Someone (Chapter 7)

Someone 8

Someone

Main Cast: Taeyeon – Kris – Suho || Genre: Romance – Family – Sad – Comedi || Length: Chapter || Rating: PG 17

Disclaimer : FF ini berasal dari otakku dan bukan plagiat.

Happy reading J . . . .         

 

. . . . . . . . . . . . . . . .

 

 

Sedari tadi yeoja itu terus mencubit dan memukul bantal di pangkuannya. Bibirnya masih cemberut semenjak beberapa jam yang lalu. Belum kering di ingatannya bagaimana namja bermarga Wu itu membuatnya menjadi bahan tertawaan banyak orang. Sungguh mengesalkan bukan?

“Taeng-ah ada Suho diluar” eomma dari luar pintu sedikit meninggikan suara memanggil Taeyeon.

Suho? Tidak biasanya namja itu berkunjung ke rumah Taeyeon. tapi dibandingkan dirinya yang sangat malu hanya karena egonya, Suho lebih darurat daripada itu. jadi, disaat seperti ini Taeyeon harus selalu ada menghibur dan berusaha melindungi Suho apapun yang terjadi.

“Ne eomma sebentar” Ia bergegas pergi mencuci wajahnya karena matanya sudah merah dan sedikit bengkak gara- gara menangis. Kemudian setelah itu ia berlari menuruni anak tangga dan tersenyum kecil saat matanya dan namja itu saling bertemu.

“Suho-ya ada apa?” Tanyanya setengah berlari menuju sofa.

Namja yang ditanya berdiri menghadapnya. “Wae? Apakah kau khwatir?” tanyanya mengira- ngira.

“A-niya, bukan begitu maksudku.” Sangkalnya sedikit tersipu malu.

Suho mengacak rambut Taeyeon lembut, “Dasar anak ini” Ucapnya lembut, sementara Taeyeon memperbaiki kembali rambutnya yang tidak teratur karena ulah namja tadi.

“Tapi benar-benar tak ada apa- apa?” tanyanya sekali lagi memastikan. Suho mengangguk disertai lengkungan lembut di bibirnya.

“Ani, ada yang ingin ku tunjukan padamu. Boleh?” Tanyanya penuh harap.

Taeyeon berfikir sebentar kemudian mengangguk kecil. “Kenapa tidak?”

“Noona katanya malam ini mau bantu aku ngerjain PR” Luhan bersama tampang kusutnya mendekat dari belakang dan membuat Taeyeon menoleh begitu juga Suho.

Taeyeon sedikit bingung menjelaskan. Disisi lain, dia sudah berjanji pada adiknya. Tapi di lain sisi lagi ia tak mau mengecewakan Suho. “Taeng-ah gwenchana. Bantulah Luhan dulu, kapan- kapan kan masih banyak waktu” Suho menengahi karena melihat kebingungan Taeyeon.

“Ah mianhae Suho-ya”

“Apa ini? Suho hyung tadi mengajak Taeyeon noona keluar?” Tanya Luhan.

Suho melangkah dan mengacak rambut Luhan sama seperti yang ia lakukan pada Taeyeon. “Aniya. Bukannya kau ingin belajar? Lain kali kan masih banyak waktu”

“Andwe” kepala Luhan menggeleng tegas, yang berarti ia menolak pendapat Suho. Taeyeon memutar bola matanya setelah melihat itu, ia tahu betul apa yang sedang adiknya fikirkan. Tapi setelah kejadian kemarin, entah kenapa ia menjadi sedikit canggung dan berusaha bersikap sebaik mungkin di hadapan Suho.

“PRku tidak harus dikumpukan besok kok. Jadi tidak apa- apa noona dan hyung pergi tapi . . . .” Ucapnya menggantung. “Aku harus ikut” lanjutnya dengan senyum cerita.

Suho menatap Taeyeon kebingungan. Tidak mungkin ia mengajak Luhan ikut saat ia ingin menyampaikan sesuatu yang sangat penting. “Ah bisa saja sih. Tapi . . .. “

“Ayolah hyung . . . .” Bujuknya mengeluarkan aegyo.

Taeyeon mengangguk kecil saat Suho menatapnya lagi meminta persetujuan. Dari pada nantinya canggung mungkin ada baiknya juga kalau adiknya ikut.

 

. . . . . . . . . . . . . . . .

 

Seorang gadis berdiri di depan pintu putih seperti ingin memencet bel tapi terlalu berat untuk mengangkat tangannya. Dari ekspresinya, terlihat sekali raut wajah khawatir dengan sedikit ketakutan entah kenapa. Seolah pemilik rumah itu benar- benar menakutkan.

Dengan satu tarikan nafas, ia mengumpulkan keberanian untuk memencet bel itu. tangannya meremas erat koper miliknya untuk menenangkan diri. Dan Clek pintu terbuka.

Gadis itu menunduk rendah saat namja tinggi berdiri dihadapannya tepat setelah pintu terbuka. “Wae? Apa yang membawamu kesini?” Tanyanya terayun lembut, namun sangat membekukan.

Tangan yeoja itu sedikit bergetar. “E-eomma dan appa yang menyuruhku oppa. Ia ingin oppa kembali, tinggal di rumah kita.” Jelasnya pelan lebih seperti bisikan.

Namja itu mendesah biasa, namun terlalu horror jika namja itu yang melakukannya. “Jepang? Ck kau tahu kan aku tak akan menginjak Negara itu? Lebih baik kau pulang dan bilang kepada wanita dan lelaki yang kau panggil eomma dan appa itu bahwa aku tidak akan menginjak Negara yang sama dengan namja brengsek itu” Kris menggepal tangannya kuat menahan amarah. Dari suaranya yang seperti tertahan juga sudah menandakan sesuatu yang buruk mungkin akan meledak.

Yeoja itu memberanikan diri mengangkat kepalanya, air matanya sudah jatuh bercucuran. Bersama dengan itu gumpalan namja itu mengendor, bagaimanapun marahnya ia pada orang itu, tapi melihat adik bungsunya menangis seperti ini lebih menyayat hatinya.

Ia meraih kepala yeoja itu menyandar tepat di dadanya. “Hiks . . . hiks . . . hiks . . . “Isak tangis yeoja itu. “Kris Oppa aku merindukanmu” ucapnya membalas pelukan namja itu.

Kris mengangguk, “Aku juga merindukanmu Sora-ya. Tapi kau yang telah memutuskan ini bersama eomma dan appa. Lebih memilih pergi bersama si brengsek itu dari pada tinggal bersamaku di korea lima tahun yang lalu”

Sora merenggangkan pelukannya kemudian menatap lekat- lekat namja itu. “Oppa yang kukenal tidak sekasar ini. Oppa yang kukenal tidak seegois ini. Oppa, Junsu oppa berada dalam situasi yang berbeda saat itu. ia terlalu banyak menanggung luka.”

Kris mendorong pelan Sora menjauh darinya dan kemudian memutar badannya membelakangi yeoja itu. matanya sudah semerah cabe segar siap panen. “Kasar? Egois? Luka ck” Ucapnya sarkastik kemudian berbalik.

“Aku tak mengerti dengan semua ini. Siapa yang telah merebut tunangan orang lain? Siapa yang telah mengambil kesucian tunangan saudaranya sendiri dan bahkan menghamilinya? Aku hah?” suara Kris meledak- ledak bersama dengan air matanya yang tumpah.

“Tiga tahun Sora, tiga tahun aku menjalin hubungan dengannya. Tapi beberapa hari sebelum pernikahan tunanganku malah hamil. Dan kau tahu? Saudaraku Sora, oppamu yang telah melakukan itu” Tambahnya kembali membelakangi Sora yang juga menangis.

Kris memegang gagang pintu itu erat. “Luka? Mengapa semua orang hanya memikirkannya? Apa karna dia gila setelah kejadian itu? apakah aku harus gila juga agar kalian lebih memilihku hah?” Ucapnya pelan dengan suara bergetar.

Sora menggeleng walaupun ia tahu oppanya tak melihat. Diraihnya lengan kiri Kris namun dihempaskan namja itu. “Tapi oppa, Junsu oppa telah kehilangan Hyera noona dan oppa juga mengambil anaknya. Mungkin oppa akan sembuh jika ia bertemu dengan Sehun.”

Kris semakin mempererat pegangannya, seandanya itu bukan adiknya ia mungkin sudah membunuhnya. “Kehilangan? Apa kau fikir aku tidak kehilangan hah? Tunanganku hamil karena saudaraku dan kemudian ia meninggal ketika melahirkan, kau fikir siapa yang paling tersakiti disini? Dan untuk Sehun, dia akan terus bersamaku. Dia tetap anakku dan tak ada yang bisa mengambilnya”

Prak . . .

Kris menutup pintu dengan keras. Sora jatuh tersungkur ke lantai, sungguh ia merasa bersalah. Ia setuju dengan apa yang di katakana Kris. Tapi sekali lagi ia juga tak bisa mengabaikan Junsu yang tengah sakit.

Di lain sisi, Kris menyender di pintu bersama linangan air matanya. Lima tahun? Dan kembali luka itu terbuka dari perbannya yang selama ini ia pasang sangat erat. Lututnya lemas hingga ia perlahan merosot.

“Hyung . . . . “ Ia kaget saat Sehun tepat berdiri di hadapannya dengan mata sangat merah seperti telah menangis.

Sehun berlari dan memeluk leher Kris begitu juga namja itu membalasnya. “Hyung benal, Thehun tak akan pelna pelgi dali sini. Thehun janji”

 

. . . . . . . . . . . . . . . .

 

“Aissh begini nih kalau noona datang, selalu saja menyuruhku kemana- mana. Nggak tau apa ini sudah jam berapa? Ah sepertinya aku harus mengajak Taeyeon untuk membantuku mencari mangga muda itu. apakah noona hamil? Ah tidak tidak. Ini tidak bagus jika noona hamil, pasti semua orang akan lebih menyayangi adik kecil itu dari pada aku. Andwe”

Namja berisik yang sudah ditebak adalah Chanyeol itu selalu saja mengomel sepanjang jalan. Tapi omelannya tertahan saat matanya tidak sengaja melirik ke ujung jalan dan melihat seorang yeoja yang tidak asing duduk dengan koper di sampingnya.

“Itu bukannya yeoja yang kemarin di dalam mobil? Oh iya kemarin aku salah menarik orang, dan yeoja itu yang aku tarik” Ingatnya kembali kemudian menepikan mobil tepat dihadapan yeoja itu.

Yeoja yang tak lain adalah Sora yang sedang menangis berusaha menyeka air matanya begitu melihat sebuat mobil berhenti. “Annyengo haseyo” Sapa Chanyeol, Sora tampak bingung namun tetap bangkik dan ikut menunduk hormat. “Ah mungkin kamu sudah lupa yah soal kejadian di bandara?” Tanyanya lebih tepatnya berusaha mengingatkan.

Sora Nampak berfikir sebentar, tapi kemudian mengingat, “Oh ne aku ingat” jawab Sora sekedarnya.

Chanyeol tersenyum malu sambil menggaruk belakang lehernya. “Ah tentang masalah itu mianhae aku benar- benar tidak sengaja”

“Aniya, itu juga bukan salahmu”

Akhirnya perasaan Chanyeol kembali lega tanpa rasa bersalah. “Oya kamu sedang apa disini?” Tanyanya.

Sora mengembus pelan kemudian bergumam. “Sebenarnya aku baru saja dari Jepang saat bertemu kamu di bandara. Tadi aku juga pergi ke rumah oppaku, dan sepertinya ia belum menerimaku” jelasnya tampak sedih.

“Jadi oppamu mengusirmu?” tanyanya tak habis fikir. Sora mengangguk pelan mendengar pertanyaan Chanyeol, ‘Lelaki macam apa dia?’

“Mungkin kau berfikir jelek tentang Kris oppa sekarang. Tapi ini tidak seperti yang kau fikirkan” Jelas Sora yang melihat bahwa Chanyeol mulai berkutat dengan fikirannya.

Tapi di luar pengetahuannya, Chanyeol malah kaget mendengar perkataan Sora, “Kris? Apa dia namja tinggi dingin yang tidak berpera . . .” Chanyeol membekap mulutnya hampir keceplosan. Sora yang melihatnya hanya tersenyum getir.

“Kau mengenalnya?” Tanya Sora penasaran.

Chanyeol mengangguk, ‘Tentu saja, namja tidak punya sopan santun dan kasar itu kan?’ Umpatnya dalam hati tapi masih tersenyum menatap Sora.

“Apa Kris oppa pernah bersikap kasar padamu?” Tanyanya curiga karena senyum Chanyeol yang benar- benar terpampang nyata tidak tulusnya.

“ah kau sudah mengenalnya. namun mungkin ada sedikit salah paham, kalau kau punya waktu bisa tidak mengantarku ke rumah pamanku tapi agak jauh dari sini. Sekalian aku bisa menceritakan kamu tentang Kris oppa supaya tidak salah paham lagi”

Chanyeol mengangguk canggung masih tersenyum paksa, yah lebih tepatnya hanya sekedar menarik kedua ujung bibirnya sedikit jenkel.

 

. . . . . . . . . . . . . . . .

 

Sebuah mobil memasuki pintu gerbang rumah mewah yang tampak mencolok diantara rumah yang lain karena halaman yang sangat luas.

Dari pintu kemudi keluar seorang namja setelah mobil terparkir tepat di depan rumah dan bergegas membuka pintu belakang mobil itu. “Wah daebak, rumahmu benar- benar besar” Puji Taeyeon ketika keluar dari mobil diikuti oleh Luhan.

Namja kecil itu memutar bola matanya. “Noona berlebihan sekali. Walaupun rumah kita di seoul cukup sederhana. Tapi lain halnya dengan rumah appa di jepang” ucapnya yang lansung mendapat tatapan membunuh dari Taeyeon. “Ah mian sepertinya aku melakukan kesalahan”

Taeyeon memutar bola matanya. Dari perkataannya saja, Luhan sepertinya benar- benar berusaha menjadi sangat dewasa. Entah darimana anak itu belajar. “Mian Suho-ya, Lulu sepertinya tidak mengerti apa yang di bicarakannya.”

“Sudahlah aku masuk duluan. Tenang hyung aku akan menganggap ini sebagai rumah sendiri” Luhan berjalan dan masuk ke pintu yang memang sudah dibuka oleh seorang pelayan.

“Ya!”

“Taeyeon-ah tidak apa- apa. Dia masih sangat kecil, jadi biarkan saja” Lerainya.

Taeyeon menghembus sebal. “Apa anak kecil bisa berbicara seperti itu? dasar anak itu . . . “

Suho tersenyum kecil, namun kembali serius setelahnya. “Jepang? Mengapa Luhan bilang seperti itu? seolah- olah kau mempunyai rumah di jepang?” tanyanya.

Taeyeon menatap Suho sambil berjalan berdampingan memasuki rumah. “Ah itu. sepertinya aku belum pernah cerita sebelumnya. Jadi begini, appaku sebenarnya lahir dan besar di jepang. Tapi karena menikahi eomma akhirnya appa tinggal di korea. Perusahaan appa juga ada di jepang karena itu ia lebih sering di jepang daripada korea. Terakhir kali disini saja sewaktu Luhan jatuh dari tangga” Jelasnya.

Suho mengangguk mengerti. Tapi setelahnya malah Taeyeon yang dibuat kaget setelah memasuki ruang berpintu itu. “Suho apa ini?” Tanyanya gugup memerhatikan dengan teliti gambar- gambar yang tergantung di dinding- dinding ruang tamu.

“Itu yeoja orang yang kucintai” Jawabnya santai membuat Taeyeon kaget. Suho hanya berjalan mendahuluinya tanpa ada beban sedikitpun di langkahnya.

Tiba- tiba Taeyeon teringat sesuatu, ‘Kau tahu bahkan ia mengoleksi foto gadis itu di kamarnya. Sedangkan aku? Hmm’ perkataan Seohyun benar. Bahkan bukan hanya di kamar, tapi juga di seluruh ruang kemanapun matanya berkeliaran.

Suho membalikkan tubuhnya mendekati Taeyeon, namja itu meraih tangan yeoja itu membuat Taeyeon mengangkat kepalanya. Tidak melawan ataupun menikmati, ia terlalu shock. “Aku tahu kau menyukai orang lain sekarang. Jadi jangan terlalu khawatir aku tidak akan memaksamu untuk bersamaku” Ucapnya. Diam- diam Taeyeon menarik nafas lega.

Yah lega. Walaupun Kris sangat kasar dan sulit dimengerti tapi ia mencintainya.

“NOOONNNNAAAAA . . .”

“Omo! Itu suara Luhan. Dimana dia? Lulu-yaaaaa” Taeyeon menarik tangannya mulai berlari mengelilingi ruang besar itu.

Berbeda dengan Taeyeon, Suho tampak sangat tertekan. Matanya sangat merah, “App—pa “

Gadis itu memberhentikan langkah cepatnya, appa? Bukankah berarti, Luhan tengah bersama orang yang bahkan tega menyakitiki anaknya sendiri?

 

. . . . . . . . . . . . . . . .

 

Namja paru baya yang mempunyai wajah sudah mengeriput tipis itu tersenyum melihat namja lain yang sepertinya berumur tak jauh beda darinya berjalan mendekati meja tempatnya duduk. “Wu Yi So lama tidak bertemu” Tuan Kim menyambut orang itu dengan pelukan hangat.

“Wow sepertinya Tuan Kim Lu Yeon sangat merindukanku” Gurau orang itu.

“Ayo duduk” sambut Tuan Kim sehingga mereka sekarang duduk berhadapan. “Aku sudah memesan makanan kesukaanmu jadi kau tak perlu repot- repot memesan sesuatu”

“Aku selalu merasa buruk karena kau terus memesan untukku” Candanya lagi. Tuan Wu adalah orang yang mempunyai selera humor yang tinggi.

Tuan Kim hanya tersenyum melihatnya. Ia tahu sahabatnya itu tengah menyembunyikan sesuatu di balik senyumannya. “Kenapa kau menatapku seperti itu? aku bukan narapidana yang sedang kabur kau tahu kan?” Tuan Wu membuat lelucon lagi.

Tuan Kim mendesah pelan. “Wae? Kenapa kau menyuruhku bertemu tiba- tiba begini? Apakah ada masalah lagi?” tanyanya langsung.

Senyuman Tuan Wu berubah tidak mengenakkan. “Sepertinya aku terlalu jelas yah? Hehe”

“Ada apa Yi So? Apakah Junsu mengamuk lagi?” Tanya Tuan Kim.

“Ani, dia sudah tenang beberapa hari terakhir. Hanya saja . . . . “

“Hanya saja apa?” tanya Tuan Kim penasaran.

Tuan Wu membuang nafas,”Sora pergi ke Seoul untuk menemui oppanya. Jujur saja Lu Yeon aku sangat merindukan anakku, tapi seperti terakhir kali, ia masih sangat membenciku” ucapnya dengan sorot mata penuh penyesalan.

Tuan Kim menepuk pundak sahabatnya menenangkan. “Aku mengerti perasaanmu. Tapi aku juga mengerti perasaan Kris. Setelah pengkhianatan yang sangat kejam dan keluarganya malah pergi meninggalkannya, itu pasti sangat berat” Ucapnya kemudian mendesah prihatin.

“Aku tahu ini terlalu kejam, tapi aku juga tidak bisa meninggalkan Junsu dalam keadaan seperti itu. ini benar- benar situasi yang sulit.”

“Hmmm, ini benar- benar sulit. Tapi tenanglah pasti ada jalan keluar suatu saat nanti” Tuan Kim berusaha menenangkan dengan senyuman tulusnya.

 

. . . . . . . . . . . . . . . .

 

Umur Taeyeon mungkin berkurang 10 tahun saking kagetnya melihat Luhan saat ini. Tangannya diikat, dia diseret seperti di paksa untuk berjalan, tapi ia tak tahu harus berbuat apa melihat kedua pria besar yang membidikkan sesuatu berbentuk pistol tidak itu memang pistol ke kepala adiknya.

“Lulu-ya. . . .” Ia tak mampu menahan air matanya yang terjatuh perlahan membasahi wajah mulusnya.

Suho menggepalkan tangannya erat sampai Sesutu berwarna hijau kebiruan terlihat. “Apakah appa yang melakukan ini? Mana appa? Anak itu tidak ada urusannya dengan semua ini. Jadi lepaskan dia atau . . . . “

“Atau apa?” Suho membidik matanya tajam kepada namja yang tak lain adalah appanya keluar dari ruang lain diikuti beberapa suruhannya. “Apa hah? Kau bilang anak itu tidak ada hubungannya? Lalu apakah aku harus langsung menyerang orang yang menyebabkan semua ini?” Pria berkursi roda itu bermain kata yang mempunyai maksud apakah ia harus menyerang Taeyeon secara langsung? yang merupakan penyebab dari semua ini. Yeoja yang membuat Seohyun merasa cemburu.

Ia melirik ke arah Taeyeon, yeoja itu merasa terintimidasi oleh Tatatapan appa Suho. Mengerti ekspresi Taeyeon yang takut setengah mati Suho menarik tangannya untuk bersembunyi di belakangnya.

Appanya melihat itu dan tersenyum penuh arti. “Sepertinya anakku ini benar- benar jatuh cinta rupanya. Tapi sayang appamu ini tak suka dibantah” Katanya penuh penekanan.

Ia memencet tombol di kursi roda hingga perlahan maju mendekati Luhan. Appa Suho mengambil salah satu pistol di saku jass hitamnya. “Kau sepertinya harus di beri sedikit peringatan.” Ucapnya pelan namun sangat menusuk. Tepat setelahnya

Bruak . . .

“SUHO-YA . . . “Pekik Taeyeon saat Suho jatuh berlutut tepat setelah peluru melesat ke kakinya.

“Kau juga ingin bermain- main KIM TAEYEON” Tanyanya sarkastik mengarahkan pistolnya ke kepala Luhan tanpa memerhatikan Suho yang terluka. “Luhan- ah hiks . . . .” jantung Taeyeon berpacu sangat cepat serasa ingin lepas dan terpental ke tanah. Apa yang harus ia lakukan? Melawan? Tapi bagaimana dengan adiknya?

Jika Luhan atau Suho menjadi korban, ia pasti tak dapat hidup lagi. Itu yang difikirkan Taeyeon sekarang. Orang itu benar- benar tak main- main. Melihat Suho yang menahan sakit, Luhan adiknya yang pasti tertekan sekarang ini seperti itu. membuatnya memutuskan untuk mengakhiri semuanya.

“Bukankah kau bilang aku penyabab semua ini? Jadi tolong jangan sakiti Suho ataupun adikku. Kau bisa menembak atau bahkan membunuhku sekarang” Ucapnya penuh tantangan. Ia tak pernah seberani ini sebelumnya. tapi situasi sekarang benar- benar berbeda.

“Taeng-ah apa yang kau katakana?” Kaget Suho.

“Ternyata yeoja ini sangat berani rupanya” appa Suho mendekat Ke arah Taeyeon yang sudah bergetar ketakutan membuat namja paru baya itu menunjukkan smirknya.

Di lain sisi Luhan yang memang mencurigakan karena semenjak tadi hanya diam, mulai bergerak dan mengarahkan tangannya ke saku celana yang ia gunakan. HP, ia meraih benda persegi panjang itu kemudian memencet tiga huruf. “POLISI TOLONG DISINI ADA ORANG . . . . “

Bruak . . .

“LULU- YAAAAAA . . . . “

 

*To Be Continued . . .

Annyeong readers, mian yah aku baru sempat nge-post FF. soalnya dari kemarin sibuk ngurus buat masuk SMA. Apalagi harus tes, jadi sempat stress gara- gara berasa ngulang UN lagi.

Bagaimana ceritanya? Ah aku udah kehabisan ida jadi semain gak jelas deh hehe . . . .

Part selanjutnya aku berusaha secepat mungkin yah J

 

Advertisements

29 comments on “Someone (Chapter 7)

  1. akhirnya terungkap juga siapa Sehun itu sebenarnya . makanya Sehun itu manggil Kris “HYUNG” ohhh..
    Chanyeol-ah kau begitu ceroboh-,-
    Appa-nya Suho kejem banget dah -,- so Seohyun itu calon Suho ? terus cemburu sama Taeyeon ? terus Appa-nya Suho marah ? heol! gue bunuh juga tuh orang :/
    kyaa kenapa dengan Luhan ?! jika terjadi sesuatu sama Taeyeon/Suho/Luhan ! kubunuh kau MISTER KIM ! huh !!
    Luhan gak apa apa kan ? jeball
    okelah next ditunggu ne ^^ jangan lama ok ^^
    BIG FIGHTING!!!
    p.s. semoga lulus ne di SMA-nya 😉

  2. Napa thor luhan nya kenapa? Kok TBCny cepet banget sih thor? Ayah suho jahat bingit bingit bingit pake bgt sama anak kecil, next jangan lama lama ya thor!

  3. ya!!!! luhan kenapa??? ish!!! appa suho pesikopat!!! appa terbodoh!!! kenapa tega ngelukain anaknya sendiri, dan orang lain?? gak berperikemanusiaan!!! maksain seo untuk suho udh tau suho gak suka sama seo!!! knp gak mati aja appa nya??? kenapa gak d penjarain???
    ditunggu chap selanjutnya thor^^ Hwaiting!!!^^

  4. Aaaaaa..
    Benci bgt sma to be continued!!

    Aku akhirnya tau Sehun itu siapanya Kris,, tpi msh pnasaran sma Junsu ituu ..

    Apa yg trjadi dgn Luhan? Jgn dtembak yaa plsss, kasian msh kecil!

    Gatau next chapnya gmna nti, just let them go!

    Updatesoon authornim, fighting!!!

  5. woy, bpakny suho biasa aja dong*oke abaikan, reader ngamuk
    luhan pintar ciee,
    oh jdi sehun it anak tunangan kris ya hmmm
    menarik, next chap jgn lama lama ya

  6. yah luhan kenapa ? 😦
    suho juga kasian 😦
    yang lebih kasian lagi taeyeon 😦
    ternyata sehun itu bukan anaknya
    sekarang aku udah tau 🙂
    eh author lagi mau masuk sma ya ? fighting ya 😉
    aku juga mau masuk sma ko 😉
    ditunggu next chapternya 🙂

    #fighting^^

  7. Bagian terakhirnya itu anu itu/? Aku syok/? Ah tidak luhaaaaaaann apa luhan yang ditembak? Ah andwaeeee….. Appa nya suho ih gedek banget aku mentang2 holangkaya se enaknya aja-_- iiiih kok jadi lebih seru gini sih thor untung udah terungkap ya si sehun itu siapa huaaah next chapter palliiii hwaitiing nee

  8. Bgs2
    Tp udh lama bgt yah nih ff ga dilanjutin
    Knp itu?
    Ad polisi yg dtng yah?
    Penasaran nih sama kelanjutannya
    Klo bs lanjutannya jgn lama2 yah

  9. Bgs2
    Tp udh lama bgt yah nih ff ga dilanjutin
    Knp itu?
    Ad polisi yg dtng yah?
    Atau kris yg dtng?
    Mungkin aj dia ngikutin Taeng? ^^
    Penasaran nih sama kelanjutannya
    Klo bs lanjutannya jgn lama2 yah

  10. Akhirx di post jga chap 7 nya 😀
    jdi sehun it anakx tunanganx kris oppa ya yg dihmilin sma saudrax…
    omo.. Luhan knapa tu thor ????
    Dia gak ditembakkan thor ????
    Ayah si suho it kok jhat bget sih thor bhkan anak2 pun jga dilukai ;(
    nextnya bkin pnasaran nih thor

  11. Wah terungkap juga siapa sebenernya sehun itu, bener2 miris 😦
    Andwaeeeeeeee itu luhannya diapain? 😥
    jadi semakin rumit ceritanya -_-
    tapi.. aku suka hehe
    next chapnya ditunggu 🙂

  12. aaaaaaaaa/?
    thor cepetan lanjut :v
    huweeee itu Luhan kenapa T.T
    appanya Suho jahat bgt huweee/? –“

  13. Lulu ku kenapa?apa yang akan terkadi?aduh thor lanjut penasaran nih,gemetaran pasa baca yang terakhir.

  14. eeehhhh ngapain tuh bapak nya suho nyakitin luhan
    awas aja ya kenapa” aku gentayangin authornya 😀
    ohhh jd sehun anak junsu
    kependekkan thor
    panjangin lg gitu hehe

  15. suho segitu suka nya sama taeng
    kristaengnya ga muncul;; kependekan thor, kaya celana2 cabecabean jaman skrg/? wk
    hueee knp rumit gini;;
    next chapt soon ya thor, jan lama lama<33

  16. Huaaaa hiks.. hiks.. kenapa harus tbc? tapi daebak thor. Buat lebih panjang lagi thor. Soalnya nanggung banget itu. Udah terlanjur geregetan. Appanya suho gitu banget sih? Tua-tua kok jahat? *PLAKK. Kris makin keren dah walaupun dia bukan bias saya. Pokoknya jangan lama-lama tapi aku akan setia menunggu author ngepost lagi. 🙂 FIGHTING!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s