12 Power Legend – Chapter 3

12 Power Legend – Chapter 3

12 Power Legend - EXOTaeng

Title : 12 Power Legend – Chapter 3

Author : Oh Eun Hye (Sparkpiglets3)

Rated : T (PG-15)

Genre : fantasy, adventure, mystery, action (little bit romance)

Length : Multi-Chapter

Main cats : SNSD Taeyeon, EXO member

Support cats : you will find other cats in the story

Disclaimer : all the main cats in this story don’t belong to the author. The author is only entitled to the story belongs to the author who in import directly from my brain.

Author note’s : typo (s) scatted. For those who don’t like the cats here in, please don’t vilify or bash the cats! Author never allow to anyone plagiarism for this Fanfiction. And remember to give a comment. Don’t be a silent readers.

 

 

Taeyeon sedang berjalan pulang menuju apartemannya. Karena Jung idiot Jessica memintanya agar mengantanya pulang ke apartemannya sendiri yang beruntung hanya berjarak beberapa blok saja. Taeyeon tak habis pikir, Jessica itu sungguh merepotkan. Merengek agar Taeyeon mengantarnya pulang dengan alasan takut tersesat. Hell! Jessica memang benar-bener bodoh. Tak salah Taeyeon mengatainya demikian.

Saat iris hazelnya menangkap seorang penjual ice cream, keinginan untuk membeli muncul begitu saja. Taeyeon berbalik langkah dan menuju penjual ice cream itu. memakan ice cream saat suasana panas begini adalah ide cemerlang.

Setelah membayar, Taeyeon segera berbalik sambil menikmati ice cream vanilla pesanannya. Dan ternyata terlalu asyik itu menimbulkan sebuah kecerobohan saat ia tiba-tiba menabrak seseorang.

 

BRUK!

 

“Appo!”

 

Taeyeon memekik saat pantatnya menghantam tanah keras dengan mantap. Taeyeon bergegas bangun dan mengusap-usap pantatnya yang habis berciuman dengan tanah. Memandang nanar pada ice cream miliknya yang tercecer di tanah dan sudah tak layak makan lagi.

 

NYUT!

 

Dan sensasi terbakar pada lehernya kembali datang. Taeyeon mengumpat dalam hati. Ya, ia memang tahu bahwa pasti di sekitar sini adalah salah satu dari saudara Lay dan Kris. Tapi, sumpah demi apapun, kenapa ia harus merasakan sensasi terbakar pada lehernya kalau akan bertemu dengan salah satu pemilik 12 kekuatan legenda itu? Menyebalkan!

 

“Mian, aku minta maaf karena menabrak mu.” Seorang namja ―Taeyeon bahkan baru sadar kalau dia namja membungkuk di hadapan Taeyeon. Meminta maaf karena telah menabraknya.

“Ah, gwenchana. Lagipula aku juga ceroboh karena tidak lihat jalan.” Ucap Taeyeon sambil tersenyum. Sang namja yang bertabrakkan dengannya juga ikut tersenyum. Sampai-sampai Taeyeon gemas sendiri melihatnya. Karena sumpah demi ice cream vanilla miliknya yang sudah tak layak makan, namja ini sungguh imut!

“Ngomong-ngomong, jeoneun Byun Baekhyun imnida. Neo?” namja imut bernama Baekhyun itu mengulurkan tangannya. Taeyeon dengan senang hati menjabat tangannyanya.

“Kim Taeyeon imni―akh!” Taeyeon memekik kesakitan saat tangannya merasa seperti tersetrum. Jadi, dengan secepat kilat ia melepas jabatan tangannya dari Baaekhyun. Tangannya bahkan belum sembuh karena berjabat tangan dengan Kris.

“Gwenchana?”

“Ne. Mian, Baekhyun-sshi. Kenapa tangan mu itu seper― omo!” pekik Taeyeon saat melihat sebuah lambang di tangan Baekhyun. Berkilat biru dan sangat familiar.

 

‘Lambang ini adalah cahaya. Dalam artian sang pengguna adalah seorang penguasa cahaya. Lambang ini di namakan sebagai Light atau Lunarkinesis’

 

Baekhyun merasa heran karena tingkah yeoja di depannya ini. Lagipula, lambang ini jarang menampakkan diri. Kenapa ketika ada yeoja ini lambang ini muncul?

Baekhyun melihat yeoja bernama Taeyeon itu mengeluarkan ponselnya dengan tergesa. Sepertinya ia sedang menghubungi seseorang yang tak Baekhyun tahu siapa itu. Lagipula buat apa ia tahu. Bukan urusannya.

Hampir saja Baekhyun meninggalkan tempat itu sebelum akhirnya Taeyeon menahan lengannya dan kembali melepasakan dalam waktu kurang dari 5 detik. Taeyeon mengatakan bahwa Baekhyun tidak boleh ke mana-mana dahulu. Baekhyun tentu saja heran. Ia bahkan baru berkenalan dengan Taeyeon kurang dari 5 menit yang lalu dan yeoja manis ini seenaknya menyuruh-nyuruh Baekhyun.

 

“Jebal, jangan pergi dulu, Baekhyun-sshi.” mohon Taeyeon pada Baekhyun.

“Wae?” tanya Baekhyun. Taeyeon berkali-kali melihat ke arah jalan raya dan kembali memandang Baekhyun.

“Ada seseorang yang harus kau temui. Jebal, jangan pergi. Tunggulah sebentar lagi.” Dan pada akhirnya Baekhyun menurut saja akan permintaan Taeyeon untuk menunggu. Ia juga penasaran siapa orang itu.

 

Beberapa saat kemudian, sebuah mobil berwarna hitam berhenti di depan mereka. Taeyeon tersenyum dan mengajak Baekhyun menghampiri mobil itu. Baekhyun sebenarnya ragu. Tapi, ketika ia meliat siapa penumpang dalam mobil itu, matanya terbelalak. Merasa sangat familiar akan dua orang namja tampan itu.

 

“Kris hyung, Lay hyung?” panggil Baekhyun pelan. Karena bisa saja ia salah. Dan dua orang penumpang mobil itu ikut menegok serta kaget bersamaan.

“Baekhyun?”

 

Baekhyun segera berlari dan menghambur ke pelukkan kedua saudaranya itu. Taeyeon hanya berdiam di tempat karena ia sungguh bingung akan berbuat apa. Ketiga saudara di sana masih-masih saja berpelukkan layaknya teletubis. Bedanya mereka ada tiga sedangkan teletubis ada 4.

Sepertinya yang pertama kali sadar bahwa Taeyeon masih ada dan mematung adalah Kris. Taeyeon melambaikan tangan kikuk dan Kris tersenyum padanya. Karena Kris melepaskan pelukkan mereka, akhirnya mereka ikut sadar kalau masih ada Taeyeon di sana. Mereka merasa sedikit bersalah karena mengabaikan Taeyeon. Padahal Taeyeon telah membantu mempertemukan mereka bertiga.

 

“Ah, mian Taeyeon-sshi. Kami mengabaikan mu.” Ucap Baekhyun dengan nada bersalah.

“Gwenchana. Aku mengerti. Ah, bisakah aku pergi sekarang? Aku janji akan menghubungi kalian lagi kalau aku menemukan saudara kalian yang lain.” Janji Taeyeon. Ia hanya tak ingin merusak suasana dan ingin istirahat saja.

“Tentu saja, Taeyeon-sshi. Gamsahamnida karena kembali membantu kami.” Lay membungkuk di ikuti oleh dua saudaranya dan di balas oleh Taeyeon.

“Cheonma, Lay-sshi, Kris-sshi, dan Baekhyun-sshi.” sahut Taeyeon.

“Kajja, kita ke rumah ku.” Ajak Kris dan di angguki oleh saudaranya. “Kami pergi dulu, Taeyeon-sshi. annyeong.”

 

Taeyeon mengangguk dan terdiam di tempat sambil memandang kepergian ketiga kekuatan legenda itu. Menggeleng pelan karena ia yang di tinggalkan. Padahal ia yang duluan berpamitan. Jadi, Taeyeon meneruskan perjalanan menuju apartemannya.

 

Name : Byun Baehyun

Power : Light (Lunarkinesis)

 

 

Suasana kacau dari aparteman adalah hal yang menyambut Taeyeon. Akibat dari kegiatan Taeyeon dan Jessica tadi malam. Karena Jessica kesal karena kalah ia mengacak-acak apartemen Taeyeon. Taeyeon yang terlalu sibuk menertawakannya tidak bisa menghentikan tindakkan anarkis Jessica.

Menghela nafas lelah, Taeyeon menggerutu. Aish, mungkin beberapa jam berharganya yang ia rencanakan di gunakan untuk tidur akan berakhir dengan kegiatan menghasilkan keringat. Taeyeon segera mengikat rambutnya tinggi dan segera berberes. Ia tak ingin membiarkan aparteman kesayangannya ini rusuh tanpa di bereskan sedangkan ia hanya tidur. Lagipula, ia sudah lama tidak bersih-bersih. Oh, ingatkan Taeyeon untuk berterima kasih sekalian menjitak keras kepala idiot Jessica.

Taeyeon tengah mengantung pakaian basah di balkon saat itu. terdengar ketukkan di pintu apartemannya. Taeyeon menoleh sebentar. Menerka-nerka siapa yang akan datang. Menggedikkan bahu, Taeyeon bergegas membuka pintu apartemennya.

Seraut wajah yang begitu familiar bagi Taeyeon menyambutnya di balik pintu apartemen. Wajah menyebalkan milik Kyuhyun. Taeyeon memutar bola matanya malas.

 

“Wae?” ucap Taeyeon malas.

“Sepertinya kau sedang sibuk, ne?” tanya Kyuhyun.

“Ne, dan kau sungguh mengganggu ku, Kyu.” Ucapan itu terdengar sinis. Kyuhyun terkekeh pelan.

“Padahal aku ingin mengajak mu jalan-jalan. Makan siang mungkin”

“Mian, aku sibuk. Mungkin lain kali.” Kata Taeyeon dan segera menutup pintu apartemennya. Tapi, Kyuhyun dengan cepat menahannya. “Apalagi Kyu?” kesal Taeyeon.

“Kau yakin?”

“Sangat! Sudah, pergi sekarang juga!”

 

BLAM!

 

Dan Taeyeon sukses menutup pintu dengan keras di depan muka Kyuhyun. Untuk ke sekian kalinya, Taeyeon menyesal sudah mengenal dan mengingat Kyuhyun saat ia berusaha untuk bangun beberapa hari yang lalu.

Taeyeon segera melanjutkan untuk menjemur berbagai pakaian miliknya di balkon agar bisa segera beristirahat sambil menunggu jam menunjukkan pukul 5 sore.

Dan saat itu pula ia mendengar suara ketukkan di pintu apartemannya kembali. Taeyeon bahkan sempat berprasangka kalau itu adalah Kyuhyun. Jadi, ada baiknya ia menyiapkan sebuah sapu agar ia bisa memukuli Kyuhyun. Baiklah, bukan ide yang buruk.

 

“Annyeong haseyo.” Sapaan ceria yang berasal dari Jessica adalah hal pertama yang menyambut Taeyeon. Taeyeon memutar bola matanya malas.

“Wae?” balas Taeyeon.

“Accompany me the monthly expenditure.” Pinta Jessica dengan nada memohon.

“Kenapa aku harus?”

“Karena aku ingin! Sudah, tak usah banyak bicara! Let’s get moving!” Jessica dengan

segera menarik tangan Taeyeon. Tapi, dengan cepat Taeyeon menahannya.

“Why?”

“Aku belum ganti baju, idiot! Kau ingin aku keluar dengan baju seperti gelandangan ini, eoh?”

“Benar juga. Ya sudah, cepat ganti baju! I wait 15 minutes. There should not be more!”

 

Taeyeon dan Jessica sudah sampai di mall yang di inginkan Jessica. Taeyeon sebenarnya sangat malas. Berhubung ia tak ingin untuk melihat tatapan memelas dari Jessica, maka terpaksa ia mengiyakan kehendak anak itu.

Sudah 2 jam Taeyeon dan Jessica berputar-putar di sekitar mall besar itu. Kaki Taeyeon bahkan bisa saja patah kapan saja. Tapi, Jessica tak menandakan ia akan berhenti berjalan. Ia terus saja menarik Taeyeon ke tempat yang ia inginkan. Kadang ke tempat bahan makanan. Kadang ke tempat baju. Dan lain-lain. Taeyeon sungguh gatal ingin menjitak kepala Jessica.

 

“Sica, bisa kita berhenti sebentar? Aku lelah.” Dan akhirnya Taeyeon berani menyuarakan kekesalannya pada Jessica. Jessica yang tengah menarik lengah Taeyeon terhenti dan berbalik.

“Benar juga. Kita sudah berkeliling di sini selama 2 jam, kan? Well, we’re going to the cafe there. Come on!” dan Jessica kembali menarik Taeyeon menuju cafe yang di maksud.

 

Taeyeon dan Jessica duduk salah satu kursi di cafe tersebut. Dekat dengan pintu masuk. Jessica segera melambaikan tangan dan memesan 2 gelas hot chocolate dan 2 sandwich. Taeyeon menyadarkan punggungnya dan merilekskan kembali tubuhnya. Kakinya benar-benar pegal lantaran terus ia gunakan salam 2 jam penuh. Mata hazelnya terpejam sesaat. Jessica merasa agak bersalah karena telah membuat Taeyeon terlihat sangat lelah.

 

“Taeng, I’m sorry. Because I’m so tired of you. Lain kali tak akan ku ulangi.” Sesal Jessica. Taeyeon membuka matanya.

“Gwenchana, Sica. Entahlah, aku merasa ini sangat lelah.” Sahut Taeyeon.

“You’re fine, right? Are you sick?”

“Ne. Aku baik-baik saja. Tak usah mengkha― AKH!”

 

NYUT!

 

Taeyeon menjerit tertahan karena rasa sakit menyerang lehernya. Jessica seketika menjadi gelagapan melihat Taeyeon kesakitan.

 

“Taeyeon, ya! Ada dengan mu, eoh? Are you really sick? Hey! Bicara pada ku?” panic Jessica.

“Sica, ukh! Bisa kau hubungi, ukh! Lay-sshi. Cepat. Ambil ponsel ku. Suruh ia datang

ke cafe ini.” Suruh Taeyeon.

 

Jessica yang panic segera mungkin menghubungi Lay seperti yang Taeyeon perintahkan. Taeyeon mengedarkan pandangannya. Pasti ada salah satu dari saudara Lay, Kris, dan Baekhyun di sini. Tapi, kenapa rasa sakitnya terasa lebih menyakitkan?

 

“Taeng, Lay-sshi akan sampai di sini 10 menit lagi.” Lapor Jessica.

“Ne, gomawo.”

“Cheonma. Tapi, aku bingung. Sudah dua kali kejadian ini terjadi. You’re suddenly in pain. Then, kau menghubungi Lay-sshi. Why? What happened was, Taeng? Tell me!” desak Jessica. Ia memang sudah cukup merasa berdiam diri.

 

Taeyeon mengigit bibir bawahnya. Ia tahu pasti Jessica akan menanyakan hal aneh ini. Tapi, sanggupkah ia membawa Jessica masuk dalam misi ini. Ini terlalu berbahaya. Karena yang di hadapi bukan orang sembarangan. Jessica bisa saja celaka kalau ia ikut-ikutan. Dan Taeyeon pasti akan mementingkan keselamatan Jessica.

Jessica terus mendesak Taeyeon untuk bercerita. Taeyeon tetap bungkam. Karena Taeyeon sedang berperang dengan batinnya sendiri. Satu sisi ia merasa bersalah karena membohongi Jessica. Tapi, satu sisi yang lain, ia merasa Jessica tak boleh tahu apapun tentang misi ini. Karena keselamatan Jessica menjadi taruhan. Taeyeon saja tak mampu memperkirakan keselamatan dirinya. Apalagi Jessica.

 

“Taeyeon. Kau sendiri tau, kita sudah berteman sejak kecil. Why do you hesitate to tell me everything? Spit it out. If I can help, I’ll help you. Kau percaya pada ku, kan, Taeng.” Ucap Jessica. Taeyeon merasa dilemma sekarang.

“Mian, Sica. Tapi, ini urusan ku.” Ucap Taeyeon pelan dan hati-hati.

“Apa salahnya jika sekedar bercerita, Taeng? Come on. You still think I’m your friend, right? If so, tell us!” desak Jessica.

“Mian, Sica. Aku tidak bisa.” Sesal Taeyeon.

Jessica dengan tiba-tiba mengeluarkan raut wajah serius. “Katakan pada ku semuanya atau mulai sekarang kau tak usah berteman dengan ku.” Desis Jessica di sertai dengan penekanan di setiap perkataannya.

 

Taeyeon menelan ludah gugup. Jessica terlihat berlipat kali menyeramkan ketika marah. Tapi, Taeyeon benar-benar tak bisa mengatakannya. Taeyeon tak akan merelakan untuk menyeret Jessica dalam masalah ini. Karena ini bukan masalah main-main. Tapi, jika tidak, maka persahabatan yang sudah lama mereka bina akan hancur begitu saja.

 

“Baiklah. Aku akan bercerita. Tapi, aku mohon, kau harus percaya dengan apapun yang ku katakan. Dan aku ingin kau tak usah turut campur.” Taeyeon akhirnya memilih untuk bercerita saja.

“Nice. Now tell me. It look like it will be fun. I will faithfully listen to your story” sahut Jessica penuh semangat. Taeyeon memulai ceritanya.

 

 

“What?! Jangan main-main dengan ku, Taeng. Tell me it was just a joke!”

“Apa yang aku katakan itu benar, Sica. Aku, aku, aku ‘Gadis terpilih’ itu.”

 

Jessica mengusak rambutnya. Ia tak menyangka kalau sahabatnya ini akan di bebani misi seberat itu. Jessica menyesal karena sudah tahu yang sebenarnya. Dan ia lebih menyesal karena tak bisa melakukan apapun untuk Taeyeon. Ini benar-benar berbahaya,

 

“Sorry, Taeng. Aku ingin sekali membantu mu. Tapi, aku benar-benar bukan sahabat yang berguna.” sesal Jessica.

“Ani, Sica. Kau benar-benar teman terbaik ku. Sudahlah, sebaiknya kau do’akan saja aku berhasil menyelesaikan ini semua.” Desah Taeyeon.

“Of Course, Taeng. Tell me if you need help. I’ll be ready to help.” Ucap Jessica.

“Ne. gomawo, Sica. Kau benar-benar sahabat terbaik dan termenyebalkan yang pernah ada.” Ucap Taeyeon seraya memeluk Jessica. Sedikit bercanda pada akhirnya membuat sebuah cemberut menghiasi bibir Jessica. Dan Taeyeon hanya tertawa.

 

KRING!

 

Taeyeon melepaskan pelukkannya saat mendengar bunyi lonceng cafe tersebut. Taeyeon dan Jessica mengalihkan pandangan mereka. Terlihat 2 orang namja tampan yang memasuki cafe tersebut. Taeyeon mengenali mereka sebagai Baekhyun dan Kris. Dan itu membuat Taeyeon mengernyit heran. Perasaanya tadi ia menyuruh Jung Idiot Jessica ―ya, julukkan itu akan terus melekat pada Jessica, bagi Taeyeon― untuk menghubungi Lay.

Kris dan Baekhyun mengedarkan pandangannya bermaksud mencari keberadaan Taeyeon. Taeyeon sendiri segera melambaikan tangannya menunjukkan kalau ia berada tak jauh dari mereka. Kris dan Baekhyun yang melihat Taeyeon dan Jessica menghampiri kedua yeoja manis tersebut.

 

“Annyeong Kris-sshi, Baekhyun-sshi. Ah, perkenalkan ini temanku, Jung ―Idiot― Jessica namanya.” Taeyeon memperkenalkan Jessica pada dua namja itu. Tentu saja kata ‘idiot’ itu ia ucapkan dengan lantang dalam hati.

Jessica memasang senyum manis. “Annyeong haseyeo, Kris-sshi, Baekhyun-sshi. Jeoneun Jung Jessica imnida.” Ucap Jessica ramah dan mengulurkan tangannya. Taeyeon seketika cemas.

“Sica―”

“Jeoneun Wu Yifan imnida. Kau bisa panggil aku Kris” Kris menjabat tangan Jessica. Berbeda dengan Taeyeon, Jessica bahkan tak merasakan apapun.

“Jeoneun Byun Baekhyun imnida.” Begitu pula dengan Baekhyun. Tangan Jessica terlihat baik-baik saja. Taeyeon lantas terkaget.

“Bagaimana―”

“Ah, Taeyeon-sshi, bukankah anda yang meminta kami ke sini? Ada apa?” tanya Baekhyun.

‘Tepatnya, aku meminta Lay yang kesini.’ Gumam Taeyeon dalam hati. “Eh? Itu, sepertinya aku merasakan keberadaan saudara kalian di sini.” Sahut Taeyeon. Lantas ia berbisik pada Jessica.

“Ssst, Sica. Apa kau tak merasakan apapun saat berjabat tangan dengan mereka?” tanya Taeyeon sangat pelan di samping telinga Jessica. Takut dua orang namja yang ada di depan mereka mendengar.

“Ani. Biasa saja.” Sahut Jessica.

 

Saat Taeyeon dan Jessica asyik berbisik ria, Kris dan Baekhyun sedang mengedarkan pandangan ke sana-ke mari. Mencoba mencari keberadaan saudara mereka yang seperti di katakan oleh Taeyeon.

Saat itulah mata elang Kris menangkap seorang namja yang tengah berdiri di depan kasir. Sepertinya ia sedang membayar makanan atau menunggu kembalian. Kris menyenggol Baekhyun. Baekhyun segera mengalihkan pandangan pada Kris dengan tatapan ‘Apa?’. Kris menunjuk namja tersebut dengan dagunya. Baekhyun mengalihkan pandangnnya dan seketika terkejut.

 

“Luhan hyung?” perkataan itu spontan keluar dari mulut Baekhyun. Taeyeon dan Jessica yang tadi sibuk sendiri menatap Baekhyun dengan tatapan tanda tanya.

“Ye?” kor Taeyeon dan Jessica.

“Lulu Hyuuuung!” Baekhyun berteriak dengan suaranya yang lumayan keras. Membuat sang namja bernama Luhan itu berbalik dan terkejut.

“Bacon? Kris?” ucapnya sambil memicingkan mata. Berusaha memperjelaskan pandangannya.

“Lulu hyung. Astaga! Akhirnya kami menemukan mu juga!”

 

Taeyeon, Jessica, dan Kris sweatdrop melihat dua namja manis dan tampan itu berpelukkan layaknya teletubis dan sok men-dramatisir keadaan dengan mengusap-usap mata mereka yang sebenarnya tak berair. Taeyeon mencolek Jessica.

 

“Mereka terlihat seperti perempuan.” Komentar Taeyeon.

Jessica mengangguk setuju. “Kita yang sesama perempuan saja tak sampai seperti itu.”

“Tak usah heran. Bahkan itu terlihat lebih baik. Seluruh saudara ku memang mempunyai setengah otak.” Sahut Kris. Taeyeon dan Jessica menatapnya.

“Terlihat jelas.” Ucap Jessica dan Taeyeon bersamaan.

“Taeyeon-sshi, Jessica-sshi. Kenalkan, dia Luhan. Luhan hyung, kenalkan ini Taeyeon-sshi dan Jessica-sshi.” ucap Baekhyun ceria sambil memperkenalkan Luhan.

Jessica menjabat tangan Luhan. “Jeoneun Jung Jessica imnida. You can call me, Jessica.” Ucap Jessica memperkenalkan dirinya dan tersenyum.

Luhan ikut tersenyum. “Jeoneun Xi Luhan imnida. Senang berkenalan dengan mu, Jessica-sshi.”

Luhan mengulurkan tangannya kepada Taeyeon. Taeyeon sebenarnya agak ragu. Lantaran sensasi panas di lehernya kembali menyerang. “Jeoneun Xi Luhan imnida.” Ucap Luhan tersenyum.

“Kim Tae― Akh!” Taeyeon segera melepas jabatan tangan mereka. ‘Sudah ku duga.’ Batin Taeyeon miris. Kalau begini caranya tangannya akan cepat mati rasa.

“Gwenchana?” tanya Luhan. Taeyeon hanya mengangguk. Dan saat itulah ia melihat lambang di tangan Luhan. Berkilat biru dan terasa familiar.

 

‘Lambang ini adalah mind/pikiran. Berupa sebuah kekuatan yang di miliki pengguna untuk dapat menggendalikan sesuatu dengan pikirannya. Di sebut sebagai mind power atau Telekinesis.’

 

“Luhan-sshi? Kau telekinesis?” tanya Taeyeon. Luhan lantas terkejut.

“Bagaimana kau bi―”

“Kau ingat dengan ‘Gadis terpilih’ itu, Lu? Dia lah orangnya.” Potong Kris. Luhan kembali terkejut.

“Dia? Gadis itu?” tanya Luhan tak percaya.

Kris mengangguk membenarkan. “Percaya tak percaya. Dia memang orangnya. Karena ia juga memiliki lambang Tree of Life itu.” jelas Kris.

 

Name : Xi Luhan

Power : Mind Power (Telekinesis)

 

 

Taeyeon sampai di apartemannya saat pukul 4.21 sore. Dan itu membuat Taeyeon mengerang dengan kesal. Rencana mulianya yang akan tidur kini terkorbankan akan pekerjaan tidak berguna bersama Jessica tadi. Oh, termasuk juga akan misi yang Taeyeon cap akan selalu menghantui hidupnya jika ia tak berhasil. Cih, sialan!

Taeyeon segera membersihkan diri dan bersiap untuk berangkat ke cafe. Urusan makan malam, ia mungkin akan merebus Jessica hidup-hidup sebagai hidangan makan malamnya. Terdengar kejam, kan? Biarlah! Karena pikiran dan mood-nya begitu buruk, maka jangan salahkan Taeyeon jika nanti ia khilaf memasukkan Jessica ke panci penggorengan.

Dengan wajah ogah-ogahan, Taeyeon mengeluarkan sepeda miliknya. Sangat menyebalkan kalau ia berjalan kaki ke cafe tempatnya bekerja. Walaupun letak cafe itu sangat dekat dengan apartemannya.

Belaian angin sore menyapu wajah cantik milik Taeyeon. Seketika mood-nya kembali membaik. Dengan meresapi setiap belaian angin sore yang sejuk itu, Taeyeon merasa bahwa bebannya sedikit terangkat. Dan itu membuatnya tenang.

 

“Nona! Liat depaaaan!”

“Mwo?! Kyaaaaa! Awaaaas!”

 

Taeyeon yang terlalu asyik menikmati angin sore, hampir saja menabrak seseorang jangkung yang kini menahan setang sepeda Taeyeon. Taeyeon mengelus dadanya lega. Untung saja tak tertabrak. Taeyeon mengutuk kecerobohannya sendiri. Ya, sebaiknya salahkan saja angin sore yang menggodanya sehingga ia lalai tengah bersepeda di jalan.

Taeyeon mendongakkan kepalanya dan mendapati seraut wajah tampan dari seorang namja di depannya. Wajahnya yang di hiasi sebuah lengkungan senyum di bibirnya.

 

NYUT!

 

“A-akh!”

“Nona? Gwenchana? Anda baik-baik saja?” tanya namja asing tersebut saat Taeyeon menjerit sambil memegangi lehernya.

“A-aku baik-baik saja. Hanya saja, ukh! Leher ku.” Keluh Taeyeon. Rasanya sensasi ini begitu parah dari pada yang lain. Damn! Umpat Taeyeon.

“Wajahmu tampak pucat, nona. Kau yakin baik-baik saja?” tanya namja itu sambil memegang pundak Taeyeon. Sebuah lambang berkilat biru saat tangan namja itu menyentuh pundaknya. Taeyeon terkejut melihatnya.

“I-itu…”

 

 

 

 

 

 

 

 

TBC

 

 

 

Author note’s : Aaaah, apa kalian menunggu chapter 3 ini? Apa ini membosankan? Apa ini kurang dapet feel? Aaah, mianhamnida jika ini ternyata tak memuaskan. Kemampuan otakku memang sudah sampai segitu saja. Dan ini sukses membuat otakku berasap, asal kalian tau saja.

Mian kalau aku baru menyambungnya sekarang. Selain aku dapet maslah dengan kesehatan ku, sekolah juga memperburuk. Yaah, kalian sendiri taulah bagimana itu sekolah, kan

Tapi, percaya deh. Saat aku berhasil me-TBC-kan (?) satu FF berchapter, aku merasa begitu lega dan puas. Walaupun hasilnya benar-benar aneh dan absurd.

Aku harap kalian tak kecewa dengan ini. Dan kalian masih sudi mengetik beberapa karakter di kolom comment untuk memberi aku saran, kritik, dan masukkan yang membangun. Aku menunggu itu. 😀

Sampai jumpa di chapter 4 yang masih dalam tahap pengerjaan. 🙂

Advertisements

84 comments on “12 Power Legend – Chapter 3

  1. kira2 itu siapa ya?Chanyeol?Sehun?atau yg lain/?
    next thor,jgn lama2 kkk~
    penasaran bgt sama kelanjutannya ><
    lgi sakit ya thor/?
    GWS thor ^^

    Fighting '-')9

  2. kerennnnnnnnnnnnn eonnn aku nunggu nunggu ff ini, ck nemu 1 malah tbc thor:”( jan bikin penasaran plissss:v nice chapter(y)

  3. ngga ko ga ngebosenin 😉
    satu per satu mulai bertemu hahaha
    wah itu siapa yang taeng temuin #plak hahaha
    oke ditunggu ya next chapternya 😉

    #fighting^^

    • Pokoknya di setiap chapter Taeng eonni bakalan nemu salah satu dari 12 power legend.

      Gomawo udah comment 🙂

      2014-06-24 18:52 GMT-07.00, All The Stories Is Taeyeon's

    • Makasih (tersipu dengan cantik). 🙂

      Ayo GG! Eh?! Ayo di tebak. Aku kasih bocoran deh. Di antara 3 tebakkan kamu tadi ada yang bener looo. 😀

      Gomawo udah comment 🙂

      2014-06-24 21:29 GMT-07.00, All The Stories Is Taeyeon's

  4. Kenapa TBC tiba tiba muncul?!! T.T
    Itu yang jadi namja nya siapa?? Yang terakhir..
    Wah~~ Lulu ama Bacon udah ketemu jugaa..
    Update soon thor~
    Hwaitaeng!

    • Ahaha, nggak tau juga kenapa si TBC nongol (emang yang bikin siapa).

      Ne, mereka akhirnya ketemu deh ^_^

      Gomawo udah comment 🙂

      2014-06-24 21:32 GMT-07.00, All The Stories Is Taeyeon's

  5. yee akhirnya di lanjutin juga!
    daebak nggak ngebosenin kok
    kasian juga yha taeng harus merasakan sakit di leher ketika bertemu
    dengan member exo dan tiap berjabat tangan juga sakit
    hembt hembt hembt baru 4 yg ketemu
    dan yg terakhir itu siapa kayaknya chanyeol deh klo nggak sehun #plin plan
    udah nggak sabar ni penasaran bgt pngen tahu kelanjutan nya
    updatesoon thor GOMAWO !

    • Ayo di tebaaak. Ehehe, nggak tau nih. Mungkin karena Kyu itu evil #digamparKyu

      ahaha, itu karena aku suka teletubis (tjurhat mode on)

      gomawo udah comment 🙂

      2014-06-24 23:04 GMT-07.00, All The Stories Is Taeyeon's

  6. aah nemuinnya kecepetan thor, dan knp selalu ketemunya ga sengaja? /?
    tapi seru kok seru hihi
    yg terakhir itu siapa? tao? chanyeol?
    OH! Sehun??? wk
    next chapt buatin exotaeng moments nya dong thor, masa cuma ketemu trus nelpon lay trus mereka pelukan trus pamit/? .-.
    next chapter ditunggu ya thor mwahh

    • Aduuuh, mian chingu. Itu kecepetan, ya #cemberutcantik (silahkan muntah).

      Ne, tapi aku nggak janji, chingu. Tapi, aku usahain ada moment mereka kok walaupun sedikit. 🙂

      gomawo udah comment 🙂 :* #playingkiss

      Pada tanggal 24/06/14, All The Stories Is Taeyeon's

  7. yg terakhir itu sehun bukan ya??? seru thor!!! seru!!! tapi jadi kasian sama taeng setiap kali dia nemuin saudara lay pasti langsung sakit dibagian tanda itu.. apalagi yg pas ketemu sama yg terakhir… weh… sakit banget kayaknya…

    ditunggu chap selanjutnya thor!!! Hwaiting!!!^^

    • Makasih ya..

      Ehehe, bener juga ya. Kasian Taeng eonni. Ya mau bagaimana lagi. Sudah kehendak author (?).

      Ne, gomawo udah comment 🙂

      Pada tanggal 24/06/14, All The Stories Is Taeyeon's

  8. Itu sehun ya ? apa kai ? atau suho ? jadi penasaran >< tapi kasian banget ya taeng lehernya slalu sakit klo ktemu mreka,sama tangannya kayak abis kesetrum gitu xD bayanginnya tangan taeyeon udah biru semua :v hehe update soon yaa ^^

  9. Next thor..
    Tmbah seru nih, thor kasih moment yg romantis donk bagi taeng + exo.ny..
    Hehe fightaen author..

    • Ne, chingu.
      Benarkah? ah, untuk moment aku nggak bisa janji. Tapi, akan aku usahain ada. Mungkin momentnya bakalan nyelip (?) di beberapa tempat. Asal kamu jeli aja. 😀

      Ne, gomawo udah comment 🙂

  10. I..itu Chanyeol 😀 hahaha sotoy bgetttt xD
    Egk tauu kenapa author aku ngakak pas bagian ini : ‘Taeyeon, Jessica, dan Kris sweatdrop melihat dua namja manis dan tampan itu berpelukkan layaknya teletubis dan sok men-dramatisir keadaan dengan mengusap-usap mata mereka yang sebenarnya tak berair.’ kekeke~. author-nim kenapa aku jdi suka lay ge disini?hahaha ini gak ngebosenin, justru ceritanya makin seru! updatesoon author! fighting!

  11. di chap ini langsung borongan ya, baekhyun ama luhan
    lay knp gk dateng ke cafe?
    kalo kau tebak yg terkhir itu sehun deh

    • Aduh, mian. soalnya kalo satu-satu, itu bisa ngabisin 12 chapter. Kebanyakan. Ntar yang baca malah bosen. Nah, kalau itu anggap aja Lay oppa lagi berkunjung ke rumah Author jadi nggak sempet datang. 😀 #dilempargranat

      Kita liat aja ne, chingu di chapter depan.

      Gomawo udah comment 🙂

  12. Kutebak.. Itu pasti chanyeol ._. Biasanya kan yang tinggi chanyeol, terus chanyeol juga api. Jadinya panas #plakalasanmacamapaitu-,-
    Figthing yaa ^^

  13. nebak ya thir xixixi itu chanyeol oppa ne ? mian kalau salah ah daebak ff nya mmuehehhe ditunggu next ny ya muach /? ngahhaah

  14. itu chanyeol oppa kan, iya kan iyalah iya dong, pastikan, aku gak salah ya *READER KURANG AJAR*. lanjut terus thor untuk next chapnya ditungguin nih. aku setia kok *PLAK*
    fighthing and keep writing 😀

  15. Eonni aku seneng banget ffnya makin lama makin bagus. Eonni mian aku baru bikin comment sekarang aku lupa kemarin. Jadi sekaranv aku lagi buru” comment ke semua ff eonni. Eonni keep writing!

  16. FF nya jauh dari kata aneh atau absurd, malahan FF nya bagus banget!! Daebak deh pokoknya, apalagi genre nya fantasy… Yang jelas aku suka FF ini dan FF ini bener” daebak!! ^.^

  17. Omoo !! Taeng ketemu sama luhan ! Aku bener2 suka sama mereka berdua 😀 soalnya wajah mereka tuh gk cocok sama umur mereka 😀 kayaknya kalau lulu, baekki, kris, sama lay pelukan semua mereka beneran mirip teletubies -_-, keren dehh (y)

  18. Aku lagii:) semoga ga bosen ya aku mulu huehue soalnya aku kalo baca cepet #siapaygnanya. makin seru+bikin penasaran deh ah ini ff>< dan untungnya lagi udah ada next chapnya hohoho… Kerennn

  19. Kenapa pas ketemu Luge rasa sakit di leher Taeng eonni terasa lebih menyakitkan?
    Ada yg aneh kah dengan Luge?
    Apa Luge Mate/? Taeng eeonni ?????????????? O.O

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s