[Freelance] Somebody help me! (Chapter 2)

somebody-help-me-poster.

SOMEBODY HELP ME!

Title : Somebody help me!
Author : shndylfha
Length : Multichapter
Rating : PG 15
Genre : University life(?), Friendship.
Main Cast : Kim Taeyeon, Xi Luhan, Kim Woobin, Im Yoona
Other Cast : Hwang Miyoung, Seo Joohyun, Zhang Yixing, Kim Jongin, Oh Sehun, Park Chanyeol, Jung Sooyeon, etc.
Poster : NAATH98 ARTWORK at highschoolgraphics.wordpress.com
Disclaimer : Just fanfiction, inspiration from my mind. If you don’t like the couple pairing, don’t read it. I don’t know why i ship LuTae, maybe because they’ve baby face xD TaengKyu for not bashing~~
OST : TaeTiSeo – Baby Step

Preview: Chapter 1

 

“Kalian yakin kita bisa melakukan ini?” Ucap Taeyeon sambil menarik nafasnya, Tiffany dan Seohyun mengangguk dengan sungguh.
“Kita sudah sering melakukan hal ini eonni, kita pasti bisa.” Sahut Seohyun menepuk pundak Taeyeon yang kelihatan sangat gugup.
Tak mau kalah dengan Seohyun, Tiffany duduk berjongkok dihadapan Taeyeon lalu menggenggam tangan sahabatnya itu yang sangat dingin. “Kita bisa, Kim Taeyeon. Ya memang benar, yang sekarang sedikit berbeda dengan penampilan kita yang dulu-dulu. Tapi, aku, Seo maupun kau harus yakin kalau kita bisa. Jadikan ini awal, awal untuk mencapai cita-cita kita.” Ucap Tiffany menampakkan eye-smilenya di ikuti senyuman dari Taeyeon dan Seohyun. Taeyeon sudah merasa lega mendengar ucapan Tiffany barusan.
“Whoaaa… coba kita lihat, ada siapa disini?” Sontak Taeyeon, Tiffany dan Seohyun berbalik melihat pria dengan suara berat yang menghampiri mereka dengan kemeja putih polos yang membuat sang namja lebih terlihat sexy/?
“Woobin oppa…” Ujar mereka serempak sumringah. “Aku kira jadwalmu padat, mengapa kau datang?” Heran Taeyeon melihat kehadiran model tampan itu.
“Aku datang untuk melihat kalian yang sebentar lagi akan menjadi bintang.” Ketiga wanita itu terkekeh mendengar ucapan Woobin yang menurut mereka sedikit berlebihan.
“Jadi, Luhan digantikan oleh siapa?” Lanjut Woobin dan duduk di salah satu kursi dekat Taeyeon, sedangkan posisi Tiffany sekarang juga sudah berdiri kembali disebelah Seohyun tepat di belakang Taeyeon.
“Sehun.” Jawab Taeyeon singkat dan cuek, membuat suasana menjadi sedikit berubah.
Woobin menyadari perubahan itu, “Oh ya, sebelum kalian tampil, ada baiknya aku memotret kalian. Berdirilah disitu, aku akan mengambil gambar kalian.” Ujar woobin berdiri dan mengambil smartphonenya sambil mengarahkan Taeyeon, Tiffany dan Seohyun kesalah satu tempat yang di maksudnya. Tanpa diduga, Taeyeon Tiffany dan Seohyun langsung menuju tempat tersebut.
“Baiklah.. Seo, rapatkan badanmu sedikit.. dan, hana, dul, set!” klik. Satu gambar berhasil diambil woobin.

 

 

 

 

 
“Yeppota, sekali lagi. Ganti gaya! Oke? Hana, dul, set.” Klik, potret Woobin untuk kedua kalinya.

 

 

 

 

(abaikan tulisan M Count Down nya)
“Kyeopta.” Senyum woobin melihat hasil jepretannya di ikuti ketiga yeoja yang berada didalam foto itu.
“Noona, setelah ini kita akan tampil.” Ujar Kai dari kejauhan dan mendapat anggukan dari Taeyeon Tiff dan Seo.
“Baiklah, aku akan melihat penampilan kalian dari depan. Berikan yang terbaik, oke? Fighting!” Ucap Woobin menyemangati lalu mengelus kepala mereka satu per satu.
***
Aula kampus Seoul University terlihat sangat ramai, bukan hanya dipenuhi oleh para mahasiswa-mahasiswi tetapi juga di penuhi oleh wartawan-wartawan dari majalah maupun dari stasiun TV. Ya, kegiatan yang sedang berlangsung saat ini merupakan kerja sama Seoul University dengan salah satu agency ternama di Korea, SM Entertainment di bawah naungan Lee Soo Man sebagai pemilik dan pendiri agency yang sudah melahirkan artis-artis ternama. Tujuan di adakannya acara ini tak lain untuk mencari generasi-generasi baru yang mampu mendunia, tidak salah juga Lee Soo Man memlih Seoul University. Kenapa? Karena dikampus ini terdapat banyak siswa-siswi bertalenta bahkan multi-talent.
“Baiklah, mari kita sambut.. penampilan lagu pertama dari 3 mahasiswi bertalenta milik Seoul University. Lagu pertama yang akan mereka bawakan berjudul Baby Step yang di ciptakan langsung oleh Shim Changmin-ssi. Inilah mereka, Taeyeon-Tiffany-Seohyun, TaeTiSeo!” Ucap sang MC yang juga merupakan salah satu comedian ternama di Seoul, Yoo Jae Suk.
Tiffany dan Lay berjalan terlebih dahulu menuju panggung di ikuti Taeyeon dan Sehun kemudian Seohyun dan Kai. Ya, saat inilah mereka akan melakukan couple dance dengan ketiga namja itu, awalnya posisi Sehun di isi oleh Luhan tetapi karena kejadian yang tak meng-enakkan dulu membuat Luhan harus mundur dari posisinya dan diganti oleh Sehun.
Sekilas Taeyeon melihat kearah bawah, disana Woobin duduk bersampingan dengan Luhan dan Yoona disamping sang kekasih. Taeyeon menghela nafasnya sesaat sebelum musik berbunyi, ia harus fokus pada penampilannya saat ini.
Musik pun mengalun, seluruh pasang mata menetapkan pandangannya kearah panggung melihat hal luar biasa yang terjadi dipanggung.

[Taeyeon] umkyeojin maeumi jakku saeyeonaga
sumkyeobogo kamchwodo modu heulleonaga
Bagian awal Taeyeon yang bernyanyi, Sehun memainkan perannya dengan baik menjadi couple dengan Taeyeon. Tanpa disadari, ada seseorang yang merasa tidak terima melihat couple dance itu.
[Seohyun] daheul su eomneun neoreul bomyeonseo
nae chageun geurimjado deulgilkka sumeosseo

Begitupun dengan Kai, ia memainkan perannya dengan baik dan dance menyenadai gerakannya dengan Seohyun. Saat Seohyun mulai bernyanyi, bersamaan dengan itu Taeyeon dan Sehun menukar tempat dengan Tiffany dan Lay.
[Tiffany] Oh nan tteollineun georeumeul joshimhi dagakabwah
[Taeyeon] Oh nan deo kakkai kalsurok eocheonji duryeowojyeo niga meolleojilkka

One, two nae mami three, four sumkyeori five, six onmomi
[Seohyun] neoman bomyeo keoreo

[Tiffany] du nuneul karilsurong niga deo jalboyeo (its you its you)
[Seohyun] nae du kwiireul mageulsurok jongil neoman deullyeo
[Taeyeon] ne nunbit ilgeonaegi eoryeowo
onjongil ne gyeoteseo nunchiman boge dwaeh

[Seohyun] Oh nan tteollineun georeumeun deo hanbeon dagakabwah
[Tiffany] Oh neon nae sarangi boineun gakkaun georikkaji ijen dagawahjwo

One, two nae mami three, four sumkyeori five, six onmomi
[Seohyun] neoman bomyeo keoreo
One, two eojedo three, four oneuldo five, six maeildo
Baby steps neoreul hyanghae keoreo

[Tiffany] oneuldo na honja nunmuljinneun georeumeuro neol hyanghae keodko itjiman
[Taeyeon] ne mame dahneun nal ne pume anajul keu nareul gidaryeo.. I need you hey

[Tiffany/Taeyeon] Oh nan tteollineun georeumeun joshimhi dagakabwah
[Taeyeon] (Oh somebody help me oh somebody help me)
[Tiffany/Taeyeon] Oh nan deo kakkai kalsurok eocheonji duryeowojyeo
Oh nan tteollineun georeumeun deo hanbeon dagakabwah
Oh nan nae sarangi boineun gakkaun georikkaji ijen dagawahjwo

One, two nae mami three, four sumkyeori five, six onmomi
[Seohyun] neoman bomyeo keoreo
One, two eojedo three, four oneuldo five, six maeildo
(Baby steps) neoreul hyanghae keoreo
Tepuk tangan meriah dari seluruh penghuni aula Seoul University di tujukan kepada ketiga member TTS yang berhasil membuat penampilan yang sangat menakjubkan, di tambah dengan pembagian part-part yang sangat pas untuk masing-masing member. Tetapi berbeda seperti yang dirasakan Taeyeon, saat ia menyanyi pada bagian tinggi, hatinya terasa sakit. Apalagi ketika ia melantunkan kalimat ‘somebody help me!” itu membuat seolah-olah menyampaikan kalimat itu untuk pria China yang sudah mencampur adukkan perasaannya. Hal serupa juga dirasakan Luhan, saat Taeyeon menyanyikan partnya itu ia merasa seperti menerima sebuah tanda yang ia sendiri tidak tahu apa namanya. Mungkin, ada ikatan batin di antara mereka.
Taeyeon, Tiffany, dan Seohyun hanya bisa berlega diri sebentar. Masih ada satu buah lagu lagi yang akan mereka bawakan, lagu kali ini lebih hidup di bandingkan lagu yang mereka bawakan sebelumnya. Dengan cepat ketiga yeoja itu berganti pakaian dan untung saja ada sela sebelum mereka tampil kembali.
“Kim Taeyeon…” Taeyeon membalikkan badannya mendapat panggilan di ikuti Tiffany dan Seohyun sesaat setelah mereka telah berganti pakaian.
“Aku ingin meminta bantuanmu.” Ucap namja tinggi yang merupakan Shim sangseongnim sambil menggenggam sebuah kertas partitur lagu.
“Ada apa, sangseongnim?” Ucap Taeyeon sedikit heran dan dua yeoja disampingnya juga ikut heran.
“Jessica dilarikan kerumah sakit tadi pagi, karena ada masalah dengan tenggorokannya. Dan kita membutuhkan penyanyi pengganti.” Ketiga yeoja tersebut membelalakkan matanya mendengar penuturan pria berumur itu.
“Penyanyi pengganti? Untuk apa?” Pikir Tiffany masih tidak mengerti di ikuti anggukan oleh kedua sahabatnya.
“Ya, jadi selain membuatkan lagu untuk kalian bertiga, aku sudah menyiapkan sebuah lagu untuk Jessica nyanyikan. Dan karena sudah terlanjur dari pihak agency mengetahui akan ada yang menyanyikan lagu ini, makanya kita tak bisa membatalkannya.” Jelas Shim sangseongnim sambil memperlihatkan partitur lagu yang di genggamnya.
“Lalu? Apa maksud sangseongnim.. aku…”
“Ne, aku mau kau yang menyanyikan lagu ini.” Potong Shim sangseongnim sebelum Taeyeon menyelesaikan perkataannya. “MWO???!!” Ucap Taeyeon Tiff dan Seo serempak sambil membelalakkan matanya.
“TTS, waktu kalian untuk tampil lagi.” Ujar salah satu panitia dari arah yang cukup dekat.
“Aku mempercayaimu, Taeyeon. Kau masih bisa berlatih sedikit, aku sudah mengatur agar kau tampil di bagian akhir. Jangan mengecewakanku. Nyanyikanlah seperti biasa kau menyanyi.” Taeyeon terdiam mendengar penuturan Shim sangseongnim yang menyerahkan partitur lagu itu ke tangannya dan langsung pergi begitu saja. Shim sangseongnim adalah salah satu dosen yang sangat dihormati Taeyeon, jadi mau tidak mau ia harus berusaha tidak mengecewakan sangseongnimnya itu.
Ini saatnya memulai penampilan kedua mereka, Taeyeon belum sempat melihat lagu yang diberikan oleh Shim sangseongnim karena harus tampil. Baru saja mereka mulai bernyanyi, teriakan dan tepuk tangan riuh menjadi respon untuk mereka. Sekali lagi, penampilan mereka berjalan dengan sukses.
Di backstage, Taeyeon Tiff dan Seo saling berpelukan dan mengucap syukur penampilan mereka dapat berjalan dengan lancar dan apa yang mereka latihankan selama ini tidak sia-sia.
“Aku kedepan dulu, ingin menemui Woobin oppa.” Ucap Taeyeon sambil membawa partitur lagu pemberian Shim sangseongnim dan meninggalkan Tiffany dan Seohyun yang masih asyik ber-selca ria.
Sambil berjalan, Taeyeon memperhatikan partitur lagu itu dan mencoba memahami lirik dari lagu ballad tersebut. Soal menghapal lirik, untuk Taeyeon itu tidak menjadi masalah karena ia bisa menghapal dalam waktu yang pendek. Tetapi yang masih Taeyeon ragukan adalah, lirik. Ia takut masih belum bisa masuk dengan alunan nadanya, karena ia belum berlatih sekali pun.
“Oppa…” Ujar Taeyeon ketika tiba dihadapan Woobin yang masih terduduk kemudian berdiri dan Taeyeon langsung menghamburkan pelukannya kepada Woobin.
“Kau melakukannya, Kim Taeyeon. Sangat hebat!” Senyum Woobin lalu mengelus kepala Taeyeon, sejenak seorang lelaki yang duduk disamping Woobin yaitu Luhan menatap sedikit iri kearah mereka. Tidak tahan melihat adegan Taeyeon dan Woobin, Luhan langsung menggandeng Yoona keluar dari aula, tentu saja Yoona kaget.
Taeyeon sempat melihat kepergian mereka, tetapi kemudian ia kembali fokus kepada woobin dan melepas pelukannya. Taeyeon mengajak Woobin kesalah satu sudut aula karena ia ingin menanyakan pria itu tentang penampilan solonya nanti.
“Oppa… Lihatlah ini, Shim sangseongnim memintaku untuk menyanyikan lagu ini karena Jessica tiba-tiba saja masuk rumah sakit.” Woobin mengambil partitur lagu yang disodorkan Taeyeon dan melihat sekilas judulnya.
“Kau belum pernah berlatih sebelumnya?” Tanya Woobin serius di respon oleh anggukan dari Taeyeon. “Tapi, aku yakin kau bisa melakukannya.”
Taeyeon menghela napas mendengar penuturan Woobin. “Bagaimana aku bisa menyanyikan lagu ini? Menghapal dan memahami liriknya saja aku membutuhkan waktu oppa.” Woobin hanya menampakkan smirknya lalu mengembalikan partitur lagu itu kembali kepada pemiliknya.
“Taeyeon! Apa kau sudah mempelajari lagumu?” Ujar Tiffany yang sudah berdiri disamping Taeyeon bersama Seohyun.
“Aku baru melihat liriknya. Entah aku bisa melakukannya atau tidak.” Ucap Taeyeon cemberut.
“Kau pasti bisa, eonni!” Sekali lagi Seohyun menyemangati Taeyeon.
“Hm, aku harap begitu. Tiff, temani aku ke wc sebentar. Oppa, Seo akan menemanimu disini. Oke?” Tiffany mengangguk pertanda ia bersedia menemani Taeyeon. Sedangkan Woobin juga mengangguk mengerti ucapan Taeyeon.
Dalam perjalanan menuju WC, pandangan Taeyeon tidak pernah lepas dari partitur yang di genggamnya. “Nadanya cukup menarik, tapi aku rasa ini cukup sulit.” Tiffany mengambil kertas partitur itu mencoba memperhatikan tiap liriknya sambil terus berjalan. “Ya, ini cukup sulit, tapi aku rasa kau bisa. Suaramu bisa mencapai nadanya, bukan?” Tiffany menoleh kesampingnya, tetapi ia tak mendapati gadis mungil itu. “Taeyeon?” Tiffany mengkerutkan dahinya melihat Taeyeon yang terdiam beberapa langkah darinya sambil memperhatikan sesuatu.
“Yak! Kim Taeyeon, apa yang kau…” Tiffany menghentikan ucapannya ketika ia melihat apa yang sedang di tatap Taeyeon. Tiffany mengerti mengapa Taeyeon terdiam dengan ekspresi yang tak bisa dideskripsikan saat itu. Taeyeon tengah melihat namja yang sudah membuat luluh hatinya sedang berpelukan dengan sang kekasih di jarak yang bisa dibilang tidak terlalu jauh tapi juga tidak terlalu dekat dari mereka.
Taeyeon mengambil paksa partitur lagu itu dari tangan Tiffany dan setelah cukup sakit melihat pemandangan itu dan kedua pelupuk mata Taeyeon juga sudah mulai berair, akhirnya ia memilih untuk pergi kembali kedalam aula tanpa mempedulikan Tiffany yang mengejarnya dari belakang sambil memanggil-manggilnya. Bahkan ketika Taeyeon sudah sampai didalam aula, ia juga melalui Woobin dan Seohyun yang sedang asyik bercerita menuju ke belakang panggung sambil menyeka airmatanya yang sudah jatuh dipipinya. Woobin dan Seohyun merasa heran melihat tingkah Taeyeon yang berubah drastis, Tiffany yang masih ingin mengejar Taeyeon menuju belakang panggung terhenti ketika Woobin menahan tangannya. Seohyun dan Woobin semakin yakin bahwa sedang terjadi sesuatu pada Taeyeon, dikarenakan mimik wajah Tiffany yang sangat panik.
“Eonni, tenangkan dirimu. Apa yang terjadi pada Taeyeon eonni?” Ucap Seo mencoba menenangkan Tiffany yang kelihatan sangat pucat, mungkin karena lelah mengejar Taeyeon.
“Ada apa, Tiffany?” Ulang Woobin yang kini menampakkan raut wajah paniknya.
“Taeyeon… Taeyeon.. Taey.. yeon.. Melihat Luhan dan Yoona berpelukan dikoridor utama tadi.” Jelas saja Woobin dan Seohyun membelalakkan matanya mendengar penuturan Tiffany.
“Jeongmal? Aku jadi tidak yakin Taeyeon eonni bisa berkonsentrasi untuk bernyanyi nanti. Apalagi sebentar lagi ia akan tampil.” Ujar Seo cemberut.
“Jinjja?” Kali ini balik Tiffany yang kelihatan sangat kaget.
“Ne, tadi Shim sangseongnim datang menghampiriku dan Woobin oppa. Ia mengatakan bahwa setelah penampilan solo Yuri eonni adalah penampilan terakhir dari Taeyeon eonni.” Jelas Seohyun. Woobin kelihatan sangat khawatir, ia tau betul sifat Taeyeon yang hanya ingin menyendiri jika sedang kacau seperti ini. Woobin ingin sekali menghampiri Taeyeon, tapi ia tau semuanya pasti percuma saja.
“Oppa, aku harap setelah penampilan Taeyeon nanti, kau mau menghiburnya.” Ujar Tiffany di sambung anggukan dari Seohyun.
“Ya, aku juga sedang memikirkan hal itu.” Jawab Woobin yang masih terus memikirkan Taeyeon.
Sedangkan, Taeyeon yang sedang berada di belakang panggung masih saja menitikkan airmatanya mengingat kejadian yang ia lihat tadi. Taeyeon merasa kecewa pada dirinya, ia merasa telah berhasil menghilangkan perasaannya pada Luhan, tetapi semuanya salah. Ia masih merasakan sakit yang luar biasa saat melihat adegan tadi. Taeyeon kembali menatap partitur lagu yang berjudul ‘Manyageh(If)’ itu. Ia mencoba mencerna tiap lirik yang ada pada partitur itu, sekali lagi ia merasa Shim sangseongnim sangat hebat karena bisa memberikan lagu sesuai isi hatinya saat ini.
“Taeyeon, selanjutnya penampilanmu.” Ucap salah satu staff yang membuat Taeyeon lalu menyeka airmatanya, “Ne~~” Jawab Taeyeon singkat dan bangkit berdiri. Ia menarik nafas sejenak lalu melangkah menuju panggung. Sekarang ia tak peduli mau matanya bengkak atau tidak, yang menjadi fikirannya sekarang bagaimana ia harus tetap bisa membanggakan guru besar yang sangat dihormatinya.
Ketika Taeyeon tiba diatas panggung, sebuah kursi telah dipersiapkan untuknya. Dari bawah, Tiffany,Seohyun dan Woobin menatap khawatir kearah Taeyeon. Mereka bisa melihat kedua mata Taeyeon yang sedikit bengkak. Semua orang bahkan para juri dan Shim sangseongnim juga menatap heran kearah Taeyeon yang kelihatannya sedikit berbeda.
“Ne, Annyeonghaseo. Kim Taeyeon Imnida.” Ucapnya sambil menampakkan senyum tipisnya sambil membungkuk. “sebenarnya, lagu ini akan dinyanyikan oleh teman saya, Jessica Jung. Tetapi karena ia sedang dirawat dirumah sakit, maka Shim Sangseongnim memberi kepercayaan kepada saya untuk menyanyikan lagu ini.” Sesudah menyelesaikan kalimatnya, Taeyeon lalu duduk dikursi yang telah disiapkan dan mengkode agar musik segera dialunkan. Saat musik mulai mengalun, saat itu juga Luhan memasuki aula… tetapi tanpa sang kekasih, Yoona.
Taeyeon sempat melihat sekilas kearah Luhan dari arah pintu masuk aula, bahkan mereka berdua sempat melakukan eye contact, tetapi Taeyeon buru-buru mengalihkan pandangannya dan tetap fokus pada performancenya.
Manyageh naega gandamyeon
Naega dagagandamyeon
Neon eoddeogeh saenggakhalgga
Yonginaelsu eobtgo
Manyageh niga gandamyeon
Niga ddeonagandamyeon
Neol eoddeogeh bonaeyahalji
Jaggoo geobi naneun geol

Naega babo gataseo
Barabolsu bakkeman eobtneungeon amado
Wemyeon haljidomoreul ni maeumgwa
Ddo keuraeseo deo mareojil saiga dwelggabwa
Jeongmal babo gataseo
Saranghanda haji mothaneungeon amado
Mannam dwiyeh gidarineun apeumeh
Seulpeun nanaldeuri dooryeowoseo ingabwa
Manyageh niga ondamyeon
Niga dagaondamyeon
Nan eoddeogeh haeyamanhalji
Jeongmal alsu eobtneungeol
Naega babo gataseo
Barabolsu bakkeman eobtneungeon amado
Wemyeon haljidomoreul ni maeumgwa
Ddo keuraeseo deo mareojil saiga dwelggabwa
Jeongmal babo gataseo
Saranghanda haji mothaneungeon amado
Mannam dwiyeh gidarineun apeumeh
Seulpeun nanaldeuri dooryeowoseo ingabwa
Naega babo gataseo
Saranghanda haji mothaneungeon amado
Mannam dwiyeh gidarineun apeumeh
Seulpeun nanaldeuri dooryeowoseo ingabwa
Taeyeon menyelesaikan lagunya dengan sempurna. Mengapa? Karena lewat lagu yang ia nyanyikan mampu mendapat stand applause dari seluruh orang yang berada di dalam aula tersebut tak terkecuali Shim sangseongnim. Memang, Taeyeon tak kuasa menahan bulir-bulir airmatanya untuk tak membasahi pipinya saat bernyanyi. Tetapi setidaknya ia cukup bangga karena telah berhasil membawakan lagu itu. Kagum, hanya kata itulah yang terlintas di benak para juri dan seluruh penghuni aula, juga Luhan.
Selesai memberikan bownya kepada penonton, Taeyeon langsung berlari turun dari panggung sambil menyeka airmatanya dan menuju kearah Tiffany dan Seohyun yang telah melebarkan tangannya siap menerima Taeyeon kedalam pelukan mereka. Sambil tersenyum dengan mata sembabnya, Taeyeon menerima pelukan dari kedua sahabatnya itu. “Kau berhasil, Kim Taeyeon.” Ucap Tiffany yang hampir saja menangis, menangis bangga akan diri Taeyeon. “Kau melakukannya,eonni.” Lanjut Seohyun sambil mengelus kepala Taeyeon.
Tiffany dan Seohyun melepas pelukannya, kemudian Tiffany menyeka airmata yang lagi-lagi membasahi pipi Taeyeon. “Kau tak boleh menangis lagi, Taeyeon.” Taeyeon mencoba tersenyum.
“Apa yang ku katakan, kau pasti bisa.” Suara berat itu mengambil perhatian Taeyeon. “Oppaaa….” Ujar Taeyeon dengan nada manjanya lalu beralih memeluk Woobin yang berdiri tepat disamping Seohyun.
Luhan memperhatikan adegan pelukan Taeyeon dan Woobin dari jauh, ingin rasanya ia menjadi bagian dari mereka yang bisa secara langsung memberi selamat kepada Taeyeon.
Sebenarnya, Taeyeon ingin sekali berterimakasih kepada Luhan dan Yoona. Meskipun adegan pelukan mereka membuat Taeyeon merasakan sakit yang luar biasa, tetapi karena kejadian itu Taeyeon bisa membawakan lagunya tanpa cacat dan dengan penuh emosi yang sangat pas.
***
“Apa yang sudah ku katakan. Kau pasti bisa melakukannya, Kim Taeyeon.” Taeyeon hanya tersenyum tipis mendengar pujian dari sang model ternama itu, Kim Woobin. Saat ini mereka –Woobin dan Taeyeon- sedang dalam perjalanan menuju salah satu tempat yang Taeyeon sendiri tidak tau pastinya. Selesai penampilannya tadi, Woobin langsung mengajaknya untuk berjalan-jalan. Awalnya Taeyeon ingin menolak karena ia ingin langsung pulang kerumah, tetapi Tiffany dan Seohyun memaksanya untuk menerima ajakan Woobin. Alhasil, mau tak mau Taeyeon harus mengikutinya. Karena terlalu cepat pergi, ia tidak sempat lagi bertemu dengan Shim Sangseongnim.
“Kita akan kemana oppa?” Tanya Taeyeon membalikkan wajahnya kearah Woobin yang masih asyik menyetir. Cuaca sore hari di kota Seoul saat ini cukup bersahabat.
“Nanti kau akan mengetahuinya.” Senyum Woobin tanpa menoleh sedikitpun kearah Taeyeon yang kini menyandarkan badannya pada jok mobil sambil menutup matanya. “Apa yang terjadi denganmu? Mengapa matamu sembab dan tingkahmu sedikit aneh sepulang dari WC tadi?” Lanjut Woobin. Taeyeon setenang mungkin seolah-olah tidak mendengar apa yang diucapkan Woobin dan masih fokus pada aktivitasnya. Woobin hanya menampakkan smirknya, ia sangat tahu sifat Taeyeon yang ini. Selalu berpura-pura tidak mendengar jika ingin menghindari sesuatu.
“Taeyeon bangunlah, kita sudah sampai.” Ujar Woobin ketika selesai memarkir mobilnya di basemant. Ia sengaja mengecilkan suaranya, karena ia tahu kalo sebenarnya Taeyeon tidak tidur.
“Kita dimana? Lotte World? Whoaaaaaaa…” Loncat Taeyeon langsung beranjak keluar dari mobil dan menghampiri Woobin menggandeng tangan namja itu. Ya, salah satu tempat favorit Taeyeon memang adalah Lotte World, bahkan baru di basemantnya saja Taeyeon sudah tau bahwa itu adalah Lotte World. Karena apa? Biasanya di tempat ini ia bisa bertemu langsung dengan sang idola yang notabennya adalah anak dari pemilik Lotte World, Super Junior Choi Siwon. Tidak hanya itu, ia juga biasa bertemu dengan seluruh member Super Junior. Woobin hanya menggelengkan kepalanya, lagi-lagi ia melihat sikap Taeyeon yang bisa berubah-ubah dalam waktu tertentu.
“Kau ingin bermain? Atau?” Tawar Woobin.
“Aku ingin berbelanja. Oppa mau menemaniku kan?” Tanya Taeyeon penuh harap dengan senyum mengembang diwajahnya.
“Tentu saja, aku membawamu kesini untuk menemanimu. Tidak hanya itu, aku akan mentraktirmu.” Ucap Wobin yang membuat Taeyeon terkagum-kagum. Jelas saja, baru saja mereka menaiki lift basemant, Taeyeon langsung memeluk Woobin membuat beberapa orang yang berada di dalam lift itu ikut kaget karena mengetahui bahwa seorang Woobin yang notabennya adalah model ternama rela dipeluk begitu saja oleh Kim Taeyeon yang dirumorkan menjalin hubungan khusus dengan Woobin. Bahkan salah satu orang yang berada dalam lift itu sampai mengambil gambar saat Taeyeon memeluk Woobin. Taeyeon dan Woobin yang mendapati diri mereka di potret hanya saling berpandangan satu sama lain lalu tertawa.
Setidaknya, hati Woobin sudah sedikit lega melihat tawa Taeyeon. Setidaknya Taeyeon juga sudah bisa menghilangkan sedikit rasa sakit hatinya karena melihat Luhan dan Yoona tadi. Woobin memang selalu menang dalam hal seperti ini, meskipun ia tidak mengetahui atau pura-pura tidak mengetahui masalah Taeyeon tetapi jika ia sudah melihat mood Taeyeon berubah drastis maka dengan segala cara apapun ia pasti akan menghibur yeoja mungil itu. Mau bagaimanapun juga, Woobin termasuk dalam orang yang paling mengetahui seluruh hal tentang Taeyeon disamping Tiffany dan Seohyun.
“Oppa, bagaimana menurutmu dress ini? Apa cocok denganku?” Ujar Taeyeon dari jarak yang tidak begitu jauh dari Woobin yang memang sedari tadi menatap Taeyeon yang memilih-milih dress. Taeyeon memang seperti wanita pada umumnya, ia suka sekali mengoleksi dress-dress unik. Dan memang, terkadang gayanya ke kampus terbilang unik tapi tidak berlebihan. Taeyeon menjadi fashionista seperti itu karena diajar oleh Tiffany, dan ternyata selain Taeyeon, Tiffany juga berhasil membuat Seohyun menjadi pecinta pakaian unik.
“Apapun yang kau kenakan, pasti terlihat pas untukmu. Taeyeon-ah” Respon Woobin lalu mendekat kearah Taeyeon. Taeyeon hanya nyengir yang menampakkan baby facenya membuat Woobin ikut tersenyum dan memilihkan beberapa dress untuk Taeyeon.
Selesai memberi beberapa dress baru, sekarang tiba saatnya Taeyeon yang mengajak Woobin untuk mencari pakaian untuk lelaki itu. “Karena kau sudah mentraktirku, itu artinya aku juga harus mentraktirmu oppa. Kau tidak boleh menolaknya.. Jarang sekali aku membelikanmu baju. Oke?” Cerewet Taeyeon membuat Woobin hanya pasrah dan pasang badan ketika Taeyeon mengambil beberapa baju untuk di cocokkan dengan Woobin.
Puas berbelanja, akhirnya Taeyeon merasa lapar. Tetapi Taeyeon tidak mencari tempat makan didalam Lotte World, melainkan ia mengajak Woobin untuk makan disalah satu tempat yang ditunjuk Taeyeon.
“Apa kau yakin akan makan disini?” Tanya Woobin ketika mereka tiba disalah satu stan kaki lima pinggir jalan yang menjual jajanan khas asli Korea.
“Ne, aku lagi ingin meminum soju. Sudah lama sekali aku tidak meminum alkohol. Apa kau takut reputasimu turun karena aku mengajakmu kesini?” Ucap Taeyeon yang langsung saja duduk disalah satu kursi paling sudut di ikuti Woobin duduk dihadapannya.
Woobin menampakkan wajah khawatirnya. “Ani. Aku tidak takut kalau harus kehilangan semua kepopuleranku karena mabuk-mabukan. Dunia juga sudah tau kalau seorang Kim Woobin adalah seorang model yang mampu menghabiskan berbotol-botol soju. Tetapi yang aku takutkan, adalah kau,Taeyeon-ah. Kajja! Kita pergi dari sini. Kau tak boleh meminum alkohol.” Woobin berdiri mencoba menarik Taeyeon. Tetapi bukan Taeyeon namanya kalau tidak keras kepala.
Taeyeon menepis tangan Woobin, “Shireo! Sekali ini saja oppa. Aku mohon padamu. Ahjumma!!! Sepiring ddeobbokki sup sundae dan 2 botol soju juseyo.” Woobin mengalah dan kembali duduk, sepertinya ia tahu kenapa Taeyeon ingin minum malam ini. Woobin bisa memakluminya.
“Sebotol saja untukmu. Oke?” Larang Woobin dan ia langsung merebut sebotol soju lainnya ketika hidangan mereka sudah tiba. Untuk saat ini Taeyeon mengangguk.
Woobin berusaha untuk tidak mabuk, dan mencoba tidak terlalu minum dikarenakan Taeyeon yang kelihatannya sudah sangat mabuk. Terbukti dengan segala macam kalimat yang diucapkannya. “Oppa, apa aku salah jika menyukai seseorang?uhuk.” Ucap Taeyeon dengan gaya khas mabuknya. Untung saja saat itu stan yang mereka tempati sedang sepi. “Ahjumma.. sebotol soju lagi, juseyo.”
“Aniya. Kemanhae Kim Taeyeon. Kau sudah menghabiskan 3 botol soju.” Larang Woobin lagi, tetapi kini ia mendapat tatapan tajam dari Taeyeon, “Oppa… jebal… kau tak tau apa yang aku rasakan.” Taeyeon tertunduk, Woobin menunggu kelanjutan Taeyeon. “Ige.. Ige.. Neomu appasso.” Taeyeon menegakkan kepalanya kembali sambil memukul-mukul dadanya. Woobin tak tahan melihat tingkah Taeyeon yang seperti ini. “Kajja. Kita pulang.” Woobin berdiri dengan segera dan langsung memapah Taeyeon menuju mobil. Tidak lupa ia meninggalkan beberapa lembar uang diatas meja yang mereka tempati.
Woobin memutuskan untuk membawa Taeyeon pulang ke apartmentnya, sekarang Taeyeon sudah terlelap dibangku samping Woobin. Ia mengamati gadis itu dengan seksama. Woobin bisa merasakan sakit yang dirasakan Taeyeon.
Sesampainya di apartment, Woobin langsung menggendong Taeyeon masuk dan menidurkannya dikamar yang memang untuk Taeyeon. Dalam apartmentnya, Woobin memiliki dua kamar. Yang satu memang di khususkan untuk Taeyeon. Karena memang terkadang Taeyeon datang menginap di apartmen Woobin. Tak lupa Woobin melepas flat shoes yang dikenakan Taeyeon dan menyelimuti gadis itu dengan selimut bercorak minion kesukaan Taeyeon.
Baru saja Woobin ingin keluar dari kamar itu, suara deringan smart phone milik Taeyeon mengambil alih perhatian Woobin. Woobin melihat siapa yang menelfon, dan tertera nama ‘Eomma’ dilayar kaca smartphone itu. Woobin hampir saja mematikan panggilan itu kalau ia tak mengingat bahwa pasti saat ini Eomma Taeyeon sangat mengkhawatirkan Taeyeon.
“Yeoboseo, Taeyeon-ah.. eodi-”
“Taeyeon berada di apartmentku, hari ini ia melalui hal yang sulit. Tenang saja, dia aman bersamaku.” Potong Woobin sebelum suara parau Eoomma Taeyeon menyelesaikan kalimatnya.
“Omo.. Woobin-ah-” Tiit. Woobin mematikan sambungan telfonnya lalu menaruh smartphone Taeyeon di meja samping tempat tidur Taeyeon, lalu ia keluar dari kamar itu menuju kamarnya.
***
Taeyeon membuka kedua matanya ketika cahaya mentari pagi menyilau dan membangunkan dari tidur nyenyaknya.
“Kau sudah bangun?” Ujar sang namja berparau berat yang ternyata adalah penyebab masuknya cahanya mengganggu tidur Taeyeon.
“Oppa…” Ucap Taeyeon samar-samar mencoba untuk bangkit dari tempat tidurnya. “Mengapa aku disini?” Lanjutnya yang baru menyadari kalau ia berada ditempat yang juga kamarnya tapi bukan dirumahnya.
Woobin hanya terkekeh mendengar penuturan Taeyeon. “Semalam kau mabuk, pabo!” Taeyeon tidak kaget mendengar respon Woobin dikarenakan memang ia merasa kepalanya sedikit pusing. “Kau tak ke kampus hari ini?” Lanjut Woobin dan mendekat ke arah Taeyeon yang masih terduduk di atas kasur empuk itu.
Mendengar pertanyaan Woobin, Taeyeon langsung mengambil smartphonenya. “Chamkamman.” Jawab Taeyeon lalu memeriksa pesan yang masuk di smartphonenya.
“Sepertinya aku harus ke kampus. Igo.” Lanjut Taeyeon lagi sambil memperlihatkan sebuah pesan text dari Tiffany yang menyuruhnya untuk ke kampus secepatnya.
Woobin hanya mengangguk mengerti, “Kalau begitu, cepatlah bersiap-siap. Ku rasa ada hal penting yang akan dikatakan Tiffany.” Taeyeon hanya mengangguk dan langsung bangkit berdiri menuju ke kamar mandi. Apartmen Woobin sudah merupakan rumah kedua bagi Taeyeon. Jelas saja, kamar yang ia selalu gunakan memberi bukti bahwa seluruh isi kamar itu juga kepunyaan Taeyeon. Jadi, jika ingin menginap di apartmen itu ia tak perlu lagi membawa barang-barangnya dari rumah.
“Kau sudah siap?” Tanya Woobin tanpa beralih dari aktivitasnya yang sedang asyik membaca artikel mengenai dirinya disalah satu situs web yang sangat terpercaya di Korea.
Taeyeon hanya mengangguk, walaupun ia tau Woobin tak melihat anggukannya. “Oppa, kau tak ada jadwal hari ini?” Tanya Taeyeon sambil memakan sebuah roti yang sudah disiapkan Woobin untuknya.
Woobin menutup ipadnya kemudian beralih kepada Taeyeon, “Ada. Tapi aku akan mengantarmu terlebih dulu.” Taeyeon menyodorkan sepotong roti ke arah mulut Woobin yang langsung di terima oleh namja itu. “Ada artikel baru tentangmu?” Tanya Taeyeon lalu meneguk segelas susu yang juga disiapkan oleh Woobin. Woobin hanya mengangguk. “Biar ku tebak. Pasti ada kaitannya denganku kan?” Lanjut Taeyeon setelah menghabiskan segelas susu vanilla kesukaannya. Sekali lagi Woobin hanya mengangguk. “Kajja! Tiffany telah menunggumu.” Ajak Woobin dan mengambil kunci mobil yang ia letakkan diatas meja samping gelas susu Taeyeon. Seperti seorang anak yang di suruh oleh ayahnya, Taeyeon mengikuti langkah Woobin dari belakang.
“Oppa.. aku ingin meminta pendapatmu.” Ujar Taeyeon memulai pembicaraan saat mobil mereka baru berjalan. Woobin hanya mengangguk seolah-olah berkata –katakanlah-
Karena tahu maksud anggukan Woobin, Taeyeon langsung berbicara lagi. “Kau tahu Jessica masuk rumah sakit, dan barusan Tiffany mengirim sms lagi untukku. Katanya, pemilik perusahaan SM Ent ingin bertemu denganku.” Woobin mengkerutkan keningnya, tak mengerti maksud ucapan Taeyeon. “Lalu hubungannya dengan Jessica apa?” Tanya Woobin ingin memecah rasa penasarannya.
Taeyeon menghembuskan nafasnya kasar, “Dengarkan aku berbicara dulu oppa. Apa maksud SM Ent menemuiku? Lalu kalau memang dari pihak SM ingin bertemu denganku, mengapa mereka tak mengirimkan utusannya saja? Mengapa harus pemiliknya langsung yang datang? Menurutmu, apa ini tidak ada kaitannya dengan penampilan soloku kemarin? Bukan ingin meninggikan diri, tapi oppa pasti mengerti maksudku. Tak mungkin mereka ingin menemuiku kalau tidak membicarakan hal yang penting.” Ujar Taeyeon panjang lebar berharap Woobin mengerti maksudnya.
“Arra. Kalau memang itu benar, bukankah itu bagus? Bukankah memang kau bercita-cita menjadi penyanyi dari agency ternama? Apalagi, Kim Taeyeon?” Respon Woobin melihat kearah Taeyeon sekilas sambil tersenyum lalu kembali fokus pada jalanan di depannya.
“Aniya oppa. Bukan itu maksudku, tapi.. Kalau memang hal itu terjadi, harusnya Jessica yang di temui, bukan aku. Karena penyanyi lagu itu sebenarnya adalah Jessica. Bukan aku.” Ujar Taeyeon melemah. Woobin menyerap apa yang diucapkan Taeyeon.
“Kita lihat saja nanti. Kalau memang benar seperti itu. Pergilah berbicara baik-baik dengan Jessica.” Setelah itu, keheningan terjadi hingga tiba di kampus.
***
Sesampainya di kampus, Taeyeon yang ingin langsung turun dari mobil, tertahan oleh tangan Woobin. Yup, ia baru mengingat sesuatu, kebiasaan Woobin yang harus membukakan pintu untuknya. “Kau tak perlu berlebihan seperti ini, oppa.” Ujar Taeyeon tersenyum manis melihat Woobin yang sudah membukakan pintu untuknya
“Jangan lupa memberitahuku apa saja yang terjadi dan apa maksud pemilik agency itu ingin bertemu denganmu. Sampai-sampai dia rela untuk menunggumu.” Taeyeon terkekeh mendengar penuturan Woobin, Woobin ikut terkekeh.
“Cha! Cepatlah menemuinya. Jangan buat dia lebih lama menunggu.” Ujar Woobin lagi sambil mengelus kepala Taeyeon. Taeyeon hanya mengangguk dan memberikan pelukan sekilas kepada Woobin dan berlalu dari namja tinggi itu.
Baru saja Taeyeon ingin melangkahkan kakinya memasuki gedung kampus, ia sudah berpapasan dengan Luhan yang ternyata sedari tadi melihat adegannya dengan Woobin. Luhan menunduk kira-kira 45 derajat kepada Taeyeon sambil tersenyum, Taeyeon hanya tersenyum miris sambil menganggukkan kepalanya dan berlalu dari hadapan Luhan. Luhan menyaksikan tiap langkah Taeyeon yang pergi menjauh darinya.
“Taeyeon, ppalli. Mereka telah menunggumu dari tadi.” Ucap Tiffany di ikuti Seohyun di belakangnya, Taeyeon hanya mengangguk dengan wajah seriusnya dan kemudian masuk kedalam ruangan Shim Sangseongnim.
“Annyeonghaseo.” Ujar Taeyeon Tiffany dan Seohyun serempak ketika tiba didalam ruangan. Mereka tepat berdiri di hadapan Shim Sangseongnim dan pemilik SM Ent, Lee Soo Man. “Jweseonghamnida. Aku terlambat.” Lanjut Taeyeon, mereka bertiga langsung disuruh duduk oleh Shim Sangseongnim. Sekarang mereka duduk berhadapan dengan Shim Sangseongnim dan Lee Soo Man.
“Baiklah, aku akan langsung pada inti kedatanganku ke sini. Sebelumnya aku sudah membicarakan ini dengan Shim Changmin. Dan dia sependapat denganku.” Suara khas Lee Soo Man mampu mengambil alih perhatian ketiga yeoja cantik dihadapannya. “Jadi begini, seperti tujuan awal agency mengadakan event ini dikampus kalian adalah untuk mencari generasi-generasi baru dan mencari mahasiswa yang multi-talent. Kemarin, aku telah melihat penampilan kalian bertiga. Sebenarnya, bukan baru kemarin aku melihat penampilan kalian. Tapi setiap kalian tampil di acara event-event apapun itu, aku sudah menaruh perhatian lebih pada kalian. Dan setelah meyakinkan diriku sendiri, akhirnya aku yakin ingin menjadikan kalian penyanyi keluaran agencyku.” Sontak ketiga yeoja itu terbelalak mendengar ucapan sang pemilik agency ternama itu, terlebih lagi kalimat terakhir yang membuat mereka tambah terkejut. “Sebenarnya sudah ada beberapa mahasiswa lain yang menjadi incaranku. Salah satunya beberapa namja yang tampil dipembukaan kemarin. Tetapi aku ingin membentuk mereka menjadi sebuah boyband dengan beberapa trainee ku lagi. Aku ingin mereka menjadi penerus Super Junior. Kalian pasti mengenalnya.” Lanjut Lee Soo Man percaya diri membuat ketiga yeoja itu termasuk Shim sangseongnim terkekeh pelan.
“Tetapi.. Aku tidak akan mendebutkan kalian secara bersamaan. Aku tahu kalian memang mampu bersaing di dunia entertainment. Apalagi sekarang dengan talenta yang kalian punya meskipun belum debut, kalian sudah banyak dikenal para pecinta musik dan sudah memiliki banyak fans. Tapi aku ingin konsep lain, rencanaku seperti ini. Seohyun, aku akan mendebutkanmu menjadi seorang artis, dengan wajah innocentmu aku yakin kau dapat ber-akting dengan baik. Dan kau Tiffany, aku ingin mendebutkanmu sebagai seorang announcer, dari beberapa perkembangan yang aku lihat selama ini, kau sangat pandai berbicara. Dan untuk kau Taeyeon, suaramu mampu mendunia jadi aku rasa, aku akan mendebutkanmu di Eropa sebagai penyanyi.”
“MWOO??!!” Hanya itu kata yang bisa keluar dari ketiga yeoja itu. Mereka saling memandang satu per satu, intinya mereka tak menerima rencana itu. “Jweseonghajiman, keunde sajangnim… Dari awal memulai bernyanyi kami sudah bersama-sama, dan kami berjanji akan terus bersama meskipun kami tak bisa didebutkan oleh agency ternama. Dan lagi, aku dan Seo ingin menjadi penyanyi. Bukan menjadi announcer dan artis seperti apa yang anda katakan.” Taeyeon dan Seohyun mengangguk tanda setuju dengan apa yang dikatakan Tiffany. Tetapi lain dengan Lee Soo Man yang hanya tertawa.
“Inilah mengapa kau harus menjadi seorang announcer, Tiffany.” Lee Soo Man masih tertawa sambil menepuk tangannya membuat Taeyeon Tiffany Seohyun tambah tidak mengerti jalan pikiran pria paruh baya itu. Sedangkan dari tadi Shim Sangseongnim hanya tersenyum nakal.-.
“Kalian tertipu olehku. Mana mungkin aku memisahkan kalian? Tentu saja aku akan tetap mendebutkan kalian sebagai TaeTiSeo.” Sekali lagi ketiga yeoja itu membelalakkan matanya tambah tidak mengerti maksud Lee Soo Man.
“Jadi.. Maksud anda.. Artis, Announcer, debut di luar negeri.. itu semua hanya candaan? Dan maksudmu.. Kami.. akan.. debut…?” Ucap Taeyeon berhati-hati.
“Cerdas sekali, Kim Taeyeon! Tapi, siapa sangka jika nantinya pekerjaan sampingan kalian adalah menjadi artis, announcer dan bahkan kalian bisa mengadakan konser di luar negeri?” Jawab Lee Soo Man dengan wajahnya yang sangat ceria. “Di tambah penampilan solo Taeyeon kemarin yang sangat memukau, aku rasa kalian mampu mendunia!” Tambah Lee Soo Man.
Taeyeon, Tiffany dan Seohyun saling berpandangan satu sama lain sekali lagi mereka tidak tau harus berkata apa-apa. “Jadi bagaimana? Tapi kalian akan aku trainee dulu selama 3 bulan. Sekalian pembuatan mini-album pertama kalian.” Ucap Soo Man lagi yang membuat kebahagian ketiga yeoja itu seperti mimpi. “Tentu saja kami mau!” Ujar mereka serempak sambil tersenyum bahagia. Bersamaan dengan itu, Lee Soo Man mengeluarkan surat kontraknya.
***
Sekarang Taeyeon, Tiffany dan Seohyun berada di ruangan tempat Jessica di rawat. Setelah penandatanganan kontrak mendadak dengan SM tadi selesai, Taeyeon mengusulkan untuk menjenguk Jessica. Awalnya, Tiffany menolak. Tetapi karena mendapat desakan dari Taeyeon dan Seohyun, akhirnya Tiffany dengan sangat terpaksa ikut ke rumah sakit.
“Untuk apa kalian kesini?” Tanya Jessica sarkastik dengan gaya khasnya.
Baru saja Tiffany ingin menjawab, Taeyeon menyekanya. “Aniyo. Kemarin kami mendapat kabar kau masuk rumah sakit karena tenggorokanmu bermasalah.” Alhasil Jessica melempar tatapan sinisnya kearah Taeyeon. “Aku juga dapat kabar, kau mengambil laguku kemarin.” Respon Jessica membuat Taeyeon tertunduk.
“Dia tidak mengambil lagumu. Shim sangseongnim yang memintanya menggantikanmu.” Tiffany tak tahan lagi melihat tingkah Jessica, sekarang giliran Tiffany mendapat tatapan sinis dari Jessica. Tetapi tidak seperti Taeyeon yang menghindari tatapan itu, Tiffany malah balas menatap Jessica. “Aku tidak punya urusan denganmu, Hwang Miyoung.”
“Tapi kau berurusan dengan sahabatku, Jung Sooyeon!” Lagi-lagi Tiffany tak mau kalah. Jessica hanya menampakkan smirk mengejeknya.
“Tiffany, Jessica. Jebalyo… Aku datang kesini bukan untuk cari masalah, Tiff.” Ujar Taeyeon kembali mengangkat kepalanya lalu menatap Tiffany dengan tatapan memohon kemudian menatap Jessica. “Jessica.. Mianhae.. Aku tak bermaksud mengambil lagumu. Awalnya aku juga ingin men-”
“Cukup, Kim Taeyeon!” Sinisan Jessica kembali kepada Taeyeon dengan suaranya yang semakin meninggi. Tetapi beberapa detik kemudian, wajah Jessica berubah “Kau memang pantas membawakan lagu itu. Shim sangseongnim tak salah memilihmu.” Yah, Jessica tersenyum menatap Taeyeon sangat tulus. Tetapi tingkah Jessica itu malah membuat Taeyeon Tiffany dan Seohyun sedikit heran.
Jessica ikut heran melihat tatapan ketiga yeoja yang duduk di depannya, “Wae? Jangan menatapku seperti itu. Apa aku mengatakan hal yang salah?”
“A..a..aniya.. Tapi.. Itu.. aku..” Taeyeon terbatah-batah.
Jessica sedikit tertawa, “Haha, aku berbeda? Yah, aku juga merasa seperti itu. Sehari dirumah sakit membuatku banyak memikirkan hal, apalagi ketika aku menonton video penampilan kalian kemarin….” Jessica menghembuskan nafasnya kasar lalu kembali tersenyum. “Jujur saja, aku sedikit menyesal ketika menolak bergabung dengan kalian waktu itu. Ketika melihat penampilan pertama kalian… Aku sedikit… ah ani, aku memang cemburu. Dari situlah aku merasa tak pantas berteman dengan kalian.” Jessica menerawang jauh mengingat hari-harinya dulu. “Aku iri melihat kedekatan kalian, iri melihat kebersamaan kalian. Selama ini keegoisan yang menyelimutiku, aku terlalu bodoh baru menyadarinya sekarang.” Lanjut Jessica lagi dengan senyuman mirisnya tanpa menatap ketiga yeoja itu. Taeyeon, Tiffany dan Seohyun tak bisa berkata apa-apa. Bahkan seorang Tiffany yang biasanya keras kepala dan pendendam, seketika luluh mendengar cerita Jessica. “Kalian tahu? Semua tipe saudara dan teman yang aku inginkan ada pada kalian. Aku ingin sekali punya adik seperti Seohyun yang pendiam tapi tidak memboringkan karena kepolosannya dan lagi Seohyun juga sangat perhatian. Aku juga ingin punya teman dan sahabat seperti Tiffany yang keras kepala tetapi sangat cocok untuk bertukar fikiran, yang suka membela jika itu memang benar dan tidak suka menyembunyikan sesuatu. Dan tentunya, aku ingin sekali punya kakak seperti kau Taeyeon. Kau sangat dewasa beda dengan wajahmu yang seperti bayi, kau sangat penyabar tidak suka membalas dendam dan selalu mengalah. Dan satu lagi yang aku suka dari kalian yaitu, bagaimana kalian saling mendukung dan melindungi satu sama lain, bagaimana kalian saling berbagi suka dan duka. Aku inginkan itu semua.” Ucap Jessica panjang lebar memberanikan diri menatap Seohyun, Tiffany dan Taeyeon secara bergantian. Taeyeon, Tiffany dan Seohyun bisa melihat dengan jelas pelupuk mata Jessica yang sudah dipenuhi bulir-bulir yang sebentar lagi akan membasahi pipinya.
“Kalian pasti bertanya-tanya, darimana aku mengetahui sifat-sifat kalian. Kalau kalian mau aku jujur lagi, mungkin ini memalukan tapi memang aku harus mengakuinya.. Aku selalu melihat jika kalian sedang bercerita atau sekedar duduk bersama. Semacam, stalker mungkin? Haha.” Jessica mencoba menegarkan dirinya sendiri dengan tertawa, tapi sayang sekali. Itu membuat airmatanya terjatuh. Jessica buru-buru menghapus airmatanya, seolah-olah ia ingin menegarkan dirinya sendiri.
“Kau bisa menjadi teman kami, Jess.” Tiffany memberanikan diri memulai pembicaraannya. Jessica menatapnya, kali ini bukan tatapan sinis tapi tatapan sendu.
“Ne, eonni bisa menjadi sahabat kami. Eonni bisa menjadi eonniku seperti Taeyeon dan Tiffany eonni. Eonni juga bisa menjadi teman tukar fikiran dengan Tiff eonni dan juga bisa curhat tentang apapun kepada Taeyeon eonni.” Seohyun juga ikut mencoba menghibur Jessica. Sedangkan Taeyeon hanya bisa menunduk sambil menyeka airmatanya.
Setelah Taeyeon menyeka airmatanya, ia lalu bangkit berdiri dan memeluk Jessica. “Mianhae, Jess. Aku tak mengerti perasaanmu.” Jessica lalu mengelus punggung Taeyeon. “Ani, Taeyeon-ah. Selama ini kau tak pernah cuek jika bertemu denganku, malahan aku yang seperti itu.” Sekali lagi Jessica tak tahan untuk tidak meneteskan airmatanya. Tiffany dan Seohyun yang melihat adegan itu tak mau kalah, mereka ikut memeluk Jessica.
Puas saling meluapkan perasaan satu sama lain, Taeyeon Tiffany dan Seohyun kembali ke posisi mereka semula. “Jadi, bagaimana kontrak kalian dengan SM?” Taeyeon Tiffany dan Seohyun jelas kaget, baru saja mereka ingin memberitahu hal itu kepada Jessica.
“Darimana kau mengetahuinya?” Tanya Tiffany yang masih menyeka sedikit airmatanya.
“Aku memiliki kenalan yang merupakan keponakan dari pemilik SM Ent. Waktu itu aku meminta bantuannya untuk merekomendasikan kalian kepada SM.” Ketiga yeoja itu tambah kaget mendengar penuturan Jessica. “Dan lagi, aku juga adalah trainee SM Ent.”
“MWOOO??!!” Mereka tambah kaget mendengar pernyataan terakhir Jessica.
“Kalian tidak usah kaget, sekarang aku ingin melihat kalian menjadi bintang. Setelah itu baru aku akan mau debut.” Senyum Jessica.
Saat sedang asyik-asyiknya ke empat yeoja itu bercerita, tiba-tiba smartphone Taeyeon berbunyi dan ketika ia melihat si pemanggil adalah Eommanya. Taeyeon keluar dari ruangan Jessica dan mengangkat telfon itu.
“Yoboseo?” Sapa Taeyeon.
“………………..”
“Aku berada dirumah sakit, kemarin temanku dilarikan kerumah sakit.”
“………………..”
“Mwo?! Ada acara apa?”
“…………………”
“Ah, arrasseo. Sebentar lagi aku akan pulang.”
“…………………”
“Ne, eomma~ Annyeong.”
Taeyeon kembali masuk kedalam ruangan Jessica ketika telah memutuskan sambungan telfon dengan eommanya.
“Mian, sepertinya aku harus pulang duluan. Eomma mencariku, sepertinya ada hal yang penting.” Ujar Taeyeon lalu mengambil tasnya.
“Ah, kau juga belum pulang dari kemarin. Kau bisa pulang sendiri?” Tanya Tiffany. Taeyeon hanya mengangguk, setelah itu ia menghampiri Jessica dan berpamitan secara khusus sambil memeluk yeoja itu. “Cepat sembuh.” Taeyeon menyempatkan mengelus kepala Jessica dan berlalu.
“Taeyeon!” Baru sampai di ambang pintu, Jessica kembali memanggil Taeyeon. Taeyeon berbalik menunggu kelanjutan Jessica. “Kau mendapat salam dari Luhan.” Taeyeon sempat membelalakkan matanya tetapi sedetik kemudian ia terkekeh sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Setelah itu Taeyeon pun berlalu. Jujur saja Taeyeon masih kepikiran dari mana Jessica mengetahui hal itu.
“Yak! Jessica, apa maksudmu mengatakan hal itu kepada Taeyeon? Jangan-jangan….” ketika Taeyeon benar-benar sudah pergi, Tiffany yang juga penasaran menanyakan hal itu seperti mata-mata tetapi dengan nada bercanda.
“Jangan-jangan apa? Yang aku ketahui memang Luhan menyukai Taeyeon. Aku juga heran kenapa dia jadiannya dengan Yoona. Dulu dia memang sempat menitip salam untuk Taeyeon, tapi karena kita baru berbaikan sekarang, yah…” Jawab Jessica santai
“Mwo?! Ceritakan pada kami!” Ucap Tiffany dan Seohyun serempak membuat Jessica heran.
“Baiklah, jadi waktu itu……”
-FLASHBACK-
“Jessica noona!” Teriak seorang namja berpostur tubuh tinggi dan berkulit sedikit dark yang membuat seorang yeoja bernama Jessica menghentikan langkahnya. “Noona, apa kau mengenal yeoja pendek bernama Kim Taeyeon? Sepertinya ia seangkatan denganmu.” Jessica sedikit terkekeh mendengar ucapan namja bernama Kai itu.
“Yak Kim Jongin, dia memang pendek tetapi dia adalah sunbaemu. Iya, dia teman seangkatanku. Kenapa?” Jessica baru melihat kalau ada seorang namja baby face berdiri disamping Kai.
“Haha, mianhae noona. Ani, temanku ingin menyampaikan sesuatu untuknya tapi dia malu-malu.” Jessica sudah tau pasti siapa yang di maksud Kai lalu menunjuk namja itu.
“Ne, annyeonghaseo. Xi Luhan imnida” Tanpa disuruh memperkenalkan diri pada Jessica, ia memperkenalkan diri dengan sendirinya. “Bisakah.. sunbae.. tolong sampaikan salamku untuknya, aku mengaguminya.” Lanjut Luhan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Jessica hanya menampakkan sifat Ice Princessnya.
“Bisa saja, tapi aku lagi tidak bersahabat dengannya, Mian.” Ucap Jessica cuek dan berlalu dari kedua namja itu.
-FLASHBACK END-
“Tapi kenapa Luhan jadiannya sama Yoona? Mungkin saja dia hanya mengagumi Taeyeon eonni.” Respon Seohyun yang semakin penasaran mendengar cerita singkat Jessica barusan.
“Nado molla. Luhan mengatakan hal itu saat mereka baru masuk di kampus kita. Bukankah dulu Luhan dan beberapa temannya mendapat pengajaran khusus dari Taeyeon? Tapi seingatku, dia menyampaikan salam itu sebelum mereka bertemu Taeyeon.” Jessica menimbang-nimbang sendiri. Sampai ia mengingat sesuatu, “Tapi.. apa pentingnya masalah ini?” Tiffany dan Seohyun sontak saling menatap satu sama lain.
“a..a..a..niya.. Kami hanya penasarann..” Ujar Tiffany mencoba tidak gugup dengan menampakkan eyesmilenya di ikuti dengan anggukan dari Seohyun tanda ia setuju dengan ucapan Tiffany. Jessica juga mengangguk-angguk tanda ia tak ingin memusingi masalah ini.
***
Setiba Taeyeon dirumahnya, ia langsung disambut oleh eommanya. “Kau dari mana saja Taeyeon-ah?” Terdengar jelas nada khawatir dalam kalimat nyonya Kim.
“Aku menginap di apartmen Woobin oppa semalam. Eomma, ada apa? Mengapa menyuruhku pulang?” Jawab Taeyeon sambil berjalan menuju sofa dan duduk di ikuti oleh eommanya.
“Ah, itu. Malam ini kita akan kedatangan tamu. Dia adalah rekan kerja ayahmu dari China.” Taeyeon mengkerutkan dahinya, ia bertanya-tanya apa hubungan rekan kerja ayahnya dengan dia. Ibu Taeyeon tersenyum mengerti arti ekspresi Taeyeon, “Dia akan datang bersama keluarganya, bersama istri dan seorang anak laki-lakinya yang mungkin hanya berbeda beberapa tahun darimu.”
“Lalu maksud eomma, jangan-jangan eomma mau melakukan hal yang dulu eomma lakukan kepada-” Ucapan Taeyeon terhenti ketika nyonya Kim menggenggam kedua tangannya sambil menggelengkan kepalanya.
“Ani, Taeyeon-ah. Ini resmi hanya makan malam bersama. Tidak lebih. Eomma dan appamu tidak akan mengulangi kesalahan bodoh seperti dulu lagi.” Nyonya Kim menghela napasnya, “Eomma tidak ingin kau juga pergi meninggalkan kami.” Taeyeon tersenyum mendengar ucapan eommanya, senyuman Taeyeon sekaligus untuk menghibur nyonya Kim yang matanya sudah berkaca-kaca “Ne, eomma. Arrasseo.” Ucap Taeyeon sambil memeluk dan mengelus punggung eommanya.
Setelah itu, Taeyeon meminta izin untuk ke kamarnya dan ingin beristirahat sebentar. Saat di kamar, awalnya Taeyeon berniat menghubungi Woobin. Sesuai janjinya pagi tadi, ia akan memberitahu Woobin aktivitasnya hari itu. Sebelum Taeyeon belum sempat menghubungi namja itu, terlebih dahulu smartphone Taeyeon berbunyi dan itu berasal dari Woobin. Taeyeon tersenyum dan mengangkat telfon itu. “Yeoboseo, oppa…” Taeyeon mulai menceritakan semuanya, mulai dari pagi tadi saat ia berpapasan dengan Luhan, saat ia Tiffany dan Seohyun bertemu dengan Lee Soo Man untuk tanda tangan kontrak, ketika ia kerumah sakit untuk menjenguk Jessica dan bagaimana hubungannya dengan Jessica membaik, ia juga menceritakan kepada Woobin saat ia harus tiba-tiba pulang kerumah dan menceritakan bahwa aka nada acara makan malam sebentar malam dengan rekan kerja ayahnya.
Lelah bercerita selama hampir satu jam, Taeyeon pun memutuskan hubungan telfonnya dengan Woobin dan langsung tertidur.
***
“Taeyeon, kau sudah bersiap-siap? Mereka sudah datang.” Eomma Taeyeon mengetuk pintu kamar Taeyeon sambil berbisik memanggil Taeyeon.
“Ne, eomma. Sebentar lagi.” Respon Taeyeon sambil mengoleskan lip-glouse di bibir sempurnanya itu. Ya, Taeyeon tau ini hanya makan malam biasa. Tapi bagaimana pun ia harus tampil sebaik-baiknya di hadapan rekan kerja ayahnya.
Setelah merasa puas dengan penampilan casualnya. Dengan sebuah sweater berwarna coklat susu dan rok mini berwarna putih yang sangat serasi di badannya dan rambut panjangnya yang dibiarkan terurai dengan poninya membuat gadis mungil itu terlihat sangat manis. Taeyeon akhirnya menuruni tangga menuju ke ruang tamu. Dari kejauhan Taeyeon sudah bisa melihat dengan jelas kedua orang tuanya sedang asik berbincang dengan rekan kerja ayahnya, tetapi Taeyeon tidak melihat anak rekan kerja ayahnya itu.
Tidak memperdulikan hal itu, dengan sebuah senyuman Taeyeon menuju ke kedua pasang suami-istri itu. “Annyeonghaseo..” Sapa Taeyeon yang berhasil mengambil perhatian rekan kerja ayah Taeyeon yang kemudian berdiri menerima salaman dari Taeyeon untuk mereka.
“Ah, kyeopta. Kau pasti Taeyeon. Sangat mirip dengan ibumu.” Puji Istri dari rekan kerja ayah Taeyeon dengan bahasa koreanya tetapi masih memakai aksen China. Taeyeon hanya tersenyum menerima pujian itu. Setelah itu, Taeyeon pun memilih duduk disamping eommanya.
“Ini dokumen yang appa minta. Mian lama, tadi aku sedikit kesulitan mencarinya.” Tiba-tiba suara seorang namja yang sangat familiar di telinga Taeyeon menghentikan aktivitasnya dan menatap kearah namja itu. Betapa kagetnya Taeyeon ketika menatap namja itu, namja yang juga memiliki gaya sangat casual, dengan kaos bercorak berwarna hitam-orange dan celana yang senada dengan bajunya. Ketika namja yang masih berdiri itu juga membalas tatapan Taeyeon, ia juga membelalakkan matanya.
“Kau….” Taeyeon sontak berdiri sambil menunjuk kearah namja itu. Namja itu tak kalah kagetnya melihat Taeyeon yang sekarang juga berdiri tak jauh darinya. Kedua orang tua mereka mengkerutkan dahi tidak mengerti kejadian di depannya.
-TBC-
Author’s note : Kyaaaaa akhirnya part 2nya selesai^^ terimakasih untuk para reader yang memberikan respon positif di part pertamanyaa.. dan oh iya, maaf ya di part ini bisa d bilang belum ada LuTae momentnya, tapi aku janji di part berikutnya pasti banyak moment mereka!!!! Yaksok! Semoga kalian tidak bosan membaca ceritanya yang lagi-lagi terlalu panjang:(( tenang aja, secepatnya aku bakalan nyelesaiin part 3 nya. Terimakasiih banyak untuk kalian semua yang mau kasih masukan ke new writer ini^^ maaf kalo ada typo dan kaalimat2 yang kacau T.T sampai jumpa di part selanjutnya!~~~ pai-pai^^

Advertisements

38 comments on “[Freelance] Somebody help me! (Chapter 2)

  1. aaah , chap 2 keluaar *heboh
    ok ok , sebenarnya aku masih bingung apa hubungan Taeyeon-Woobin ? jangan-jangan itu dulu calon Taeng ya > terus gajadi , eh malah akrab (siapa yang authornya-,-*abaikan bagian ini)
    Luhan-Yoona END ? *nari hula hula(?)
    syeay mereka baikan hoho
    eh siapa tuh ? jangan jangan LUhan ne ? aigoo bikin penasaran aja .,
    ditunggu next chap ne ^^ jangan lama
    hwaiting !! saranghae

  2. wuah brp bulan ini epep bru update-_- wkwkwk. Panjang juga yah ini epep,awas kehabisan ide. Ah iya moment Lu-Tae nya cuman dikit…apa gara2 bru 2chapt?
    Yaudhlah dr pd kebanyakan cincong.update soon. Fighting^^

  3. taeyeon tuh sama kaya luhan 🙂 sama suka tapi diem – diem 🙂
    kenapa yoona sama luhan pelukan ? , taeyeonnya jadi salah paham ya ?
    oh maaf waktu coment di ff kemarin ga welcome ke author baru 😦
    sekarang aja deh 🙂
    annyeong author baru 😉 semoga nyaman ya di blog ini ~kkkk 😀

    #fighting^^

  4. That was Luhan, right??
    Please chap 3 publish secepatnya ..
    Aku msh penasaran Woobin itu siapanya Taeng???
    Updatesoon authornim, fighting!!!

  5. Akhirx chap 2nya di post jga….
    Luhan udh putuskan thor sma yoona, mudah2an iya @amin
    Thor woobin oppa it kakakx taeyeon eonni ya ?????

    Pnasaran nih thor aplagi pas endingx….

    Nextnya jgan lma2 ne thor
    fightaeng

  6. akhirnya Jessica udh mau berteman sama TaeTiSeo/?
    penasaran sama hubungan Taeyeon eonni dan Woobin oppa
    udh pisahin aja Luhan sama Yooan#wks :v
    jgn lama2 thor untuk chapter selanjutnya aku nungguin kkk~

  7. nyebeliin knp juga luhan msh deket ama yoona
    jessica aduh sedih deh coba dia gabung ama taetisoe
    lanjuut thor

  8. Horrayyyyyy….The second chapter is here…
    Thor, aku suka banget ceritanya…aku berharap yang anaknya rekan kerja ayah Taengoo itu Lulu…
    Moment lutae di chapter 3 ada gak???semoga ada…
    Aku bingung apa hubungan Woobin-Taeyeon,,,jelasin ne?
    Gomawoyo

  9. Woobin itu kakaknya taeng eonnie ya? trus dia pergi krena dulu sempat dijodohin sama ibunya? *readers sok tau* kekeke~~ oke abaikan auhtor! eh eh itu luhan ya? *duh sok tau lagi deh* auhtor-nim banyakin moment LuTaenya ne^^ updatesoon! fightaeng^^

  10. yeayy chapt 2nya dah keluar,, syang momment lutaenya blon mncul,tp gpp tetp d tunggu kok, oy msih pnsarn nie sma hbungan antara woobin sm taeyeon

  11. Wah daebak bgt ff.ny panjang..
    Woobin n taeng apa jgn2 kakak-adik y..
    Trs ank laki2 china itu psti luhan kn..
    Next thor secepatny ne..
    Bnyk.in moment.ny lutae..
    Ok fightaeng thor.. 🙂

  12. sekian lama aku nunggu chap 2 ini, akhirnya terbalaskan^^ kenapa hanya bertiga? ayolah.. jessica kan sdh berbaikkan kenapa gak TTSS? TaeTifSeoSic kan keren^^ hehehe, anak dari rekan kerjanya tae unnie luhan oppa kan? kalau itu luhan k enapa gak di jodohin? #kkkk Chap 3 ditunggu thor^^ jangan lama lama ya ^w^ Hwaiting!!!^^

  13. Uda lama nunggu FF ini di blog exoshidae fanfic, tp blognya gabisa dibuka-buka.. Muncul disini. Daebak. Serasa bertahun-tahun nunggu ni FF.. FFnya daebak thorr.. niga johaa.. Keep writing & FIGHTING!!! 🙂

  14. Ok2
    Bgs
    Udh ketahuan semua
    Jd luhan suka sama taeng
    Trs woobin itu sodaranya taeng kan?
    Yg pergi gara2 mau dijodohin ^^
    Ditunggu next chap nya deh
    Klo bsa agak cpt yah
    Penasaran bgt sama ceritanya 🙂

  15. Waaa , ,
    Ceritanya makin seru & menarik , ,
    & Tambah bikin penasaran ,:-D

    Lanjutkan ya author ,
    Jangan lama ” , ,

    Keep writing & FIGHTAENG . . ❤

  16. Wahh , namja itu Luhan kah ??
    Akhirnya TTS akan debut 😀
    Moga aja kesalahpahaman antara lutae bisa diluruskan

  17. neomu2 daebak makin menarik
    suka persahabatannya kental bgt beud
    tpi moment lutaenya nggak ada sayang sekali
    tpi di chap selanjutnya banyakin moment lutaenya yha thor di tunggu gomawo !

  18. Yeay~ akhirnya chapter 2 nya keluar jugaaaa~~
    Udah 5 bulan lebih ak tunggu chapter ini akhirnya keluar jugaa T.T
    Masih bingung nih thor.. hubungannya Woobin sama Taeyeon itu apa? Sepupu? Mantan? Ah.. nan molla~~
    Luhan sama Yoona udah end yah?? Horay dong kalo begituu~
    Ah.. akhirnya TaeTiSeo sama Jess baikan jugaa..
    Oh ya.. namja yang anaknya rekan kerjanya appanya Taeyeon itu Luhan kah? Kok sama sama kaget?
    Thor.. momentnya LuTae banyakin donkk.. hampir gak ada di chapter ini T_T
    Update soon yah thor..
    Hwaitaeng!!

  19. iiiiiiiiih woobin sama taeng kakak-adik bukan sih;;
    tante kim, tante xi, jodohin juseyooooooooooooo wks/?
    next chapt ditunggu thor<33

  20. Tuh cowok yg dirunah taeyeon luhan yaaa kekekekek… aq bingung woobin ama taeyeon kok bisa ktmu tuh gmn critanya…lanjut thooor

  21. Maap thor baru baca #khilaf
    Ahaayy, aku tau, Woobin pasti kakak nya Taeyeon kan yang pergi dari rumah gegara eomma appa nya ngejodohin dia sama seseorang yang entah siapa namanya /? #mulaisotoy
    #ngarangajalah
    Cepetan thor apdet plis -_- kepo gua sama next nyaaa, fighting yeth! Ceritanya D-A-E-B-A-K!

  22. Chap 3 nya belum rilis juga? Hemm jadi penasaran bgt nih.
    Woobin kkaknya taeyeon ya? Trus nnti ujung2nya taetiseojes bkal trainee n ketemu sunny n jdi soshi juga? Trus boyband terusan super juniornya tuh exo gitu?
    Aah pensaran bangtt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s