[Freelance] What is Love ? (chapter 4)

ffff

What Is Love? Chapter 4
Author : amaamemade
Main cast : Taeyeon SNSD , Luhan EXO M dan Kim Jong-in (kai) EXO K
Other cast : Jessika SNSD , Tiffany SNSD, Yuri SNSD, Chanyeol EXO K, Kriss EXO M & Sehun EXO K (selanjutnya liat sendiri aja)
Genre : School-life , Little Comedy , Romace , Little Sad
Lenght : Chapter

Chapter 4 mucul, terlalu lamakah? author harap tidak? hhehhehe
Soalnya author sibuk#plaakk. Oh`y harap yang membaca ff ini menerima cerita yang author tulis, harap jangan memplagiat atau mengcopy ff ini, ff ini murni pemikiran author jadi jika ada kesamaan tempat atau jalan cerita itu semua tidak disengaja.
Chapter ini lebih panjang loh ^^
Gak mau basa-basi terlalu banyak. langsung liat aja->

Preview: 1,2,3,4

Teng. Teng. Teng (suara bel istirahat)

Bel istirahat pun berbunyi dan banyak siswa-siswi berhamburan ke kantin baik untuk makan dan minum maupun melepaskan penat. Tapi tidak dengan ke-empat Namja yang masih mengobrol.

Di kelas 12 A

“Luhan-ah, perkenalkan ini adalah sahabat-sahabatku” ucap Chanyeol setelah membalikkan tubuhnya kebelakang.
“Hey” ucap Namja tampan yang bernametag Kriss Wu
“Hai” ucap Namja yang duduk di sebelah Kriss yang adalah Oh Sehun
Memang Sehun dan Kriss berada tepat dibelakang tempat duduk Luhan dan Chanyeol, dan Chanyeol menepati janjinya untuk memperkenalkan Luhan kepada sahabat-sahabatnya
“Aah, Anyeonghaseo Kriss-ssi, Sehun-ssi” ucap Luhan menyapa dan memperkenalkan dirinya.
“Kau tidak perlu seformal itu bicara pada kami, cukup panggil aku Kriss dan panggil dia Sehun ” ucap Kriss disertai anggukan kepala Sehun
“Ne, lagipula kau sudah berteman dengan Chanyeol dan itu berarti kau juga teman kami” ucap Sehun
“Aah, arraseo” ucap Luhan
“Kajja kita ke kantin aku sudah lapar” ucap Chanyeol seraya merangkul pundak Luhan seakan mereka sudah akrab sekali
“Kau ini, ada teman baru, teman lama kau lupakan, eoh?” ucap Sehun seraya bangkit dari duduknya diikuti Kriss
“Yak, aku mendengarnya pabo, apa kau cemburu pada kami? hahhaha” ucap Chanyeol seraya terkekeh pelan
“Annia” balas Sehun singkat sedangkan Kriss yang terbiasa melihat kelakuan sahabatnya ini hanya menggeleng-gelengkan kepalanya
“Ya, Palli, katanya kau sudah lapar” ucap Kriss seraya melangkahkan kakinya diikuti ketiga Namja itu

Di kantin

ke-empat Namja ini duduk di bangku yang berada dibarisan paling belakang mungkin ini adalah tempat yang biasanya mereka duduki kecuali bagi namja baru yang adalah Luhan.
“Yak, Luhan, bagaimana kau bisa pindah kesini?” ucap Chanyeol seraya memakan Jagjangmyoennya
“Itu, perintah dari eommaku dan aku tidak bisa membantahnya” ucap Luhan seraya menyeruput minumannya dan hanya dibalas anggukan kepala dari Chanyeol
“Luhan, aku akan menjelaskan sedikit tentang sekolah ini, SM International High School adalah salah satu sekolah ter-elit diseoul, orang-orang yang masuk kesini bukan orang biasa tetapi orang-orang yang berbakat dan Jenius” ucap Kriss panjang lebar seraya memakan makanannya
“Kau juga masuk kesini karena nilaimu bagus bukan?” ucap Sehun seraya menyeruput bubble tea kesukaanya
Memang salah satu alasan Luhan masuk di SM International High School karena nilanya bagus
“Ne” balas Luhan singkat
“Sekolah kita ini juga mengadakan pertukaran pelajar” ucap Chanyeol lagi setelah makanannya habis, mungkin dia terlalu lapar sehingga makananya habis terlebih dahulu dibandingkan ke-tiga Namja yang duduk bersamanya
“Oh” ucap Luhan singkat
“Dan kau juga harus tahu bahwa………” ucapan Sehun ini terpotong ketika mendengar teriakkan sekumpulan Yeoja

(Taeyeon menceritakan tentang move on dan namja yang menabranya)
“Yak, jinjja?” teriak seorang yeoja dengan rambut pirang dan bergelombang yang adalah Jessika
“Jeogmal?” teriak seorang yeoja lagi tapi yeoja ini berambut hitam dan lurus yang adalah Yuri
“Waw, Fantastic” teriak seorang yeoja lagi yang kali ini berambut merah marun dan bergelombang yang adalah Tiffany
“Aish, kalian jangan keras-keras” bentak seorang yeoja mungil yang kini sedang malu karena dirinya sedang dipandangi oleh seluruh siswa yang berada di kantin sekolahannya termasuk ke-empat Namja yang adalah Luhan, Kriss, Chanyeol dan Sehun.
“Opss. mianhe, aku sangat terkejut” ucap Jessika yang sudah sadar bahwa dirinya sedang berada di kantin
Dan seketika, orang-orang yang berada di kantin melanjutkan aktifitas mereka yang sebelumnya tehenti ketika Taeyeon berucap”Chosonghamnida, telah mengganggu kalian, silahkan lanjutkan” disertai bungkukan kepala, tapi berbeda dengan seorang Namja yang masih memperhatikan mereka yang lebih tepatnya Namja itu memperhatikan Taeyeon. Namun Taeyeon dan sahabat-sahabatnya tidak menyadarinya.
“Aish, daebak , ini sudah 3 tahun dan kau masih belum bisa melupakannya?” ucap Yuri seraya bertepuk tangan ria (?) dan perkataan Yuri itu sukses membuat Taeyeon bungkam seketika.
“Hmm. kita semua tau jika kau itu susah untuk melupakan namja itu, kende, kau harus berusaha melupakannya. kau sudah menyukainya sejak kau berada di bangku menegah dan hal ini akan lebih sulit karena sekarang kau sudah tidak satu sekolah lagi dengannya, apalagi dia tidak mengetahui perasaanmu yang sebenarnya” ucap Jessika panjang lebar seraya mengelus lembut punggung Taeyeon yang berada tepat di sebelahnya sedangkan Tiffany dan Yuri berada di depan Taeyeon dan Jessika
“Ne, Taeng-ah, aku setuju dengan sikka, jikalau dia mengetahui perasaanmu belum tentu dia akan membalasnya dan bisa saja sekarang dia sudah mempunyai Yeojachingu” ” ucapan Tiffany ini membuat Taeyeon seketika sadar bahwa hal yang di takutkannya benar-benar bisa terjadi
“Kami, tidak bermaksud untuk memaksamu move on, kami hanya tidak ingin kau menanti sesuatu yang tidak ada pastinya” ucap Yuri
“Hmm.. kalian semua gomawo” ucap Taeyeon lirih tapi masih bisa didegar oleh ketiga sahabatnya dan perkataan Tayeon ini membuat suasana seketika menjadi hening.
.
“Mmm. Bagaimana mengenai Beauty Namja? ” ucap Jessika tiba-tiba untuk menghilangkan keheningan yang terjadi beberapa detik lalu akibat membahas tentang “move on”
“Ini adalah sebuah takdir” ucap Tiffany tiba-tiba di sertai dengan anggukan kepala Jessika dan Yuri
“Ne, aku setuju dengan Fany, ini sebuah takdir, bagaimana bisa dia menabrakmu, dia mengantarmu ke sekolah tadi pagi dan sekarang dia malah sekelas dengan kita semua” ucap Yuri seraya mengusap-usap dagunya bak dektektif yang sedang beragumen#plaak
“Aish, kalian. mana mungkin ini takdir, ini hanyalah sebuah kebetulan, banyak orang di luar sana yang ditabrak bahkan lebih parah” ucap Taeyeon mengabaikan omongan dari sahabat-sahabatnya itu seraya menyeruput jus jeruk yang berada dihadapannya
“Aah, kende, kau senangkan berdekatan dengan dia apalagi dia memakaikan mu helm, memegang tanganmu, menghilangkan bekas susu yang berada disekitar bibirmu dan kau memeluknya pada saat kau naik motornya” ucap Tiffany menggoda Taeyeon dan perkataan Tiffany itu sukses membuat Taeyeon tersedak “Uhuk, uhuk , uhuk..”
“Mwo? are you kidding me?” balas Taeyeon dengan tatapan sinisnya setelah dia tersedak
“Haahaa… Apa itu memang benar? kau senang diperlakukan seperti itu olehnya?” ucap Jessika yang ikut menggoda Taeyeon
“Yak, kalian sungguh menyebalkan” ucap Taeyeon seraya menggepotkan pipinya yang mendapat balasan kekehan dari sahabat-sahabatnya
“Kende, eodiga Beauty Namja?” ucap Jessika tiba-tiba seraya menghentikan kekehannya. Ya, mereka masih belum menyadari bahwa Namja yang sedang mereka bicarakan ada di barisan meja paling belakang, memang meja Taeyeon dan sahabat-sahabatnya ada di barisan meja depan sehingga mereka tidak menyadari sosok Luhan.
“Mollayo” balas Taeyeon singkat
Luhan POV
Penjelasan dari teman-teman baruku mengenai sekolah ini terhenti ketika aku mendengar sekelompok yeoja yang baru aku sadari ada mereka disini. Ya, salah satu dari mereka adalah Yeoja mungil yang kemarin aku tabrak yang bernama Kim Taeyeon.
Pandanganku tetap tertuju padanya meski siswa-siswi yang berada dikantin telah melanjutkan aktivitas mereka ketika dia meminta maaf dan membungkukkan kepalanya karena teman-temannya yang berteriak.
“Mereka adalah salah satu kelompok yang populer disekolah ini” ucap Sehun yang sukses membuatku mengalihkan pandanganku ke arahnya
“Kende, kita juga termasuk kelompok populer disekolah ini” ucap Chanyeol
Aku hanya mengangguk-anggukan kepalaku mendengar perkataan Chanyeol ini, memang sedari tadi banyak siswa-siswi yang melihat ke arah meja kami dengan pandangan terpesona, kagum bahkan sebelumnya ada Yeoja yang tiba-tiba mendatangi tempat duduk kami dengan membawa makanan yang ada ditangannya untuk diberikan pada kami tapi itu ditolak dengan sikap datar Kriss dan sikap Sehun yang acuh, sedangkan Chanyeol hanya meminta maaf atas sikap Kriss dan Sehun dan aku hanya melihat dengan pandangan tidak tertarik, setelah ku buat kesimpulan ternyata Sehun dan Kriss memang acuh dengan sekeliling berbeda dengan Chanyeol yang bisa dibilang ramah. Kende, sikap Kriss dan Sehun padaku tidak acuh, mungkin karena aku sudah menjadi bagian dari mereka mulai hari ini.
Author POV
“Yeoja berambut pirang dan bergelombang yang ada disana adalah Jung Jessika sedangkan yang didepannya adalah Kwon Yuri dan disamping Kwon Yuri adalah Hwang Tiffany sedangkan yang berada tepat dihadapan Hwang Tiffany dan disamping Jung Jessika adalah…”
“Kim Taeyeon” ucap Luhan memotong perkataan Chanyeol
“Yeah, benar. kende, bagaimana kau bisa tau namanya?” ucap Chanyeol penasaran
“Kau lupa? tadi pagi Park Saengnim yang bilang dikelas bahwa Yeoja itu adalah KM dikelas kita dan memberi tahukan namanya”
“Oh, arra. aku akan Jelaskan satu persatu dari mereka” ucap Chanyeol yang dibalas dengan anggukkan kepala Luhan
“Jung Jessika adalah seorang Yeoja cantik dengan fasion yang tidak diragukan lagi dan dia akan bersikap dingin dengan orang-orang kecuali dengan sahabat-sahabatnya atau dengan teman-teman sahabatnya” ucap Chanyeol dan seketika itupun Luhan berfikir bahwa kemarin Jessika tidak sedingin itu padannya saat Luhan ingin mengatarkan Taeyeon pulang, ya mungkin karena Jessika pikir Luhan adalah teman Taeyeon
“Sedangkan Hwang Tiffany adalah seorang Yeoja yang sangat menggilai warna pink, ya bisa dibilang dia itu maniak warna pink dia juga cantik,lucu dan kelakuannya terkadang seperti anak kecil, Kwon Yuri adalah seorang Yeoja yang berbakat dance terbukti dia pernah mengharumkan (?) nama sekolah ini dengan juara-juara yang dia dapatkan, dan terakhir adalah Kim Taeyeon…..” ucap Chanyeol terhenti dan itu membuat Luhan penasaran karena topik mengenai Taeyeon yang ditunggunya itu malah dihentikan oleh Chanyeol
“Yak, wae?” ucap Luhan binggung karena perkataan Chanyeol itu terhenti
“Yak, apa kau penasaran?” ucap Chanyeol sengaja menggoda Luhan
“Annia” ucap Luhan singkat menutupi kepenasarannya (?)
“Hahaaha, aku hanya bercanda. Ya, Kim Taeyeon adalah salah satu siswa berprestasi disekolah ini bahkan dia selalu menempati posisi pertama disekolah ini, dia bisa di bilang pendek tapi dia itu lucu dan terlihat mandiri” ucap Chanyeol yang membuat Luhan berpikir sejenak.
“Kau, mau pilih yang mana?” goda Chanyeol pada Luhan, namun sebelum Luhan membalas pertanyaan Chanyeol, Chanyeol pun berbicara lagi…
“Kende, aku sarankan kau jangan memilih Jessika karena menurutku dia itu cocoknya dengan Kriss karena wajah dan sikap mereka yang terlihat sama dinginnya” ucapan Chanyeol ini mendapat tatapan menusuk dari Kriss dan seketika itupun Chanyeol melanjutkan penjelasannya karena risih dengan tatapan Kriss padanya
“Kalau Yuri itu lebih cocok dengan Sehun, karena mereka berdua sama-sama menyukai dance, dan sikap mereka berdua pun tak kalah acuhnya dengan sikap Jessika dan Kriss, namun Yuri tidak sedingin itu karena dia masih peduli akan sekitar” ucapan Chanyeol kali ini mendapat tatapan menusuk bukan dari Kriss saja tetapi dari Sehun juga
“Yak, kalian mengapa menatapku dengan wajah kalian yang menakutkan itu” ucap Chanyeol yang hanya dibalas helaan nafas berat dari Sehun dan Kriss, mungkin ini bukan pertama kalinya bagi Sehun dan Kriss dipasang-pasangkan oleh Chanyeol
Mendengar helaan nafas berat dari sahabat-sahabatnya itu, Chanyeol pun melanjutkan pertanyaanya pada Luhan “Sekarang kau mau pilih yang mana Hwang Tiffany atau Kim Taeyeon? kende, kau jangan memilih Hwang Tiffany karena aku rasa kau lebih cocok dengan Kim Taeyeon” ucapan Chanyeol ini sukses membuat Luhan terkejut tapi tidak lama karena Luhan menanggapi ucapan Chanyeol
“Apa menurutmu begitu?” ucap Luhan dengan senyum penuh arti yang tidak diketahui oleh ke-tiga namja yang bersamanya
“Ya, aku akan mendukungmu” ucap Chanyeol girang
SKIP
Hari selanjutnya,
“Eomma, aku pergi duluya” ucap Taeyeon seraya mencium kedua pipi eommanya itu dan melangkahkan kakinya, Ya, dari cara Taeyeon berjalan sudah bisa dipastikan bahwa kakinya itu bisa dibilang sudah sembuh *cepet banget sih sembuhnya? mungkin efek karena ada Luhan#plaak*
“Ya, Taeng-ah hati-hati dijalan” ucap Yeoja paruh baya yang adalah eomma Taeyeon
“Aish, anak itu benar-benar,….” ucapan eomma Taeyeon ini terhenti ketika dia melihat ada buku yang tergeletak di meja makan dan ketika dia ingin mengambilnya ada suara bel yang mengharuskannya membuka pintu
“Ya, kau sudah pulang?” ucap eomma Taeyeon terkejut karena melihat suaminya sudah pulang dan berada tepat dihadapanya
“Aah, Ne. Apa Taeng sudah pergi?” ucap Namja paruh baya yang adalah appa Taeyeon seraya melangkahkan kakinya memasuki rumahnya yang cukup besar.
“Baru saja dia pergi, akanku buatkan teh hangat untukmu” ucap eomma Taeyeon seraya melangkahkan kakinya ke dapur dan ketika itu pun dia tersadar bahwa tadi dia melihat buku dan seketika itu pun dia membuka buku yang dia dapati adalah buku Taeyeon
“Ya, Suamiku bisakah kau menunggu sebentar? aku akan memberikan buku ini pada Taeyeon, pasti tadi dia lupa membawanya” ucap eomma Taeyeon seraya melangkahkan kakinya keluar dapur
“Aah, biar aku saja yang memberikan padanya?” ucap appa Taeyeon seraya tersenyum lembut pada istrinya itu
“Kende, kau baru saja pulang, pasti kau lelah” balas eomma Taeyeon dengan pandangan khawatir
“Tak apa, kau dirumah saja” ucap appa Taeyeon seraya mengambil buku Taeyeon yang berada ditangan istrinya itu

Dikelas 12 A
“Ya, Taeng kakimu sudah sembuh?” ucap Tiffany
“Ne” balas Taeyeon dengan senyum merekah diwajahnya
“Waw, cepat sekali kakimu sembuh” ucap Yuri
“Mungkin ini karena efek dari Beauty Namja” ucap Jessika
“Ya sikka, kau suka sekali menggodaku” balas Taeyeon dengan tatapan tajamnya
“Haahahha, Mian aku hanya bercanda, kende, mengapa Beauty Namja belum datang?” ucapan Jessika membuat Tiffany dan Yuri mengedarkan pandangan ke tempat duduk Luhan, disana hanya ada Chanyeol yang sedang berbicara dengan Kriss dan Sehun
“Mollayo” ucap Taeyeon singkat tanpa mengedarkan pandagannya mencari sosok Luhan
“Yak, kau ini….” ucapan Yuri terhenti karena sosok yang sedang mereka bicarakan melangkahkan kakinya memasuki kelas dan duduk disebelah Chanyeol
“Dia sudah datangkan? jadi jangan bahas dia lagi” ucap Taeyeon setelah melihat Luhan memasuki kelas seraya mengeluarkan bukunya
“Yak. kau ini….” ucapan Yuri lagi-lagi terhenti karena Taeyeon seketika panik
“Yak, mana buku tugasku? bagaimana ini?”
“Coba kau cari lagi mungkin terselip” ucap Tiffany ikut membantu Taeyeon mencari buku tugasnya
“Annia, eottoke? pelajaran Kim saengnim hampir di mulai” ucap Taeyeon tambah panik
“Mungkin tertinggal dirumah, coba kau telfon eommamu” ucap Jessika yang dibalas anggukan cepat dari Taeyeon
Ketika Taeyeon pergi meninggalkan kelas ada seorang Namja yang mengikutinya
“Eomma, apa kau melihat bukuku?” ucap Taeyeon ketika telfonya tersambung
“……….”
“Ya, appa sudah pulang?” Taeyeon seketika gembira karena appanya sudah pulang tapi dia tiba-tiba sadar “Ya, appa yang mengantarkan bukuku? lalu appa bilang pada eomma bahwa bukuku sudah dititipkan pada temanku? nuguya?”
“………”
Ketika Taeyeon sedang berbicara pada eommanya tiba-tiba ada Namja yang berada tepat dihadapannya, namun Taeyeon mengacuhkan Namja itu..
“Yak, kenapa appa tak menanyakan namanya, Namja itu bel….” ucapan Taeyeon terhenti karena dia melihat buku yang tak asing baginya itu berada pada Namja yang ada dihadapannya, Namja itu seperti menarik ulur buku Taeyeon yang berada dibalik jasnya (bayangin: buku Taeyeon diumpetin disaku jas Namja itu dan Namja itu memperlihatkan buku itu ke Taeyeon tapi dimasukkin lagi ke jassnya dengan waktu yang cukup lama)
“Eomma, sudah duluya. bye” ucap Taeyeon menghentika percakapannya tanpa mendengar balasan dari eommanya
“Yak, Xi Luhan! itu bukuku !!!” pekik Taeyeon seraya berusaha mengambil bukunya tapi tidak bisa karena Luhan langsung mengangkat buku Taeyeon tinggi-tinggi sehingga Taeyeon susah mendapatkan bukunya
“Annia” ucap Luhan seraya tersenyum
“Yak, palliwa! sekarang pasti Kim saengnim sudah masuk kelas” ucap Taeyeon memelas dengan tetap berusaha mengambil bukunya
“Emmm… aku akan berikan tapi dengan satu syarat” ucapan Luhan ini berhasil membuat Taeyeon menghentikan aktivitasnya merebut buku yang ada digengaman Luhan
“Wae? palli, katakan apa syaratnya”
Seketika itu pun Luhan langsung mendekatkan wajahnya ke arah Taeyeon dan perlakuan Luhan ini sukses membuat Taeyeon Terpaku ditempat.
“A..apa yang akan k..kau lakukan?” ucap Taeyeon bergetar tapi Luhan tidak menjawab melainkan tetap mendekatkan wajahnya pada Taeyeon

“Aku hanya ingin kau memberikan nomer hp-mu” bisik Luhan tepat ditelinga Taeyeon
Yak, apa yang Namja ini lakukan sehingga aku sulit bergerak, jika ingin meminta nomer hp-ku kenapa tidak langsung memintanya melainkan bertindak seperti ini, pikir Taeyeon dalam hati
“M..mwo? untuk a..apa?” tanya Taeyeon masih bergetar
“Jika kau tidak mau, ya sudah aku tidak akan memberikan bukumu” ucap Luhan seraya menjauhkan wajahnya
“Aaa, kau akan ku adukan pada Kim saengnim” ucap Taeyeon telah kembali tenang karena Luhan sudah menjauhkan wajahnya
“Silahkan saja, aku tidak takut , aku hanya perlu menjawab bahwa kau tidak mau menerima buku milikmu dariku” ucap Luhan sesantai mungkin dan melangkah hendak meninggalkan Taeyeon
“Aania, aku akan berikan no hp-ku” ucap Taeyeon yang membuat Luhan berbalik menghadap Taeyeon lagi
“Kemarikan hp-mu” ucap Taeyeon dan seketika itu pun Luhan memberikan hp-nya, setelah Taeyeon mengetikkan nomer hp-nya dia pun menyerahkannya pada Luhan
“Sekarang kembalikan bukuku” ucap Taeyeon seraya mengarahkan tangannya kearah Luhan untuk meminta bukunya
“Chakkaman” ucap Luhan seraya menekan tombol yang ada dihp-nya.
“Kau, berbohong padaku Kim Taeyeon” ucap Luhan seraya tersenyum mengejek dan memperlihatkan hp-nya yang sedang memanggil hp Taeyeon tapi yang Luhan dapati nomer Taeyeon itu tidak aktif
Aish, aku benar-benar pabo, niat untuk mengerjai Namja ini malah aku yang terkena dampaknya, pikir Taeyeon dalam hati dengan ekspresi tekejut karena Luhan menyadari kebohongannya dan Luhan yang melihat ekspresi Taeyeon ini tertawa dalam hati karena menang dari Taeyeon
“Aish, aku lupa bahwa itu nomerku yang lama” ucap Taeyeon seraya tersenyum kikuk untuk menutupi kebohongannya yang hanya dibalas oleh decakkan lidah dari Luhan
“Aku akan memberikan nomerku yang aktif” ucap Taeyeon seraya merebut hp Luhan yang berada tepat di hadapannya. Setelah Taeyeon memberika nomernya yang aktif, Luhan pun mencoba memanggil hp Taeyeon dan kali ini tersambung karena hp Taeyeon pun berdering karena panggilan dari Luhan
“Ya, ini bukumu. aku menang darimu Taeyeon-ssi” ucap Luhan tersenyum seraya menyerahkan buku Taeyeon setelah itu mengelus lembut puncak rambut Taeyeon
Deg.
“Ya, apa yang namja ini lakukan padaku” ucap Taeyeon dalam hati
Luhan POV
“Aish, aku harus cepat-cepat?” pikirku dalam hati setelah ku parkirkan motorku. ”
Akupun berlari ketika ku sadari jam yang berada di tangan kiriku telah menunjukkan jarumya diangka 6.40. Aish, 5 menit lagi.
Larianku terhenti ketika ada Seorang Namja paruh baya yang menahan tanganku.
“Mian mengganggu, apa kau bisa membantuku?” ucapnya
“Ne, ahjussi, apa yang bisa ku bantu?” ucapku kemudian
“Apa, kau bisa memberikan buku ini kepada anakku? Ahjussi tidak bisa karena bel masuk akan berbunyi dan ahjussi takut tidak bisa memberikan buku ini padanya tepat waktu” ucapnya
“Kende, siapa anak ahjussi?” ucapku
“Dia… Kim Taeyeon kelas 12 A” ucapannya membuatku tercengang, Ya, Namja ini adalah appanya
“Ne, ahjussi kebetulan aku sekelas dengan anakmu” ucapku seraya tersenyum dan pastinya senyumanku ini penuh arti
Aku pun bernafas lega karena bel belum berbunyi saatku tiba dikelas, setelelah ku duduk dibangkuku, aku melihat Taeyeon keluar kelas dengan terburu-buru dan aku pun hendak megikutinya
“Kau mau kemana, baru saja kau datang?” tanya Chanyeol seketika membuat langkahanku terhenti
“Aku ingin ke toilet” ucapku berbohong dan hanya di balas anggukkan dari Chanyeol
Kudapati Taeyeon sedang menelefon seseorang yang pastinya itu adalah eommanya karena dia menyebut nama eomma ketika sedang menelefon dan seketika, aku pun mempunyai ide untuk mengerjainya dengan membuat bukunya menjadi tahanan(?) dan dia harus memberikan no hp-nya jika ingin membuatku menyerahkan bukunya. Saatku mengelus puncak rambutnya entah mengapa dadaku serasa berdetak abnormal tapi aku cepat-cepat menghilangkan perasaanku itu
Taeyeon POV
Aish, Namja itu benar-benar membuatku naik darah, gerutuku dalam hati ketika mengingat kejadia tadi pagi
Ya, pelajaran Kim saengnim sudah berakhir dan sekarang adalah pelajaran sastra, aku pun memandu teman-temanku memberi salam pada Yoon saengnim ketika Yoon saengnim sudah memasuki kelasku, Yoon saengnim adalah guru yang membantu mengobati kakiku kemarin.
“Anak-anak, ibu akan memberikan tugas untuk kalian secara berpasangan” ucap Yoon saengnim setelah membalas salam dariku dan teman-temanku
“Tugas apa saengnim? mengapa berpasangan” ucap namja yang duduk tepat dihadapan Yoon saengnim yang adalah D.O
“Tugas kalian adalah membuat laporan mengenai tempat yang menurut kalian berarti bagi pasangan kekasih baik itu suami-istri, anak muda maupun remaja”
“Tempatnya bebas saengnim?” ucap Jessika
“Tempatnya bebas, kalian harus mengunjungi tempat itu dan dikumpulkan lusa, hari ini adalah hari kami jadi kalian harus mengumpulkannya hari sabtu”
“Apa kita memilih pasangan kelompok sesuai kita, saengnim?” ucapku
“Anni, kalian akan mengambil gulungan kertas berisi angka yang saengnim telah sediakan lalu cocokan angka yang kalian dapatkan dengan pasangan kelompok kalian contohnya jika kalian mendapat angka 1 maka pasangan kalian pun mendapat angka 1 juga, dapat dipastikan bahwa pasangan kalian berlawan jenis karena tugas ini membutuhkan kekompakkan antara Namja dan Yeoja. arra?”
“Ne, Arraseo” ucapku dan teman-temanku
Setelah semua telah mengambil gulungan kertas, Yoon saengnim pun mempersilahkan kami membukanya. Aku mendapatkan angka 3. Seketika itu pun aku mengedarkan mataku menyusuri siapakan yang mendapat angka yang persis denganku.
Dikelasku memang hanya ada 20 siswa termasuk Namja baru itu, ada 10 Yeoja dan 10 Namja jadi memang pas (?) jika dipasang-pasangkan. *Maklum sekolah elit jadi masing-masing kelas hanya ada sekitar 20 murid atau 22 murid*heheheh.
“Aish, aku mendapat nomor 5. Mwo, aku berpasangan dengan Namja tinggi itu” ucap Tiffany setelah mengedarkan pandagannya dan menemukan Chanyeol memegang kertas gulungan dengan nomor yang sama dengannya
“Aah, aku mendapatkan nomor 7 dan berpasangan dengan Kriss si muka datar itu” ucap Jessika seraya mendecakkan lidahnya
“Omo, aku berpasangan dengan Sehun karena dia mendapat angka yang persis denganku yaitu angka 9” ucap Yuri terkejut
Yak, teman-temanku sudah menemukkan pasangannya, tapi aku belum. Akupun mengedarkan pandanganku seraya berharap dalam hati agar Namja yang menjadi pasanganku adalah Namja yang baik dan rajin seperti DO, pastinya jika aku berpasangan dengannya aku akan mudah menyelesaikan tugas saengnim ini. Tapi, yang aku lihat dia sudah berpasangan dengan Yoona. Akupun mengedarkan pandanganku ke belakang dan seketika aku melihat Luhan sedang menatapku seaakan mengarahkan mataku untuk melihat gengaman tangannya, dalam hati aku berharap agar dia bukan pasanganku…
Harapanku pupus sudah ketika ku lihat kertas yang berada di genggaman tangannya menunjukkan angka 3, sedetik kemudian aku terpatung terperangah dengan memiringkan kepalaku#plaaak, pastinya aku tampak bodoh saat ini karena dia tiba-tiba terkekeh melihat ekspresiku ini dan cepat-cepat aku langsung menormalkan wajahku yang tadinya tampak bodoh
Author POV
“Silahkan duduk dengan pasangan kalian masing-masing” ucap Yoon saengnim setelah melihat bahwa murid-muridnya telah menemukan pasangannya masing-masing
“Diskusikan dengan pasangan kalian tempat mana yang ingin kalian jadikan objek untuk tugas ini,” ucap Yoon saengnim
“Ne, saengnim” ucap seluruh murid, setelah seluruh murid duduk berpasangan, suasana kelas tiba-tiba menjadi ricuh karena mendiskusikan objek mana yang akan mereka datangi.

“Aku ingin pergi ke Lotte world” ucap Tiffany gembira karena dia suka tempat itu
“Aish, kau ini, untuk apa ke Lotte world? memang tempat itu berarti bagi banyak orang? lebih baik ke jeju island” ucap Chanyeol menolak pendapat Tiffany
“Annia, aku tetap ingin ke Lotte world karena tempat itu cukup berarti bagi banyak orang dan tempat itu juga romantis apalagi untuk pasangan remaja, jika kita ke jeju island apakah kita mempunyai banyak waktu, eoh?” balas Tiffany seraya mendelik kesal ke arah Chanyeol
“What ever you want” ucap Chanyeol yang akhirnya pasrah karena dia tidak ingin beradu argumen dengan Tiffany
“Ne, pulang sekolah kita langsung ke sana, arra?” ucap Tiffany girang seraya tersenyum menunjukkan eyes smilenya, Chanyeol yang melihat Tiffany girang pun ikut girang di dalam hatinya, entah mengapa melihat senyuman tiffany apalagi eyes smile`y membuat hati Chanyeol mendadak ingin keluar#lebay

“Aish, mengapa aku harus berpasangan denganmu?” gumam Jessika namum masih bisa terdengar oleh Kriss
“Kau pikir aku ingin sekelompok denganmu, eoh?” ucap Kriss dengan wajah datarnya
“Jinjja? kalau begitu, kau pilih pasanganmu lagi” ucap Jessika yang tak mau kalah dengan Kriss
“Ne, aku akan bilang ke Yoon saengnim agar kita tidak berpasangan, good bye” ucap Kriss seraya berdiri tapi belum sempat dia melangkahkan kakinya tiba-tiba saja Yoon saengnim berucap “Tidak ada yang boleh mengganti pasangan, jika ada yang mengganti pasangan akan saengnim kurangi nilanya” Ya, ucapan Yoon saengnim ini membuat Kriss duduk lagi ditempatnya (waw sepertinya guru Yoon bisa membaca pikiran orangi#hahhahhaha)
“Wae, apa kau takut dengan ancaman Yoon saengnim?” tanya Jessika dengan senyuman mengejek
“Kau, aku tidak akan merusak nilaiku hanya karena urusan sepele seperti ini” ucap Kriss tetap dengan muka datarnya
“Aish, … lalu kita akan pergi kemana, eoh?” ucap Jessika menanyakan tempat yang akan mereka datangi
“Kau, pulang sekolah tunggu aku digerbang, nanti kau akan tau kita akan kemana” ucap Kriss yang dibalas Jessika “Yak, memang kita mau kemana? mengapa kau tidak memberi tahuku?” pekik Jessika kesal, beruntung pekikan Jessika ini tidak didengar yang lain karena yang lain sedang fokus dengan tempat yang akan mereka kunjungi
Sedangkan Kriss yang mendengar pekikkan Jessika hanya mendengus kesal

“Kau, mengapa kau hanya diam saja? kau berniat tidak untuk mengerjakan tugas ini?” ucap Yuri dengan mata yang telah berkobar-kobar#lebay.
“Kau, …” ucap Sehun seraya menghela nafas pelan
“Wae? apa hanya itu saja yang bisa kau ucapkan?” ucap Yuri
“Aish, kau Yeoja pabo, memang sedari tadi aku tidak berfikir?” balas Sehun dengan wajah datarnya
“Omo, apa yang kau barusan katakan? Yeoja pabo?” ucap Yuri seraya menatap tajam wajah Sehun sedangkan Sehun yang ditatap seperti itu hanya mengalihkan pandangannya
“Kau, mau tidak mau, kita akan pergi ke Sungai Han” ucap Yuri yang kali ini mencoba untuk bersikap tenang menanggapi Sehun
“Terserah kau saja, pulang sekolah kita pergi bersama ke tempat itu, kau hanya perlu menungguku didepan gerbang sekolah” ucapan Sehun ini membuat Yuri seketika kesal seraya menggenggam erat pensil yang sedari tadi dipengangnya, baru saja dia mencoba bersikap tenang menghadapi Sehun tapi Sehun membuatnya kesal lagi. “Aish, dasar Namja dingin, seenaknya saja menyuruhku menunggu didepan gerbang” ucap Yuri dalam hati, tapi lagi-lagi Yuri mencoba untuk sabar.

“Kau, mau kemana?” tanya Taeyeon pada akhirnya karena sedari tadi Taeyeon dan Luhan hanya duduk terdiam
“Terserah kau saja” balas Luhan singkat
“Aish, kau ini sung…….” ucapan Taeyeon terhenti karena Luhan menatap Taeyeon dengan pandangan yang membuat Taeyeon tidak mempu bergerak*Luhan suka banget memotong ucapan Taeyeon dengan tingkah lakunya*
“Wea? aku tau aku sungguh tampan” ucap Luhan seraya tersenyum dan memberikan wings andalannya
Deg.
Ya, Namja pabo, apa yang kau lakukan? wings? Aish, menyebalkan sekali, batin Taeyeon dalam hati,.Kenapa aku bisa terpaku(?) hanya karena melihat tatapannya ditambah dia memberiku wings, ucap Taeyeon lagi dalam hati
“Annia” ucap Taeyeon setelah tersadar dengan pikirannya dan menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat
“Aish, aku hanya bercanda” ucap Luhan seraya memegang wajah Taeyeon dengan kedua tangannya
Yak, eomma, tolong aku. Namja ini benar-benar membuatku frustasi, setelah dia tersenyum, memberiku wings, apa yang dia lakukan sekarang? dia memegang mukaku.. aaahhhh, teriak Taeyeon dalam hati
“Kau sungguh lucu” ucap Luhan tetap menyentuh mukak Taeyeon
“K..kau lepaskan tanganmu dari wajahku” ucap Taeyeon tapi Luhan tidak mau melepaskan tangannya, beruntung bagi Taeyeon karena teman-teman sekelasnya tidak memperhatikan dia dan Luhan, guru Yoon pun sedang keluar kelas. Bayangkan jika teman-temannya memperhatikan Taeyeon dan Luhan, pastinya Tayeon akan malu setengah mati#plaakk
“Annia, Taeyeon” balas Luhan santai
“Yak, kau jangan panggil aku tanpa ada embel-embel ssi di belakang namaku” ucap Taeyeon seraya menepiskan tangan Luhan dari wajahnya namun Luhan memegang wajahnya lagi.
“Kalau aku tidak boleh memanggilmu dengan Taeyeon saja, maka aku tidak akan melepaskan tanganku ini” ucap Luhan dengan senyuman penuh artinya
“Yak, terserah kau saja” ucap Taeyeon seraya menghempaskan tangan Luhan dan berniat untuk bangkit karena geram dengan sifat Luhan, tapi sebelum Taeyeon melangkahkan kakinya Luhan menarik pergelangan tangan Taeyeon sehingga mau tak mau Taeyeon duduk lagi disebelah Luhan
Luhan POV
Aku tidak tau apa yang membuatku sangat ingin mengganggu Yeoja ini, aku bisa tersenyum lepas bahkan memberikan dia wings, dan sekarang aku malah memengang wajahnya. Padahal jika aku bersama orang lain aku tidak seperti ini.
“Kau mau kemana, eoh?” ucapku seraya menarik pergelangan tangan Taeyeon karena kudapati dia ingin meninggalkan tempat duduknya, tidak sampai beberapa detik dia pun duduk kembali ditempatnya karena aku menarik pergelangan tangannya
“Yak, aku bisa-bisa frustasi berpasangan denganmu”
Mbo? frustasi, apa aku terlalu berlebihan padanya? pikirku dalam hati
“Yak, kau tidak bisa berpidah pasangan karena Yoon saegnim akan menurunkan nilaimu”
“Aish, arraseo. Sepulang sekolah kita akan ke N Seol Tower, arraa?”
“Ne, aku kan tadi sudah bilang terserah padamu saja” ucapku menyetujui keputusannya yang akan ke N Seol Tower
Skiip
Author POV
Teng. Teng. Teng (bel pulang berbunyi)
“Taeng-ah kau bersama Beauty Namja akan kemana?” ucap Jessika dengan pandangan lesu
“Aku akan ke N Seoul Tower, kau bagaimana?” balas Taeyeon
“Aish, si muka datar itu tidak memberitahuku akan kemana karena aku malas berdebat dengannya makanya aku hanya menyanggupi keinginannya tanpa menanyakan lagi tempat tujuan kita” ucap Jessika masih dengan pandangan lesunya
“Ya, sikka, kau jangan membuat wajahmu yang cantik menjadi seperti itu” ucap Tiffany yang dibalas dengan senyuman kecil dari Jessika
“Aish, nasib kita tidak beda jauh, Sehun juga menyebalkan” ucap Yuri yang kali ini ditanggapi Taeyeon “Ya, bukan kalian saja yang mendapatkan nasib seperti itu, aku pun begitu, Namja itu benar-benar membuatku frustasi” ucap Taeyeon dengan wajah yang berapi-api#lebay
“Chanyeol, dia juga menyebalkan , kende, dibandingkan dengan pasangan kelompok kalian dia itu lebih baik” ucap Tiffany yang membuat ketiga sahabatnya ini binggung
“Ya, fanny-ah sepertinya kau suka pada Chanyeol” ucap Jessika yang disetujui dengan anggukkan Yuri
“Yah, sahabat kita akan mendapatkan Namjachingu, chukkaeyo” ucap Taeyeon menggoda Tiffany
“Yak, kalian jangan berbicara seperti itu….” ucapan Tiffany ini terpotong karena…….
“Tiffany-ssi, kajja kita pergi” ucap Chanyeol yang berada di depan pintu kelas, sepertinya Chanyeol tidak mendengar apa yang mereka bicarakan mengenai dirinya dan Tiffany
“Ne, arraseo” balas Tiffany “Bye aku duluanya” ucap Tiffany pada ketiga sahabatnya itu, setelah itu dia pun melangkahkan kakinya pergi mengikuti Chanyeol
“Ya, aku juga harus menunggu Sehun didepan gerbang” ucap Yuri. “Yuri-ah, kajja kita menunggu di gerbang bersama-sama” ucap Jessika yang dibalas anggukan Yuri. “Taeng-ah kita duluanya, bye” ucap Jessika dan Yuri bersamaan. “Ne” balas Taeyeon singkat. Setelah Jessika dan Yuri pergi, Taeyeon pun melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan kelas
“Aish, Namja pabo itu dimana?” gumam Taeyeon seraya mengedarkan pandangannya untuk mencari orang yang dimaksudnya
“Mbo? Namja pabo? nuguya?” ucap Luhan yang tiba-tiba berada di belakang Taeyeon
“Yak, kau mengagetkanku saja” ucap Taeyeon terkejut karena orang yang dimaksud Taeyeon berada dibelakangnya
“Apa yang kau maksud adalah aku?” tanya Luhan yang dibalas gelengan kepala sangat cepat dari Taeyeon
“Oh, kajja kita pergi” ucap Luhan seraya menarik lembut tangan Taeyeon
Skipp

Di Lotte World
“Ya, Chanyeol-ssi ayo kita coba wahana itu” ucap Tiffany seraya menarik tangan Chanyeol
“Yak! apa kita disini untuk bermain? aku akan memfoto objek yang menarik disini sedangkan kau buat kata-kata untuk menyusun laporan kita, arra?” ucap Chanyeol seraya melepaskan tangan Tiffany
“Yak, dasar kau Namja menyebalkan” gumam Tiffany seraya melangkahkan kakinya menjauh dari Chanyeol
“Aish Yeoja itu benar-benar membuatku binggung, aku benarkan bahwa kita disini bukan untuk bermain melaikan untuk menyelesaikan tugas” pikir Chanyeol dalam hati seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal

“Aish, aku pikir dia lebih baik dibandingkan pasangan kelompok sahabat-sahabatku, namun dia sama saja MENYEBALKAN” guman Tiffany seraya menundukkan wajahnya
“Annyeong, mengapa mukamu lesu?” tanya seseorang yang berpakaian layaknya badut pada Tiffany dan seketika itu pun Tiffany mendongkakan kepalanya
“Ya, badut aku sedang kesal dengan seseorang” curhat Tiffany pada badut itu dengan sok akrabnya#plaak
“Apa karena seorang Namja?”
“Waw, fantastic. Kau benar” ucap Tiffany yang tiba-tiba tersenyum, mungkin Tiffany pikir bahwa badut itu bisa membaca pikirannya
“Sudah jangan kesal lagi padanya, maafkan dia-ya? ini aku berikan permen kapas untukmu”
“Ne, gomawo, kende, mengapa aku harus memaafkan dia? jika dia meminta maaf padaku baru aku akan maafkan” ucap Tiffany seraya mengambil permen kapas yang diberikan sang badut dan memakannya
“Mian” ucap badut itu yang membuat Tiffany seketika berpikir. “Yak! kau Chanyeol-ssi?” tanya Tiffany dengan muka terkejutnya
“Ne, aku Chanyeol” ucap badut yang ternyata Chanyeol seraya membuka kepala badutnya
“Yak, kau melakukan ini semua hanya untuk meminta maaf padaku?” ucap Tiffany seraya memberikan senyuman pada Chanyeol
“Emm. Ne” ucap Chanyeol malu
“Aish, aku akan memaafkanmu, kau sungguh lucu” ucap Tiffany seraya mencubit pipi Chanyeol sekilas dan perlakuan Tiffany ini membuat Chanyeol membatu sesaat
“Kende, bagaimana kau dapatkan baju badut itu?” lanjut Tiffany
“Aku tadi meminjamnya pada petugas badut disana, awalnya tidak boleh tapi aku memaksanya” jelas Chanyeol
“Oh, Chanyeol ayo kita berfoto, aku akan mengabadikan penampilamu itu” ucap Tiffany seraya menarik tangan Chanyeol untuk ber-selca
“Yak, annia” balas Chanyeol menolak namun Chanyeol akhirnya mau karena Tiffany memberikan aegyeo-nya yang sangaaaat lucu#hahahhaha
Ketika Chanyeol ber-selca bersama Tiffany, terlihat jelas bahwa Chanyeol dan Tiffany merasa senang dan pada saat Tiffany berucap “Ini, yang terakhir kalinya, hana. dul. set” jepreet
Terlihat Tiffany mematung ditempat karena pada hitungan ke-tiga Chanyeol langsung mengecup pipi Tiffany singkat dan jepretan foto yang dihasilkan pun sangat lucu karena Chanyeol membuat Tiffany membulatkan bibirnya lebar-lebar#hhhahahaa, sedangkan permen kapas yang berada digengaman Tiffany tiba-tiba terjatuh#hahaha
“Yak, Park Chanyeol!” pekik Tiffany keras setelah tersadar dari pikirannya seraya lari mengejar Chanyeol yang telah lari terlebih dahulu, Chanyeol yang mendengar Tiffany hanya tersenyum tampan dan berlari menjauh

Di Sungai Han
“Yak, Sehun-ssi, kau jangan diam saja, cepat foto pemandangan yang ada di Sungai ini, nanti aku yang akan membuat kata-kata didalam laporan” ucap Yuri
“Ne” jawab Sehun singkat
“Kau tunggu disini, aku akan mencari minuman untuk kita berdua, arra?” ucap Yuri seraya melangkahkan kakinya pergi sedangkan Sehun hanya bersikap acuh

“Annyeong, aggashi, aku ingin membeli minuman dingin ini” ucap Yuri seraya mengambil dua botol air mineral dan menyerahkan uangnya
“Ne, silakan” ucap seorang pria paruh baya seraya mengambil uang pemberian Yuri

“Yuri-ah, apa kau benar Yuri?” ucap seorang Namja tampan yang kini berada tepat dibelakang Yuri dan Yuri yang di panggil namanya pun membalikkan badanya
Deg. seketika itu pun Yuri terpatung melihat siapakah sosok Namja yang memanggilnya itu
“Ya, kau benar Yuri” ucap Namja itu seraya menyunggingkan senyuman tampannya#plaak
“Min ho” ucap Yuri pelan namun masih bisa di dengar oleh seseorang yang bernama Choi Min Ho
“Yak, ini aku, kau masih mengenalku?” ucap Min Ho, Yuri yang ditanya hanya menganggukan kepalanya

Mengapa Namja ini muncul lagi dihadapanku? tak tau kah dia bahwa aku sangat susah melupakannya? tak tau kah dia bahwa sekarang aku sudah bisa melupakannya walaupun hanya sedikit? gumam Yuri dalam hati

“Yuri-ah, bisakah kita berbicara sebentar?” ucap Min Ho
“Mian, aku tidak bisa karena temanku menungguku, tak apa-apa`kan?” balas Yuri
“Oh, Gwenchanayo” balas Min Ho dengan nada yang kecewa
“Aku duluanya, bye” ucap Yuri seraya melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Min Ho dengan mata yang sudah berkaca-kaca, tanpa Yuri sadari Min Ho memperhatikan Yuri dengan tatapan yang sangat kecewa
“Kau, lama sekali, aku sudah memfoto tempat ini berkali-kali” ucap Sehun datar namun yang diajak bicara tidak bersuara, Sehun pun menolehkan pandangannya ke arah Yuri dan Sehun dapati Yuri kini sedang menangis, Ya, Yuri pasti tidak bisa menahan tangisannya lagi.
“Gwenchanayo” ucap Sehun dengan suara yang tidak datar lagi melainkan suaranya di haluskan, Yuri yang ditanya malah mengeraskan tangisannya
“Yak, sebenarnya kau kenapa?” ucap Sehun panik namun Yuri masih menangis sehingga tidak menjawab pertanyaannya, tanpa pikir panjang Sehun langsung menarik Yuri kedalam pelukannya, Yuri yang mendapat perlakuan seperti itu hanya terpaku ditempat tanpa membalas pelukan Sehun
“Aku tidak tau apa yang menyebabkan kau menangis, tapi menangislah jika itu membuatmu merasa tenang” ucapan Sehun yang seperti membisik ini membuat Yuri menangis lebih keras di pelukkan Sehun
Dia, aku baru tau Namja sedingin dia bisa selembut ini, pikir Yuri dalam benakknya
Orang-orang yang melihat Sehun dan Yuri pun merasa iri, namun tidak dengan seorang Namja yang melihat mereka dengan tatapan hancur

Di N Seoul Tower
“Yak, kau takut menaiki Cable car?” ucap Taeyeon dengan kekehannya, Ya, saat ini Taeyeon dan Luhan sedak menaiki Cable car untuk sampai ke menara N Seoul Tower
“……” yang di tanya tidak menjawab, tetap diam dengan muka pucat
Mungkin sekarang Taeyeon sudah memaafkan kejahilan Luhan tadi di sekolah sehingga dia mau membantu Luhan agar tidak terlalu takut menaiki Cable car
“Ya, pengang tanganku, agar kau tidak takut lagi” ucap Taeyeon seraya menarik tangan Luhan dengan lembut, Luhan yang mendapat perlakuan seperti ini tersenyum dalam hati, walaupun sekarang dia merasa takut tapi Taeyeon yang bersikap manis didepannya membuat sebagian rasa takut itu hilang entah kemana? mungkin kelaut atau ke atmosfer#plaaak
“Sudah merasa baikkan” ucap Taeyeon seraya tersenyum geli karena orang yang selama ini mengerjainnya takut akan hal kecil seperti ini
“Ah, Ne” ucap Luhan tersenyum tampan yang membuat Taeyeon seketika mengalihkan pandangannya
Skipp
“Kau, ayo ambil foto dari sini” ucap Taeyoen seraya menarik tangan Luhan, Yak, mereka telah berada di atas menara
“Kau lihat? tempat ini sangatlah indah” ucap Taeyeon seraya menyunggingkan senyumannya kepada Luhan, kali ini Luhan-lah yang memalingkan pandangannya karena Luhan mendapat senyuman Taeyeon yang sangaaat manis
Skipp
“Ayo, kita ke Love Lock Garden” ucap Taeyeon setelah mereka turun dari menara
“Kau tunggu aku disana, aku akan membelikan minuman untuk kita” balas Luhan
“Oh, Ne, aku akan kesana dan memfoto tempat itu” ucap Taeyeon seraya melangkahkan kakinya ke Love Lock Garden

Ketika Taeyeon sedang mengarahkan kameranya untuk memfoto tiba-tiba ada objek yang sepertinya dia kenal, karena penasaran dia meng-zoom kameranya dan tepat pada saat itu dia yakin bahwa ojek yang sekarang dia zoom adalah orang yang dia sukai
Deg.
Seketika Taeyeon mematung ditempat, Ya, Taeyeon melihat orang yang dia sukai sedang bersama Yeoja lain
“Kai” gumam Taeyeon dan sedetik kemudian Taeyeon merasakan sesak dalam hati, saat Taeyeon melangkahkan kakinya hendak menjauh tiba-tiba ada seseorang yang menyapanya
“Annyeong, kau Kim Taeyeon`kan? ” ucap Namja tampan yang sekarang berada tepat dihadapan Taeyeon, sedangkan Yeoja yang bersama Kai tadi terlihat sedang memilih Love Lock yang akan dia beli. Ya, Taeyeon dan Kai memang berada disekolah yang sama ditingkat menengah, bahkan mereka sempat berada dalam kelas yang sama jadi Kai cukup kenal dengan Taeyeon
“Oh, Ne annyeong Kai-ssi” balas Taeyeon dengan rasa canggungnya karena Kai menyapanya
“Kau sedang apa disini?” ucap Kai
“Aku sedang mengerjakan tugas, kau sendiri?” tanya Taeyeon ragu akan pertanyaannya
“Aku sedang menemani seseorang” balas Kai seraya menyunggingkan senyumannya yang membuat Taeyeon membatu sesaat
“Oppa” ucap Yeoja manis yang memanggil Kai
“Ne” balas Kai pada Yeoja yang menyapanya, terlihat bahwa Yeoja itu telah membeli sebuah gembok yang pastinya akan digantung disekitar Love Lock Garden
“Taeyeon-ssi aku pergi duluya, bye” ucap Kai seraya melambaikan tangannya menjauh
“Ne” balas Taeyeon pelan dan tampak diwajah Taeyeon bahwa dirinya sekarang kecewa
Apa benar yang dikatakan Tiffany bahwa Kai kemungkinan sudah mempunyai Yeojachingu? dan apakah Yeoja itu Yeojachingunya? dan mereka kesini untuk mengunci cinta mereka? ucap Taeyeon dalam hati dan tampak jelas bahwa buliran-buliran air mata Taeyeon kini keluar dari tempatnya
Essss… Taeyeon merasakan benda dingin menempel diwajahnya (Luhan menempelkan kantung plastik berisi minuman dingin ke pipi Taeyeon), Taeyeon pun berbalik menghadap Luhan, dan seketika itu pun Luhan menyadari bahwa Taeyeon sedang menangis
“Kau,….” tanpa basa basi Luhan langsung mengelap air mata Taeyeon dan membawa Taeyeon dalam pelukkannya, Luham memeluk Taeyeon masih dengan memegang kantung plastik berisi minuman yang dia beli
Deg. Taeyeon yang mendapat perlakuan dari Luhan itu hanya diam tanpa membalas maupun menolak pelukkan Luhan, Luhan yang merasa Taeyeon tidak menolak pelukannya pun memeluk Taeyeon lebih erat. Entah mengapa, melihat Taeyeon yang seperti ini membuat hati Luhan sakit.
“Apa aku menyukaimu?” tanya Luhan dalam hatinya
Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang lagi-lagi melihat kedekatan mereka berdua, pertama di halte bus dan sekarang di Love Lock Garden, Ya, orang yang memiliki sepasang mata itu adala Kai, Kai sedang melihat adegan yang tidak dia sukai tanpa mengetahui bahwa adegan itu tercipta karenanya (karena Kai, Taeyeon menangis dan Luhan memeluknya)

Disebuah tempat yang cukup ramai ada seorang Yeoja yang sedang medengus kesal kepada seorang Namja
“Kau! sebenarnya kita akan kemana? ini sudah hampir petang” kata Yeoja yang adalah Jessika seraya mendelik kesal ke arah Kriss dengan muka datanya
“……..” tidak ada jawaban dari orang yang diajaknya berbicara yang adalah Kriss. Ya, mereka sekarang sedang berada di sebuah kafe tanpa melakukan apapun, sehingga Jessika merasa kesal dengan Namja yang sekarang berada dihadapannya, mungkin Jessika memikirkan bagaimana jika laporannya tidak kelar karena dari pulang sekolah sampai sekarang jarum jam menunjukkan angka 5.55 sore WKS mereka belum membahas tentang tugas mereka, jangankan membuat kata-kata untuk laporan, objeknya saja Jessika masih belum tau
“Aish, aku sudah tidak sabar lagi menghadapimu” ucap Jessika seraya berdiri keluar kafe, sesampainya Jessika di luar kafe tiba-tiba Kriss menarik tangan Jessika
“Kajja, kita pergi, ini sudah waktunya” ucap Kriss seraya menarik Jessika masuk kedalam mobilnya
“Yak, kau sangat menyebalkan, seenaknya saja menarik tanganku” ucap Jessika geram kepada Kriss, namun Kriss hanya diam saja
Saat jarum jam menunjukkan angka 06.30 Jessika dan Kriss tiba di suatu tempat, Kriss turun lebih dulu dari Jessika. “Aish, Namja pabo itu benar-benar membuatku frustasi” gumam Jessika seraya mengikuti Kriss keluar dari mobil
“Yak! untuk apa kit….” ucapan Jessika seketika terhenti karena sekarang dia sedang melihat pemandangan yang benar-benar sangat indah
“Wow, this place is really beautiful” gumam Jessika seraya lebih mendekat untuk melihat sungguhan (?) alam yang kini terpampang (?) jelas dimatanya
“Yes, I think so” ucap Kriss singkat namun wajahnya kini tidak menampakkan kedataran (?) seperti tadi
“Aku menunggu petang datang agar pemandangan disini lebih indah” lanjut Kriss yang membuat Jessika mengalihkan pandangannya sesaat pada Kriss lalu mengalihkan lagi ke objek indah itu
“Oh, Nama tempat ini apa?” tanya Jessika karena belum mengetahui tempat ini
“Cheonggyecheon Stream adalah nama tempat ini, dulunya tempat ini tidak seindah ini namun karena pemerintah menetapkan sebuah projek sehingga tempat ini menjadi indah seperti ini. Tempat ini adalah salah satu tempat terkenal bagi seseorang yang ingin melamar kekasihnya maupun menyatakan perasaannya” jelas Kriss panjang lebar
“Sepertinya aku pernah mendengarnya namun aku baru ketempat ini” gumam Jessika seraya mengelus dagunya
“Aish, cepat kita selesaikan tugas ini, aku bagian memfoto dan kau buat kata-kata untuk laporan kita” ucap Kriss seraya mengarahkan kameranya membidik objek di Cheonggyecheon Stream yang menurutnya menarik, sedangkan Jessika mendengus kesal dan bersiap untuk menulis kata-kata yang terdapat dikepalanya mengenai Cheonggyecheon Stream
TBC
Mengenai Cheonggyeocheon Stream, author nyari-nyari di internet. Jadi kalo ada yang penasaran mengenai Cheonggyecheon Stream lebih lanjut cari aja diinternet.
Ceritanya gimana? makin GaJekah atau gimana?
Komenan kalian ngebuat author semangat buat nulisnya, Walaupun author gak bales komenan kalian tapi author baca semua komenannya#heeheheh
Bye. Sampai jumpa dichapter 5 ^^

Advertisements

40 comments on “[Freelance] What is Love ? (chapter 4)

    • iya, itu chapter 4. ada kesalahan.
      sabary, author udah kirim lagi ke admin.
      padahal author udah kirimnya chapter 5,6 sampai 7 bulan maret tapi ada kesalahan, kynya author salah kirim emai.
      makasih udah baca πŸ™‚

    • iya, itu chapter 4. ada kesalahan.
      sabary, author udah kirim lagi ke admin.
      padahal author udah kirimnya chapter 5,6 sampai 7 bulan maret tapi ada kesalahan, kynya author salah kirim emai.
      makasih udah baca πŸ™‚

    • iya, itu chapter 4. ada kesalahan.
      sabary, author udah kirim lagi ke admin.
      padahal author udah kirimnya chapter 5,6 sampai 7 bulan maret tapi ada kesalahan, kynya author salah kirim emai.
      makasih udah baca πŸ™‚

    • iya, itu chapter 4. ada kesalahan.
      sabary, author udah kirim lagi ke admin.
      padahal author udah kirimnya chapter 5,6 sampai 7 bulan maret tapi ada kesalahan, kynya author salah kirim emai.
      makasih udah baca πŸ™‚

    • iya, itu chapter 4. ada kesalahan.
      sabary, author udah kirim lagi ke admin.
      padahal author udah kirimnya chapter 5,6 sampai 7 bulan maret tapi ada kesalahan, kynya author salah kirim emai.
      makasih udah baca πŸ™‚

    • iya, itu chapter 4. ada kesalahan.
      sabary, author udah kirim lagi ke admin.
      padahal author udah kirimnya chapter 5,6 sampai 7 bulan maret tapi ada kesalahan, kynya author salah kirim email.
      makasih udah baca πŸ™‚

    • iya, itu chapter 4. ada kesalahan.
      sabary, author udah kirim lagi ke admin.
      padahal author udah kirimnya chapter 5,6 sampai 7 bulan maret tapi ada kesalahan, kynya author salah kirim email.
      makasih udah baca πŸ™‚

    • iya, itu chapter 4. ada kesalahan.
      sabary, author udah kirim lagi ke admin.
      padahal author udah kirimnya chapter 5,6 sampai 7 bulan maret tapi ada kesalahan, kynya author salah kirim email.
      makasih udah baca πŸ™‚

    • iya, itu chapter 4. ada kesalahan.
      sabary, author udah kirim lagi ke admin.
      padahal author udah kirimnya chapter 5,6 sampai 7 bulan maret tapi ada kesalahan, kynya author salah kirim email.
      makasih udah baca πŸ™‚

    • iya, itu chapter 4. ada kesalahan.
      sabary, author udah kirim lagi ke admin.
      padahal author udah kirimnya chapter 5,6 sampai 7 bulan maret tapi ada kesalahan, kynya author salah kirim email.
      makasih udah baca πŸ™‚

    • iya, itu chapter 4. ada kesalahan.
      sabary, author udah kirim lagi ke admin.
      padahal author udah kirimnya chapter 5,6 sampai 7 bulan maret tapi ada kesalahan, kynya author salah kirim email.
      makasih udah baca πŸ™‚

    • iya, itu chapter 4. ada kesalahan.
      sabary, author udah kirim lagi ke admin.
      padahal author udah kirimnya chapter 5,6 sampai 7 bulan maret tapi ada kesalahan, kynya author salah kirim email.
      makasih udah baca πŸ™‚

  1. Pingback: [Freelance] What is Love ? (chapter 5) | All The Stories Is Taeyeon's

  2. Pingback: [Freelance] What is Love ? (chapter 7) | All The Stories Is Taeyeon's

  3. Pingback: [FREELANCE] What Is Love? (Chapter 8) | All The Stories Is Taeyeon's

  4. Aiihhh:3 tiffany dicium chanyeol! ahh neomuu kyeopta. Semangat tiffany dan chanyeol ! XD wah ga nyangka sehun yang dingin itu bisa selembut itu sama yuri:3 iri sama taeyeon dan yuri yang dipeluk gitu heuheuu. minho sama kai itu sebenernya siapa sih? kenapa mereka ga suka ngeliat yuri dan taeyeon dipeluk namja lain? apa mereka pacarnya? huahahaa. makin penasaran nih hihi:3 Oh iya, thor aku mau kasih kritik dan saraan nii boleh yaaaa:3 sebenarnya kata acuh dalam artian bahasa baku itu artinya peduli bukan kebalikannya. tapi kata acuh disalah artikan sama orang orang. mereka mikirnya acuh itu artinya tidak peduli. Padahal arti kata acuh sebenarnya itu peduli hehehe:D itu aja sih, untuk yang lain udah bagus kok:D okee deh, go to chapter 5 ^^

  5. luhan bisa aja modus ke taeng.. dan selalu pas(?) buat taeng jadi gugup ..cie cie…
    omo! yuri di peluk ama tehun! so sweet.. pengen dong #plakk
    huiii pany ama yeol lucu hahahaaa…
    sica yg sabar aja ama sifat ni abang kris…
    yuhuu yuhuu..

    sebenernya aku bingung thornim, ini tuhh chapter 4 nya ada dua?? aku bingung @_@

  6. Yeeee luhan pasangannya sama taeng. Ciiee yg kenamsan tower. Oh jdi kai masa lalu taeng. Apa kai masih suka sma taeng? Lutae hwaiting^^

  7. Pingback: [FREELANCE] What Is Love? (Chapter 11 A) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s