[FREELANCE] You! (Oneshot)

You!

Written by STRAWMILK

Kim Taeyeon [SNSD] – Xi Luhan [EXO-M]

Ficlet | Romance – Family – Little Angst | PG 17

Desclaimer
The story is based on my own imagination.
There is no element of plagiarism, imitation, etc
.

.

Sorry for Typo!

.

.

Enjoy Reading

.

.

/

Tiga jam sudah Taeyeon ngambek di dalam kamarnya, sedari tadi kedua orangtuanya mencoba untuk membujuknya dan hal itu terasa sia-sia.

“JANGAN GANGGU AKU!” jeritnya dari kamar membuat mereka semua tersentak kaget

Hyeri—saudara sepupunya mencoba berbaik hati, mengetuk pintu kamarnya dan berbicara “Tak ada yang mengganggumu eonni! Kami hanya ingin mengajakmu makan” sahutnya
“Aku tak mau makan…Kalian saja sana!” balasnya kembali setengah kesal
Hyeri menatap pintu kamar Taeyeon dengan sengit lalu beranjak pergi dengan beberapa ucapan hinaannya pada Taeyeon “Matilah kau di dalam sana, eonni! Angin tak akan membuatmu kenyang. Hidupmu…Ckk, sungguh dramatisir sekali”
“YAK! Setelah aku keluar dari kamarku, kubunuh kau!” Taeyeon melempar bantal ke arah pintu kamarnya. “Kau sedang mengalami masa periode-mu, eoh!? Hahaha…” ejek Hyeri tak mau kalah seraya tertawa lepas

20 menit..

30 menit…

1 jam…

Taeyeon mengerang frustasi di dalam kamarnya, sprai, bantal, selimut, dan guling sudah tercecer dimana-mana. Wajahnya kusut.
Sudah sedari tadi ia diam, tidak melakukan apa-apa dalam kamar tersebut. Perutnya sudah meraung-raung ingin si empu memberinya makan. Yahh….berhubung ego-nya lebih besar, ia sudah tak bertekad tak mau keluar sampai menjelang pagi nanti.

Ayah, ibunya, dan bahkan saudara sepupunya terheran-heran melihatnya pulang dengan wajah yang ditekuk dan langsung pergi kekamarnya dan menutup pintu dengan kasar sampai menimbulkan bunyi yang keras. Bagaimana tidak? Berjam-jam ia menunggu kekasihnya untuk datang, tapi ia tak kunjung menampakkan dirinya. Bahkan saat salju-salju mulai turun, belum juga batang hidungnya kelihatan ‘dasar gila’ pikirnya, Uhh…rasanya ia ingin menghancurkan wajah kekasihnya sampai tak berbentuk jika nanti ia bertemu dengannya.

Tak ada rasa kasihan sekali, membiarkan seorang perempuan kedinginan di tengah salju turun tanpa kehangatan sekalipun. Ia langsung beranjak pulang dan kinilah ia sekarang, diam dikamarnya. Memarahi laki-laki yang berstatus kekasihnya dengan perantara gambar laki-laki tersebut yang berada di gallery handphone-nya. Ohya, jangan lupakan satu lagi. Mungkin Taeyeon juga sudah cukup gila berbicara dengan sebuah gambar.

Ini sudah tengah malam. Taeyeon masih saja terjaga di dalam kamarnya.
Matanya sudah menyuruhnya untuk tidur tapi ia masih enggan untuk melakukannya, niatnya ia ingin ke dapur dan makan. Sesuap nasi pun tak apa, ia berfikir mungkin nanti pagi ia masih ingin mengurung diri di kamarnya.

Sekarang, ia belum bisa keluar kamar.
Mungkin ayahnya belum tidur, karena menonton world cup. Huhh…semuanya memang butuh perjuangan. Bahkan, untuk berusaha marah pun harus ada pengorbanannya..lihat, kini cacing di perutnyalah sebagai korban kemarahannya sendiri.

Cukup sudah! Ia sudah tak kuat lagi…
ia harus makan detik ini

CKLEK

Pintu sudah dibukanya, celingak-celinguk ia melihat keadaan diluar kamarnya dengan kepala disembulkan dari celah pintu. Kosong. Tak ada siapa-siapa

Ia tersenyum bangga lalu berjalan ke arah dapur rumahnya dengan santai lalu membuka kulkas, tangannya mencari-cari bahan makanan yang akan ia masak. Tak berapa lama, ia menjerit begitu mendengar suara berat yang mengagetkannya “Masih bisa merasa lapar Taeyeon?” pertanyaan itu tentu saja membuatnya terpojok

Ia menoleh kebelakang dan mengangguk kecil “Yang merasa lapar adalah perutku, bukan aku” jawabnya polos lalu ditertawakan oleh seseorang yang berada tak jauh dibelakangnya
“Kalau makan saja butuh gengsi, pasti gengsi juga kau pakai untuk cerita cintamu, kan?”
Taeyeon mendengus nafas pelan sebelum menjawab pertanyaan dari orang yang dibelakangnya itu, ia sedikit kesal. Karena ucapan yang dikatakannya, memang benar apa adanya. Hufftt…. “Appa! Aku sudah menunggunya beberapa jam. Hanya duduk dan berdiam diri, itu juga melelahkan” belanya
“Mungkin ia ada kesibukan di kantor. Ia sebentar lagi menjadi pewaris besar, wajar sajakan jika ia sibuk?” Taeyeon meringis mendengar ucapan ayahnya kembali, ia rasa sudah lebih dari cukup menunggu laki-laki itu. Dan tak ada salahnya bukan jika ia marah, karena ketidakdatangan kekasihnya itu?
“Ya..aku mengerti, tapi haruskah ia sibuk sampai melupakan janjinya denganku?” balas Taeyeon ngotot
“Okee…Appa mengaku kalah” kembali, Taeyeon menarik nafasnya pelan dan menghembuskannya “Bukan begitu appa, Ahhh..jangan memojokkanku begitu. Sekarang aku harus segera makan jika tidak aku bisa terkena maag” dengus Taeyeon mengalihkan pembicaraan lalu mengambil bahan makanannya dan meletakannya di meja dapur.

Ayahnya mengedikkan bahu lalu kembali ke ruang tengah, menonton kembali “Emm..apa mereka semua sudah tidur?” tanya Taeyeon dari kejauhan

“Ya..mereka tertidur karena sudah lelah menungguimu untuk keluar kamar” jawab ayahnya

“Sudah kubilang, jangan membahas hal itu lagi”
“Appa hanya menjawab pertanyaanmu, Taeyeon. Kau sensitif sekali, mungkin ada benarnya kata Hyeri tadi. Kau sedang mengalami masa periode-mu ya?” ayah Taeyeon kembali mengeluarkan suara tawanya

“Aku tak mendengar” bohong Taeyeon kembali berurusan dengan peralatan dapurnya

“Kau bisa mengambil cotton buth di atas meja televisi, Taeyeon¬-ah. Mungkin kotoran di telingamu sudah cukup banyak, sehingga pendengaranmu sedikit berkurang” canda ayahnya

“Appa diamlah!”
.. … ..

 

Terlihat seorang pria tampan berambut blonde sedang risau memegang telepon genggamnya di samping telinga kanan miliknya. Sepertinya ia sedang mencoba menghubungi seseorang.

Berkali-kali ia menekan nomor yang ditujunya, tapi sama sekali tak membuahkan hasil, ia menghembuskan nafas kasar lalu menerawang langit. Ia sudah menduga. Gadisnya pasti marah. “Belum pulang Tuan Xi? Atau masih ada urusan lain?” tanya pegawainya berusaha basa-basi padanya yang sedang berdiri di samping mobilnya yang terpakir outdoor.

Pria itu menoleh dan berusaha tersenyum “Ah tidak, sebentar lagi aku akan pulang” jawabnya seadanya

Pegawainya mengangguk “Baiklah, saya duluan..tuan Xi” pegawai itu pergi berlalu meninggalkan pria itu sendiri dalam fantasi miliknya. Beberapa menit kemudian, ia memasuki mobilnya dan pergi dari parkiran tersebut

Ia memutuskan untuk pergi ke sebuah restoran setelah menelpon nomor telpon rumah gadisnya, yang ternyata diangkat oleh ibunya. Dan mengatakan bahwa seseorang yang kini dicarinya berada disana. Tak perlu pusing-pusing, ia langsung memutarkan stir mobilnya dan mengendarainya dengan kecepatan penuh dan masih dengan pakaian kantornya yang formal

Ia memarkirkan kendaraannya di parkiran basement indoor lalu membuka pintu mobilnya. Sedikit berlari kecil menuju pintu masuk restoran tersebut dan menemui kekasihnya yang sedang marah padanya.

Taeyeon sedikit malas begitu melihatnya menghampirinya, “Tae—aku merindukanmu” ujarnya

Taeyeon sedikit meneguk minumnya “Ohhya..benarkah? Tetapi aku tidak merindukanmu” balasnya

“Ayolah, aku minta maaf atas kejadian kemarin” bujuknya kembali dan mendekatkan dirinya ke arah Taeyeon

“E…E..Ehh..Jangan dekat-dekat, aku alergi terhadap orang yang memakai pakaian kantor” bohongnya mengangkat tangannya berusaha memberhentikan pria yang berstatus kekasihnya untuk mendekat

“Aku sudah mempertimbangkannya. Luhan, sebaiknya kita putus” ujar Taeyeon lalu menatap serius Luhan yang berada di depannya sedikit tak rela. Walau ada sebagian dihatinya merasa seperti ditusuk karena terus berdenyut sakit. Entahlah, lidahnya merasa harus mengatakan hal itu pada orang yang kini berada di hadapanya.
Ia pikir, yang kemarin bukannlah yang pertama. Semenjak dua bulan yang lalu, Luhan sudah sering mengacuhkannya dan sibuk berkutat dengan beberapa dokumen tebal ditangannya. Ia bosan diperlakukan seperti itu. Ia berduaan tapi terasa seperti hanya bersama benda kecil berbentuk persegi yang sering disebut ponsel, lelah. Mempertahankannya juga, ia rasa percuma saja\

Sepersekian detik, Luhan langsung menggenggam pergelangan tangan Taeyeon lalu membawanya keluar. Taeyeon terus saja memeberontak untuk melepaskan tangan Luhan dari tangannya tapi hal yang dilakukannya semakin membuat Luhan mempererat tangannya dan itu membuatnya semakin kesakitan.

Sampai di parkiran basement sebelumnya. Luhan menghempaskan tangan Taeyeon kasar lalu menghimpitnya ditengah-tengah antara dirinya dengan mobil miliknya. Melihat Taeyeon mengusap-usap pergelangan tangannya merah, sedikit membuat Luhan luluh. Taeyeon takut menatap wajah Luhan sekarang. Ia sangat mengerikan jika sedang marah besar begini.

“Apa yang membuatmu begini, Taeng? Apakah kau sudah bosan denganku? Aku minta maaf atas kejadian kemarin, kumohon. Mengapa kau jadi terlalu sensitif begini?” tanya Luhan dengan frustasi

Taeyeon emosi begitu mendengar pertanyaan dari Luhan. Pertanyaan itu seperti menuduhnya bahwa ialah yang salah “Ada apa denganku? Heii…coba kaulihat dulu Lu! Ada apa denganmu? Aku memang sudah bosan, bosan selalu diacuhkan olehmu. Selalu menunggu dan akhirnya kau tak datang, apakah kau tahu? Aku seperti orang bodoh kemarin! Hanya duduk dan menatap langit dan berbicara pada poselku sendiri, hanya menunggumu untuk datang. Apa kau rasa semua itu tidak keterlaluan? semua menganggapku sensitif…sensitif…dan sensitif. Okee….Aku memang sensitif dan terlalu perasa. Jadi kumohon untukmu juga, akhiri semuanya. Untuk hari ini kita lupakan semuanya, aku lelah untuk mempertahankannya.” Dengan menggebu-gebu Taeyeon berbicara, tanpa ada kata-kata yang salah. Ia mengucapkan semua kata-kata yang sedari dulu ingin ia sampaikan pada pria yang berada di depannya. Berkali-kali ia ingin mengatakannya tetapi ia benar-benar tak bisa, separuh hatinya masih benar-benar mencintai pria yang bernama Xi Luhan. Mata laki-laki itu selalu menyihirnya untuk kembali mencintainya. Dan sekarang, keberaniannya terkumpul untuk mengucapkan semua kalimat itu. Kalimat untuk meminta’nya’ mengakhiri semuanya
Luhan hilang kendali begitu mendengar jawaban dari Taeyeon. Ia mencium bibir Taeyeon dengan kasar dan melumatinya dengan tak sabaran. Taeyeon masih diam tak membalas dan berusaha mengatup bibirnya dalam-dalam. Ciuman panas itu menimbulkan bunyi decakan walau hanya bibir Luhan yang bekerja. Taeyeon mengumpulkan semua tenaganya lalu mendorong tubuh Luhan. Berhasil.
Mereka berdua terengah-engah menstabilkan nafas mereka. Luhan sudah tak peduli lagi, jika ciuman tadi membuat Taeyeon semakin membencinya.

“Aku tak mau pisah darimu..Tae. Aku akan membuatmu tak bisa jauh dariku dan selalu memikirkanku, akan kubuat kau selalu tersenyum dan bahagia. Tanpa ada tangisan kesedihanmu. Aku akan melamarmu, lalu kita akan menikah. Aku akan membuatmu tak bisa duduk dengan nyaman karena mengandung anakku. Aku akan membuatmu bahagia. Dan aku hanya mau kau yang menjadi pendamping hidupku bukan yang lain. Sungguh, aku tak bisa jika tak bersamamu. Kumohon” pinta Luhan menatap nanar Taeyeon yang tengah tersungkur menutup mulutnya menangis

“Aku benci! Benci diriku sendiri Luhan! Mengapa aku terlalu mencintaimu, eoh!?” ujar Taeyeon sambil memukul-mukul dada sebelah kirinya mencoba menghilangkan rasa sakit.
“Kau mau kan, Taeyeon?” tanya Luhan dengan nada suara yang lembut
Dengan sekali anggukan dari Taeyeon, senyum merekah terukir di bibir Luhan lalu ia
memeluk Taeyeon dan mencium puncak kepalanya dan menghapus bekas airmata yang
terlihat jelas

“Aku akan menikahimu lusa, semua akan kusiapkan. Berdandanlah yang cantik! Sebentar
lagi kau akan jadi istriku” ucap Luhan senang

Taeyeon membulatkan matanya “Secepat itu?” tanyanya polos memandang Luhan yang
masih memeluknya

Luhan mengangguk mengiyakan “Aku tak mau kau marah lagi seperti ini. Dan kemudian
bilang kata putus lagi, aku tak suka. Benar-benartak suka ‘kata’ itu, apalagi jika itu terlontar
dari mulutmu. Aku takut kau akan dimilikki orang lain”

“Aku hanya milikmu sepenuhnya Luhan” yakin Taeyeon pada Luhan dan dibalas gelengan
dari Luhan “Tidak, aku belum yakin” dan Taeyeon mengangkatkan alisnya melihat respon
Luhan lalu tertawa kecil
END

.

 

Haiii!!! Hai!!
Gianam?? Hueheho..
Lihat…lihat, fanficnya alurnya kecepetan banget ya? That’s right, aku tau itu
Emang gak bener deh kalo buat alur cerita atau konflik. Rencananya ada epilogue nihh. Tapi
masih rencana. Semakin banyak comment nya. Aku buat deh!
Sekali lagi maaf ya fanfic nya jeyeekkk banget! Abis itu agak nggak nyambung gitu~iya
nggak sih? Iya kan? Soalnya aku baca ulang kaya aneh gitu. Abis itu di posting, berani banget
deh posting fanfic jelek ginii #yeesalahsendiri—‘

Okeee,,,Let’s give me support at coloum comment and give opinion about this fanfic
With Love,
StrawMilk

 

 

 

 

 

Advertisements

40 comments on “[FREELANCE] You! (Oneshot)

  1. Daebak thor!!! Ga sabar sama epilogue nya 😀 thor, buat ff omeshoot lagi dong:( cast nya LuTae lagi ({}) hehe:p fighting thor!

  2. ini keren kok thor gk jelek….jangan terlalu merendah, nnti gk tinggi2 loh bwahahahahaha #bercanda
    thor bikin sequel’a juseyo….nnti sequel’a pas setelah pernikahan sampae taeyeon melahirkan #banyakamat….looking forward for sequel

  3. aigoo, kl bc ff lutae aq selalu aja berharap,b’harp’y pke banget, ngarepin banget mereka benar” real…..
    Tapi mo dikata apa lagi klo taeyeon udah jd milik baekhyun……..
    i’m so sadly, aq uhhh sk’y taeyeon ma luhan, huaaaa……………………
    author g’ boleh brenti yaa ngecouplein lutae,crita’y daebbak bget wlopun kecepetan…..

  4. Lutae lagi..lagi tending banget nih si kid leader sama si deer..fanficnya bagus author, tinggal ditambah gregetnya dikit lagi..pengen sekuel pas mereka udah nikah dong, figting author, keep writing!!

  5. ihh so sweet bangettt… ya ampuun baru aja dilamar.. lusanya udah mau nikah aja… benar2 tak sabaran kekekekke…. bikin sequel ya thor… pas mereka nikah nnti hehehe

  6. Pingback: [LIBRARY] DRABBLE | FICLET | ONESHOT 2013-2017 | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s