga padanya, karena ingin melihatnya bahagia.

 

“Aku telah menuruti permintaanmu kan? Kini tinggal kau yang harus menuruti permintaanku, janjilah jika kau akan terus mendatangiku dimimpiku. Mengatakan kata cinta padaku, melakukan semua hal bersamamu, dan kembali membuat kenangan-kenangan indah bersamamu. Yagsog ?”

 

—END—

 

Ahee~ I’m comeback again B-) Tangan lagi gatel banget pengen ngetik dan otak saya juga lagi lancar buat bikin epep, dan  terciptalah epep yang rada gaje ini 😀 Ayehh!  Ga dapet feelnya ya? Ga bagus ya?._. Saya bikinnya dadakan abisnya, jadi ga terlalu niat :3 Mangap banget kalo epepnya gaje, typonya berdebaran, dan author sadis karena bikin sad ending-,- Btw,yang nungguin ff saya yang “Noona, I love you…” mohon kesabarannya yes. Itu selembar aja belum ada, ga tau deh kapan selesainya. Tapi saya usahain jadi cepet koq 😉 Ditunggu aja yaa!~

Jangan lupa tinggalkan jejak yethh! Situ bukan setankan? Kalo abis lewat mohon tinggalkan komentar apa aja deh saya terima yang jelek atau yang bagus juga gapapa, saya udah bersyukur banget sumvah :v GOMAWOO~

Advertisements

58 comments on “Bye [ Oneshoot ]

  1. Nice thor wlopun sad ending
    Baekki oppa miris bget nsibx ;(
    nona i love you cpat di post ne thor
    fighting

  2. Sakitnya itu di sini thorr*tunjuk hati* ‘-‘ jadi, mereka saling melengkapi dan sbnernya gak mau pisah satu sama lain ya. Semoga di kehidupan nyata mreka bs njalaninya dgn baik pula :’v btw ff nya feelnya dpt thor. Aku jd ikut ngebayangin hehe. Ff selanjutnya kutunggu selaluu

  3. kasian hidup nya baekhyun…
    udh ada penggantinya ya?HaYeon?
    ff Noona I Love You di tunggu thor^^ Hwaiting!!!^^

  4. Nyentuh banget,apalagi kalau misalnya sambil denger lagunya taeyeon yang bye makin nyesek,di tunggu ya cerita BaekYeon yang lain kalau bisa cerita nya sedih lagi,aku suka cerita sedih gini (y) 😀

  5. duhh saeng pinter banget bikin ff nya.. gemess.. huaaa… 😥 hampir nangis.. wkwkwkwk… good job. 👍👍

  6. yuhu bagus thor ffnya , aku sampe deres/? Dan juga dengerin lagu taeyeon yang bye , aduh pokoknya bagus banget ,kata2nya juga bikin terharu/? Next ff baekyeon happy ending ya thorr ? :3 FIGHTING!

  7. Pingback: [LIBRARY] DRABBLE | FICLET | ONESHOT 2013-2017 | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s