[Freelance] What is Love ? (chapter 6)

ff 5

What Is Love? Chapter 6
Author : amaamemade
Main cast : Taeyeon SNSD , Luhan EXO M dan Kim Jong-in (kai) EXO K
Other cast : Jessika SNSD , Tiffany SNSD, Yuri SNSD, Chanyeol EXO K, Kriss EXO M & Sehun EXO K (selanjutnya liat sendiri aja)
Genre : School-life , Little Comedy , Romace , Little Sad
Lenght : Chapter
Rating: 16+

(ff chapter 5-7 ini author buat dibulan maret terus author udah kirim tapi kayannya email author gak nyampe terus salah kirim jadi yang dipost chapter 5 yang isinya chapter 4. author harap kalian memakluminnya dan makasih buat admin yang udah author repotin buat nge-post ff ini :))kalau gak percaya kalian bisa liat NB author buat liat tanggal author buat chapter 5-7 ini. hahahah. (serius))).
harap yang membaca ff ini menerima cerita yang author tulis, harap jangan memplagiat atau mengcopy ff ini, ff ini murni pemikiran author jadi jika ada kesamaan tempat atau jalan cerita itu semua tidak disengaja. maaf dengan ke-tipo`annya 🙂

Langsung aja Chapter 6 ^_^

 

Preview: Chapter 5
Pagi yang cerah di kediaman keluarga Kim ini dirusak oleh suara teriakan sang anak dari keluarga mereka
“AAAAaaaaaaaaa”
“Taeng, kau kenapa?” tanya eomma Taeyeon yang mendadak cemas karena dia mendengar putrinya yang teriak pagi-pagi
“Mmmm… Nan Gwenchanayo Eomma” balas Taeyeon dengan suara yang cukup keras agar eommanya yang berada dilantai bawah mendengar ucapannya, eomma Taeyeon yang mendengar jawaban Taeyeon hanya mengeleng-gelangkan kepalanya merasa aneh pada putrinya sendiri

Lain di mulut lain kenyataan yang terlihat, kalimat itu yang mengambarkan keadaan Taeyeon saat ini. Apa yang dia bilang pada eommanya adalah sebuah kebohongan. Terlihat jelas saat ini bahwa keadaan Taeyeon sedang tidak baik-baik saja.
-Kantung mata yang berwarna hitam, rambut yang acak-acakan karena efek baru bangun tidur (atau dia tidak tidur? melainkan mencoba unutk tidur karena dari kantung matanya menandakan bahwa dia kekurangan tidur) dan selimut yang sudah berada di lantai karena saat Taeyeon teriak, dia langsung menyibakkan selimutnya sehingga sekarang sudah berada di lantai- itulah yang menggambarankan keadaan Taeyeon saat ini
“Ciuman pertamaku” ucap Taeyeon yang saat ini sedang duduk di tempat tidurnya seraya memegang bibirnya dengan tangan kanan “Kecupan dari Kai yang telah dihapus dan digantikan oleh-nya” ucap Taeyeon lagi seraya memegang keningnya dengan tangan kiri karena tangan kanannya masih memegang bibirnya
“Aish, semua ini membuatku frustasi” ucap Taeyeon seraya bangkit dari duduknya dan beralih menghadap cermin besar yang berada disamping tempat tidurnya
“YAK!…Xi Luhan, kau harus bertanggung jawab, karena-mu aku tidak bisa tidur dan pagi ini mataku sudah seperti mata panda” gumam Taeyeon geram karena melihat matanya yang tidak seperti biasanya

Sedangkan dikediaman keluarga Xi seorang Namja sedang menikmati sarapannya seraya tetap menyunggingkan senyumannya yang tidak pernah pudar dari tadi malam
“Luhan-ah, apa kau sedang bahagia?” pertanyaan seorang Namja paruh baya yang berdiri disamping Luhan membuat Luhan berhenti melahap makanannya dan berbalik menghadap Namja paruh baya yang adalah Ahjussi Lee
“Apa terlihat jelas?” tanya Luhan yang dibalas anggukan dari Ahjussi Lee, balasan dari Ahjussi Lee ini membuat Luhan melahap makanannya lagi
“Apa kau sedang jatuh cinta?” pertanyaan Ahjussi Lee ini membuat Luhan tersedak
“Uhuk..uhukk. uhukk” Ahjussi Lee yang melihat Tuan Mudanya tersedak pun berniat membantu memberikan air putih tapi Luhan sudah terlebih dahulu meminum air putih yang berada dihadapnnya
“Gwenchana?” tanya Ahjussi Lee khawatir
“Oh, Ne. gwenchanayo Ahjussi” ucap Luhan setelah meneguk habis air putihnya
“Aaa. arasseo. pasti pertanyaan Ahjussi tadi benar sehingga kau gugup dan tersedak” selidik Ahjussi Lee dengan tatapan penuh arti
“Wah. wah. wah. Siapa yang sedang jatuh cinta?” tanya seorang Yeoja paruh baya yang kini tengah menghampiri tempat duduk dihadapan Luhan untuk sarapan. Pembicaraan Luhan dan Ahjussi Lee tadi memang terdengar oleh Yeoja paruh baya yang adalah eomma Luhan
“Ahh, aanio Eomma, tadi Ahjussi Lee sedang menceritakan film yang judulnya Falling ini Love, benarkan Ahjussi?” ucap Luhan seraya mengalihkan pandangannya ke arah Ahjussi Lee seperti meminta bantuan agar membenarkan jawaban Luhan, namun jawaban Ahjussi Lee ini jauh dari harapan Luhan
“Ne, sepertinya Luhan sedang jatuh cinta, Nyonya” jawab Ahjussi Lee yang dibalas kekehan dari eomma Luhan, sedangkan Luhan yang mendengar jawaban Ahjussi hanya memberikan respon lewat tatapannya `Kau menghianatiku` seperti itulah arti tatapan Luhan, Ahjussi Lee yang mengerti arti tatapan Luhan pun hanya menggedikkan bahunya.
“Haahaahaha.. mana mungkin aku sedang jatuh cinta? dengan siapa? baru saja aku tinggal disini beberapa hari, mana mungkin? hahahhah” elak Luhan pada eommanya
“Ya, Cinta itu bisa muncul kapan saja, dimana saja dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya” ucap Eomma Luhan yang dibalas anggukkan kepala dari Ahjussi Lee sedangkan Luhan merespon perkataan eommanya dengan melamun
`Ya, kau benar Eomma, Cinta memang tidak mengenal waktu, tempat dan situasi, itu yang aku rasakan saat ini` ucap Luhan dalam hati
“Mengapa kau melamun? Eooma pasti benar`kan?” ucap eomma Luhan bangga, yang membuat Luhan tersadar dari lamunanya
“Ah.. Emmm.. Cinta itu memang bisa tumbuh kapan saja” balas Luhan kikuk
“Bawalah orang yang kau cintai untuk bertemu dengan eomma, eomma penasaran dengan gadis yang membuat anak eomma ini jatuh cinta” goda eomma Luhan “Appamu yang sedang berada diluar kota juga pasti penasaran, kau juga penasaran kan Ahjussi Lee?” ucap eomma Luhan lagi yang membuat Luhan salah tingkah sedangkan Ahjussi Lee menganggukan kepalanya tanda bahwa dia juga penasaran dengan Yeoja yang membuat Luhan jatuh cinta.
“Ahjussi, cepat antarkan aku, aku tidak ingin terlambat” ucap Luhan memotong pembicaraan Ahjussi Lee dan eommanya yang sedang menggodanya, sedangkan eomma Luhan dan Ahjussi Lee yang melihat tingkah Luhan itu hanya tersenyum geli.
“Ne” ucap Ahjussi Lee segera mengikuti Luhan yang sudah beranjak dari tempat duduknya dan bermaksud untuk menghampiri mobil yang akan mengantarkan Luhan ke sekolah. Namun tiba-tiba Luhan berbalik dan menghampiri eommanya lagi sedangkan Ahjussi Lee yang melihat Luhan menghampiri eommanya hanya tersenyum
“Aku akan mengenalkan-nya pada eomma jika aku sudah benar-benar mendapatkannya” ucap Luhan tepat disamping eommanya dan tanpa menunggu jawaban dari eommanya Luhan pun pamit pergi “Aku pergi dulu`y Eomma, Bye” ucap Luhan seraya mencium kedua pipi Miss. Xi
“Yeobo, Anak kita sudah besar” gumam eomma Luhan seraya menyunggingkan senyumannya setelah Luhan pergi dari hadapannya

Di sekolah tepatnya di kelas 12 A
“Yak, Taeng, mengapa matamu seperti mata panda?” tanya Jessika yang melihat keadaan Taeyeon saat ini
“Aku tidak bisa tidur tadi malam sehingga mataku seperti ini, ini sudah lebih baik dibandingkan saat aku baru bangun tidur karena aku memakai obat anti mata panda” jelas Taeyeon yang kini sudah duduk disamping Jessika
“Apa karena Kai? karena Kai kau sampai tidak bisa tidur? apa yang dia lakukan?” tanya Yuri penasaran
“Kau mendapatkan Kiss Night dari Kai`y?” tebak Tiffany yang duduk didepan Taeyeon, dan bisa ditebak, pertanyaan Tiffany yang sebenarnya asal menebak ini membuat pipi Taeyeon seketika merah
“Waw, Fantastic… pipimu jadi merah, pasti aku benar?” tanya Tiffany bangga karena tebakannya benar
“Ommo…. Jeongmal?” tanya Jessika, namun Taeyeon masih tetap diam dan menundukkan kepalanya karena malu
“Aish, uri Taeng, Daebakk” ucap Yuri seraya tepuk tangan
“Aish, itu semua tidak seperti yang kalian pikirkan” ucap Taeyeon yang sekarang merubah raut wajahnya menjadi kesal
“……..” ucapan Tayeon ini tidak mendapat balasan dari sahabat-sahabatnya, sahabat-sahabatnya sepertinya binggung akan pernyataan Taeyeon, Ya, mungkin mereka fikir `apa yang salah?` Taeyeon yang mengerti raut kebingungan yang nampak jelas dari sahabat-sahabatnya pun menghela nafas
“Aku akan ceritakan kejadian yang sesungguhnya” ucapan Taeyeon ini dibalas anggukan dari sahabat-sahabatnya
“Kemarin, Kai memang mencium keningku…” baru Taeyeon mengatakan hal itu saja sahabat-sahabat sudah ber-hight five
“Yak, dengarkan dulu…” ucap Taeyeon yang membuat sahabat-sahabatnya kembali tenang
“Kende, Dia… malah menghapus kecupan dari Kai dan dia malah menciu…. aaaahh mollayo” ucap Taeyeon yang kembali frustasi
“Mwo? Dia siapa?” ucap Jessika penasaran
“Menciu….. apa? ceritakan sampai akhir” ucap Yuri
“Yak, Taeng, ceritakan pada kami, apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Tiffany seraya mengerucutkan bibirnya
“Yak, Dia itu menciumku…. mencium bibirku” ucap Taeyeon seraya memegang bibirya dengan tangan kanan
“Who is He?” tanya Jessika yang benar-benar penasaran
“He is……” ucapan Taeyeon ini terpotong karena ada empat Namja yang masuk ke kelas dan menghampiri mereka
“Hai girls…” sapa Chanyeol yang saat ini sudah berada didekat Tiffany
“Oh.. annyeong Yeollie” ucap Tiffany girang
“Yak, kenapa hanya fanny yang membalas sapaanku, kenapa kalian tidak?” tanya Chanyeol yang dibalas Yuri dan Jessika senyuman yang simpul, mungkin mereka sedang berfikir `Aish, dia mengganggu saja` sedangkan Taeyeon hanya menundukkan kepalanya karena dia tidak ingin bertatap muka dengan Luhan yang berada disamping Chanyeol
“Yak, kau kenapa ketua? kenapa tidak balas sapaanku?” pertanyaan Chanyeol ini membuat Taeyeon mendongkakan kepalanya pada Chanyeol tanpa melirik sedikit pun pada Luhan dan Taeyeon pun tersenyum kikuk, Oh.. dan lihat.. tanpa Taeyeon sadari Luhan terus menatapnya dengan tatapan penuh arti
“Ketua, kau dipanggil Park Saegnim diruang guru” ucapan Sehun yang dingin ini membuat Taeyeon tiba-tiba tersenyum dan langsung pergi ke ruang guru
“Jeongmal? aku pergi dulu jika seperti itu” ucap Taeyeon seraya beranjak dari tempat duduknya dan pergi dari kelas
“Ketua kita kenapa, Fany?” tanya Chanyeol penasaran akan tingkah Taeyeon yang tidak seperti biasanya
“Itu rahasia” ucap Tiffany seraya memberikan eyes smilenya dan membuat Chanyeol mencubit kedua pipi Tiffany gemas
“Yak, appooo..” ucap Tiffany seraya memegang kedua pipinya
“Haahahah…. Mian, kau lucu sih” ucap Chanyeol yang dibalas senyuman dari Tiffany
“Lebih baik kita pergi dari sini” ucap Kriss yang mulai bosan akan tingkah laku sahabatnya (Chanyeol) itu
“Ne, aku setuju denganmu” ucap Sehun lalu mereka berdua pun beranjak pergi ke tempat duduk mereka, sedangkan Luhan berucap “Aku pergi keluar dulu`y” ucap Luhan seraya pergi meninggalkan kelas dan dibalas anggukan kepala dari Kriss dan Sehun
“Ya, Yuri sebaiknya kita mencari udara segar, disini ada yang sedang pacaran” ucap Jessika dengan nada yang menekan saat mengucapkan kata pacaran
“Ah, Ne.. arraseo” ucap Yuri dan mereka pun langsung pergi dari kelas
“Yak, kalian mau kemana aku ikut…” ucap Tiffany tapi pergelangan tangannya ditahan Chanyeol
“Yeollie, aku ingin ikut dengan mereka, ne?” ucapan Tiffany ini mendapat anggukan dari Chanyeol, walaupun Chanyeol ingin mengobrol dengan Tiffany, tapi Ya, sudahlah…
“Kenapa, kau kemari? kau ditinggal pacarmu`y?” ucap Sehun dengan nada dingin ketika Chanyeol berniat duduk di kursinya sedangkan Chanyeol hanya terkekeh dan mengambil tempat dibelakang Sehun dan Kriss
“Yak, kalian pikir aku melupakan kalian, eoh? tidak mungkin” ucap Chanyeol yang kini sudah berada dibelakang Kriss dan Sehun seraya memeluk pundak mereka dari belakang dengan posisi berdiri
“Yak, lepaskan” ucap Kriss seraya memberikan tatapan tajamnya pada Chayeol
“Andwae…. hahahhah” balas Chanyeol seraya terkekeh, Sehun dan Kriss pun hanya menghela nafas, mereka sudah tidak aneh dengan sikap Chanyeol, bahkan sekarang mereka (Kriss dan Sehun) tersenyum melihat tingkah sahabat mereka yang satu ini
“Eodiga Luhan?” tanya Chanyeol tiba-tiba karena tidak melihat sosok Luhan
“Yak, kau tidak tau? dia tadi bilang mau keluar dulu” ucap Sehun
“Hahaha, mian… sepertinya tadi aku terlalu fokus pada Fany” balasan Chanyeol ini membuat Sehun dan Kriss menggeleng-gelengkan kepala mereka
“Ayo.. kita susul anak itu” ucap Chanyeol seraya menarik kedua sahabatnya untuk mengikuti dirinya

Taeyeon POV
`Beruntung sekali bagiku karena Sehun mengatakan padaku untuk keruang guru sehingga aku bisa menghindari Luhan` pikir-ku dalam hati ketika sudah keluar dari ruang guru, Yak, tadi memang aku sudah bertemu Park Saengnim, Park Saengnim mengatakan agar aku memberitahukan sedikit pengumuman didepan kelas.
`Aish, Taeyeon babo, kau bilang Luhan harus bertanggung jawab karena membuat matamu seperti ini (efek tidak bisa tidur) tapi saat kau bertemu dengannya kau malah jadi kikuk. Aish, bahkan tadi kau hanya melihatnya tanpa menatap matanya saja kau sudah seperti ini` gumamku dalam hati pada diriku sendiri seraya memukul-mukul kepala-ku pelan, namun aktivitasku ini terhenti karena ada yang menahan pergelangan tanganku. Baru saja aku ingin berteriak kesal karena ada yang menggangguku tapi lidah-ku terasa kelu saat aku tau siapa yang menahan tangan kanan-ku
“Kau tidak boleh memukul-mukul kepalamu. Bagaimana jika otakmu yang pintar ini jadi bodoh?” ucap Namja yang adalah Luhan seraya memegang kepala-ku dengan tangan kirinya, sedangkan aku tidak membalas perkataan Luhan karena aku tiba-tiba sulit mengucapkan kata-kata
“Yak, apa yang kau lakukan, lepaskan tanganmu dari tanganku” ucap-ku ketika sudah bisa mengendalikan diri dan akhirnya aku dapat mengeluarkan kata-kata seperti itu pada-nya
“Apa kau menjadi gugup jika berhadapan denganku? kau masih ingat kejadian tadi malam” ucapan Luhan ini membuat-ku mengumpat Namja menyebalkan ini dalam hati
“Mmm… anni–” ucap-ku terbata-bata dan Namja dihadapanku ini malah mendekatkan wajahnya dan itu sukses membuatku menghentikan ucapanku
“Ya.. ya.. ya.. apa yang kau…”
“Apa, kau ingin aku melakukannya lagi?” ucap Luhan memotong perkataan-ku
Deg.
`Yak, eottoke? apa dia akan menciumku lagi? apa yang harus aku lakukan? aku ingin melepaskan diri tapi tanganku masih dipegang oleh-nya? tolong siapa saja selamatkan aku` batinku berucap
Saatku rasakan wajah-nya semakin dekat denganku, aku pun refleks menutup mataku, dan aku pun pasrah, tidak ada yang menolongku. Ya, saat ini situasi disekitarku sepi maklum saja aku lewat kelas X yang pada hari ini libur jadi tidak ada yang melihatku, aku pun tidak tahu kemana murid-murid yang biasanya berlalu lalang.
Saat-ku sudah pasrah, aku malah mendegar kekehan dari Namja yang ada didepanku
“Haahahhah…. aku tidak akan melakukan hal seperti itu disekolah” ucapnya seraya berlalu pergi
Aku yang melihatnya pun terperangah karna tingkahnya dan sedetik kemudian aku sudah medaratkan badanku di lantai karena masih shock akan tingkah Namja menyebalkan itu
`Tidak akan melakukannya disekolah? maksudnya diluar sekolah dia akan melakukannya lagi? Yak. Dasar Namja menyebalkan` pikirku dalam hati
……………….————–……………….
Author POV
“Yak, Luhan, kau kemana saja?” tanya Chanyeol saat melihat Luhan dari arah kelas X
“Annio, aku hanya sedang berjalan-jalan” jawab Luhan yang kini tengah dihadapan sahabat-sahabatnya
“Jinjja? untuk apa kau berjalan-jalan di antara kelas X? bukankah murid-murid kelas X diliburkan? apa kau tersesat?” tanya Sehun penasaran
“Dia berbohong” ucapan Kriss ini membuat Chanyeol dan Sehun beralih menatap Kriss seolah minta penjelasan, sedangkan Luhan sudah gusar `Aish, bagaimana jika dia tau` batin Luhan yang sudah gelisah
“Kau, meyusul ketua`kan?” ucap Kriss dan Binggo! perkataan Kriss ini sukses membuat Luhan seketika salah tingkah
“M..b..o? apa yang kau katakan?” ucap Luhan menyangkal
“Sudahlah, aku sudah tau bahwa kau menyukai ketua dan kau tidak usah berbohong pada kami, kau menganggap kami sahabatmu`kan? jika benar, seharusnya kau ceritakan yang sebenarnya” ucapan Kriss ini membuat Luhan menunduk malu
“Mmm… Ne, aku memang mengikuti ketua dan Ya, aku memang menyukainya” ucap Luhan dan mendapat balasan kekehan dari Chanyeol
“Wah, bagaimana kau tau Kriss? tanya Sehun yang sekarang sedang binggung
“Mudah saja, kemarin tiba-tiba Luhan pamit pada kita saat dirumah Chanyeol, tapi sebelum dia pamit dia meminta alamat ketua pada Chanyeol setelah sebelumnya Chanyeol menceritakan kejadian ditempat reunian Tiffany mengenai Taeyeon, dan saat itu aku sudah berfikir bahwa Luhan akan mendatangi rumah ketua, dan dengan pemikiran seperti itu aku sudah dapat menyimpulkan bahwa Luhan menyukai ketua” jelas Kriss panjang lebar dan dibalas anggukan kepala dari Sehun
“Ya, aku juga sudah mempunyai firasat seperti itu. Oleh sebab itu, aku menanyakan alamat rumah ketua pada Fany dan benar saja Luhan menanyakan alamat itu, dan apa yang kau lakukan dirumah ketua, hmmmm?” tanya Chanyeol pada Luhan seraya menyunggingkan senyumannya
“Yak, kalian sudah hentikan.. cepat kita kembali ke kelas” ucap Luhan yang sudah sangat-sangat salah tingkah didepan sahabat-sahabatnya, dan Luhan pun melangkahkan kakinya untuk meninggalkan sahabat-sahabatnya.
“Haahahha… uri Luhan sedang salah tingkah” teriak Chanyeol lalu berlari menghampiri Luhan dan merangkul pundaknya sedangkan Luhan hanya menghela nafas, Kriss dan Sehun pun mengikuti Chanyeol dan Luhan dari belakang dengan senyuman simpul diwajah mereka.
Ya, walaupun Kriss dan Sehun dingin didepan orang lain tapi ketika mereka bersama sahabat-sahabatnya mereka akan menunjukkan sisi diri mereka yang sebenarnya
……………….————–……………….
“Annyeong, chinggudeul” ucapan ketua kelas ini membuat pandangan mata murid-murid tertuju padanya
“Pengumuman: bus yang akan kita naikki sudah tiba didepan sekolah dan masing-masing murid diharapkan menaikki bus dengan teratur dan satu lagi Park Saengnim harap agar kita semua bisa menjaga sikap kita karena kita akan kemping dengan sekolah lain, ada pertanyaan?”
“Mengapa hanya kelas kita saja yang mengadakan kemping? kelas 12 yang lain tidak mengikuti kemping?” tanya Yoona
“Untuk apa kita kemping dengan sekolahan lain” tanya Sungkyu
“Aku akan langsung menjawab 2 pertanyaan itu, Kata Park Saengnim, acara kemping ini sebenarnya untuk meningkatkan solidaritas antara sekolahan kita dengan sekolahan yang akan kemping dengan kita, dan karenanya hanya kelas kita saja yang mewakili kemping ini”
“Kita kemping dengan sekolahan mana?” tanya Kyungsoo atau yang sering dipanggil D.O
“Untuk itu aku masih belum tau, ada pertanyaan lagi?” balas Taeyeon selaku ketua kelas
“Masalah tempat duduk, apa kita bebas memilih tempat duduk dibus?” tanya Sunggyeol
“Kita bebas memilih tempat duduk yang kita inginkan, apa ada pertanyaan lagi? Jika tidak, kajja sekarang kita naik bus” ucapan Taeyeon ini membuat murid-murid segera melangkahkan kakinya menuju bus yang sudah berada didepan sekolah
“Taeng, sehabis dari ruang guru kau kemana dulu? kami mencarimu ke ruang guru tapi Park Saengnim bilang kau sudah kembali ke kelas” tanya Yuri yang sudah ada disamping Taeyeon
“Itu…”
“Sudahlah, biar nanti Taeng ceritakan pada kita apa yang sebenarnya terjadi, masalah -Who Is He- juga biar nanti saja ditempat kemping Taeng menceritakannya” ucap Jessika yang dibalas anggukan kepala dari Yuri
“Ne, Kajja, kita naik bus” ucap Tiffany seraya memegang tangan Yuri dan berlalu pergi sedangkan Taeyeon terlihat menghela nafas lega
“Taeng ini tasmu” ucap Jessika seraya menyerahkan tas Taeyeon
“Gomawo, padahal aku bisa mengambilnya, jarak antara tempatku berdiri dengan meja kita kan dekat” ucap Taeyeon
“Hahahah… sudahlah ayo kita susul Tiffany dan Yuri” ucap Jessika seraya menarik tangan Taeyeon

Taeyeon POV
`Setidaknya sahabat-sahabatku mengerti aku, bayangkan saja tadi setelah Luhan hampir menciumku, butuh energi yang cukup untuk-ku kembali ke kelas dan memberitahukan pengumuman kepada teman-temanku` batin Taeyeon dalam hati
Saat sudah didalam bus, aku pun memilih barisan kanan ke 5 dari depan dan memilih duduk didekat jendela karena aku ingin melihat pemandangan, aku duduk dengan Tiffany sedangkan Jessika danYuri duduk dibelakangku, kenapa aku tidak duduk dengan Jessika? itu karena aku dan Jessika sama-sama ingin duduk ditempat duduk dekat jendela sehingga Yuri dan Tiffany mengalah untuk kita, hahhaha, ini sebuah persahabatan yang menyenangkan. Dan aku sangat bersyukur karena memiliki mereka
“Taeng, hati-hati, makananmu bisa dihabiskan oleh Tiffany” ucap Yuri yang membuat aku dan Jessika seketika terkekeh
“Ya, Yuri….” ucapan Tiffany ini terhenti karena Park Saengnim sudah masuk ke dalam bus, dia adalah wali kelas 12 A, jadi tidak heran jika dia masuk kedalam bus yang aku dan teman-temanku naikki dan Yoon Saengnim juga ikut masuk dalam bus ini, mungkin perwakilan dari guru masing-masing sekolah itu 2 orang sehingga Yoon Saengnim ikut
“Annyeong.. kalian harap duduk ditempat yang sudah kalian pilih dengan tenang, bus akan segera berangkat, dan perjalanan menuju lokasi cukup jauh jadi Saengnim harap agar kalian bisa istirahat terlebih dahulu” ucapan Park Saengnim ini membuat aku dan teman-temanku duduk dengan tenang, bahkan Tiffany pun mengurungkan niatnya untuk memarahi Yuri
Tiba-tiba rasa kantuk menyerangku saat bus sudah berjalan, aku tau rasa kantuk ini pasti timbul akibat aku tidak bisa tidur tadi malam, aku-pun tidak bisa menghidar lagi dan akhirnya aku terlelap dibawah alam sadarku

Luhan POV
Saat-ku lihat ke arah Yeoja itu, ternyata dia sedang tertidur, padahal bus baru saja pergi, mungkin dia kurang tidur karena saat aku tadi mendekatkan wajahku padanya, aku lihat matanya seperti mata panda.
`Apa itu karenaku?` batinku bertanya tapi aku langsung menghilangkan pemikiran itu
“Yeollie, apa kau mau mencoba puding buatanku?” tanya Tiffany, Aku mendegar perkataan Tiffany karena tempat duduk Tiffany dan Taeyeon berada disebelah tempat dudukku dan Chanyeol sedangkan Kriss dan Sehun, duduk dibelakangku
“Aku mau, tapi aku mau kau menyupiku” . Aish perkataan Chanyeol ini membuatku geli sendiri
“Ne, tapi akan sulit” ucap Tiffany
“Mmm.. Luhan kau duduk dengan Taeyeon-ssi dulu, ne? aku ingin duduk dengan Tiffany” ucap Chanyeol seraya memberikan tatapan penuh arti dan aku tau maksud tatapan Chanyeol ini, selain dia memang benar-benar ingin duduk dengan Tiffany, Chanyeol juga ingin aku lebih dekat dengan Taeyeon. Aku pun menganggukkan kepalaku menandakan aku setuju dengan usulannya
“Fanny, kau duduk denganku dulu, biar Luhan duduk dengan Taeyeon” ucap Chanyeol
“Arraseo”
Dan beberapa saat kemudian aku sudah berada disebelah Taeyeon
Beruntung bagi kami (aku, Tiffany dan Chanyeol), karena teman-teman yang lain, Yoon Saengnim dan Park Saengnim sedang melakukan aktivitas mereka masing-masing jadi tingkah laku kami tidak mencolok, contohnya saja Kriss yang kini sedang mendengarkan lagu dengan memakai kacamata hitam sedangkan Sehun sedang bermain game ditab-ya, dan sebagian teman-teman ada yang tidur termasuk Taeyeon dan kedua sahabatnya yang berada dibelakang tempat duduknya.
Deg.
Aku membatu sesaat karena sekarang aku dapati kepala Taeyeon mendarat dibahu kananku, aku pun mengelus kepalanya lembut dengan tangan kiriku karena tidak ingin membangunkannya, aku rasa dia sangat nyaman tidur dipundakku karena saat ini Taeyeon melingkarkan tangannya di tangan kananku, aku yang mendapati Taeyeon seperti itu hanya tersenyum geli

Taeyeon POV
“aku adalah jodohmu dan kau adalah milikku”
mimpi itu muncul lagi, siapa sebenarnya Namja itu, yang aku ingat aroma maskulin yang melekat pada diri Namja itu dan aroma maskulin ini sangat-sangat terasa saat ini, apa aku masih dialam mimpiku? saat-ku membuka mata, aku pun membulatkan mataku lebar-lebar karena aku dapati seorang Namja yang tak lain adalah Luhan tengah berada disampingku dan jarak antara wajahnya dan wajahku hanya berjarak beberapa centi
“Apa yang kau lakukan disini?” ucapku seraya menjauhkan diri dari Luhan
“Kau sudah bangun? apa tidur-mu nyenyak?” ucapnya dengan smriknya
“Yak, jawab pertanyaan-ku” balasku kesal tapi aku merasakan ada sesuatu yang ganjil, mengapa tanganku seperti mengengam sesuatu dan saat aku lihat ternyata tangan kiriku mengenggam tangan kananya dan sedetik kemudian aku langsung melepaskan tautan tangan kami (Memang pada awalnya Taeyeon hanya melingkarkan tangannya ditangan kanan Luhan tapi lama kelamaan Taeyeon mengengam tangan kiri Luhan, Luhan yang merasakan hal itu malah mempererat gengaman Taeyeon)
“Kau seharusnya berterimakasih karena kau bisa tidur dengan nyaman dipundakku dan kau harus bertanggung jawab karena pundakku jadi pegal karena dari tadi menahan kepalamu” ucap Luhan setelah aku melepas tautan tangan kami
“Mbo.. Kau pikir tindakanmu kemarin malam tidak membuat dampak buruk buatku, eoh? aku bahkan tidak bisa tidur dan kau lihat, mataku ini sampai seperti mata panda” ucapku yang sudah emosi dan menunjukkan area mataku yang berwarna hitam, tapi yang aku lihat dia hanya terseyum dan senyumannya itu membuatku bergidik ngeri dan aku baru sadar bahwa aku membuat kesalahan besar kali ini `Taeyeon babo` pikirku seraya menutup bibirku karena ucapanku tadi
“Kau, tidak bisa tidur karena ciumanku, eoh?” ucap Luhan seraya mendekatkan wajahnya padaku dan seketika itu pun aku mengumpat diriku dalam hati dan `Taeyeon, kau dalam masalah besar` pikirku saat ini dan masih menutup bibirku namun aku membelalakan mataku karena Luhan semakin mendekatkan wajahnya, tidak ada yang melihat kejadian ini? aku rasa tidak karena obrolanku dan Luhan ini bisa dibilang pelan dan efeknya tidak ada yang mendengar apalagi melihat, mungkin mereka (teman-temanku) sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing
“Mmm.. maksudku, bukan seperti itu” balasku dengan salah tingkah
“Sudahlah, mengaku saja” balas Luhan yang sudah menjauhkan wajahnya
“Itu….” ucapan-ku terpotong karena Park Saengnim berucap “Kita sudah sampai anak-anak, cepat turun karena sekolahan yang akan kemping dengan sekolahan kita sudah tiba” komando dari Park Saengnim membuat-ku bernafas lega dan berniat untuk segera turun
“Urusan kita belum selesai” ucap Luhan seketika dan berlalu turun dari bus
“Yak, Fanny mengapa kau duduk dengan Chanyeo?” tanyaku ketika melihat Tiffany duduk dengan Chanyeol
“Oh. Taeng, Mian. jangan marah, Ne?” balas Tiffany seraya memberikan eyes smile-ya setelah berdiri dari duduknya
“Aish, Ne, aku tidak akan marah padamu” ucapku karena aku menghargai Tiffany yang saat ini sudah mempunyai kekasih, Ya, walaupun aku yang harus kena korban dengan adanya Luhan yang menggodaku
“Kajja, kita turun, dan satu lagi penjelasan darimu yang harus kau beritahu pada kami, Taeng” ucap Jessika yang membuatku binggung dan sedetik kemudian aku ingat bahwa aku harus menjelaskan masalah -Who Is He-, lalu kemana lagi saat aku telah keluar dari ruang guru dan masalah ini, saat aku duduk dengan Luhan, apa Yuri dan Jessika mendengar obrolanku dan Luhan tadi? Aish, jinjja. aku harap tidak karena obrolanku dan Luhan tadi terdengar pelan, Ya, walaupun sahabat-sahabatku akan mengetahuinya nanti karena aku pasti akan cerita pada mereka tapi jika mereka mendengar apalagi melihat kejadiannya secara langsung, aku akan sangat-sangat malu.
“Baik, akan-ku jelaskan nanti, kende, masalah aku duduk dengan Luhan kalian lebih baik tanyakan pada Tiffany”
“Yak, aku tidak akan membahas masalah kenapa kau bisa duduk dengan Beauty Namja tapi pembicaraan yang kau lakukan dengan Beauty Namja tadi” ucap Jessika dengan smriknya
“Mwo? kalian mendengarnya?” ucapku yang benar-benar terkejut tapi ketiga sahabatku malah meninggalkanku
“Yak, Chankkaman” ucapku seraya menyusul sahabat-sahabatku

Deg
“Yak, kalian, mengapa meninggalkanku” ucapku ketika aku sudah turun dari bus dan menghampiri mereka bertiga tapi tidak ada yang membalas perkataanku karena mereka terfokus pada objek didepan mereka, saatku alihkan pandanganku ternyata ada Minho yang notabennya adalah mantan kekasih Yuri yang telah membuat Yuri sakit hati, dan saat aku melihat Yuri dia telah menundukkan kepalanya, Tiffany dan Jessika yang memang mengetahui masalah masing-masing diantara kami pun merangkul pundak Yuri, saat aku ingin melakukan hal yang sama tiba-tiba aku dipanggil
“Taeyeon” saapaan dari seseorang yang sepertinya tidak asing untukku membuatku menolehkan kepalaku dan
Deg
“Kai” gumamku pelan

 

TBC

Saran dan komentar kalian, ngebuat author semangat buat ngelanjutin ff ini ^_^

Advertisements

45 comments on “[Freelance] What is Love ? (chapter 6)

  1. Aduh duh bakalan ada yang envy nih/?
    Bakalan banyak adegan kaiyeon/lutae??
    Berharap lutae yesss
    Lanjut ya thor agak cepetan penasaran akuut/?
    Lutar go go lutae

  2. FF nya makin seru , Lucu ,& Tambah menarik aja , ,

    Kenapa chap 6 cuma sedikit , ,& Endingnya bikin tambah penasaran . . T_T

    Lanjutkan ya author , Jangan lama ” , ,

    FIGHTAENG . . ❤

  3. O.m.g ad kai oppa di stu psti lulu oppa bkal cembru trus tuh….
    Luhan oppa emang mesum tpi ttap ska @plak

    ap di chap brikutx ad kiss lutaex ???? @otakmesumkambuh

    Endingx bkin pnasaran nih eonni

    next nya cpat di publish ne sma yg seyeon it…

    Fightaeng:*

  4. woho.. kai’s come back… LuTae vs KaiYeon #kkkkk aku berharap LuTae^^ chap ini agak pendek ya? tapi aku suka kok^^ untuk chap selanjutnya Hwaiting!!!^^

  5. Bacanya smbil senyum2 sndri masa :v aku suka LuTae moment hihii lucuu :3 dibanyakin lg ya thor. Ih Kai ganggu aja. Udh aku tebak psti ada Kai eh bener –” cepetan lanjut ya thor hwaiting!^^

  6. Sepertinya kependekan thor#plak 😀
    next chap bakal ada kaiyeon momen yaa? Luhan bakal jealous lg ga? Atau malah kai yg jealous sma luhan? Kyaaaaaaaa ditunggu sekali untuk next chapnya author 🙂

  7. Wahh
    Makin seru nih
    Chap berikutnya ad kai sama luhan
    Klo bs buat luhan agak cemburu dikit yah
    Hehe
    Penasaran bgt nih sama kelanjutannya
    Ditunggu bgt next chap nya deh
    Klo bs jgn lama2 yah

  8. wah asik asik ada kai jg di area kemping makin seru nih
    pasti luhan cemburu, aku seneng bgt klo luhan cembokur
    lanjut thor, bgus bgt

  9. Oh No! KAI?! Tapi gk tau knp kok sy mulai ngeship KaiYeon yak *kan mulai labil* yaudah lah thor lanjut okay

  10. Kai kykny ganggu moment lutae dh..
    Moga aja nggk, perbnyk moment lutaeny aja yh,..
    Next thor..
    Fightaeng..

  11. waa keren thor, ternyta campingnyadm skolahnya kai, trus berrti nnti bkal ad yg skit hti nih, gak sbar nunggu chapt slnjutnya

  12. dasar TBC pengganggu-__-kekeke~ bakal terjadi cinta segilima ini nanti? -,- *nahloh* updatesoon author^^

  13. aiss,, knp ge 2h ad TBC.. bnr2 menganggu.
    g tw ap ge seru2x..
    next chapter pnjgin ge y thor crtax.
    lw bsa jgn lama2 updtex..
    trus bykin moment sweetx lutae ♡♥

    #Hwaiting Thor!!

  14. wuah wuah wuah , uri Luhan sudah besar rupanya , kkk
    heii , Taeng kau benar benar kepikiran tentang ciuman Luhan ?! omonaa
    ya Chanyeol kau begitu err.. menggelikan , kau tahu ?!
    kk so Ppany , Yul , Sica denger semua pembicaraan Taeng-Luhan ? wekaweka
    ohh Yuri-ya mengapa kau harus bertemu Minho lagi , cup cup cup ada Sehun disampingmu , tenang saja ne^^
    KAI aku benar benar percaya kalau loe punya kekuatan “Teleportasi” karena dimana ada LuTae disitu kamu berada -,-
    waahh moment Luhan-Taeyeon sama Kai-Taeyeon nya bakal menggemparkan dunie(?) kayknya
    ditunggu ne , next chap jangan lama lama ,
    FIGHTING!!

  15. Pingback: [Freelance] What is Love ? (chapter 7) | All The Stories Is Taeyeon's

  16. Pingback: [FREELANCE] What Is Love? (Chapter 8) | All The Stories Is Taeyeon's

  17. Ahahaha luhaaan.. kau nappeun namja! kau telah membuat uri taenggu tak bisa tidur XD sosweet banget moment lutae di bus. hihiii, taeyeon mimpi apasih sampe bisa megang tangan luhan gitu wkwkwk *smirk* Wah kemping sama sekolahnya kai dan minho?! OMO OMO.. Kai jangan rebut taeng dari luhannnnnn!!!!

  18. Pingback: [FREELANCE] What Is Love? (Chapter 11 A) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s