12 Power Legend – Chapter 2

12 Power Legend – Chapter 2

12 Power Legend - EXOTaeng

 

Title : 12 Power Legend – Chapter 2

Author : Oh Eun Hye (Sparkpiglets3)

Rated : T (PG-15)

Genre : fantasy, adventure, mystery, Action (little bit romance)

Length : Multi-Chapter

Main cats : SNSD Taeyeon, EXO member

Support cats : you will find other cats in the story

Disclaimer : all the main cats in this story don’t belong to the author. The author is only entitled to the story belongs to the author who in import directly from my brain.

Author note’s : typo (s) scatted. For those who don’t like the cats here in, please don’t vilify or bash the cats! Author never allow to anyone plagiarism for this Fanfiction. And remember to give a comment. Don’t be a silent readers.

author note’s : annyeong haseyo, naneun Henny Pratiwi imnida. Aku author baru di sini. gamsahamnida buat Kak Nadia yang udah ngangkat aku jadi author baru di sini. Salam kenal semuanya #bow.

 

 

“Jeoneun Zhang Yixing imnida. Kau bisa memanggilku Lay.” Ucap Lay ramah dan menjulurkan tangannya. Taeyeon dengan senang hati menjabat tangan Lay.

“Kim Taeyeon imnida.” Sahut Taeyeon sambil tersenyum manis.

“Kenapa kau bisa ada di sini?” tanya Lay. Taeyeon menggeleng.

“Entahlah. Yang aku ingat aku sedang tidur dan tiba-tiba ada di sini. Lalu, kau?” tanya Taeyeon balik. Lay tersenyum.

“Aku sedang mencari ke 11 saudara ku.” Jawab Lay. Taeyeon sedikit heran.

“Saudara mu? Dan mencarinya di penjara begitu?” tanya Taeyeon polos. Lay mengacak-acak rambutnya lantaran gemas akan kelakuan polos Taeyeon.

“Ani. Ke 11 saudara ku menghilang setelah terjadi bencana pasca hancurnya Tree of life. Dan setelahnya kami terpisah. Tak akan bertemu kecuali ada ‘Gadis terpilih’ untuk menyatukan kami untuk membangun Tree of life yang telah mati. Dengan kekuatan legenda yang kami miliki, seharusnya Tree of life akan kembali hidup. Tapi, raja kegelapan memisahkan kami semua. Entah di mana keberadaan ke 11 saudara ku yang lain.” Lay bercerita panjang lebar. Taeyeon sedikit ternganga mendengarnya.

 

Tunggu!

 

Apa tadi katanya?!

 

Gadis terpilih?

 

Tree of life?

 

Kekuatan legenda?

 

Sepertinya beberapa perkataan dari Lay membuat Taeyeon tersadar. Seperti mendapat ilham, Taeyeon segera dapat mengerti apa yang di tulis di buku History. Akhirnya, Taeyeon mendapat sebuah petunjuk. Tak hanya itu, ia berhasil menemukan salah satu dari mereka. Kini hanya satu yang menganjal. Bagaimana caranya ia membawa Lay ke tempatnya?

 

“Lay-sshi, apa kau mengingat wajah-wajah saudara mu itu?” tanya Taeyeon.

“Kami berpisah hampir 100 tahun lamanya. Aku bahkan tak yakin seperti apa wajah mereka sekarang.” Dan itu membuat Taeyeon terkejut.

“100 tahun? Jadi, sekarang umur mu sudah berapa, Lay-sshi?” tanya Taeyeon. Lay tersenyum menyadari betapa polos gadis di depannya ini.

“Aku adalah tertua ke 5. Kira-kira sekitar 230 tahunan. Entahlah, aku tak pernah menghitung dengan pasti.” Jawab Lay.

“Astaga?! Ku kira kau berumur sekitar 20 tahunan, Lay-sshi. Bagaimana kau bisa hidup selama itu? Apa yang kau makan hingga memiliki umur panjang, Lay-sshi?” tanya Taeyeon antusias.

“Aku dan ke 11 saudara ku adalah immortal. Jadi, kami tak akan mati.” Jawab Lay

sambil tersenyum.

“Dan kau terjebak di wajah umur 20, begitu?”

“Yah, bisa di bilang begitu.”

“Tapi, Lay-sshi, bagaimana caranya kita keluar dari sini? Dan aku juga harus pulang ke dunia ku. Aku mempunyai beberapa kewajiban di dunia ku dan tak mungkin di abaikan.” ―selain itu aku harus segera menemukan 11 kekuatan legenda yang lain―. Taeyeon menambahkan kalimat itu dalam hatinya.

Lay tersenyum sebelum akhirnya ia berkata. “Kau hanya tinggal membuka mata mu, Taeyeon-sshi.”

Taeyeon mengernyit heran. “Mwo? Bukannya aku sudah membuka mata ku?” tanya Taeyeon tak mengerti.

“Ani. Kau sedang tertidur, Taeyeon-sshi. Kau tertidur sampai akhirnya tersesat di dunia ini.” Jelas Lay. Taeyeon makin bingung. Kepalanya mulai berdenyut sekarang. “Sekarang, bukalah mata mu, kau akan segera ada di dunia mu.”

“Tapi, apa aku akan bertemu dengan mu lagi, Lay-sshi?” tanya Taeyeon khawatir. Ia takut kalau ini hanya mimpi itu berarti Lay adalah khayalan saja.

“Ne, kau akan menemukan ku ketika kau membuka mata.” Ucap Lay. Taeyeon menghela nafas lega.

“Tapi, bagaimana caranya aku membuka mata?”

“Kau harus berusaha sendiri. Aku tak bisa membantu dalam hal ini. Kau harus memiliki keinginan kuat untuk bangun. Kau pasti bisa, Taeyeon-sshi. Aku tahu kau bisa.” Lay memberikan semangat pada Taeyeon.

 

Taeyeon terdiam. Ia berusaha berkonsentrasi. Ia harus bangun dan menyeleasikan misi yang di emban olehnya. Ia berusaha untuk mengingat apa-apa saja yang membuatnya harus membuka mata. Taeyeon mengingat akan nenek tua yang tinggal di sekitar apartemennya yang begitu menyanyangi Taeyeon dan menganggap Taeyeon seperti cucunya sendiri. Taeyeon juga mengingat akan Han ahjusi dan Han ahjumma yang selalu berbaik hati padanya. Taeyeon mengingat akan Kyuhyun, tetangga apartemennya yang menyebalkan tapi selalu baik padanya. Taeyeon mengingat akan Jungsoo, seseorang berwajah malaikat yang ia anggap seperti Oppanya sendiri. Taeyeon mengingat wajah menyebalkan namun cantik milik Jessica. Temannya yang idiot tapi juga begitu perhatian dengannya. Bahkan Taeyeon mengingat kedua orang tuanya yang sudah tiada.

Taeyeon tak tahu apa yang terjadi. Tiba-tiba semuanya seperti berputar-putar. Taeyeon merasa berada dalam komedi putar yang berputar dengan kecepatan lebih dari 100 km/jam. Kepalanya terus-terusan di hantam oleh rasa pening. Sampai akhirnya semuanya berhenti. Dan samar-samar ia mendengar suara cempreng milik Jessica memanggil-manggil namanya berulang-ulang.

Mengerjab-ngerjabkan mata adalah hal yang pertama Taeyeon lakukan. Kepalanya kembali berdenyut pening. Sensasi menyebalkan saat ia pertama kali membuka mata. Bebauan obat yang menyengat menyerang hidungnya. Satu pikiran di mana ia berada, rumah sakit.

 

“Taeng? Kau sadar?” pekikkan senang itu keluar dari mulu Jessica saat sang yeoja melihat Taeyeon sudah membuka matanya.

Pelan-pelan Taeyeon mengelurkan suaranya. “Sica?”

“Ne, Taeng. Ini aku Sica. What’s wrong with you, huh? Why are you a sleep for 2 full

day? What happened? And how do you feel now?” racau Jessica seraya memeluk erat Taeyeon.

 

BUG!

 

Taeyeon menggebuk punggung Jessica. Jessica meringis. Ternyata walaupun sakit, tenaga Taeyeon tetaplah seperti gorilla. Jessica jadi menyesal karena terlalu heboh tadi. Cemberut segera menghiasi bibirnya. Taeyeon tersenyum bersalah.

 

“Come on, Sica. Aku hanya bercanda. Salah sendiri, aku baru bangun kau sudah merecokki otak ku dengan berbagai pertanyaan. Mian, ne.” Taeyeon mulai ber-aegyo di depan Jessica. Karena Taeyeon yakin ini ampuh seperti biasanya.

“Ck! Kau selalu melalukan hal menjijikkan itu di depan ku. Baiklah, baiklah. Uh, by the way who the handsome man, Taeng? Saat kau di rawat di sini ia selalu ada. Tell me!” desak Jessica dengan raut antusias.

“Namja apa? Aku bahkan tak tahu siapa saja orang yang menjengukk ku ketika aku di sini? Dan bahkan aku lupa kenapa aku ada di sini?” ucap Taeyeon polos. Membuat Jessica gemas untuk melayangkan jitakkan manis di kepala idiot ―menurut Jessica―

milik Taeyeon.

“Namja tampan ber-dim―”

“Annyeong haseyo.”

 

Jessica menghentikan perkataannya sesaat seorang namja datang memasuki ruangan di mana Jessica dan Taeyeon berada. Seorang namja tampan ber-dimple yang membuatnya tampak menawan. Taeyeon dan Jessica seketika menolehkan kepalanya ke arah pintu. Taeyeon kaget karena mengenali siapa namja itu.

 

“Ah, annyeong haseyo, Lay-sshi. Anda datang lagi?” Jessica menyambutnya ramah. Taeyeon Cuma bisa mematung. Teringat perkataan Lay sebelum akhirnya ia ada di rumah sakit ini.

 

(“Tapi, apa aku akan bertemu dengan mu lagi, Lay-sshi?” tanya Taeyeon khawatir. Ia takut kalau ini hanya mimpi itu berarti Lay adalah khayalan saja.

“Ne, kau akan menemukan ku ketika kau membuka mata.” Ucap Lay. Taeyeon menghela nafas lega.)

 

“Lay-sshi?” panggil Taeyeon pelan. Dan rupanya itu di dengar oleh Lay yang segera menoleh melihat Taeyeon. Tersenyum dan menatap Taeyeon seakan mengatakan aku-benar-kan? Taeyeon hanya tersenyum malu.

“Bagaimana keadaan teman mu, Jessica-sshi?” tanya Lay pada Jessica.

“Baru bangun. Dan langsung memukulku.” Ucap Jessica sambil sedikit mengadu. Taeyeon berusaha tersenyum bersalah walaupun dalam hatinya ia sungguh ingin menginjak keras kaki Jessica. Jessica menoleh dan menyeringai sedikit pada Taeyeon.

“Jjinja? Taeyeon-sshi benar-benar kuat. Walaupun sakit tetap saja suka memukul.” Canda Lay. Taeyeon hanya tertawa canggung.

“Kapan aku bisa pulang? Bebauan menyengat ini benar-bener memuakkan.” Keluh Taeyeon saat merasakan sesuatu yang menyerang hidungnya.

 

PLAK!

 

Jessica menampar kepala Taeyeon. Dibalas death glare mengerikan dari Taeyeon. Jessica memadang polos pada Taeyeon.

 

“Yang benar saja, Taeng. You’ve already realized and whine like a baby home.” Ejek Jessica.

Taeyeon cemberut. “Aku ingin pulang, Sica-ah~ jebal~~~” keluar sudah jurus pamungkas milik Taeyeon. Mata puppy eyes dan aegyo memang selalu berhasil jika ia gunakan untuk merayu Jessica. Jessica menelan ludah melihatnya. Tapi, tetep keukeuh untuk tak mengabulkan permintaan Taeyeon.

“No, no, no, and no. Sekali tidak tetap tidak, Taeng. I do this all for yourself goodness, you know.” Tegas Jessica.

“Ugly Sica!”

“What?! What do you say, idiot?! Just so you know, I am a member of a family known for its beauty Jung , it’s me!” ucap Jessica berbangga. Taeyeon mencibir. Lay yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua tersenyum melihat kelakukan kedua yeoja manis itu.

“Teman mu benar, Taeyeon-sshi. Sebaiknya anda di rawat sampai benar-benar sembuh.” Saran Lay.

“Oh ayolah, memangnya aku sakit parah dan mau mati. Aku ingin pulang sekarang juga atau aku tak akan makan dan minum obat.” Ancam Taeyeon.

 

BUG!

 

“Taeng, are you crazy? Hanya karena ini kau tak mau makan dan minum obat? You’re really idiots.” Pekik Jessica setelah kembali menggebuk kepala Taeyeon. Taeyeon mengusap-usap kepalanya yang berdenyut lantaran di gebuk Jessica dan memberikan Jessica tatapan tajam.

“Kalau kau berkeras, maka aku akan bilang pada dokter agar kau bisa pulang.” Tawar Lay. Taeyeon berbinar.

“Aah, Gamsahamnida, Lay-sshi.

 

 

Setelah di perbolehkan pulang, Taeyeon bergegas bersiap-siap. Dan akhrinya ia sampai di apartemannya sendiri. Setelah menendang Jessica pulang dan Lay yang masih bertahan di apartemannya karena alasan misi yang di emban Taeyeon. Sempat juga melempari Jessica yang tertawa mengejek. Taeyeon mengelus dada dan menggerutu kenapa bisa ia punya teman semenyebalkan Jessica. Tahu seperti ini, maka Taeyeon tak akan repot-repot untuk memikirkannya saat ia akan membuka mata.

Taeyeon kembali setelah membuatkan 2 gelas teh dan setoples camilan. Sederhana saja. Wajar, ia tinggal sendiri dan hanya seorang pekerja sambilan di sebuah cafe. Itupun karena Jessica merekomendasikan dirinya agar bisa bekerja di sana. Taeyeon berpikir, ternyata ada untungnya juga berteman dengan yeoja berkedok wajah barbie tapi berhati mengerikan itu.

Saling berdiam diri setelah Taeyeon duduk di depan Lay. Hanya kepulan asap dari teh yang bermain di antara mereka. Detik-detik berlalu dalam keheningan. Suara yang di timbulkan oleh jam dinding turut mewarnai keadaan mereka.

 

“Em, Lay-sshi.”

“Ne?”

“Kau mau kan membantu ku untuk menyelesaikan misi ku. Jika kita berhasil, maka kau akan bertemu lagi dengan ke 11 saudara mu.” Tawar Taeyeon.

“Sebentar, kau bilang misi? Jangan bilang kau adalah ‘Gadis terpilih’ itu.”

“Errr, ehehe, entahlah. Suara dalam mimpi itu mengatakan aku harus mengumpulkan ke 12 kekuatan legenda. Jadi, menurut mu bagaimana?”

“Tentu saja aku mau. Kita harus segera menghentikan kekuatan raja kegelepan dan membangun kembali Tree of life yang mati.” Ucap Lay setuju. Taeyeon tersenyum senang.

“Keundae, kita bisa memulai besok. Fighting!”

 

Name : Zhang Yixing or Lay

Power : Healing (Vitakinesis)

 

 

 

Pagi itu terlihat damai. Taeyeon sudah membuka matanya dan bersiap untuk segera mandi. Pandangannya tertumbuk pada sosok Lay yang kini masih memejamkan matanya dan terlelap damai di atas sofa yang ada di kamar apartemannya. Taeyeon tanpa sadar tersenyum sendiri. Sadar apa yang ia lakukan tadi, Taeyeon segera merona dan bergegas mandi untuk segera bekerja.

Sarapan yang di siapkan Taeyeon cukup simple. Hanya roti tawar dengan selai coklat dan 2 gelas susu hangat. Setelah menyiapak itu semua, ia segera membangunkan Lay yang masih bergelung di alam mimpi.

 

“Lay-sshi, ireona. Lay-sshi ini sudah pagi. Sarapan sudah siap. Ireona Lay-sshi.” ucap Taeyeon sambil mengguncang pundak Lay. Sesaat ia merasa seperti istri yang membangunkan suaminya. Segera wajah Taeyeon merona kembali akibat pikiran sesatnya tadi.

“Ugh, eh? Taeyeon-sshi. sudah pagi, eoh? Mian terlambat bangun.” Sesal Lay.

“Gwenchana. Silahkan mandi dulu. Setelah itu sarapan. Aku duluan Lay-sshi. aku ada shift pagi. Kalau kau ingin bertemu silahkan ke cafe yang di ujung jalan blok aparteman ini. Aku bekerja di sana.” Kata Taeyeon.

“Ne. Mian merepotkan mu, Taeyeon-sshi.”

“Gwenchana. Aku pergi dulu, ne. Annyeong.”

 

 

Taeyeon baru saja keluar dari ruang ganti untuk segera memulai pekerjaannya. Sesaat setelah ia keluar, wajah kepo dan menyebalkan milik Jessica menyambutnya di luar. Taeyeon lantas kaget dan memutar bola matanya. Taeyeon jengah saat melihat Jessica menyenggol-nyenggol bahu Taeyeon dan menaik-turunkan alisnya. Taeyeon menatapnya heran dan Jessica lantas menggebuk punggungnya.

 

“Come on, Taeng. Tak usah berlagak idiot karena sebenarnya kau memang sudah idiot. So, tell me, what are you doing with Lay-sshi? Do you have a hidden relationship with him, hmm?” goda Jessica.

“What do you say, Sica? Kami tak memiliki hubungan apa-apa.” Jelas Taeyeon. Jessica melipat tangannya di dada. Mendelik pada Taeyeon dengan wajah tidak percaya.

“Really? Tapi, itu tak seperti yang terlihat.”

“Sudahlah. Tak usah di bahas. Cepat bekerja atau manager Lee benar-benar akan memotong gaji kita.” Ucap Taeyeon akhirnya.

 

Taeyeon berjalan meninggalkan Jessica yang mulai merenggut. Dengan sedikit menghentakkan kakinya, Jessica mengikuti saran Taeyeon. Taeyeon yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala dan mengatakan kalau Jessica kekanakan dan idiot.

 

 

Seperti biasa, Taeyeon selalu lupa untuk istirahat makan siang. Dan seperti biasa pula, Jessica yang terus mengingatkan. Jessica sudah berkali-kali berkeluh akan kepikunan Taeyeon untuk makan siang. Dan ia juga bilang ia sudah seperti baby sitter yang mengurus seorang bayi besar yang nakal dan idiot. Dan berkali-kali juga di jitak oleh Taeyeon.

Saat itu, Jessica sedang asyik makan dan Taeyeon yang masih asyik dengan pekerjaan melap meja-meja kotor. Seorang namja tinggi dan tampan masuk ke cafe tersebut. Dentingan lonceng yang menggema membuat beberapa pegawai termasuk dua yeoja cantik itu segera menoleh. Senyuman dari namja tinggi itu seakan bisa membuat kaki-kaki para yeoja menjadi lemah dan bergetar. Oh, ayolah, memangnya siapa yang tak terpesona dengan namja tinggi dan tampan ini. Hanya orang bodoh dan gila saja.

Beberapa pelayan bergegas menghampiri namja itu. Berdesakkan hanya untuk bisa melayani pesanan sang namja tampan. Taeyeon memutar bola matanya karena tingkah absurd dari beberapa teman sepekerjaannya. Jessica memasang wajah tidak peduli dan lanjut memakan makanannya. Taeyeon sedikit heran.

 

“Sica, kau yakin tak ingin menghampiri namja tampan itu? Biasanya kau heboh jika ada namja tampan.” Heran Taeyeon. Jessica memutar bola matanya.

“No, Taeng. It seems that a lot of young fans. I don’t want to be one of those idiots who are too adoring. Lagipula, masih banyak namja tampan yang lain selain dia. Lay-sshi for example.” Jelas Jessica.

“So, You’re like Lay-sshi?”

“Entahlah. I’m not thinking to have a boyfriend now.”

 

Taeyeon hanya mengangkat alisnya. Sejak kapan Jung Idiot Jessica berpikir? Ku kira yang ada di pikirannya hanya ada makan dan tidur saja, pikir Taeyeon.

 

NYUT!

 

Sensasi di lehernya kembali menyerang. Taeyeon menjatuhkan pembersih meja dan alat lap yang ada di tangannya. Suara gedubrak dari Taeyeon membuat Jessica menoleh. Dan begitu terkejut saat Taeyeon merintih kesakitan.

 

“Taeng, what happened?” tanya Jessica dengan wajah khawatir. Taeyeon bisa tak menjawabnya. Ia hanya terus memegang lehernya yang terasa berdenyut sakit. Jessica makin panik saja. “Gosh! Say something, Taeng. Don’t just show the face of such terrible!” ucap Jessica.

“Sica, to-tolong, a-ambilkan ponsel ku. Cepat!” suruh Taeyeon.

 

Jessica segera meleset mengambilkan ponsel Taeyeon yang selalu di letakkannya di dalam tas selempang miliknya yang kini ada di dalam ruang ganti pegawai.

Beberapa saat kemudian, Jessica dengan tergopoh-gopoh menyerahkan ponsel kesayangan ―dan satu-satunya― milik Taeyeon. Dalam pikiran Jessica, mungkin Taeyeon akan menghubungi dokter. Tapi, ternyata ia salah sangka.

 

“Lay-sshi, misi kita di mulai. Aku sudah menemukan salah satunya.” Ucap Taeyeon pada seseorang di seberang sana yang sudah pasti adalah Lay. Karena Taeyeon yang mengucapkannya tadi. Jessica jadi heran.

“Taeng, kenapa menghubungi Lay-sshi? Dan misi apa yang kau maksud? Apa kau menyembunyikan sesuatu dari ku?” tanya Jessica. Taeyeon menatapnya ragu. Ia memang ingin menceritakannya. Tapi, ia tak ingin Jessica terlibat.

“Mian, Sica. Kali ini aku benar-benar tak bisa memberitahukannya. Mian. Aku harus pergi. Tolong katakan pada manager Lee aku libur setengah hari ini. Annyeong, aku mencintai mu, Sica.” Ucap Taeyeon segera berlari keluar. Jessica mematung sambil memandangi kepergian Taeyeon.

 

 

Taeyeon dengan tergesa kembali ke apartemannya di mana sudah ada Lay yang menunggunya. Taeyeon hanya menjelaskan dengan singkat ciri-ciri namja yang ia duga sebagai salah satu dari saudara Lay yang hilang. Lay yang merasa familiar akan ciri namja yang baru saja di beritahukan Taeyeon merasa yakin.

Setelah itu, Taeyeon dan Lay bergegas kembali ke cafe tempat di mana namja itu berada. Dengan langkah yang sedikit tergesa, Taeyeon segera mengiringi langkah lebar milik Lay. Menggerutu sedikit akibat ketidaksabaran Lay. Tapi, segera menampiknya karena ia mengerti perasaan Lay yang bertahun-tahun sudah tak bertemu dengan saudara-saudaranya. Berusaha menenangkan diri agar tak berteriak protes pada Lay.

Lay membuka pintu cafe dengan tidak sabar. Hampir meretakan kaca jendela. Di belakangnya, Taeyeon dengan nafas tersenggal-senggal berjalan. Lay mengedarkan pandangannya dan tertumbuk pada seorang namja tinggi dan tampan yang sedang duduk merenung. Di depannya ada segelas hot chocolate yang masih mengepulkan asapnya. Lay dengan spontan berkata.

 

“Kris-ge…”

 

Rupanya namja tampan itu mendengar ada yang memanggil namanya. Mendongak dan terkejut saat melihat seorang yang amat familiar baginya. Reflex berdiri.

 

“Yixing..”

 

Lay mengangguk. Namja tampan itu ―yang bernama Kris itu― berjalan cepat dan langsung menubruk salah satu saudaranya yang sudah terpisah bertahun-tahun. Lay membalasnya. Tak perduli akan pandangan heran dari orang yang ada di cafe itu. Tak perduli jika mereka menganggap mereka tidak normal dan menuduh mereka penyuka sesama jenis. Yang mereka perdulikan adalah rasa rindu yang membuncah di dada dan akhrinya bertemu kembali.

 

“Kris-ge, akhirnya aku bisa menemukan mu.” Ucap Lay dengan mata berkaca-kaca. Ayolah, untuk saat ini susah tidak melankolis. Sejantan apapun dirimu. Bahkan Taeyeon yang menyaksikan sudah mengusap air matanya. Hidup sendiri tanpa orang tua da saudara memang tak pernah menyenangkan.

“Aku juga, Yixing. Sejak peristiwa itu aku tersesat hingga sampai di kota ini.” Jelas Kris.

 

Mereka beranjak duduk di tempat Kris tadi. Taeyeon sekarang kikuk dan merasa terabaikan. Ia sudah membela-belakan berlari untuk mempertemukan Lay dan Kris bukan untuk di abaikan. Ayolah, berikan ia sedikit penghargaan.

 

“Ah, ge, kenalan ini Kim Taeyeon. Taeyeon-sshi, silahkan duduk dulu. Nah, gege ingatkan akan perkataan dalam buku History itu, kalau kita akan di bantu oleh ‘Gadis terpilih’. Dialah orangnya.” Jelas Lay pada Kris yang kini sedang menatap Taeyeon intens. Sungguh, Taeyeon merasa akan kencing di tempat lantaran tidak nyaman.

“Dia? ‘Gadis terpilih’? Yeoja ini?” Kris terdengar tak percaya. Lay mengangguk pasti.

“Benar ge. Dia bahkan memiliki tato lambang Tree of life itu. Jadi, sudah pasti ia orangnya.”

“Lalu, setelah ini apa yang harus kita lakukan?” tanya Kris.

“Tentu saja mencari ke-10 saudara yang lain.”

“Okay, kau bisa tinggal di apartemanku dulu Yixing sambil kita mencari yang lain. Ah, ngomong-ngomong, nona Kim, kita belum berkenal secara resmi, kan? Namaku, Wu Yifan, dan kau bisa memanggilku Kris.” Ucap Kris sambil mengulurkan tangannya. Denyutan di lehernya sedikit membuat Taeyeon meringis sekaligus membelalakkan matanya saat melihat lambang di tangan Kris.

 

‘Lambang ini adalah fly/terbang dengan dragon sebagai simbolnya. Menyatakan bahwa pengguna dapat terbang atau melawan gravitasi serta api sama seperti seekor naga. Di namakan sebagai Levitation.’

 

“Nona Kim.” Sapa Kris untuk membuyarkan lamunan Taeyeon. Sukses membuat Taeyeon tersentak dan tersenyum kikuk. Karena takut di anggap tidak sopan, ia segera meraih tangan Kris.

“Kim Tae― Akh!” jerit Taeyeon saat kulit tangannya bersentuhan dengan tangan Kris. Tangan Kris seperti membakar dirinya. Sensasi panas langsung menjalar dan Taeyeon langsung menarik tangannya.

“Gwenchana?” tanya Kris saat melihat Taeyeon menarik tangannya.

“Gwenchana. Mian, tapi tangan mu panas sekali. Seperti api.” Jelas Taeyeon sambil mengusap-usap tangannya. ‘Ah, tangan ku yang malang.’ Batin Taeyeon meratap.

“Tentu saja. Kekuatan ku memang api. Selain terbang.” Jelas Kris sambil tersenyum. Taeyeon tertawa kikuk. “Tapi, tunggu dulu. Kenapa kau tahu aku ada di sini?” tanya Kris pada Lay.

“Taeyeon-sshi yang memberitahuku keberadaanmu, ge. Dia bilang lehernya seperti terbakar saat bertemu dengannya. Sama seperti saat ia bertemu dengan ku. Lalu ia memberitahukan ciri-cirimu. Untung aku masih ingat. Dan kau sama sekali tidak berubah, ya? Tetap tinggi dan tampan serta jadi rebutan seperti dulu.” Jelas Lay. Kris tersenyum.

“Lay, kau tinggal dengan nona Kim?” Lay mengagguk mengiyakan. “Kau bisa pindah ke rumah ku. Bisa-bisa nona Kim akan di tuduh yang bukan-bukan karena memasukkan seorang namja ke rumahnya.” Lay kembali mengangguk.

“Taeyeon-sshi, gamsahamnida karena sudah memberi tumpangan dan juga membantu

ku menemukan salah satu saudaraku.”

“Cheonmayeo, Lay-sshi. Senang bisa membantu anda.”

“Kau bisa menghubungi kami jika menemukan salah satu saudara kami yang lain.” Ucap Kris.

“Tentu, Kris-sshi.”

 

Name : Wu Yifan or Kris

Power : Fly (Levitation)

 

 

Taeyeon sedang memasak makan malamnya. Terdengar pintu kamarnya di ketuk seseorang. Taeyeon menghentikan kegiatan sejenak dan mematikan kompor. Melepas celemek dan bergegas menuju pintu apartemannya.

Senyuman dari sahabat menyebalkannya adalah hal yang pertama kali di lihat Taeyeon. Taeyeon mengernyit heran. Bisa-bisanya Jessica berkeliaran malam-malam begini. Memangnya dia vampir?

 

“Wae, Sica? Aku sedang sibuk jika kau ingin tahu.” Ucap Taeyeon malas sambil melipat tangannya di dada.

Jessica masih tersenyum di tempat. “Sayangnya aku tak ingin tahu. I want to stay tonight. You don’t forget that it’s week night?” ucap Jessia menjelaskan maksud kedatangannya kemari. Taeyeon memutar bola mata.

“Masuklah. Ku kira ini giliran aku yang menginap.” Sahut Taeyeon sambil mempersilahkan Jessica masuk dan menutup pintunya.

“Ah, sepertinya penyakit pikun mu semakin parah. And then, berapa lama aku tak ke sini lagi, ya? Sepertinya sudah lama sekali. And as usual the place is always broken home.” Sindir Jessica karena melihat begitu banyak barang-barang yang berada di mana seharusnya ia tak berada.

“Thanks. I take it as a compliment.” Balas Taeyeon. Jessica hanya menggedikkan bahunya cuek. Dan bergegas menuju ke kamar Taeyeon untuk meletakkan ransel yang tadi di bawanya ke kamar Taeyeon. Sedangkan Taeyeon kembali berkutat dengan dapur.

 

Jessica menghampiri Taeyeon di dapur sambil membawa sesuatu yang tanpa sengaja ia temukan di atas nakas kamar Taeyeon. Sebuah buku dengan sampul aneh membuat rasa kepo di dalam tubuh Jessica bangun. Dan ia merasa perlu menanyakan hal ini pada Taeyeon. Karena sepanjang pengetahuan Jessica, temannya yang idiot itu tak pernah tertarik membaca buku ber-genre fantasy seperti buku yang tengah di pegangnya.

Mata hitam pekat milik Jessica menemukan Taeyeon yang sedang sibuk dengan makanan, minuman, dan camilan. Seperti kebiasaan mereka yang akan selalu menggosongkan seluruh isi toples untuk acara malam minggu mereka. Jessica menepuk pundak Taeyeon dengn tiba-tiba. Taeyeon terkejut dan hampir memekik bersamaan. Reflex ia membalikkan badan dan melayangkan jitakkan ke kepala Jessica karena hampir membuat Taeyeon mati di tempat.

 

“Sica, kau gila?! Kau ingin aku mati, eoh?” kelas Taeyeon.

Jessica mengerucutkan bibirnya dan mengelus kepalanya akibat ‘belaian cinta’ dari Taeyeon tadi. “Sorry, i didn’t mean it like that. But, there is something I need to ask.”

“Mwo? Apa yang ingin kau tanyakan?”

 

Dan mata Taeyeon terbelalak saat Jessica menunjukkan buku History yang sepertinya ia sembunyikan di belakang tubuhnya. Taeyeon tercekat saat Jessica menatapnya seakan meminta penjelasan. Taeyeon hanya terdiam.

 

“Kim Taeyeon, bisa kau jelaskan tentang ini? Karena sepanjang pengetahuan ku, kau tak pernah tertarik untuk membaca sebuah novel ―atau bisa ku sebut demikian― ber-genre fantasy. Karena kau selalu menyangkal sebuah kebohongan dan menjunjung tinggi realitas.” Ucap Jessica panjang lebar.

 

Taeyeon menunduk dan tak dapat menjelaskannya. Jessica tak pernah menggunakan bahasa korea dalam seluruh perkataan tanpa mencampurnya dengan bahasa inggris ―well, karena ia lahir dan besar dalam usia 12 tahun di Amerika― kecuali jika sedang benar-benar serius.

 

“Taeng, aku tahu kau menyembunyikan sesuatu denganku, kan?”

“Sica, itu… i-itu. Ah, itu buku milik sepupu ku. Kemarin ia mengunjungi ku dan ia meninggalkan bukunya tanpa sengaja. Mungkin besok ia akan kembali mengambilnya.” Dusta Taeyeon dengan mimic wajah seriusnya. Berusaha agar Jessica percaya dengan apa yang di katakan Taeyeon.

Jessica heran. “Really? Kau tidak sedang berdusta, kan?” ucap Jessica memastikan.

“Ne. Nae jjinja.”

 

Sungguh, sebetulnya Taeyeon ingin sekali menceritakan tentang buku itu beserta mimpi yang menerornya ―walaupun sekarang sudah tidak lagi― pada Jessica. Tapi, ia tak ingin menyeret Jessica dalam masalahnya. Ia takut membuat Jessica jadi kepikiran dan juga ikut celaka. Karena yang di hadapinya bukan misi biasa.

 

“Okay. Oh, I remember bringing the film was good. Want to watch together?” tawar Jessica sambil mengeluarkan sebuah CD film. Taeyeon mengangguk.

“Bukankah itu memang salah satu agenda kita. Bagaimana kalau kita taruhan. Karena ini adalah film sedih, then anyone who cries first, he lost. Dan sebagai hukuman, he had to cook for breakfast tomorrow.” Ucap Taeyeon.

“Alright. Who’s afraid. Be prepared to lose, Kim Taeyeon.” Ucap Jessica sambil menyeringai.

“Kita lihat saja nanti.” Taeyeon membalas seringai Jessica dan mengambil kue coklat yang ada di dalam toples. Segera memasukkannya ke mulut.

 

 

Pagi sudah menjelang. Matahari sudah menyinari bumi dengan cahayanya yang hangat. Burung pagi berkicau dengan riang. Dua orang yeoja berwajah manis ini masih terus bergelung dengan selimut mereka. Masih di buai oleh mimpi masing-masing.

Taeyeon terbangun terlebih dahulu. Mengucek-ucek matanya sebentar dan melihat ke arah jam dinding yang menggantung tepat di depan matanya. Masih pukul 7, pikirnya. Karena ini hari minggu, maka tak ada alasan baginya untuk bergegas hanya untuk shif pagi. Karena khusus hari minggu ia akan memilih shift malam yang akan berlangsung saat pukul 5 sore. Itu berarti masih ada sekitar 10 jam lagi.

Mata hazelnya tertumbuk pada sosok sang sahabatnya yang terus tertidur damai. Taeyeon tersenyum. Jika di lihat teman bodohnya ini memang cantik. Persis seperti boneka barbie. Tapi, sayangnya ia menyebalkan.

Taeyeon menggoncang bahu Jessica brutal. Karena berdasarkan pengalaman, Jessica adalah sleep-freak. Yang artinya ia sangat suka tidur dan celakanya susah di bangunkan. Merasa terganggu karena guncangan bahunya, Jessica akhrinya membuka matanya juga. Taeyeon tersenyum.

 

“Morning, princess. Nyenyak tidurnya?” sapa Taeyeon dengan sengaja melembutkan suaranya.

“Jangan menggunakan nada itu, Taeng. Disgusting!” kesal Jessica. Taeyeon mengerucutkan bibirnya.

“Ya! Setidaknya jawab salam selamat pagi dari, idiot!” ucap Taeyeon sambil memukul pelan kepala Jessica.

“Ck! Yeah, morning princess. Puas?!”

“Jangan lupa, kau kalah semalam. Jadi, silahkan memulai sesi hukuman mu setelah gosok gigi dan cuci muka! Kajja!”

 

Taeyeon dengan tenaga gorilla segera menyeret temannya ke kamar mandi dan mendorong Jessica ke dalam untuk segera membersihkan diri. Sempat menerima pukulan di pantat yang di layangkan dengan senang hati oleh Jessica.

Taeyeon sudah selesai mandi. Ia mencium bau masakan dari dapur. Taeyeon tersenyum senang. Kebetulan ia memang lapar. Ah, senangnya ada yang memasak untuknya. Ya, walaupun wajah Jessica memang tidak mengenakkan lantaran kalah dalam taruhan. Siapa suruh cengeng, begitu pikir Taeyeon.

Jessica sibuk dengan berbagai masakkan. Taeyeon duduk di salah satu kursi di meja makan. Mengamati Jessica yang masih mengangkuti hasil masakkannya.

 

“Ya! Setidaknya bantu aku sedikit, Taeng. Don’t just sit like a stupid person. Do you think I am your wife should serve her husband?” Kesal Jessica. Taeyeon tertawa evil mendengarnya.

“Ahaha, aku sungguh tak keberatan jika kau mau menjadi istriku. Sungguh!” ucap Taeyeon terus tertawa.

“Stop it! Kau kan sudah pernah bilang, even if had a same-sex lover I’ll never love you!” seru Jessica kesal.

“Really? Kita lihat saja nanti. Mau taruhan lagi?”

“No. Aku pasti akan kalah lagi. You’re sneaky!”

“Ne, gamsahamnida. Aku memang pintar.” Bangga Taeyeon membuat Jessica ingin menumpahkan hasil masakkannya itu ke muka Taeyeon.

“Crazy!”

 

 

 

 

 

 

TBC

 

 

 

Author note’s : Aduuuh, mian karena baru post chapter 2-nya sekarang. Chapter ini aku kerjakan saat di tengah-tengah ulangan. Nggak tau juga. tiba-tiba dapet ide. Karena aku orangnya mudah lupa, makanya aku tulis langsung. Ohya, Doa’in aku agar nilainya memuaskan dan juga seluruh angkatan kami naik kelas semuanya. Amin.

Mian kalau malah makin membosankan. Ku harap kalian puas dengan chapter ini. Untuk ending-nya, aku masih bingung (?). Karena saat kepikiran FF ini, aku nggak pernah kepikiran untuk menuntukan pairingnya.

Jadi, silahkan kalian tebak-tebak sendiri. Siapa yang bakalan sama Taeng eonni. Tapi, boleh vote juga, kok. Misalnya, (aku mau Taeng sama Sehun, Luhan, atau apapun). Nanti akan aku pikirkan lagi. Karena genre FF ini focus pada fantasy, adventure, dan juga action (little). Dan romance-nya akan aku pikirkan nanti.

Last word, silahkan berkoar ria di kolom comment….

 

v

Advertisements

77 comments on “12 Power Legend – Chapter 2

  1. Siapa selanjutnya yg dketemukan??
    Tentukan pairing nti aja, temuin aja dlu 10org immortal ituu..
    Udah lama bgt nunggu chap ini, tpi updatesoon deh.. Fighting!!!

    • Pagi jugaa (walaupun sekarang udah siang).

      Ayooo, silahkan di tebak. 😀
      aku nggak bisa janji bakalan upadate cepet. Aku masih harus remidial. Do’ain lagi ya :p

      gomawo udah comment 🙂

    • Ne, tunggu aja chapter 3. Aku kan udah janji, setiap chapter Taeng eonni bakalan nemu 12 power legend. Tergantung satu chapter itu ia dapet berapa (udah kayak ngamen ya? #plak). 🙂

      Ne, gomawo udah commen 🙂

  2. kris watados bgt wkt salaman-_-
    oiya thor, exotaeng momentnya dikit ya.-.
    penggunaan he/she nya kalo di fix dikit perfect deh.
    okay next chapter ditunggu!♥

    • Moment EXOTaeng ya? Kita liat aja ke depannya, ya. Kalo mood aku lagi bagus-bagusnya, mungkin bakalan ada moment EXOTaeng. Walaupun sedikit. 😀

      Ne, gomawo udah comment 🙂

  3. semoga nilanya author bagus dan naik kelas aaamiiin
    trus lanjutin lg deh ff nya
    pas awalnya sweet bgt si lay, bisa pas bgt gitu ya taeyeon sadar lay nya jg ada di dunia nyata, seru bgt thor aku suka chap kedua ini lay nya sering muncul
    pdahal ngarep bgt lay masih tinggal ama taeyeon
    sica jgn suka ama lay ya, lay itu milik taeyeon
    authooor boleh request lay taeyeon kagak? abis nya kalo pairing laytae jarang bgt. please thooor 😀

    • Makasih do’anya ya. Aku lagi remidial nih, do’ain lagi ya. #plak!

      Iya, tuh. Dan itu membuat aku cembokur #apaini.

      Kamu ngebias Lay oppa ya? Sama dong.

      Nah, untuk itu kita lihat ke depannya, ya. 🙂

      Untuk LayTae, aku udah bikin FF-nya sendiri. Walaupun masih dalam tahap pengerjaan.

      Gomawo udah comment 🙂

      • fighting thor yg lg remed 😀
        iya thor aku biasin lay oppa. tos dulu hahah
        jd pairing taeyeon fav aku laytae wkwkkw wlwpunff mrk jarang
        ayo dong thor pair nya taeyeon ama lay aja hahaha #reader_pemaksa
        kyaaa yg bener ntar ada ff laytaeyeon ?
        aku doain cepet kelar deh 🙂

  4. Hmm.. berhubung aku Bunnies, jd aku pilih baekYeon.. oh oh KrisTae uga boleh.. no no itt sdh byasa Gmana kalo LayTae, Taotae,Boleh uga tuh, kan jarang Pairing mrka.. next thor
    seMangat buat ujian na

    • Si Baekkie belum di temukan, chingu (emang hilang?).

      Ya, kita lihat aja ke depannya. Aku udah bilang, genre-nya mungkin nggak fokus sama romance, kan? Kecuali mood ku lagi bagus buat bikin moment mereka. 😀

      Gomawo udah comment 🙂

    • Ne, ada benarnya juga. mending temukan dulu 12 power legend-nya

      gomawp udah comment 🙂

      2014-06-17 5:37 GMT-07.00, Kim Eunhye : > Sip sip 😀 > > gomawo udah comment 🙂 > > 2014-06-16 21:27 GMT-07.00, All The Stories Is Taeyeon's

    • ne, gomawo udah comment 🙂

      2014-06-17 14:55 GMT-07.00, Kim Eunhye : > Ne, ada benarnya juga. mending temukan dulu 12 power legend-nya > > gomawp udah comment 🙂 > > 2014-06-17 5:37 GMT-07.00, Kim Eunhye : >> Sip sip 😀 >> >> gomawo udah comment 🙂 >> >> 2014-06-16 21:27 GMT-07.00, All The Stories Is Taeyeon's

    • boleh dong. tapi, liat aja ntar ya. Taeng eonni bakalan sama siapa.

      gomawo udah comment 🙂

      2014-06-17 14:56 GMT-07.00, Kim Eunhye : > ne, gomawo udah comment 🙂 > > 2014-06-17 14:55 GMT-07.00, Kim Eunhye : >> Ne, ada benarnya juga. mending temukan dulu 12 power legend-nya >> >> gomawp udah comment 🙂 >> >> 2014-06-17 5:37 GMT-07.00, Kim Eunhye : >>> Sip sip 😀 >>> >>> gomawo udah comment 🙂 >>> >>> 2014-06-16 21:27 GMT-07.00, All The Stories Is Taeyeon's

    • untuk couple, aku juga masih bingung. aku juga udah bilang, genre rommance-nya hanya sedikit. tapi, kalo mood aku bagus, mungkin bakalan ada couple-couple-an.

      ne, amin. gomawo uda comment 🙂

      2014-06-17 14:57 GMT-07.00, Kim Eunhye : > boleh dong. tapi, liat aja ntar ya. Taeng eonni bakalan sama siapa. > > gomawo udah comment 🙂 > > 2014-06-17 14:56 GMT-07.00, Kim Eunhye : >> ne, gomawo udah comment 🙂 >> >> 2014-06-17 14:55 GMT-07.00, Kim Eunhye : >>> Ne, ada benarnya juga. mending temukan dulu 12 power legend-nya >>> >>> gomawp udah comment 🙂 >>> >>> 2014-06-17 5:37 GMT-07.00, Kim Eunhye : >>>> Sip sip 😀 >>>> >>>> gomawo udah comment 🙂 >>>> >>>> 2014-06-16 21:27 GMT-07.00, All The Stories Is Taeyeon's

    • nanti bakalan aku pikir-pikir lagi. pokoknya setiap power legend itu akan daoet moment dengan Taeng eonni. tergantung mood aku juga sih, ahahaha.

      gomawo udah comment 🙂

    • aku emang suka sama mereka. dan menurut ku, teman yang paling cocok buat Taeng eonni itu cuma Sica doang. dan merka keliatan klop dan saling melengkapi.

      gomawo udah comment 🙂

  5. Akhirx di post jga chap 2nya 😀
    pairingx nanti aja thor mending ditemuian dlu member exo yg ilang
    nextnya nanti sypa ya thor ???
    Pengenx sih chanyeol ato kai
    psti bkal sru @reader sotoy

    fighting

  6. woah… nasibnya tangan taeyeon gimana ya habis salaman sama kris??? oh iya katanya boleh usul couple ya? kalau boleh aku mau Taeng sama Kris^^ boleh ya….^^ next chap jangan lama” Hwaiting!!!^^

  7. kalo diliat sih yang paling dket sama taeng disini itu lay ge. aku sih gakmasalah kalau pairingnya LayTae kan jarang juga tuh, tpi pgennya LuTae ato Seyeon *dasar reader plinplan* haha aku udh sotoy bget kirain itu tdi si happy virus a.k.a park chanyeol gak taunya si daddy hahaha. wah author semangat! smga hasilnya memuaskan. amin^^ aku kira komentarku udah panjang jdi gak usah diperpanjang lgi kekeke~ xD salam SQUID ! dan Taengangster hahaha~ yehet

  8. 2 orang sudah ketemu. Tinggal 10 orangdeh. Selanjutnya syapayaa?
    Okdeh, aq tnggu chap slanjutnya yaa thor.
    Fighting!!

  9. Wah wah wah seru nih ^^
    Menurut aku sih bebas siapa aja 😀
    Aku bingung may coment apa lagi 🙂
    Oh ya salam kenal 🙂
    Ditunggu next chapternya 🙂

    #fighting^^

  10. Keren thor…
    Kalau boleh milih, taeyeon sama lay atau tao atau DO. Soalnya jarang couple mereka. He…he…he…
    Next chap thor
    fighting

  11. Keren thor….
    Kalau boleh milih, taeyeon sama lay atau tao atau DO. Soalnya jarangkan couple mereka.
    Next chap thor…
    Fighting

  12. Untuk pairing nya sih nti2 aj
    Yg penting ketemu dlu sama yg laennya dlu
    Hehe
    Ditunggu next chap nya deh

  13. Kkyaa~~ di update jugaa..
    Wah.. Lay ama Kris udah ketemu tuh.. next chap siapa yang ketemu thorr?
    Napa TBC harus muncul??? Nanti nanti aja munculnya..
    Update soon yah thor..
    Hwaitaeng!!

  14. Eonni-ya… ffnya bagus banget. Aku suka kalo Taeyeon eonni dipasangin sama Baekhyun oppa. Oh,iya eonni, aku readers baru disini. Annyeong haseyo joneun Valen imnida. Aku umur 12 salam kenal eonni.

    • ne, makasih saeng. nanti bakalan eonni pikirkan lagi.

      waaah, salam kenal juga, saeng.

      gomawo udah comment 🙂

      2014-06-17 15:07 GMT-07.00, All The Stories Is Taeyeon's

  15. Wwaahh, makin rame… Tpi aku kurang enak baca nama lay atau kris atau taeyeon pake embel2-ssi heheheh…. Cuma pengen mengkritik sedikit thor, mian ne kalau keberatan, tapi tetep daebak kok sesuai dugaanku hehheeh… 😀

  16. Makin bikin penasaran yaa ffnyaaa iniiihhh>< Untung udah ada chap selanjutnya hahahaha*tawaevill* INI SERU BANGET NYESEL GABACA DARI AWAL DI POSTTTT:(

  17. Senangnya Taeng eonni bisa bangunin Layge ㅋㅋㅋㅋ
    jadi envy sendiri dech 🙂
    btw….. Kris orang ke-2 yg berhasil Taeng kumpulkan^^
    kocak kalo pas scene TaeSic^^
    D A E B A K !!!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s