[FREELANCE] Challenge (2 of 12 season)

20140602013706

Tittle : Challenge (2 of 12 season)
Author : Fany_aurel
Rating : PG
Leght : Chapter
Genre : Romance, Sad
Main Cast : Kim Taeyeon, Zhang Yi Xing
Author Note : Hai guys!!seneng banget waktu liat komentar kalian di season pertama. Ngak percaya ff abal-abal aku banyak dapet komentar positif :’) untuk season kedua ini, aku benar-benar minta maaf karena aku updatenya super ngaret. Kalian tau kan berita baekyeon?aduh gara-gara berita mereka aku jadi keteteran buat nulis dan bam, seketika imajinasi diotak ilang dan semua penuh dengan baekyeon,baekyeon, dan bakyeon haha. So this is it, 2nd season, special for lay and long storyyy. Oh iya, aku saranin bacanya sambil muter-muter lagu mellow gitu ya, biar greget hehe. Happy Reading 

Season 1

***

2 of 12

CHALLENGE

Ruangan putih besar itu terlihat penuh keseriusan . Lay beberapa kali terlihat konsentrasi dengan semua gerakan. Memberikan semua tarian terbaiknya.
Lay,menghentikan gerakannya ketika lagu itu berakhir. Semua orang yang ada diruangan itu menepukkan tangan mereka kagum. Bahkan beberapa orang disana melemparkan topi mereka kearah lay.
“Wow!daebak hyung!!” Teriak kai penuh dengan decak kagum.
“Oppa!you are the best!” Sekarang giliran hyoyeon yang menampakan kebanggaannya pada pembimbingnya itu.
Lay hanya membalas pujian orang-orang diruangan itu dengan senyum menyungging puas diwajahnya. Bolehkan ia sedikit berbangga pada kemampuannya?
.
.

Lelaki itu sudah rapi dengan pakaian hariannya dalam waktu 5 menit. Selembar kemeja biru,dasi berwarna coklat yang melingkar dilehernya serta jas yang hanya ia tenteng ditangannya. Lelaki itu keluar dari gedung yang berada dihimpitan bangunan ditengah kota itu.

“Lay!!ya!” Lelaki itu menghentikan langkahnya ketika ia mendengar samar teriakan wanita beberapa kali memanggil namanya. Ia membalikkan badannya mencari asal usul suara itu.
“Oppa!!” Tatapannya menyipit menatap seorang wanita dengan surai hitam legam berlari mendekatinya dengan terburu-buru.
Wanita itu akhirnya sampai tepat dihadapannya. Ia menggunakan waktunya sebentar untuk mengatur nafasnya. “Kau tau? aku seperti orang gila memanggilmu untuk berhenti” ucapnya kesal sambil menatap lay.
Lelaki itu mengangkat kedua alisnya, “sedang apa kau kesini?bukannya sudah ku bilang aku akan menjemput mu hah?” Balas lay mengintrogasi taeyeon,wanita itu.
Taeyeon menggembungkan pipinya, bukan ini yang ia harapkan dari pacarnya itu. “Aku sudah susah payah kesini menyusulmu,tapi kau malah memarahi ku”
“Bukannya seperti itu,bukannya kau ada jadwal kuliah hari ini?aku hanya tak ingin kau repot-repot menemuiku dan malah melewatkan kuliahmu lagi” jawab lay menyangkal pernyataan taeyeon bahwa ia marah.
“Gwenchana, aku tidak bolos. Jung songsaenim tadi absen. Makanya aku bisa keluar” wanita itu menampilkan senyum terbaiknya.
“Aishh alasan” lelaki itu dengan cepat menjulurkan tanggannya dan menaruhnya dipunggung wanitanya. Menarik wanita itu dari dalam dekapannya. Sekarang, mereka berjalan bersamaan menuju tempat dimana lelaki itu memarkirkan mobilnya
“Mau temani aku makan?” Tanya lelaki itu sambil mengangkat dagunya menatap taeyeon. Wanita itu mengangguk, “tentu saja oppa ku”

**

Kim Taeyeon dan Zhang Yi Xing. Pasangan serasi yang tak pernah diduga banyak orang. Banyak perbedaan diantara keduanya yang membuat orang tertawa saat mendengar berita hubungan mereka tersebar luas. Hanya lelucon,pikir mereka. Taeyeon dan lay dapat diibaratkan bagai dua dunia yang berbeda.
Taeyeon, terkenal sebagai wanita populer nan baik hati. Siapa yang tak mengetahui wanita ramah itu?sejak sma, ia lah permaisuri sekolah. Cantik,pintar,memiliki banyak teman, dan kaya. Banyak namja yang berlomba untuk mendapatkan hati wanita yang memiliki senyum manis itu. Sedang kan Lay?lelaki asal china itu anak pindahan saat kelas 3 sma. Tak begitu banyak orang yang berteman dengannya,ah atau mungkin banyak yang takut untuk berkenalan padanya?lelaki itu tampan, hanya saja lelaki itu adalah sosok pendiam, Misterius. Lelaki itu hanya akan berbicara ketika ada orang yang bertanya padanya. Ia terlalu dingin.
Tapi jangan salah, dibalik keanehan lelaki itu, masih banyak siswi yang mengangguminya, Terkecuali bagi seorang kim taeyeon, ia sama sekali tak tertarik dengan lelaki berambut coklat itu. Walau beberapa kali mereka bertemu dikantin atau sekedar berselisih dikoridor sekolah, taeyeon yang bisa disebut sebagai adik kelas lay sama sekali tak berminat untuk sekedar mengagumi wajah tampan lelaki itu. Pendiam,aneh, tidak ramah dan tidak punya teman seperti itu?yuck,sama sekali bukan tipe wanita itu.
Tapi bagaikan asam digunung garam dilaut akhirnya bertemu dibelanga, semua tak bisa kita cegah. Pada akhirnya semua akan saling bertemu dengan takdirnya. Jalan hidupnya. Setelah berpisah selama setahun, akhirnya mereka kembali dipertemukan. Jangan pernah dipertanyakan bagaimana mereka bisa saling mencintai, karena bahkan mereka sendiri tak mengingat bagaimana bisa mereka tiba-tiba saja dekat dan akhirnya menjalin hubungan yang bahkan sudah berjalan hampir 2 tahun lamanya. Sebuah penghargaan sepertinya patut diberikan kepada pasangan seperti mereka, selama 2 tahun mereka menjalin asmara,selama itu juga mereka tak pernah saling menyakiti. Mereka saling mengerti satu sama lain. Saling membuka semua kekesalan satu sama lain. Bagi mereka sebuah komunikasi dan kejujuran yang sangat penting dan menjadi resep hubungan langgeng mereka.

.
.

“Jadi-” taeyeon menaruh sendoknya dan menyisakan sedikit spaghetti dipiringnya.
“Bagaimana audisimu?” Tanyanya sambil menatap tegas lelaki dihadapannya. Menyatukan kedua telapak tangannya dan menumpu dagu mungilnya. Sangat penasaran.
Lay menghentikan suapannya, “Tak tau.aku malas yeon,mungkin aku akan batal mengikutinya” balasnya lalu menyuruput coffe lattenya. Terlihat cuek pada ketertarikan pacarnya.
“Beuh?ya! sejak kapan kau jadi pesimis seperti ini?”
“Sejak aku tau kalau audisi itu hanya diperuntukan bagi orang-orang yang profesional”
“Aniyo, Jelas-jelas aku membaca persyataan audisi itu terbuka untuk siapa saja!” bantah wanita itu sebal dengan sifat pesimis yang akhir-akhir ini melekat pada kekasihnya.
“Kau salah yeon. Sudah lah aku tak mau membahasnya. Oh iya, Bagaimana tugas akhir mu?” Coba lay untuk mengalihkan pembicaraan. Ia lagi-lagi menyuruput coffe lattenya yang tinggal setengah.
“Kau suka sekali seperti ini, zhang Yi Xing. Bukan kah sudah berapa kali aku katakan kalau kau adalah penari yang hebat?” Kesal taeyeon pada lay yang menurutnya sangat keras kepala.
“Bahkan tidak hanya aku. Minho,siwon-oppa,eunhyuk-oppa,bahkan ibu ku sendiri mengatakan bahwa kau adalah orang yang sangat berbakat. Ini kesempatan mu oppa, bukannya ini yang kau mimpikan huh?”
Hanya diam yang lay tampilkan saat taeyeon memberikan dukungan sangat besar padanya. Ia ingin,sangat ingin dalam hatinya untuk mengikuti audisi itu. Tapi entahlah,ia terlalu takut dan rendah diri saat melihat siapa saja yang mengikuti audisi itu.
Matanya pun yang sedari tadi memandang tak tentu arah beralih ketangannya yang sekarang digenggam erat wanita mungil itu,
“hey, aku percaya padamu oppa. Aku yakin,kau pasti bisa. Hanya audisi kecil yang dengan mudah bisa kau menangkan” senyumnya diujung kalimat. Kembali meyakinkan lay.
Cantik. Satu kata yang hanya bisa lelaki itu katakan bila ditanya tentang taeyeon.bibir mungilnya, lengkungan sudut matanya saat tersenyum, hidungnya yang indah. Semua tercipta sempurna diwajah wanita itu. Wanita itu bagaikan sebuah semangat baginya, sebagai pendorong dirinya yang selama ini terlalu mudah untuk menyerah pada keadaan. Ia benar,teman-temannya benar, kalau ia sangat beruntung selama ini memiliki malakaikat cantik ini.

***

“Hello my shorty” duduk sembari menatap aliran sungai han, lelaki itu terlihat bersemangat ketika kekasihnya mengangkat telpon darinya.
“Hai my monkey butt!!!”
“Buhh, how you can call me like that?” Lay menarik pundaknya dari kursi kayu itu. Menaruh siku kanannya tepat diatas skinny jeans birunya.
Dari ponsel putihnya, taeyeon mengeluarkan tawa khasnya.
“Ya,ya-oppa. Bahasa inggris?hey, kau pikir kau sepintar apa hah?” Ejek taeyeon.
Lay memainkan bibirnya saat taeyeon masih saja mengejeknya dalam tawanya. Memangnya apa yang salah dengan bahasa inggrisnya?
“Taeyeon-” suara garau itu tepat menghentikan tawa dari lawan bicara lay seketika. Taeyeon diam,membiarkan lelaki itu menyelesaikan kalimatnya.
“Apa malam ini kau mau ku ajak makan malam?”
“….”
Tak ada jawaban. Lay yang sedari tadi memainkan sebuah amplop ditangan kirinya menelaah kehandphonenya. Tidak, ia masih tersambung dengan wanita itu.
“Helo,apa masih ada orang disana?”
“A-ah,nde. Baiklah, jemput aku jam 7 ya?” Tukas wanita itu cepat.
Lelaki itu mengangguk – anggukan kepalanya dan mengakhirinya dengan ucapan manisnya.
“Sampai bertemu, my beautiful” seperti biasa. Berbagai macam panggilan ia berikan pada wanitanya itu. Entahlah,baginya satu panggilan tidak lah cukup untuk mendeskripsikan wanita itu.
Lay lalu bangkit dari kursi yang hampir satu jam ia duduki itu. Satu jam yang ia gunakan untuk memikirkan keputusannya. Keputusan bulatnya untuk mengabulkan semua angan-angannya selama ini.bersama wanita itu

.
.

Teng nong Teng nong

“Ya-” Taeyeon, wanita yang membukakan pintu rumah itu terkekeh melihat penampakan lelaki dihadapannya. Lay, yang biasanya selalu memakai ripped skinny jeansnya, jaket leathernya, sekarang sedang membenarkan dasi berwarna abu-abunya.
“Hai sunshine!” Sapa lelaki itu menyadarkan taeyeon yang sedang terheran-heran dengan pakaian lelaki itu
“Kau? lay?” Tanya wanita itu,tak percaya. Ia meneliti penampilan lelaki itu dari ujung rambut sampai ujung sepatunya yang bahkan terlihat sangat mengkilap.
“Kenapa?kau tak mengenalku?aku tau malam ini aku terlihat tampan” senyum lay membuat taeyeon memutar kedua bola matanya.
“Aissh,tetap saja senang menyanjung diri sendiri. Masuklah.” Taeyeon melangkahkan kakinya lebih dulu menuntun lelaki itu kesebuah ruang tamu megah berdesain minimalis itu.
“Tumben sekali kau berpakaian rapi seperti ini, memangnya ini tanggal berapa?” Wanita itu melipat kedua tangannya, masih menatap heran pada lay yang duduk disofa ruang tamu itu. Ini tak biasa, lelaki itu berpakaian sangat formal. Tidak seperti kencan yang sering mereka lakukan. Dan seingatnya,ini bukanlah tanggal spesial mereka.
Lelaki itu mengambil handphone disakunya dan lebih menujukan perhatiannya kebenda kecil itu dibandingkan taeyeon.
“Hello,bahkan sekarang kau mengacuhkan tuan rumah disini”
“Sudahlah jangan cerewet. Pergi berdandan sana,yang cantik ya?” Lay sekilas mengalihkan matanya kearah wanita yang mulai terlihat kesal itu, lay kembali tersenyum manis padanya.
“Ayolah kim taeyeon, apa kau mau terus berdiam begitu saja?” Sekarang lay lah yang mulai kesal melihat keterlambatan berpikir taeyeon.
“Nde, arraseo. tunggu sebentar ya.” Taeyeon menghela nafas pelan lalu berjalan kearah kamarnya.

.
.

Berada dilantai teratas grand hyatt hotel, Tepatnya di ice skating rink hotel mewah berbintang 5 itulah lay mengajak taeyeon untuk makan malam. Taeyeon yang semula mengira lay akan mengajaknya pergi keacara temannya, atau kerestaurant tempat biasa mereka berkencan tak menduga lelaki ini mengajaknya ketempat yang bahkan sudah ditobatkan orang banyak sebagai termpat teromantis dikorea selatan,seoul. Untung saja, ia benar-benar memilih pakaian yang tepat, selembar dress berwarna light blue diatas lutut serta sebuah kalung silvernya. Sangat serasi bila disandingkan dengan lelaki itu.
Taeyeon benar-benar tak bisa mengungkapkan kata-katanya saat lelaki itu menuntunnya. Mengandeng tangan kanannya erat menuju sebuah meja romantis yang sudah ditata secantik mungkin dengan makanan chef handal di hotel itu. Mereka sekarang berada dipinggiran ice skating besar itu, dibawah sebuah pohon yang dihiasi dengan lampu indah yang memancarkan kilauan emas digelapnya malam.
Beberapa kali wanita itu memutarkan kepalanya. Mencari-cari pengunjung hotel tersebut ketika para pelayan sedang menyiapkan makan malam mereka.
“Tenanglah, tak ada orang disini selain kita. Kau makan bisa makan dengan lahap tanpa malu dengan orang banyak.” jelas lay kepada wanitanya. Ia pun memulai memakan hidangan lezat itu lebih dahulu. Wanita itupun mengikutinya. Jujur, ia lapar. Sangat lapar.
“Oppa,kau serius dengan semua ini?” Tanya wanita itu tetap tak percaya. Ia lah orang pertama yang melebur keheningan diantara mereka. Lelaki berandalan itu bisa seromantis ini?tidak mungkin. Tapi,ini sungguh nyata taeyeon.
“Kau pikir aku tak bisa romantis hah?” Seakan tau arah pikiran taeyeon, lay menggelengkan kepalanya. Iay lalu meminum winenya setelah ia menghabiskan makanannya. Ia memang tak menyesal sudah membayar mahal untuk semua ini.
Taeyeon menghentikan matanya yang sedari tadi menatap kagum semua hal yang ada disekitarnya. Lalu memfokuskan kedua maniknya pada lay, sepasang mata sipit lelaki itu.
“Gomawo” singkat. Wanita itu menunjukan senyumnya. Senyum yang selalu menggetarkan hati lelaki itu. Kapan pun.
Lay tertawa kecil, “gomawo” balasnya juga tak lepas menatap mata indah wanita itu
“Wae?” Taeyeon mengerutkan alisnya mendengar ucapan aneh lay.
“Karena kau.”
“Aku?” Taeyeon menunjuk dirinya sendiri, semakin tak mengerti dengan kalimat lelaki itu.
Lay tak menjawab kalimat wanita itu. Ia mengambil sebuah amplop yang ada disaku jasnya dan memberikannya pada taeyeon.
“Apa lagi?” Benar-benar lay membuat taeyeon seperti orang bodoh yang tak tau apa-apa. Sudah berbicara tidak jelas,sekarang memberikannya sebuah amplop tidak jelas?
“Bukalah” lelaki itu mengangkat dagunya menyuruh taeyeon membuka amplop putih yang sekarang ada ditangannya.
Taeyeon mencoba membaca surat itu dengan cepat dan kembali menatap lelaki itu dengan tidak percaya.
“Kau lulus?”
Lay menganggukan kepalanya. Ikut bahagia melihat keceriaan wajah wanita itu.
“Aku diterima menjadi pemeran utama dimusikal itu” bangganya.
“Aishh. Jinjja!ah, apa aku bilang kan?kau itu hebat. Dari awal aku bisa menebaknya. Kau pasti berhasil. Dan aku percaya pada mu”
Lay masih dengan senyum mengembangnya setia mendengarkan celotehan wanita itu.
“Kau sudah memberitahu kris oppa? aigoo,kekasih ku sebentar lagi akan menjadi penari terkenal” Taeyeon masih saja bergumam,ia terlalu bahagia saat itu. Jujur tak ada lagi yang membuatnya bahagia selain melihat kekasihnya akhirnya mendapatkan semua mimpinya.
“Kau belum membaca semua surat itu.” Ucap lay menghentikan untaian kalimat wanitanya. Ia menatap lay tak mengerti. Lalu matanya teralih kesebuah surat yang masih tertutup itu, dan dengan cepat ia kembali mengambil amplop tersebut. Ia tak menyadari lelaki itu memberikannya 2 buah amplop yang berbeda warna. Walau yang dipegangnya sekarang memiliki ukuran lebih kecil.
Tangannya pun dengan lihai membuka amplop berwarna putih itu. Matanya pun sekilas menatap lay sebelum ia membaca kertas yang juga berwarna putih tersebut
Ketika wanita itu telah habis membaca seluruh isi surat itu, ketika itu juga lelaki itu menghentikan semua tulisan indahnya yang mampu menyihir seorang taeyeon.

Dear taeyeon,
“The say that once in your life, you’ll meet someone who can bare your soul to and accept you just the way you are. I am lucky to have that, to meet that “once in a lifetime someone” and if i miss this chance i know that will live my whole life regretting.
I’ve been waiting for this for the longest time. I’ve been looking for this opportunity to go beyond my horizon and face all the world’s uncertainties.
And all my life i was afraid. All my life i was not sure if i can take this biggest risk of starting my life all over again. I’ve been hurt over and over again.
But with you, everthing came easy. With you i can finally say i am ready to start my life. With you i am ready to love forever and if today i will be hurt again, i know that it will be worth it.
You are the most amazing thing that ever happened to me and for the first time in my life, i feel that i’m invincible-ready to take all pain, ready for whatever that we have to go through.
For what it’s worth, know that i will fight for you no matter what. I will fight everyone who are against us. And if time comes that you will give up on me, i will fight even you until you realize that what we have is not something you can easily give up on because our love is real. Our love is our destiny.
I am taking this once in a lifetime chance of uniting with my soulmate and i’m begging you to take this chance too. Marry me my princess..will you?”

Yours,
Zhang Yi Xing

“will you marry me?” Tangan kanan lelaki itu menjulurkan sebuah kotak berwarna merah yang telah terbuka dan menampakan sebuah cincin putih sederhana nan elegan.
Taeyeon masih diam dihadapan lelaki itu. Terlalu kaku untuk sekedar menggerakan tubuhnya.Apa ia masih tidak mempercayai semua ini? Mungkin, anggap saja seperti itu.
“Jawab aku taeyeon” tegas lelaki itu akhirnya menghentikan semua gelutan kebingungan yang sekarang memenuhi otak taeyeon. Wanita itu menatap kearah lain setelah sekian lama membeku menatap apa yang ada ditangan lelaki itu.
“Mianhe oppa. A-aku..” Wanita itu memenggal perkataannya sementara. Ia mengalihkan pandangannya kembali kearah lay yang mungkin untuk bernafas saja rasanya sangat sulit.
“Aku tidak bisa menjawabnya sekarang” untaian kalimat wanita itu berhasil meremukkan hati lelaki itu. Walau wanita itu tidak sepenuhnya menolak lamarannya, walau ia masih mempunyai kesempatan, tetapi tetap saja wanita itu menggantungkan harapannya. Bukan ini yang ia harapkan. Bukan sebuah keraguan wanita itu.
“Hei,jangan kecewa seperti itu,maafkan aku. Aku bukaannya menolak permintaan mu. Jujur, ini adalah hal terbaik dan paling berkesan untuk ku. Terimakasih untuk kejutan ini, untuk surat ini,untuk semuanya. Tapi,kau tau bukan?bagi ku, pernikahan adalah sebuah hal yang tidak main-main, aku harus memikirkannya dengan matang oppa” Walau seberapa panjang penjelasan wanita itu, lay tetap saja tak mampu menghilangkan kekecewaannya.
“Apa kau meragukan ku?”
Taeyeon menggelengkan kepalanya cepat. Membantah prasangka lelaki itu.
“Aniyo,jangan pernah pertanyakan hal itu pada ku. Karena sampai kapan pun, haanya kau satu-satunya orang yang ku percaya menjadi pendampingku”
Lay membuang nafasnya kasar, ia mengalihkan pandangannya kearah ice skating besar disampingnya.
“Tapi tetap saja kan kau mengantungkan ku.” Walau ucapan terakhir taeyeon sedikit membuatnya bisa bernafas lega, tapi tetap saja lelaki itu masih merasa kecewa.

Dreams are like angels
They keep bad at bay
Love is The light
Scaring darkness away
I’m so in love with you
Make love your goal

Sialan. Alunan lagu lembut yang mendeskripsikan sebuah cinta meluap itu tiba-tiba terdengar ditelinga mereka. Seketika volume lagu itu semakin membesar. Sangat cocok bila dikaitkan dengan romantisnya malam itu, tapi tidak sama sekali dengan hati lelaki itu. Lay mengumpat dalam hati. Ini bukanlah lagu yang tepat. Ia memang sudah mempersiapkan lagu ini untuk menambah kesan romantis diantara keduanya, lagu yang ia khayalkan menjadi pengiring saat ia mengajak calon istrinya untuk berdansa bersama. Tapi apa daya, wanita dihadapannya yang ia pikir saat ini sudah menjadi calon istrinya meluluh lantahkan semuanya.
Berhentilah. Lelaki itu mengedarkan pandangannya mencari para pekerja dihotel itu, tapi sayang ia tak bisa menemukan para pekerja dan pelayan dihotel itu, ya semua sesuai permintaannya. Tidak ada seorang pun manusia selain mereka bedua ditempat tersebut.
“Aishh” Lay semakin kesal dibuatnya, ia pun berinisiatif untuk menemui pelayan dan menyuruh mereka untuk mematikan lagu sialan itu.
“Hey,mau kemana?” Taeyeon meraih tangan lelaki itu cepat sebelum ia bangkit dari duduknya.
“Aku harus meminta mereka untuk mematikan lagu ini” ucapnya tak menghiraukan wanita itu, ia pun menyingkirkan genggaman tangan taeyeon darinya.
“Oppa!” Seketika lay beranjak dari kursinya, pada saat itu taeyeon juga ikut bangkit dan mengejar lelaki itu. Tak sampai jauh lay menggerakkan kakinya, wanita itu dengan cepat menghentikannya. Ia menggengam lengan lelaki itu erat.
“Oppa-” suara taeyeon sekarang melembut, ia membalikkan lelaki itu. Mencoba menemukan kedua mata lay yang sedari tadi menunduk. Lelaki itu hanya berani untuk menatap ujung sepatunya.
“Ini memalukan yeon.” Ujarnya membuat taeyeon yang sedari tadi berusaha untuk mempertemukan pandangan mereka berhenti. Wanita itu menegakkan badannya. Tersenyum mendengar kalimat lelaki itu.
“Zhang Yi Xing, can you ask me to dance with you?” Lay yang merasa sangat malu pada wanita itu mengangkat kepalanya seketika. Menatap wajah taeyeon dengan tatapan yang sulit diartikan.
“Hello, I talking to you oppa” untaian kalimat inggris itu kembali menyadarkan lay. Sangat sempurna wanita itu mengucapkan setiap perkataanya.
“Apa kau mau berdansa dengan ku?” Kalimat itu tanpa ia sadari keluar begitu saja dari mulut lay. Perasaan kecewa,marah, malu,kesal, satu persatu luntur dan mulai menghilang saat ia bisa merasakan hangatnya tatapan wanita dihadapannya. Kenapa aku tak pernah bisa marah pada mu taeyeon?
“My pleasure, my prince.” Wanita itu menundukan kepalanya sambil memegang kedua sisi dressnya, layaknya seorang putri ketika menerima tawaran pangerannya untuk berdansa.
Lay mengeluarkan tawa kecilnya saat melihat kelakukan taeyeon. Ia meraih tangan kanan wanita itu dan meletakkan telapak kirinya tepat dipinggang wanita itu. Taeyeon tak menolak, bahkan ia semakin mendekatkan dirinya pada lay. Membiarkan alunan lagu menyatukan mereka.
Lagu kembali berubah, lagu lembut itu kembali tergantikan oleh lagu romantis dari Taeyang, stay with me. Lagu yang dikemas dengan lirik yang sangat manis.
“Kau ingin terus bersama ku?” Taeyeon mengeluarkan katanya saat mereka masih larut dalam gerakan pelan mereka. Wanita itu sedikit menjauhkan wajahnya dari lay, walau tangannya ia biarkan mengalung dileher lelaki itu.
Lay yang sedari tadi mengeratkan kedua tangannya dipinggang wanita itu tertawa kecil, ia semakin menatap dalam iris hazel yang ada didepannya. Semua kesalnya pada wanita itu entah kenapa sudah benar-benar hilang saat ini.
“Tentu saja. Keinginan ku saat ini hanya ingin terus bersama mu” ucapnya meyakinkan wanita itu, menyakinkan taeyeon bahwa ia benar-benar dengan semua ucapannya.
“Bagaimana kalau kau tidak bisa selamanya bersama ku?”
Lelaki itu menghentikan geraknya. Begitu juga wanita itu. Tangan lelaki itu pun beralih kepipi taeyeon . Menangkupkan kedua belah telapak tangannya dikulit putih wanita bersurai hitam itu.
“Aku mohon, jangan pernah sekali pun kau berkata seperti itu. Karena sampai kapan pun. Aku tak akan pernah meninggalkan mu. Aku akan terus bersama mu. Karena kau duniaku.” lagi lelaki itu mencoba meyakinkan taeyeon. Ia mengeluarkan semua perasaannya, mengeluarkan keinginannya kalau ia hanya ingin terus bersama wanita itu, apapun keadaaanya.
Taeyeon menampakan senyumnya pada ketulusan lelaki itu, ia mengenggam tangan kanan lay yang ada dipipinya dengan tangan kirinya. Ia menggelengkan kepalanya pelan
“Aniyo, kau tidak boleh berbicara seperti itu oppa” ucapan wanita itu membuat lay mengerutkan alisnya. Ia melepaskan kedua tangannya dari wajah taeyeon.
“Apa maksudmu?” Tanyanya tak mengerti.
“Duniamu,bukan hanya aku oppa. Apa kau ingin tau apa alasan ku tidak menjawab lamaran mu?” Taeyeon mengangkat alisnya menatap kebingungan lelaki didepannya.
Lay hanya diam, entahlah apa ia ingin tau atau tidak tentang alasan wanita itu.
Taeyeon menggengam tangan kanan lelaki itu erat, mengerti dengan perubahan wajah lay. Ia tau lelaki itu kembali kecewa padanya.
“Apa kau mau menerima sebuah tantangan dari ku?” Kalimat taeyeon kembali membuat lay tak bisa mengerti arah pikiran wanita itu.
“Kau bertanya pada ku apa aku ingin mendengar alasanmu membuat ku menunggu lalu sekarang mengajak ku untuk bermain?kau mau mempermainkan ku huh?” Ada penyesalan tersirat pada lelaki itu saat ia menyadari perkataannya terlalu tajam untuk taeyeon. Tapi ia salah wanita itu tidak marah atau pun tersinggung. Wanita itu malah mengeluarkan tawanya
“Mempermainkan mu?kau pikir aku wanita seperti apa?dari awal kita memulai hubungan ini, tak pernah sama sekali aku berniat untuk bermain ataupun mempermainkan perasaan mu. Kita bukan anak-anak lagi oppa.” suara wanita itu terkesan lembut dibandingkan suara lay yang sedari tadi terus saja menggeras dan tak mau kalah.
“Aku tau-” wanita itu menahan ucapannya sementara sembari melepaskan pandangannya kesembarang tempat, menghindari tatapan tajam lay.
“Kau melamarku tanpa persetujuan orang tua mu bukan?”
Bingo. Wanita itu benar. Lelaki itu memang tidak meminta persetujuan kedua orang tuanya untuk melamar wanita itu. Ia sangat malas, ah jangankan untuk meminta restu, untuk bertatap muka saja ia sangat tidak berniat.
“Taeyeon, kau sudah tau kan? Dari dulu aku tak perlu meminta izin mereka untuk melakukan apa pun yang aku inginkan. Mereka tidak peduli padaku, jadi saat ini izin mereka tidaklah penting.”
Taeyeon menolehkan kepalanya lagi ketika ia bisa merasakan kalimat kebencian lelaki itu. Ia menghela nafas pelan ketika melihat wajah lay yang sekarang mulai merasa kesal.lelaki ini memang keterlaluan
“Tapi mereka orang tua mu lay,sampai kapan pun mereka tetaplah orang tua mu.” ucap taeyeon mencoba tenang. Lelaki penuh emosi didepannya ini tidak boleh dibalas dengan kasar.
“Aku meminta padamu untuk tidak menemui ku selama satu bulan ini”
Lay membelalakan matanya mendengar permintaan wanita itu. Ia benar-benar tak habis pikir dengan kekasihnya itu. Tidak saling bertemu selama satu bulan? Ya, semua hal romantis, tempat ini,suasana ini,alunan lagu yang tak berhenti ini, semua tak ada artinya sekarang.
“Tidak ada pesan, tidak ada pertemuan,tidak ada saling telpon. Okay?”
“Kau gila?” Hanya itu yang bisa lay ucapkan. Gila,ini benar-benar gila.
“Aku ingin kau memperbaiki semuanya lay. Kehidupanmu,orang tua mu, pekerjaan mu. Dan oh ya,bahkan kau harus bekerja keras untuk pentas mu kan?” Taeyeon membalas tatapan panik penuh gelisah itu dengan hangat. Ia selalu tau bagaimana menenangkan lelaki ini.
“Aku hanya ingin kau mencoba melupakan ku untuk sementara.Aku tau ini konyol bagimu,tapi aku pikir ini yang terbaik untukmu. Selama satu bulan ini, aku menantangmu untuk mencoba menjalani hidup mu tanpa ku. Perbaiki hubungan dengan orang tua mu-”
“Ani.sampai kapan pun aku tak muingkin bisa berdamai dengan mereka” lantang lay memotong perkataan wanita itu. Ia menolak mentah-mentah permintaan taeyeon.
“Kau bukan anak kecil lagi xiang lin!” Sekarang taeyeon benar-benar dibawa emosi dengan kelakuan lay. Ia yang semula berencana untuk tenang menghadapi lay tidak bisa bersabar lagi. Ia mengeluarkan kesalnya.
“Kau sudah berumur 27 tahun!dan sekarang kau sudah melamar seorang wanita. Kau tidak boleh lagi berprilaku kekanakan seperti ini!”
“Kau tidak tau apa-apa kim taeyeon” suasana semakin memanas, sekarang lay semakin tersulut emosi. Ia, walau ia mencintai wanita ini dan akan melakukan apapun untuknya. Tetapi untuk urusan keluarga ia angkat tangan,ia tidak bisa. Ia terlalu sensitif
“Tentu aku tau semuanya!” Kalimat keras itu cukup mendiamkan lelaki itu. Taeyeon dengan melipat kedua tangannya menatap lay yang terlihat terkejut.
“Aku bertemu mereka” sambung wanita itu dengan nada lebih rendah.
“Shit!” Dugaan lelaki itu benar. Ia mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.
“Siapa yang menyuruh mu untuk bertemu mereka hah?” Tanya lelaki itu kesal. Ia benar-benar tak suka jika taeyeon bertemu dengan kedua orang tuanya.apa pun keadaannya. Ia tak mau taeyeon,wanita itu bertemu dengan mulut ibunya yang sangat dingin, sangat ketus,dan kejam itu.
“Mereka menelpon ku dan ingin bertemu dengan ku,bagaimana bisa aku menolak permintaan mereka?” Taeyeon membalikkan tanyanya
“Kau kan bisa saja bilang kalau kau sibuk, kau tidak bisa.”
“Aniyo,sudah terlalu lama aku menghindari mereka lay. Sudah tidak ada lagi acara saling sembunyi” jawab taeyeon lelah. Ia lelah dengan segala macam bentuk penghindaraan ketika kedua orang tua lay ingin bertemu dengannya.
Lay mendesah pasrah,ia tak bisa berpikir apa-apa sekarang. Semua sudah terlanjur. Yang ia takutkan sekarang ini adalah apa saja yang telah dibicarakan orang tuanya itu dengan wanita disampingnya ini.
“Apa yang mereka lakukan padamu?mereka menyakiti mu?seharusnya kau bilang pada ku kalau kau ingin bertemu mereka, jadi aku bisa melindungimu”
Ketika mendengar pertanyaan bertubi-tubi itu, taeyeon menajamkan matanya kecewa pada lay. Ia tak habis pikir dengan segala prasangka buruk lelaki itu.
“AKU TAK AKAN BERADA DISINI KALAU MEREKA MENYAKITIKU!” Taeyeon berteriak keras pada lay. Ia benar-benar kecewa dengan sikap lelaki itu.
“Oh well,mereka menghasutmu hah?” Tanpa peduli dengan teriakan kesal taeyeon, lelaki itu kembali ke meja itu dan kembali menuangkan wine kegelas kacanya.
“Apa karena mereka alasanmu tidak menjawab lamaran ku?apa mereka menyuruhmu untuk menolak ku secara halus?taeyeon,jawablah dengan jujur. Aku bersumpah aku tidak akan marah bila kau berkata jujur dengan ku.”
“Cukup yi xing. Cukup!!”
“Aku tak mau lagi mendengar ucapan tak masuk akal mu itu..”
Wanita itu menghela nafasnya panjang. Semua ini. Ia mengedarkan matanya kesekelilingnya. Tempat romantis ini, tidak semestinya dijadikan tempat untuk beradu emosi.
“Oppa..” Wanita itu membalikkan badannya dan mendekati lelaki itu. Sangat dekat. Hanya satu langkah kecil wajah mereka pasti akan bertemu satu sama lain.
“Aku tak mau bertengkar dengan mu ditempat seperti ini” ucapnya menyambung kalimatnya.
“Baiklah, kita pindah tempat” jawab lelaki itu cepat. Ia bisa mengerti,dan iapun bahkan bersiap-siap untuk pergi.
“Ani!” Wanita itu menahan pergelangan tangan kiri lelaki itu.
Lay menatap taeyeon binggung dan wanita itu hanya membalas dengan menggelengkan kepalanya pelan
“Kita selesaikan sekarang. Aku mohon padamu untuk mendengarkan ku. Aku tak ingin bertengkar. Aku tak ingin kau marah padaku. Aku tak ingin kau seperti ini. Aku mohon padamu” Cairan bening yang sedari tadi mati-matian wanita itu tahan untuk keluar akhirnya berhasil meluncur dari pelupuk kanan mata taeyeon. Ia benci. Sangat benci dengan semua pertengkaran seperti ini.
Satu hal yang harus diketahui. Lay,lelaki itu mempunya kelemahan dari dulu, ia, tak pernah kuat bila melihat taeyeon menangis. Ia tau wanita dihadapannya ini adalah wanita yang kuat, sesosok wanita yang jarang menunjukan kelemahannya,menunjukan rasa sedihnya. Dan bila wanita itu menangis, ia bisa menerka betapa sulitnya masalah itu.
“Hey-hey. Uljimaa” lelaki itu dengan cepat menghapus airmata itu. Menggunakan jari-jarinya untuk menjauhkan airmata taeyeon.
“Baiklah,kita bicarakan.jangan menangis lagi yeon”
“Tanpa teriak?tanpa ucapan ketus mu?tanpa menyela ucapan ku?” Pinta wanita itu masih dengan tangisannya.
Lay hanya menganggukan kepalanya setuju. Ia pun menuntun wanita itu untuk duduk kembali kebangkunya dan menarik bangkunya mendekati taeyeon yang masih sesegukan karena tangisnya. Lelaki itu menundukkan kepalanya menatap kedua mata taeyeon.
“Bicaralah, aku akan mendengarkan.” Ucapnya lembut.
Taeyeon tak berbicara beberapa waktu, ia berusaha untuk meredakan tangisnya yang seakan pecah saat itu.
Saat tangisnya mereda,saat ia bisa mengontrol dirinya. Taeyeon memberanikan diri untuk menatap kedua mata orang yang sedang menggenggam kedua tangannya yang ada dipangkuannya.
“Aku bertemu mereka, dua hari yang lalu.” Taeyeon menghela nafasnya pelan, bersiap-siap untuk memulai semua ceritanya.
“Ayah mu menelpon ku, di bilang ibumu ingin sekali bertemu dengan ku. Bertemu secara resmi, bukan karena sebuah kebetulan. Aku sebenarnya ingin menolak, karena aku tau kau pasti tak akan mengizinkan ku bukan?tapi mendengar kesungguhan ayahmu, aku yakin bertemu mereka bukanlah hal yang buruk”
Wanita itu menceritakan semua kronolgi cerita itu dengan urut,memberikan pengertian pada lelaki itu. Dan lay ia masih diam mendengarkan taeyeon.
“Dan ternyata, mereka tak seburuk yang ku pikirkan-” saat wanita itu kembali mengeluarkan kalimat, lay menghela kasar mendengar taeyeon seolah mulai terbuai dengan kebaikan kedua orang tuanya. Dan taeyeon melihat itu dari kedua tatapan lelaki itu.
Taeyeon kemudian menyambung ucapannya,tampak tak peduli dengan gelagat lelaki itu, “mereka menyambutku dengan ramah, bahkan mereka tak keberatan bertemu dengan ku ditempat makan biasa. Tidak seperti yang sering kau bilang,mereka selalu makan ditempat mewah.”
Wanita itu tertawa kecil lalu menggelengkan kepalanya, “kau tau betapa gugupnya aku saat bertemu mereka?bahkan tangan ku saja sangat dingin. Tapi ayahmu selalu memberi candaan yang membuat suasana tidak tegang. Aku tak mengerti kenapa seorang lelaki yang penuh humor seperti itu mempunyai anak yang dingin seperti mu?” Tanyanya diujung kalimat sembari menaikan alisnya menatap lay.
Lelaki itu menyeringai dan tiba-tiba otaknya kembali memutar semua kenangan masa indahnya bersama kedua orang tuanya, “ibu ku. Dia dingin sama seperti ku”
Taeyeon mengangguk mengiyakan pernyataan lay, “ibu mu memang tak terlalu banyak bicara saat pertama kali kami duduk dimeja itu. Ia lebih banyak diam dan mengamati ku, persis seperti mu. Tapi sungguh lay,entah kenapa aku melihat ketulusan dari kedua orang tuamu. Apalagi ibu..”
Ia kembali menatap lay yang juga sedang menatap taeyeon walau tatapannya terkesan kosong. Semua pikirannya entah ada dimana.
“Mu. Aku memang bukan orang yang bisa melihat sebuah kebohongan, kedustaan, kepalsuan. Seperti katamu,mereka suka sekali berakting untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mereka berakting seolah-olah mereka peduli, padahal mereka sama sekali tidak peduli bukan?”
Taeyeon menggelengkan kepalanya menjawab sendiri pertanyaannya, dan sekarang kedua telapak tangannya yang sedari tadi berada dibawah kedua tangan lelaki itu beralih untuk menggenggam kembali kedua telapak tangan lay.
“Aku hanya orang biasa yang mungkin dapat dibodohi. Aku mungkin sangat mudah untuk dikelabui, sangat mudah untuk ditipu oleh kata-kata manis. Tapi aku masih bisa merasakan sebuah ketulusan, aku masih bisa melihat kesungguhan mereka. Aku bisa melihat kedua mata sedih mereka saat mereka menceritakan tentang mu pada ku. Aku tau mereka mereka menyesal. Mereka sangat merindukanmu.dan aku tau semua bukanlah dusta” Wanita itu kembali mengeluarkan airmatanya saat mengingat betapa pilu hatinya melihat ibu lay menangis dihadapannya, menceritakan semua hatinya, semua penyesalannya.
“Setiap kalimat mereka, setiap kata yang mereka ucapkan, mereka tak henti-hentinya mengucapkan maaf. Mereka menyesal dengan semua keegoisan mereka. Mereka menyesal telah mengacuhkan mu lay. Mereka ingin kau kembali,mereka ingin menebus semua kesalahan mereka.”
Lay melepaskan genggaman taeyeon. Ia mengusap wajahnya frustasi. Semua sakit hatinya,semua marahnya yang hampir 10 tahun ini bersemayam didalam hatinya sekarang kembali terkoyak. Ia ingin, sangat ingin untuk memaafkan kedua orang tuanya. Tapi sepertinya sakit hatinya terlalu dalam dan memenuhi hatinya.
“Aku mohon padamu lay. Kali ini saja, percaya padaku. Aku tak akan memaksamu untuk langsung kembali kepada mereka, setidaknya kau mau bertemu dan makan bersama mereka. Aku tau semua tak akan berlangsung secara instan.”
lay menghela nafasnya bimbang,entah apa jawaban yang akan ia keluarkan sekarang. Ia terlalu kalut.
“Maka dari itu, aku ingin sekali memberimu waktu”
Lay sontak kembali menujukan matanya kearah wanita itu.
Taeyeon memberikan senyuman manisnya,”aku tantang kau untuk melupakan ku selama sebulan. Kerjakan semua tugasmu. Musikalmu, kerja mu,dan orang tua mu. Cobalah untuk memikirkan dirimu, kepentinganmu,kebahagian mu. Bukan orang lain.”
Lelaki itu menggeleng cepat, “aku tak bisa” balasnya
Taeyeon tertawa kecil saat mendengar kalimat lay, ia seakan mengejek lelaki itu.
“Sebegitu cinta kah kau pada ku eoh?” Ejeknya sambil menaikkan dagunya.
Lay berdesis dan menampakan wajah kesalnya, “Ara. Kata siapa aku tak bisa hidup tanpa mu” jawab lay yang tersulut karena ejekan wanita itu. Ia?mana mungkin pernah mau kalah dengan taeyeon.
“Aigoo, kau mudah sekali berubah pikiran. Tadi bilangnya kau tak bisa hidup tanpa ku,lalu tiba-tiba kau bisa hidup tanpa ku?”
“Baik aku terima tantanganmu kim taeyeon” Lay sama sekali tak menghiraukan godaan wanita itu, taeyeon tersenyum dalam tawanya saat melihat lelaki dihadapannya menjulurkan tangan kanannya.
Wanita itu membalas jabatan tangan lelaki itu, “ok. Satu bulan tanpa telpon,tanpa pesan,tanpa bertemu, bagaimana?” Ucap taeyeon ketika kedua tangan kanan mereka tetap saling bertautan.
“Siapa takut. Deal?”
“Deal” sepakat wanita itu menganggukan kepalanya.

***

Two weeks

Lay menyandarkan tubuhnya lelah di dinding ruangan itu. Ia menyapu keringatnya sembari menatap para pemain yang masih serius dengan tariannya. Sudah hampir setengah hari ia tak berhenti untuk mengejar ketinggalannya. Ya harus ia akui menyesuaikan pekerjaan kantor dan jadwal latihan musikalnya tidaklah gampang. Dan entah apa yang terjadi, tiba-tiba saja dua hari yang lalu atasannya memberikan ia surat rekomendasi kenaikan jabatan, hal yang selalu ia inginkan dari dulu. Apa ia bisa katakan bahwa wanita itu benar?bahwa ia hanya butuh waktu?
Lay meraih tasnya,lalu membuka lockscreen handphonenya.

Foto ketika mereka berlibur ke jeju sekarang menjadi wallpapernya.

Lelaki itu sontak tersenyum dan mengusap layar handphonenya, “bogoshipoyo”
“Ya lay, latihan untuk scene terakhir” Taemin yang baru saja memasuki ruang latihan itu berhasil menggagetkan lelaki itu.
“C’mon guys Fighting!” sambung changmin, ketua pelatih menyemangati para pemain yang sekarang sudah bersiap-siap diposisinya, tak terkecuali lay. Lelaki itu terlihat sangat bersamangat.

***
One month

Lay merebahkan tubuhnya lepaa dikasur empuknya,ia menyatukan kesepeluh jarinya saling bertautan dan menaruhnya dibelakang kepalanya. Lelaki itu menatap langit-langit kamar berlapis cat putih itu. Pikirannya entah kenapa masih bergulat memikirkan apa yang sudah terjadi sore tadi. Ketika ia memutuskan untuk akhirnya menemui kedua orang tuanya secara resmi untuk pertama kalinya dalam 5 tahun ini. Ia tak mengerti dengan dirinya sendiri, disatu sisi ia sangat merindukan kedua sosok itu tapi disatu sisi ia sangat tidak berniat untuk menemui mereka. Dan terjadilah, hal yang ia harap tak terjadi. Lelaki itu tidak bisa menahan emosi,menekan segala amarahnya. Ia bisa melihat kebahagian kedua orang tuanya saat mereka menghampirinya, duduk dihadapannya. Mereka tidak lah sama saat terakhir ia melihat mereka. Mereka tidak lagi muda aeperti aaat terakhir ia melihat mereka, kerutan diwajah yang semakin nampak terlihat, dan beberapa helai rambut mereka yang mulai memutih. Bahkan suara mereka pun terdengar berbeda ditelinga lelaki itu.
lay bisa mengingat jelas bagaimana ibunya mati-matian menahan airmatanya saat mencoba untuk berbicara dengannya. Walau ada rasa canggung yang tercipta,tapi ia bisa merasakan wanita itu selalu mencoba untuk berbicara secara santai. Seperti seorang ibu kepada anaknya. Begitu pula dengan ayahnya, lelaki paruh baya itu juga mencoba untuk mengeluarkan sisi humorisnya. Suatu hal yang sangat lay rindukan.
Maaf dan masa lalu
Semua seakan berbalik 180 derajat ketika kedua orang tua itu mengeluarkan kata maaf mereka. Hati lay seakan dilempar kembali kemasa lalu, kata maaf itu menginggatkan kembali rasa sakit itu,dan mengubur kerinduaannya. Menggeraskan kembali sisi dinginnya
Ia membenci dirinya sendiri saat ia tak bisa mengatur amarahnya. ia tiba-tiba saja kembali ketus,dan muak dengan omongan kedua orang tuanya. Ia benci ketika kata-kata yang ia keluarkan dari mulutmya seakan mengahncurkan hati kedua orang yang sangat ia sayangi itu. Ia sangat membenci dirinya saat ini.

Lay mengusap wajahnya frustasi. Ia sangat menyesal-sangat sangat menyesal. Apa ia bisa mengembalikan waktu?ia ingin kembali menarik semua ucapannya.
Lelaki itu menggerakan tangan kanannya mencari-cari iphonenya yang tadi ia lempar asal kekasur.
Lay membuka lookscreen iphonenya. Menatap wajah wanita yang sekarang menjadi wallpapernya. Semua ini.

Aku membutuhkanmu.

Lelaki itu lalu menekan angka 1 yang ada discreen handphonenya, speed dial wanita itu. Lay menaruh handphone berwarna putih itu ditelinganya. Ia harus menelpon wanita itu.
“Aishh kim taeyeon!” Lelaki itu kembali melemparkan handphonenya asal saat ia tak bisa mendengar nada sambung telpon wanita itu. Taeyeon mengganti nomer handphonenya.
Lay menarik tubuh lelahnya dari kasur itu dengan susah payah. Masih duduk dikasur itu. Ia sempat terdiam dan memikirkan sesuatu. Ia menghela nafasnya berat memikirkan resiko semua rencananya. Wanita itu pasti marah padanya. Tapi… persetan dengan marah wanita itu.
Ia beranjak dari kasurnya dan mengambil kunci mobilnya dan mengunci rapat apartemennya.

.
.

Lelaki itu mengatur nafasnya agar kembali stabil setelah dengan susah payah ia memanjat dinding pagar rumah taeyeon. Sekarang lay berada di halaman belakang rumah megah itu. Ia memicingkan matanya kearah sebuah jendela dilantai dua rumah itu. Lay kembali menatap jam tangannya, memang sudah larut, tapi bukankah taeyeon selalu tidur jam 2 malam? Wanita itu selalu insomnia, dan ia selalu setia untuk menemani wanita itu sampai terlelap lewat telpon.
Ia kembali mencari akal, mencari cara agar bisa membangunkan wanita itu tanpa membuat keributan. Ia tak mau membangunkan kedua orang taeyeon malam-malam seperti ini. Ia pasti bakal ditolak mentah-mentah oleh ayah taeyeon kalau tau lelaki yang melamar anaknya terlihat sangat kurang ajar dengan mengendap-endap seperti maling dirumahnya.
Ia memegang pinggangnya dengan kedua tangannya, berjalan kesana kemari mencari akal. Lay seketika berhenti,dan menatap pohon besar dihadapannya. Untuk wanita itu,apapun akan ia daki, walau ia harus menghadapi phobianya.
Taeyeon yang sekarang tentram dalam tidurnya sedikit terusik dengan bunyi diluar jendelanya. Telinganya terlalu peka, ia sangat mudah untuk terbangun dari lelapnya. Ia mengeliat gusar,merasa kesal dengan bunyi yang sekarang semakin menggangu telinganya. Masih dengan mata tertutup, taeyeon bangkit dari tidurnya. Ia duduk diatas kasurnya antara sadar dan tidak sadar.
“Aishhhh!!!” Ia berdesis saat sekarang terdengar ketukan jendela beberapa kali. Dengan susah payah ia membuka matanya. Menatap kearah jendela disebelah kirinya. Pantulan bulan membuat sebuah bayangan dikain penutup jendela kaca itu dan menampakan bayangan seseorang.
Mata wanita itu sekarang benar-benar terbuka saat ia bisa memastikan bahwa bayangan itu adalah bayangan manusia dan sekarang terus-terusan mengetuk jendelanya. Ia menyalakan lampu kamarnya. Jam 12 malam. Taeyeon bergidik membayangkan siapa orang itu, ia pun berencana untuk segera turun kebawah dan melaporkan pada orang tuanya. Ia harus selamat.
“Taeyeon..taeyeon..kau tidur ya?”
“Heii,aku sudah tak kuat berdiri dipohon ini”
Taeyeon menajamkan pendengarannya, apa ia sedang mendengar suara lay?ia menggelengkan kepalanya menampik semua suara yang didengarnya,mereka lagi berpisah. Mana mungkin lelaki itu datang.
“Kau sudah menyalakan lampumu,kau tidak tidur kan?ayolah,buka jendela mu. Ini lay, calon tunanganmu yang kau gantungkan.”
Mendengar celotehan itu membuat taeyeon menghela lega. Setidaknya ia tak perlu panik dan menyangka itu seorang pencuri. Tapi,hei bukankah mereka tak boleh saling bertemu?
Taeyeon dengan cepat menjauhkan selimut tebal dari tubuhnya dan berlari kearah jendela itu. Ia mendekatkan wajahnya dan menyibak tirai berwarna biru itu, ia bisa melihat dengan jelas wajah lelaki itu yang sedang berdiri dirantai besar pohon.
“Mau apa?” Taeyeon membesarkan matanya menatap kesal pada lelaki itu
“Bisa aku masuk?disini dingin yeon” jawab lay seolah perintah.
“Tapi kita tak boleh bertemu!” Bantah taeyeon. Mereka berdua sekarang saling lempar teriakan.
“Kau mau aku mati kedinginan diatas pohon ini hah?” Lay menatap kesal taeyeon yang menurutnya sangat lambat. Ia juga menyesal kenapa ia lupa untuk membawa jaketnya.
Wanita itu mengamati lay yang terlihat atau mungkin hanya berpura-pura kedinginan. Ia sempat menimbang keputusannya, daripada ia nanti dituduh karena disangka membiarkan seorang lelaki kedinginan diatas pohon lebih baik ia membiarkan lelaki itu masuk.
“Apa susahnya sih membiarkan ku masuk?” Cecar lay saat ia sudah masuk kedalam kamar taeyeon,ia membalikan badannya menatap taeyeon yang baru selesai menutup jendela itu.
“Kau melanggar janjimu!” Tembak wanita itu kesal.
“Ya.ya.ya mianhe”
“Aku tau aku salah,tapi..” Lelaki itu menahan ucapannya saat ia sudah duduk ditepian kasur taeyeon.
“Huhh..” Lay tak melanjutkan kalimatnya,ia malah menghembuskan nafas dan menatap kesembarang arah.
Taeyeon,wanita itu melipat kedua tangannya,bersandar disebuah meja dikamarnya. Tak berniat untuk mengubah posisinya sejak lelaki itu masuk kekamarnya.
“Apa?”, tanyanya penasaran.
“Aku butuh kau saat ini”, lay menatap taeyeon saat ia menjawab pertanyaan wanita itu lalu kembali membuang pandangnya.
“Aku sudah bicara pada semua sahabatku, sehun, kris, minho, bahkan eunhyuk. Tapi-entahlah aku masih butuh seseorang. Mungkin kau?”
Taeyeon mengangkat kedua alisnya, menangkap keseriusan masalah yang dialami lelaki itu. Tapi lag-lagi ia hanya diam,tak mengeluarkan kalimatnya. membiarkan lelaki itu yang membuka sebuah percakapan.
“Aku tau kita masih dalam masa saling melupakan. Aku tau kita tak mestinya bertemu seperti ini bukan?”
“Lalu kenapa kau datang?bagaimana kalau kau mengagalkan semua tantangan ini?Bagaimana kalau kau tidak bisa melupakan ku lagi?”
Mendengar rentetan pertanyaan itu, lay kembali bangkit dari tepi kasur itu dan mendekati taeyeon.
“Ah,taeyeon. Aku ingin bertanya padamu. Dari 1-10, coba sebutkan angka seberapa besarkah kau sudah melupakan ku?” Tanya lay seakan menantang.
Taeyeon ingin sekali mengeluarkan tawanya, memang lelaki ini suka sekali menggodanya. Ia menggeleng heran.
“Apa ada angka yang lebih tinggi dari 10?” Balasnya mengangkat dagunya, terlihat sangat angkuh.
Lay berdesis, “bagaimana kalau aku saja yang menjawab?”
Lelaki itu,dengan menggunakan semua jari tangannya,ia menunjukkan angka 6 dengan jarinya. Menatap taeyeon bangga.
“6. Sangat besar kan?tinggal 4 angka lagi aku akan melupakan mu yeon. Aku sudah mencapai lebih dari 50 persen. Aku tak memikirkan mu lagi setiap aku bangun dari tidurku. Aku tak mengecek handphone ku setiap saat karena menunggu telponmu. Bahkan kalau saja aku tak menemuimu sekarang mungkin aku akan lupa dengan wajahmu”
Tanpa taeyeon sadari lelaki itu sudah berdiri dihadapannya. Taeyeon terlalu terkesima dengan semua kalimat lelaki itu. Ia tak menyangka lelaki itu sudah sejauh ini. Entah rasa apa yang bekerja dihatinya sampai-sampai ia tak sadar saat lay mengibaskan kedua tangannya didepan wajah wanita itu.
“Taeyeon?”
“Ah-nde.” Balas wanita itu spontan.
“Saat ini, aku membutuhkan mu bukan sebagai seorang pacarku,tapi sekarang aku membutuhkan mu sebagai sahabat ku. Aku sangat membutuhkan seorang sahabat yeon.”
Mendengar penjelasan lelaki itu membuat taeyeon mengembangkan senyum manisnya pada lay. Ia mengangguk mengiayakan setiap kalimat yang keluar dari lelaki itu.
Taeyeon menarik tangan kanan lay dan menuntunnya untuk duduk disebuah sofa panjang dikamarnya. Lay tak membantah dan mengikuti wanita itu. Sampai akhirnya sekarang mereka sudah saling tatap dan taeyeon terlihat siap untuk mendengar semua cerita lay.
Tanpa menunggu aba-aba taeyeon, lelaki itu mengeluarkan semua ceritanya. Semua kekesalannya pada dirinya sendiri. Ia menyesal telah kasar pada orang tuanya, ia binggung pada hatinya.
Sepanjang kisah yang diceritakan lay taeyeon tak henti-hentinya menganggukan kepalanya pelan dan masih menatap lay dengan kokoh. Ia meneliti mata lelaki itu. Meneliti setiap ucapan yang keluar dari bibir lay.
“Aku tak mengerti yeon dengan diriku sendiri!” Gerutu lay mengakhiri sebuah kisahnya. Ia menyandarkan tubuhnya disofa berwarna cream tersebut.
“Ya,kau mendengarkan ku tidak sih?” Lelaki itu mendorong tubuh wanita itu dari belakang saat ia merasa taeyeon terlalu sibuk dengan pikirannya.
“Kau memikirkan apa?” Tanya lay.
Sontak taeyeon menggelengkan kepalanya.
“Oppa..” Taeyeon memalingkan wajahnya dan mendapati lay yang sekarang menutup kedua matanya.
“Huh?” Balas lay sekarang membuka matanya.
Taeyeon tersenyum lalu meraih tangan kiri lay disampingnya. Ia menempatkan telapak tangan kiri lelaki itu tepat di dada kiri lay. Tepat dihatinya.
“Semua harus berawal dari sini.hatimu” ucapnya lembut.
Lay diam. Mencerna semua nasihat taeyeon. See?mungkin hanya taeyeonlah satu-satunya sahabat terbaik baginya.
“Coba kau tanyakan pada hatimu, sudah maukah ia memaafkan kedua orang tua mu?”
Lay tertawa kecil, “kau sangat lucu.bagaimana bisa aku bertanya pada anggota badan ku sendiri?”
“Aniyo” taeyeon menggeleng, “hati adalah sesuatu yang terpisah darimu. Mungkin ia satu bersama mu. Tapi hati mempunyai suatu hal yang lain. Kau mungkin bisa menggerakkan tanganmu, mengeluarkan kata manismu,tapi kau takkan pernah bisa mengunakan hatimu bila kau sendiri tak bisa menggenali hatimu. Kau harus menuntutnya, memaksanya.”
Uraian panjang itu taeyeon harap dapat dimengerti lay yang masih saja diam tak bergeming menatapnya.
“Kau harus membuka hatimu pada mereka. Hilangkan rasa dendam dihatimu. Aku yakin, kau pasti bisa jika kau berusaha.” Taeyeon tersenyum manis diujung nasehatnya. Ia mengacak rambut hitam lelaki itu lalu bangkit dari sofa dan menuju ke rak bukunya
“Sudahlah,kau jangan frustasi seperti ini. Oh ya,ini.” Kembali wanita itu lalu memberikan selembar kertas pada lay
“Apa ini?” Binggung lelaki itu. Ia masih terlalu dibayangi semua kalimat taeyeon. Semua perkataan wanita itu. Ia harus mengiyakan kalau selama ini ia selalu dikalahkan oleh keegoisan hatinya.
“Anggap saja kertas laporan” ucapnya kembali duduk.
“Jadi, setiap hari kau harus mengisi angka disini. 1 sampai 100 persen. Berapa besarkah kau sudah melupakanku. Diisinya malam saja,sebelum kau tidur” sambung taeyeon bagai guru yang mengajar anak muridnya yang sedang mengisi angket.
Lay mengangguk-angguk, “baiklah. Kau tidak tidur?”
“Babo.bagaimana aku bisa tidur kalau diganggu orang kesepian seperti mu?” Protes wanita itu mengangkat kedua alisnya. Menampilkan kantong matanya yang sangat bisa lay lihat.
Lay tertawa mendengar celotehan lucu itu, “ok buddy,aku akan pergi sekarang. Selamat tidur. Oh iya lupakan aku” lelaki itu menepuk paha kiri wanita itu,mengedipkan sebelah matanya, dan bangkit dari duduknya. Kalimat terakhir lelaki itu entahlah membuat taeyeon terkejut.
Forget you? Can i?

***
Two weeks later

Perfect.

Satu kata yang bisa lelaki itu diskripsikan tentang hari-harinya sekarang. Ia bisa merasakan sebuah kebahagian selain taeyeon sekarang. Ya,dulu ia tak pernah merasa sebahagia ini bila ia tak bersama wanita itu. Dulu hanya taeyeonlah yang membuat hidupnya seakan berharga. Tapi sekarang semua satu-satu berubah dengan bertahap.
Urusan kantornya benar-benar sukses. Ia berhasil dengan semua proyeknya. Bukan hanya kenaikan jabatan,bahkan ia sering dapat bonus dari bosnya yang tidak bisa dibilang sedikit. Ia bisa melewatkan musicalnya dengan baik. Musicalnya berhasil dengan sempurna. Banyak yang menguji bakat lelaki itu menari bahkan saat ia berakting diatas panggung. Sanggar tari yang dimilikinya pun sekarang bisa dikatakan mulai dikenal. Dan satu hal yang membuat lelaki itu menganggap bahwa satu bulan ini adalah sebuah keajaiban baginya. Ia dan kedua orang tuanya semakin membaik, tak ada kecangungan lagi diantara mereka. Lay semakin bisa membuka hatinya dan mengikhlaskan semua sakit hatinya, dendamnya.
“Jadi,kapan kau pulang kerumah?” Tanya ayah lay disela waktu makan mereka.
“Aku harus menyelesaikan urusan kantor dulu appa. Baru aku akan pulang” ucapnya sambil memakan lauknya.
Ibu lelaki itu tersenyum bahagia, “aku senang kau akan pulang nak.”
Lay tersenyum pada ibunya, “mianhe aku dulu telah meninggalkan kalian”
Wanita paruh baya dihadapannya menggeleng, “ani.jangan pernah minta maaf. Karena semua bukan salahmu”
“Ayah,ibu. Aku ingin bicara sesuatu pada kalian” ucap lay menaruh sumpitnya dimeja. Ia menggambil tissue dan melap mulutnya.
“Bicaralah nak,apapun yang kau inginkan” balas ayahnya.
“Aku ingin menikah” ujar lay sempat membuat kedua orang didepannya terkejut. Bahkan ibunya mengangkat kedua alisnya dan matanya seakan melotot pada lay. Kau baru saja akan pulang dan kau ingin menikah dan meninggalkan ibu? Batin wanita itu.
“Dengan taeyeon?kau yakin?” Tanya ayah lay meyakinkan anak itu akan menikahi gadis yang mereka temui satu bulan yang lalu.
Lay mengangguk, ” Nde. Benar. Aku sudah terlalu tua untuk tidak menikah yah. Dan aku yakin, taeyeon satu-satunya wanita yang ingin ku nikahi”
Seketika, ibu lay menangis dan itu jelas membuat panik lelaki itu.
“Eomma, gwenchana?”
Wanita paruh baya itu menggelengkan kepalanya dan bersandar dibahu ayahnya.
“Gwenchana.aku hanya- anak ku sudah benar-benar dewasa” harunya.
Lay merasa matanya memanas saat melihat ayahnya memeluk ibunya dan menenangkannya. Ia juga tak pernah menyadari,bahwa ia sudah sejauh ini melangkah.
“Jadi,apa kalian merestui ku?” Tanya lay setelah sekian lama ia membiarkan kedua orang tuanya larut dalam haru.
Ayah dan ibunya mengangguk, “bagaimana bisa kami tak mengizinkan kau untuk bahagia?dan bagi kami taeyeon adalah wanita yang wajib untuk kau bahagiakan. Ia adalah wanita yang baik,cantik,dan mempunyai hati yang tulus. Ayah bisa melihatnya” balas ayah lay membuat lay tak bisa menghilangkan senyum dari wajahnya,ia sangat bahagia.
“Ibu,jangan menangis lagi” ucap lay menyadari ibunya masih saja mengeluarkan airmatanya.
“Ibu tak apa lay, hanya saja ibu takut untuk kehilanganmu lagi”
Lay menggeleng, “tidak akan bu, nanti setelah aku menikah. Aku akan mengajak istri ku untuk hidup dengan kalian. Dan aku yakin taeyeon tak akan menolak”
Ibu lay menghentikan tangisnya sejenak,ia pun dengan cepat beralih duduk disamping lelaki itu dan memeluk anaknya dengan erat, “terima kasih anak ku” syukurnya pada semua hal yang telah lama ia impikan.

***

Lay berjalan santai disebuah mall berniat untuk ketempat parkir dan segera pulang. Ia baru saja selesai berpesta bersama teman-teman musicalnya. Merayakan akhir dari jadwal musical tersebut. Ia tak menyadari bahwa musicalnya sudah berakhir. Dan ya walau taeyeon tak datang, ia sudah bersyukur wanita itu masih menyemangatinya dengan mengirimkannya karangan bunga diawal pembukaan musicalnya.
Kadang ia tak mengerti dengan semua permainan ini. Disatu sisi, ia tak rela untuk sebentar saja melupakan wanita itu, bahkan berniat saja tidak ingin. Ia ingin selalu bersama taeyeon. Disatu sisi lainnya, ada suatu kekuatan yang mendorongnya untuk mencoba melupakan taeyeon. Dan kadang ia tak bisa membohongi dirinya bahwa ia menganggap permainan ini membawa hal positif baginya. Ia jadi ingat ketika wanita itu mengatakan bahwa ini adalah demi dirinya, bahwa lelaki itu patut untuk bahagia. Apapun dibalik ini semua, ia yakin ada hal yang bermakna.
Lay seketika memundurkan tubuhnya dan bersembunyi dibalik dinding ketika ia melihat seorang wanita yang sangat mirip dengan sosok yang memenuhi otaknya.
Ia kembali menengokkan kepalanya, kembali meyakinkan bahwa yang dilihatnya adalah wanitanya.
Taeyeon, wanita itu terlihat sangat cantik dengan surai hitamnya yang terurai. Ia sedikit berbeda dari terakhir lay melihatnya. Apa wanita itu kehilangan berat badannya? Dan well, wanita itu sedang terlihat sangat larut dalam percakapan dengan orang yang ada dihadapannya. Bahkan taeyeon beberapa kali mengeluarkan tawanya saat orang itu memberikan sebuah lelucon.
Lay entah kenapa terlihat geram. Apalagi ia tau orang itu adalah lelaki. Ia benar-benar diselimuti emosi. Apa ini makna dari permainan ini?biar wanita itu bisa leluasa untuk selingkuh dengan lelaki lain?apa ini alasan kenapa wanita itu tak menjawab semua lamarannya?apa wanita itu ingin membandingkan dirinya dulu dengan lelaki lain?segala macam prasangka tiba-tiba memenuhi otaknya.
Ketika saat lay melihat dengan kedua matanya sendiri lelaki itu mengacak rambut taeyeon ketika itu juga emosinya mencapai batas maksimal. Satu-satunya orang yang boleh memegang wanita itu hanya dirinya seorang.
BRUK
Satu layangan keras lay tujukan kewajah lelaki itu. Lelaki itu terjatuh dari kursinya karena hantaman keras yang tertuju kewajahnya. Bahkan ujung mulutnya sekarang mengeluarkan darah.
“OPPA!!” Bagai sebuah ledakan,taeyeon sangat panik dan mendekati lelaki yang mencoba bangkit dari lantai itu. Ia begitu terkejut dengan kejadian yang tiba – tiba terjadi sangat cepat.

“Zhang Yi Xing. Apa yang kau lakukan hah?”, teriak taeyeon marah.
Lay tak berniat untuk sekedar membalas teriakan marah wanita itu. Ia hanya berdesis dan semakin menampakan wajah dinginnya pada taeyeon yang sekarang sudah berhasil membantu lelaki itu.
“Sebenarnya apa masalahmu hah?” Lagi -lagi wanita itu berteriak keras tepat didepan wajah lelaki itu.
“Taeyeon-” lelaki disamping wanita itu mencoba untuk meredakan emosi wanita disampingnya. Tapi kau tak tau siapa kim taeyeon, ia wanita egois yang akan mati-matian membela seseorang dan mehukum siapa saja yang salah.
Tanpa mereka sadari,mereka bertiga sekarang menjadi pusat perhatian para pengunjung mall tersebut,bahkan petugas keamanan pun terlihat mendekat. Taeyeon menyadari itu saat matanya tak sengaja menatap ibu-ibu berbisik satu sama lain sambil menatapnya. Wanita itu menghela nafasnya malu,ia pun dengan kasar menarik lay untuk mengikutinya dan sangat erat wanita itu mencengkram lengan lelaki itu membawainya kelorong mall yang sepi.
PLAK
Taeyeon tak segan-segan menampar wajah lelaki itu sesaat ia melepaskan tangannya dari lengan lay.
“Kemana otak mu hah?” Tanya wanita itu tak mengerti dengan lay.
“Apa yang terjadi pada mu?begini kah perilaku lelaki yang dewasa?”
“Aku benar-benar tak mengerti. Kau tidak bisa seperti ini!”
“AKU TAK AKAN PERNAH MEMBIARKAN WANITA KU DIPEGANG OLEH LELAKI LAIN!AKU TAK AKAN PERNAH RELA MELIHAT WANITA KU BERSAMA LELAKI LAIN!WALAU AKU HARUS BERKELAHI DAN MATIPUN AKU RELA HANYA UNTUK MENJAGA WANITA KU TETAP BERSAMA KU!” Teriakan lay mendiamkan wanita dihadapannya. Taeyeon begitu terkejut dengan semua kalimat penuh emosi dan keegoisan yang lelaki itu teriakan padanya.

Lay menghembus nafasnya kasar,ia emosi. Ia tak bisa seperti ini.
“Aku melakukan semuanya karena mu,aku menuruti segala permintaan mu. Bahkan permainan bodoh ini. Aku sempat berpikir bahwa kau benar, bahwa kau memberikan waktu untuku mencari kebahagian. Dan ternyata apa ada hal dibalik semua ini?apa kau juga telah mencari kebahagian lain?dengan berselingkuh dan bermes-”
Semua tuduhan lelaki itu membuat taeyeon bagai dibakar diatas api. Hatinya benar-benar remuk mendengar tuduhan lelaki itu. Prasangka buruk lelaki itu. Dengan cepat, taeyeon menempelkan bibirnya kebibir lay. Ia membungkam kemarahan lelaki itu,menguncinya dengan ciuman tulus tanpa sedikitpun nafsu

Taeyeon melepaskan ciumannya. Ia belum membuka matanya ketika wajahnya mulai menjauh dari lay. Lelaki itu diam menatap wanita itu kaget. Ia tak tau dengan apa yang harus ia perbuat, entah apa yang menggerakkanya. Lay memeluk wanita itu dalam diam. Ia terlalu kelu untuk mengeluarkan katanya. Ia membiarkan tubuhny menyelimuti wanita itu,mendekapnya seakan tak mau melepasnya. Dan taeyeon,wanita itu masih menutup kedua matanya dan merasakan semua kehangatan dari tubuh lay.

Thank you for missing me

Mereka membiarkan tubuh mereka saling memeluk. Membiarkan waktu terus berjalan. Mereka bagaikan magnet yang tak ingin melepas satu sama lain. Taeyeon adalah orang yang pertama memulai aksinya dan ia lah orang yang mengakhirinya,ia melepaskan pelukan lelaki itu dari tubuhnya.
“Jangan pernah berkata seakan aku tak mencintaimu” ucap wanita itu mencari celah mata lay. Ia memberanikan diri untuk menatap kedua mata sipit itu. Meyakinkan lelaki itu.
“Dia adalah sahabat ku disekolah menengah. Tadi aku pergi sendirian karena ada yang harus aku beli. Dan tak sengaja aku bertemu dengannya, juga dengan istrinya. Mereka mengajak ku untuk makan, karena kami sudah lama tidak bertemu. Sejak lulus smp dia pindah keamerika dan baru saja ia pindah kembali kesini setelah menikah. Ketika kami sedang makan bersama tiba-tiba saja istrinya mempunyai urusan mendadak. Lalu kami tinggal berdua. Dia, Kyuhyun oppa sudah aku anggap kaka ku sendiri dari dulu, bahkan ibuku mengenalnya. Dan kejadian tadi,kami hanya bercanda dan tertawa menginggat saat-saat sekolah dulu.” Jelas taeyeon panjang lebar. Ia benar-benar tak ingin ada perselisihan diantara mereka.
Ada raut penyesalan terpampang diwajah lelaki itu. Ia malu,bagaimana bisa lelaki berumur 27 tahun sepertinya berlagak bagai pahlawan disaat yang tidak tepat. Ia seharusnya tidak langsung mengumbar emosinya. Ia harusnya berprilaku lebih dewasa.
Lay menatap kebawah,ia tak tau harus berkata apa selain maaf.
“Maafkan aku yeon. Seharusnya aku tak langsung emosi,aku terlalu takut kau akan bersama lelaki lain”
Taeyeon menggelengkan kepalanya,ia menaikan dagu lelaki itu dan menuntunnya untuk menatapnya, “aku juga akan takut seperti mu kalau kau bersama perempuan lain.”
Kali ini lay mengelengkan kepalanya,ia menampik ucapan wanita itu, “tidak akan. Aku akan berjanji kalau aku tak akan bersama wanita lain selain kau taeyeon”
“Jangan pernah berjanji lay. Kita hanya bisa berharap”
Lay menautkan alisnya tak mengerti dengan ucapan wanita itu, “maksudmu?”
“Apa aku bisa melarangmu saat kau mendapatkan wanita yang lebih dari pada ku?kau mungkin bisa menampiknya sekarang. Tapi nanti,ketika kau menemukan seorang yang lebih baik dari ku,aku tak dapat berbuat apa-apa.”
“Ya!kau apa-apaan?kau tak boleh berbicara sepeti-”
“Aku hanya berpikir secara logis lay. Kita tak tau apa yang terjadi nanti. Mungkin setelah ini kau bertemu dengan wanita lain lalu-”
“Perkataan mu seolah-olah kau telah menolak ku. Apa kau menolak ku?” Mereka bergantian saling memotong perkataan. Taeyeon menampilkan tawa khasnya saat mendengar pertanyaan lay.
“Aku mencintaimu. Tak akan pernah ada lelaki lain yang bisa menggantikan mu lay. Lelaki unik seperti mu?kau itu pemarah berat!cerewet!selalu memikirkan dirinya dan oh ya kau itu terlalu sombong. Sangat buruk bukan?tapi aku harus mengacungkan jempol padamu. Karena hanya kamu lah satu-satunya lelaki yang mampu membawa ku sedalam ini”
Taeyeon menggelengkan kepalanya pelan, “jangan pernah berkata aku akan menolak mu. Apa itu cukup untuk meyakin kan mu?”
Lay menatap dalam kedua iris didepannya. Lelaki itu menangkupkan kedua tangganya di leher taeyeon lalu memberikan ciuman hangatnya didahi wanita itu.
“Dan kau adalah satu-satunya perempuan yang mampu membuat ku bertahan seperti ini taeyeon. Jangan pernah sekali-kali kau berpikir aku akan mencari wanita lain dirimu.”
Mendengar pernyataan yang baginya bagaikan janji itu,taeyeon hanya memunculkan senyum manisnya mengerti.

Don’t promise to me when I can make sure that someday you will break it.

***
Lay membolak balikkan tubuhnya gusar. Terlalu gelisah untuk sekedar bermimpi. Ia tak tau kenapa seharian ia terus saja uring-uringan tanpa tau titik masalahnya. Apa yang sesang terjadi atau apa yang akan terjadi?
Bunyi khas nada dering iphonenya berbunyi. Telpon ditengah malam seperti ini?siapa yang berani menggangunya?
Lay menyalakan lampu kecil didashboard samping kasurnya dan dengan mata yang sebenarnya sangat mengantuk tapi sangat sulit sekali untuk tidur mengangkat telpon itu dengan malas. Kalau saja sehun yang menelponnya sekarang dan masih memintanya untuk memberikan semangat karena ia dan pacarnya putus,lay benar-benar akan menghajarnya.
Sebelum ia mengangkat telpon itu ia sempat bergidik binggung menatap nomer tak dikenal yang menelponnya sekarang
“Yoboseo?”
“Lay-shi?”
Lay menyengitkan sebelah alisnya, ia sepertinya mengenal suara berat lelaki ini.
“Nde. Nuguya?”
“Paman kim. Ayah taeyeon”
Lay menajamkan matanya. Pupilnya seakan ikut membesar. Ayah taeyeon? untuk apa malam-malam seperti ini?
“Paman? ada apa?” Tanyanya setenang mungkin
“Bisa kah sekarang juga kau datang….”

.
.

Lay menundukan kepalanya. Memegang kepalanya dengan kedua tangannya. Dan membiarkan kedua sikunya bertumpu pada ujung lututnya. Sekarang ia sedang terduduk lemas dikursi pengunjung gedung itu. Tak begitu banyak orang. Karena pada saat itu sudah menunjukan pukul 1 malam.
Suara langkah kaki yang semakin mendekat, membuyarkan semua pikiran yang bergulat diotaknya. Ia bisa melihat bibi kim mendekatinya. Wanita itu menyilangkan lengannya, kedinginan karena pada saat itu seoul sangat dingin. Lay berdiri dari kursinya dan membalas senyuman dari wanita itu.
“Akhirnya kau datang” diluar perkiraan lay, bibi kim malah memeluknya. Sangat tidak biasa.
“Dia baik-baik saja kan bi?” Satu hal yang terus dipertanyakan lelaki itu.apa yang terjadi pada taeyeon.
Bibi kim menghela nafas, sangat terlihat gempulan asap keluar dari mulut wanita itu. Bahkan penghangat dirumah ssakit tak mampu menghilangkan dinginnya hari.
Wanita itu duduk kembali dikursi tunggu dan begitu pula lay yang mengikutinya. Bibi kim hanya diam untuk sementara dan menatap kesembarang arah. Ia tak pernah kuat untuk sekedar menatap wajah anak itu.
“Bibi,apa yang terjadi?” Lagi,lay seakan memohon untuk segera diberitahu tentang semua yang terjadi. Lelaki itu bisa melihat raut kesedihan diwajah wanita paruh baya itu.
Jangan katakan kalau…

“Taeyeon terkena limfoma stadium akhir”

Time
Is stop

Lay berharap ia salah mendengar semua itu. Limfoma?kanker?
“Bibi- ini semua hanya sebuah lelucon kan? Tanya lay meyakinkan bahwa semua yang didengarnya adalah salah.
Wanita paruh baya itu menggelengkan kepalanya,menampik bahwa ia sedang bercanda. Tidak ada lelucon saat ini. Tidak ada dusta. Bibi kim terlihat berusaha untuk menahan airmatanya. Ia sudah terlalu banyak menangis. Dan anak lelaki ini?ia benar-benar tak kuat untuk sekedar berpura-pura tegar dihadapannya. Taeyeon memang mati-matian meminta kedua orang tuanya untuk tidak menelpon lelaki itu,untuk tidak memberitahunya, tapi kedua orang tuanya tau kalau lay harus mengetahui semua ini.
“Dia tidak memperbolehkan kami untuk memberitahumu”
Lay diam saat bibi kim mulai berbicara. Lelaki itu terlalu sakit untuk sekedar menggerakkan tubuhnya.
“Dia kritis lay” singkat bibi kim
“Kenapa ia tak pernah bilang kalau dia sakit?” Lay menguatkan dirinya untuk bertanya, walau suaranya terdengar sangat lemah. Mata lelaki itu mulai berkaca-kaca
“Ia tak pernah mengeluh dengan sakitnya. Ia terlalu egois untuk memberitahu kami. Dan pada awal tahun lalu,kami menemukan taeyeon pingsan dikamarnya. Saat itulah, dokter mengatakan bahwa taeyeon mengidap kanker getah bening.”

Kenapa kau tak pernah mengatakan apapun pada ku yeon?

“Karena itu, taeyeon berhenti untuk menari?”
Bibi kim mengangguk, ” semua kegiatannya dihentikan. Kadang ia berkata padaku betapa sedihnya ia harus berbohong padamu kalau ia sedang kuliah.” Bibi kim tersenyum lirih menginggat kembali kejadian yang ia ceritakan pada lay.
Hati lay semakin hancur. Bagaikan ada yang memukuli tubuhnya sekarang. Ia semakin pecah satu persatu saat bibi kim terus menceritakan penyakit taeyeon.
“Dan dua bulan yang lalu,dokter memvonis ia akan meninggal 2 bulan lagi.”
Lay benar-bener frustasi sekarang. Ucapan akhir bibi kim berhasil membuat matanya mengeluarkan airmata. Lelaki itu mengusap wajahnya yang memerah. Ia mencoba untuk bernafas secara normal.

2 bulan lagi dari 2 bulan lalu?

Lay menggelengkan kepalanya,
“Apa aku boleh bertemu dengannya?” Tanya lelaki itu penuh harap.

.
.

Ruangan putih itu dipenuhi terlihat sangat bersih, bau rumah sakit sangat kental menusuk hidung. Taeyeon, wanita itu terbaring lemah dikasur pasien dengan begitu banyak peralatan medis disampingnya. 3 hari lalu,ia mengalami masa pahitnya. Masa terberatnya. Ia jatuh dan tak berdaya. Dan disinilah ia berada,dengan tabung oksigen yang membantu wanita itu untuk bernafas. Taeyeon tau, waktunya tak lama lagi. Ia tau tanpa peralatan disampingnya ini,ia akan mati. Wanita itu mencoba untuk tersenyum pada kedua orang tuanya,mengatakan bahwa ia baik-baik saja. Walau didalam

Ia terlalu sakit

Bunyi pintu yang terbuka membuat wanita itu sadar dari semua pikirannya. Semua pikiran tentang kedua orangtuanya saat ia tinggalkan, semua khayalan saat lay mengetahuinya meninggalkannya. Selama ini, selama 2 bulan permainan ini,ia selalu bohong kalau ia mencoba melupakan lelaki itu. Ia tak akan pernah bisa melupakan lelaki itu, ia selalu memikirnya. Setiap jadwal musikal lelaki itu, taeyeon tak pernah lupa untuk meminta temannya menonton dan mengabadikan foto saat lelaki itu sedang beradu diatas panggung. Saat ia kabur dari rumah sakit, ketika ibu lay mengatakan bahwa mereka akan bertemu lay dan mengajak lelaki itu untuk kembali, taeyeon mengikuti mereka dan sangat bahagia melihat lelaki itu akhirnya mau memeluk kedua orang tuanya.
Satu hal paling menyakitkan baginya adalah saat ia tak bisa menjawab lamaran lelaki itu, ia ingin. Sangat ingin menjadi permaisuri lelaki itu,menjadi wanita yang selalu ada disampingnya. Hatinya terasa terkoyak saat melihat reaksi kekecewaan lelaki itu saat ia bungkam untuk menjawab lamarannya. Pernah terlintas dipikirannya untuk menyudahi semua ini,menolak permintaan lelaki itu, tapi ia terlalu lemah untuk mengatakan itu, hatinya terlalu kuat untuk dituntun wanita itu.
“Taeyeon” wanita itu benar-benar tercengang melihat seorang lelaki yang datang dan mendekatinya. Lay, lelaki itu berusaha kuat dengan menampilkan senyumnya pada taeyeon.
Taeyeon membalas senyum lelaki itu.

A fake smile huh Zhang Yi Xing?

Lay mengambil sebuah kursi plastik dan duduk disamping wanita itu. Ia memegang tangan taeyeon erat,
“Apa kabar?”
Taeyeon tak menjawab dan hanya tersenyum.
“Perkenalkan nama ku Zhang Yi Xing” ucapnya memberikan sebuah pelebur kebekuan diantara mereka.
“Kim taeyeon”
Lay benar-benar ingin menangis saat melihat keadaan wanita dihadapannya. Ia sangat kurus. Sangat lemah. Bahkan suaranya terdengar sangat tidak berdaya.
Tapi ia tau,taeyeon adalah wanita yang ku.

Please don’t cry to me babe.

“Mau apa kesini?” Wanita itu mencoba untuk mengeluarkan suaranya.
Lay tertawa kecil, “kau harus ingat. Permainan ini sudah berakhir. Sudah 2 bulan. Dan jangan marah kalau sekarang aku bertemu dengan calon istriku”
Taeyeon menghentikan senyumnya saat lelaki itu mengungkit masalah pernikahan.
I never will be your wife honey, even i really want it.

“Tolong jawab aku sekarang yeon.”
Lay menatap mata taeyeon nanar,mengharapkan jawaban wanita itu.
Taeyeon runtuh,ia mengeluarkan airmatanya. Dengan cepat lelaki itu mengusap airmata wanita itu dengan jari-jarinya.
“Aku tak bisa lay” jawabnya lirih.
“APA KARENA KAU BERPIKIR AKAN MENINGGALKAN KU?” Kesal lay dan tanpa ia sadari ia telah berteriak didepan wanita itu.
Taeyeon semakin larut dalam tangisnya.

Yes, i’m really afraid to leave you..

“Kim taeyeon, aku mohon padamu. Jangan pernah memikirkan apa yang akan terjadi. Aku tak peduli, bila kau meinggalkanku, aku benar-benar tak peduli. Saat ini,aku hanya ingin kau menerima lamaran ku,menjadi tunanganku. Menjadi calon istriku. Aku mencintaimu yeon,sangat mencintaimu.” Lelaki itu menangkupkan kedua telapak tangannya pada taeyeon yang sekarang tak henti-hentinya mengeluarkan airmatanya.
“Lay-” wanita itu mencoba mengambil udara sebanyak-banyaknya. Dadanya benar-benar sesak.

I love you more babe,more than you know.

“Apa kau membawa kertas nilai kita?” Taeyeon tak menjawab luapan emosi lelaki itu,ia malah menagih kertas nilai yang akan mereka bawa saat mereka bertemu diakhir permainan.
Lay menatap kearah lain sebelum ia menganggukan kepalanya.
Taeyeon tersenyum riang, ia pun mengambil kertas yang berada dibawah bantalnya.
“Bisa kita saling tukar?” Tanyanya.
Lay lagi-lagi hanya mengangguk,tak mengeluarkan kata sedikitpun. Mereka saling menukar surat itu.
“Jangan baca nilai ku sebelum aku selesai membaca nilai mu!” Tangkas taeyeon cepat ketika lay ingin membuka lipatan kertas itu. Lelaki itu menatap taeyeon dengan lebih lirih.
“Baiklah, kau pasti sangat terkejut dengan nilai ku taeyeon” jawab lay memasukkan kertas taeyeon kedalam saku bajunya. Ia mencoba untuk merubah suasana ini.
Taeyeon mencibir perkataan lay

You still same;arrogant person huh?that’s why i love you babe.

“Well we see”
Taeyeon meneliti setiap angka yang ditulis lelaki itu.
60
65
20
35
79
89
“89 persen?” Tanya taeyeon tak percaya.
Lay mengangguk, “aku hebat bukan?”
Taeyeon tersenyum, “dan sekarang?”
“Mwo?”
“Dari 1-100 sebutkan!” tuntut taeyeon.
Lay terdiam memikirkan paksaan wanita itu untuk menampilkan angka itu.
Chu-
Lay menunda jawabannya dan memberikan taeyeon kejutan. Ia mendekatkan wajahnya pada taeyeon dan mencium bibir pucat wanita itu lembut. Taeyeon tak menolak, ia merasakan setiap sentuhan bibir lelaki itu pada bibirnya. Wanita itu memejamkan matanya.
Lelaki dengan baju berwarna dark blue itu melepaskan ciumannya,tapi sama sekali tak berniat untuk menjauhkan wajahnya. Lay kembali mencium wanita itu. Ciuman lembut didahi taeyeon,
“I love you honey” ucap lay saat ia melepaskan bibirnya dari dahi taeyeon.
Lelaki itu kembali mencium kedua mata taeyeon yang tertutup “i love you beautiful”
Dan kedua pipi tirus taeyeon, ” i love you sunshine”
Dan lagi, ia melayangkan ciumannya pada bibir taeyeon. Lebih dalam.
“0 persen” jawabnya pada akhirnya ia melepaskan ciuman mereka dan saat taeyeon membuka kedua matanya.
Taeyeon tersenyum, “setidaknya kau pernah mencapai angka 100 bukan?”
Lay diam saat wanita itu mencoba mengejeknya. Benar-benar ia membenci permainan ini!
“I love you oppa,my prince,my hero, my bad monkey butt, my lover, my husband”
Taeyeon benar-benar menghiasi wajah lemahnya dengan senyum, ia benar-benar bersyukur dalam hidupnya pernah memiliki sesosok lelaki yang mungkin tidaklah sempurna tapi baginya dapat membuat hidupnya sempurna.
Lay tak dapat menjawab pernyataan wanita itu dan ia hanya diam. Diam dalam tangisnya. Ia menggenggam erat tangan wanita itu dan menciumnya.
“Aku mencintaimu istriku. Jangan pernah tinggalkan aku” lirihnya dalam tangis.

I want,but i can’t

“Oppa..” Ucap taeyeon pelan
“Nde?” Balas lay. Sungguh taeyeon, jangan pernah katakan selamat tinggal.
“Apa aku boleh tidur sekarang?”
Pertanyaan wanita itu benar-benar membuat tangis lay pecah

Aku mencintaimu.
Aku mohon jangan tinggalkan aku.
Aku mohon.

“Kau mengantuk?” Tanya balik lelaki itu lembut, ia tetap berusaha untuk tersenyum pada taeyeon.
Wanita itu mengangguk, “aku tak akan menganggumu lagi setiap malam karena imsonia ku lay, karena sekarang aku selalu mengantuk”
Lay memalsukan setiap tawanya, Lelaki itu menggeleng
“Tidak,aku sama sekali tak pernah terganggu”
Lelaki itu meneliti setiap inchi wajah taeyeon. Ia bisa melihat kesakitan teraut diwajah gadisnya. Ia tak menyangka akhir cerita mereka jadi seperti ini. Semua impiannya untuk bersama,semua khayalannya mempunyai keluarga yang bahagia bersama taeyeon. Semua seakan hancur tanpa sisa. Ia tak pernah membayangkan ia akan kehilangan wanita dihadapannya ini. Walau ada tercipta secuil harapan padanya bahwa taeyeon akan bertahan, taeyeon akan melawan penyakitnya, tetapi ketika melihat keadaan wanita itu, ia tau penyakit sialan itu telah menggerogoti wanitanya,ia tau taeyeon benar-benar lelah dengan penyakitnya.
“Dari 1-100, seberapa besar kau ingin tidur chagiya?” Lay melepaskan tanyanya dengan nada bergetar. Ia mencoba tetap kuat dan membelai rambut wanita itu.
Taeyeon kembali tersenyum, ia merasakan sesak didadanya semakin merasuknya. Ia merasakan sesuatu yang membuat seluruh kakinya terasa dingin.

God, this is that time?for leave?to meet you?
“100” paksa taeyeon untuk mengucapkan kata itu pada lay. Sungguh.. Apa tuhan telah melarangnya mengucapkan rangkaian kata pada lelaki itu? bahkan ucapan selamat tinggal?
0 for leaving and forget you lay.

Lelaki itu kembali mengeluarkan airmatanya, ia menarik nafasnya dalam dan menatap kearah lain untuk sementara.

Apa aku harus melepaskanmu sekarang?
Apa ini yang terbaik bagi mu taeyeon?

“B-baiklah kim taeyeon. K-kau boleh tidur sekarang. Aku..” Suara lay semakin tak terdengar jelas. Ia benar-benar tak rela bila harus melepas wanita itu.
“A-ku tak akan menganggumu. Aku akan disini menjagamu sampai kau bangun arra?i love you.” Lelaki itu memajukan kepalanya dan mencium dahi wanita itu dalam. Setiap ketulusan telah ia berikan pada wanita itu.
“Goodbye.”
Taeyeon perlahan menutup matanya ketika lay masih menempelkan bibirnya didahinya.
Goodbye my love
Goodbye Zhang Yixing

Airmata lay kembali jatuh dan membasahi dahi wanita itu. Beberapa alat yang berada disampingnya sekita mengeluarkan bunyi. Ia membenci semua hal saat itu. Tuhan, penyakit itu, dirinya, bahkan taeyeon. Semua tak adil baginya. Ia ingin kebahagian utuh. Ia tak pernah mengerti kenapa tuhan selalu memberikan kebahagian yang tak pernah penuh. Kenapa ia harus mengambil sebagian dari kebahagiannya ketika sebagian kebahagian kosongnya perlahan terisi?dan dirinya, kenapa ia tak pernah sadar dengan penyakit taeyeon,kenapa ia tak mempunyai kesempatan untuk sekedar merawatnya dan mengantarkan wanita itu kedokter secara rutih. Lalu taeyeon, kenapa ia harus datang dihidupnya dan pergi meninggalkannya seegois ini?
Lay melepaskan ciumannya saat beberapa orang datang keruangan itu. Paman kim menariknya dari wanita itu. Mereka membiarkan para dokter untuk mengurus taeyeon yang tidur dalam senyumnya. Untuk selamanya.

Wanita itu pergi.
Semua mimpi lay pergi
Semua impiannya.
Separuh kebahagiannya.
Separuh dari dirinya.

***

Lay mendudukan tubuhnya dimana dulu, 2 bulan lalu ia membulatkan semua keputusannya. Didepan sungai han. Lelaki itu dengan pakaian hitam yang masih lengkap. Bahkan kacamata hitam masih menghiasi wajahnya.
Lelaki itu tak menangis saat pemakaman taeyeon pagi tadi. Saat ia memberikan pidatonya. Ia benar-benar tak menangis, karena ia tau taeyeon membencinya ketika ia menangis. Karena ia tau taeyeon menginginkannya untuk kuat walau hanya didepan orang lain.

“Aku tak akan mau menemui mu lagi kalau kau terus saja berprilaku kekanakan seperti ini,menangis seperti anak tk? Tak ada satu pun hal yang harus kau tangisi lay. Yang kau harus lakukan adalah menerimanya,menjalaninya, karena semua ini lah yang berikan tuhan”

Lay tersenyum singkat saat ucapan yang pernah taeyeon katakan padanya itu selalu memberikan kekuatan padanya.
Ia menatap sungai han dihadapannya dengan kosong. Konyol, kenapa keadaan secepat ini berubah?
Lay teringat sebuah kertas yang ia temukan dikantong bajunya tadi pagi. Ia membawa kertas itu bersamanya,walau ia belum sama sekali membacanya.
Tangan lay terarah untuk kembali mengambil kertas itu dari jas tuxedonya. Ia menghela nafas berat lalu dengan perlahan ia membuka kertas itu dan membaca setiap isi dari kertas itu.
Dan sungguh hatinya kembali terkoyak. Airmatanya kembali runtuh saat ia membaca kertas itu, membaca pesan dari wanita itu.

Dear, my mongky butt.
Hai 🙂
Mianhe karena isi kertas ku tak sama seperti isi kertasmu. Tidak ada kolom,tidak ada nama hari dan tanggal, tidak ada angka 1-100. Maafkan aku lay.
Dari awal sebenarnya aku ingin sekali mempunyai kertas yang sama seperti mu,tapi jujur, Aku tak bisa. 1-100?aku tak pernah bisa melupakan mu walau hanya 1 persen. Jadi percuma bukan kalau aku mempunyai kertas yang sama seperti mu tapi isinya selalu 0 persen?aku tak ingin kau tertawai lay!
Oh iya Zhang Yi Xing, kau selalu bertanya bukan kenapa aku tak menjawab mu?kenapa aku melakukan semua permainan ini?aku akan menjawabnya sekarang babe..

Dalam hidupku, kau adalah satu-satunya lelaki yang bisa membawa ku untuk mengenal dunia dengan nyata. Kau mengajariku bagaimana dunia ini bekerja. Kau menampakan padaku bahwa didunia ini tidak ada yang tabu, didunia ini tak ada yang abadi. Aku ingat ketika nenek ku meninggal,kau adalah alasan ku untuk berhenti menangis. Kau mengatakan padaku,bahwa kita boleh menangis karena ditinggalkan,tapi jangan pernah sekali-kali menyalahkan siapapun saat ditinggalkan. Karena inilah kehidupan. Dan saat ini,aku harap kau menghentikan tangismu untuk ku lay 🙂

Tapi aku percaya,kau adalah lelaki sombong bahkan terlalu gengsi untuk menangis. Kau terlalu sombong untuk mengatakan bahwa kau lemah bukan?aku tau kau selalu sombong dan aku menyukai itu.

Melihat semua hal yang kau raih, semua angka yang dari awal aku perkirakan, aku tau kau bisa bila kau berusaha. Saat melihat angka pertama mu, 6 dari 10?entahlah aku harus jujur padamu kalau aku merasa sakit dan tak rela,tapi tenang saja rasa sakit hatiku tak sebanding dengan rasa bahagia ku bisa melihat kau melupakan ku.

Aku ingin kau belajar lay,belajar untuk melupakan ku,aku tak akan pernah mau pergi dan tenang sebelum aku bisa memastikan kau bisa untuk melupakanku,untuk menghilangkan ku dari pikiranmu, dan aku berhasil dengan semua ini.kau akan baik-baik saja tanpaku. Ah, aku memang wanita yang selalu berhasil dengan pekerjaannya bukan?

Dan sesuai dengan janji ku Zhang Yi Xing,aku akan menjawab semua harapanmu.

Will me marry you?
And my answer is yes, i’m, nde, ya, Si,etiam,chi,da, every single any word yes, i will and i want.

Aku mau menjadi istrimu, bersedia menjadi bagian hidup mu lay, walau aku tau aku hanya bisa menjadi kekasih didalam hatimu. Dan suatu saat nanti kau akan menemukan kekasih nyata mu. Jangan coba-coba menampik,karena suatu saat, kau akan menemukannya. Dan aku harap ia bisa lebih baik dan bahkan lebih sempurna dariku. Nanti,ketika kalian menikah tolong sampaikan padanya bahwa “istri hatimu telah menitipkan seluruh belahan jiwanya padanya. Jadi jangan pernah permainkannya walau berniat sedikitpun”

Aku mencintaimu lay,sangat mencintaimu. Apa yang lebih menyakitkan daripada perpisahan?
Ya,pertemuan. Aku membenci kenapa kita pernah bertemu. Sangat membencinya. Tapi seperti yang pernah kau bilang, semua memiliki arti. Dan inilah, semua arti pertemuan kita,arti waktu yang selama ini kita lalui, walau akhirnya kita harus berpisah satu sama lain. Aku harap setidaknya aku sudah mengisi setengah kebahagianmu yang lain bukan?tolong jaga kedua orang tua mu lay,kau tidak mau kehilangan orang yang kau cintai lagi kan?

Aku tau kau mencintaiku. Tapi mulai sekarang,belajarlah lebih giat untuk tidak mencintaiku. Lupakan aku mulai sekarang. Cari hidupmu lay. Tapi ingat aku harap kau tetap memberikan ruang dihatimu untuk diriku.bye.

Thanks for loving me
Thanks for be my lover
Thanks for everthing
I love you

Yours,
Kim Taeyeon
.
.
.
FIN

Gimana ffnya?sad ending?sorry ya teman-teman gue kayanya over dramatis gini dan segala typo dimana-mana :’) Please comment below guys. Please ya apa daya ku tanpa komentar kalian muaaahhhh

.

 

Advertisements

74 comments on “[FREELANCE] Challenge (2 of 12 season)

  1. Good thor sedih banget *nangis dipojokan* nice fanfic thor(y) feel nya dapet, good banget lah buat ff ini;)

  2. Hiks..hiks..
    Kok sad ending sih eonni ??
    Ap ini karna taeng eonni yg jga lgi bersedih ??? ;(

    next nya pairingx chantae ya thor
    fighting

  3. Nangis bacanya sungguh ya ampun nyesek bgt daebak bgt ceritanay mski ditengah rada2 bingung dengan permainan LayTae tp lama2 bener2 sadar,,,
    author tega bener udah 1 bulan ga ketemu eh sekarang sii taeng ,meninggal daebbaakk

    • 2 bulan loh itu hehe
      Thankkk youu udah bacaa sorry ya bikin mewekk eh ini seriusan pd nangis?soalnya aku ngak nyangka ff ini sedih :3

  4. Kenapa harus sad end sih thor?
    Mata aku brkaca-kaca ngebacanyaa ..
    Feelnya dapet bgt .
    Keren deh utk chap ini, next chap jgn lama2, updatesoon authornim, fighting!!!

    • Karenaa emang maunya yg sedih2 gituu haha thnk youu udah sllu mau baca ff aku :’) next chap ok asap deh

  5. Hebat hebat banget bikin yg baca nyesek ngebayanginnya 😥 .
    Sedih tuh waktu taeng unni bilang dia ngantuk.

    Tapi aku suka sama ceritanya next di tunggu ya.
    Ohiya yg pertama aku belum baca.

    • Silahkan cri ff yg main castnya kai-taeyeon yg judulnya honeymoon avenue hehe makasihhh udahh baca ya :’) aku ngak hebat ah buat bikin ff :’)

  6. demi apa, ini feelnya dapet bgt
    mana ikt nangis lg 😦
    taeyeon lembut bgt,hebat
    next ak tggu ya, fighting 🙂

  7. Tissue mana Tissue ^’^ NangisGuling2 Good Job thor ff ne bener2 bkn aku Mewek,nyesek bgd rasa nya huhuhuhu Aku tggu ye thor karya mu yg Lain nya

  8. ya ampun hiks hiks hiks 😥
    sedih bgt bacanya 😦
    ikut nysek plus nangis 😦
    daebak ffnya nge feel bgt ❤
    sukses bikin readernya hiks hiks hiks nangis 😥
    thor lanjut terus aku tunggu kelanjutannya
    kira2 siapa thor cast selanjutnya ????
    GOMAWO

  9. sad but sweet eon.
    aku nangis 😥
    keren banget! tpi kenapa hrus sad ending????!! *teriakpaketoaditengahhujan*
    keren banget deh!
    ditunggu next season nya y…. klau bisa jgn sad ending lg 😦
    keep writing and fighting!!!^^

    • Karenaa nanti ngak dapet feelnya kalo happy ending wkwk
      Ok ok bakal happy ending kok dinext chap 😀

  10. Aaaaaaa autor tega nih buat sad ending 😢
    Tapi kerennnnn… Tapi yang selanjutnya jgn sad ending yaaa
    Next chapter siapa nih autor…? Luhan?baekhyun?DO?ahahahah
    Next chapter di tunggu yaa

  11. huaa.. 😥 awal awalnya sih masih manis manis gitu
    pas tengah tengah tuh mulai aneh ya , rupanya sad ending huhuhu ..
    next ff ditunggu ne ^^ kalau bisa jangan sedih , yang alay(?) juga boleh -,-
    HWAITING^^6]

  12. Author tanggung jwb nih, smpe nangis lho! 😦
    nyesek bgt pas drumah sakit, sebenernya dri awal udh ada firasat(?) akn sad end sih apalg yg taeng blg lay akn dpet wanita yg lbih baik.
    Tpi fic nya daebakk thor! FIGHTAENG!!

  13. sedih… Tae unnie baik…. lay yang sabar… daebakkk…^^

    d tunggu part selanjutnya^^ Hwaiting!!!^^

    • Next mungkin bakal chantae dehh trus baru luhan dan baekhyunnn bakal jdi yg spesial hehe tenang next ngak bakal sad kok pokoknyaaa makasih ya 🙂

  14. hueee ga ngira kalo sad ending;AA;
    nyesek bacanya;____; mirip novel2 thor;; seru;; bagus;;b
    kesian taenggggg;AA; hiks suka sama watak taeng disini;;
    suka lah suka, kalo boleh aku reblog buat archive bestffiveread;;
    nice lah;;b next season ditunggu, tp jangan sad ending/? ehtapi boleh juga biar feelnya ngena/? ‘-‘

    • Ah ngak bagus kok ff ku itu,masih kalah jauh kaya novel2 :’) iya reblog aja hehe ngk kok next bakal happy happy gtuhh makasihh ya udah bacaaa 😀

  15. hiks hiks hiks….
    banget..banget….SEDIHHHH

    Tapi qerreeennn banget udah buat gue nangis…

    THANKS

  16. Authorr.. FFnya daebak. Bisa bikin orang nangis bacanya. Ud sedih ditambah dengerin lagunya Taeyeon eonni yg judulnya Love, That One Word tambah sedihh.. sukses deh FF-nya.. Next FF thor, keep writing..

  17. Sumpah, ff ini bagus bangeeet!! Feelnya kerasa tp sedih endingnya my baby taengnya meninggal..:(
    lanjut lagi author-nim..fighting!!

  18. Hua author jahat nih masa bikin aki nangis pas lagi baca ff nya 😥
    Bta keren thor, ditunggu next ff nya 😀

  19. sukses membuatku nangis thor, surat dari taeyeon dapet banget , hwaaaaa good ff thor I like that 😥 :’)

  20. aigoooo sedih banget, feelnya luar biasa :’) asal kamu tau ya thor, aku baca ini sampai dibanjiri dengan air mata loh :’) /lebay amat yak/ jangan berhenti disini ya thor, next chapt oke ^^

  21. Nangis thor nangis huhuhu(?) sumpah feelnya dapet banget >.< apalagi,surat taeyeon ini,deres nih air mata thor :') di tunggu next fanfic nya ya..request SuTae ya thor tapi jangan sad..marriage life aja /maksa/? thx 🙂

  22. maaf thor aku baru baca
    tapi ff ini bener” daebak dehhh
    ampe aku gak bisa berkata-kata
    feelnya dapet banget huhu sad ending…..
    ditunggu thor next chapnya tapi jgn sad yah thor…..

  23. Pingback: [FREELANCE] Mistake (4 of 12 season) | All The Stories Is Taeyeon's

  24. Tebakan aku bener kalau ada sesuatu yg Taeyeon sembunyiin dari Lay. Dan ahhh kenapa harus semellow ini thorr Yixing oppa sabar dan semangat ! Keep looking your future. Keren thor. XD

  25. Haloo thor, aku reader baru jd baru baca sekarang.. hhe
    FF nya bagus bgt thor, pas ngliat genre nya sad sii udh tau kalau ini bkal sad ending, tp aku penasaran sama jalan ceritanya.
    Dan.. itu endingngnya sedih bgt,,
    Kagum sama sosok taeng, wanita yg kuat..
    itu jd inspirasi sii buat aku, mgkn semua yg baca, sbg wanita harus lebih bijak n kuat supaya bisa ngedampingin pasangan hidup kita,
    seperti taeng yg walopun gasempet jd pasangan hidupnya lay, dia ttp nyiapin lay untuk jd kuat..

    Aaa aku komentar apa ini, maaf yaa klo kepanjangan thorr..
    Thankyou for the ff.. semangat terus..
    Gomawo~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s