[FREELANCE] My Rival Is My First Love (Chapter 1)

MRIMFL 1

My Rival Is My First Love Chapter 1

Aurhor : amaamemade
Main Cast : Kim Taeyeon SNSD, Oh Sehun EXO K
Other Cast : Tiffany SNSD, Kai EXO K, Luhan EXO M, Yoona SNSD (selanjutnya liat sendiri aja)
Genre : School life, Romance, Marriage Life, Little Sad (maybe?)
Lenght : Chapter
Rating : PG-17

Ya, author kirim ff baru lagi ke admin buat para readers. Author terinspirasi dari beberapa film dan cerita terus tambahan sedikit masukkan dari adik author. tapi tetep ini adalah ff murni dari pemikiran author
Massa?
Kalau gak percaya, tunggu dan ikuti terus chapter selanjutnya ^^
Makasih buat admin yang lagi-lagi mau ngepost ff author ini. Gomawo Min. heheheh.
Warning! buat yang dibawah umur, harap lihat rating yang tertera jelas diatas.
Comment kalian author tunggu 🙂
udah dulu basa basinya. hehhehe, dan silahkan baca

Preview: Teaser

 

Chapter 1 ^ ^
Dipagi yang cerah ini, terlihat seorang Yeoja cantik nan mungil tengah berdiri menghadapakan tubuhnya ke depan kaca besar yang berada dikamarnya
“You can do it” gumam Yeoja yang sudah memakai atribut sekolahannya itu dan setelahnya mengalihkan pandangannya ke sekitar kamar, pandagannya Yeoja itu seketika terpaku sejenak saat melihat sebuah rak besar yang berisikan piala dengan berbagai perlombaan, tapi tatapan Yeoja itu seketika berubah menjadi tajam ketika mengingat peristiwa setahun lalu yang benar-benar merubah kesenangannya
Ya, Yeoja itu adalah Kim Taeyeon
Taeyeon POV
Aku Kim Taeyeon dengan segala kelebihan yang melekat dihidupku atau bisa dibilang hidupku ini sangat-sangat menyenangkan, bukannya sombong tapi ini memang kenyataan, banyak yang bilang walaupun tubuhku mungil tapi aku sangat cantik dengan baby face yang melekat pada diriku tidak hanya itu aku memiliki keluarga yang sangat-sangat menyenangkan, Ya, walaupun kedua orangtuaku terkadang meninggalkanku ke luar kota bahkan ke luar Negeri untuk bekerja tapi aku mempunyai seoarang adik yang selalu menemaniku. Masalah akademi, aku selalu mendapatkan peringkat pertama bahkan bukan hanya dikelas tapi peringkat pertama di satu sekolahan. Ya, aku memang selalu juara umum.
Kebahagiaanku ini hancur ketika ada seorang Namja yang tiba-tiba masuk dalam kehidupanku. Setelah dia menjadi tetanggaku, menjadi teman sekelasku dan yang paling parah tanpa dia sadari dia telah merebut IMPIANKU.
Aku tidak peduli jika banyak yang menggaguminya tapi yang jelas aku sangat MEMBENCI-nya, Kebencianku bertambah saat aku mengetahui dia juga seorang PLAYBOY.
Kalian penasaran siapa orang itu?
“dia adalah…………… (gumam Taeyeon seraya mengalihkan pandangannya ke depan dinding kamarnya, tapi bukan dinding kamar yang Taeyeon pandang sinis tapi kamar seseorang yang berada didepan dinding kamar Taeyeon, Ya, jarak antara kamar Taeyeon dan orang itu memang tidak terlalu jauh)

Author POV
“dia adalah……………
“Oh Sehun” ucap Yeoja paruh baya yang melihat anak sulungnya itu tengah menuruni anak tangga, kecantikan Yeoja paruh baya itu tidak pudar walaupun dia sudah menginjak kepala empat (read: Dapur tidak ada batasannya sehingga dari dapurpun anak tangga terlihat)
“Ne, eomma” jawaban singkat yang diberikan Namja yang bernama Oh Sehun itu.
“Sehun-ah, ini hari pertamamu diawal semester baru, harusnya kau terlihat bersemangat” ucap Nyonya Oh yang kini telah duduk ditempat duduknya setelah sebelumnya menyiapkan makanan untuk keluarganya. Walaupun keluarga Oh kaya dan memiliki pembantu tapi Nyonya Oh tetap turun tangan dalam hal masak memasak
“Hmm” jawab Sehun yang kini telah duduk ditempat duduknya
“Aish, kau ini persis sekali seperti Appa-mu dulu, dingin bahkan kelewat dingin tidak seperti adikmu yang manis. Ya`kan Sehan?” ucap Nyonya Oh seraya mengalihkan pandangannya ke arah Namja imut yang sudah duduk sedari tadi disamping tempat duduk Sehun
“Ne, Eomma benar, Hyung sangat dingin tapi pada Sehan Hyung tidak sedingin itu” balas Sehan yang sekarang tersenyum ke arah Hyungnya dan dibalas senyuman tipis oleh Hyungnya itu.
“Aish, tapi tetap saja, Kau harus merubah sifatmu itu Sehun, jika tidak, mana ada yang mau menjadi pasanganmu kelak” ucap Nyonya Oh
“Eomma salah, Hyung itu bukan hanya tampan dan pintar, Hyung itu juga PLAY—” ucapan Sehan ini terhenti ketika melihat tatapan Sehun yang terlihat tajam
“PLAY apa Sehan?” tanya Nyonya Oh penasaran
“Itu.. PLAY…. PLAY… PLAYSTATION, Hyung akan memberiku Playstation baru” ucap Sehan tersenyum serta menunjukkan deretan giginya yang tampak rapih dan Sehun yang mendengar celotehan Sehan yang notabennya adalah adiknya hanya menghebuskan nafas pelan
“Hahahahha….. Jeongmal? Eomma kira Hyung-mu itu seorang Playboy?” ucap Nyonya Han disertai dengan kekehannya dan Sehun yang mendengar ucapan eommanya hanya terkejut sesaat namun berhasil ia tutupi dengan wajahnya yang datar
“Ekhmm” suara deheman terdengar dari Namja paruh baya yang kini tengah berdiri didepan meja makan
“Oh, kau sudah siap? cepatlah duduk, kasian mereka harus menunggumu untuk makan” ucap Nyonya Oh disertai senyuman lembut yang terpampang jelas diwajahnya
“Maaf, kalian pasti telah menunggu lama” ucap Tuan Oh yang sekarang telah duduk didepan Nyonya Oh, Sehun dan Sehan
“Tidak apa, Appa” ucap serempak Sehun dan Sehan. Ya, mereka memang sangat tertib didepan Appanya
“Aish, lihatlah mereka, mereka itu terlihat patuh dan takut sekali didepanmu” ucapan Nyonya Oh seraya mengerucutkan bibirnya lucu, Sehan bahkan tidak bisa menahan kekehannya
“Hahaha.. Eomma lucu sekali” ucap Sehan
“Sehan lebih lucu dari Eomma tidak seperti Appamu dan Hyungmu yang terlihat dingin” ucap Nyonya Oh disertai senyumannya
“Hyung lebih dingin dari Appa, benarkan Eomma?”
“Ya, memang benar, tapi dulu Appamu itu juga sedingin Sehun”
“Jeongmal???” tanya Sehan dengan ekspresi yang lucu
“Ya, Appamu itu berubah ketika dia sudah mencintai seseorang dan tidak ingin melepaskannya” ucapan Nyonya Oh ini membuat Tuan Oh salah tingkah didepan anak-anaknya sedangkah Sehun hanya diam karena dia tau orang yang telah merubah sifat Appanya yang dingin adalah Eommanya sendiri
“Ekmm.. Ekmmm… sudahlah ayo cepat kita sarapan, Appa tidak ingin kalian berdua terlambat” ucap Tuan Oh untuk menghilangkan kegugupannya
“Ne Appa” balas Sehan dengan disertai senyumannya, sedangkan Sehun hanya membalas dengan ekspresi datarnya
……………………————————–……………………

“Appa Eomma Seohyun, Annyeong. Aku pergi dulu, ne” ucap Taeyeon yang kini tengah berdiri dan beranjak setelah sebelumnya mencium pipi kanan dan pipi kiri ketiga orang yang sangat dia sayangi
“Ya, hati-hati” ucap Eomma dan Appa Taeyeon
“Ne Eonni” balas seorang Yeoja yang memakai seragam sekolah menengah pertama itu pada Taeyeon

“Apa Taeyeon tidak berangkat dengan Ahjussi Lee lagi?” tanya Tuan Kim
“Ne Appa, Eonni tidak suka jika dia diantar oleh Ahjussi Lee, Oleh sebab itu hanya Seohyun yang diantar Ahjussi Lee” ucap Yeonja yang adalah Seohyun yang notabennya adalah adik Taeyeon
“Lalu, dia pergi bersama siapa?” pertanyaan Appa Taeyeon ini dibalas cengiran oleh Seohyun
“Bersama sahabatnya” balas Nyonya Kim
………………………………….—————————………………………..
“Fanny, Mian aku lama” ucap Taeyeon seraya tersenyum garing
“Aish, kau ini” ucap Yeonja yang duduk di jok kemudi mobilnya yang berwarna pink seraya menatap Taeyeon dan setelahnya menghela nafas pelan
“Mwo? kau marah?” tanya Taeyeon yang masih berdiri disamping mobil Tiffany
“Ini hari pertama kita diawal semester baru Taeng”
“Hehehe.. Ne arraseo, sebagai gantinya aku akan mentlaktirmu makan siang nanti dikantin, eotte?” ucap Taeyeon seraya memberikan wink andalannya
“Kau selalu saja memberiku wink dan tlaktiran untuk mengembalikan suasana hatiku”
“Kau tidak mau?”
“Eitss.. Siapa bilang aku tidak mau. sudahlah ayo masuk” ucap Tiffany seraya memberikan senyumannya, Ya. memang dari kelas 2 sekolah menengah atas, Taeyeon selalu berangkat dan pulang bersama Tiffany, Tiffany tidak pernah mempermasalahkan itu karena jarak rumahnya dengan Taeyeon hanya beberapa blok saja. Bahkan Tiffany yang mengusulkan hal itu pada Taeyeon. Taeyeon pun mengiyakan karena dia tidak ingin diantar oleh supir pribadi miliknya yang sekarang menjadi supir pribadi milik Seohyun, hal ini karena Taeyeon merasa nyaman jika pulang dan pergi bersama sahabatnya. Ingin sekali Taeyeon membawa mobil sendiri tapi dia belum bisa mengendarainya.
“Tin… Tin….” suara klakson membuat Taeyeon mengalihkan pandangannya ke belakang mobil Tiffany dan seketika itu pun senyuman yang tadinya merekah diwajahnya menjadi redup, Tiffany yang melihat perubahan wajah Taeyeon sudah dapat memprediksikan siapa orang yang ditatap Taeyeon seperti itu
“……………..” Namja yang mengendarai mobil sport tanpa atap itu tidak berucap dengan suara namun tangannya yang dia kibas-kibaskan itu seperti mengusir Taeyeon dan mobil Tiffany agar tidak menghalagi kendaraan Namja itu

“Aish, Namja itu sangat menyebalkan, memangnya jalan ini kecil apa sampai dia harus mengklakson mobil orang lain” ucap Taeyeon yang kini telah masuk ke dalam mobil Tiffany
“Hahaha.. disaat banyak Yeoja yang mengaguminya, kau malah membencinya” ucap Tiffany disertai kekehannya seraya menggas mobilnya
“I Don`t Care Fanny” balas Taeyeon yang sudah memakai selfbetnya
“Ya, Fanny, Cepatlah.. Jangan Sampai Playboy itu melewati mobilmu” ucap Taeyeon yang kini tengah gusar karena mobil Sehun berusaha melewati mobil Tiffany
“Ya, kau fikir aku sedang balapan, eoh?” ucap Tiffany
“Hehehe… Mian”
Mobil Tiffany dan Sehun pun terhenti ketika lampu lalu lintas berwarna merah
“Taeng, dia sangat tampan” ucap Tiffany yang seakan terpesona oleh sosok Sehun saat Sehun mengalihkan pandangannya sejenak ke arah mereka (mobil Sehun dan Tiffany memang bersebelahan saat ini)
“But He Is Playboy and I hate Him” ucap Taeyeon datar
“You Know? Hate and Love not different” ucap Tiffany seraya memberikan eye smilenya pada Taeyeon
“Kau sudah mengatakannya berulang kali semenjak dia pindah ke Seoul International High School dan menjadi tetanggaku semenjak satu tahun yang lalu” balas Taeyeon seraya mendelikkan matanya kesal
“Tapi kau tetap tidak peduli`kan?” ucap Tiffany seraya menggas mobilnya kembali karena lampu sudah berganti menjadi hijau
“You Know that” balas Taeyeon singkat

……………………………..————————-……………………….

Sebuah surat dengan amplop berwarna hitam jatuh ketika Taeyeon membuka lokernya
“Mwo? secret admire mu masih memberimu surat?” tanya Tiffany yang melihat Taeyeon mengambil amplop surat itu dilantai karena jatuh
“Yes. He do it” ucap Taeyeon seraya membuka surat itu

`Hai White, How are You? aku sangat merindukanmu karena liburan akhir ini aku tidak melihatmu, aku harap kau menikmati liburanmu. Your Black`

“Wow Fantastic. Aku penasaran siapa Namja yang mengirimimu surat dari setahun yang lalu” ucap Tiffany setelah ikut membaca isi surat dari pengagum rahasia Taeyeon
“Aku juga penasaran, mengapa dia tidak langsung menanyakan hal ini (kabar Taeyeon) padaku” ucap Taeyeon seraya mengambil bukunya dan setelah itu menutup kunci lokernya
“Dan kenapa dia bisa memasukkan surat ke lokermu disaat lokermu itu selalu kau kunci” ucap Tiffany seraya mengusap-usap dagunya bak dektektif handal
“Molla, Dia pengecut karena tidak menunjukkan diri padaku” ucap Taeyeon yang masih memegang surat itu dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya dia gunakan untuk membawa buku yang dia ambil dari lokernya
“Mungkin dia punya alasan tersendiri, bisa saja dia itu malu menemuimu, dia takut kau tolak jika dia menyatakan perasaannya”
“Setidaknya dia bisa gentle daripada harus bersembunyi seperti ini”
“Mmmm.. Yes, I think so” ucap Tiffany seraya menarik tangan Taeyeon untuk segera masuk ke dalam kelasnya, tanpa mereka berdua sadari ada sepasang mata yang menatap kepergian mereka dengan tersenyum penuh arti
“I will do that My White” ucap seorang Namja yang sedari tadi menatap Taeyeon dan Tiffany, Ya, lebih tepatnya dia menatap Taeyeon
“Ya, Kau masih menjadi pengaggum rahasianya, eoh?” tanya seorang Namja bertubuh tidak terlalu tinggi tapi wajahnya sangat lucu seraya menepuk bahu Namja pertama dan sontak saja hal itu membuat Namja pertama terkejut
“Ya Kyung, kau mengagetkanku saja”
“Hahahha.. Mian.. ayo kita kembali kekelas” dan setelahnya kedua Namja itu meninggalkan area loker
………………………..—————————…………………..

“Aish hari apa ini? hari ini sungguh sial bagiku, belum cukup aku satu sekolah dengannya dan menjadi tetangganya dan sekarang dia lagi-lagi satu kelas denganku dan apa barusan? dia menjadi ketua kelas dan aku wakilnya” gumam Taeyeon yang kini telah berada diatap sekolahan, tempat faforitnya.
“DAM IT!!!” teriak Taeyeon sekencang-kencangnya
Flashback ON
“Berhubung hari ini memasuki awal pelajaran baru, maka tatanan organisasi pun diubah lagi, pertama siapa yang mau menjadi Ketua Kelas dan Wakilnya?” ucap Saengnim selaku wali kelas dikelas 12 A
“Sehun saja Saeng”
“Taeyeon saja Saeng”
“Sehun”
“Taeyeon”
“Tenang.. biar kita vote saja siapa diantara keduannya yang akan menjadi ketua dan wakil ketua” ucap Saengnim yang bernama Kim Tae Hee itu
`Aish, aku sangat sangat tidak sudi jika harus menjadi ketua dan dia wakilnya apalagi sebaliknya` pikir Taeyeon dalam hati
Dengan ragu Taeyeon mengangkatkan tangan kanannya yang sontak membuat teman-teman sekelasnya mengalihkan pandangan pada Taeyeon termasuk Tiffany yang berada disebelah Taeyeon
“Ada apa Taeyeon`ssi?” tanya Kim Saengnim yang melihat Taeyeon mengangkat tangannya
“Mmmm… Aku tidak ingin menjadi salah satu dari ketua ataupun wakil ketua, Saengnim” ucap Taeyeon dengan mantapnya

“Ya, Oh Sehun, apa dia sangat membencimu sampai-sampai dia menolak dipasangkan denganmu sebagai wakil atau ketua kelas?, bahkan dia menolak sebelum vote dilakukan” ucap Namja yang duduk didepan Sehun
“Yak, Jong in, kau diamlah, kau ingin dihukum, eoh?” tanya seorang Namja imut yang berada disamping Sehun
“Ne, Luhan Saengnim” jawab Jong ini yang biasa dipanggil Kai dengan menekankan kata Luhan Saengnim
Sedangkan Sehun, tidak meladeni ucapan sahabat-sahabatnya itu, matanya kini masih tidak teralihkan dari Taeyeon

“Wae? kau bahkan menolak sebelum teman-temanmu mem-vote” ucap Kim Saengnim
“Kege… Kege——-” ucapan Taeyeon terpotong
“Dia takut tidak bisa melaksanakan tugas seorang ketua atau wakil ketua dengan baik, Saengnim” ucap Sehun tiba-tiba yang membuat seluruh murid dikelas itu memandang Sehun, tidak biasanya seorang Oh Sehun terlibat dalam hal-hal seperti ini,

`Mwo? dia sangat menyebalkan. Oh Sehun, I Want To Kill You!!!!` teriak Taeyeon dalam hati

“Apa itu benar Taeyeon-ssi?” tanya Kim Saengnim, namun Taeyeon tidak membalas sampai akhirnya Tiffany menyikut lengannya sehingga Taeyeon tersadar seketika
“Mmm.. Ehh.. Annio Saengnim, saya hanya ingin memberi kesempatan pada yang lain karena saya pernah menjabat wakil ketua kelas dikelas 10 dan ketua kelas dikelas 11, jika saya takut akan tugas ketua atau wakil ketua mengapa dikelas 10 dan 11 saya mau mejadi bagian dari salahsatunya” ucap Taeyeon panjang lebar tapi berbohong karena yang menjadi alasan utama Taeyeon tidak mau adalah seorang Oh Sehun.
“Oh, itu alasanmu, bagaimana murid-murid? ada yang mau mengantikan Taeyeon?” tanya Saengnim namun tidak ada jawaban karena murid-murid berfikir bahwa menjadi ketua ataupun wakil ketua di akhir tahun pelajaran pasti akan sangat merepotkan, apalagi mereka harus menyiapkan diri untuk memasuki universitas
“Sepertinya tidak ada yang mau dan sanggup, Saengnim” celetuk Kai
“Sudahlah Taeyeon-ssi, tidak masalah jika kau terpilih lagi, kita percaya padamu makanya kau terpilih dikelas 10 dan 11 menjadi bagian dari salah satu ketua dan wakil ketua kelas jadi apa salahnya jika sekarang kau terpilih lagi. Ya, kan chingudeul? ” ucap Kai lagi dan kali ini dibalas tatapan tajam dari Taeyeon
“Ne” jawab teman-teman Taeyeon termasuk Tiffany
“Taeyeon, kau bersedia`kan?” tanya Kim Saengnim dan Taeyeon yang tidak tau harus menolak dengan alasan apa lagi hanya mengangguk pasrah, sampai tiba saatnya vote dan terpilihlah Sehun menjadi ketua yang menandakan Taeyeon menjadi wakilnya, mereka hanya berbeda 1 point saja.
“Vote sudah dilakukan dan sudah ditetapkan yang menjadi ketua adalah Oh Sehun dan wakilnya adalah Kim Taeyeon” ucap Saengnim disetai senyumannya
`Aku rasa penderitaanku menjadi tambah tambah dan tambah lengkap saat ini` ucap Taeyeon dan setelahnya meletakkan kepalanya diatas meja dengan wajah yang mengkhawatirkan sedangkan sepasang mata tajam yang melihatnya hanya tersenyum simpul
`Ini akan menjadi lebih menarik`
Flashback END

Taeyeon pun menghirup nafas dalam-dalam saat mengingat kejadian tadi dikelas. Bel Istirahat sudah berbunyi jadi Taeyeon bisa ke tempat favorintaya, sedangkan masalah Taeyeon yang berjanji mentlaktir Tiffany saat jam istirahat itu, sudah Taeyeon penuhi dengan cara membayar pesanan Tiffany dan setelahnya pergi meninggalkan Tiffany.
“AAAAAAAAAAA” teriak Taeyeon lagi, beruntung atap sekolah itu selalu sepi sehingga Taeyeon bisa teriak sepuasnya tanpa khawatir ada orang yang mendengarnya

Sreekk… (Suara pintuk terbuka)
Taeyeon yang mendengar itu pun berinisiatif untuk bersembunyi dibalik tembok
`Siapa yang datang ke tempat ini? aku pikir tidak ada seorang murid pun yang mau berada di atap sekolah ini` pikir Taeyeon

“Ya, kenapa kau membawaku kemari, eoh?” ucap seorang Yeoja
“Aku hanya—-” ucapan Namja itu terpotong ketika Yeoja yang berada disampingnya langsung menciumnya dan mengalungkan tangannya keleher Namja itu sedangkan Namja yang mendapat perlakuan seperti itu, membalas ciuman Yeoja itu dan melingkarkan tangannya dipinggang Yeoja itu, ciuman itu hanya berlangsung singkat sampai akhirnya Yeoja itu melepaskan ciuman mereka terlebih dahulu
“Kau menginginkan itu, makanya kau membawaku ke atap sekolah, eoh?” ucap Yeoja itu setelah melepaskan ciumannya namun masih mengalungkan tangannya pada leher Namja yang tadi diciumnya
“Maybe Yes Maybe No” jawab Namja itu dengan muka datarnya, Yeoja itu yang sudah hafal dengan sikap Namjachingunya hanya menghela nafas dan melepaskan kedua tangannya yang tadinya merangkul leher Namjachingunya itu
“Sudahlah, aku harus segera kembali ke kantin, Yuri sudah menungguku, Kau mau ikut ke kantin bersamaku, eoh?”
“Aku akan–” ucapan Namja itu terhenti ketika matanya melihat seseorang yang sedang bersembunyi dibalik tembok, terbukti dengan sepatu yang masih terlihat walaupun orang itu berusaha bersembunyi sedangkan Yeojachingunya tidak menyadari karena posisi Yeojachingunya itu tepat berada dihadapan Namja itu
“Ne. kau akan apa, eoh?”
“Aku ingin disini dulu”
“Sudah ku duga, Bye My Boyfirend” ucap Yeoja itu dan setelahnya pergi meninggalkan Namjachiggunya

“Ya, keluar dari tempat persembunyianmu” ucap Namja tadi tiba-tiba seraya memasukkan kedua tangannya kesaku celananya sedangkan Taeyeon yang mendengar suara Namja itu sempat terkejut namun dia hilangkan perasaan terkejutnya dengan cara menghampiri Namja yang menegurnya
“Apa, yang tadi kau lihat, eoh?” tanya Namja itu lagi
“Mwo? asal kau tau aku tidak melihat apapun, jadi—” ucapan Taeyeon yang sudah berada dihadapan Namja itu terpotong
“Jinjja? Lalu apa aku harus mempercayaimu? jika kau tidak melihat apapun mengapa kau bersembunyi” ucap Namja itu tajam
“Yak, Oh Sehun, aku yang ketempat ini terlebih dulu jadi aku tidak salah, lagian kau yang harusnya malu, apa yang kau lakukan ditempat seperti ini? cih, bahkan jika aku disuruh untuk melihatnya pun aku tidak sudi” ucap Taeyeon dengan tatapan tajamnya seraya melangkahkan kakinya namun segera ditahan oleh Oh Sehun
“Ya, kau mau kemana, eoh?” tanya Sehun yang kini sudah memposisikan tubuhnya tepat dihadapan Taeyeon dan menyenderkan tubuh Taeyeon dihadapan tembok
“Aish, lepaskan tanganku, dan dengar tuan Oh, aku ingin kembali ke kelas, sudah cukup aku melihatmu sebagai tentanggaku dan sekarang aku harus berlama-lama denganmu? Tidak akan” ucap Taeyeon yang kini telah mendongkakkan kepalanya melihat wajah Sehun
“Aku belum selesai nona Kim Taeyeon” ucap Sehun sarkastik seraya mendekatkan wajahnya pada Taeyeon, namun Taeyeon tidak merasakan apa-apa, astaga padahal jika kebanyakan Yeoja mendapatkan perilaku seperti itu dari Oh Sehun, pastinya mereka akan meleleh, namun itu semua tidak bagi Kim Taeyeon, terbukti saat ini karena Taeyeon masih menatap tajam Oh Sehun
“Ya, apa yang kau lakukan? jauhkan wajahmu dariku!!!” bentak Taeyeon seraya berusaha mendorong tubuh Sehun, namun usahanya itu sia-sia karena Oh Sehun tidak beranjak
“Aku akan menunjukkan apa yang tadi aku lakukan karena kau tidak melihatnya?” ucap Sehun yang jaraknya kini tinggal beberapa cm dari wajah Taeyeon
“Mwo?” binggung Taeyeon, namun setelah itu
`Ya, apa yang akan Namja PLAYBOY ini lakukan padaku? apa dia akan melakukan sesuatu yang menjijikan seperti tadi dia lakukan pada seorang Yeoja?` pikir Taeyeon, Ya, sebenarnya Taeyeon tau apa yang Sehun lakukan tadi, namun setelah mengetahui apa yang Sehun lakukan Taeyeon pun berbalik badan sehingga dia tidak melihat dengan jelas apa yang Sehun lakukan lebih jelas.
“I Will Kisseu You” ucap Sehun yang dibalas belalakan mata dari Taeyeon

8 cm

5 cm

Sehun semakin mendekatkan wajahnya pada Taeyeon sampai Taeyeon terseyum penuh arti dan
“AAAAAh” ringis Sehun karena Taeyeon menginjak kaki kanannya dan hal itu membuat Sehun refleks menjauhkan diri dari Taeyeon dan saat ini Sehun tengah berjongkok dengan tangan kanan yang memegang kaki kirinya
“Aku tidak sudi dicium olehmu Oh Sehun” ucap Taeyeon dengan senyuman penuh arti dan pergi dengan membanting pintu atap dengan keras
Sehun yang melihat kepergian Taeyeon hanya mendengus kesal namun setelahnya Sehun bergumam
“Kita lihat saja, mungkin tidak sekarang tapi nanti……………..” gumam Sehun dengan senyuman penuh artinya

……………………….————————-…………………………..
Dikantin

“Taeyeon, kau meninggalkanku sendiri, eoh? kau harus membalasnya” gumam Yeoja cantik yang kini tengah duduk sendirian diarea kantin dengan makanan yang berada didepannya
“Kau sendiri saja pink-ki?” tanya Namja yang kini tengah mengambil tempat duduk didepan Yeoja cantik yang bernama Tiffany
Sedangkan Tiffany yang tau siapa Namja itu hanya mendelikkan matanya kesal
“Mwo? mengapa kau seperti itu? kau tidak merindukanku selama liburan sekolah, eoh?” tanya Namja itu lagi
“Aish, bisakah kau tidak dekat-dekat denganku? dan satu lagi, aku tidak merindukan seorang Playboy bernama Xi Luhan” ucap Tiffany dingin
“Hhahhaha. Jeongmal? tapi aku merindukanmu” ucap Luhan dan setelahnya mecolek dagu Tiffany dan sontak saja itu membuat Tiffany kesal
“Yak, Playboy jangan seenaknya saja memegang daguku” bentak Tiffany seraya mengelap dagunya, sedangkan para siswa yang berada diarea kantin yang sedari tadi melihat mereka berdua hanya menatap penuh minat apa yang akan Playboy Luhan lakukan, tapi Namja yang berada dibelakang meja kantin hanya tersenyum kecil
“Aish, Luhan, sekarang targetmu adalah Tiffany, Yeoja penggila warna pink itu” gumam Namja berkulit agak hitam itu seraya menyeruput minuman yang berada dihadapannya

“Ya, pink-ki, karena bentakanmu, kita menjadi objek bagi siswa-siswi disini” ucap Luhan tenang
“Aish, ini semua tidak akan terjadi jika kau tidak berada dihadapanku sekarang” ucap Tiffany masih dengan wajah dinginnya
“Kau yang salah, ini semua salahmu karena kau terlalu anti padaku, memangnya apa salahku, eoh?” tanya Luhan masih dengan ketenangannya walaupun siswa-siswi masih melihat mereka berdua
“Aaa, aku aneh mengapa ada Playboy yang berwajah cantik sepertimu?” ucap Tiffany tidak memperdulikan pertanyaan Luhan
“Mwo? Playboy cantik?” ucap Luhan yang kini sudah mulai kesal dibilang cantik
“Uppss.. apa aku salah? kau memang Playboy cantik” ucap Tiffany yang pura-pura merasa bersalah
“Kau—” ucapan Luhan dipotong oleh Tiffany
“Jika kau bersikeras ingin duduk disitu, maka aku saja yang pergi, annyeong Playboy cant–” ucapan Tiffany dia hentikan kemudian “Upss.. Mian, maksudku Luhan sang Playboy” lanjut Tiffany dan setelahnya beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan Luhan
Namun setelah beberapa langkah, Tiffany membalikkan badanya dan melangkahkan kakinya ke arah Luhan

Namun setelah Tiffany keluar dari area kantin, tiba-tiba ada yang menahan tangannya dan setelah itu langsung menarik tangan Tiffany ke dalam sebuah ruangan seni yang masih kosong

“Ya, apa yang kau lakukan Playboy cantik?” ucap Tiffany geram sedangkan Luhan sang pelaku yang masih memegang tangan Tiffany malah tersenyum penuh arti
“Aku penasaran, masihkah kau menyebutku cantik jika aku melakukan—-”
CHU
Luhan mencium Tiffany setelah sebelumnya menarik tangan Tiffany untuk lebih mendekat pada Luhan
Sedangkan Tiffany yang mendapat perilaku seperti itu dari Luhan hanya diam membatu tanpa membalas ciuman dari Luhan, Ya, Tiffany masih sangat-sangat terkejut

“Apa kau masih mau menyebutku cantik?” tanya Luhan pelan seperti berbisik setelah mencium Tiffany, sedangkan Tiffany yang sudah sadar akan terkejutannya hanya menatap wajah Luhan yang kini tengah tersenyum dengan pandangan yang sulit diartikan
“Cih, Namja Playboy sepertimu seenaknya saja menciumku?” ucap Tiffany seraya menarik paksa tangannya yang berada digengaman Luhan dan setelahnya langsung menghapus ciuman Luhan dibibirnya
“Mengapa kau menghapusnya, pink-ki?” tanya Luhan tanpa merasa bersalah
“Aish, CUKUP, kau benar-benar membuatku kesal Xi Luhan, dan aku harap ini adalah terakhirnya kita berbicara seperti ini” bentak Tiffany dan setelahnya pergi meninggalkan Luhan yang memadang Tiffany dengan pandangan yang sulit diartikan

`Dasar Namja Playboy, bisa-bisannya dia menciumku tanpa izin? kau sangat menyebalkan Xi Luhan` ucap Tiffany dalam hati
Bukk
Tiffany yang sedang melamun tidak sengaja menabrak seseorang yang tengah lewat didepannya, Ya, orang itu juga sama-sama sedang melamun
“Ya, Appoyo” ucap Tiffany dan orang itu bersamaan seraya mengusap kepala mereka masing-masing
“Mwo, Taeng” ucap Tiffany yang sudah menyadari bahwa yang dia tabrak adalah sahabatnya sendiri
“Fanny” ucap Taeyeon
“Kau, mengapa kau meninggalkanku, eoh?” ucap Tiffany yang kini tengah menatap Taeyeon tajam
“Hehehe.. Mian, aku hanya ke atap sekolah” balas Taeyeon dengan senyumannya
“Aish.. ayo kita keperustakaan, ada yang ingin aku ceritakan padamu” ucap Tiffany dan setelahnya langsung menarik tangan Taeyeon yang merasa binggung akan tindakan Tiffany

Di Perpustakaan
“Kau tau, Playboy cantik itu menciumku tanpa izin” ucap Tiffany pelan pada Taeyeon, yang kini tengah berada diruang perpustakaan. Taeyeon dan Tiffany masing-masing memegang buku sebagai alat untuk menutupi kegiatan mereka yang sedang mengobrol
“MWO?” teriak Taeyeon namun langsung diberi isyarat untuk jangan berisik oleh seseorang yang berada diperpus
“Mmm. Mian” ucap Taeyeon dan setelahnya langsung menatap Tiffany
“Maksudmu?” tanya Taeyeon lagi yang kini sudah memelankan suaranya sedangkan Tiffany hanya menghela nafas pelan
“Xi Luhan, salah satu Namja Playboy dari ketiga Namja Playboy yang ada disekolah ini” ucap Tiffany
“Oh, mengapa bisa?”
“Aku menyebutnya Playboy cantik dan sepertinya dia tersinggung sehingga dia menciumku” ucapan Tiffany ini membuat Taeyeon berusaha menahan kekehannya
“Bagaimana rasanya?” tanya Taeyeon usil setelah menahan kekehannya
“Molla, jangan mengungkit tentang itu, mungkin dia ingin menjadikanku target selanjutnya karena pada saat dikantin tiba-tiba dia menghampiriku dan duduk didepanku”
“Jinjja? kau harus berhati-hati jika seperti itu” ucap Taeyeon yang dibalas anggukan dari Tiffany

“Mmm.. mengapa keadaanmu hampir sama denganku” ucap Taeyeon yang begitu pelan
“Mwo? kau juga dicium olehnya?” tanya Tiffany terkejut
“Annio, bukan Xi Luhan tapi Oh Sehun”
“MWO?” kali ini Tiffany yang ditegur karena berteriak, Tiffany pun meminta maaf dan setelahnya kembali menatap Taeyeon
“Tapi dia tidak sempat menciumku karena aku langsung menginjak kakinya” ucap Taeyeon dan setelahnya tersenyum mengejek
“Kau sungguh beruntung, Luhan bahkan tidak memberiku jeda dan langsung menciumku setelah berucap” ucap Tiffany dan setelahnya menghebuskan nafasnya kasar
“Tetap saja, Sehun yang super Playboy itu berniat untuk menciumku, beruntung aku langsung menginjak kakinya sehingga dia kesakitan dan ciuman pertamaku tidak jadi direbut olehnya” ucap Taeyeon seraya mengeratkan gengaman tangannya pada buku yang dia jadikan objek untuk mengelabui siswa-siswi yang ada diperpustakaan
“Ya, jangan membuat buku itu rusak Taeng” ucapan Tiffany ini dibalas senyuman oleh Taeyeon dan Taeyeon pun meregangkan buku yang dia pegang
“Kau juga harus berhati-hati jangan sampai kau mendapatkan perilaku yang sama sepertiku, apalagi Oh Sehun, King Playboy” ucap Tiffany yang dibalas anggukan oleh Taeyeon
“Apa orangtuanya tidak tau bahwa Sehun Playboy?”
“Molla, tapi aku rasa tidak, dia pintar menyembunyikan sifat aslinya didepan kedua orang tuanya” ucap Taeyeon
“Aish, sabarlah, aku tau kau masih membencinya karena Insiden kelas 11” ucapan Tiffany ini membuat Taeyeon seketika berubah menjadi lesu
“Aku tidak salahkan jika membencinya? mungkin jika orang-orang tau apa yang membuatku membencinya, orang-orang pasti berfikir aku terlalu terobsesi dengan hal itu dan menganggapku kekanakan, tapi itu impianku sejak dulu dan dia tiba-tiba muncul, seperti angin yang memporak-porandakan kehidupan tenangku” ucap Taeyeon panjang lebar
“Tapi aku tidak menganggapmu terobesi Taeng, itu adalah impianmu, tapi tidak bisakah kau memaafkannya? ini sudah setahun semenjak kejadia itu” tanya Tiffany
“Mwo? Memaafkannya? Aish. tidak semudah itu apalagi setelah insiden dia ingin menciumku” ucap Taeyeon dan dibalas helaan nafas dari Tiffany
“Tapi, aku harap kau jangan terlalu membencinya bisa-bisa kau termakan ucapanmu sendiri dalam arti kau jadi mencintainya, apalagi sekarang kau tambah dekat dengannya, menjadi teman sekelas, menjadi tetangga dan kali ini menjadi wakil-nya” ucap Tiffany panjang lebar
“Kau sudah mengatakannya berkali-kali, tapi nyatanya aku tidak berubah mencintai Playboy itu Fanny” ucap Taeyeon seraya memberikan senyumannya dan tangan kananya menepuk pundak Tiffany sedangkan tangan kirinya masih memegang buku
“Aish, What ever, tapi yang jelas aku sudah mengingatkanmu jadi jika sampai kau berubah mencintainya—-” ucapan Tiffany terhenti kemudian “Aku akan mendukungmu karena menurutku kau serasi dengannya” lanjut Tiffany dan setelahnya langsung beranjak dari tempat duduknya untuk menghidari Taeyeon yang pastinya akan teriak pada Tiffany
“YA, HWANG TIFFANY” teriak Taeyeon dan jelas saja hal ini membuat orang-orang yang berada diperpustakaan menatap Taeyeon tajam
“Maafkan aku, silahkan lanjutkan aktivitas kalian” ucap Taeyeon seraya membungkukkan kepalanya dan setelahnya berlalu untuk mengejar Tiffany
………………………………….——————–…………………………..

“Oh Sehun, tolong kau bawakan buku tugas murid-murid kemeja Saengnim” ucap Lee Saengnim setelah pelajarannya selesai
“Ne, Saengnim” balas Sehun
“Wakil, bantu aku membawa buku-buku ini” ucap Sehun setelah Lee Saengnim keluar kelas
Taeyeon yang merasa ucapan Sehun itu ditujukkan padanya hanya mendegus kesal dan beranjak dari tempat duduknya

“Wakil, cepatlah, jalanmu seperti kura-kura saja” ucap Sehun yang kini sedang berada dilorong kelas bersama Taeyeon
“Ya, Playboy bodoh, bisakah kau memangil namaku saja?” ucap Taeyeon yang kini tengah kelelahan karena membawa beban buku-buku yang cukup banyak dibanding Sehun, Ya, buku-buku yang Taeyeon bawa sampai menutupi hidungnya, jadi yang terlihat hanyalah sepasang mata Taeyeon
“Oh, siapa namamu? aku lupa” ucap Sehun dengan nada dinginnya yang membuat Taeyeon ingin menarik rambut Sehun sampai lepas dari kepalanya
“Ya, Playboy bodoh, bukannya kau sudah hafal dengan jelas siapa nama-ku?” ucap Taeyeon yang pada akhirnya menghentikan langkahan kakinya dan itu membuat Sehun menghampiri Taeyeon
“Kau juga panggil namaku jangan panggil aku Playboy bodoh, kau tau betul aku tidak bodoh” ucap Sehun yang kini tengah berada dihadapan Taeyeon
“Cih..Jika bukan Playboy bodoh maka aku akan memanggilmu Playboy lemah karena kau menyuruhku yang seorang Yeoja, membawa buku yang lebih banyak darimu” ucap Taeyeon sarkastik
“Kau kelelahan? mau aku bantu?” tanya Sehun masih dengan muka datarnya, Sehun memang sengaja menyuruh Taeyeon membawa beban buku yang melebihi beban buku yang dibawanya, itu karena Sehun ingin membalas insiden mengenai kakinya yang diinjak oleh Taeyeon diatap sekolah tadi
“Tidak perlu K-E-T-U-A” ucap Taeyeon dan setelahnya berlalu pergi meninggalkan Sehun

`Dasar Oh Sehun Menyebalkan, tidak salah jika aku Membencimu` pikir Taeyeon dalam hati, Taeyeon yang sedang memikirkan bagaimana menyebalkannya Sehun tidak memperhatikan jalan sampai-sampai Taeyeon menabrak seseorang
Bukk
Taeyeon pun terjatuh dengan buku-buku yang berhamburan sedangkan Sehun yang melihat itu seperti ingin membantu tapi Sehun urungkan
“Aish, Mian aku tidak sengaja menabrakmu” ucap Taeyeon yang merasa bersalah pada seseorang yang ditabraknya seraya mengambil buku-buku yang berserakan
“Tak apa” balas Namja yang ditabrak oleh Taeyeon seraya ikut mengambil buku-buku yang berserakan
“Ne, gomawo telah membantuku” ucap Taeyeon dan setelah itu menatap Namja yang ditabraknya
“Cheommaneyo, biar aku bantu membawa buku-buku ini” ucap Namja itu dan setelahnya memberikan senyumannya pada Taeyeon
“Mmm… Tidak perlu, aku bisa sendiri” ucap Taeyeon seraya berusaha merebut buku-buku yang dibawa Namja itu
“Tak apa, buku-buku ini mau dibawa ke ruang guru`kan?” ucap Namja itu yang dibalas anggukan dari Taeyeon
“Kalau begitu, kita keruang guru bersama-sama, aku juga ingin ke ruang guru” ucap Namja itu yang kini telah berdiri dan Taeyeon yang melihat Namja itu berdiri pun ikut berdiri juga
Pada akhirnya Taeyeon pergi keruang guru bersama Namja itu, sedangkan Sehun yang sedari tadi dibelakang Taeyeon hanya memasang muka datar. Ya, sepertinya Taeyeon lupa jika dia seharusnya keruang guru bersama Sehun.
Setelah keluar Ruang Guru
“Gomawo, kau telah membantuku” ucap Taeyeon
“Cheommaneyo, kalau begitu aku ke kelasku duluya. Annyeong Taeyeon-ssi” ucap Namja itu
“Ne, Annyeong” ucap Taeyeon dan setelahnya Namja itu berlalu pergi dengan senyuman yang merekah diwajahnya
“Tunggu, darimana dia tau namaku? padahal tadi aku tidak berkenalan dengannya” gumam Taeyeon yang baru sadar mengapa Namja tadi yang menyebut namanya

“Ya, wakil, jangan menghalagi jalanku” ucap Sehun yang berada dibelakang Taeyeon, sedari tadi memang Taeyeon berada didepan pintu ruang guru
“Ne” balas Taeyeon singkat dan langsung melangkahkan kakinya menjauh dari Sehun menuju kelasnya
…………………………………………….————————…………………………………………….
Dikantin

“Aish, hari ini sudah satu minggu aku menjadi wakil dari Playboy itu dan itu membuatku harus banyak-banyak menghela nafas, coba kau bayangkan bagaimana jika kau harus menjadi wakil dari seorang ketua yang kau benci, beruntung besok hari minggu jadi aku bisa beristirahat” ucap Taeyeon panjang lebar pada Tiffany dan setelahnya memakan cake rasa strawberry kesukaannya
“Hahahah… baru saja satu minggu, bagaimana jika sudah 1 bulan, 1 semester dan pada akhirnya 1 tahun” balas Tiffany dan setelahnya melanjutkan memakan Tokoyaki yang berada dihadapannya
“Aku harap 1 tahun ini bisa cepat berlalu sehingga aku bisa cepat-cepat pergi ke luar Negeri untuk melanjutkan study-ku dan aku tidak perlu lagi melihat wajahnya” ucap Taeyeon dan setelahnya tersenyum senang
“Jangan senang dulu, mungkin takdirmu bersamanya” celetukan Tiffany ini membuat Taeyeon meredupkan senyumannya
“Apa maksudnya?” tanya Taeyeon yang kini tengah menatap tajam Tiffany
“Hahaha.. Slow down baby, aku hanya bercanda. Tapi, siapa yang akan menyangka jika takdirmu bersamanya mungkin menjadi pacarnya atau bahkan menjadi istrinya” ucap Tiffany dengan kekehannya dan itu semakin membuat Taeyeon kesal
“Ya, Tiffa—” ucapan Taeyeon terpotong karena tiba-tiba Taeyeon melihat tiga Playboy yang berjalan dan duduk dimeja yang biasanya mereka (ketiga Playboy) tempati dengan suara Yeoja-Yeoja yang seakan sebagai pengiring untuk ketiga Namja itu menempati tempat duduk mereka (ketiga Playboy)
“Menagapa kau menghentikan perkataanmu, apa kau sekarang sudah terpesona pada King Playboy itu?” tanya Tiffany yang melihat arah pandangan Taeyeon
“Cih.. Tak sudi aku jika harus menjadi pendamping Playboy seperti itu, aku hanya heran mengapa kantin tiba-tiba selalu menjadi ribut jika ada ketiga Namja Playboy itu” ucap Taeyeon seraya memakan lahap cake-nya
“Mwo? apa kau cemburu? sehingga memakan cake-mu seperti itu?” tanya Tiffany yang melihat cara makan Taeyeon
“Aish, aku hanya ingin cepat-cepat keluar dari kantin ini, aku tidak betah dengan suara-suara yang menyebalkan ini, aku heran mengapa Yeoja-Yeoja itu masih meneriaki ketiga Namja Playboy itu padahal mereka tau dengan jelas bahwa ketiga Namja itu adalah Playboy yang harus dihindari” ucap Taeyeon panjang lebar
“Hahahha… itu namanya kau cemburu Taeng, mereka itu terpesona karena ketampanan dan kepintaran Namja-Namja itu, apalagi Oh Sehun yang adalah sainganmu” balas Tiffany
“Aku tidak cemburu Nyonya Xi. Tampan? mungkin bagi banyak orang mereka itu tampan-tampan tapi bagiku? TI-DAK” ucap Taeyeon panjang lebar pada Tiffany dengan menekankan kata Tidak
“Ya, jangan panggil aku Nyonya Xi, itu membuatku muak apalagi ketika mengingat kejadian hari senin kemarin” ucap Tiffany kesal
“Oleh sebab itu, jangan bilang aku cemburu dan apapun tentang hal takdir atau jodoh dengan Oh Sehun” ucap Taeyeon yang kini tengah menunjukkan senyum kemenangannya
“Aish, tetap saja, bagaimana jika hal yang tadi aku ucapkan terjadi?” tanya Tiffany yang melihat Taeyeon yang sedang meminum minumannya, dengan wajah penuh penasaran milik Tiffany
“Lalu bagaimana jika kau benar-benar menjadi Nyonya Xi?” balas Taeyeon yang benar-benar senang melihat keadaan Tiffany yang kesulitan menjawab pertanyaannya, namun
“Jika itu takdir, mau tidak mau aku harus menerimanya” balasan dari Tiffany ini membuat Taeyeon seketika terdiam sampai Taeyeon tersenyum nakal
“Jadi, kau itu sebenarnya menyukai Xi Luhan yang kau sebut-sebut Playboy cantik itu?” tanya Taeyeon dengan senyum nakalnya
“MWO?? Kau menyukaiku Pink-ki?” celetuk seorang Namja yang kini berada tepat dibelakang Tiffany dan sontak saja membuat mereka menjadi tontonan
“Ya, Aku tidak menyukaimu dan untuk apa kau berada dibelakangku” ucap Tiffany yang kini tengah berdiri menghadap Luhan
“Hahahah.. mengaku sajalah Pink-ki” ucap Luhan dengan senyum nakalnya
“Ya, Taeng. Apa kau sudah tau jika orang ini ada dibelakangku dan kau sengaja menanyakan hal seperti itu padaku” tanya Tiffany yang sudah mulai kesal
“Molla, aku sungguh tidak tau jika Playboy cantik-mu itu berada dibelakangmu” ucap Taeyeon yang kini sudah berdiri dari tempat duduknya
“Aish, aku bisa gila jika terus-terusan berada disini bersamamu” ucap Tiffany pada Luhan dan setelahnya menarik tangan Taeyeon untuk pergi dari area kantin, tapi sebelum Taeyeon benar-benar pergi sepasang matanya melihat Namja yang dia benci bersama dengan seorang Yeoja yang sedang memegang tangan Namja itu yang adalah Oh Sehun
`Aish Playboy itu, sekarang dia sudah berganti pancar lagi?` pikir Taeyeon dalam hati. Ya, walaupun Taeyeon tidak melihat betul siapa yang berciuman dengan Oh Sehun diatap sekolah namun Taeyeon yakin orang yang berciuman dengan Oh Sehun itu bukan Yeoja yang kini tengah mengengam tangan Sehun.

“Hahaha… kau ditolak lagi?” ucap Kai yang melihat Luhan kembali ke tempat duduk mereka
“Bukan ditolak, kata itu bukan kata yang tepat karena aku belum memulai aksiku” ucap Luhan dengan senyuman penuh arti miliknya seraya duduk ditempat duduknya
“Jinjja? aku ingin segera melihat aksimu” balas Kai dengan senyumannya
“Jangan mencampuri urusanku, bagaimana denganmu? apa kau sudah mendapatkan Yeoja yang kau incar?” petanyaan Luhan ini sukses membuat Kai terdiam
“Mwo? Kai, Kau sedang mengincar seorang Yeoja, siapa Yeoja itu?” celetuk satu-satunya Yeoja yang berada dimeja Namja-Namja Playboy itu
“Mmm.. Sudahlah, itu urusanku” balas Kai sedangkan Sehun yang sedari tadi mendengar celotehan sahabat-sahabatnya hanya memasang ekspresi datarnya termasuk pada Yeoja yang ada disebelahnya yang notabennya adalah Yeojachingu barunya
“Sudahlah Yoona, aku saja tidak boleh mencampuri urusannya bahkan aku tidak tau siapa Yeoja yang dia incar, apalagi kau?”
“Mungkin saja aku bisa membantu, tapi jika tidak mau. Ya, sudah” balas Yoona yang belum melepaskan gengaman tangannya dari Sehun, Kai yang mendengar ucapan Yoona hanya membalas dengan tatapan yang sulit diartikan pada Yoona
“Keundae, Yoona. Bagaimana bisa kau berpacaran dengan Sehun? bukankah kalian berdua itu sama-sama Player?” tanya Luhan penasaran
“Hahahh.. memangnya jika aku Playgirl dan Sehun Playboy, kami tidak boleh pacaran” tanya Yoona
“Bukan seperti itu, hanya saja kalian kurang cocok saja”
“Kurang cocok? bukannya sangat cocok?” tanya Yoona
“Sudahlah, kapan kita akan memakan makanan kita? sedari tadi kalian mengobrol terus” ucap Sehun yang dibalas cengiran dari Luhan dan senyuman dari Yoona sedangkan Kai tiba-tiba permisi untuk pergi
“Aku ingin keluar sebentar” ucap Kai dan setelahnya melangkah pergi dari area kantin
“Cih. Apa-apaan Namja itu, apa dia ingin melihat Yeoja yang dia incar” celetuka Luhan ini membuat Sehun menatap punggung Kai yang lama kelamaan tidak terlihat lagi
………………………——————————-…………………………………….

“Kau sunggguh tidak sengaja memberiku pertanyaan seperti itu karena Luhan berada dibelakangku`kan Taeng” tanya Tiffany yang kini telah berada ditempat favorit Taeyeon, Atap Sekolah
“Aku tidak berniat seperti itu, tapi ketika aku menanyakan hal itu, Luhan tiba-tiba saja sudah berada dibelakangmu tanpa aku sadari” ucap Taeyeon dan setelahnya merentangkan tangannya dan menarik nafas dalam-dalam dengan mata yang terpejam
“I Beliave You My Best Friend” ucap Tiffany yang kini sudah berada disamping Taeyeon, Taeyeon yang mendengar penuturan Tiffany lalu membuka matanya dan menoleh ke arah Tiffany setelahnya tersenyum dan langsung memeluk Tiffany
“Hahahha… aku tau kau percaya padaku, kau harus berjanji tidak mengungkit-ungkit tentang takdir, jodoh atau aku yang akan jatuh cinta pada King Playboy itu” ucap Taeyeon setelah melepaskan pelukannya pada Tiffany
“Keundae, jika itu terjadi bagaimana?” tanya Tiffany tetap penasaran dengan jawaban Taeyeon
“What Ever”
“Ya, akhirnya kau mau menerimanya” ucap Tiffany girang yang membuat Taeyeon geleng-geleng kepala
“Maksudku, terserah kau ingin jawaban apa dariku yang jelas aku membenci-nya, apalagi dengan sifatnya yang super Playboy”
“Aku kira kau mau menjadi pendampingnya”
“Kau, ini hanya pembicaraan yang tidak ada gunanya, hal yang kau katakan saja tidak terjadi, dan apa kau mau jika sahabatmu ini menjadi pendamping dari King Playboy? Kau tidak membayangkan bagaimana hidupku jika menjadi pendamping-nya? coba kau bayangkan jika setiap hari dia pulang berganti-ganti pasangan? Aku bisa gila jika memikirkan itu semua” ucap Taeyeon panjang lebar
“Upss. Mian, aku tidak memikirkan itu. Keundae, bagaimana jika dia bisa berubah apabila kau menjadi pendampingnya”
“YA, HWANG TIFFANY BERHENTI MEMBICARAKAN HAL INI, HAL TABU YANG MENYEBALKAN, KAU INGIN SAHABATMU MENJADI GILA, EOH?” teriak Taeyeon
“Ya, arraseo, abaikan saja pembicaraan kita ini. Beruntung disini tidak ada siswa-siswi jika ada apa mereka tahan dengan teriakanmu, eoh?” balas Tiffany seraya melepaskan tanggannya yang tadi dia gunakan untuk menutup telinganya
“What Ever My Best Friend” balas Taeyeon seraya menyunggingkan senyumannya
……………………………——————————………………………….

“Aish, mengapa tempat ini begitu menyeramkan saat malam tiba” gumam Taeyeon yang kini tengah berada dihalte bus seorang diri, Ya, Taeyeon memang hari ini tidak pulang bersama dengan Tiffany dikarenakan Tiffany masih mengikuti ekstrakulikuler dance, awalnya Taeyeon ingin menunggu Tiffany tapi Tiffany melarangnya karena tidak ingin membuat Taeyeon menunggu terlalu lama. Walaupun Tiffany sudah menginjak bangku kelas 12, tapi Tiffany masih suka mengikuti ekstrakulikuler dance yang sekolah adakan
“Mengapa tidak ada kendaraan umum yang lewat sedari tadi? apa kendaraan umum sudah tidak bertugas dijam segini?” gumam Taeyeon lagi

“Ya, Noona sedang apa disini sendirian” ucapan seorang Namja itu membuat Taeyeon terkejut setengah mati, perasaan takutpun mengelilingi Taeyeon saat ini
“Noona mau kemana? mau ku antar?” ucap Namja yang satunya lagi, Ya, memang ada beberapa Namja yang kini tengah berdiri dihadapan Taeyeon
“Ya, jangan dekat dekat denganku” ucap Taeyeon ketika namja ketiga hendak memegang lengan Taeyeon
“Tak perlu takut, kita tidak akan menyakitimu” ucap Namja pertama seraya memberikan senyuman yang menurut Taeyeon sangat menakutkan itu
“Pppergi dariku atau aku teriak” ucap Taeyeon dengan kegugupan yang melanda dirinya
“Jika kita pergi?” ucap Namja kedua seraya menarik tangan Taeyeon

`Siapapun tolong aku` ucap Taeyeon dalam hati

Brusssshh
Seketika pandangan Taeyeon menjadi gelap karena ada seseorang yang menutup kepalanya dengan sebuah jaket, dan setelahnya menarik pinggang Taeyeon dan memeluknya dengan posesif yang mengakibatkan tangan Taeyeon yang dipegang Namja kedua tadi menjadi lepas, Taeyeon pun terkejut mendapat perlakuan seperti itu apalagi dengan keadaannya sekarang yang tidak tau siapa yang sedang memeluknya saat ini
Taeyeon tambah terkejut ketika orang yang sedang memeluknya berucap
“Ya, Chagi, aku kan sudah bilang agar kau menungguku didepan gerbang sekolah, mengapa kau tidak menurutinya?” ucap Namja itu dan Taeyeon yang terkejut akan ucapan Namja itu mendongkakan kepalanya untuk melihat siapa Namja yang menyebutnya chagi, dan Taeyeon pun tambah tambah terkejut ketika melihat siapa yang kini tengah memeluknya posesif dan menyebutnya dengan chagi, Ya, walaupun kepala Taeyeon ditutup oleh jaket Namja itu tapi Taeyeon masih bisa melihat Namja itu ketika Taeyeon mendongkakan kepalannya.
`Oh Sehun, memelukku, Chagi. Oke, mungkin kepalanya tadi terbentur sesuatu yang mengakibatkan dia menjadi sedikit gila` ucap Taeyeon dalam hati
“Cepatlah masuk ke mobilku, kemudian pakailah jaketku” ucap Sehun dan setelahnya memberikan senyumannya namun Taeyeon masih belum bergeming
“Kau tidak boleh kemana-mana Noona, urusan kita belum selesai” ucapan Namja yang tadi menganggu Taeyeon pun membuat Taeyeon tersadar dan mengalihkan pandangannya yang masih tertutup jaket
“Cepat masuk kemobilku” ucap Sehun lagi namun kali ini terlihat begitu tajam, Taeyeon pun menuruti perkataan Sehun dan segera menuju mobil Sehun, namun langkahannya terhenti ketika mendengar
“Ya, memangnya kau siapa-nya? kita bertiga mempunyai urusan dengan Noona itu” ucap salah satu dari ketiga Namja itu
“Dia Yeojachinguku” balasan Sehun ini membuat Taeyeon terkejut lagi
`Aku pasti benar. Oh Sehun pasti terbentur sesuatu sampai mengatakan aku Yeojachingunya, walaupun itu untuk menyelamatkanku tapi tidak perlu dia mengatakan hal seperti itu` pikir Taeyeon dan seketika itu pun melanjutkan langkahan kakinya menuju mobil sport warna merah milik Sehun yang kini beratap

Taeyeon yang kini tengah berada didalam mobil merasa gelisah ketika Sehun yang hendak pergi malah ditahan dan wajah Sehun langsung dipukul, Taeyeon yang melihat itu pun segera menutup matanya dengan kedua tangannya
Selang beberapa menit ada yang membuka pintu mobil disamping tempat duduk Taeyeon dan hal itu membuat Taeyeon was was `Siapa yang menang? jika Oh Sehun kalah dan yang membuka pintu mobil ini adalah salah satu dari Namja-Namja tadi maka aku harus segera kabur` pikir Taeyeon dalam hati tanpa melepas tangannya yang dia gunakan untuk menutup matanya
“Lepaskan tanganmu dari matamu” ucapan Sehun ini membuat Taeyeon bernafas lega dan langsung melepaskan tangannya dari matanya
“Apa kau membunuhnya?” ucap Taeyeon yang melihat Namja-Namja tadi terkapar tak berdaya dihalte itu
“Kau seharusnya mengkhawatirkanku bukannya mereka” ucapan Sehun ini membuat Taeyeon mengalihkan pandangannya ke wajah Sehun, Ya, sendari tadi setelah melepaskan tangannya dari matanya Taeyeon memang langsung melihat keluar jendela mobil untuk melihat keadaan Namja-Namja yang tengah terkapar tanpa melihat ke arah Sehun sedikitpun
“Tenang saja, aku hanya membuat mereka pingsan tidak sampai membunuh mereka” ucap Sehun ketika merasa Taeyeon tengah melihat kearahnya dan setelahnya Sehun pun menggas mobilnya
“Tentang, aku yang menyebutmu sebagai Yeoja—” ucapan Sehun terpotong oleh Taeyeon
“Ne, arraso, aku tau kau melakukannya karena ingin membantuku” ucap Taeyeon yang tidak dibalas oleh Sehun

Taeyeon yang sedari tadi melihat sudut bibir Sehun yang berdarah pun jadi merasa sedikit iba dan saat ini hatinya sedang berdebat untuk memberika Sehun tissue atau tidak
`Apa aku berikan tissue yang berada di saku jas-ku pada orang ini, atau sebaiknya tidak. beri tidak beri tidak beri tidak` pikir Taeyeon sampai akhirnya Taeyeon menghebuskan nafas pelan dan mengambil tissue basah yang berada disakunya
“Ige” ucap Taeyeon seraya menghapus darah yang berada disudut bibir Sehun, Sehun yang mendapat perlakuaan seperti itu dari Taeyeon sempat tidak menyangka karena Sehun tau Taeyeon itu membencinya
“Apa kau sudah mulai terpesona olehku, eoh?” ucapan Sehun ini membuat Taeyeon kesal dan langsung menarik tangannya untuk menjauh dari wajah Sehun
“Harapanmu saja” ucap Taeyeon dingin dan tidak dibalas apa-apa lagi oleh Sehun karena Sehun kini tengah fokus menyetir

`Aish Kim Taeyeon babo, untuk apa kau menghapus darah-nya? seharusnya kau berikan dia tissue saja atau kau tidak usah melakukan salahsatu dari keduannya` pikir Taeyeon yang kini tengah menyesali perbuatannya
“Apa kau tidak ingin turun? Kau ingin berlama-lama bersamaku?” ucapan Sehun ini sukses membuat Taeyeon melihat sekeliling dan sadar jika Taeyeon tengah sampai didepan gerbang pintu rumahnya
“Jangan harap aku ingin berlama-lama denganmu Tuan Oh” ucap Taeyeon dingin dan setelahnya melemparkan tissue yang tadi dia gunakan untuk menghapus darah disudut bibir Sehun ke arah Sehun
Taeyeon pun bergegas keluar mobil Sehun dan menutup pintu mobil Sehun dengan keras, Sehun hanya melihat kepergian Taeyeon namun sedetik kemudian Sehun tiba-tiba membuka jendela mobilnya
“Jika kau tidak ingin berlama-lama denganku apa kau ingin sekali bertemu denganku lagi, eoh?” ucapan Sehun ini membuat Taeyeon menghentikan langkahnya memasuki gerbang pintu rumahnya
“Apa maksudmu?” ucap Taeyeon yang kini telah membalikkan badannya ke arah Sehun yang sedang menopang kepalanya diatar jendela mobilnya
“……………” Sehun tidak menjawab pertanyaan Taeyeon, namun Taeyeon melihat pandangan Sehun tidak menuju ke wajahnya, Taeyeon pun mengikuti arah pandangan Sehun dan Taeyeon tersadar
`Aish, kau sangat babo, babo, babo. mengapa kau lupa jika jaketnya masih melekat ditubuhmu, eoh?` maki Taeyeon pada dirinya sendiri dalam hati seraya melepaskan jaket Sehun. Ya, jaket Sehun memang sedari tadi Taeyeon pakai, Taeyeon memakainya sebelum memasuki mobil Sehun
“Aku hanya lupa dan jangan bermimpi jika aku beniat untuk bertemu dengamu” ucap Taeyeon dan setelahnya melempar jaket Sehun dan tepat mengenai wajah Sehun, Taeyeon pun membalikkan badannya lagi dan masuk kedalam pintu gerbang rumahnya sedangkan Sehun yang mendapat perilaku seperti itu dari Taeyeon hanya menatap kepergian Taeyeon dengan pandangan tajam
………………………………………———————–………………………………

“Taeng, kau diantar Sehun? Eomma tadi melihatnya dari lantai dua dan setelahnya Eomma langsung turun kebawah untuk mendengarnya langsung darimu” ucap Nyonya Kim saat Taeyeon baru saja membuka pintu rumah keluargannya itu
“Ya, Eomma, aku saja belum mengucapkan `Aku Pulang` tapi Eomma sudah menahanku dengan pertanyaan yang tidak penting itu?” balas Taeyeon dan setelahnya melewati Eommanya
“Aish, kau ini, Eomma kan hanya bertanya, apa tidak boleh?” ucap Eomma Taeyeon yang mengikuti jejak Taeyeon yang saat ini sudah berada diruang keluarga mereka
“Aku lelah dan keadaanku sangat mengenaskan” ucap Taeyeon tanpa menjawab pertanyaan Eommanya dan langsung menjatuhkan dirinya diatas sofa ruang keluarga Kim
“Eonni terlalu mendramatisir, apa Eonni-ku sekarang sudah menjadi Queen of Drama?” tanya Seohyun yang sedari tadi memang sudah duduk tepat disamping Taeyeon sebelum Taeyeon duduk
“Mwo? kau tidak sopan pada Eonni-mu” ucap Taeyeon dan kemudian mendaratkan bantal sofa yang berada disampingnya ke arah Seohyun
“Tidak kena” ucap Seohyun pada saat bantal yang Taeyeon lempar tidak mendarat tepat ke arah Seohyun
“Taeng, sebenarnya kau yang tidak sopan, Eomma bertanya kau malah tidak menjawabnya” ucap Eomma Taeyeon dan hal itu langsung membuat Taeyeon menyesal
“Eomma-ku sayang, aku tidak bermaksud untuk tidak sopan pada Eomma, hanya saja pertanyaan Eomma itu membuatku kesal” ucap Taeyeon dan setelahnya beranjak untuk memeluk Eommanya
“Jadi kau benar diantar oleh Sehun” ucap Eomma Taeyeon yang kini tengah berada dipelukan Taeyeon, Taeyeon pun hanya mengangguk sebagai tanda jawaban
“Mwo? Eonni diantar Sehun Oppa? Ini sebuah kemajuan yang pesat” ucap Seohyun yang saat ini tengah memakan cemilannya
“Yak! Apa maksudmu?” tanya Taeyeon yang kini tengah melepaskan pelukannya dari Nyonya Kim
“Memang benarkan, ini sebuah kemajuan, aku senang jika Eonni sudah akur dengan Sehun Oppa, jadi Eonni dan Sehun Oppa tidak seperti Tom & Jerry lagi”
Pluuk
Ucapan Seohyun itu dihadiahi sebuah pukulan dari bantal yang Taeyeon lempar
“Appoyo” ucap Seohyun seraya mengelus-elus kepalanya pelan
“Mwo? Appo? rasaka—-” ucapan Taeyeon ini dipotong oleh lemparan bantal dari Seohyun
“Kau, ingin bermain-main dengan Eonni-mu, eoh?” ucap Taeyeon dan setelahnya Taeyeon dan Seohyun saling melempar bantal sofa sedangkan Eomma Taeyeon hanya menggeleng-gelengkan kepalanya tapi senyum tetap terukir diwajahnya
“Kalian, hentikan! Sudah malam, Kau belum makan malam`kan Taeng?” ucapan Nyonya Kim ini membuat pertarungan bantal antaran Taeyeon dan Seohyun terhenti seketika
“Tap—” ucapan Taeyeon ini dipotong oleh Nyonya Kim
“Tidak ada tapi-tapian sekara—”
Pluuk
Ucapan Nyonya Kim ini terhenti ketika ada bantal sofa yang mengenai dirinya, pelakunya jelas bukan Taeyeon dan Seohyun tapi Tuan Kim yang saat ini sedang terkekeh dibelakang Nyonya Kim, Sebenarnya sedari tadi Tuan Kim juga berada diruang keluarga namun Nyonya Kim, Taeyeon dan Seohyun tidak menyadarinya
“Yeobo, kau juga ingin bermain-main, eoh?” ucap Nyonya Kim yang kini tengah menghadap ke arah Tuan Kim dan setelahnya melempar kembali bantal yang Tuan Kim lempar tadi, dan sesaat kemudian perang bantal pun terjadi antara Tuan Kim, Nyonya Kim, Taeyeon dan Seohyun
“Hahahhahah” gelak tawa pun menghiasi malam dirumah keluarga Kim
………………………..————————-………………….

“Sehun, kau mengantar Taeyeon pulang, ya?” ucapan Nyonya Oh ini menghentikan langkahan kaki Sehun untuk memasuki kamarnya
“Ne, Eomma” jawab Sehun singat dan setelahnya masuk kedalam kamarnya, setelahnya Sehun masuk kedalam kamarnya
“Sehun kau sudah makan malam belum? jika belum segeralah turun ke bawah” pertanyaan Nyonya Oh hanya dibalas “Ne, Eomma” dari dalam kamar Sehun, Nyonya Oh pun hanya mendengus kesal namun hanya sesaat karena sekarang Nyonya Oh sedang loncat-loncat kegirangan mengingat Sehun yang mengantarkan Taeyeon
“Eomma, ada apa?” pertanyaan dari Sehan yang tiba-tiba ini pun membuat Nyonya Oh tersenyum kikuk
“Annio, Sehan mengapa keluar dari kamar?” tanya Nyonya Oh yang teringat, bukannya Sehan sudah masuk dalam kamarnya dan sekarang mengapa Sehan berada dihadapannya.
“Sehan haus” ucap Sehan seraya tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang tampak rapih untuk seumuran bocah kelas 1 Sekolah dasar
“Ooo.. Sehan haus, ayo Eomma antar kebawah” ucap Nyonya Oh dan setelahnya menarik lembut tangan Sehan

“Sehan, Eomma mau bertanya” ucap Nyonya Oh saat dirinya dan Sehan sudah berada didapur
“Memang Eomma mau tanya apa?” balas Sehan setelah meneguk air minumnya
“Apa Sehan pernah melihat Sehun dengan seorang Yeoja?” tanya Nyonya Oh, entah mengapa Nyonya Oh berpikiran seperti itu dan menanyakannya pada Sehan
“Mmm… itu itu Sehan tidak tau” balas Sehan dan seketika langsung lari setelah sebelumnya menaruh gelasnya dimeja makan
“Ya, Sehan tunggu Eomma” ucap Nyonya Oh seraya mengejar Sehan yang telah menaiki tangga
“Ada apa?” pertanyaan tiba-tiba dari Tuan Oh yang baru pulang pun membuat Nyonya Oh menghentikan pengejarannya
“Kau sudah pulang Seung Jo-ya” ucap Nyonya Oh dan setelahnya menghampiri Tuan Oh
“Hani, Kau belum menjawab pertanyaanku” ucap Tuan Kim yang dibalas senyuman dari Hani
“Annio, aku hanya main kejar-kejaran dengan Sehan”
“Kau ini, masih saja seperti anak kecil” ucapan Tuan Kim ini membuat Nyonya Oh mengerucutkan bibirnya lucu
CHU
Tuan Oh pun mengecup bibir Nyonya Oh singkat karena melihat betapa lucunya Nyonya Oh walaupun umurnya sudah menginjak kepala empat sedangkan Nyonya Oh yang mendapat perilaku seperti itu hanya tersenyum malu
“Kau ini, bagaimana jika dilihat Anak-Anak?”
“Nyatanya mereka tidak melihat jadi—-” ucapan Tuan Oh ini terpotong karena adanya suara deheman dari putra sulung mereka yang saat ini tengah berada ditengah-tengah tangga
“Mian mengganggu, aku hanya ingin ke dapur untuk makan malam” ucapan Sehun ini membuat Nyonya Oh dan Tuan Oh seketika menjadi salah tingkah
“Ne, kalau begitu, Kau makan malam bersama Appa saja karena Appa belum makan malam” ucap Tuan Oh untuk menghilangkan perasaan gugupnya karena malu dilihat Sehun tadi dan setelahnya Tuan Oh dan Sehun melangkahkan kakinya menuju dapur bersama-sama
`Aish, kedua orang kutub itu makan malam berdua? lalu apa yang akan mereka lakukan? pastinya hanya suara dari dentingan sendok, piring dan garpu yang menjadi latar makan malam mereka` pikir Nyonya Oh dan setelahnya mengikuti Sehun dan Seung Jo ke dapur

Dikamar Sehan
`Sehan tidak boleh memberitahu rahasia Hyung yang ternyata seorang Playboy` pikir Sehan dalam hati apalagi tiga hari yang lalu Sehun sudah memberikan Playstation baru untuk Sehan, padahal ucapan Sehan dihari senin kemarin hanyalah asal ucap agar tidak keceplosan mengatakan jika Hyungnya itu Playboy
(Bagaimana Sehan bisa tau? hal itu masih rahasia)
……………………………………—————-………………………….

Dihari Minggu yang cerah
“Appa, Eomma, Aku pergi untuk lari pagi dulu, Ne?” ucap Taeyeon yang kini tengah berdiri didepan kelarganya dengan menggunakan baju olahraganya
“Kau tidak sarapan dulu?” tanya Appa Taeyeon
“Aku belum lapar, setelah lari pagi aku baru makan, Bye Appa, Eomma” ucap Taeyeon dan seketika langsung pergi meninggalkan area dapur
“Anak itu sangat rajin” celetuk Eomma Taeyeon
“Ne” jawab singkat Appa Taeyeon dan setelahnya meneruskan membaca koran pagi yang tadinya tertunda
“Yeobo, kemarin Taeyeon diantar oleh Sehun” ucap Eomma Taeyeon dan kemudian duduk didekat Appa Taeyeon
“Itu hal yang bagus dan kemajuan yang bagus pula bagi Taeyeon dan Sehun, jadi rencana kita bisa cepat kita wujudkan” balas Tuan Kim yang saat ini tengah meletakan koran yang dia baca diatas meja
“Ya, aku tidak sabar menunggu moment bahagia itu terwujud” ucap Nyonya Kim seraya mengepalkan tangannya dan tersenyum bahagia
“Eonni, Sehun Oppa …Rencana… Momment.. Bahagia memangnya ada apa Eomma?” pertanyaan Seohyun yang saat ini sudah berada dimeja makan pun membuat Nyonya Kim dan Tuan Kim terkejut seketika
“Mmm.. Kau sudah bagun Seo?” tanya Nyonya Kim untuk menghilangkan keterkejutannya
“Eooma jawab aku atau aku adukan pada Eonni” ucap Seohyun seraya menunjukkan senyum mengancamnya yang dibalas helaan nafas dari Tuan dan Nyonya Kim
“Eomma akan beri tau tapi kau harus janji jangan memberitahu Eonnimu mengenai hal yang Eomma akan ceritakan” ucap Nyonya Kim
“Yaksoo Eomma” ucap Seohyun seraya mengangkat jari kelingkingnya
……………………………..—————————-……………………………………

“Huhh… Pagi ini sangat cerah” gumam Taeyeon setelah menutup gerbang rumahnya
“Sehan” ucap Taeyeon saat melihat seorang anak kecil keluar dari gerbang rumahnya
“Oh, Annyeong Tae Noona” balas Sehan seraya melambai-lambaikan tangannya riang
“Sehan mau apa pagi-pagi sekali sudah keluar dari rumah” ucap Taeyeon yang kini tengah berada dihadapan Sehan kemudian mensejajarkan tinggi badanya dengan tinggi badan Sehan
“Sehan mau lari pagi biar Sehan sehat” ucap Sehan seraya mengepalkan tangan kananya ke atas, sontak saja hal itu membuat Taeyeon tersenyum dan mengelus-elus puncak kepala Sehan. Taeyeon memang dekat dengan Sehan walaupun tidak dengan Sehun begitu pula dengan Seohyun yang bisa dibilang dekat dengan Sehun, Taeyeon pun tidak ingin membatasi agar Seohyun tidak dekat-dekat dengan Sehun karena Taeyeon tidak ingin masalahnya dengan Sehun melibatkan Seohyun ataupun Sehan. Yang tau masalah Taeyeon dengan Sehun hanya sahabatnya sendiri (Tiffany) sedangkan keluarga Oh dan Keluarga Kim tidak tau alasan sebenarnya mengapa Taeyeon dan Sehun tidak akur
“Kau lucu sekali Sehan” ucap Tayeon dan setelahnya mencubit kedua pipi Sehan gemas setelah sebelumnya mengelus-elus puncak kepala Sehan
“Apa Sehan selucu itu-ya? Eomma juga bilang Sehan lucu” perkataan polos Sehan ini dibalas anggukan kepala dari Taeyeon
“Apa Sehan hanya sendiri?” pertanyaan Taeyeon ini membuat Sehan mengangguk-anggukan kepalanya lucu
“Mmmm.. Noona juga mau lari pagi di taman dekat kompleks, Sehan mau bareng dengan Noona?” pertayaan Taeyeon ini lagi-lagi dibalas anggukan dari Sehan dan setelahnya Taeyeon langsung menegakan badanya untuk berdiri dan menggengam tanan kanan Sehun untuk lari pagi
Tanpa Taeyeon dan Sehan sadari, ada sepasang mata yang melihat keakraban Taeyeon dan Sehan sedari tadi, Namja yang memiliki sepasang mata itu pun hanya tersenyum penuh arti dibalkon kamarnya. Ya, dari balkon kamarnya, Namja itu bisa melihat raut wajah Taeyeon saat tersenyum dan betapa dekatnya Taeyeon dan adiknya itu.
`Kau begitu dekat dengan adikku tapi kau begitu membenciku` gumam Namja itu dan setelahnya memasuki kamarnya
……………………………………..———————-…………………………………

“Noona, Ayo kita lomba lari” ucap Sehan
Ya, saat ini memang Sehan dan Taeyeon duduk dibangku taman karena lelah setelah lari sedari tadi dan sialnya baik Taeyeon maupun Sehan tidak membawa air
“Mmmm… tapi harus ada hukumannya” balas Taeyeon
“Ne, Noona dan Sehan`kan tidak membawa air jadi yang kalah mentlaktir minuman dan cakeeeeeee” ucap Sehan dan terlihat girang ketika menyebut kata cake yang adalah makanan favoritnya
“Mmm.. Ne,” jawab Taeyeon

“Hana…. dul… set…..” ucap Sehan menginstruksi dan setelahnya Taeyeon dan Sehan lari dari tempat duduknya, sebelumnya sudah disepakati jika salah satu dari Taeyeon dan Sehan melewati patung bunga yang berada sekitar 35 meter dari tempat duduk yang mereka duduki tadi akan mejadi pemenang
Saat Taeyeon hampir mendekati garis finish, tiba-tiba Taeyeon tersandung dan jatuh sedangkan Sehan yang sudah mencapai garis finish langsung menghampiri Taeyeon
“Gwenchana Noona?” tanya Sehan yang saat ini sudah berjongkok dihadapan Taeyeon
“Ne, Gwenchana Sehan, Noona hanya tersandung dan selamat Sehan yang menang dan Noona akan metlaktir Sehan” ucap Taeyeon seraya berdiri dari posisi jatuhnya, memang sedikit nyeri tapi itu tidak masalah bagi Taeyeon
“Serius tidak apa-apa?” tanya Sehan yang ikut-ikut berdiri seraya mendongkakan kepalanya
“Ne, Noona baik-baik saja, Kajja kita ke cafe diseberang untuk membeli makanan” ucap Taeyeon dan setelahnya menarik lembut tangan Sehan
…………………………—————————–…………………………..

“Sehan mau makan disini atau dirumah?” tanya Taeyeon yang saat ini sudah duduk ditempat duduk sebuah cafe bersama Sehan
“Mmm… Sehan ingin makan dirumah” jawab Sehan
“Ne, lalu Sehan mau pesan apa?” tanya Taeyeon lagi
“Sehan ingin Cake With Vanila Flavour dan minumannya mmmm……” ucapan Sehan terhenti karena sedang binggung ingin meminum apa
“Mmm… Ice Cream” lanjut Sehan
“Sekarang masih pagi jadi lebih baik Sehan jangan dulu memakan Ice Cream” tolak halus dari Taeyeon
“Mmm… kalau begitu Sehan mau Choco Bubble Tea” ucap Sehan dengan senyumannya
“Bukannya itu sama saja Ice” balas Taeyeon
“Tapi Hyung juga suka minum Bubble Tea di pagi hari” ucapan Sehan ini membuat Taeyeon berfikir
“Memangnya minuman Favorit Hyung Sehan itu apa?” tanya Taeyeon
“Taro Bubble Tea” jawab Sehan apa adanya
“Baiklah Noona akan memesankan Sehan Choco Bubble Tea tapi tidak pakai ice`y?” pertanyaan Taeyeon ini dibalas anggukan dari Sehan walaupun sebenarnya Sehan sedikit kecewa karena Bubble Tea-ya tidak pakai Ice
Setelah mendapat jawaban anggukan dari Sehan, Taeyeon pun melangkahkan kakinya ke arah kasir
“Cake With Vanila Flavour 1, Cake With Strawberry Flavour 1, Milk 1, Choco Bubble tea tidak pakai Ice 1 dan…..” ucapan Taeyeon ini terhenti karena dirinya terlihat ragu namun “Taro Bubble Tea 1” lanjut Taeyeon
“Dimakan disini atau dibawa pulang?” tanya seorang kasir dihadapan Taeyeon
“Dibawa pulang” ucap Taeyeon dan setelahnya menyerahkan beberapa lembar won
“Mmm.. Agashi, bolehkan aku meminta sesuatu?” tanya Taeyeon
“Ne, ada apa Noona?” tanya kasir yang melayani Taeyeon
…………………………………………………………………………………………

Setelah menunggu beberapa saat akhirnya pesanan Taeyeon pun telah jadi
“Ini pesanan anda Noona” ucap seorang pelayan dan setelahnya memberikan pesanan Taeyeon
“Ne, Khamsahamida” ucap Taeyeon
“Ne, nikmatilah pesanan anda dan sering-seringlah berkunjung kemari” balas pelayan dengan senyum ramahnya yang dibalas Taeyeon senyuman juga

“Sehan ini Cake dan Bubble Tea punya Sehan” ucap Taeyeon seraya memberikan kedua makanan itu pada Sehan
“Ne. Gomawo Noona” ucap Sehan girang dan setelahnya mengambil makanannya
“Noona pesan apa?” tanya Sehan yang melihat plastik yang Taeyeon bawa ada dua
“Noona pesan Cake With Strawberry Flavour dan Milk” balas Taeyeon seraya mengangkat plastik makanan favoritnya itu sedikit ke atas
“Lalu yang itu?” tanya Sehan yang melihat 1 plastik yang tidak Taeyeon angkat
“Ini Taro Bubble Tea” ucap Taeyeon seraya menaikkan sedikit plastik yang berisi taro bubble tea
“Mwo? untuk siapa? jangan-jangan untuk Hyung-nya Sehan” tebak Sehan yang hanya dibalas senyuman oleh Taeyeon
…………………………………………———————–…………………………..

“Sehan, Noona titip ini pada Hyung-nya Sehan, Ne?” tanya Taeyeon pada saat Taeyeon dan Sehan berada digerbang rumah Sehan
“Tenang saja, tapi Noona harus ikut kedalam” ucap Sehan lalu menarik tangan Taeyeon masuk kedalam rumah keluarga Oh itu, Taeyeon yang sudah ditarik masuk kedalam rumah Oh itu tidak bisa protes apa-apa lagi dan hanya menghela nafas pasrah

“Aku pulang” teriak Sehan ketika sudah membuka pintu rumahnya
“Sehan sudah pulang? Ayo ke–” ucapan Nyonya Oh ini terpotong karena melihat Taeyeon yang berada dibelakang Sehan
“Mwo? Taeyeon, Kau ada disini? sudah sarapan belum? jika belum ayo sarapan bersama” ucap Nyonya Oh seraya menarik tangan Taeyeon sedangkan Sehan sudah lari terlebih dahulu ke arah dapur
Taeyeon yang ditarik oleh Nyonya Oh hanya tersenyum kikuk dan mau tidak mau dirinya saat ini sudah berada didepan meja keluarga Oh
“Eomma, Tae Noona mentlaktir Sehan” ucap Sehan yang saai ini tengah duduk ditempat duduknya
“Oh.. Gomawo Taeyeon, sekarang sebagai balasan Kau ikut sarapan disini saja`y” ucap Nyonya Oh dengan senyum cerahnya
“Mmm… Ahjumma, Sebenarnya Aku kesini—” ucapan Taeyeon ini terpotong oleh Sehan yang kini tengah duduk dan menyatap makanan dari Taeyeon
“Noona mau bertemu dengan Hyung” celetuk Sehan dan itu membuat Taeyeon seketika sesak nafas untuk sesaat
“Jinjja? jika seperti itu naiklah ke lantai 2” ucap Nyonya Oh seraya mendorong tubuh Taeyeon keluar dari area dapur
“Annio Ahjumma, Aku….. Tadi….. Meminta tolong Sehan” ucap Taeyeon terbata-bata yang saat ini sudah berada didepan anak tangga rumah keluarga Oh
“Taeyeon, jika Sehan sedang dihadapkan pada makanan kesukaannya dia pasti lupa akan hal-hal disekitanya jadi jika kau ingin menemui Sehun, temui saja tanpa bantuan dari Sehan” jelas panjang lebar Nyonya Oh, Taeyeon yang baru tau akan hal itu (Sifat Sehan yang jadi lupa akan sekitar jika dihadapkan dengan makanan kesukaannya) hanya menghela nafas pasrah dan dengan ragu menaikki anak tangga, Nyonya Oh yang melihat keraguan Taeyeon langsung memberi semangat
“Fighting Taeyeon” ucap Nyonya Oh seraya mengepalkan tangan kanannya ke atas, sedangkan Taeyeon yang melihat kelakuan Nyonya Oh hanya tersenyum simpul
`Memangnya aku mau bertempur apa? Eittttssss… tapi bisa saja aku bertempur dengannya dipagi ini, apa aku tidak jadi memberikan ini (Taro Bubble Tea), Keundae…… ` ucap Taeyeon dalam hati dan ucapannya terpotong karena dengan langkah yang sudah cukup pasti Taeyeon menaikki anak tangga dikediaman keluarga Oh itu

“Hani, Apa hari ini ada kejadian yang sangat special? sampai kau senyum-senyum seperti itu?” pertanyaan Tuan Oh yang tiba-tiba disamping Nyonya Oh membuat Nyonya Oh terlonjak kaget untuk sesaat
“Kau darimana? bukannya kau masih dikamar?” tanya Nyonya Oh tanpa menjawab pertanyaan Tuan Oh
“Aku sudah bangun dari tadi dan Aku baru saja dari perpustakaan” jawab Tuan Oh
“Mmm… Aku senyum-senyum karena aku sangat bahagia” ucap Nyonya Oh ini membaut Tuan Oh mengeryitkan keningnya binggung
“Ini tentang Sehun dan Taeyeon” ucap Nyonya Oh yang melihat raut binggung Tuan Oh
“Memangnya, mengapa mereka berdua?”
“Aish, Aku lupa tidak memberitahumu” ucap Nyonya Oh seraya menepuk jidatnya pelan
“Kemarin malam Sehun mengatar Taeyeon dan saat ini Taeyeon sedang menuju kamar Sehun” jelas Nyonya Oh. Pada saat Tuan Oh menghampiri Nyonya Oh memang Taeyeon sudah tidak terlihat lagi dari lantai 1 (Taeyeon sudah berada dilantai 2)
“Mmmm” gumam Tuan Oh yang membuat Nyonya Oh sedikit kesal
“Aish, kau ini membuat kesenanganku lenyap” ucap Nyonya Oh kemudian melangkahkan kakinya kedapur untuk melanjutkan menyiapkan sarapan dan Tuan Oh pun mengikuti Nyonya Oh ke arah dapur
……………………………………——————–…………………………………

`Apa kau yakin?` tanya Taeyeon dalam hati pada dirinya sendiri
Ya, saat ini Taeyeon memang sudah berada didepan kamar Rivalnya, Taeyeon yakin pintu yang berada dihadapannya adalah pintu Rivalnya karena Taeyeon sudah memprediksikan, Jika Kamar Taeyeon dan Rivalnya itu bersebelahan maka pintu yang berada dihadapannya-lah pintu kamar Rivalnya karena pintu kamar ini searah dengan kamar Taeyeon
`Aku ketuk pintunya atau aku langsung masuk` pikir Taeyeon lagi
Lama Taeyeon memikirkan sampai akhirnya Taeyeon mencoba membuka pintu karena tidak ingin kedatangannya diketahui oleh Rivalanya dan beruntung bagi Taeyeon karena pintunya tidak terbuka
Cklek
Senyuman terukir diwajah Taeyeon dan dengan langkah perlahan Taeyeon pun melangkahkan kakinya, Taeyeon pun menatap dinding kaca kamar Sehun dan setelahnya melangkah mendekat dengan meletakan salah satu plastik yang dia pegang diatas sofa terlebih dahulu sebelum lebih mendekatkan diri pada dinding kaca kamar itu. Ya, memang ada sofa dikamar itu tepatnya sofa itu ada dihadapan kasur yang berukurang king size
“Jadi jarak antara kamarku dan kamarnya itu tidak terlampau jauh malah terlihat begitu dekat” gumam Taeyeon pada saat dirinya sudah berada dihadapan dinding kaca kamar Sehun yang terbuka dalam arti tirai kamar Sehun tidak ditutup
Setelah Taeyeon melihat kamarnya dari tempat Taeyeon berdiri sekarang, Taeyeon pun mengalihkan pandangannya dan tempat saat Taeyeon mengalihkan pandangannya, pandangan Taeyeon pun terpaku akan sebuah piala yang berdiri kokoh diatas meja belajar dan hal itu membuat Taeyeon langsung memasang wajah datarnya
“Untuk apa Kau disini?” pertanyaan dari seseorang yang tidak Taeyeon harapkan pun membuat Taeyeon menegang seketika tapi Taeyeon mencoba untuk bersikap tenang setelah menghirup nafas dalam-dalam Taeyeon pun membalikkan badan dan
“AAAAAAAAAA” Taeyeon langsung menjerit ketika dirinya melihat Sehun yang adalah Rivalnya tidak memakai pakaian, Sehun sekarang berdiri dengan keadaan topless dan rambut yang masih basah
“Kau… dasar Playboy gila, mengapa kau tidak memakai pakaianmu, eoh?” ucap Taeyeon yang saat ini sudah menutup sepasang matanya dengan kedua tangannya
“Babo.. ini kamarku, jadi terserah aku” ucapan Sehun ini membuat Taeyeon sangat sangat kesal, Ya, walaupun sebenarnya Taeyeon yang salah
“Aish, Sudahlah, aku akan pulang. Mian menganggumu Tuan Oh” ucap Taeyeon dan setelahnya melangkahkan kakinya menuju pintu kamar Sehun dengan tangan yang menutup mata dan kepala yang ditundukan, namun Sehun yang memiliki niat jail pun langsung menutup pintu kamarnya sebelum Taeyeon dekat dengan pintu kamarnya
“Ya, kau mengapa menutup pintu kamarmu?” ucap Taeyeon yang merasa pintu kamar Sehun ditutup karena tadi saat dia masuk pintunya jelas-jelas Taeyeon buka
“Salahmu memasuki kamar Namja tanpa izin, dan sebagai gantinya aku akan menghukummu” ucap Sehun seraya menarik tangan Taeyeon dan setelahnya mendorong tubuh Taeyeon kedepan pintu kamarnya dengan kedua tangan Sehun yang menahan
Taeyeon dengan mata masih terpejam pun terkejut dengan perilaku Sehun yang benar-benar membuat Taeyeon kesal sejadi-jadinya
“Ya, kau mau apa?” ucap Taeyeon seraya mendongkakan kepalanya denan mata yang masih terpejam, sedangkan Sehun yang melihat Taeyeon sebenarnya ingin terkekeh namun dia tahan
“Do You Think?” ucap Sehun seraya mengusap pipi Taeyeon lembut dan hal itu sukses membuat Taeyeon bergidik ngeri sampai akhirnya Taeyeon menginjak kaki Sehun, Ya, walaupun dengan mata terpejam Taeyeon bisa memprediksikan kaki Sehun yang mana yang akan kena injakan Taeyeon dengan sasaran yang tepat dan benar saja sasaran Taeyeon tepat sehingga sekarang Sehun meringis kesakitan (Good Girl)
“Aaaaa…” ringis Sehun yang saat ini sedang berjongkok menahan sakit dikaki kananya
“Tak Sudi jika kau berniat akan menciumku” ucap Taeyeon setelahnya membalikkan badan dan membuka pintu kamar Sehun dengan cukup keras
………………………………………….———————-………………………………………….

“AAAAAAAAAA” teriak seorang Yeoja yang berada dilantai atas rumah keluarga Oh itu
“Mwo? kau kenapa Taeyeon?” tanya Nyonya Oh yang terlihat sangat khawatir pada Taeyeon saat Taeyeon sudah menuruni tangga rumah keluarga mereka, bukan hanya Nyonya Oh saja yang khawatir, Tuan Oh juga khawatir pada Taeyeon terbukti dengan dirinya yang meletakan koran yang sebelumnya dia baca diatas meja dan mengalihkan pandangannya pada Taeyeon, tapi tidak dengan seorang Namja kecil yang masih saja menikmatik cake kesukaannya dengan girang
“Mmm…. Anniyo Ahjumma, aku pulang dulu ne, annyeong Ahjumma, Ahjussi, dan Sehan” ucap Taeyeon dan segera melesat pergi kerumahnya tanpa menunggu jawaban dari keluarga Oh
“Sebenarnya ada apa dengan Taeyeon?” guman Yeoja paruh baya itu seraya melanjutkan aktifitasnya menyiapkan sarapan untuk keluarga Oh itu, Ya, dimeja makan memang sudah ada Tuan Oh dan seorang Namja kecil nan imut yang sedang memakan sebuah cake kesukaannya
“Tae Noona itu terkejut melihat Hyung yang keluar kamar mandi dengan keadaan topless” celetuk Namja kecil yang adalah Sehan
“Mwo? Sehan tau darimana?” tanya Nyonya Oh yang terlihat sangat-sangat terkejut sedangkan Tuan Oh kembali lagi membaca koran namun pendengarannya juga terarah pada Sehan yang notabennya adalah anak bungsu dari keluarga Oh
“Itu sudah kebiasaan Hyung, Eomma bukannya sudah mengetahuinya” ucap Sehan yang masih tidak mengalihkan pandangannya pada cakenya
“Mwo? anak itu masih seperti itu?” ucap Nyonya Oh yang sudah merasa kesal
“YA, OH SEHUN!!!” Teriak Nyonya Oh ini benar-benar sangat keras sampai-sampai Tuan Oh dan Sehan menutup gendang telinga mereka masing-masing
“Ya, Oh Hani, pelankan suaramu, Lagian itu kamarnya jadi dia berhak melakukan apa saja yang dia inginkan” ucap Tuan Oh pada istrinya setelah menutup gendang telingannya
“Ya, tapi kau kan tau Seung Jo-ya, bahwa dia itu harus akur pada Taeyeon” ucap Nyonya Oh dengan suara yang pelan
“Sudahlah, kita fikirkan jalan yang terbaik, aku yakin mereka bisa” ucap Tuan Oh yang sudah berdiri dihadapan Nyonya Oh dan setelahnya langsung memeluk Nyonya Oh
“Appa, Eomma, memangnya kenapa Hyung harus akur dengan Taeyeon noona?” pertanyaan Sehan ini dibalas kekehan dari Tuan dan Nyonya Oh yang sudah melepaskan pelukannya
“Ya, karena mereka memang harus akur” jawaban Nyonya Oh ini membuat Sehan mengeryitkan keningnya binggung namun tidak dia hiraukan lagi karena dia masih memakan cakenya
………………………………………..——————————………………………….
Sehun POV
`Aish, aku lupa jika Yeoja itu bisa kapan saja menginjak kakiku, padahal aku tadi hanya berniat menggodanya saja` gumamku dalam hati
Setelahnya aku langsung berdiri dari posisi jongkok-ku dan mataku tidak sengaja melihat kantung plastik yang ada diatas sofa kamarku
`Aku rasa sebelumnya tidak ada kantung plastik disini` gumanku lagi dalam hati, tanpa pikir panjang aku pun beranjak untuk mengambil kantung plastik itu dan melihat apa isinya
“Mwo? Taro Bubble Tea? siapa yang menaruhnya disini?” ucapku
Akupun mengambil minuman kesukaanku itu dan aku melihat ada post-lem berwarna putih yang tertempel di atar Taro Bubble Tea ini
`Kemarin aku lupa untuk mengucapkan sesuatu yang seharusnya aku ucapkan, dan sekarang aku akan mengucapkannya `Gomawo telah menyelamatkanku dan mengantarkanku` Bye Kim Taeyeon`

Author POV
Sehun yang membaca itu pun menyunggingkan senyuman simpulnya
“Aku pikir dia tidak ingat untuk mengatakan terimakasih” ucap Sehun dan tanpa ba bi bu, Sehun langsung menusuk Bubble Tea dihadapannya dan sedetik kemudian langsung menyeruput, namun….
“Wlee.. Apa-apaan ini?” ucap Sehun dan tanpa sengaja meremas bubble tea-nya sehingga saat ini dada bidangnya terkotori oleh bubble tea yang menyembur karena tindakannya yang tanpa sengaja meremas bubble tea-nya itu. Bukan hanya dada bidangnya tapi handuk putih yang bertenger dipinggangnya pun kotor akan bubble tea itu.
Dan saat hal itu terjadi pandangan matanya melihat ada post-lem lagi, dipost-lem yang kedua ini tertulis `Apa kau meminumnya? bagaimana rasanya? Aku memang sangat berterimakasih kepadamu tapi aku tidak menjamin rasanya akan seenak Taro Bubble Tea yang biasanya kau pesan`
“Aish, Yeoja itu benar-benar mencari masalah denganku” ucap Sehun dengan kilatan amaran yang mengebu dari sorot matanya
“YA, OH SEHUN!!!” Teriak Nyonya Oh ini pun terdengar oleh Sehun yang saat ini sedang dikamarnya tapi Sehun sedang kesal jadi dia tidak mengkhiraukan teriakaan Eommanya melainkan melangkahkan kakinya mendekati dinding kaca rumahnya

………………………………………………………———————-………………………………

`Ya, dasar Oh Sehun menyebalkan` umpat Taeyeon yang tak henti-hentinya pada Sehun tapi seketika itu dia pun menunjukkan senyuman nakalnya
Flashback ON
“Cake With Vanila Flavour 1, Cake With Strawberry Flavour 1, Milk 1, Choco Bubble tea tidak pakai Ice 1 dan…..” ucapan Taeyeon ini terhenti karena dirinya terlihat ragu namun “Taro Bubble Tea 1” lanjut Taeyeon
“Dimakan disini atau dibawa pulang?” tanya seorang kasir dihadapan Taeyeon
“Dibawa pulang” ucap Taeyeon dan setelahnya menyerahkan beberapa lembar won

“Mmm.. Agashi, bolehkan aku meminta sesuatu?” tanya Taeyeon
“Ne, apa Noona?” tanya kasir yang melayani Taeyeon
“Mmm.. bisakah didalam Taro Bubble Tea ditambah coklat bubuk yang pahit dengan coffee tanpa gula?” ucapan Taeyeon ini membuat sang kasir mengerutkan keningnya binggung
“Itu… hari ini temanku berulangtahun jadi aku ingin mengerjainya, jadi bisakah?” tanya Taeyeon penuh harap
“Tapi… bagaimana jika cafe ini yang disalahkan karena pesanan anda untuk teman anda itu sangatlah tidak layak?” pertanyaan kasir ini membuat Taeyeon menghela nafas tapi tidak ada niat untuk menyerah
“Aku yang akan bertanggung jawab, eotte? Aku hanya ingin memberinya kejutan” ucap Taeyeon yang dijawab gelengan kepala dari sang kasir
“Aku akan membayar 3 kali lipat dari harga aslinya” semula ucapan Taeyeon ini mendapat gelengan dari sang kasir tapi Taeyeon langsung memberikan jurus aegyeo-nya yang membuat sang kasir menganggukan kepala pasrah (Tamu adalah Raja, Good Girl), Taeyeon langsung mengucapkan terimakasih dan menyerahkan lembaran won lagi untuk membayar bubble tea yang dia pesan dengan rasa yang pasti abstrak banget. (Read: Taeyeon kasih uang lagi gara-gara dia bilang mau ngebayar bubble tea dengan coklat bubuk pahit dan coffee tanpa gula menjadi 3 kali lipat dari harga aslinya)
“Mmm.. bolehkah aku meminta post-lem dan meminjam bollpoint? aku ingin menuliskan sesuatu untuk temanku yang berulang tahun” ucap Taeyeon lagi
“Ne, silahkan Noona, semoga teman anda terkejut dengan rencana noona” ucap sang kasir tersenyum seraya memberikan post-lem dan meminjamkan bollpoint, Taeyeon yang mendengar ucapan sang kasir hanya terseyum nakal `Aku harap juga dia sangat-sangat terkejut` balas Taeyeon dalam hati
Taeyeon pun tersenyum puas setelah itu
…………………………………………………..
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya pesanan Taeyeon pun telah jadi
“Ini pesanan anda Noona” ucap seorang pelayan dan setelahnya memberikan pesanan Taeyeon
“Ne, Khamsahamida” ucap Taeyeon
“Ne, nikmatilah pesanan anda dan sering-seringlah berkunjung kemari” balas pelayan dengan senyum ramahnya yang dibalas senyuman juga oleh Taeyeon
Beruntung bagi Taeyeon karena Sehan masih senantiasa duduk untuk menunggu Taeyeon membawa makananya, jadi Sehan tidak tau apa rencana licik Taeyeon yang ditujukan untuk sang Hyung-nya.
Flashback END

`Hahahahhaha…. aku ingin sekali melihat mukanya` ucap Taeyeon seraya terkekeh keras dan setelah itu mengalihkan pandangannya keluar rumah yang dibatasi oleh kaca besar dan
DEG
Taeyeon mendapati ada sepasang mata yang menatapnya tajam dengan tangan kanan yang memegang bubble tea dan keadaan dada bidangnya yang kotor karena bubble tea itu, setelah itu Namja yang memeliki tatapan tajam itu meremas bubble tea yang ada digengamannya dengan amarah yang mengguar dihatinya
Oke, kali ini Taeyeon tidak terkejut lagi karena Namja itu topless, Terbukti dengan saat ini Taeyeon yang beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan mendekati kaca besar yang dijadikan tembok atau dinding rumahnya
Dan saat Taeyeon sudah berada didepan dinding kaca itu, Taeyeon pun mengacungkan ibu jarinya yang tadinya mengarah keatas perlahan-lahan Taeyeon turunkan kebawah dan bergumm, Namja itu yang mengerti gumaman Taeyeon tambah kesal dan kesal
`Loserrrrrr` itulah gumaman Taeyeon
“Kita lihat saja Kim Taeyeon” gumam Namja itu sarkastik dengan menunjukkan smrik andalannya
1 . 2 . 3 masing-masing mereka berdua menutup kaca dinding mereka dengan tirai kamar mereka masing-masing.

 

TBC

Gimana? Aneh gak? Sesuai permintaan reader, author ngirimnya lebih awal dari yang semula mau ngirim akhir juni tapi jadinya akhir minggu. hehehhehe.
Kalau ceritanya jadi aneh, harap maklumin soalnya author nulis ini hampir semaleman dan dilanjutin esok paginya, mamah author juga negur author gara-gara manteng terus didepan NB jadinya inspirasi author kebagi antara pengen ngasih cerita yang seru dan takut sama teguran mamah. hehehe. author jadi curhat pissss……
Chapter ini panjangkan? author harap reader comment `kepanjangan thor`. heheheh
Buat Chapter ini emang sengaja author bikinin juga part-part orang tua Taeyeon ataupun Sehun.
Dan author juga memperjelas gimana letak kamar Sehun dan Taeyeon yang berdekatan terus juga rumah masing-masing keluarga Kim dan keluarga Oh, supaya reader tau apa yang author imajinasiin
Chapter selanjutnya author gak akan janji mau cepet-cepet ngirim ke admin, tapi author bakal ngusahain gak ngecewain reader yang punya minat untuk ngebaca ff author ini.
Chapter selanjutnya dikirim ke admin tergantung para reader, kalau yang berminat banyak dan yang penasaran juga banyak author bakal ngusahain ngepost_ As Soon As Possible_, hehhe.
Maaf terlalu banyak ngomong…. ^ ^

Comment reader author tunggu.
Sampai jumpa dichapter 2 ^ ^

Advertisements

203 comments on “[FREELANCE] My Rival Is My First Love (Chapter 1)

  1. Pingback: [FREELANCE] My Rival Is My First Love (Chapter 7) | All The Stories Is Taeyeon's

  2. Hahaha… Taeyeon iseng banget sih!!!! Tapi gakpapa biar si Sehun kapok! Oh ya… maaf ya Thor baru comment, sebelumnya aku gak tertarik sm ff ini. Pas baca chapter 7 jd tertarik deh.

  3. Hahaha… Taeyeon iseng banget sih!!!! Tapi gakpapa biar si Sehun kapok! Oh ya… maaf ya Thor baru comment, sebelumnya aku gak tertarik sm ff ini. Pas baca chapter 7 jd tertarik deh.
    Daebakk!!

  4. panjang oiii ^^
    maaf baru baca hehe…

    keren yaa, Oh Hani X Oh Seung Jo? hahaha
    Oh Sehun X Kim TaeYeon keren Rival2 keren ^^

    lanjut ke chapter berikitnya daa ^^

  5. penasaran ihhhhh, mana sehannya lucu banget, and i just found this ff, keren min gua baca chapter 7 atasnya doang, pas tau marriage life langsung ke chapter 1

  6. Aaaa aku baru saja membacanya aku begitu jatuh cinta dengan ceritanya aku biasanya jarang tertarik akan cerita kehidupan school atau marriege tapi ini snagat2 bagus ^^

  7. ini ff daebak sekali thor. tipe ideal ff aku nih. lucu kocak!! aku abis ini mau lanjut baca sampe chapter 7 malem ini😂 bikin operdose sih

  8. Hay author aku sudah janji kan mau comment, ^^

    Aku suka feelnya dapet banget, cunan akunya yang udah ketinggalan banyak semangat cepet dilamjut dan fighting

    안녕

  9. Annyeong thor aku reader baru. Maaf thor baru dibaca sekarang. Keren thor si taeyeonnya jail banget ama sehun 😀 tp gpplah biar si sehun kapok 😉

  10. Wah Taeyeon jail banget, Sehan gemesin banget sih thor kebalik banget ama Sehun. Next thor kekeke

  11. Gk sengaja nemu ff ini. Critanya keren.. Kk izin baca ampe capther akhir ya. Mksih 😊 slam kenal 😁

  12. Pingback: [FREELANCE] My Rival Is My First Love (Chapter 8) | All The Stories Is Taeyeon's

  13. aku baru nemu heol, ini ff kemana ajaaaah keren ceritanya😂 lucu wkkwkwkwk aku langsung baca nextnya yah❤

  14. knapa taeyeon bsa benci bgt ma oh sehun?
    sehun ada perasaan ga sih sama taeyeonn?
    bagus ceritanya thor!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s