Love in Pain – Chapter 6 (END)

lipend
.

chiharu’s present:

l o v e – i n – p a i n
(Ending part)

Main cast: Kim Taeyeon | Xi Luhan | Oh Sehun | Jung Eunji

Support and cameos(s): Xi Luna | Jessica Jung | Oh Baekhyun | Hirajima Aika | Tatsuki Harumi

Genre: Romance | Friendship | Sad | AU

Rating: PG15

Poster by cloverqua at Poster Designer (Thanks!!)

Disclaimer: I’m just own of the story, don’t claim this as yours.

Copyright ยฉ 2014 chiharu

.

///

Gadis bermata elang itu sibuk mengedarkan pandangannya ke sekeliling bar ini—pesta ulang tahunnya diadakan di bar milik ayahnya. Ia mendesah pelan saat ia tak juga menemukan sosok yang tengah ia cari.

“Eunji!”

Gadis itu menoleh dan mendapati seorang lelaki bermata hazel tengah berjalan kearahnya. “Sehun, apa kau tidak datang bersama Luhan?”

“Ya! Aku ini baru datang, dan sekarang kau langsung menanyaiku.” pekik Sehun, ia sedikit meringis sesaat setelah ia mengucapkan kalimatnya barusan.

“Well, tidak ada untungnya bertanya padamu.” Eunji merotasikan kedua bola matanya. “Ngomong-ngomong mana ucapanmu?”

Sehun terkekeh melihat perubahan mimik muka Eunji. Ia kemudian menjabat tangan gadis itu, “Selamat ulang tahun, semoga semakin cantik dan dewasa.” ucapanya dengan riang. “Ettt tapi tidak akan lebih cantik dari orang yang aku sukai.”

Sepersekian detik kemudian, Eunji meringis sambil tertawa, gadis itu mencubit lengan Sehun pelan. “Terima kasih Mr. Albino.” ucapnya dengan kekehan kecil.

“Ya! Berhenti menyebutku seperti itu.” protes Sehun kesal.

///

Luhan dan Taeyeon berjalan berdampingan menuju salah-satu bar yang ada di pusat kota Kyoto. Bar itu adalah bar milik ayah Eunji, tak heran jika untuk semalam ini, tidak boleh ada pengunjung lain selain tamu undangan.

Luhan sekilas menatap Taeyeon. Gadis itu sama sekali belum menjawab pertanyaan yang ia tanyaka dimobil tadi. Gadis itu selalu terlihat salah tingkah dan mencari topik lain saat ia menggodanya. Luhan menggeleng dan terkekeh pelan, mungkin gadis itu berpikir bahwa yang tadi hanya bercanda—sudahlah, lagipula tidak romantis jika menyatakan cinta didalam mobi sambil melakukan perjalanan.

Saat sudah memasuki pintu bar itu, Taeyeon merasa dirinya tidak nyaman. Ia sama sekali belum terbiasa memasuki bar malam seperti ini. Tapi ia bisa sedikit tenang, bar ini cukup rapi dan elit—sangat tertata tidak seperti bar malam pada umumnya. Tiba-tiba pikirannya melayang kesaat kemarin siang—si mata elang itu. Tidak! Ia harus membuat semuanya baik-baik saja.

Taeyeon agak berjalan kaku saat dia mendapati Eunji dan Sehun sudah menunggu mereka disana. Saat ia bertemu pandang dengan mata Eunji, ia menggigit bibirnya pelan dan ia meremas tangan Luhan yang sedang menggenggam tangannya. Ia menoleh saat Luhan menatapnya dengan tatapan ‘kenapa?’, Taeyeon hanya membalasnya dengan senyuman tipis.

“Selamat ulang tahun. semakin cantik, mapan dan dewasa ya, sahabatku.” ucap Luhan seraya ia memeluk Eunji. Taeyeon agak sedikit menunduk saat ia melihat mereka berpelukan dan yang lebih parahnya lagi, Eunji kembali menatapnya dengan tatapan tajam—tatapan yang Taeyeon tidak sukai.

“Sekarang giliranmu.” ucap Luhan tatkala ia sudah melepas pelukannya. Taeyeon mengangguk dan tersenyum canggung.

“Selamat ulang tahun.” ucap Taeyeon seraya ia bersalaman dengan Eunji. Tidak ada respon berlebih yang diberikan Eunji, syukurlah.

“Lebih baik, kau ikut aku saja.” tiba-tiba tangan Taeyeon ditarik begitu saja oleh Sehun.

“Ya! Ya! Kau mau membawaku kemana?” pekik Taeyeon sambil mengikuti langkah lelaki bermata hazel itu.

“Mereka mau kemana?” tanya Luhan pada Eunji dengan raut wajah yang heran.

“Entahlah, temani aku saat pemotongan kue nanti, ya.” balas Eunji sambil menggandeng tangan kiri milik lelaki China itu.

///

Disebuah tempat yang cukup sepi didalam bar mewah ini. Taeyeon mengerutkan keningnya saat Sehun membuka beberapa lembar kertas kecil dari saku jasnya. Apa yang lelaki itu lakukan? Bagaimana bisa membawa kertas-kertas kecil yang mungkin tidak penting?

Sebenarnya, Taeyeon agak waswas, kenapa juga Sehun membawanya ketempat seperti ini?

“Tuan albino, kenapa kau mengeluarkan kertas-kertas kecil. Itu terlihat tidak berguna.” ucap Taeyeon dengan polosnya. Taeyeon semakin mengerutkan keningnya saat Sehun menatapnya dan memberikannya sebuah senyuman. Tapi senyuman itu terlihat berbeda.

“Kau bilang ini tidak penting?” ucap Sehun sambil menggelengkan kepalanya diiringi sebuah tawa kecil.

“Apa yang kau bicarakan?”

“Ini adalah kertas yang bertuliskan kata-kata tentang bagaimana aku melihat dirimu.” lagi-lagi Sehun memberikan senyuman paling menawan miliknya. Masa bodoh lah, ia yakin ia tidak akan ditolak oleh gadis dihadapannya ini.

“A..apa yang kau bicarakan?” untuk kesekian kalinya Taeyeon kembali mengucapkan kalimat itu. Ia merasa semakin bingung dan merasa tidak karuan saat Sehun melangkah dan meraih kedua tangannya. Matanya kini bertemu pandang dengan mata beriris hazel itu.

Jangan sampai. Jangan sampai apa yang Taeyeon takutkan selama ini terjadi. Taeyeon sama sekali tidak mengharapkan bahwa Sehun akan memandangnya dengan hati seperti saat sekarang ini. Karena ia tahu, ia tidak bisa menerima lelaki ini.

“Aku pinjam tanganmu.” kata lelaki itu seraya menaruh beberapa kertas kecil tadi diatas telapak tangan Taeyeon. “Kumohon, simpanlah ini. Kali ini aku bersungguh-sungguh.”

Kini Taeyeon memalingkan wajahnya. Ia bernafas memburu dan memutar kedua bola matanya. Tanpa sadar, ia menutup telapak tangannya seolah memberi isyarat bahwa ia akan menyimpan kertas-kertas kecil itu. Dan beberapa detik kemudian, ia sukses tersentak saat Sehun memegang kedua wajahnya untuk kembali menatap mata itu.

“Aku mencintaimu.”

“Aku mencintaimu.”

“Aku mencintaimu.”

Ia bisa merasakan suara dari kalimat Sehun sedikit berbeda. Taeyeon sama sekali tidak memberikan respon apapun. Mungkin kini ada kecemasan dijiwa si lelaki bernama Sehun itu.

Taeyeon melangkah mundur sambil memasukkan sebelah tangannya kedalam saku dress yang tengah ia kenakan. Ia tidak sadar apa-apa, bahkan ia tidak sadar saat ia menyimpan kertas-kertas kecil itu didalam saku dressnya.

“Maaf.” akhirnya hanya kata itulah yang keluar dari mulut Taeyeon. Mungkin itu adalah sebuah jawaban. Tapi, walaupun Sehun agak terlihat cemas, ia sama sekali tidak melunturkan sikap percaya diri didalam dirinya. Taeyeon adalah gadis yang baik, gadis itu tidak mungkin mengecewakannya, tidak mungkin. Setidaknya itulah yang ada dipikran Sehun sekarang ini, ya walaupun sebenarnya ia dikelilingin oleh rasa cemas akibat mendengar satu kata tadi.

Kini Sehun kembali meyakinkan dirinya. Ia memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana, lalu ia berkata, “Maaf? Untuk apa?”

“Maaf, karena aku mencintai orang lain.”

Sepersekian detik kemudian, tidak ada yang tahu bagaimana diri seorang Oh Sehun saat ini. Yang jelas, ia tidak lagi mendapati gadis itu ada dihadapannya, Kim Taeyeon telah lebih dulu pergi meninggalkan dirinya. Entah kenapa, ia masih bisa tersenyum… Gadis itu mungkin tidak pergi dari sisinya.

///

Suasana malam ini sudah tidak terasa tenangnya. Ini mungkin menyenangkan, tapi Taeyeon sama sekali tidak tenang.

Kini sudah tiba pada acara puncak ulang tahun Eunji. Tidak ada orang dikenal disisi Taeyeon, Luhan sedang menemani Eunji memotong kue. Dan ia tahu, bahwa itu memang menyebalkan untuknya. Dan satu lagi, Sehun tidak kelihatan setelah kejadian tadi.

Suara tepuk tangan pun terdengar riuh, Taeyeon dengan tidak bersemangat pun ikut bertepuk tangan. Kini, Eunji sudah siap dengan satu piring kecil cake. Semua orang menantikan siapa orang pertama yang akan mendapat cake itu. Asal tahu saja, ayah Eunji tidak datang di pesta malam ini.

Dan alangkah terkejutnya saat Eunji memberikan cake pertamanya pada seseorang disebelahnya. Orang itu adalah Xi Luhan. Entah kenapa Taeyeon merasa dirinya mulai memanas. Apalagi saat Eunji dengan terang-terangan mencium pipi Luhan. Dan yang lebih membuatnya sakit adalah, saat orang-orang meriuhkan nama mereka berdua layaknya sepasang kekasih.

Taeyeon menatap Eunji dengan tatapan biasa, ia melihat gadis mata elang itu tengah menatapnya juga dengan sebuah senyuman sinis. Taeyeon mendesah pelan. Dan lagi, Eunji kembali mencium pipi seorang Xi Luhan. Mungkin Eunji berpikir bahwa itu adalah pertunjukan spesial untuk Taeyeon.

Sekilas, Luhan memandang Taeyeon yang berdiri diujung sana tengah memasang raut wajah yang sulit diartikan. Tapi percayalah, Luhan tahu bahwa gadis itu merasa sakit dan cemburu.

///

Luhan baru saja keluar dari toilet. Alangkah terkejutnya saat ia mendapati tinjuan keras dari seseorang yang menghantam pipinya.

“Kenapa kau menyakitinya?”

Kini Luhan sudah mulai membiasakan matanya, lelaki itu? Kenapa dia?! “Sehun, apa yang kau—”

Ternyata itu memang Sehun. Alangkah terkejutnya saat Luhan mengetahui bahwa lelaki itu adalah teman dekatnya. Bahkan Sehun sama sekali tidak mengizinkannya menyelesaikan tanya. Luhan bangkit dengan memegangi pipinya, salah-satu sudut bibirnya kini berdarah. “Apa yang kau lakukan padaku?”

“Aku tidak percaya orang sepertimu bisa menyakiti hati seseorang yang mencintaimu.” ucap Sehun yang sama sekali tidak menghilangkan kebingungan dibenak Luhan.

“Aku bahkan tidak percaya kau bisa melakukan hal ini padaku, tanpa sebab yang jelas.” sahut Luhan dengan penuh penekanan. Hingga kini Sehun mencengkram kerah kemejanya dan menatapnya seperti seorang musuh. “Sahabatku, kau—”

Lagi-lagi sebuah tinjuan keras mengenai dirinya. Tapi kali ini pada perutnya.

“Su…sudah, hentikan, Sehun. Bicarakan masalahmu padaku dengan cara baik-baik.” pinta Luhan sambil memegangi perutnya. Ia terlihat mengerang kecil karena kesakitan.

Seolah tidak membenarkan perkataan Luhan barusan, Sehun kini kembali mencengkram kerah kemaja milik Luhan. Ia menatap mata sendu itu dengan tajam. Entahlah, kenapa semuanya bisa seperti ini. Sepertinya Sehun mulai hilang kesadarannya. “Kau memang sahabatku, jika kita akan bertarung… Aku akan terima itu. Tapi jika kau akan terus menyakitinya, lebih baik serahkan saja padaku. Aku yakin diriku lebih baik daripada dirimu, Hyung.” ucap Sehun penuh dengan penekanan. “Aku mencintainya lebih baik darimu, lebih baik.” lanjutnya. Luhan hanya bisa bernafas lega setelah Sehun melepaskan cengkraman kuatnya lalu pergi meninggalkannya disana. Kini ia tahu, mungkin semua ini tentang Taeyeon. Tidak disangka, Sehun berubah karenanya.

///

Taeyeon berjalan dengan ritme yang agak cepat, bahkan ia berjalan meninggalkan Luhan yang tengah berjalan dibelakangnya. Ini benar-benar bukan malam yang indah bagi Taeyeon. Sebenarnya, ia sudah bisa menduga itu. Seharusnya juga ia tidak usah datang kesini.

Ia membuka pintu mobil tanpa melihat bagaimana Luhan. Tapi ia agak terkejut saat Luhan sudah memasuki mobil dan duduk disebelahnya. Ia melihat ada beberapa luka memar diwajahnya, bahkan salah-satu bibirnya berdarah.

“Kau kenapa, Lu?” tanyanya dengan nada yang cemas.

“Aku baik-baik saja.” jawab Luhan singkat, kemudian lelaki itu kini menoleh pada Taeyeon. “Bukankah kau marah padaku?”

“Tidak. Aku tidak marah padamu.” sangkal Taeyeon.

“Tapi tadi aku melihat raut wajahmu. Maafkan aku jika aku telah menyakitimu, aku menemani Eunji karena dia yang memintaku… Aku juga tidak tahu kalau dia akan mencium pipiku.”

“Aku tahu, lagipula aku bukan siapa-siapa.” balas Taeyeon sambil memalingkan wajahnya, matanya menatap kosong kedepan. Mungkin ini rasanya, perasaan yang dirakan oleh Luhan saat itu—Mencintai seorang sahabat tanpa suatu kepastian. Tapi ia tahu, ia tidak lebih sakit hati daripada Luhan, perlakuannya lebih buruk saat itu. Ia tahu, mungkin ia tidak tahu diri… Tapi entah apa yang mengantarnya hingga saat ini, bahkan berada didekat lelaki itu. Ia tahu, seharusnya ia tidak usah menuntut apapun dari Luhan, apalagi menuntut cinta. Tapi lagi-lagi ia tidak bisa menyangkal kalau ia mencintai lelaki itu, walaupun dalam waktu yang terlambat dan membuat saat-saat sekarang ini menjadi rumit.

Taeyeon mulai tersadar, kini Luhan tengah menggenggam tangannya. Ia tidak bisa menatap kembali lelaki itu, ia tidak mau kalau Luhan melihatnya dengan mata yang berbayang oleh air mata yang siap turun.

“Katakan padaku, siapa orang yang lebih baik mencintaimu daripada aku?”

Taeyeon sukses menoleh menatap pada lelaki itu. “Apa yang kau katakan?”

Luhan menghela napasnya. Gadis ini, sudah sangat lama ia cintai. Bahkan dulu saat ia berusaha melupakan gadis ini, dirinya tidak benar-benar melupakannya. Dan entah kenapa, tiba-tiba perasaan takut kembali menghampirinya sejak kejadian didepan toilet tadi dengan Sehun. Apa benar lelaki itu lebih baik mencintai Taeyeon daripada dirinya? Tidak! Walaupun seandainya itu memang benar, rasanya Luhan tidak bisa menerima itu dan akan tetap bersikukuh kalau dirinyalah yang paling baik mencintai Taeyeon.

“Aku sudah bilang kalau aku mencintaimu, tapi bagaimana jika nanti ada seseorang yang mencintaimu lebih daripada aku? Apa kau akan lupa denganku dan lari kepadanya?” tanyanya.

“Apa yang kau katakan?” seru Taeyeon. Tapi secara tidak langsung, mungkin saja Taeyeon meyakinkan dirinya bahwa hanya Luhan-lah yang paling baik mencintainya. “Siapa yang mencintaiku selain dirimu?”

“Aku tidak bisa menjawab, kau sendiri yang akan mengetahuinya.”

Setelah itu, tidak ada lagi yang membuka suara baik Luhan maupun Taeyeon. Mereka sibuk bergelut dengan pikiran masing-masing. Bahkan Luhan belum menyalakan mobilnya. Mereka masih berada di area parkir bar milik ayah Eunji. Jalanan pun sudah terlihat melenggang.

“Taeyeon, bolehkah aku berbicara sesuatu padamu sebelum semuanya terlambat?” akhirnya Luhan yang lebih dulu membuka suara. Sontak, Taeyeon langsung menoleh padanya dengan memberikan isyarat bahwa ia mengizinkannya.

“Aku mencintaimu, you wanna be my girlfriend?”

Detak jantung Taeyeon seolah mau berhenti saat itu juga. Tapi mungkin dengan kata-kata barusan, ia tidak mengizinkan jantung itu berhenti berdetak. Dirinya terlalu senang. Ia mendapati mata Luhan menatap lembut kearahnya dan ia sama sekali tidak menemukan kebohongan pada kedua manik mata seorang Xi Luhan.

“Yes, I do.” ucap Taeyeon diiringi dengan anggukannya.

Luhan terlihat tersenyum, Senyuman yang sangat membuat Taeyeon suka pada lelaki itu. Kini keduanya terlihat sangat senang, walaupun sebelum ini mereka berdebat tentang perasaan mereka. Dengan keadaan Luhan yang bisa dikatakan kurang memungkinkan, karena lelaki itu penuh luka memar.

Tapi disinilah, ‘apa adanya’ mereka tunjukkan. Tak ada lagu romantis, yang ada hanya suasana malam yang sepi di area parkir sebuah bar. Tidak ada sebuah hadiah yang bisa Luhan berikan. Bahkan kemeja yang ia kenakan pun kusut, penampilannya tidak lebih baik daripada tadi, dengan darah yang sudah mengering disusut bibirnya. Bahkan, mata Taeyeon yang terlihat sembab dan memerah. Tapi ini bukanlah pengakuan yang terpaksa, ini benar-benar cinta. Mereka berdua sungguh menantikan momen seperti ini. Waktu sesederhana ini, tidak akan mereka lupakan. Apalagi untuk seorang Xi Luhan, semuanya bisa saja terlambat… Dan semua ini sebelum semuanya terlambat, tapi ia tegaskan sekali lagi, ini benar-benar cinta yang ingin ia sampaikan sejak dulu. Dan bagi Taeyeon, rupanya ini bukanlah malam yang buruk. Tinggal bagaimana nanti mereka menghadapi ini kedepan.

Cinta…

Sesederhana ini,

Tergantung bagaimana nanti kita menghadapinya,

Kita sendiri yang membuat sesuatu yang sederhana itu menjadi sangat luar biasa,

dan sesederhana inilah cinta,

Tak bisa dilupakan begitu saja.

.

.

!!!!! END !!!!!

.

.

TOLONG BACA INI

Haiiiiiiiii! Alhamdulillah sujud syukur banget ini bisa END! Hyaaaaaaaa! ๐Ÿ˜€

Aku bener-bener ngucapin terima kasih sama kalian yang udah support aku. Thankyaaaaa! ^^ makasih juga buat para cast yang udah mampir di otak aku kekekeke. Makasih buat own Nadia yang udah nyediain sarana supaya aku bisa post ini, hehe ๐Ÿ™‚ makasih juga buat orang tua aku yang udah memfasilitasi hape Nokia X-2 ini (woy! Jgn sebut merk please!) tanpa ini aku ga bisaaaaa ๐Ÿ˜ฅ dan tentunya, makasih buat Yang Maha Segalanya, Allah SWT… Tanpa-Nya, aku benar-benar tidak bisa apa-apa (ini bukan lebay loh yaaa)

aduuuuh pokoknya makasih deh /doh ini kaya menang award aja banyak makasihnye-,-/

Ohya, sedikit review, aku minta maaf kalau FF ini sangat buannnyak kekurangannya. Aku tahu itu kok :’) dan mungkin Ending ini tidak seperti ekspektasi kalian. Tapi aku sudah berusaha semaksimal mungkin.

Gantung ya?! Ya, aku tidak menyalahkan kalian yang bilang gitu kok, hehe ๐Ÿ™‚ tapi aku bener2 stuck, dan mungkin ini hasil yang bisa aku berikan sama kalian. Asal tahu aja ya, aku udah bikin FF ini dari Oktober tahun lalu. Gileee lama banget, tapi mungkin hasil akhirnya hanya seperti ini. Aku udah bikin beberapa versi judul, cerita, bahkan cast… Aku udah beberapa kali rombak isi cerita.

Freak banget FF ini!

Gantung!

Oke aku tidak menyalahkan kok… Wkwkwk ๐Ÿ˜€

Dan untuk bang Sehun, you jgn sentimen yes! (basa apaan nih?-,- freak bgt asli-,-) tenang aja bang, masih ada aku ini huhu :* wkwk

Terus juga, buat karakter Eunji, aku sama sekali gak berniat jatuhin siapa2 disini, cuman buat kebutuhan cerita doang. Jadi kalian jgn bawa2 karakter Eunji disini sampe ke real life nya dia… Aduh unn minta maaf banget ya sudah kubuat jahat disini, hehe:p (Eunji: iya adek cantik, aku maafin kok) haaaaaaaaaa yg penting dia tetap dihati Pandas kok ๐Ÿ™‚ aku juga minta maaf kalo ada para Pandas yg tersinggung, ini cuman fiktif doang… Aslinyamah kan Eunji gak kaya gitu ๐Ÿ™‚

Dan beginilah yang bisa aku kasih sama kalian ๐Ÿ™‚ mungkin ini tidak sesempurna atau tidak seistimewa FF para author lain, tapi ya…. Aku berterima kasih banget.

Dari cara kalian nunggu FF ini, aku tahu kok kalian sabar :’) dan aku berterima kasih banget atas respon kalian…. Makasih sudah baca FF aku yang ini. Apalagi untuk kalian selalu setia komen, makasih bangeeet yaaaa. Mungkin aku emang gak bisa bales satu2, bukannya aku sombong, tapi ya pada akhirnya disini aku mengucapkan sangat banyak terima kasih buat kalian. Dan bukan hanya untuk readers yang suka komen aja, tapi siders juga, aku berterima kasih sama kalian. Tanpa kalian juga FF aku gak mungkin masuk Top Post. Mungkin kalian juga gak komen ada sebabnya, susah lah, ga ngerti gimana caranya lah… Atau apapun itu. Aku berterima kasih banget, kalian udah mau baca FF aku ini. Tapi ya, ada baiknya… Kalau baca FF maupun itu FF author siapapun, tolong hargain kasian kan (doooooh kok gue jadi ceramah gini seeh?!) :’)

Dan satu lagi, mungkin berkat do’a dari kalian juga… Aku kan pernah minta do’a sama kalian supaya aku lancar UN nya, dan alhamdulillah hasilnya baik, meskipun tidak terlalu baik juga. Tapi makasih yaaa! Aku lulus yeaaaay! Mana nih suaranya yg lulus UN juga? Dan sebentar lagi aku berseragam putih abu-abu deeeeeeh :’)

Aduh, udah deh intinya thanks bangeeeet buat siapapun yang mendukung aku nulis FF ini, oke aku tahu ini lebay… Tapi ya gapaplah wkwkwk ๐Ÿ˜€

Dan jangan tanya sekuel plis, jangan bikin aku kejepit’-‘

Wassalam dan Seeya!

Advertisements

27 comments on “Love in Pain – Chapter 6 (END)

  1. selamet ya atas lulusnya ๐Ÿ™‚
    iya aku juga lulus ๐Ÿ™‚
    iya sabar ko ๐Ÿ˜‰
    akhirnya taeyeon &luhan jadian kkk
    wah udah lama ya berarti ffnya
    ditunggu ff lainnya ๐Ÿ˜‰

    #fighting^^

  2. aaahh Sehun sini sama ku aja :3
    Eunji-nya gimana tuh ? bakal ngamukgak ?!
    Luhan Taeyeon fighting!!
    sequel juseyoo *puppy eyes!
    next ff ditunggu ^^
    BIG HWAITNG!!My Dear!!~^^]

  3. Gak rla ff ini slesai ;(
    dan slamat thor bwat klulusanx
    bwat lgi ya ff dgan cast exotaeng
    fighting

  4. Selamat ya thor ats kelulusannya…..
    Waahh akhirnya taeyeon dan luhan jadian jga. Lega hati nih.. haha. Kasihan sehun d tolak cintany ama taeyeon.
    Ditunggu loh thor ff yg lainnya. Fighting…{o}

  5. Happy ending yey…
    Wah sama donk thor, aku jg lulus #tos.
    Bentar lg mau jd siswi SMA..
    Hehehe, di tunggu ff.mu yg lain.ny ne.. ๐Ÿ˜€

  6. wah sama, aku juga lulus hehe
    it agak gantung sih, tpi bagus. sekuel? mreka nikah? tpi sehun jgan sma eunji
    oke, ak tggu FF lainny ๐Ÿ™‚

  7. Happy endinggg><
    Chukae thor udah lulus^^
    Akhirnya taeyeon sama luhan jadian . Lutaee^^
    Ditunggu ff lainnya thor^^ FIGHTING

  8. selamat thor atas kelulusannya!!!!^^ ekhem… sebentar lagi pakai baju putih abu-abu^^

    end ya??? suka kok sama endnya.. untung aja luhan menyatakannya sebelum terlambat…^^ atau enggak bisa kehilangan taeyeon kedua kalinya tuh^^

    ditunggu ff selanjutnya thor^^ Hwaiting!!!^^

  9. Gantung ga gantung si ending nya
    Hehe
    Yg penting tamat lah
    Ceritanya jg lumayan bgs lah
    Ditunggu ff yg laennya deh yah
    Keep writing ^^

  10. sehunnya sama aku aja saeng haha xD . btw asli deh gak kebayang kalau HunHan berantem kayak gitu buat rebutin taeng eonnie *duh jangan nyampek* nice ff saeng. fighting buat ff kamu yang baru. kekeke~ kali aja ada project baru hihihi

  11. Udah end? ๐Ÿ˜ฎ
    terus gimana sehunnya? Eunjinya jg gakan ngebantai taeng gitu#plak ๐Ÿ˜€
    thor.. aku butuh sequel#reader gatau diri ๐Ÿ˜€

    Oh btw selamat yaa udh lulus UN nya.. jadi inget masa2 dulu#nostalgia haha
    ditunggu next ff dari author, fighting ๐Ÿ™‚

  12. Yah kirain taeng sama sehun -_-
    Padahal aku udh mupeng bgt taeng sama sehun ๐Ÿ˜ฆ

    Tapi bagus kok ffnya ๐Ÿ™‚

  13. Ya ampuuuun, so sweet bangeeet.

    aku kira,Taeyeon bakalan sama Sehun. tapi nggak apa-apa deh. Sama Luhan juga boleh. aku LuTae shipper sii, ahahaha ๐Ÿ˜€

    #keepwriting
    #fighTaeng!

  14. Wah~~ LuTae jadiannn!! Yeayy!!
    Tapi gantung banget thor..
    Nasib Sehun bgimana? Eunjinya bgimana? Eunjinya ngamuk kah pas dia tau LuTae jadian??
    Sequel donk thorr..
    Update soon thor..
    Hwaitaeng!

  15. hueeeeeeee kok end;;
    bikinin sequel thor;; /? tapi oneshoot aja/?
    keren hiks;; dihari yg sama ada moment jelek/? ada yg bagus juga
    ya pokoknya gitulah-_-
    nice thor!!!! ff lain ditunggu<33

  16. โ€œAku mencintaimu, you wanna be my girlfriend?โ€
    LUHANN :3 kamu bikin aku melayang tau ga, padahal buat taeyeon diceritanya –” *biasalahpikiranseorangFANGIRL*
    emm, iyasi. Gantung banget eon, tiba2 endingnya gajelas. Terus sehun-eunji dikemanain?
    Sehun patah hati ya? adu~ gausa patah hati masi ada yg ngarepin disini :v /dikeroyokauthor/
    ya, semoga aja kalo ada niatan bikin sekuelnya, masi ditunggu ko :p *ngarep*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s