Saying I Love You (Chapter 4)

dddddd

 

Title

Saying I Love You (chapter 4)

Author        

DeliaAnisa

Genre

School-life, romance, and friendship

Length

Multichapter

Rating

PG-15

Main Cast

Kim Taeyeon, Xiou Luhan, and Kim Jongin

Other Cast

Jessica Jung, Kwon Yuri, Kris WuFan, Oh Sehun, Byun Baekhyun, and other

Disclaimer

Ini FF hasil dan murni dari imjinasi saya, maaf jika ada kesamaan dan tentunya itu tidak disengaja, and don’t plagiat.

Author Note

Karena banyak sekali yang minta LuTae momentnya diperbanyak, aku kabulin dichapter 4 ini ^^.

Semoga suka and enjoy ^^

 

Taeyeon duduk manis dihalte bus terlepas dari semua kegiatan-kegiatan melelahkan disekolahnya. Ia bersedekap sembari mencari-mencari ide terbaik untuk ulang tahun mantan kekasihnya –xiah junsu. Ia mengetuk-ngetuk dagunya beberapa detik kemudian, berpikir apa hadiah yang cocok untuk pria itu. lalu, ia mengambil selembar foto dan sebuah bolpen dari tasnya dan menggambarkan syal yang sengaja ia lilitkan dileher junsu –dengan bolpennya. Taeyeon tersenyum saat syal itu terlihat cocok dileher junsu, ia langsung sepakat untuk memberikan syal pada junsu dihari ulang tahunnya –besok sore.

Namun, taeyeon cemberut ketika bus yang akan mengantarkan dirinya kedepartemen store belum juga terlihat, terpaksa ia akan menunggunya. Sepasang kaki yang dibalut sneakersnya ia ayun-ayunkan diudara, kedua tangannya bertumpu pada kursi besi yang ia duduki. Dalam kegiatan menunggunya, pikirannya tak letih-letihnya memikirkan pria itu.

Apakah pria itu menderita?

Apakah pria itu benar-benar ingin kembali dengannya?

Apakah..apakah..

Beribu-ribu pertanyaan bersarang dikepalanya membuat selanjutnya ia pusing sendiri. detik berikutnya, ia berhenti mengayunkan kakinya, sekarang ia berdiri tegak saat sebuah mobil sport merah menghampirinya ditambah kaca mobil yang dibuka membuat sang pemiliknya terlihat tampak jelas dimata taeyeon. Itu xi luhan, monster yang berusaha ia hindari.

“heii kurcaci, kau perlu tumpangan?” tawar luhan dengan tatapan mata yang menggoda, berharap taeyeon menerima tawaran baiknya.

Taeyeon berdecak dan bersedekap, lalu kaki-kaki mungilnya melangkah mendekati luhan. Ia membungkuk rendah dan menatap luhan tajam-tajam. Ketahuilah posisi mereka begitu sangat dekat, dan luhan tidak peduli dengan mata taeyeon yang tersirat sebuah kebencian padanya. Karena ia begitu menyukai saat-saat dimana napas taeyeon menerpa kulitnya. Aroma mawar yang begitu kental menyeruak kehidungnya. Luhan tersenyum bahagia dalam hati.

“hey pria rusa, jangan beranggapan aku adalah gadis menyedihkan yang tergoda dengan manisnya mulutmu. Aku bukanlah gadis yang minta dikasihani, apalagi oleh orang sepertimu. Ckk.. bisa-bisa ditengah jalan kau melemparkanku kesungai, pantai..atau..

“yak!yak! pikiranmu dangkal sekali. Kau tidak bisa membedakan antara ketulusan dan kepalsuan yah.. ckk…ckk aku turut berduka cita atas malangnya otakmu. Apa kau tidak melihat aku begitu tulus ingin mengantarmu? Lihat mataku? Carilah kebenarannya.” Luhan memotong persepsi taeyeon dengan cepat dan memberikan tatapan jengah pada taeyeon setelah menyelesaikan kalimatnya.

Taeyeon kini menjauhkan wajahnya dari luhan, ia berdiri tegap kembali. Taeyeon tengah menimbang-nimbang tawaran dari luhan.

‘jika aku menolak, pasti aku akan pulang terlambat. Tapi kalau aku menerima tawarannya, apakah aku masih bisa tetap hidup disampingnya? Heii, pria ini selalu membuat darahku meningkat, aku takut terjadi sesuatu saat bersamanya. Eotteokhe?’

“mau tidak?” koreksi luhan sekali lagi dengan nada yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Taeyeon berhenti memain-mainkan jarinya dan cepat tersadar setelah suara itu terdengar kembali digendang telinga taeyeon. Taeyeon menatap luhan lalu menganggukan kepalanya sekali, tanda ia menerima tawaran luhan. Luhan mengulum senyumnya, tanda ia bahagia mendengar penerimaan itu.

Taeyeon dengan kepala tertunduk mulai melangkah memasuki mobil luhan, belum sempat ia membuka pintu luhan sudah lebih dulu keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk dirinya.

“masuklah.”

“antarkan aku kedepartemen store.”

“oke.”

Setelah taeyeon memasuki mobilnya, luhan berbalik dan memutar diri menjadi dipintu kemudi. Ia kembali masuk dan mulai melajukan mobilnya secara hati-hati.

Selama dalam perjalan, taeyeon masih enggan mengangkat kepalanya walaupun itu hanya sekedar menatap jalanan. Taeyeon tetap menatap sepatunya. Ia malu, sebetulnya.

“kau merasa harga dirimu jatuh karena ini?” luhan berucap dan menatap taeyeon sekilat. Ia tersenyum miring mendapati ekspresi taeyeon yang begitu imut menurut dirinya.

“Kau tidak usah bertanya karena kau sudah tau jawabannya.” Ucap taeyeon dengan nada sekenanya.

“kau ini, aku kan yang mengajakmu untukku kuantar bukan kau yang memintaku. Itu berarti kau tidak usah seperti ini. angkatlah kepalamu dan tatap jalanan didepanmu. Siang ini, suasana seoul sangat ramai dan cuacanya tak terlalu panas. Kau harus melihatnya.” Desak luhan dan sebelah tangannya meraih dagu taeyeon dan mengangkatnya agar tidak tertunduk lagi. Taeyeon menatap luhan buas setelah tangan luhan begitu berani menempel didagunya. Tapi, luhan tidak melihat tatapan buas itu.

“kepalaku sudah terangkat, sekarang lepaskan tanganmu dari daguku.” Perintah taeyeon dengan nada yang mendesis tajam.

“arraso..arraso.” ucap luhan seraya melepaskan tangannya dari dagu taeyeon. Rasanya hangat setelah bersentuhan dengan taeyeon, ia merasa begitu nyaman.

“omong..omong tentang ciuman kita. kau masih mengingatnya yah? Kukira, kau sudah melupakan itu.” lanjut luhan dengan tatapan menggoda taeyeon. Taeyeon hanya bisa mendelik luhan dan tatapannya terlempar kejendela samping kanannya. Ia menatap beberapa kendaraan yang berlalu lalang.

“ya.. aku selalu mengingatnya dan karena terlalu lelah memikirkannya, hal itu membuatku menjadi gila. Mengapa ciuman pertamaku harus terambil olehmu eoh? Menjijikan sekali.” Ucap taeyeon dengan nada antara sedih dan kesal.

“itulah yang dinamakan takdir, mau tidak mau kau harus menerimanya. Lagi pula, aku tampan, kaya, dan semua orang menginginkanku. Tapi kenapa dengan dirimu? Kau tidak tertarik denganku? Sama sekali?” Tanya luhan bertubi-tubi.

Taeyeon tersenyum mengejek, kali ini ia beralih menatap luhan dengan pandangan menilai.

“sebagai lelaki, kau terlalu cantik.”

“yakkk.. kim taeyeon!!” teriak luhan tak terima. Ketahuilah luhan paling kesal jika ada yang menyebut dirinya cantik.

“hahahh.. jadi mana mungkin aku tertarik dengan wanita.” Taeyeon terkikik dan seakan puas meremehkan luhan dengan predikat ‘cantik’.

“ya, semua orang menilaiku seperti itu. tapi bisakah kau tidak terlalu mengejeku seperti itu? oke, kalau begitu aku akan menumbuhkan kumis dan bulu dada.. sepertinya cara itu akan membuatku terlihat jauh lebih jantan bukan?” ujar luhan percaya diri.

Taeyeon menghamburkan tawanya hingga tawanya meledak kemana-mana.

“hahahh.. lucu sekali rusa. Kau akan ditertawakan jika kau bergaya seperti itu. sudahlah, tidak usah memaksakan diri. Ini adalah sebuah takdir, mau tidak mau kau harus menerimanya.” Kalimat terakhir dari taeyeon mengulang kembali kalimat luhan beberapa detik yang lalu.

“jangan bahas itu lagi.”

“omo, uljima luhan. Wajahmu mengerut seperti itu, jangan menangis karena aku mengejekmu. Sebagai tanda maaf, aku akan memberikan sebuah gaun wanita untukmu. Aku berjanji.”

“Yakk.. Diam kau kurcaci.!!”
Taeyeon tidak dapat menghentikan tawanya dan tidak bisa juga berhenti mengejek luhan. Meskipun luhan terlihat tidak terima karena harga dirinya dijatuhkan oleh taeyeon, namun sebetulnya luhan tidak terlalu mempermasalahkannya, justru luhan terlihat begitu senang ketika menerima ejekan seperti itu dari taeyeon. Pertama, karena akhirnya ia bisa sedekat ini dengan taeyeon. Kedua, karena ia begitu bahagia ketika dapat melihat taeyeon bisa sebahagia ini selama disampingnya.

.

.

.

“Oppa.”

Jongin segera berhenti dari kegiatannya –menari- dan mematikkannya cepat saat menemukan adiknya berdiri didepan pintu sembari bersedekap.

“ada apa?” jongin membersihkan keringatnya dengan sapu tangan –spiderman pemberian taeyeon 10 tahun silam- dan duduk ditepi ranjang disusul sunmi yang mulai ikut duduk disamping oppanya.

“kapan?”

“kapan apa maksudmu?” Tanya jongin bingung. Ia menoleh pada adiknya dan memberikan pandangan tidak mengerti.

“kapan oppa menyatakan perasaanmu pada taeyeon eonnie?” sunmi memberikan nada seserius mungkin yang membuat jongin berhenti membersihkan keringatnya. Ia menatap sunmi sekilat dan pandangannya tertuju pada lantai marmer –terlihat berpikir.

“oppa tidak tau.” Jongin memain-mainkan sapu tangannya dan kedua matanya terlihat begitu sendu.

Sunmi memegang pundak oppanya seperti memberikan semangat penuh pada oppa-nya itu.

“jangan menyerah lebih dulu oppa, sebagai lelaki sejati kau pantas mendapatkan cinta dari seorang gadis. Dan aku yakin, taeyeon eonnie juga memiliki perasaan yang sama sepertimu. kumohon cepatlah utarakan perasaanmu padanya, apa oppa tidak takut kalau taeyeon eonnie diambil pria lain?”

Jongin merasa sakit mendengar jika kenyataannya akan berujung pahit seperti apa yang dikatakan adiknya. Ia memang tidak berbohong jika ia mencintai taeyeon dan sekarang ia begitu egois karena tidak ingin seseorang memiliki taeyeon selain dirinya sendiri.

“aku tidak bisa membiarkan itu terjadi, sunmi.” Mata jongin berkilat-kilat begitu kentara sekali, pertanda bahwa jongin memang tidak akan pernah membiarkan taeyeon bersama dengan pria lain. Cukup ia saja sebagai pria yang selalu ada disamping taeyeon.

“jadi oppa benar-benar akan menyatakan perasaanmu pada taeyeon eonnie. Kapan itu?” ucap sunmi antusias, matanya berbinar-binar dan ia tersenyum sangat lebar.

“Malam ini juga aku akan jujur mengenai perasaanku padanya. Yah, aku akan mengatakannya.” Jongin membalas senyum sunmi, namun senyumannya begitu penuh arti.

.

.

.

 

“aku juga akan membeli beberapa pakaian dan sepatu, aku perlu tambahan untuk koleksiku. Jadi, aku akan ikut denganmu.” Ucap luhan setelah mereka keluar dari mobil.

“baiklah, ayo kita masuk bersama.” Taeyeon menarik lengan luhan dan menggiringnya masuk kedalam departemen store. Lagi-lagi luhan tersenyum cerah saat sepanjang perjalanan masuk tangan taeyeon terus melingkar sempurna dilengannya. Hingga 5 menit kemudian, taeyeon baru tersadar bahwa tidak seharusnya ia melakukan ini –tangannya bergelayut dilengan luhan. Taeyeon cepat melepasnya dan kini ia bersikap seolah tidak terjadi apapun dengan cara berpura-pura memilah-milih beberapa pakaian disampingnya .

“kau suka gaun sexy, taeyeon?”

Taeyeon terhenyak ketika menyadari bahwa pakaian sekarang yang ia pegang adalah gaun sexy. Wajah taeyeon langsung memerah sempurna seperti tomat segar yang siap dijual, ia malu dan segera menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Sementara, dilain sisi..luhan tersenyum geli menyaksikan betapa lucunya ekspresi itu.

“tidak, kupikir ini gaun untuk tidur…ternyata aku salah. Aku akan kedalam sana untuk mencari sebuah syal. Kalau bisa kita berpencar saja, bukankah kau juga ingin membeli pakaian dan sepatu? Kita bisa mencari barang yang kita inginkan secara terpisah. Aku akan kesana.” Ujar taeyeon dengan nada gugupnya karena ia masih memikirkan kejadian fatal tadi, ia tersenyum kikuk dan menunjuk tempat yang didalamnya terdapat beberapa aksesoris pada luhan.

“aku akan membeli barangku setelah kau sudah selesai dengan barang yang ingin kau beli. Aku akan terus mengikutimu sampai kau selesai, paham?”

“issh, kau memang benar-benar penggemar rahasiaku yah? Kau ingin terus menempel bersamaku sampai kau setia mengikutiku kemana-pun ku pergi. Geurae, terus bersabarlah karena dalam hal belanja aku memang selalu menghabiskan waktu.” Ujar taeyeon.

“yak kim taeyeon, aku mengikutimu karena aku tau kalau kau adalah gadis lemah. Kalau ada seseorang yang mencuri uangmu siapa yang akan menolongmu? Itulah sebabnya aku mengikutimu. Jangan terlalu percaya diri.” Ujar luhan mencoba membela dirinya. meskipun faktanya, luhan berbohong jika ia ingin membeli sesuatu untuk dirinya. kebenarannya adalah bahwa luhan ingin selalu bersama-sama dengan taeyeon.

Taeyeon sempat heran dengan sikap luhan yang terlihat sangat aneh. Xi luhan yang ia kenal bukanlah luhan penuh perhatian seperti ini. melainkan xi luhan yang ia kenal adalah pria yang senang saat melihat ia menderita, menangis, sampai marah-marah. Tentunya, ucapan dari luhan baru saja membuat taeyeon tidak dapat mempercayai semuanya. apa luhan memiliki kepribadian ganda? Entahlah, tapi taeyeon meyakini bahwa luhan sebetulnya adalah seorang pria manis yang mencoba bersembunyi dibalik sikap ketidakpeduliannya. Nyatanya, luhan memiliki sisi yang romantic. Terbukti jelas, saat luhan ingin mengantarnya dan sekarang luhan tidak ingin terjadi sesuatu pada taeyeon. Meskipun ucapannya tidak selembut lelaki lain yang mencoba untuk merayu sang gadis, tapi taeyeon dapat merasakan perhatian lebih dari luhan dan hal itu tentunya membuat taeyeon terkagum-kagum akan sisi manis itu.

.

.

.

Setelah mendapatkan syal yang diinginkan taeyeon untuk junsu, taeyeon mendapat ide baik untuk luhan. Taeyeon menatap luhan dengan tatapan penuh artinya, sementara orang yang ditatapnya hanya bisa mengernyit bingung menatap taeyeon dalam pandangan tak tertebak olehnya. Akhirnya luhan tau arti dibalik senyuman itu setelah taeyeon pergi dan kembali dengan mengambil sebuah mini dress bercorak bunga mawar dan mendekatkannya pada tubuh luhan. Seolah tengah berpikir ‘cocok atau tidak untuk luhan’

“apa yang kau lakukan?” Tanya luhan sedikit kesal. Lihatlah seisi tempat ini menatap kearahnya, tentu saja hal itu membuat ia sedikit risih karena sepasang mata berkeliaran menatap dirinya aneh.

“tunggu, luhan kau cocok sekali dengan ini.” taeyeon tersenyum puas ketika membayangkan kalau dress itu benar-benar melekat ditubuh luhan.

“aku akan membelikan ini untukmu.” Lanjut taeyeon seraya menatap luhan dengan tatapan jailnya. Luhan segera menarik mini dress itu dan berjalan menuju kembali pada tempatnya, lalu ia mengaitkannya pada salah satu deretan pakaian wanita.

Taeyeon bergerak menghampiri luhan yang ia lihat sekarang sedang dalam keadaan buruk. akhirnya taeyeon menyadari bahwa yang ia lakukan adalah salah. Benar saja, luhan mengabaikan dirinya dan sekarang ia berjalan mendahului taeyeon. Taeyeon memanyunkan bibirnya karena ia terlalu bodoh telah membuat luhan menjadi seperti ini.

Taeyeon membawa 2 cup es krim, satu untuknya dan tentunya satu lagi lagi untuk luhan. Saat taeyeon mencoba menarik perhatian kembali luhan dengan cara menyodorkan sebuah es krim tepat didepan luhan, luhan membuangnya dan ia meminta agar taeyeon saja yang memakannya.

“kau marah padaku? lalu apa yang harus kulakukan agar kau tidak marah lagi padaku?” Tanya taeyeon yang sekarang tengah berjalan mundur sementara luhan berjalan maju.

“kau tidak tau seberapa malunya aku tadi, mereka menatapku seolah-olah aku adalah pria aneh. Tentu saja aku marah padamu.” Pekik luhan marah dan langsung membuat taeyeon tertunduk merasa bersalah.

“mianhae.”

“tapi ada satu hal yang dapat membuatku memaafkanmu.” Kali ini luhan mulai kembali melembut dan kini, luhan menghentikkan langkahnya.

“apa itu?” ucap taeyeon penasaran.

Luhan memejamkan matanya sedetik, lalu selanjutnya ia menarik lengan taeyeon dan mencium bibirnya tanpa diduga-duganya. Taeyeon tersentak luar biasa, es krim yang dipegangnya reflex terjatuh. Bola matanya hampir saja keluar dari sarangnya ditambah warna pipinya yang telah berubah menjadi pinky. Lagi-lagi sepasang mata berkeliaran mencuri-curi pandangan pada mereka. Terdengar samar-samar, sebagian orang bertepuk tangan untuk mereka dan bersorak ria penuh rasa kekaguman terhadap pasangan ini.

“selesai, aku memaafkanmu.” Ucap luhan seraya tersenyum manis setelah ia berhasil mengambil kesempatan dalam kesempitan –mencium taeyeon.

Taeyeon masih ternganga dan langsung menepuk-nepuk pipinya mencoba menyadarkan dirinya. rasanya lututnya sekarang telah menjadi agar-agar.

“kau tadi menciumku? Ciuman keduaku?” Tanya taeyeon dengan nada tidak percayanya.

“hm.. kau tidak ingat? Bukankah sebelumnya aku pernah mengatakan padamu ‘aku akan mengambil ciuman keduamu’ dan sekarang, aku menepati janjiku.”

“kenapa terdiam begitu? Kau ingin kucium lagi yah?”

“diam kau!!” taeyeon mendengus kesal dan kini taeyeon yang berjalan mendahului luhan. Luhan berlari mengejar taeyeon dan menyisipkan jari-jarinya ditangan taeyeon cepat. Taeyeon mencoba memberontak, tapi kekuatan luhan masih terlalu jauh jika sebanding dengan taeyeon. Alhasil, taeyeon hanya bisa pasrah saat luhan menggenggam tangannya.

“Sekarang kita impas, tadi kau telah mempermalukanku didepan semua orang. Dan aku yakin, sekarang kau pasti sangat malu’kan?” ujar luhan yang masih setianya menyabotase tangan taeyeon dengan tangannya.

“jangan bicara lagi, kau akan mati setelah ini.” ucap taeyeon tanpa menatap kearah lawan bicaranya.

.

.

.

Sunmi menempelkan sebuah kertas kecil didepan pintu taeyeon. Kertas itu beriisikan ‘datanglah malam ini kerumahku, tepatnya jam 8 malam. Jongin.’

Sunmi menyunggingkan senyuman manisnya setelah selesai menempelkan kertas kecil tersebut dipintu taeyeon. Alangkah bahagianya jika itu benar-benar terjadi, jongin –oppanya- dan taeyeon eonnie menjadi sepasang kekasih, pikir sunmi senang.

Sementara jongin, seperti yang telah direncanakan sunmi –adiknya- sebelumnya, jongin akan membuat makan malam indah dibalkon kamarnya. Ada satu meja dan dua kursi telah ia persiapkan untuk nanti. 1 botol anggur dan steak potato untuk keduanya. Tak lupa, ia menambahkan beberapa lilin beraroma lavender disekitar meja mereka. Setelah semuanya beres, jongin pergi kelemari pakaiannya -mencari baju yang cocok untuk dirinya. Namun sialnya, ia memang tidak tau apa yang kira-kira pas untuknya saat menyatakan perasaannya pada taeyeon nanti malam. Untungnya ada sunmi datang dan membantu jongin mencarikan pakaian yang cocok untuk kakaknya. Sunmi memang ahlinya dalam hal ini.

Sunmi mengambil kemeja berwarna hitam beserta celana jeans berwarna hitam juga. Jongin tersenyum berterimakasih pada adiknya karena telah banyak membantunya.

“terimakasih adikku, kau memang yang terbaik.” Jongin mengusap kepala adiknya dan dibalas senyuman manis sunmi.

“kau kan kakakku, tidak perlu sungkan oppa. kalau kau butuh bantuanku, aku tidak akan pernah mengatakan ‘tidak’. Aku siap membantumu selagi kau memerlukanku.” Setelah menyelesaikan kalimatnya, sunmi mengangkat tangannya dan memberi hormat pada oppanya –seperti seorang panglima yang patuh pada jenderalnya.

“oke.” Jongin membuat tanda ‘ok’ dengan kedua jarinya.

“fighting oppa-ku sayang.” Ucap sunmi setengah berteriak setelah melihat kakaknya pergi kekamar mandi untuk mengganti pakaiannya.

.

.

.

“aku ingin mencoba itu.” taeyeon menunjuk tempat ice skatting, dan membuat luhan langsung menoleh kearahnya.

“memangnya kau bisa?” ucap luhan dengan nada merendahkan.

“aku akan belajar keras untuk dapat melakukannya. Yah, aku harus berusaha. Fighting taeyeon.” Taeyeon mengepalkan sebelah tangannya memberikan semangat untuk dirinya sendiri.

Sepertinya taeyeon sudah tak sabar untuk segera mencoba permainan didepannya yang menyebabkan luhan terabaikan dalam beberapa saat. Kini, taeyeon melangkah pergi meninggalkannya sendiri. Dengan sigap, luhan mengikuti langkah taeyeon dari belakang dengan diiringi cibiran untuk taeyeon.

Taeyeon sudah lengkap dengan segala perlengkapan ditubuhnya untuk aksinya dies itu. Mulanya luhan tidak tertarik dan ia sedari tadi hanya duduk manis tanpa tergoda sama sekali dengan permainan itu. namun setelah taeyeon masuk kearea itu dan menemukan taeyeon tengah berbincang-bincang dengan seorang pria, luhan langsung berdiri dan dengan perasaan yang diwarnai cemburu, luhan segera memakai pengaman lengkap dengan helm dan cepat memasuki area ice skatting. Luhan menarik lengan taeyeon hingga menjauh dari teman lelakinya itu.

“kau ini kenapa?” taeyeon menatap luhan bingung.

“ayo kita main bersama.” Luhan cepat-cepat menarik lengan taeyeon dan membawanya pergi jauh dari pria itu.

Luhan menyeret taeyeon hingga membuat taeyeon harus rela bokongnya mencium dinginnya es. Ya, taeyeon terjatuh karena luhan menariknya begitu kencang sekali.

“awww..” ringis taeyeon dan memberikan wajah cemberutnya pada luhan.

“kau membuatku terluka, luhan.”

Luhan terbelalak dan segera berjongkok menatap taeyeon khawatir.

“kau baik-baik saja taeyeon?” luhan mengecek tubuh taeyeon. Mencari-cari lukanya.

“sedikit sakit. Tapi bisakah kau membantukku berdiri?”

Luhan mengangguk, tangannya ia ulurkan pada taeyeon. Setelah taeyeon menggenggam erat kedua tangan luhan, dengan perlahan ia menekan kaki-kakinya agar dapat kembali berdiri. Namun, karena terlalu licin taeyeon kembali terjatuh. Dengan sabar, luhan terus saja membantu taeyeon sambil sesekali menertawakannya.

“yak!! jangan tertawa!!” ucap taeyeon seraya memanyunkan bibirnya, membuat ia terlihat begitu menggemaskan.

“bagaimana tidak, dari tadi kau tidak bisa berdiri. Kau ini, sudah kukatakan dari awal jangan memaksakan diri jika kau tidak bisa.”

Taeyeon tidak membalas ejekan dari luhan, yang ia sibukkan sekarang adalah mencoba untuk dapat berdiri. Kali ini taeyeon memegang tangan luhan kuat-kuat dan membuat luhan hampir saja ikut terjatuh bersama dengan taeyeon. Belum sempat taeyeon menghela napas lega karena sekarang dirinya sudah berhasil kembali berdiri, tiba-tiba luhan kehilangan keseimbangannya sehingga membuat tubuhnya ling-lung dan akhirnya luhan terjatuh bersama dengan taeyeon yang menindih tubuhnya. Ya, penyebabnya adalah karena tangan mereka masih bertautan membuat keduanya terjatuh bersama. Posisi mereka dalam seperti ini sukses membuat beberapa pengunjung disana menyaksikan adegan romantic ini.

Tatapan keduanya bertemu, mereka mencoba saling menikmati manic mata yang indah. Debaran-debaran menghujani dada mereka, rasanya terlalu sesak karena napas mereka seperti tersenggal karena jantung keduanya berdetak 2x lipat lebih cepat dari biasanya.

Aneh sekali, atmosfer panas mengelilingi mereka berdua padahal saat ini keduanya berada ditengah-tengah permukaan ice yang dingin.

“kisseu!!kisseu!!”

Para pengunjung menyerukkan kalimat intim itu dengan penuh antusias. Wajah taeyeon seketika memerah sempurna, ia hendak beranjak dari tubuh luhan tapi luhan menahannya. Taeyeon sempat melihat senyum jail dari luhan sembelum pada akhirnya luhan mencium bibir taeyeon tepat didepan para pengunjung. Semuanya bertepuk tangan ria setelah mendapati adegan manis ini. suasana ditempat ini begitu sangat riuh akan tepukan-tepukan dan sorakan-sorakan dari para pengunjung untuk luhan dan taeyeon.

.

.

.

“maaf aku telah menyembunyikannya darimu selama ini, sebenarnya aku mencintaimu.”

Jongin duduk ditempat yang akan ditempati ia dan taeyeon malam ini. Ia hanya tengah mencoba melatih lidahnya agar dapat mengutarakan isi hatinya tanpa ada keliruan sedikit-pun. Sayangnya jongin masih belum menyiapkan kalimat yang cocok untuk nanti. Jongin akui, ia bukanlah tipikal pria romantic yang dengan cepat memikat hati para gadis hanya dengan satu kata manis. Ia hanya kim jongin dengan kalimat seadanya, meskipun begitu ia adalah seseorang yang penuh ketulusan.

Jongin membuang napasnya dan ia kembali melatih lidahnya agar tidak kelu.

“kim taeyeon, jadilah kekasihku.”

Jongin mengacak-acak rambutnya gusar, kalimat itu tentunya tidak cocok untuk nanti.

“aku berjanji akan menjadi seorang pria yang dapat membuatmu tersenyum sepanjang hari. Jadi kumohon untuk bersamaku selamanya, tidak untuk sahabat tapi sebagai seorang kekasih. Kita lebih baik menjadi sepasang kekasih saja. ”

Jongin kembali mengacak rambutnya gusar, sepertinya belum ada kalimat yang pas untuk ia utarakan pada taeyeon. Jongin berdiri dan menatap rumah taeyeon. Ini sudah hampir gelap, tapi taeyeon belum juga pulang. Dan sudah beberapa kali ia menghubungi taeyeon, tapi tetap saja taeyeon tidak menjawabnya. Perasaan jongin kini merasa kalut memikirkan bagaimana dan dimana sekarang taeyeon. Yang paling ditakutkannya adalah ia takut saat ini taeyeon tengah berkencan dengan seorang pria.

.

.

.

Setelah sangat puas berbelanja dan bermain ice skatting, kini luhan mengajak taeyeon untuk berjalan menyusuri sungai han. Kata luhan dimalam hari sungai han jauh lebih ramai dan indah dibandingkan saat matahari datang. Tentunya, taeyeon tergiur akan hal itu dan sepakat untuk melanjutkan perjalanan mereka ketempat ini.

Luhan dan taeyeon duduk dikursi panjang dan mereka menghadap tepat kearah sungai han yang begitu mempesona. Mereka saling menggenggam cokelat panas hingga terlihat kepulan-kepulan asap yang berasal dari minuman itu sendiri.

“tadi pagi aku melihat kau dikawal ketat oleh 2 orang, aku sudah dapat menebaknya pasti mereka adalah penguntitmu. Tapi kemana mereka sekarang? kenapa mereka tidak mengikutimu lagi?” Tanya taeyeon sekaligus membuka percakapan mereka.

“kau taukkan? manusia zaman sekarang begitu tergila-gila dengan uang, termasuk kedua orang itu. Aku menyuruh mereka untuk berhenti mengikutiku saat aku menyumpal mulut keduanya dengan uang. Ckk.. ternyata cara itu berhasil juga.” Luhan menyeruput cokelat panas setelah menyelesaikan kalimatnya.

“jahat sekali kau ini, memangnya kenapa kedua orang tuamu memberikan pengawal untukmu?” kali ini taeyeon yang menyeruput cokelat panasnya sembari menatap luhan meminta jawaban.

“Karena mereka ingin aku menjadi seseorang yang dapat diandalkan, waktunya untukku untuk tidak bermain-main lagi karena itulah ibuku menyuruh kedua orang itu untuk tidak membiarkanku bermain bersama dengan semua temanku, beginilah nasib sebagai pewaris tunggal. Kita harus bekerja keras diusia muda, waktu kita dengan teman-teman akan terlewatkan karena banyaknya hal-hal yang harus kupelajari. Itu cukup membuatku gila dan terkadang aku marah pada diriku sendiri karena aku merasa tidak cocok dalam bidang ini. ayahku memang pintar dan cerdas dalam mengelola, sementara denganku.. aku hanyalah pria yang cinta dengan music tanpa ingin tau masalah kenaikan harga atau apapun itu yang bersangkutan dengan bisnis. Aku tidak memperdulikan semua itu, tapi aku menyadari setelah aku melihat seseorang yang kucintai. Aku harus menjadi seseorang yang bertanggung jawab untuk kedua wanita yang kucintai. Pertama untuk ibuku, dan kedua untuk.. seseorang. Maka dari itu aku berusaha untuk tetap bertahan dan mencoba menjalaninya dengan setulus hatiku. Demi melihat kedua wanita itu bahagia karena kerja kerasku. Ya, semua itu kulakukan atas dasar cinta. Cinta mampu membuat kebahagiaan diakhir nantinya, dan aku percaya dengan itu.” luhan menatap lembut taeyeon seakan memberikan sinyal pada taeyeon bahwa seseorang itu adalah dirinya.

“siapa gadis itu?” Tanya taeyeon lirih. Pandangannya masih tertuju pada mata luhan dengan tatapan penuh penasarannya.

“siapa gadis itu kau tidak perlu tau, ini rahasiaku. Hanya hatiku dan Tuhan yang tau.” Ucap luhan seraya memalingkan wajahnya kearah bintang yang gemerlap terang dilangit.

Taeyeon menghela napas kecewa merasa tidak puas akan kalimat yang terlontar dari mulut luhan. Demi Tuhan! Taeyeon betul-betul ingin tau siapa sebenarnya yang dimaksud ‘seseorang’ oleh luhan itu!!

“sebutkan tipe wanita itu, ya..ya..ya??” Ujar taeyeon memelas, ia mengedipkan sebelah matanya berusaha untuk membujuk.

“baiklah aku akan memberitahumu tentang gadis itu. Dia adalah gadis pemarah namun manis diwaktu bersamaan. Jujur saja aku benci pada gadis yang bertemperamental tinggi, tapi.. gadis ini berbeda. Dia marah tapi dengan cepat dia akan kembali tersenyum dan tertawa. Bisa dapat kukatakan bahwa sebetulnya dia memang tidak benar-benar marah. Dan dia juga, teman sekelasku saat aku masih duduk disekolah menengah pertama. Saat itu aku sering mengerjainya sampai dia menangis dan marah-marah padaku, alasannya kenapa aku bersikap seperti itu padanya adalah karena aku tidak tau bagaimana caranya agar dia dapat menjadi temanku. Aku tidak pandai meminta seseorang menjadi temanku, untuk itu aku mencoba ingin menjadi temannya dengan cara seperti itu –mengerjainya. Meskipun aku tak yakin dia akan menganggapku sebagai teman, tapi dengan dia ingin berbicara denganku saja itu telah membuatku yakin bahwa kita memang telah berteman. Tidak peduli dia mengumpat untukku, tidak peduli jika ia membenciku karena sikapku.. yang aku pedulikan sekarang adalah bahwa aku ingin selalu disisinya.” Luhan kembali menatap lekat-lekat kearah taeyeon. Pandangannya seakan berbicara ‘itu adalah dirimu’

“gadis itu pasti sangat beruntung karena seseorang yang tidak pernah dilihatnya ternyata masih setia menunggunya untuk menjadi teman. Andaikan aku menjadi gadis itu, pastinya aku akan memelukmu dan berterimakasih karena ingin menjadi temanku. Tapi sayangnya, aku bukanlah dia.”

Wajah luhan langsung merosot, ia mendesah kecewa dalam hati. Ia kira, taeyeon akan sadar jika gadis itu adalah dia sendiri. Namun sepertinya taeyeon tidak terlalu peka apa yang diucapkan oleh luhan.

Luhan kembali mengalihkan pandangannya pada bintang yang masih bercahaya terang dilangit kelam sana.

“Lucu sekali, kita sudah berteman lama tapi baru kali ini aku mendengar semua ceritamu. Kukira luhan yang kukenal adalah pria yang tidak bertanggung jawab, namun sepertinya aku salah menilai dirimu. Pada akhirnya aku tau bahwa kau pria penuh dengan cinta, dan kau seseorang yang tulus. Atas nama cinta, kau rela bertahan. Aku menyukai itu.” Ujar taeyeon seraya tersenyum hangat pada luhan, luhan balik menatap dan tersenyum manis pada taeyeon.

.

.

.

Sudah 4 jam lebih jongin masih duduk manis ditempat yang sebelumnya ia rencanakan untuk makan malam bersama dengan taeyeon sekaligus menyatakan perasaannya. Kedua mata elangnya tak henti-hentinya tertuju pada rumah taeyeon, mengharapkan taeyeon pulang dan membaca sesuatu dipintu rumahnya. 5 menit selanjutnya, jongin memicingkan kedua matanya ketika mendapati taeyeon keluar dari mobilnya bersama dengan seorang pria. Ia berusaha untuk mengenyahkan pikiran buruk itu, ia terus meyakinkan dirinya jika yang ia lihat adalah salah. Tapi begitu melihat taeyeon melambai-lambai tangannya pada pria itu, membuat jongin langsung yakin jika itu memang taeyeon bersama dengan seorang pria.

Siapa lelaki itu?

Mulanya, rahang jongin mengeras dan tangannya terkepal sempurna. Namun jongin langsung sadar bahwa ia hanyalah sekedar sahabat untuk taeyeon dan itu artinya ia tidak berhak menahan taeyeon untuk tidak pergi dengan seorang pria. Akhirnya jongin mencoba untuk menenangkan dirinya agar ia tidak lagi bersikap egois seperti ini.

Jongin hanya bisa tersenyum hambar, ia menuangkan segelas anggur dan meminumnya dengan berat memasuki kekorongkongannya. Lalu ia memotong-motong steak dan memakannya. Rasa sakit memang terasa tertohok-tohok didalam hatinya, untuk itu ia melampiaskan semua rasa sakit itu dengan cara memakan dan meminum semuanya. lama kelamaan rasa sakit itu kian membesar hingga membuat air matanya jatuh dan terbuang pada makanannya. Ia memakan steak yang sudah tercampur dengan air matanya sendiri, tapi persetan dengan itu semua… yang ia inginkan sekarang adalah berusaha untuk mengurangi rasa sakitnya. Namun fakta buruknya keadaannya semakin memburuk, terbukti ia banyak menumpahkan air matanya. Percayalah, saat ini jongin sangat terpuruk dan menderita.

.

.

.

TBC

Note:

Luhan sekarang sudah peka terhadap perasaannya, ia juga telah mengakui bahwa ia menyukai taeyeon (disungai han). Tapi sayangnya, taeyeon masih belum peka kalau cinta luhan itu untuk dirinya. dan masalah hati, taeyeon sudah agak kepincut sama sisi manis luhan dan rasa tanggung jawabnya..

Untuk Jongin, dia sempat bersikap egois mengenai perasaannya terhadap taeyeon, tapi setelah melihat kebersamaan taeyeon dengan seorang pria, ia langsung menepis sikap egois itu. Ia menyadari dia hanya pantas menjadi sahabat untuk taeyeon dan tidak seharusnya ia menghancurkan persahabatan mereka hanya karena ia egois ingin memiliki taeyeon sebagai kekasih. Akhirnya jongin menyerah, ia akan tetap mempertahankan persahabatannya.

.

.

.

Maaf updatenya tidak sesuai dengan yang aku janjikan, soalnya waktu luangku semakin sedikit.. mohon pengertiannya yahh ^^ dan semoga chapter kali ini tidak mengecewakan untuk kalian semua J

Kalau momentnya kurang sweet, kalian bisa komen. Entar chapter berikutnya aku bakalan bkin mereka lebih sweet lagi deh..hhha :v. Konfliknya sekarang belum keliatan yahh? Trs kalian pasti bingung, mana mantan taeyeon? Jawabannya akan terungkap dichapter selanjutnya. Konflik anatara taeyeon dengan mantannya akan aku buat..

Mohon komentar dan sarannya yahh ^^

*deliaanisa*

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

43 comments on “Saying I Love You (Chapter 4)

  1. eeiyy apaya yang kurang SWEET ? unnie ku yang manis melewati Suzy missA
    pas baca chapter ini , aku tuh senyum senyum sendiri tau ^^ tapi rada miris sama Jongin -,- udah deh Jongin sama ku aja sini cup cup cup *digorok fans Jongin-_-
    Luhannie bersabarlah dirimu sbentar lagi Taeyeon nyadar kok :3
    next ditunggu ^^
    BIG HWAITING!!^^6]

  2. Suka bangettt sama Lutae momentsnyaaa XD apalagi waktu Luhan kasih Taeyeon kiss hihi 😀 chap selanjutnya kalo bis buat Lutaenya kiss terus kainya liat mereka berdua/evil mode on/ hehe 😀 Lutae momentsnya udah so sweet banget kok authornimm,tpi kalo mau dibikin lebih so sweet lagi nggak papa kok XD hehe update soon yaa ^^

  3. apa ini!!!?? emosiku keluar, snyum2 sndiri hehe
    luhan romantis bgt asli *pgen
    taeyeon, kpan kmu peka eon? hahaha
    kasian jongin yah,
    next chap jgn lama2 :)!

  4. Keren thor.. Selanjutnya bikin lebih wow.. Kasihan jongin.. Tpi tak apalah..
    Keep writing and fighting..

  5. Aaaaa luhan kau main nyosor aja !! Dimutilasi baekhyun baru tau rasa lo #peganggolok
    Haha abaikan -,-!)> daebakk ceritanya seru.. Sisi romantisnya keliatan banget 😀 apalagi pas waktu adegan err #byuntemodeon
    udahlah. Figthing buat kedepannya^^

  6. jongin galau nih. Iya thor konflik nya kurang, tp sweet moment nya udah lumayan hehe lanjut ya thor hwaiting ^^

  7. Next thor..
    Y lbh baik jongin cukup jd shbt taeng aja, dri pda buat hati jongin sakit #peluk-kai #plak..
    Tmbahin moment lutae ya, yg tmbah sweet gitu..
    Ok fightaeng..

  8. Jong in galau :D.
    Taeyeon yang pekaa yaaa 😀
    Moment lutaenya sweet banget thor
    Next chapter ditunggu thor^^

  9. yeee akhirnya ff nya di update juga
    assiiikk assiikk assiikk
    suka suka suka bgt sama momentnya lutae ❤
    romantis banget dehhh pokoknya ❤ ❤ ❤
    gimana ya kalo luhan beneran pakai baju itu kekekekekke 😀 😀
    luhan you so pervert #i like it byuntae kiss kiss kiss :*
    hembt kai jangan sedih donk kamu sama aku aja #di gebugin fansnya 😥
    taeng eon peka dong nanti keburu luhan #saya ambil kwkwkwkwkkw 🙂
    thor updatesoon ya banyakin moment lutae dan bikin seromantis romantisnya
    fghting n keep writing yha GOMAWO ! ❤ ❤ ❤

  10. Bgs kok
    Itu si taeng bener2 ga peka yah
    Hehe
    Iy nih penasaran sama mantannya si Taeng
    Ditunggu next chap nya deh
    Klo bs jgn lama2 yah

  11. Baguss so sweet . Luhan harusnya ngomong langsung sama taeyeon dan taeyeon peka dikit napaa… lanjut ya aq makin penasaran…

  12. Thor serius daebakkk!!! Thor sweet moment LuTae nya tolong dibanyakin dong:( makasih thorrr 😀 jangan lama lama ya thor ngepost chap selanjutnya, hehehe=))

  13. LuTae so sweet u.u
    Aigoo ,, kasian bang jongin nyaa T_T
    Uwahhh moga aja tae bs cepet peka ma luhan
    Next

  14. Makasih thor karna dh di kabulkan moment lutae y.
    Apa kata author kurang so sweet,gx kok segini udh so sweet abissz … aku suka bagian luhan kiss tae y so sweet bingitz
    Tapi aku kasihan sama kai#dh kai ama aku aj#plakk digampar fans kai#
    Lanjut thor
    Fighting♥♥♡♥♥

  15. ya ampun… taeyeon masa gak sadar??? #kkkkk lucu banget deh si taeng… sampai luhan udh kasih ciri” taeng tetep aja gak sadar…
    hahaha udh 3 kali ya taeng di chu luhan??? #kkkk knp gak 100 kali aja thor… #hahaha yg ada luhan udh dibunuh taeng lagi.. -_-

    ditunggu chap selanjutnya thor!!! Hwaiting!!!

  16. ak udh coment blm ya? kalo udah ya maaf double, blum juga maap hehehe
    luhan peka dong,peka yaelah
    next chap ak tggu 🙂

  17. ada berapa adegan ‘kissing’ disini? hahaha aku masih polos x.x *ketawan boongnya* duh taeng eonnie kenapa sih gak peka? kasian juga sama kkamjong disini-___-updatesoon delia and fightaeng^^

  18. O.m.g
    dmi luhan thor, moment lutaex bkin aq mlayang :/
    aplgi wkty bgian kisseu di tmpat ice skating @yadong kumat
    tpi kai oppa jdi terluka 😐
    nextnya jgan lma2 ne thor
    fighting :*

  19. Momentnya pas!!
    Terkadang kasian sma Kai tpi bener juga hrus ngjaga prsahabatannya dgn Taeng .
    Taeng harus lebih peka, apa perlu Luhan kasih kode buat Taeng??
    Updatesoon authornim, fighting!!!

  20. Omg luhan main cium cium anak orng ajaa -_- 😀
    suka banget sama momen lutaenya thor :*
    tapi.. kasian juga sama jongin, jadi dia mau nyerah gitu aja? 😥

    Mantan taeng? Junsu? Oh junsu minta balikan lg yaa? ANDWAE 😦

    next chapnya ditunggu thor 🙂

  21. Momemt Luhan Taeyeonnya lucu banget… Pas juga sama suasananya ^^
    Taeyeon harusnya bisa lebih peka, tapi gpp lah.. Itu yg bikin dia lucu ^^
    JonIn nya kasian banget!! Paling enggak kasih kesempatan ke JongIn dong.. Gak tega liat dianya.. JongIn pacara sebentar sama Tae abis itu nyadar deh kalau selama ini Tae gak pernah suka sama dia… #dramatis abis

    Heehehehe great story btw ^^

  22. aaaaaaaaaaaaaah kai kasiaaaaaaan hiks;A;
    tapi kan taengnya ga sengaja, jangan sedih gitu dong jongin;; /?
    next chapt lah thor, penasaran, part nyesek nya muncul ga /apa

  23. g’ da yg lebih ngebahagiain bc ff lutae, wooow suka banget dehh lu pervert, cocok banget ama taeng eon, apalagi klo crita’y full so sweetan hahaahahaha…………………..
    next chapter cpet yaa thor………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s