Different : My Eyes [1]

different

Author : Naporin

Rating : T

Type : Chapter

Main Cast : Byun Baekhyun, Kim Taeyeon

Support Cast : Oh Sehun, and other

Genre : Romance, School-life, Friendship, Fantasy, and other.

Length : 7 page (Ms. Word)

Happy Reading~

*** Different : My Eyes [1] ***

Baekhyun POV

                Aku menghela napasku, dengan suara yang tidak terlalu mencolok. Kenapa? Karena aku sedang mengawasi seseorang yang sedang berada di atap sekolah.

Awalnya aku penasaran apa yang ia lakukan, setiap jam istirahat dia selalu pergi ke atap sekolah. Jadi kubuntuti saja dia, yah, kuharap dia tidak menganggapku sebagai seorang penguntit. Dan sekarang aku mengikutinya lagi.

“Hiks,” aku mendengar suara tangisan. Dia menangis, lagi.

Oh, ya ampun, apa air matanya tak akan menangis jika ia terus menangis? Sebenarnya aku ingin sekali menghampirinya, tapi mungkin lebih baik jika dia tak tahu kalau sebenarnya selama ini aku terus mengawasinya.

Aku melihat jam yang melingkar di lenganku, 12.57 PM. Sebaiknya aku segera pergi, jam pelajaran ke-6 akan dimulai. Aku melihat kearahnya lagi,

Sayap berwarna ungu muda.

***

                ‘Dia’ yang kumaksud adalah Taeyeon, Kim Taeyeon. Dia sekelas denganku, bahkan ia duduk di depanku. Didepan semua orang, ia bertingkah cool, tapi saat ia sendirian, Ia mengeluarkan semua sisi lemahnya. Dan juga, aku penasaran kenapa sayapnya terus berwarna ungu muda dan biru tua.

Aku adalah orang yang ‘berbeda’ dari lainnya. Aku bisa melihat apa yang orang lain tak bisa lihat. Bukan hantu atau semacamnya, tapi sepasang sayap yang bisa menggambarkan perasaan seseorang.

Mungkin dari 1000 orang, hanya ada 1 atau 2 orang yang mempunyai kekuatan sepertiku. Dan tentu saja setiap orang yang ‘berbeda’ mempunyai kekuatan yang berbeda – beda.

KREK/?

Sunny songsaenim masuk ke kelas, tapi aku tak melihat Taeyeon.

“Sebelum pelajaran dimulai, ada murid baru di kelas ini.” Ucap Sunny-ssaem. Anak baru itu masuk kelas, “Perkenalkan dirimu.” Lanjut Sunny-ssaem.

“Oh Sehun imnida.” Ucapnya, aku bertatapan dengan anak itu.

“Lalu kau duduk di.. ah, di sana.” Ucap Sunny-ssaem menunjuk kursi didepanku, kursi milik Taeyeon.

“Ah, ssaem, kursi ini sudah ada yang menempati.” Ucapku.

“Tak apa. Kim Taeyeon sedang tidak ada, nanti kalau dia datang suruh saja pindah.” Ujar Sunny-ssaem.

“Baiklah, kalian semua kerjakan soal ini.” Ucap Sunny-ssaem sambil membagikan selembar kertas soal. Awalnya kukira karena hanya selembar, soalnya hanya beberapa nomor, tapi dugaanku salah. Soalnya diketik dengan huruf berukuran kecil, aku hampir sulit untuk membacanya! Yah, jujur saja aku tidak suka dengan guru yang satu ini. Badannya cebol (#eh bukannya elu juga rada cebol ye? -_-’) dan juga ia selalu memberi soal tanpa memberi tahu cara mengerjakan sebelumnya.

Sunny-ssaem berjalan melihat yang sedang mengerjakan soal.

“Ya! Kau salah di bagian ini, cepat perbaiki! Atau aku akan menghukummu.” Ucap Sunny-ssaem. Dia memang masih muda, kira – kira ia baru saja lulus universitas beberapa bulan yang lalu. Tapi Ia mudah marah, seperti tadilah contohnya. Ia akan memarahi –atau mungkin menghukumnya– siswa yang salah saat mengerjakan soal.

Sunny-ssaem menghampiriku.

“Kau sudah selesai, Byun Baekhyun?” tanyanya, aku mengangguk. Lalu ia mengambil kertas soalku dan memeriksanya.

“Hoo, kerjamu bagus juga rupanya. Keluar dari sini.” Ucap Sunny-ssaem.

“Ha?” aku melongo, apa aku salah melakukan sesuatu?

“Aku menyuruhmu keluar dari sini untuk mencari Kim Taeyeon.” Ucap Sunny-ssaem menunjuk kursi Taeyeon. “Kenapa anak teladan sepertinya tidak masuk pada jam pelajaran? Padahal kurasa tadi pagi ia ada di sekolah. Jujur saja aku kecewa dengannya.” Lanjut Sunny-ssaem.

“O-oh, baiklah.” Ucapku mengerti lalu pergi keluar kelas mencari Taeyeon. Jika kau bertanya dimana tujuan pertamaku, jawabannya adalah atap.

“Ah, ssaem, apa aku boleh keluar sebentar?”

***

Taeyeon POV

                ‘Ya, baiklah.’ Aku menekan tombol kirim dan memasukan handphoneku ke saku baju.

                Aku menggenggam crystal berwarna biru, bukan crystal perhiasan, tetapi crystal berbentuk telur. Itu adalah difseal. Di dunia ini ada beberapa orang yang ‘berbeda’, dan difseal berguna untuk melihat orang yang berbeda dan mengambil ‘perbedaan’ dari orang yang berbeda itu. Dan untuk sekarang ini, aku mengincar Byun Baekhyun.

“Kim Taeyeon.” Ujar seseorang, aku menoleh kebelakang, Byun Baekhyun.

Tepat sekali, Baekhyun. Tadinya aku akan mengambil ‘sihir’mu saat di kelas.

“Ada apa?” ucapku tersenyum, aku mendapatkan ‘sihir’ seseorang dengan berkontak mata sambil memegang difseal. Tapi aku belum berkontak mata dengannya.

“Tumben kau tersenyum.” Ujar Baekhyun menuju pagar.

“Apa tersenyum itu dilarang?” tanyaku berdiri, berjalan menuju Baekhyun. Baekhyun terdiam melihatku, tapi ia masih tak melihat mataku.

“Tidak, tapi tidak biasanya kau tersenyum. Apa yang kau rencanakan?” Ucap Baekhyun memalingkan wajahnya, kurasa ia sedikit curiga padaku. Aku belum mengetahui jenis ‘sihir’nya. Daripada sihir, mungkin biasanya kusebut ‘Spels’.

Aku menghembuskan napasku, memfokuskan diriku agar berencana baik, walaupun kurasa ‘mencuri’ itu perbuatan jahat. Jadi intinya aku mencoba membohongi diriku sendiri.

“Lupakan ucapanku tadi,” ucap Baekhyun

“Apa kau ingin berubah?” lanjut Baekhyun tiba – tiba. Aku sedikit terkejut, tidak memperkirakan ia akan mengucapkan kalimat itu.

“Menurutku kau itu termasuk orang yang menutup diri dan kurang tersenyum. Saat kau tersenyum tadi, kukira kau ingin berubah. Merubah gaya hidupmu. Kukira kau akan mencoba memasuki dunia yang sebenarnya, bukan dunia milikmu sendiri,” ucap Baekhyun.

“Ak—“ ucapanku terpotong.

“Sendirian itu sepi, kan?” tanyanya.

Aku mengangguk. Kau benar, sendirian itu sepi. Makanya, aku tidak mau sendiri. Tapi saat aku mulai tidak sendirian, semua keluarga dan teman – temanku hancur karena spels. Aku ingin mengambil semua spels milik orang yang berbeda.

“Kalau begitu, sekarang kau tidak sendirian lagi.” Ucap Baekhyun mengulurkan tangannya.

“Apa.. maksudmu?” tanyaku

“Aku akan selalu berada disampingmu.” Jawabnya, kurasa kami sudah berkontak mata. Difseal milikku bersinar, artinya aku sudah berhasil mengambil spels milik Baekhyun.

Aku tidak membalas sambutan tangannya. “Ak—“ ucapanku kembali terpotong.

“Hey, apa itu? Dia bersinar didalam saku rokmu.” Tanya Baekhyun menujuk difseal. Aku menggeleng,

“Bukan apa – apa.”

***

                Baekhyun POV

Aku kembali ke kelas dengan Taeyeon. Tapi pelajaran Sunny-ssaem sudah habis, waktunya pelajaran olahraga. Selesai berganti baju, aku melihat Taeyeon bersama anak baru bernama Sehun itu.

Aku mendekati mereka berdua, “Kalian sedang apa?” tanyaku. Mereka berdua nampak kaget.

“Taeyeon, siapa namanya?” ucap Sehun menunjukku. “Byun Baekhyun.” Jawab Taeyeon datar.

“Kalian berdua sudah saling kenal?” tanyaku. Sehun mengangguk, “Kami teman dari kecil.” Jawabnya.

Sehun menatapku, lalu menoleh pada Taeyeon, “Hey, kau sudah mengambilnya?” tanya Sehun, aku sama sekali tidak mengerti apa yang sedang dibahas.

“Sudah, setengah jam yang lalu.” Jawab Taeyeon.

“Tapi saat aku meli—“ suara Sehun terdengar samar karena aku menjauh dari mereka. Aku menoleh pada Taeyeon, entah kenapa aku tidak bisa memfokuskan pandanganku padanya. Saat aku ingin melihat perasaan seseorang dengan spels-ku, aku harus memfokuskan pandanganku ke orang itu.

“Kenapa tidak bisa?!” batinku. Aku memaksa mataku untuk memfokuskan pandanganku. Berhasil, mungkin hanya 60%. Aku tidak bisa melihat jelas yang mana perasaannya, warna sayapnya berubah – ubah setiap 3 detik.

“Apa mungkin karena tadi, aku tidak bisa menggunakan spelsku secara keseluruhan?” batinku.

FLASHBACK—

                Aku pergi menuju atap, mencari Taeyeon.

“Kim Taeyeon.” Ucapku. Taeyeon menoleh padaku.

“Ada apa?” tanyanya tersenyum, aku tidak tahu apa yang dia pikirkan.

“Tumben kau tersenyum.” Ucapku menuju pagar.

“Apa tersenyum itu dilarang?” tanyanya sambil berdiri, berjalan menuju sampingku. Aku melihat punggungnya, sayap iblis. Aku sedikit terkejut.

“Tidak, tapi tidak biasanya kau tersenyum. Apa yang kau rencanakan?” Ucapku memalingkan wajah, sayap iblis itu mungkin akan membahayakan diriku.

Ia terdiam sesaat, menutup matanya. Aku melihat punggungnya, sayapnya menjadi sayap malaikat. Berbeda seperti orang biasa lainnya, perasaan dan niatnya berubah dengan cepat.

“Lupakan ucapanku tadi,” ucapku.

“Apa kau ingin berubah?” lanjutku, ia terlihat sedikit terkejut.

“Menurutku kau itu termasuk orang yang menutup diri dan kurang tersenyum. Saat kau tersenyum tadi, kukira kau ingin berubah. Merubah gaya hidupmu. Kukira kau akan mencoba memasuki dunia yang sebenarnya, bukan dunia milikmu sendiri,” ucapku.

“Ak—“ aku memotong ucapannya.

“Sendirian itu sepi, kan?” tanyaku. Ia mengangguk.

“Kalau begitu, sekarang kau tidak sendirian lagi.” Ucapku sambil mengulurkan tanganku

“Apa.. maksudmu?” tanyanya

“Aku akan selalu berada disampingmu.” Jawabku, kami berkontak mata.

Dia tidak membalas tanganku. “Ak—“ ucapannya kembali terpotong, aku melihat benda yang bersinar di saku roknya.

“Hey, apa itu? Dia bersinar didalam saku rokmu.” Tanyaku menunjuk saku roknya. Ia menggeleng, “Bukan apa – apa.” Jawabnya sambil berjalan kearah tangga.

FLASHBACK OFF—

“— Baekhyun!”

“Baekhyun!” Seseorang membuyarkan lamunanku.

“Ada apa?” tanyaku.

“Pelajaran olahraganya akan segera dimulai, jangan terus diam disini.” Ucap temanku. Aku mengangguk dan mengikutinya.

“Ya! Apa semua sudah lengkap?” semuanya mengangguk.

Pemanasan baru saja dimulai, tapi Sehun sudah beristirahat, Taeyeon menghampirinya.

“Hey, anak baru itu.. baru pemanasan sudah beristirahat lagi.” Ucap teman sekelasku.

“Iya. Wajar sih, dia mengidap anemia.” Ucap yang lainnya. Teman – teman sekelasku itu.. padahal Sehun baru masuk hari ini, tapi mereka sudah mengetahui sampai sedetail itu.

Taeyeon menghampiri Lee-ssaem, guru olahraga kami. Ia meminta izin untuk menjaga Sehun. Lee-ssaem menyetujuinya.

Aku menghampiri Sehun yang beristirahat di bawah pohon.

“Apa kau tidak apa – apa?” tanyaku.

Sehun mengangguk, “Hm! Dan lagi, keadaanku lebih baik jika bersama teman kecilku.” Ucapnya melihat Taeyeon.

“Yah, kalau begitu, syukurlah.” Ucapku berdiri dan kembali ke lapangan. Aku menoleh pada Taeyeon,

Mungkin Taeyeon juga berpikir seperti itu.

***

Author POV

Taeyeon memberi segelas air minum pada Sehun.

“Tadi ia berpikir jika keadaanmu lebih baik saat bersama teman kecilnya.” Ucap Sehun sambil mengambil air minum dari Taeyeon.

“Aku tidak peduli itu.” Ucap Taeyeon. “Yang lebih penting, mana difseal milikku?” lanjut Taeyeon.

Sehun mengambil difseal yang ada di saku celananya dan memberikannya pada Taeyeon. Taeyeon mengambilnya, “Kau.. lain kali kau harus hati – hati memakainya.” Ucap Taeyeon memasukan difseal ke dalam sakunya.

“Yah, tapi aku mendapat hal yang sebanding.(*)” ucap Sehun.

“Aku tahu, tapi jangan terlalu sering. Penyakitmu sudah banyak.” Ucap Taeyeon

“Yang lebih penting itu, cara agar kau bisa mendapat spels Baekhyun seluruhnya.” Ujar Sehun.

“Ya, dia sudah memberitahuku apa yang harus aku lakukan. Bagian terburuknya adalah aku harus membuat Baekhyun—“ ucapan Taeyeon terpotong oleh dering telepon-nya.

‘Disini Taeye— eh?!’

***

To be continued~ :3

***

(*) = Di ff ini Sehun juga termasuk orang yang ‘beda’ kayak Baekhyun. Dia bisa pake spels yang ada di difseal punya Taeyeon. Tapi setiap dia pake spels yang ada di difseal Taeyeon, dia bakal dapet penyakit buat ‘balasan’nya. Jadi intinya gini : 1 spels = 1 penyakit.

***

Yap, akhirnya dipost juga part 1 ._. rencananya tengah bulan, eh malah lebih ._. maaf ya >.<

FF ini udah author ulang hampir 5x .-. dan jadinya lama deh ._.v yaudah, see you next part :3

Next >> Different : Girl’s Guide [2]

Advertisements

26 comments on “Different : My Eyes [1]

  1. fantasy world , start!!!
    hoho , jadi 3 makhluk itu “BEDA” daripada yang lain . ooh
    Sehun sehun , benar benar kau ini -,-
    kenapa tuh Taeyeon diakhir ?
    next ditunggu!!
    HWAITING!!^^

  2. Aq masih gak ngerti tujuan dan maksud ceritanya thor..
    Tpi q tnggu chap 2nya..
    Keep writing and fighting..

  3. waw keren keren gue suka yg fantasy kiyut kiyut gimana gini/?
    next chapt jangan lama lama ya thor, krn ini masih chapt 1 takut kelupaan /?
    fightaenggg

  4. ohohoh . kenaapa udah diambil aja tu punya baekhyun . semogs kekuaatannya baekhyun. cepet kembali deh . ide ceritanya untik . suka deh 🙂 next chap aku tunggu ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s