[ONESHOT] I Still Love You Until Die

 

Gambar

Tittle              : I Still Love You Until Die

Author           : Rosalia

Main Cast      : EXO Luhan

Kim Taeyeon

Jessica Jung Soyeon

Other Cast     : Temukan sendiri

Genre             : Gaje Fantasy, Angst, Sad

Lenght            : One Shot

Annyeonghaseyo.. Joenun Rosalia imnida. Author baru disini.*bow*
Ini fanfict pertama yang saya publish disini, mohon apresiasinya yaa.. sebelumnya emang udah saya post di wordpress pribadi saya sih, hanya saja pakek OC.

Mianhae banyak-banyak saya ucapkan karena saya cukup waras untuk mengatakan efef ini bagus…Mianhae ada banyak adegan yang digambarkan cukup lebay plus alay dan lain sebagainya, karena pada dasarnya saya memang lebay #jujur#…..Okedeh langsung baca aja. Mian banyak typo, ataupun kata-kata gak sesuai EYD #habis tadi nyari KBBI kelamaan!# Happy reading,…..☺ No PLAGIATORS! NO SIDERS!

 

*

 

Apa karena asal kita berbeda, kita tak bisa bersatu?
Apa karena wujud kita berbeda, kita tak bisa bersatu?
Apa karena dunia kita berbeda, kita tak bisa bersatu?
Tapi salahkah kalau aku menyukaimu??
Saranghae…..

*

 

“Soyeon-ah, kajja.. Kita bisa terlambat ke kelas Lee Seongsaengnim. Dan dihukum lagi nantinya..Bbali!” Seorang namja berwajah menipu umur berlari-lari menggeret tangan yeoja di belakangnya yang kelihatan sibuk menata buku-buku tebal yang digendongnya.

“Mianhae, Luhan-ah. Aku sepertinya kelupaan satu buku, hanya saja aku tak ingat buku apa itu. Eottokhae, Luhan-ah.” Si yeoja mendadak berhenti berjalan dan membuat namja imut itu ikut berhenti pula.

“Ahh, gwaenchana. Aku bisa berbagi buku denganmu, Soyeon-ah. Bbali. Daripada kita dihukum Seongsaengnim galak itu.”

“Jinjjayo?? Gomawo, Luhannie.. Muaahh.. Kau memang sobat terbaikku…!” Yeoja itu berjingkat dan mencium kening si namja entah dengan maksud apa. Si namja hanya membelalak sebentar sampai kemudian mengusap kepala yeoja beruntung itu.

“Kau ini benar-benar, Soyeon-ah..” Bisiknya.

Keduanyapun berjalan kembali menuju tempat yang memang mereka tuju.

Aku hanya meringis melihat pemandangan itu.
Xi Luhan!
Namja sempurna yang kutaksir setengah mati, meskipun sebenarnya aku memang sudah mati.
Ne, bahkan saking sempurnanya Luhan, sampai-sampai arwah penasaran sepertiku terobsesi olehnya, oleh wajah imutnya, oleh senyum manisnya, oleh suara lembutnya, oleh sikap ramahnya, bahkan oleh setitik bulu rambutnya sekalian..
Intinya, aku tergila-gila pada namja itu!

Aku tidak ingat sejak kapan aku sampai ke kehidupan Luhan. Aku tidak ingat sejak kapan dan kenapa aku menyukai namja itu. Yang kuingat hanya aku begitu berambisi dia mengenalku.

Aneh memang memikirkan arwah yang masih punya perasaan. Bagaimanapun konon orang yang sudah mati, akan melepas segala kehidupan manusia seutuhnya di dunia. Aku sendiri pun tak tau kenapa aku tak bisa meneruskan ‘perjalanan’ normal layaknya jiwa yang sudah meninggal pada umumnya.
Aku sendiri pun tak tau kenapa aku bisa tersasar ke dunia ini lagi. Tersasar ke pusaran cinta yang bahkan tak kusadari telah terlilit antara aku dan Xi Luhan.

Jung Soyeon.
Yeoja paling beruntung sedunia (walaupun itu hanya opiniku) yang berkesempatan mendapat perhatian lebih dari Luhan. Ne, aku tau kalau Luhan sesungguhnya menyukai sahabatnya itu. Luhan kentara betul menunjukannya. Hanya saja aku heran kenapa Soyeon tidak cepat tanggap dengan menerima Luhan sebagai namjachingunya.
Memang, itu akan menyakitiku lebih jauh, tapi jujur saja, aku rela Luhan bersama yeoja lain yang bisa membuatnya bahagia.
Bukankah itu hakikat cinta yang sesungguhnya??

Kembali ke Luhan dan Soyeon yang baru saja keluar dari bangunan kampus. Aku melangkah (arwah juga bisa berjalan, ne..!) mendekati keduanya yang bergandengan tangan.

“Yaa, Xi Luhan. Kenapa kau terus memegang tangan yeoja itu? Tidakkah kau merasakan kehadiranku yang selalu di sisimu? Mungkin hanya angin yang berseliweran di bulu kudukmu?! Yaa, Luhan-ah. Jebal. Aku ingin kau mengenalku.” Gumamku jemu.

Aku bosan menunggu Luhan keluar kuliah sedari tadi. Hanya jongkok bengong sambil menggumamkan kalimat yang sama ratusan kali. Xi Luhan, Saranghae..!

“Luhan-ah, kau benar-benar menolongku. Kau memang sahabat terbaik yang kupunya. Hanya satu. Dan itu kamu.” Soyeon menggosok hidung Luhan manja.

Aku menggeram melihatnya. Bagaimanapun status mereka tak lebih dari sekedar sahabat, masih belum sepasang kekasih. Tapi tingkah Soyeon benar-benar membuatku muak.

“Maka dari itu kau harus bersyukur punya seseorang sepertiku. Kau harus bangga, Soyeon-ah.” Luhan hanya membalas dengan tersenyum simpul.

“Haha, tenang saja. Kalau kau dan aku tercebur bersama ke dalam laut, aku akan lebih dulu berusaha menyelamatkanmu daripada diriku sendiri, Luhan-ah. Percayalah.”

Aku tersentak mendengar ucapan tak berdosa Soyeon. Memang tidak berdosa sebenarnya dia mengatakan itu. Tapi benarkah? Kalau Soyeon sampai bicara begitu, mungkinkah????
Aniyo!!

“Jeongmal? Hmm, apa aku bisa mempercayainya?” Luhan mengangkat satu alisnya dan menunjukkan senyum penuh selidik.

“Ahh tentu saja. Jangan membuatku mengulanginya lagi. Aku baru sadar kalau aku malu telah mengatakan hal itu. Hmm.. Luhan-ah. Sepertinya aku harus pulang dulu. Ada sesuatu yang harus kukerjakan usai ini. Annyeong…” Tiba-tiba saja Soyeon melambaikan satu tangannya dan berlari menjauh.

“Aku tidak mengerti dengan anak itu. Selalu saja. Hufft…”

Aku mengganti posisi Soyeon yang sebelumnya berjalan di samping kanan Luhan. Tentu saja aku tak bisa menggandeng tangannya itu sebagaimana yang dilakukan Soyeon. Menyentuhnya saja aku tidak bisa.

“Xiao Lu, Ehmm.. Mungkin tidak sopan tiba-tiba aku memanggilmu dengan sebutan seenaknya begitu. Gwaenchana, anggap saja itu panggilan kesayanganku untukmu. Asal kau tau, Xiao Lu. Bahwa akulah yang selalu berbisik pelan padamu sebelum kau tidur. Hehe, tidak sopan, ne aku masuk ke kamarmu begitu saja. Walau bagaimanapun aku ini kan yeoja. Tau kah kau kalau aku yang berusaha membangunkanmu tiap pagi, yang selalu menceritakan hal tak jelas saat akan berangkat kuliah jika Soyeon belum datang.. Tau kah kau Xiao Lu, kalau aku hampir ada di setiap hari-harimu….Sebenarnya sih kecuali saat kau berada di………..”

Aku berhenti bicara sendiri, begitu mendadak saja Luhan menoleh ke arahku. Aku yang mungkin saja sudah tak punya jantung kenapa juga merasa berdebar.

“Kau tak mungkin bisa melihatku, kan, Xiao Lu?”

Entah karena aku salah lihat atau aku yang salah sangka, kulihat Luhan menggelengkan kepalanya begitu aku selesai bicara, dia (seolah) bisa memandang wajahku.

“Luhan-ah…. Neo…..!”

Lama-lama aku jadi bingung sendiri. Bingung bercampur sedikit ketakutan. Luhan terus saja melihat ke arahku seolah mengamati sesuatu. Tidak mungkin sekali kalau dia bisa melihatku. Dia namja normal, bukan indigo ataupun sejenisnya.

“Kenapa aku merasa kau mengamatiku, Luhan-ah? Seolah kau bisa melihatku. Kau…… membuatku takut.”

Ajaibnya, usai aku berkata begitu Luhan langsung memalingkan wajahnya dan kembali berjalan.

엑소시대

“Kau ini sebenarnya sedang mengerjakan apa sih, Xiao Lu? Kenapa serius sekali? Tapi wajahmu kelihatan makin imut meski bagaimanapun suasana hatimu. Itulah faktor lain yang membuatku semakin menyukaimu. Kau pandai menyembunyikan suasana hati.”

Luhan menghentikan aktivitas menulis yang ditekuninya sejak tadi. Entah kenapa belakangan jika aku berbicara sedikit agak panjang, Luhan tiba-tiba menghentikan aktivitasnya. Aku sedikit berpikir kemungkinan Luhan tau keberadaanku, tapi langsung ditepis fakta lain bahwa Luhan bukan indigo, aku tak pantas untuk sekedar dikenal Luhan, karena kami beda dunia jadi tak mungkin bisa bersama walaupun hanya bertitel teman.

“Nuguseoyo? Apa yang kau mau dariku?”

Aku terlonjak mendengar gumaman Luhan. Dia menggumam atau bicara padaku, ne?

“Xiao Lu, apa kau benar-benar bisa mendengarku?” Tanyaku ragu.

“Namaku Xi Luhan. Bukan Xiao Lu.”

Aigoo…Luhan benar-benar bisa mendengarku. Aku memundurkan posisi beberapa jarak darinya.

“Kenapa kau yang takut padaku? Harusnya aku kan? Kau hantu dan manusia takut pada hantu.”

“Kau benar-benar…..”

“Ne, aku bahkan bisa melihatmu.”

Aku terbelalak mendengar pengakuan singkat Luhan.
Bagaimana mungkin??!

“Eottokhae? Wae geurae? Kenapa kau tiba-tiba bisa tau tentangku? Aku tak kasat mata kan?” Aku berusaha meyakinkan diri kalau wujudku sekarang memang benar-benar arwah.

“Bukan tiba-tiba. Aku bisa mengenalimu sejak awal kau datang padaku. Aku tidak ingat kapan itu, tapi yang kuingat kau mengingatkanku pada seseorang.”

Tak kusangka akhirnya datang juga waktu ini.
Aku bisa mengobrol dengan Luhan!

“Nado. Aku juga tidak tau kenapa aku bisa datang kepadamu.”

“Arasseo. Keundae, sepertinya aku tau kenapa.”

“Mwoya?”

“Ne, aku tau kenapa kau menjadi seperti ini dan tiba-tiba datang padaku.”

“Luhan-ah..ani maksudku Luhan-ssi. Ehmm..Karena sekarang yang kutau kau bisa mendengarku jadi baiknya aku tidak menggunakan banmal. Kita saja baru kenal.”

“Kau salah. Aku mengenalmu, Taeyeon-ah.”

Aku benar-benar bingung sekarang dengan apa yang dikatakan Luhan.
Siapa itu Taeyeon?

“Taeyeon? Nugu?”

“Mianhae, aku yang membuatmu demikian.” Kulihat Luhan menundukkan kepalanya seolah menahan ‘sesuatu’ dari dalam dirinya untuk tidak nampak.

“Mwo?”

엑소시대

“Saranghae, Xiao Lu.” Seorang yeoja bernama Taeyeon mencium singkat bibir namja yang ada di depannya. Luhan, namja itu hanya terbelalak.

“Jeongmal? Kupikir kita hanya sahabat. Dan kupikir juga rasa cintamu padaku itu sama seperti Soyeon, Taeyeon-ah.”

“Aniyo. Aku mencintaimu dan kurasa itu lebih dari sekedar sahabat. Aku mau jika kau menjadikanku yeojachingumu. Aku ingin lebih dari sekedar sahabat bagimu. Aku ingin punya arti lain untukmu, Xiao Lu.”

“Taeyeon-ah…”

Luhan selama ini memang pula mencintai sahabatnya itu, hanya saja dia tak begitu yakin dengan perasaannya. Dia tak ingin merusak persahabatan dengan Taeyeon hanya karena dia punya rasa lebih pada yeoja itu. Namun mendengar pernyataan Taeyeon membuatnya begitu bahagia. Lega tentu saja karena akhirnya mereka bisa dekat sebagai sepasang kekasih.

Tak perlu menunggu lama bagi mereka menyandang gelar baru sebagai namja-yeoja-chingu. Soyeon, sahabat mereka yang lain juga menyambut gembira hal itu.

Sampai suatu hari ketika Luhan dan Taeyeon sedang bertengkar hebat karena kesalahpahaman..
Di depan gerbang kampus, mereka saling marah-marahan..

“Taeyeon-ah, kenapa kau ini pemarah sekali sih? Sudah kukatakan dia hanya sunbae saja. Kau tidak percaya padaku?” Luhan tak terima begitu belakangan Taeyeon uring-uringan karena mengiranya punya hubungan lain dengan sunbae mereka.

“Aku bukannya pemarah, kau itu yang pemarah. Pantas kan kalau aku cemburu melihatmu begitu dekat dengan sunbae sok tau itu. Aku tidak terima kau menyebutku pemarah.” Balas Taeyeon semakin emosi saja. Yeoja itu mulai menangis.

“Terserah kau saja. Kalau ada yang pantas marah, seharusnya aku orangnya. Kau bersikap sangat buruk pada namjachingumu hanya karena kesalahpahaman kuno begini. Ne, mianhae. Mianhae kalau menurutmu ini semua gara-gara aku. Mianhae..”
Luhan mengambil langkah dan bersiap meninggalkan Taeyeon yang tengah sesenggukan.

“Xiao Lu, kau mau kemana? Xiao Lu, mianhae.. Xiao Lu, gidarya..” Taeyeon berlari kecil menyusul Luhan yang mulai bersiap menyebrang jalanan.

“Namaku Luhan. Xi Luhan. Jangan panggil aku Xiao Lu.” Luhan berseru tanpa menoleh.

“Chakkaman, Luhan-ah. Chakka.. Gidarya.” Taeyeon mempercepat berlarinya guna menyusul Luhan. Namun Luhan lebih dulu menyebrang.

“Andwae.. Luhan-ah… Gidarya.!”

BRAKK…….! Sebuah truk melaju kencang dan… menyentak tubuh Luhan kasar hingga terpelanting beberapa meter dari tempatnya hendak menyeberang.

“Mianhae….Mianhae…Mianhae…Mianhae…Mianhae…Mianhae…Mianhae…………”

“Sampai kapan kau akan terus berkata begitu?” Soyeon mengelus pundak Taeyeon yang tersungkur di samping tubuh pucat Luhan. Darah merah matang mengucur di sekujur tubuh namja yang tergeletak di tengah jalan itu.

“Sampai Luhan mau membuka matanya kembali. Ini salahku.. Mianhae, Xiao Lu.. Ani maksudku, Luhan-ah. Mianhae..”

“Taeyeon-ah, lalu apa yang akan kau lakukan sekarang? Sudah terjadi dan tak ada yang bisa mengubah takdir.” Soyeon terus berusaha menghibur Taeyeon. Namun nyatanya yeoja itu sendiri juga menangis.

“Aku bersedia menukarkan nyawaku dengan Luhan. Aku bersedia mati saat ini juga asal dia bisa hidup. Aku rela melakukannya..” Teriak Taeyeon frustasi.

“Yaa.! Apa kau tak memikirkan orang-orang yang masih menyayangimu?”

“Siapa lagi di dunia ini yang menyayangiku kecuali Luhan? Nae eomma appa? Aniyo. Sampai aku matipun sepertinya mereka tak akan menyayangiku. Neo? Arasseo. Tapi itu bukan alasan kuat untukku hidup tanpa Luhan.”

Soyeon menangis semakin parah mendengar ucapan sahabatnya. Dia sudah kehilangan kata-kata untuk menghibur Taeyeon.

“Aku akan mendatangi cenayang. Aku akan melakukan apapun agar Luhan bisa membuka matanya kembali. Jika memang benar aku tak akan kembali, kuharap kau mau menjaga Luhan untukku.” Taeyeon bangkit meninggalkan Luhan dan Soyeon yang masih dikelilingi orang-orang.

Taeyeon benar-benar mencari cenayang handal. Dia tak lagi takut bermain-main dengan nyawa. Rasa bersalahnya pada Luhan terlalu besar. Padahal dia tahu, satu-satunya orang yang mencintainya tulus kecuali Soyeon, adalah Luhan seorang.

“Apa kau yakin, Agassi? Ini bukan permainan gunting-batu-kertas anak-anak untuk menentukan kau hidup atau tidak. Ini tak akan semudah membalikkan telapak tangan.” Ahjumma cenayang itu menatap Taeyeon ragu.

“Wae? Gwaenchana. Lakukan apapun asal namjaku itu bisa hidup.” Ucap Taeyeon dengan suara bergetar.

“Yang memutuskan hidup mati manusia adalah Tuhan, Agassi. Aku bukannya takut dosa yang memang akan menjeratku, tapi aku takut akan membuatmu berpaling dari Tuhan dengan lebih mempercayai seorang cenayang sepertiku.”

“Arasseo. Arasseo. Tolong lakukan yang kuminta. Bbali.” Pinta Taeyeon sungguh-sungguh.

Dan begitulah, semua terjadi begitu cepat dan Luhan yang sementara sudah divonis tak dapat ditolong, mendadak sadar kembali dengan satu kelebihan yang dipunya, indigo!
Taeyeon sendiri menghilang tanpa jejak, entah sudah mati atau masih hidup.

엑소시대

“Mianhae….Mianhae…Mianhae…Mianhae…Mianhae…Mianhae…Mianhae…Mianhae………”

Aku menangis begitu saja mendengar cerita Luhan.
Sungguh, aku tak percaya nasibku begitu mengenaskan.
Kenapa aku tak bisa mengingat sedikitpun tentangnya….?
Mungkinkah aku terlalu mencintai Luhan sampai mengejarnya bahkan ketika aku sudah menjadi arwah?!

“Jika memang ceritamu benar, aku bangga telah melakukannya, Luhan-ssi. Mianhae aku yang sudah tiada masih terus mengejarmu. Lebih baik aku mencari jalanku untuk berada di dunia seharusnya aku berada.”

“Taeyeon-ah, aku akan berusaha mencari ragamu dimanapun berada, agar kau bisa tenang di alam sana. Agar kau tak menjadi arwah penasaran.”

“Ah ne. Gomapta. Aku memang arwah penasaran sekarang. Ne, gomapta sudah membantuku. Aku….Aku…………” Aku tak kuasa memandang Luhan lebih lama, maka aku pun berlari cepat (walau sebenarnya aku melayang) keluar kamar Luhan..

“Wae? Kenapa semua ini harus terjadi padaku? Xiao Lu, kenapa kau pernah mencintaiku? Ini benar-benar kejam!”

Aku memutuskan untuk tidak lagi menguntit Luhan. Sekarang dia sudah bisa mengenaliku dan alangkah lebih baik kalau aku berhenti mengurusi kehidupannya. Entah aku bisa menghilang kemana, yang penting aku menjauhi Luhan dan segala yang menyangkut tentangnya.

엑소시대

Luhan POV

Sejak ‘sesuatu’ itu mendatangiku, aku terus teringat Taeyeon.
Eoddiga??
Dimana dia? Aku sungguh merindukannya.

Begitu ‘sesuatu’ itu terus mengusikku dan mendadak kusadari bahwa itu adalah arwah penasaran, sedikit saja aku merasa khawatir. Apalagi ketika arwah penasaran itu bercerita hal-hal yang tidak kumengerti ketika aku beranjak tidur, aku semakin takut kalau arwah itu jiwa Taeyeon, yeoja yang sangat kucintai.

Sekarang aku semakin mengerti saja yang terjadi. Cerita tragis itu telah terukir berkat Taeyeon yang terlalu mencintaiku, ne sepertinya begitu. Aku telah berhutang nyawa padanya. Andai aku tau yang harus kuperbuat guna menebusnya.

Kuputuskan untuk pergi bersama Soyeon guna mencari hiburan. Pergi kemah ke gunung meskipun hanya dua hari semalam, cukup menyenangkan.

Hanya saja di hari terakhir ada hal tak menyenangkan. Pagi hari ketika hendak mengambil air di danau, aku melihat sekumpulan tulang yang sepertinya milik manusia. Aku hanya bergidik melihatnya.

“Luhan-ah, aku sangsi kalau ini milik manusia. Bisa saja kan ini milik domba yang dimakan serigala di hutan ini. Ini hutan alam, jadi mungkin ada beberapa spesies mengerikan macam itu.” Terang Soyeon saat kutunjukkan sekumpulan tulang itu.

“Kau tidak bisa membedakan tulang manusia dengan tulang domba? Aishh, berapa lama kau sekolah, Jin-ah?! Padahal baru melihat sekali saja aku sudah tau kalau ini tulang manusia.” Bantahku.

“Arra, arra. Aku memang tak sepintar dirimu, Mr Genius. Lalu apa yang akan kau lakukan kalau ini memang tulang manusia? Mencari pemiliknya? Ani, bagaimana kalau pemiliknya di alam sana tak terima dan malah menggentayangi kita? Kajja, Luhan-ah. Kita menyingkir saja dari sini.” Soyeon menggeret tanganku, namun aku menepisnya dengan cepat.

“Kau kembali saja dulu. Aku ingin mengubur kembali tulang-tulang ini. Sudah terbengkalai, kasihan pemiliknya.”

“Yaa, Xi Luhan. Kita harus bergegas pulang. Hari sudah menjelang siang. Bbali.”

Aku tak mengacuhkan Soyeon. Kulepas jaket rangkapku. Segera saja kukumpulkan tulang-tulang itu, dan kuletakkan di jaket. Kulihat Soyeon berdecak sebal.

“Soyeon-ah, kau ini bukannya membantu.” Omelku.

“Luhan-ah, aku hanya tak ingin mengotori tangan dengan tanah karena mengubur tulang tak berpemilik itu. Kau yakin sekali itu tulang manusia, bagaimana kalau benar itu hanya tulang binatang liar?”

“Maka aku tak akan menyesal menguburnya. Gwaenchana. Aku tak akan memintamu ikut membantu. Aku bisa melakukannya sendiri.”

Aku mengambil sekop di tas, dan mulai mengeruki tanah membentuk lubang. Setelah kurasa cukup dalam, kumasukkan jaketku yang telah berisi tulang-tulang itu ke dalam lubang. Kututup lagi dengan tanah dan kutaburi beberapa helai daun berguguran yang kebetulan masih hijau.

“Mian, aku tak membantumu. Kajja bbali. Kita harus pulang, Luhan-ah.”

Sebelum benar-benar kembali, aku melongok kembali ke arah kuburan mini itu. Dan bukannya aku tak mempercayai penglihatanku, sesaat kulihat ada bayangan yeoja di samping pohon tak jauh dari sana. Aku mengedip beberapa kali dan tetap bayangan itu disana. Aku berniat mendekat namun Soyeon menarikku dan perlahan muncul cahaya menghilangkan sesosok bayangan misterius itu.

*

 

Advertisements

26 comments on “[ONESHOT] I Still Love You Until Die

  1. taeyeonnya 😦
    ko mati 😥
    sedih huhu #abaikan ~kkk
    annyeong author baru 😉 *bow
    salam kenal 🙂 sering-sering ya post disini 🙂

    #fighting^^

  2. Tragis bget nasibx lutae ;(
    Taeng Eonni jgan tinggalin luhan oppa dong hiks..hiks @reader lebay

    ff author yg lain aq tunggu
    fighting & slam knal

  3. Hwaaaa..
    Kasihan.ny taeng..
    Mencintai seseorang tp tk bisa mmiliki..
    Daebak thor..
    Salam knl jg ne..

  4. Keep writting author ^^…..
    Eciee author…
    Ceritanya bagus (Y) ……
    Hwaiting nan chingu ya!!
    He..he..^_^V

  5. Kenapa harus oneshoot sih???
    Padahal kalau di buat per part bagus apa lagi kalau di ceritakan bagaimana kesaharian tae temenin lulu lebih banyak,ff nya bagus!
    Aku suka….

  6. sedih… dan juga kenapa aku harus putar lagu missing you like crazy pas baca ff ini??? Tae unnie sangat mencintai luhan oppa sehingga bertukar nyawa saja tae unnie rela, untuk ff selanjutnya di tunggu thor^^ Hwaiting!!!^^

  7. entah kenapa aku suka baca ceritanya, walaupun taengnya udah pergi .-.
    ditunggu ff lainnya author-nim ^^ fighting!

  8. neomu neomu daebak tpi sayang sad ending
    pengennya happy ending
    krna taeng unnie udah mningggal biar luhan oppa mninggal juga mri kita bunuh biar bisa happy end#di kroyok telekinetic sedunia
    wah bner” pacar idaman yha rela bertukar nyawa
    thor bikin ff lagi yg pairing nya lutae yha ! gomawo

  9. Huaa.. kenapa Taeyeon eonninya harus mati?? Kan jadinya sad endingg~~ T.T
    Wah.. Taeyeon eonni kayaknya cinta bgt sama Lulu.. sampe sampe mau ngorbanin nyawanyaa~~
    Soyeon itu Jessica kah? Bukannya namanya Jung Sooyeon?
    Hwaitaeng thor!!

  10. aaaaaaaaaaa taeng;A; sebelum taeng tau ceritanya dia lucu ih kk
    tapi masih bingung, cenayang itu apaan?.-. semacam paranormal kah?
    oiya, nama sica Sooyeon, bukan Soyeon
    keren thor keren, genre fantasy angst yg beginian jarang, suka suka;;
    pen reblog, may I?
    ff ff yg lain ditunggu thor

    • gomawo chingudeul udah rela buang waktu baca fanfic geje ini
      -_- maaf gak bisa balas komennya satu-satu
      maaf juga namanya Jung Sooyeon salah tulis, habis emang saya gak bisa pisah dari yang namanya typo
      sekali lagi gomawo geurigo mianhae ^^

  11. Tragis bgt Hidup Taeyeon. ternyata sad ending ne. huhuhu knapa Taeyeon hrus meninggal di ceritanya. hmmm y sudah dehh gua relakan hmmm… Pokoknya keren dahh thor.

    #Keep Writng & Fighting

  12. Pingback: [LIBRARY] DRABBLE | FICLET | ONESHOT 2013-2017 | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s