[Freelance] This Story (Chapter 2)

This Story

Author : StrawMilk

Title :
This Story

Length :
Chaptered

Rating :
PG-16

Main Cast :
(Now) Kim Taeyeon GG | Kim Jongin EXO K | Xi Luhan EXO M

Sup Cast :
Tiffany GG | Kris EXO M

Genre :
Romance, Life, Friendship

Note :
The story is based on my own imagination.
Inspired from a movie, and a few words that i add the.

Preview: Chapter 1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Sebuah hadiah terindah
yang kuinginkan saat ini
Tak ada yang bisa mengalahkan khalayan ini
dari apapun.
Yaitu,
mendengar bisikan dari malaikat kiriman tuhan
bahwa kau juga mencintaiku
. . … . .
Kai termangu dalan diamnya.
Dipikirannya hanya terdapat seorang perempuan yang begitu sesak di otaknya, perempuan itu ada dimana-mana. Apakah sebahagia ini memikirkan seseorang dan apakah ia memang telah jatuh cinta?
Terasa hebat sekali, pikirnya. Sedari tadi jantungnya berdegup kencang dari biasanya itu, hanya karena ia memikirkan perempuan yang begitu ‘spesial’ menurutnya, ia tidak lagi membayangkan bagaimana jadinya jika ia bisa berbicara dengan perempuan yang dipikirannya, perempuan yag baru-baru ini ia temui di suatu tempat.

Ia memang tak lincah dalam hal cinta, atau semacamnya. Lalu ia harus berbuat bagaimana?

“Jongiee~ yang manis!! Ohh anak anjingku, sedang apa hari ini? Melamunkan seorang perempuan pastinya!” sahut Taeyeon muncul di balik bahu Kai, membuat Kai membulatkan matanya kaget. Taeyeon sengaja memanyunkan bibirnya pura-pura marah pada sahabat laki-lakinya yang tampan itu lalu berpindah tempat duduk disebelah Kai masih dengan ekspresi yang sama

“Hei…hei harusnya aku yang marah padamu. Pertama kau menganggetkanku lalu yang kedua, kau menyebutku anak anjingmu” tatap Kai kesal padaTaeyeon yang mulai merubah ekspresi wajahnya. Taeyeon hanya mengedikkan bahunya lalu beralih menatap pandangan di depannya dan mendiamkan Kai sebentar “Benar-benar tidak asik” sungut Taeyeon sebal

“Tentang perempuan itu. Aku akan membantumu” Kai sekali lagi membulatkan matanya lalu menatap Taeyeon dengan berbinar, dan hanya dibalas dengan sedikit anggukan dari Taeyeon

oOoOooOo

Taeyeon berjalan dengan lesu melewati jalan kerumahnya dengan malas. Seperti tak ada semangat lagi dalam hidupnya untuk pulang, ia sebenarnya tak ingin cepat-cepat pulang ke rumah. Tetapi tak ada yang menemaninya untuk pergi ke beberapa tempat yang membuatnya merasa lebih baik, Tiffany teman barunya juga sibuk dengan pemotretan ‘majalah’ nya.
Yah, sedikit hal yang ia ketahui dari gadis cantik blasteran Amerika temannya itu. Ternyata ia memiliki kesibukan sebagai seorang ‘model’. Tak ada yang salah, ia memang cantik lain hal dengannya. Tapi ia sempat bingung, Tiffany adalah seorang model, mengapa ia berkuliah dengan jurusan psikologi. Bukankah ada yang lebih cocok dengan pekerjaannya?

Taeyeon menatap langit dengan datar “Ahh hari ini benar-benar buruk” ia berteriak. Ia hanya mengeluarkan sebagian penatnya hari ini, ia akui bebannya sedikit berkurang setelah berteriak kencang seperti itu.

“Kim Taeyeon!!” panggilan seseorang membuatnya menolehkan kepalanya dan ia lakukan dengan malas

Setelah melihat seseorang yang memanggilnya, ia malah berlari dengan sangat kencang menjauhi ‘seseorang’ itu, “AAAAAAA…..”

BRUKK
Taeyeon meringis memegang lututnya “Ukkh..appoyo”
Seseorang yang memanggilnya, langsung berlari panik menghampiri Taeyeon

“Aigoo noona..mengapa kau berlari tadi? Lihat, kau jadi seperti ini kan” ia mencoba untuk membantu Taeyeon berdiri dari jatuhnya “Ya..aku berlari karena kau memanggilku, Kris!” bela Taeyeon marah-marah

“Kenapa harus menjauhiku?” tanya Kris dengan datar menaikkan sebelah alisnya, membuat Taeyeon semakin jengkel menatapnya dan membersihkan bagian pakaiannya yang kotor dikarenakan debu-debu jalanan yang menempel

“Ck, banyak tanya. Sekarang bantu aku!” dengus Taeyon

Pria yang disebut ‘Kris’ itu ingin mengeluarkan sepatah kata lagi tetapi ditahan oleh Taeyeon “Gendong aku” manja Taeyeon dengan puppy eyes—aegyo yang hanya bisa ia lakukan

“Eumm…bagaimana ya? Kau sedikit berat sih” gumamnya berfikir sambil menggaruk tengkuknya pelan lalu menatap Taeyeon dari atas hingga ke bawah

“Huhh…kau tak kasihan padaku? Lihat ada luka di kaki mulusku…astagaa lihat-lihat itu berdarah Yifan! Ahh, itu—disitu memar. Sshh…itu semua sakitt” keluh Taeyeon menunjukkan semua luka yang berada di kakinya. Wajar saja, ia hanya memakai celana pendek diatas dengkul

“Baiklah…” dengan sigap Kris mengangkat Taeyeon dan menggendongnya, tak lama dari itu mereka sudah sampai di depan pintu rumah Taeyeon dan membuka pintu rumah itu.
Kris melepas gendongannya dengan hat—“Hei…tak boleh sentuh-sentuh Taeyeonku, dasar keparat” suara seorang laki-laki membuatnya menoleh sebentar lalu memutar matanya malas seperti apa yang dilakukan oleh Taeyeon sebelumnya lalu meletakkan Taeyeon hati-hati di sofa ruang tamunya

“Chagiya kau kenapa?” tanya laki-laki itu melihat Taeyeon menyentuh lukanya dengan pandangan cemberut

“Kau tak lihat? Dia luka berarti dia jatuh” jawab Kris datar

“Kulipat-lipat wajahmu nanti! Jika kau bicara lagi” laki-laki itu bersuara dengan nada tingginya merasa jengkel pada Kris yang selalu meledeknya

“HEI…INI RUMAHKU, DAN TOLONG JANGAN BERISIK!”

“Aku tak jadi bicara denganmu noona, aku pulang” ucap Kris lalu beranjak dari duduknya dan setelah itu pungggungnya sudah tak terlihat. Tersisa hanya Taeyeon dan laki-laki yang masih berada disampingnya menatapi luka-luka itu dengan serius “Kau tak punya kekuatan super kan? Yang dapat menyembuhkan sebuah luka hanya dengan menatapnya” Luhan menggaruk tengkuknya malu mendengar ucapan Taeyeon.
oOoOooOo
Taeyeon menyibakkan rambutnya, bingung.
Semua luka-lukanya telah diobati oleh teman kampusnya yang bernama ‘Luhan’ tadi.
Tidak….Tidak
Bukan itu yang ingin dibahasnya.

Dia memang terlampau bodoh sebagai seorang wanita, apakah sesakit ini memperjuangkan cinta seseorang? Jawabannya tentu tidak. Tapi lain hal jika kau mendukung seseorang mendapatkan cintanya, tetapi kau mencintai seseorang itu. Rumit bukan?
Ia mendengus nafas sebal, semilir angin menerpa wajahnya membuatnya sedikit lebih tenang dari suasana hatinya. Astaga, ini benar-benar buruk.
Apakah begini hidupnya? Selalu saja membuatnya tak tenang, bolehkah ia dilahirkan kembali dari rahim ibu yang berbeda?

Sekarang dan masa lalu, keduanya tak ada yang lebih baik.

Flashback

Taeyeon kecil menutup telinganya rapat-rapat karena telah mendengar suara-suara yang mampu membuatnya tertekan. Ia menangis tersedu-sedu begitu mendengar sebuah suara benda yang terpelanting dari tempatnya membentur tanah.
Tak ada yang dapat menghiburnya, ia hanya gadis kecil yang masih belum mengerti semuanya. Ia menangis tersedu-sedu dalam diam.
Keluarganya hancur.
Itu yang ia tahu, ia melihat ayahnya yang sedang beradu mulut dengan ibunya sendiri. Ia bahkan tak pantas melihat kejadian ini untuk anak seusianya
Mukanya memerah, sebuah cairan bening masih saja keluar dari pelupuk matanya.

Malam itu,
ibunya pergi meninggalkannya dan ayahnya membawa adik kecilnya yang berbeda satu tahun dengannya
Ia berhenti menangis. Ia tak tahu harus berbuat apalagi, bahkan menyuruh ibunya untuk menetap bersamanya pun ia tak bisa, tak akan pernah. Ia tahu, ibunya tak akan luluh begitu ia memintanya untuk ‘jangan pergi’..anak sekecil dirinya juga mengerti, bahwa jika ia melakukannya, hal itu akan terdengar sangat sia-sia.
Ia hanya gadis kecil berumur empat tahun yang dulu lahir ditengah-tengah keluarga yang sangat tak acuh. Dilingkungan yang sama sekali tak menjaganya, tak ada kasih sayang. Ia hanya tahu seorang wanita muda yang ayahnya sering memanggilnya dengan sebutan babysister. Ia selalu makan bersama wanita muda itu, dan juga dirawat oleh wanita muda itu, walau ia pernah menangis karena dimarahi olehnya.

Jika disuruh memilih, ia akan lebih memilih seorang babysister dibanding ibunya sendiri.

Ini benar-benar berat,
setelah kejadian itu. Ia selalu berdua bersama wanita muda itu tanpa keluar rumah. Ia takut

Bahkan beberapa minggu dari itupun ia sempat melihat. Bahwa kedua orangtuanya memperebutkan hak asuh untuk memiliki adik kecilnya. Dia disni, tak adakah yang memperebutkannya?
Walau ia tak mengerti, ia bisa dengar bahwa kedua orangtuanya menyebut nama adik kecilnya itu, apakah ia tak berharga?
Ungkapan kecil yang selalu terngiang dikepalanya, seorang anak kecil yang memikirkan sebuah kasih sayang yang sangat amat diinginkannya

“Erika! What are you doing? Come here, there is a glass of juice for you” sahut wanita muda memanggilnya, ia mengangguk lalu berlari kecil sambil membawa boneka beruang coklat dilengannya “Emm, this is so delicious! Did you make these?” tanya Taeyeon setelah mencicipi segelas jus yang diberikan oleh wanita muda itu

Wanita muda itu tersenyum manis memandangnya dan mengangguk “It’s special for you sweetie” dan dibalas oleh Taeyeon yang ikut tersenyum lebar menampakan gigi susunya

Setelah umurnya menginjak lima tahun, ia harus pindah ke negara ‘Korea’. Matanya sembab dikarenakan sering menangis. Itu sangat sulit untuknya, meninggalkan seorang wanita muda yang selalu merawatnya. Ia bisa rasakan ketulusan babysister itu saat mengurusnya, ayahnya juga semakin perhatian padanya sekedar untuk menghiburnya. Ia bisa terlatih untuk biasa tanpa ibunya, tak perlu. Tak perlu untuk melatihnya, sosok perempuan itu juga akan menghilang sendirinya karena ia tak pernah merasa memiliki seorang yang disebut ‘ibu’
Ia dibesarkan di kota melbourne dan akan seterusnya merindukan kota tersebut.

Tepat ketika ia pindah, ia menemukan seorang laki-laki kecil yang sepertinya seumuran dengannya, ia sedikit bingung saat laki-laki kecil itu menyapanya “Anyeong!” sapa laki-laki itu dengan riang menyambutnya

“Any—anyeong? What’s that? Name of food?” tanyanya tak mengerti menggaruk rambut hitam panjangnya. Entahlah, mendengar nama itu, spontan ia pikir itu adalah nama dari suatu makanan. Mungkin. Setelah mendapat jawaban dari Taeyeon. Kai juga ikut menggaruk rambutnya bingung

“Chogiyo, Hei adik kecil siapa namamu?” tanya ayah Taeyeon menghampiri mereka
“Aku Kim Jongin!” balas Kai dengan bangganya mengeluarkan senyum terbaiknya, menyapa ayah Taeyeon dengan ramah

“Kau tinggal dimana?”

“Aku? Aku tinggal dua rumah dari sini” Kai menunjukkan rumahnya yang bewarna putih yang tak jauh jaraknya dari rumah Taeyeon

“Hey Erika, his name is Kim Jongin. He’d greet the Korean language, and soon you will learn that language. Be kind to him, he is your new friend!” ucap ayah Taeyeon memberikan sebuah kata-kata yang perlu diingat oleh Taeyeon lalu dibalas anggukan kecil oleh Taeyeon

“Err…Erika/? apakah nama dia Erika, ahjussi?” tanya Kai lagi

“Aniyo! Panggil saja dia….Kim Taeyeon!”

Flashback off

Ia tersenyum kecil mengingat pertemuan pertamanya dengan Kai.
Ia memandang beralih menatap langit-langit, dan melihat tebaran bintang.
Air matanya menetes perlahan tanpa kendalinya
Ia baru menyadari sekarang, bahwa benda apapun yang dilihatnya selalu berkaitan dengan laki-laki itu. Laki-laki bernama Kim Jongin.

Jongin adalah pria penakut yang baik hati
Ah iya, dia lupa. Pria itu kini telah berubah menjadi pria yang pemberani dan tentu saja ia masih baik hati seperti dulu. Apakah benar, jika mencintai tak harus memiliki? Ia sangat tak setuju dengan ‘kata’ itu, bukankah terasa menyedihkan? Mengapa mereka tak bisa saling memilki?
Ia baru tahu arti kata itu sekarang, jadi begitu?
Kalimat itu pantas untuk diketahui olehnya. Bahkan sangat.

Ia senang dengan melihatnya bintang-bintang itu dilangit, tapi itu membuat hatinya semakin berdenyut sakit, ia selalu saja melihat bintang itu berdua dengan Jong In. Tetapi itu dulu.
Setiap malam, jika ia tak bisa tidur. Ia akan meminta Jong In untuk menemaninya dan melihat bintang-bintang di langit sampai ia tertidur lelap di bahu Jong In dan akan bangun sampai pagi dengan keadaan yang sama. Laki-laki itu masih disampingnya dengan mata terpejam

Tapi sekali lagi yang perlu ia ingat, itu ‘dulu’

Ohh astaga, mengapa ia selalu menangis akhir-akhir ini?
Sungguh, ia tak kuat menahan tangisannya. Cairan itu keluar lagi, entah telah kesekian kalinya. Ia terisak
Ia tak mampu lagi melihat langit-langit itu, itu sungguh menyakitkan.

Terisakannya berhenti begitu ia tahu seseorang memeluknya dari belakang dengan bermaksud menenangkannya. Ia diam seribu bahasa
Apakah seseorang dibelakangnya, melihatnya menangis?

“Katakan, siapa yang berani membuat noona nangis seperti ini?” itu Luhan. Itu suara Luhan, Luhan kah yang memeluknya sekarang?
Luhan membalikkan tubuh Taeyeon dan mengusap jejak-jejak airmatanya lembut. Taeyeon tak bisa memandang Luhan untuk sekarang, ia terlalu gugup untuk melakukan sesuatu. Luhan tak kuat jika melihat air mata dari orang yang ia sayangi, dengan pelan ia mengangkat dagu Taeyeon “Noona…jangan menangis, aku mohon” kata Luhan memandang iris mata Taeyeon lembut, lalu memeluknya. Mengusap rambut milik Taeyeon.

“A-Aku..tak menangis” bantah Taeyeon melepas pelukan itu perlahan, dengan suara-suara dengung—nya.

“Bohong…noona menangis tadi, sampai terisak” jujur Luhan dengan pendapatnya tak mau kalah, wajahnya berubah cemberut

“Bahkan aku tak bisa berbohong….aku bodoh ya?” Taeyeon merutuki dirinya. Ia tak bisa menahannya lagi sekarang, memikul berat masalah di bahumu tanpa seseorang mengetahuinya. Ia bahkan tak berani menceritakannya pada siapapun.
Sekali lagi,
Ia teringat pada laki-laki bernama Kim Jongin
Ucapan Luhan pernah didengarnya, ‘hal itu pernah di dengarnya dari bibir Jongin’.
Ia memang tak pernah bohong pada laki-laki itu, bukan tak pernah tetapi ia tak bisa

“Katakan noona, siapa yang membuatmu menangis” ucap Luhan menyadarkannya, suaranya terdengar lembut tetapi ada sedikit nada tegas di ucapannya

“Hhh…sudah kubilang kan, aku tak menangis—hanya..”

“Hanya apa?” potong Luhan cepat

Taeyeon terlihat menerawang sebentar “Eumm…mataku mengeluarkan air, itu saja” jawaban darinya membuat Luhan menghela nafas sebal.
Sedangkan Taeyeon tertawa lepas begitu menyadari ucapan konyolnya dan reaksi Luhan padanya
Luhan tersenyum kecil memandang Taeyeon “Ya, noona memang bodoh” jawab Luhan
oOoOooOo
Ia memang sudah lima bulan ia berpisah dengan ayahnya, ia ingin tinggal sendirian—ungkapnya dan hal itu dimaklumi oleh ayahnya.

Ayahnya akhirnya mencari tempat tinggal lain. Dan akhir-akhir ini Luhan memang sering ke rumahnya dan menginap, bahkan ia sudah mempunyai kunci duplikat rumahnya. Wajahnya yang meyakinkan, membuatnya tak pelu khawatir untuk memberinya sebuah kepercayaan.
Pagi-pagi sekali pria itu pergi dari rumahnya, ia bilang ada urusan mendadak di kampus-nya

Taeyeon menikmati sarapannya sendirian, hanya sebuah roti dan susu vanila dingin.

Ting Nong

Ia berhenti meminum susunya lalu menatap bingung ke arah pintu rumahnya, ‘siapa yang mengunjungi rumahnya pagi-pagi sekali?’ pikirnya. Tak perlu berfikir lama lagi, setelah bunyi bel rumahnya berdentang dua kali ia langsung beranjak dari duduknya lalu pergi membukakan pintu.
“Hai Taeyeon! Kupikir kau tak ada di rumah” sapa seseorang. Itu Tiffany

.. … ..

Taeyeon tak menyangka, Tiffany ternyata mengajaknya ke sebuah toko buku. Sudah ada tiga buah buku tebal ditangan Tiffany dan Taeyeon hanya mengikutinya dari belakang.

“Apakah kau sering kesini?” tanya Taeyeon memulai

Tiffany mengangguk seraya masih memilih-milih buku yang ingin dibelinya “Sering, aku juga suka mengajak temanku kesini” jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya

Taeyeon jadi teringat ucapan Kai atau Jongin—nya itu waktu ia menceritakan bertemu dengan seorang perempuan dan membuatnya jatuh hati “Jongin juga sering kesini” pelan terdengar suara Taeyeon, ucapannya hanya tidak sengaja terlontar yang didominasi oleh pikirannya

Tiffany menolehkan pandangannya pada Taeyeon “Jongin…..?” tanyanya.

Taeyeon membalas tatapan Tiffany dan menaikkan kedua alisnya, seolah mengatakan ‘ada apa?’

“Ss—siapa itu?” tanya Tiffany lagi

 
To Be Continued

 
Gimana!? Alurnya semakin aneh ya?
Aduhh…emang ngga pinter deh buat yang ginian.

Ohiya, disini ada cast baru.
Maaf ya cast barunya Luhan, soalnya sekarang udah banyak banget yang castnya ‘LuTae’ ya nggak sih? Takutnya kalian bosen sama pairing ini.
Lumayan banyak juga yang comment untuk cast penghiburnya Kris. Jadi aku tambahain sedikit, nama Kris disini untuk beberapa adegan aja. Kalian kangen ya sama sosoknya? Hehe…
Oke segini aja. Tentang alur atau isi cerita bisa kalian bilang aja

Jadi comment juseyo!
With love,
StrawMilk

 

 

Advertisements

23 comments on “[Freelance] This Story (Chapter 2)

  1. hahai Luhan ngamuk gitu sma Mr.muka datar (reda:Kris) -.-” *bayangin aja lucu banget kk
    Jongin-nya kemana ? Taeyeon kok kangen gitu ? terus Jongin kecil kenapa terkejut denger nama ‘Erika’ ?!
    Tiffany apa kepalamu terbentur ? bekerja sebagai model , dan kuliah jurusan psikologi ckck.
    next ditunggu.
    HWAITING!! My Dear!^^

  2. Jong in kemana thor?
    Jadi Yang ketemu sama jong in di toko buku itu tiffany?
    Lutae kah?
    Next chapter ditunggu thor^^
    Fighting 😀

  3. yeay akhirnya dipost juga
    taeng eonnie kasian banget
    tapi aku seneng krn ff nya dipost
    lanjut terus eon, aku tunggu next chapnya

  4. tiffany suka kai? kai suka tiffany?
    luhan suka taeyeon ya?
    alaah bnyk pertnyaan
    lanjut thor, pendek bgt tp

  5. tiffany…. -_- seorang model mengambil jurusan psikolog… #kkkk
    masa kecilnya taeyeon kok sedih ya??? next chap ditunggu thor^^ Hwaiting!!!^^

  6. sempet lupa sebenernya sama ceritanya hihihi *maafkan saya author* ceilah luhan again 😀 iya nih lgi byk bgett ff LuTae tapi gak papa sih karena aku salah satu shipper mereka *dilirik baekhyun* haha xD ceritanya tambah seru author tapi disini kkamjong ngilang entah kemana-___-dan sebenernya aku juga penasaran sama apa yang mau dibicarain kris ge ke taeng eonnie ?.? tapi yasudahlah komentarku udah kepanjangan kekeke~ fighting author & updatesoon^^ #flyingkiss #authorkabur xD

  7. Kasihan Taeng eonni u.u
    Udh thor jadiin aja Taeng eonni sama Luhan/Kris oppa wks xD
    Yg di sukain Kai oppa Tiffany eonni kah?
    Next thor,penasaran bgt ><

  8. Akhirnya di lanjutin lg sedih bgt ffnya aku sampe nangis bacanya 😦

    Taeyeon kasian bgt
    udh sih taeyeon sama kai aja *maksa 😀 biar taeng eonnie ga sedih2 lg
    Tiffanya sama luhan aja tuh

    Chap 3 cepet ya eon 🙂

  9. Bagus thor. Aku baru baca hehe. Kalo kataku pairnya bagus luhan/kris sih ketimbang jongin:| soalnya kan jongin suka sm yeoja yg masih privacy nah begitulah:/ wkwk. Tapi ini ff author sih jadi you post wht you want ajaa. Fight thor!

  10. kai suka pany pany tipany kah??
    gak bosen kok ama lutae…yg penting update soon y thor,jangan lama2 ntar “kulipat lipat mukamu”hehe ^^ hwaiting ne??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s