Death Angel’s ( Chapter 1 )

146

Title : Death Angel’s

Author : @Dhe_EXOTaeng4ever

Genre : Fantasy , Romance , School of Life , Action , Comedy

Length : Multichapter

Rating : PG 14 + ( Bisa berubah sewaktu-waktu )

Main Cast : Kim Taeyeon ( SNSD ) , All Member’s ( EXO )

Other Cast : Silahkan temukan sendiri

Disclaimer :

       Attention ! This is just a fanfic , don’t think to much ! All of the cast it’s belong to God , Themeselves , Theirparent’s and also SMent , but the storyline it’s pure mine ! Remember ! Don’t be Plagiator ! No Bash ! And then , give me your comment after read this fanfic !

Author Note’s :

       Chapter pertama , apa yang akan terjadi ?!!! ><

WARNING !!! TYPO !!!

^ Happy Reading ^

– Taeyeon POV –

Seoul , 02.14 a.m ~

       Kisah seorang Kim Taeyeon …

Siapakah gerangan yang mengetahui tentang kematian maupun kehidupan ? Bagaimanakah rasanya ketika kita melewati semua itu ? Jika kalian menanyakannya kepadaku , dengan senang hati aku akan menjawabnya . Kematian dan kehidupan , bukan ?

Menurutku , kematian itu bukanlah sesuatu yang menyakitkan . Kematian itu mudah , bahkan sangat mudah , dan aku berani menjamin bahwa kematian adalah hal terindah untuk menghapus segala mimpi buruk kalian selama ini . Sementara kehidupan ?

Sangat sakit jika aku mengingat tentang kehidupan . Kehidupan sangat menyesakkan hati , melukai setiap perasaanku , membuatku terhenyak disetiap detiknya . Jika aku disuguhkan dengan dua nampan berisi kematian dan kehidupan , aku akan memilih kematian .

Setidaknya dengan itu aku bisa tenang , aku bisa merelakan segalanya tanpa melakukan apa pun yang menyakitkan , aku bisa melihat surga yang jauh lebih indah dari dunia fana ini . Namun semua itu tak akan bisa aku dapatkan , masih banyak tagihan waktu yang mengejarku tanpa hentinya .

“ Taeyeon ! Irreona , kami menyayangimu , Taeyeon-ah ! ”

Jika kalian bertanya mengapa aku mengetahuinya , aku akan menjawabnya dengan senyuman lirih . Saat ini aku sedang menghadapi apa yang disebut kematian . Tapi tidak sepenuhnya aku kehilangan alam bawah sadarku , bisa dibilang aku masih berada di alam kehidupan , setidaknya setengahnya .

Seluruh suara isak tangis memenuhi ruangan ini , ruangan berwarna putih dengan sinar lampu yang tertuju pada dadaku . Beberapa dokter mengambil alat-alat medis mereka dan mulai bereksperimen , mereka menghela nafas sambil terus melakukan yang terbaik untukku .

Kardiogram menggambarkan garis lurus yang berarti selesai . Selesai akan semua tugasku dan tagihan waktu yang terbuang saat itu juga . Jantungku berhenti berdetak , pihak medis mengelap pilu yang membasahi wajah , kening , serta tangan dingin berlumuran darah mereka .

Aku merasa sudah saatnya semua lelucon , drama , serta permainan ini dihentikan . Tak ada lagi kenikmatan akan kasih sayang , tak ada lagi kenyamanan ketika Eomma membacakanku cerita menarik sebelum tidur , memang konyol dan cukup singkat untuk digambarkan sebagai bahan penggencetan oleh teman-teman sebayaku .

Namun apa yang harus aku takutkan ? Mereka , manusia tidak punya perasaan ! Mereka manusia yang tidak pernah merasakan bagaimana perasaanku sekarang ! Aku terlahir untuk mati , aku terlahir untuk menanti ajal yang siap menjemputku .

Dan sekaranglah waktunya . Sakit ? Tidak , aku sama sekali tidak merasakan itu semua . Bagaimana dengan keluargaku ? Kalian mulai berbicara tentang keluarga ? Manis sekali, manis bagi kalian yang tidak sepihak dengan pikiranku , tapi bagiku , keluarga tetap sama seperti manusia yang aku bahas tadi . Tidak berperasaan !

Aku , seorang gadis malang yang berada diatas meja operasi , dengan perasaan bahagia menerima kematian yang datang menjemputku . Penyakit jantung sudah cukup menyiksaku selama ini , jantung lemah ! Bodoh ! Sialan ! Jantung itu yang terus-menerus membuatku tersiksa ! Jantung itu adalah inti dari kematianku !

“ Taeyeon ! Bangunlah , ada apa denganmu ? Taeyeon ! Eomma dan Appa berada disini , bersamamu … ”

Suara itu bisa aku dengar , namun tak bisa aku cerna . Seperti sebuah simfoni bodoh yang mengalun ditelingaku . Untuk apa aku mendengarnya ? Untuk apa aku mencernanya ? Semua yang aku lakukan sekarang , akan menghasilkan sebuah hembusan angin berlalu .

Kini aku tak tahu dimana tempatku berpijak , tempat ini terlihat seperti hutan gelap dengan seribu burung hantu disetiap dahan pohonnya . Sekali lagi aku tegaskan , aku tidak pernah takut ! Aku bahagia , aku sangat bahagia karena arwahku tak lagi berada ditubuh lemahku yang dulu .

Mataku yang berwana hitam pekat kian melebar , disana ada sesosok mahkluk dengan jubah hitam sedang berjalan ke arahku . Kalian pikir itu siapa ? Itu … adalah malaikat maut , sebab sosok itu membawa sabit dengan tangkai baja berukuran panjang yang ia bidikkan padaku .

Aku tersenyum memandangnya , aku ingin malaikat itu segera membawaku ke surga . Aku ingin merasakan kehidupan yang baru , yang lebih menakjubkan , yang lebih menawan . Aku ingin melihat bunga mawar bermekaran , bukan layu karena kedatanganku .

Bawalah aku , itu yang akan kau lakukan , bukan ?

Sosok itu menggeleng singkat , ia menampakkan wajahnya , namun yang bisa aku lihat hanya iris mata berwarna merah tembaga memikat itu . Sungguh mempesona setiap insan yang melihatnya , warna yang nyaris terbilang sempurna .

Belum , aku masih tidak ingin mencabut kebahagianmu .

Aku mengerutkan kening seraya menatapnya dengan pandangan miris . Bisa dibilang aku sangat tidak setuju akan ucapannya itu .

Kebahagiaan ? Kebahagiaan apa ?! Aku tidak pernah merasakan apa pun ! Apa pun !

Balasku sengit . Kali ini aku tidak lagi terpesona olehnya . Aku harus meyakinkan sosok itu , harus !

Kau tidak bisa seperti ini , aku yakin kebahagiaan akan datang nantinya .

Lagi-lagi aku menatapnya dengan sorot mata terdalam , terlihat menyedihkan namun terkesan mematikan . Kenapa malaikat maut harus bertingkah dan membuat korbannya kesal seperti ini ?

Kau malaikat maut yang akan mencabut nyawaku , ‘kan ? Tunggu apa lagi ? Cabut nyawaku dan bawalah aku sejauh mungkin ! Jika bukan surga tujuanmu , maka bawalah arwahku ke tempat apa pun ! Bahkan neraka sekali pun !

Aku pun juga sama terkejutnya seperti kalian . Entah kenapa kalimat itu muncul dan terlontar begitu saja . Bukan salahku mengatakan semua itu , bukan maksudku membicarakan soal neraka atau apalah sebutannya .

Kau yakin ? Bagaimana jika aku melemparmu ke dalam neraka ? Kau akan menerimanya ?

Kali ini aku lebih memilih untuk diam , bertengkar dengan pikiranku dapat membantu mencari jawaban yang tepat untuk menyangkal pertanyaan itu .

Neraka ?

Aku mengulang kembali satu kata yang mendeskripsikan betapa terkejutnya hatiku saat ini . Mungkinkah … Dia , si malaikat pencabut nyawa akan memasukkanku ke dalam neraka ? Mungkinkah aku telah berbuat kesalahan yang fatal ?

Terlihat dari wajahmu . Kau gadis yang berpikiran singkat , tidak pernah mencoba menelusuri hal-hal lain yang ada disekitarmu . Maka dari itu , kau akan aku selamatkan untuk saat ini . Jagalah nyawamu , karena itulah yang ingin aku lihat setelah kejadian ini . Kembalilah …

Sebuah cahaya emas diiringi spektrum putih bergelombang menghantam pengelihatanku . Semuanya menjadi kabur tak terkendali . Aku merasakan seluruh syaraf-syaraf yang tadinya menegang , kini mulai melemas bersamaan dengan suara kardiogram yang bergerak dengan halusnya .

Kenapa ? Kenapa kau melakukan semua ini ? Aku ingin pergi ke surga ! Bukan kembali ke dunia sebagai gadis penyakitan yang lemah !

***

Drrt … Drrt … Drrt …

Aku membuka mataku dengan keringat yang membasahi wajahku . Suara ponsel yang menandakan pesan masuk membuatku sedikit lega untuk sesaat . Aku membaca isi pesan itu , dan dalam waktu kurang dari 5 detik , mataku langsung melebar mengingat sudah saatnya aku pergi ke sekolah . Pesan dari Eomma yang berisi peringatan untuk olahraga dan segera menuju meja makan seolah terabaikan olehku .

Aku melemparkan ponselku ke ranjang , dan segera beranjak masuk ke dalam kamar mandi . Tidak butuh beberapa saat , aku telah siap dengan kemeja dan juga rok selutut berwarna merah , terlihat asing karena sudah lebih dari 1 setengah tahun aku tidak mengenakannya .

Didepan sana , cermin seakan memantulkan jati diriku . Lemah , pucat , dan tidak memiliki daya tarik sedikit pun . Mungkin ketika aku tiba di sekolah nanti , tidak akan ada yang menyambutku , bahkan sebagaian besar dari teman-temanku dulu sudah berpindah ke lain orang .

Aku memukul pelan dadaku , berusaha menghentikan rasa sesak yang masih saja menyerang pernafasanku . Hari ini adalah hari ke-4 setelah operasi jantung yang hampir membawaku ke ambang kematian . Jujur saja , aku sedikit kecewa soal operasi itu . Kenapa aku tidak mati saja ? Kenapa aku tidak pergi saja ?

Tok ! Tok ! Tok !

“ Taeng-ah , cepat turun dan makan sarapanmu . 5 menit lagi Eomma akan mengantarmu ke sekolah , ok ? ”

Aku memejamkan mataku tanpa menjawab tawaran Eomma . Aku tidak bisa lagi seperti ini , aku harus pergi seorang diri tanpa Eomma , tanpa siapa pun . Setidaknya berjalan kaki hingga ke sekolah , itu akan membuat jantungku lebih sehat dan tidak lagi menyiksaku . Ya , berjalan kaki .

“ Nde , Eomma ! Aku akan menyusul , Eomma pergilah terlebih dahulu ! ”

Aku bisa mendengar langkah kaki Eomma yang mulai menjauh . Sekali lagi aku menatap cermin besar didepanku . Aku rasa tidak baik menjadi gadis tertutup seperti Kim Taeyeon yang dulu , tapi bukan berarti aku akan terbuka pada setiap manusia yang aku jumpai , tidak semuanya .

Aku berjalan gontai menuju pintu kamarku , dalam satu kali putaran , knop pintu pun berhasil terbuka . Selanjutnya berjalan menuruni anak tangga dan berakhir di ruang makan . Terlihat Eomma dan Appa yang sudah menantiku disana .

“ Kemarilah … ”

Aku tersenyum tipis menurutinya , “ Kenapa Eomma dan Appa menungguku ? ”

“ Kami ingin menghabiskan waktu bersamamu pagi ini , Taeyeon-ah … Siang nanti , Eomma dan juga Appa akan pergi ke Jepang untuk rapat mengenai perusahaan kita , tidak apa , ‘kan ? ”

Aku terkejut mendengarnya . Apa-apaan itu ?! Bahkan aku baru saja sembuh dari penyakit jantungku , tapi mereka seakan tak peduli ! Jadi inikah sebabnya Eomma dan Appa menungguku di meja makan ?

“ Taeyeon- ”

“ Aku mengerti , Appa . Aku mengerti . Kalian terlalu sibuk dengan pekerjaan mengenai perusahaan . Kalian memang lebih mementingkan itu semua , dari pada melihatku yang sedang sekarat sekali pun ! ” seruku lalu berlalu meninggalkan Eomma dan Appa .

Aku memasang sepatuku dan mulai pergi keluar rumah , “ Aku akan berangkat ke sekolah , tanpa Eomma ! ” titahku menekan 2 kata terakhir . Pikiranku sedang kacau sekarang , jadi jangan menyalahkanku jika aku membentak orang tuaku sendiri .

Aku meremas kemejaku sekuat mungkin . Jalanan setapak yang dilalui oleh orang-orang membuatku risih , entah apa penyebabnya , aku merasa ada yang aneh , aku merasa ada seorang penguntit yang memperhatikanku sedari tadi . Tapi siapa ?

Kepalaku sontak menoleh ke kiri dan kanan , namun nihil , tak ada seorang pun yang melihat ke arahku . Kini kepalaku lebih bereaksi untuk melihat ke belakang , memastikan bahwa aku berjalan seorang diri . Dan untuk kedua kalinya , pengelihatanku tak menangkap siapa pun .

“ Mungkin hanya perasaanku saja … ” gumamku nyaris terdengar seperti berbisik . Aku melihat jam tanganku sekilas , masih tersisa beberapa waktu sebelum aku tiba di sekolah . Syukurlah .

– Taeyeon POV E.N.D –

***

       “ … ”

       “ Tapi itu tidak mungkin , dan kita semua tahu akan hal tersebut ! ”

       “ Lalu bagaimana ? Mereka sudah pergi ke Bumi terlebih dahulu ! Apa yang harus kita lakukan ? ”

       “ Kita harus menunggu , kita harus menunggu mereka . ”

       “ Menunggu hingga kapan ? Hingga batas waktu Yuri habis , begitu ?! ”

       “ Tidak ada cara lain untuk menyelamatkan nyawa Yuri , kita harus melakukannya . ”

       “ Kau gila ?! Demi nyawa Yuri , aku tidak akan membunuh manusia yang tidak bersalah ! ”

       “ Harus , tidak ada cara lain lagi ! Kita harus menyelamatkan Yuri secepatnya ! ”

       “ Dan membunuh semua manusia hingga Yuri pulih kembali ?! Kau benar-benar kehilangan kewarasanmu ! Terserahlah , yang pasti aku tidak akan pernah melakukannya ! ”

       “ Ini demi Yuri … ”

       “ Yuri ? Kita ini malaikat , kita tidak boleh mementingkan satu pihak yang bisa merugikan banyak pihak ! ”

       “ Bukan begitu maksudku … ”

       “ Jika bukan , maka ikuti perintahku ! Apa tidak ada cara lain agar kita bisa menyelamatkan Yuri tanpa harus membunuh manusia yang tidak berdosa ? ”

       “ Mungkin saja , tapi masalahnya bukan hanya pada Yuri . Bagaimana cara kita menghentikan para Angel’s yang sudah turun ke Bumi ? Mereka pasti akan menyamar dan mencoba membunuh gadis itu ! Gadis yang Yuri lindungi selama ini ! ”

       “ Benar , kita harus menyelamatkan gadis itu , dan membawa Angel’s kembali . ”

       “ Jadi , secara tidak langsung kalian ingin pergi ke Bumi ? Hal bodoh apa yang merasuki kalian ?! ”

       “ Keputusan sudah bulat . Kita tidak akan mencabut nyawa manusia yang tidak bersalah , tujuan kita hanya untuk menyelamatkan gadis itu , dan membawa kembali para Angel’s , mengerti ?! ”

       “ Mengerti ! ”

***

– Author POV –

“ Sosaengnim … ”

“ Ah , nona Kim , aku tahu kau akan menerimanya dengan senang hati . Bagaimana pun juga , ini adalah perintah dari kepala sekolah . Aku tidak bisa berbuat apa-apa . ”

“ Sosaengnim , tapi aku masih sangat tidak pantas menerima tugas ini . Hari ini bahkan adalah hari pertamaku masuk kembali ke sekolah , masih banyak hal-hal yang tidak aku ketahui . ” tutur Taeyeon mencoba menjelaskan .

“ Nona Kim , menjadi tutor bagi mereka tidak akan membuat jantungmu melemah seketika . Tolong laksanakan tugas ini demi kelancaran pihak sekolah . Kau juga akan menerima- ”

“ Tunggu , mereka ? Jadi , aku tidak akan mengajari satu orang saja , sosaengnim ? ”

Jung sosaengnim menggeleng pelan , “ Aku tidak tahu pasti tentang hal itu , tapi kepala sekolah menyuruhku mengeluarkan salah satu murid terbaik dan murid teladan disekolah . Siapa lagi yang mempunyai kelebihan itu selain dirimu , nona Kim ? ”

Taeyeon sama sekali tak merespon . Bahkan raut wajahnya tak memancarkan kebanggan berkat pujian dari Jung sosaengnim . Ia terlihat bimbang , haruskah sebagai gadis terpintar dan gadis yang memenangkan kejuaraan bagi sekolah dapat membawa Taeyeon untuk menjadi tutor seseorang ? Atau mungkin bukan seseorang … Tapi , banyak orang …

“ Jadi bagaimana , nona Kim ? ”

Taeyeon menghela nafasnya sejenak sebelum ia menjawabnya , “ Sosaengnim , jika hal ini bisa membuatmu dan kepala sekolah bangga . Maka aku akan menurutinya , aku akan menjadi tutor bagi mereka , entah siapa yang akan aku bimbing nanti … ”

Mendengar jawaban Taeyeon , Jung sosaengnim pun tersenyum . Ia tidak mungkin salah pilih , walau Taeyeon baru saja memasuki sekolah setelah 1 setengah tahun meliburkan diri , namun kepercayaan akan kecerdasan Taeyeon sama sekali tak mengurangi niat guru itu untuk mengangkatnya menjadi tutor bagi murid kelas satu di sekolah tersebut .

“ Baiklah nona Kim , aku harap kau dapat membimbing mereka dengan baik . Sekolah akan membiayai kerja kerasmu setiap bulannya . Sekarang , lebih baik kau pergi dan kembali ke kelasmu , nde ? ”

Taeyeon menunduk santun , “ Gamsahamnida , Jung sosaengnim … ” dengan itu , Taeyeon pun beranjak seraya berjalan kembali ke kelasnya .

Namun setiap kakinya melangkah di koridor sekolah , ada perasaan ingin tahu yang jauh lebih mengendalikan pikirannya . Bodohnya dia , seharusnya Taeyeon memikirkan tentang hal ini terlebih dahulu . Bagaimana jika orang-orang yang ia bimbing adalah orang-orang yang tidak tahu sopan santun ? Atau mungkin lebih parah lagi .

“ Aishhh ! Taeyeon , kau ini bodoh sekali ! ”

Dilain sisi …

“ Dialah gadis yang kita cari selama ini . ” gumam salah satu sosok yang berada diatas pohon tersebut . Ia mengulas senyuman tipis yang sulit diartikan .

“ Bagaimana bisa kau yakin jika dialah gadis itu , Kris ? ”

“ Kau perlu belajar lebih banyak lagi , Chen . Dan aku yakin , Luhan bisa memberikan sedikit ilmunya untukmu , bukan begitu , Luhan ? ”

Kali ini sosok lain yang angkat bicara , “ Luhan ? Untuk apa , Kris ? Tidakkah kau dengar tadi , manusia itu menunjuk gadis kita sebagai tutor , artinya dialah yang akan mengajari kita selama rencana ini belum terselesaikan sesuai keinginan . ”

“ Kalian benar-benar ingin mencabut nyawa gadis itu , Angel’s ? ”

Sontak ke-6 sosok yang berada diatas pohon itu menoleh . Mereka mendapati ke-6 sosok lain dengan jubah berwarna putih tanpa terkotori oleh setitik noda , setitik pun .

“ Kalian … Apa yang kalian lakukan disini ? ” tanya Tao , salah satu ‘ Angel’s ’ yang berada didahan pohon tersebut .

“ Angel’s , tolong jangan melakukan hal-hal aneh . Dia tidak ada sangkut-pautnya dengan apa yang terjadi pada Yuri , dia hanya gadis tidak bersalah yang menjadi korban atas semua kecelakaan yang menimpa Yuri . ” Angel dengan nama Suho itu berusaha menjelaskan . Namun nihil . Semuanya tetap bersih keras untuk merebut nyawa gadis itu .

“ Tapi waktu Yuri sudah hampir habis , Suho ! Aku tidak akan membiarkan nyawa Yuri melayang karena immortality miliknya sudah tak berfungsi ! ” kecaman kuat Luhan ucapkan dihadapan seluruh Angel’s .

Baekhyun tersenyum singkat , “ Malaikat tidak akan memikirkan orang yang ia sayangi , malaikat harus mempertimbangkan keputusan terlebih dahulu , Luhan . ”

“ Peraturan itu berlaku bagi kalian ! Malaikat yang bertugas didalam surga ! Tapi bagi kami , peraturan adalah nomor dua dari keabadian sesosok malaikat ! ”

“ Luhan , jangan membuat keadaan semakin bertambah buruk ! Kita tidak bisa mencabut nyawa gadis itu , kita harus membiarkannya hidup- ”

“ Dan merelakan Yuri menghadapi ajalnya ?! Chanyeol , lakukan apa pun yang bisa kau lakukan untuk menghentikan kami ! Tapi menurutku , itu akan percuma , kami tidak akan membuang waktu dengan sia-sia , secepatnya kami akan menolong Yuri . ” garis tipis tergambar dibibir Luhan .

Perdebatan diantara Angel’s yang melayani surga dan neraka , sudah mulai memanas . Mereka , Kris , Luhan , Lay , Chen , Xiumin dan Tao tidak akan membiarkan nyawa Yuri melayang . Tentu saja hal ini sangat berlawanan dengan rencana Suho , Baekhyun , Chanyeol , D.O , Kai dan Sehun yang jauh lebih mementingkan kehidupan para manusia di Bumi .

“ Kami datang untuk menolong kalian , kami datang untuk membantu kalian mengatasi masalah ini . ” Sehun berujar pelan . Ia tidak ingin menyinggung perasaan para Angel’s yang dikenal dengan istilah H.A . Sebuah singkatan bagi malaikat yang bertugas di neraka .

Huruf ‘ H ’ diambil dari kata ‘ Hell ’ , sementara ‘ A ’ berarti ‘ Angel’s ’ . Sedangkan bagi malaikat yang berada dipihak Sehun , dikenal dengan istilah D.A . Huruf ‘ D ’ diambil dari kata ‘ Death ’ , sementara ‘ A ’ juga mengartikan hal yang sama , Angel’s .

Memang pada dasarnya para H.A tidak bisa mencabut nyawa manusia . Hanya para D.A yang mampu melakukan semua itu , namun ketika kekacauan menimpa surga dan neraka , maka sifat dan kelebihan mereka dibentur rata , maka dari itu , bahkan malaikat yang bertugas di neraka pun bisa mencabut nyawa manusia .

“ Kalian hanya terbawa sifat duniawi , kalian harus menghilangkan sifat itu , atau hukuman akan segera jatuh menimpa kalian semua , Angel’s … ”

“ Benarkah ? Sifat duniawi ? Baekhyun , sudah cukup kau melarang kami mencabut nyawa gadis itu ! Sekarang tugas mencabut nyawa bukan hanya menjadi milik kalian ! Tapi juga milik kami ! Hell Angel’s !” seru Kris sebelum ia melesat pergi meninggalkan para D.A .

Kai dan D.O tersenyum miris , “ Death Angel’s bukan lagi panggilan untuk kita … Mereka pun sudah bisa mencabut nyawa manusia , jadi apa guna panggilan itu ? ”

“ Jangan berkata seperti itu , Kai ! Yuri tidak akan bahagia melihat perbuatan mereka , tidak akan . ” Chanyeol berusaha meyakinkan para D.A . Dan untung saja , mereka saling bertukar pandang lalu melemparkan senyuman singkat diwajah masing-masing , pertanda percaya akan ucapan Chanyeol .

“ Kita harus mengikuti para H.A , setidaknya kita harus berpura-pura berada dipihak mereka agar tidak ada pengorbanan nyawa untuk kesekian kalinya . ” ujar Suho memecahkan keheningan .

Sebelum mereka mengepakkan sayap berwarna putihnya itu , para D.A menyempatkan diri memandangi sesosok gadis yang tengah terdiam didalam sebuah ruangan .

“ Apa pun yang terjadi , jangan pernah lengah dan membuat nyawa gadis itu terancam , paham ? ” setelah melihat anggukan dari Angel’s yang lain , akhirnya Suho membentangkan sayapnya , dan …

Wushhh !

Mereka pun pergi menyusul kepergian H.A . Terbang menembus awan-awan putih yang menutupi langit biru . Terbang dengan firasat yang semakin bertambah buruk setiap mengingat wajah gadis incaran malaikat neraka itu . Dan terbang untuk memberantas ketidak adilan baik dalam bentuk surgawi maupun duniawi .

***

       “ Ke-kenapa ka-kalian me-membi-biarkan me-mereka tu-turun ke Bu-bumi ? ”

       “ Yuri , jangan memikirkan masalah ini . Kau harus beristirahat , jika tidak kelelahan akan menjadi pemicu berkurangnya immortality milikmu . ”

       “ Ti-tidak ! Aku harus me-menolong gadis i-itu … A-aku … ”

Bruakkk !

       “ Yuri ?!!! Tolong , percayalah sedikit kepada kami ! Immortality yang kau miliki jauh dibawah kata sempurna untuk turun ke Bumi seorang diri ! Jangan keras kepala , kau juga harus memikirkan kondisimu , Yuri ! Dan soal para H.A atau pun D.A , serahkan semua itu pada kami . ”

       “ Ta-tapi … ”

       “ Yuri , pioritas utama bagi Angel’s adalah keselamatan manusia yang berada dibawah perlindungannya . Itukah yang ingin kau katakan pada kami ? Kami berjanji , kami tidak akan membiarkan para H.A atau pun D.A mengambil nyawa gadismu , tidak akan … ”

       “ Be-berjanjilah pa-padaku … Jagalah di-dia untukku … ”

       “ Kau bisa mengandalkan kami , Yuri … ”

***

Tak ada seorang pun didalam sana . Ternyata , mereka benar-benar pergi ke Jepang dan meninggalkan Taeyeon sendiri . Gadis itu tersenyum pahit melihat bingkai figura dengan gambar ketiga sosok . Appa , Eomma dan juga dirinya .

“ Mereka terlihat bodoh . Huh , keluarga yang sungguh memprihatinkan . ” Taeyeon mengucapkannya dengan pelan . Namun jika dicermati lebih dalam lagi , kata-kata itu terlihat seperti menghina , lebih tepatnya menghina keluarganya sendiri .

Ia membuang tas sekolahnya entah kemana , dilanjutnya dengan merebahkan diri diatas sofa sambil memainkan ponselnya . Belum beberapa menit berkutik dengan benda tersebut , Taeyeon sudah kembali merasakan sesak dibagian dadanya .

Sontak ia berjalan ke arah meja dimana obat-obatan dan segala macam kapsul terletak disana . Taeyeon membongkar semuanya , ia mencari ke sana-sini namun tetap saja sama , nihil . Gadis itu terus berjalan menyusuri segala arah didalam rumah megahnya .

Ia meneguk segelas air berusaha mengurangi rasa sakit yang menerpa kepalanya . Kali ini bukan hanya sesak dada biasa , sakit didadanya seakan menjalar ke seluruh tubuh si gadis . Menghentikan aliran syaraf yang berada didalamnya .

“ Ahrggg !!! ” erang Taeyeon sembari terus meremas-remas rambutnya . Ia tidak kuat lagi , ia tidak bisa menahan rasa sakit ini , tidak bisa . Tak lama kemudian , pandangannya memudar . Kakinya tak bisa lagi menopang tubuhnya terlalu lama .

Perlahan tapi pasti tubuh Taeyeon mulai lunglai , tak perlu memakan waktu hingga 5 detik lamanya , tubuh gadis itu sudah terlantarkan diatas ubin dengan wajah pucat pasih .

“ Apa yang kalian lakukan , Angel’s ?! ”

^ To Be Continued ^

Author Note’s :

Annyeong ~

Jumpa lagi , nde ? Cha ! Gimana untuk chapter pertama ini ? Baguskah ? Ah , sesuai permintaan dari sebagian reader’s , author mempercepat alur ceritanya dan tentunya masih merahasiakan siapa itu Yuri ? ^^

Mungkin dichapter berikutnya author akan membuka rahasianya … Atau mungkin masih lama lagi ? #hehehe

Advertisements

48 comments on “Death Angel’s ( Chapter 1 )

  1. Bagus author , Ceritanya seru , bikin tegang & penasaran . .

    Berarti Yuri yang selama ini menjaga taeyeon Sehingga yuri manjadi lemah ,

    Seru banget Anggota Exo m ” Hell angel ” pengen membunuh taeyeon ,
    Tapi . . .
    Anggota Exo k ” Death angel ”
    pengen melindungi taeyeon , ,

    Lanjutkan ya author ,
    Jangan lama ” iya . . 😀

    Love & FIGHTAENG . . ❤

  2. wuih keren banget, exo m yg bener aja dong? masa tkoh utama dibunuh -_-
    next chapnya jgn lama lama ya

  3. Keren bget thor ffx
    jdi pnasaran skaligus tegang
    yuri it siapa sih ap dia punya hubungan dgan taeyeon eonni @tandatanyabesar

    exo-m kok jhat bget sih pengen ngebunuh taeng eonni
    exo k oppa hrus ngelindungin taeng eonni tuh biar gak mti…

    Nextnya ppalli ne…
    Fighting

  4. Aigo Jgn Lama2 ne thor next Chap na.. penasaran?
    nah Loh.. Para H.A sadis amat Jatuh cinta ma tae bru tau rasa lo..
    Oh Baekki Ayo lindungi Princes Mu..

  5. jadi Yuri yang selama ini jaga taeyeon trus yuri jadi lemah? dan juga yg makai pakaian hitam dan matanya merah trus bilang taeyeon suruh nyari kebahagiaan itu yuri kan?
    exo-m vs exo-k
    H.A vs D.A
    keren thor!!! seru pula!!!! lanjut chap selanjutnya ya^^ jangan lama-lama thor^^ Hwaiting!!!^^

  6. Wah.. seru banget thor..
    Ceritanya exo m pengen bunuh Taeyeon trus exo k pengen lindungin taeyeon?
    Jadi.. yuri jadi lemah gara gara ngelindungin taeyeon gitu? Bingung~~
    Next chap nya ditunggu thor..
    Update soon..
    Hwaitaeng!!

    • Gtw juga ya saeng …
      Sebnarnya sih Yuri lemah bukan karena Taeyeon …
      Tp masih ada hubungan erat-lah sama tuh yeoja #nunjukTaengeonnie

      Alhasil , jadi gini deh jln certanya … Tunggu aja , nde ?! ^^

  7. wah wah , Exo-M kejem banget -,-
    huh sedih banget kehidupan taeng , yuri-yaa kau begitu baik hatii
    aahh keren nih , masih yang buat taeng pingsan H.A bener gak ??!
    next ditunggu , jangan lama ne^^
    FIGHTING!!

  8. aaaahhh ada apa dgn yuri dan taeyeon
    yuri jg malaikat?
    pliss jgn biarkan taeyeon mati
    taeyeon jd tutor utk exo m?
    blum ngeh sih

  9. bgs ^^
    tp itu si taeng sakit2an yah
    suka sama nih ff
    itu yg ngomong sama yuri sapa?
    trs pas di ending nya obatnya si taeng diambil yah?
    itu sapa yg dtng?
    penasaran nih sama kelanjutannya
    klo bs next chap nya jgn lama2 yah 🙂

  10. Knp taeyeon benci bgt sama keluarganya…
    Aduh H.A jangan dicabut dong nyawanya taeyeon kasiaaan….. wkwkwkwk ceritanya seru nih… lanjut yaa

  11. Halo q readers bru disini,daebak thor kasian taeyeon,pnasaran tuti itu sbenarnya siapa kox ngelindungin taeyeon,gk sbar nunggu klanjutanya
    Jangan lama2 ya thor.fighting thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s