[FREELANCE] ONE NIGHT in EXO DROM (Oneshot) [Special’s Taeyeon Birthday]

 

one night in exo drom-mainposter-taeyeon-exo-exotang

ONE NIGHT in EXO DROM (Oneshot) [Special’s Taeyeon Birthday]

|| Tittle : One Night in EXO Drom || Author : Nurma Kierra S.L || Main Cast : GG Kim Taeyeon, All EXO Member, and another || Genre : Romance, Comedy || Lenght : Oneshot || Rating : PG-17 || Pairing : EXOTaeng || Disclaimer : The story is mine, but inspired at korean drama, the entire cast belong to God and they parents. Please, don’t plagiation or publish this fanfic without my permission. || Summary : ‘Saengil Chukahamnida, Taeyeon noona.’ ||

–One-Night-in-EXO-Drom–

#S.M Entertainment Building

Empat mobil mewah dengan ukuran sedang terlihat berhenti di depan pintu masuk gedung yang tak terlalu tinggi dikawasan elit tersebut. Membuat beberapa orang yang sengaja berdiam diri disana terlihat heboh melihat kedatangan sang idola mereka. Girlgrup, Girls` Generation atau SNSD yang kini tengah sibuk mempromosikan mini album ke empat mereka yang bertajuk Mr. Mr. Di acara musik hari ini, SBS Inkigayo.

Mobil pertama, berisikan beberapa orang pria yang langsung sigap menghampiri tiga mobil dibelakangnya. Pria-pria bertubuh kekar dengan setelan tuxedo serta alat pendengar kecil seperti headset yang terlihat terpakai di telinga mereka.

Begitu pintu mobil yang kedua terbuka, teriakan fans yang heboh akan melihat idola mereka secara langsung berubah menjadi riuh lagi.

Sooyoung…Hyoyeon…Seohyun…’ teriakan fans menyebut nama ketiga gadis di mobil kedua terdengar saat ketiga gadis tersebut keluar dari mobil dan langsung di kawal beberapa pria kekar tadi untuk masuk ke dalam gedung.

Jessica…Yoona…Yuri…’ kembali nama-nama gadis yang tak asing bagi mereka terdengar saat ketiga gadis tersebut keluar dari mobil yang ketiga. Dan dikawal langsung oleh pria kekar yang lainnya.

‘Sunny…Tiffany…Taeyeon…’ ketika pintu mobil yang keempat terbuka dan ketiga orang gadis cantik tersebut keluar, para fans dengan kompak meneriakkan kembali nama sang idola lainnya. Kawalan dari beberapa pria kekar bahkan tak lupa akan hal itu.

Gadis terakhir yang diteriakkan namanya, hanya bisa tersenyum tipis pada fans sebelum ia masuk ke dalam gedung. Entah mengapa, ia memiliki perasaan buruk hari ini.

“Mengapa kau lama sekali Taengoo-ya” seru Sooyoung saat melihat Taeyeon baru saja tiba di lobby, dimana kedelapan gadis cantik lainnya sudah menunggu.

“Kalian menungguku?” Taeyeon bertanya dengan wajah polos.

Kompak mereka memutar bola mata. “Eonnie, kau lama sekali” gerutu Seohyun.

Tebakan Taeyeon memang benar. Seohyun baru saja berkata tak seperti biasanya. Apalagi jika mengingat beberapa member yang seperti menghindarinya tadi. Tapi, bukankah semalam mereka baik-baik saja?. “Mian” sesalnya.

Girls, gantilah pakaian kalian” suara berat manager mereka terdengar membuat kesembilan pasang mata milik gadis-gadis cantik tersebut teralihkan. Tentu saja karena setelah perform di Inkigayo tadi, mereka langsung pergi kemari tanpa mengganti outfit stage yang mereka kenakan. “Cepatlah, sudah tersedia di loker milik kalian” tambah manager kembali seraya meninggalkan artisnya.

Setelah itu mereka melangkah ke ruang ganti yang tak jauh dari posisi mereka saat ini. Taeyeon melangkah belakangan, ia mengerutkan kening saat melihat teman-temannya melangkah dengan langkah besar. Seperti ingin meninggalkannya.

Baru saja ia membuka loker, kedelapan gadis itu bahkan sudah masuk ke ruang ganti. Ia menatap punggung Sunny yang masuk terakhir ke tempat itu, sedangkan ia baru saja ingin mengambil pakaian ganti yang akan ia kenakan.

Kening Taeyeon mengerut kala pandangan matanya terhenti pada dress mini pastel dengan ujung renda, mantel putih yang terlihat hangat serta heels berwarna cream. Ia menutup loker tersebut untuk memastikan ia tak salah loker. Ini lokernya, namun didalamnya malah terdapat dress yang baru ia ingat adalah miliknya. Setahu Taeyeon, hari ini tak ada jadwal lain selain di Inkigayo untuk mempromosikan mini album mereka.

Taeyeon mengambil dress, mantel dan heels yang tergantung. Ia berbalik menatap beberapa ruang ganti yang tertutup. Sudah pasti beberapa temannya berada didalam sana. “Ya, apa hari ini kita menghadiri suatu acara yang sangat penting?” tanyanya setengah berteriak.

“Tentu saja” suara kedelapan gadis terdengar bersamaan seperti paduan suara.

Tak perlu bertanya kembali, Taeyeon masuk ke salah satu ruang ganti yang kosong. Tepat setelah itu, delapan ruangan ganti lainnya terbuka. Baik Tiffany, Sunny, Yoona, Jessica, Yuri, Seohyun, Sooyoung, dan Hyoyeon, mereka sudah rapi dengan dress malam yang juga mereka kenakan.

“Siapa yang akan pergi bersamaku ke aula untuk memberitahukan kondisi saat ini?” tanya Sooyoung sangat pelan.

Seohyun, Hyoyeon serta Yuri mengangkat tangan sebagai jawaban. Sooyoung mengangguk mengerti sebelum ia dan ketiga gadis lainnya meninggalkan ruang ganti.

Sekarang, hanya tersisa Jessica, Tiffany, Sunny dan Yoona yang menunggu Taeyeon keluar dari ruang ganti. “Aktingmu sangat bagus, Sunkyu eonnie. Harusnya eonnie bermain drama sepertiku saja” bisik Yoona pelan pada Sunny saat mengingat gadis itu berusaha mengabaikan Taeyeon di akhir acara musik tadi.

“Aku tak tega melakukannya” balas Sunny tak kalah pelan seraya mengerucutkan bibir.

Jessica dan Tiffany tersenyum. “Tapi kita melakukan ini untuk memberi ia kejutan” ucap Jessica seraya menunjuk pintu ruangan dimana Taeyeon masih berada didalam.

“Selalu seperti ini. Ia selalu paling terakhir dalam hal apapun” gerutu Tiffany karena Taeyeon tak keluar juga. Gadis dengan balutan dress merah itu mengetuk pintu ruang ganti Taeyeon. “Apa kau masih lama, Taengoo?” teriak Tiffany bertanya dengan suara lengkingannya.

“Sudah hampir selesai” jawab Taeyeon seraya membuka kenop pintu.

Alisnya bertaut bingung kala melihat Yoona dan Sunny mendekat. Ia semakin heran saat kedua gadis itu memegang lengannya. “Ikuti kami” ucap Yoona dengan tatapan mengintimidasi.

Ya, apa yang kalian lakukan?” protesnya menatap bergantian Yoona dan Sunny. Sementara Tiffany dan Jessica melangkah di depan mereka.

Taeyeon tak berani melawan saat keempat gadis dengan balutan dress yang tak kalah indah dengan apa yang ia kenakan terlihat melangkah menuju aula gedung tersebut.

Ya, apa di ruang aula sana ada suatu acara yang penting? Kita bahkan mengenakan dress indah ini? Mengapa aku sama sekali tak tahu? Dan mengapa kalian malah menyeretku seperti ini?” tanyanya panjang lebar dan hanya dibalas tatapan keempat gadis itu tanpa berujar.

Taeyeon hanya pasrah dengan sikap keempat temannya. Ia akan kembali berujar namun kalah cepat oleh Tiffany. “Well, nikmati hari indahmu girl” ucap Tiffany dengan tangan mendorong dua pintu aula yang berada di gedung tersebut.

Sunny, Yoona, Jessica dan Tiffany terlihat masuk terlebih dahulu, meninggalkan Taeyeon yang masih belum mengerti dengan apa yang terjadi. Saat kaki pertamanya menginjak ruangan aula, yang dapat ia dengar adalah sebuah nyanyian ulang tahun serta ia bisa melihat semua member SMTOWN berkumpul di ruangan itu.

Ia melangkah ragu saat pandangan matanya terhenti pada ibu, ayah, adik perempuan dan kakak laki-lakinya yang berdiri di ujung dekat sebuah kue tart besar. Langkahnya pelan diiringi nyanyian ulang tahun melewati member f(x), member SHINee, member Super Junior, member TVXQ, BoA sunbaenim, Kangta sunbaenim, member EXO, member Girls’ Generation, serta Lee Sooman sajangnim yang berdiri didekat orang tuanya.

Taeyeon hampir saja menitikkan air mata melihat semua kejutan yang mereka berikan. Ia melangkah mendekat dan disaat itu pula acara ulang tahun dirinya dimulai. Banyak dari mereka mengucapkan selamat meskipun hanya sekilas karena saking banyaknya orang-orang disana.

Gadis itu bahkan tak lupa mengucapkan terima kasih untuk semua orang yang terlibat dalam acara ini, ia tahu selain dirinya serta anggota soshi lainnya yang sibuk saat ini, mereka juga mempunyai kesibukan sendiri. Ia bahkan tak menyapa semua member EXO karena pria-pria tampan tersebut berdiri paling ujung gedung aula.

Ke sembilan gadis cantik itu terlihat meninggalkan pesta. Padahal acara itu masih berlangsung. Mereka pergi karena mendapat izin dari manager serta CEO yang memberikan mereka kebebasan sebelum esok hari menerima kesibukan yang mulai padat.

Tak ada yang tahu, jika kesembilan gadis cantik tersebut pergi ke sebuah club elit di daerah Gangnam. Dan karena usulan Sooyoung, yang terjadi saat ini adalah Taeyeon mabuk tak sadarkan diri. Yoona, Hyoyeon dan Sooyoung bahkan pergi meninggalkan mereka karena akan pergi berkencan. Jessica, sejak datang ke club ia malah tertidur dan akhirnya pulang terlebih dahulu. Seohyun sama seperti Jessica, bedanya ia hanya masuk sebentar dan keluar kembali karena tak terbiasa dengan dentuman musik yang begitu memekakan telinga. Sementara Yuri, tak ada yang tahu keberadaan gadis dengan kulit paling gelap diantara mereka.

Dan sekarang hanya tersisa Tiffany, Sunny dan Taeyeon yang tertidur dengan posisi menyandarkan pipi di meja. Hingga Tiffany dan Sunny meninggalkan Taeyeon seorang diri.

***

Pandangan mata seorang pria tinggi mengarah pada sebuah papan dengan lampu mencolok disampingnya. Kening pria tersebut mengerut, semenatara pria yang sedikit tinggi disampingnya hanya menatap sekeliling.

Kris dan Sehun datang memberanikan diri dengan penyamaran yang amat sangat minim. Hanya menggunakan mantel tebal dengan kaca mata hitam yang menutupi mata mereka. Kris bahkan mengenakan masker dengan gambaran tengkorak yang menghiasi.

Hyung, aku ingin pulang saja” suara Sehun terdengar pelan karena dentuman musik yang terdengar amat sangat berisik. Ia merengek meminta pulang pada pria yang dipanggil hyung olehnya, yang tak lain dan tak bukan adalah Kris Wu.

“Kau kalah taruhan. Jadi, ikuti semua keinginanku untuk malam ini” seru Kris mengingatkan.

Sehun terlihat mendengus kesal. Ia tak menyangka jika leader EXO-M itu berani membawa dirinya pergi ke tempat seperti ini. Jika manager, management bahkan fans tahu akan hal ini, mungkin saja mereka tak akan diterima di depan publik lagi. Bukankah seorang idola harus menjaga image-nya?. Mata Sehun yang jernih terlihat melirik kesana-kemari. Pandangan matanya terhenti saat mendapati seseorang yang ia kenali. Oh bukan, ralat. Sangat ia kenali dengan baik. “Hyung..” Sehun menarik-narik ujung mantel hitam Kris seperti anak kecil yang merengek meminta sesuatu pada ibunya.

“Ada apa?” Kris yang merasa kesal memutuskan bertanya tanpa menoleh pada pria disampingnya.

“Taeyeon noona..”

Kris memutar bola mata, bosan. Semenjak perjalanan kemari, Sehun tak hentinya membicarakan sosok Taeyeon. Saat gadis itu merayakan ulang tahunnya tadi, dimana gadis itu tak menyapa Sehun. Ia membuka masker dan menyahut. “Kita sudah bertemu dengannya tadi. Aku tak memberikan ia panty, ah maksudku underwear sebagai kado ulang tahunnya”.

Sehun refleks memukul lengan Kris dengan apa yang diucapkan pria itu yang tak masuk akal. “Bukan itu hyung…” gerutunya setengah berteriak.

“Taeyeon noona..” Sehun menunjuk meja yang tak jauh di depan mereka. Dimana gadis itu tengah menyampingkan kepala dengan pipi bersandar di meja bar yang penuh dengan gelas-gelas kosong.

Kris mengikuti arah telunjuk Sehun. Matanya melebar. Ia bahkan tak berujar dan hanya menatap gadis tak sadarkan diri tersebut. Ia belum yakin jika gadis itu adalah Taeyeon. “Mungkin saja ia bukan Taeyeon noona” sangkal Kris dengan cepat.

Sehun menggeleng spontan. “Tidak hyung, dress pastel dan juga mantel putih itu. Bukankah tadi Taeyeon noona mengenakan pakaian sama seperti itu?”

Kris mencoba mengingat pakaian yang dikenakan Taeyeon sore tadi tanpa berujar. Ia mengangguk pasti. Dan mulai melangkah diikuti Sehun yang mengekorinya dibelakang. “Apa yang ia lakukan di tempat seperti ini?” suara Kris terdengar pelan di telinga Sehun. Dengan cepat mereka menghampiri Taeyeon.

Baik Kris maupun Sehun perlu memiringkan kepala mereka untuk memastikan jika sosok gadis di depan mereka benar-benar Taeyeon. Dan ya, hanya perlu satu detik gadis yang dilihat oleh mereka adalah Taeyeon. “Aku benar’kan, hyung?” tanya Sehun membanggakan.

Kris menatap sekeliling club. Tak ada seorangpun yang dapat ia kenali dan ia mengacuhkan pertanyaan Sehun.

“Sekarang, bagaimana hyung?” tanya Sehun kembali karena Kris masih terdiam.

“Kita harus membawa Taeyeon noona pergi keluar terlebih dahulu. Baru setelah itu, kita pikirkan apa yang harus kita lakukan” jawab Kris seraya mendekat pada Taeyeon.

Kris merengkuh tubuh Taeyeon dengan lengannya. Ia membawa gadis itu keluar dan Sehun ikut membantu dengan membawa mantel putih juga handbag berwarna hitam yang tergeletak milik Taeyeon.

Kini mereka sudah tiba di parkiran yang tak terlalu ramai. Kris memapah Taeyeon sebelum ia memasukkan tubuh Taeyeon yang tak berdaya ke dalam mobilnya. Mobil sport keluaran terbaru milik Kris yang baru ia beli beberapa minggu yang lalu. “Ini hanya cukup untuk dua orang” Kris berujar dan membuat Sehun mengalihkan pandangan mata dari Taeyeon pada Kris. Ia menatap dengan pandangan tak mengerti.

“Lalu?” sahut Sehun dengan kening mengerut.

“Kalau begitu, kau naik taxi saja” ujar Kris dengan santainya.

Sehun menggeleng. “Aku tak membawa uang, hyung” ia menimpali.

“Kalau begitu, pakai uangku saja” tambah Kris.

“Tidak, hyung” Sehun menolak.

Kris memutar bola mata. Ia menatap sekilas Taeyeon yang masih terlelap dengan damainya.

“Tunggu hyung. Kita akan membawa pergi Taeyeon noona kemana?” pertanyaan itu membuat Kris berpikir dua kali. Yang ditanyakan oleh Sehun, benar juga. Mengapa ia dengan mudahnya memutuskan untuk menyuruh Sehun menaiki taxi sedangkan ia sendiri tidak tahu harus melakukan apa pada Taeyeon. Kris menghela nafas sekilas. “Tentu saja pergi ke drom soshi, babo” selorohnya.

Sehun menggeleng tak setuju. “Jangan hyung, ada banyak resiko jika manager soshi sampai tahu dengan keadaan Taeyeon noona saat ini. Mereka baru saja comeback, kita harus menghindari resiko untuk Taeyeon noona agar ia tak dimarahi oleh manager atau bahkan sampai diketahui oleh pihak management. Lebih parah lagi, jika para fans tahu akan hal ini” sahutnya panjang lebar.

“Lalu?” sahut Kris pendek.

Sehun terlihat berpikir keras. “Hanya drom kita satu-satunya yang bisa kita gunakan untuk melindungi Taeyeon noona

“Kau gila?” teriak Kris tak percaya. “Bagaimana dengan manager hyung? Kita bahkan bisa mendapat masalah lebih parah lagi” tegas Kris.

Sehun hanya bisa menyengir saat ia mengungkapkan pendapatnya.

“Kita bahkan tak tahu jika Taeyeon noona pergi dengan siapa ke tempat ini” lanjut Kris kembali.

“Mungkin saja dengan semua member soshi. Bukankah saat pesta tadi belum berakhir, mereka langsung pergi bersama?” tanya Sehun seraya mengingatkan. “Hyung, kau seorang yang pelupa. Sama seperti Yixing hyung saja” ujar Sehun seraya menggelengkan kepala beberapa kali.

Kris menggertakkan giginya, kesal. “Jika pendapatmu seperti itu, dimana sekarang member soshi yang lainnya?” ia bertanya tak mau kalah.

Bahu Sehun terangkat. “Aku tak tahu” jawabnya terdengar acuh.

Kris memutar bola mata. “Kalau begitu, coba hubungi Tiffany noona atau Sunny noona” pintanya.

“Aku tak punya nomor ponsel mereka, hyung” ujar Sehun dengan malas.

Kris berdecak. “Aish, kau. Periksa handbag yang dibawa Taeyeon noona, dan cari ponsel miliknya” perintah Kris.

“Tak sopan jika aku melakukannya, hyung” seru Sehun. “Tapi baiklah, jangan salahkan aku jika ada sesuatu yang hilang dalam handbag ini” lanjut Sehun karena menerima tatapan tajam dari seorang Kris Wu. Tangannya dengan perlahan membuka dompet kecil yang Sehun bawa milik Taeyeon. Ia meneliti dan hanya mendapati lumayan tebal uang 10.000₩ dengan beberapa credit card serta sebuah benda tipis berwarna silver. Benda yang mereka cari, ponsel milik Taeyeon.

Sehun perlahan mengeluarkannya. Baru saja ia menekan touch screen, dalam hitungan detik ponsel Taeyeon mati begitu saja. “Low battery” sahut Sehun seraya memperlihatkan layar tipis benda itu yang baru saja mati pada Kris.

Kris mendesah. “Bagaimana ini?” tanya Kris frustasi. Tangannya sudah kaku karena sedari tadi ia menahan beban tubuh Taeyeon.

Baru saja Sehun akan menimpali ucapan Kris, ada beberapa orang yang lewat di dekat mereka. Kris terpaksa memeluk tubuh mungil Taeyeon untuk menghalangi wajah keduanya, meskipun dengan catatan Kris ingin memeluknya. Sehun juga ikut berbalik dan berpura-pura bersikap biasa.

Kris melingkarkan tangan di pinggang Taeyeon dengan kuat, tak ingin tubuh mungil gadis itu terkulai begitu saja dijalanan. Meskipun lengan Kris harus mengeluarkan tenaga dua kali lipat untuk menahannya.

Setelah beberapa orang tadi terlihat menjauh dari mereka, Sehun membalikkan tubuh menghadap Kris. Matanya membulat tak percaya dengan apa yang dilakukan Kris saat ini. “Hyung, apa yang kau lakukan?” protesnya saat mendapati Kris memeluk Taeyeon dengan protectif.

Kris menjauh dan ia kembali menahan Taeyeon dengan lengannya. “Aku melindungi wajah Taeyeon noona, babo” sungutnya membela diri.

“Aku tak bodoh, hyung. Katakan saja jika hyung ingin memeluk Taeyeon noona” goda Sehun.

Kris hanya bisa mengalah. “Baiklah. Aku akan membawa Taeyeon noona pergi ke drom kita sesuai keinginanmu. Kau bisa naik taxi dan ikuti kami dari belakang” ujar Kris dengan sebelah tangan membuka pintu mobil.

“Tidak mau hyung” bibirnya mengerucut seperti anak kecil. Sehun sangat senang saat mendengar Kris menyetujui idenya. Tapi ia tidak setuju dengan ujaran Kris baru saja.

“Mobilku hanya cukup untuk dua orang” sahut Kris seolah memberi tahu. Padahal sudah jelas mobil sport itu hanya bisa ditumpangi oleh dua orang saja.

“Kalau begitu, biarkan Taeyeon noona duduk dipangkuanku dan hyung menyetir” ide briliant itu kembali terpikir oleh benak seorang Oh Sehun.

“Tidak boleh. Kau yang menyetir saja” Kris terlihat menggeleng dengan cepat.

“SIM -ku masih ditahan manager, hyung” seru Sehun tak mau kalah.

Kris menatap Sehun dengan pandangan seperti ia adalah mangsa terempuk kali ini. Sehun sama sekali hanya bisa menyeringai disertai dengan alis yang bergerak keatas-bawah. Yang mana, malah membuat Kris mengalah pada pria yang paling muda diantara member boy group-nya itu.

Perlahan Kris mulai menjauh saat Sehun duduk dikursi samping kemudi seperti tadi saat mereka pergi ke tempat ini. Terlihat sekali dari raut wajah Kris yang tak menyukai ide konyol Sehun. Sehun memperlihatkan kedua telapak tangan seolah berujar pada Kris untuk memberikan tubuh Taeyeon yang masih tak sadarkan diri untuk duduk dipangkuannya.

Saat tubuh Taeyeon beralih pada pangkuan Sehun, gadis itu sedikit terusik dan terdengar mengigau. “Jangan bangunkan aku” ujarnya pelan sekali.

Kris dan Sehun saling berpandangan lalu kembali mengalihkan tatapan mata pada Taeyeon. Alis mereka terangkat sebelah tanpa berujar.

Sshut hyung, pelan-pelan saja” ujar Sehun memerintah pada Kris.

Kris terlihat menahan rasa cemburunya. Ia menutupi tubuh bagian atas Taeyeon dengan mantel putih milik gadis itu. “Jangan macam-macam, Oh Sehun” ucapnya memperingati.

“Kau seharusnya bersyukur padaku, hyung. Untung aku yang ikut denganmu, bukan Kim Jongin” seru Sehun memberitahu.

Kris mengangguk sekilas. Ia tak bisa membayangkan jika Jongin yang ikut bersamanya tadi.

“Aku akan mengawasimu, Oh Sehun” sekilas mata Kris berkilat-kilat. Taeyeon adalah sunbae yang ia kagumi juga. Wajar saja jika ia merasa cemburu dengan apa yang dilakukan Sehun saat ini.

Sehun menganggukkan kepala sesaat setelah Kris menutup pintu mobil. Ia berjalan mengitari depan mobil lalu membuka pintu kemudi mobilnya. Kris duduk seraya memperhatikan raut wajah Sehun yang terlihat sangat bahagia.

“Kau tak menggunakan seatbelt?” tanya Kris saat ia memasangkan sabuk pengaman untuk dirinya.

Sehun menganggukkan kepala. “Aku menggunakannya, hyung.”

“Hanya tubuhmu, saja? Lalu, bagaimana dengan Taeyeon noona?” tanya Kris lagi.

Sehun terdiam sebentar. “Ah, kau benar hyung. Harusnya tadi aku memakaikannya juga bersamaan dengan tubuh Taeyeon noona” ujarnya dengan polos seolah apa yang diucapkannya tak membuat Kris menahan gejolak amarah.

Kris dengan cepat menepis tangan Sehun saat pria itu bermaksud membuka seatbelt-nya. Pria dengan marga Oh tersebut menatap heran Kris. “Ada apa hyung?” ia bertanya tak mengerti.

“Seperti ini saja” sahutnya singkat lalu mulai menyalakan mobil.

“Taeyeon noona, bagaimana?” lagi Sehun bertanya.

“Kau bisa memegang lengan atau menahan tubuhnya agar ia tak tersungkur ke depan” jawab Kris terdengar dingin. Sehun hanya memutar bola mata saat Kris mulai melajukan mobilnya. “Hyung, pelan saja”

Mata Kris melirik sekilas. “Jangan terlalu dekat” ujar Kris pelan saat melihat punggung Taeyeon semakin menyandar di dada Sehun.

Sehun balas menatap sekilas Kris lalu kembali memegang lengan Taeyeon dari belakang seperti ‘back hug’. “Hyung, ini bukan keinginanku. Tubuh Taeyeon noona sendiri yang melakukannya” ia membela diri.

“Itu karena ia tak sadarkan diri” sela Kris.

Pria itu tak menghiraukan ucapan Kris. Hidungnya bisa mengendus dua bau sekaligus. Bau alkohol dan juga mencium bau parfume dengan aroma bunga jasmine campuran bunga melati dan juga bunga mawar yang membawa kesan feminim dan terlihat sexy.

“Wanginya masih sama” gumam Sehun  dan masih bisa terdengar oleh Kris yang mana membuat pria itu menoleh sekilas untuk melihat apa yang dilakukan Sehun. “Apa yang kau lakukan?” Kris bertanya.

“Aku tak sengaja mencium wangi parfume milik Taeyeon noona dan wanginya masih sama” jawab Sehun.

“Kau tahu aroma parfume apa yang dikenakan Taeyeon noona?” tanya Kris lagi.

“Ya, saat dance couple kami di SBS Gayo Daejun beberapa bulan yang lalu” jawabnya.

“Jangan lupakan Baekhyun yang selama seminggu tak berbicara denganmu. Apa yang akan dilakukan Baekhyun jika ia sampai tahu dengan apa yang dilakukan olehmu saat ini.” sela Kris mengingatkan.

Sehun mengedikkan bahu seolah tak peduli. Ia berpikir tentang ucapan Kris. Bagaimana jika Baekhyun bisa mengetahui apa yang tengah Sehun lakukan sekarang. Bisa-bisa seorang Byun Baekhyun tak ingin menjadi temannya lagi. Mengingat begitu sukanya Baekhyun pada Taeyeon. Tapi Sehun tak ingin dibilang egois, ia juga menyukai Taeyeon secara diam. Tak seperti Baekhyun.

Kris masih sibuk menyetir dan sesekali ia menatap Sehun dengan pandangan cemburu.

Hanya dua puluh menit waktu yang mereka tempuh untuk sampai di drom EXO. Tempat mereka tinggal dua tahun belakangan ini. Disebuah apartement mewah nan ekslusif.

Kris menepikan mobil di parkiran khusus yang selalu digunakan penghuni apartement lainnya. Kepala Sehun mendongak menatap gedung tinggi tersebut. “Bagaimana cara kita masuk ke dalam hyung? Ada banyak kamera CCTV didalam sana”

Kris tak menjawab dan ia malah keluar dari mobil. Ia membuka pintu dimana Sehun dan Taeyeon duduk disana. Tanpa berbasa-basi, tangan Kris dengan cekatan mengikat rambut panjang Taeyeon. Ia menjauhkan mantel putih milik Taeyeon dari tubuhnya.

Kris berjongkok dan memperlihatkan punggungnya pada Sehun. “Gendongkan ia di punggungku” pinta Kris.

“Biar aku saja, hyung” tolak Sehun meskipun ia tak mengerti dengan ujaran Kris kali ini.

Kris menoleh sekilas dan kembali membelakangi Sehun. “Kau sanggup membawa ia sampai ke dalam drom dengan menaiki tangga?”

Sehun berpikir keras. Ototnya memang terlihat lebih kuat dibandingkan Kris. Kris bahkan pernah ia kalahkan saat mereka melakukan syuting untuk EXO SHOWTIME dimana mereka beradu kekuatan lengan dan dimenangkan oleh Sehun. Meskipun Kris mengelak dengan menahan tangan Sehun agar ia tak kalah.

“Gendongkan ia sekarang juga” suara Kris kembali terdengar membuat Sehun kembali ke alam nyata. Dengan sangat terpaksa Sehun memindahkan tubuh mungil Taeyeon pada punggung Kris.

“Tunggu sebentar” sela Kris seraya membuka mantel hitam besar yang ia kenakan.

“Apa yang kau lakukan, hyung?” tanya Sehun penasaran.

“Gunakan itu untuk menutupi tubuh Taeyeon noona. Jangan sampai terlihat sedikitpun bagian tubuhnya. Lepaskan juga heels yang ia kenakan. Kau bisa memegangnya” suruh Kris seperti seorang boss yang memerintah pada bawahannya.

Sehun mengangguk mengerti dan setelah itu ia sedikit mengangkat tubuh mungil Taeyeon untuk berpindah pada punggung Kris. Sehun melakukan hal yang diperintahkan oleh Kris dengan baik. Ia sedikit ragu untuk membuka sepatu tinggi berwarna cream yang dikenakan oleh Taeyeon. Dan setelah itu Kris mulai beranjak dimana Taeyeon sudah berada di punggungnya.

“Mana mantel putih milik Taeyeon noona?” tanya Kris.

Sehun sedikit setengah hati memperlihatkan mantel tebal milik Taeyeon yang ia acungkan di depan Kris.

“Gunakan kedua mantel itu untuk menutupi tubuh Taeyeon noona” perintah Kris kembali.

“Mengapa tidak hyung saja yang melakukannya?” protes Sehun antara kesal dan cemburu.

“Kalau aku bisa melakukannya, aku tak mungkin meminta bantuanmu” sela Kris.

Sehun terdiam sebentar.

“Jangan salahkan aku. Ini adalah ide bodohmu, Oh Sehun”

Sehun memutar bola mata. “Baiklah hyung, aku akan menuruti semua apa yang kau katakan” ia mengalah. Dengan cekatan tangan Sehun bekerja menutupi tubuh Taeyeon yang berada di punggung Kris. Dua mantel itu sudah tersampir sempurna dipunggung Taeyeon. Dan sekarang, tubuh Taeyeon tak terlihat karena ditutupi oleh kedua mantel tadi. Terlihat sekali Sehun sangat tidak ingin melakukannya. Tapi mau bagaimana lagi, ini adalah idenya juga.

Kris menatap sekilas Sehun yang mana dibalas senyuman oleh Sehun. Pria itu menggelengkan kepala beberapa kali. Sifat Sehun yang kekanakan mulai terlihat kembali. “Jangan lupakan heels itu, jangan sampai terlihat oleh kamera pengintai didalam sana” kembali Kris mengingatkan.

Sehun mengangguk mengerti seraya menutupi sepatu tinggi milik Taeyeon dibalik mantel yang ia kenakan. Sesaat setelah itu, mereka mulai melangkah kearah belakang gedung apartement dimana tangga yang bisa mengatarkan mereka pergi ke drom berada disana.

Bukan lagi Kris Wu yang cemburu untuk kali ini. Melainkan Oh Sehun yang hanya bisa mengerucutkan bibirnya dibelakang Kris yang menggendong tubuh Taeyeon. Ini baru tangga pertama, tapi Kris terlihat tak lelah sama sekali. Sehun mengekorinya dibelakang. Sesekali ia memperbaiki letak mantel yang hampir melorot ditubuh Taeyeon.

Sudah hampir dilantai sebelas. Tinggal satu lantai lagi maka mereka akan tiba di drom mereka. “Hyung, kau tak lelah?” tanya Sehun seraya menumpu tubuh dengan tangan bersandar pada lututnya.

Kris menghentikan langkahnya. Ia berbalik dan hanya menggeleng sebagai jawaban yang ia berikan. Pria itu tak berbohong. Ia malah senang bukan main. Dan setelah itu ia kembali melangkah.

Sehun menganga tak percaya. Ia kembali mengikuti langkah Kris yang kini sudah terhenti dimana sebuah pintu dengan tulisan angka 12 sudah terpampang disana. Pintu penghubung yang bisa digunakan mereka untuk sampai di drom.

Tangan Sehun menarik kenop pintu. Setelah terbuka, mereka masuk dan kembali melangkah. Tinggal berbelok dan disana letak tempat tinggal mereka.

Sehun menekan beberapa digit angka dimana itu adalah password yang bisa membuka pintu apartement mereka. Ia sudah terlalu hafal.

Suara pintu yang terbuka tersebut menjadi pusat perhatian Baekhyun, Lay, Jongin, Luhan dan Chanyeol yang duduk di ruang tengah seraya menonton sebuah movie. Mungkin saja manager yang datang karena biasanya ia selalu membawa makanan yang banyak. Tapi tebakan mereka salah.

Mata mereka kompak melebar saat melihat Kris diikuti Sehun masuk ke dalam. Dan yang menjadi pusat mata mereka adalah dimana Kris membawa seseorang dipunggungnya.

Hyung, siapa itu?” tanya Chanyeol terlihat heboh. Dengan cekatan mereka menghampiri Kris.

Kris dan Sehun tak ada yang menjawab. Kris malah mendekat ke arah kursi dan perlahan ia membaringkan tubuh mungil Taeyeon. Sontak saja, saat mantel yang menutupi punggung Taeyeon mulai melorot ditubuhnya, baik Baekhyun, Luhan, Chanyeol, Lay, juga Jongin mulutnya menganga sempurna.

Astaga, hyung. Taeyeon noona…” pekik Baekhyun keras antara terkejut juga kegirangan.

“Pelankan suaramu, Bacon” titah Kris dengan pandangan tajam.

Kyungsoo dan Jongdae yang berada di dapur mendekat karena mendengar teriakan Baekhyun. Suho, Xiumin, dan Tao yang berada di kamar menyusul datang dan yang mereka lakukan hanya menganga.

Astaga, Taeyeon noona” pekik Tao tak kalah keras dari Baekhyun.

“Apa yang terjadi?” tanya Suho penasaran seraya menatap bergantian Kris, Sehun serta Taeyeon yang tak berdaya.

Kris merenggangkan tangan karena terlalu pegal. Ia malah tak menjawab dan duduk disamping kursi dimana Taeyeon berbaring disana, Sehun ikut duduk disampingnya. Sedangkan ke sepuluh pria tampan selain Kris dan Sehun masih menunggu jawaban pertanyaan Suho baru saja.

Suho, Luhan, Xiumin, Baekhyun, Lay, Chanyeol, Kyungsoo, Jongin, Jongdae, dan Tao duduk di kursi panjang yang berlawanan arah dengan mereka. Tatapan mereka masih terfokus pada Taeyeon yang kini bahkan tak berkutik sama sekali. Tertidur lelap meskipun tadi terdengar teriakan Baekhyun serta Tao.

“Aku bisa mencium bau alkohol disini” suara Jongin terdengar untuk yang pertama kali setelah mereka duduk dengan rapi disana.

Sehun menatap Jongin yang mana ia mendapat sepuluh pasang mata menatap ke arahnya. “Bukan aku hyung. Itu Taeyeon noona” bantahnya.

Mwo?” pekik mereka bersamaan.

 “Aku sama sekali tak tahu apa yang terjadi dengan Taeyeon noona sampai ia mabuk seperti ini. Kris hyung juga sama. Kami tak tahu apa-apa” tambah Sehun.

“Kalian pergi bersama? Maksudku, kau, Kris hyung juga Taeyeon noona” tanya Baekhyun dengan menunjuk jari tangan pada orang yang ia sebutkan.

“Tidak” jawab Sehun cepat seraya menggeleng.

“Kalau begitu, bisakah kalian menjelaskan apa yang terjadi?” tanya pria yang paling tua diantara mereka, Xiumin.

Baekhyun, Chanyeol, Suho, Tao, Luhan, Lay, Kyungsoo, Jongin, dan Jongdae mengangguk setuju. Mereka ingin mendengar alasan mengapa Taeyeon bisa mabuk seperti ini. Dan yang paling ingin mereka tahu selain itu adalah tentang mengapa mereka bisa membawa Taeyeon ke tempat ini.

Kris beranjak. Ia melangkah dan ikut duduk disamping Chanyeol tanpa menjawab pertanyaan Xiumin. “Tanyakan itu pada uri maknae nappeun” tunjuk Kris pada Sehun.

Ya, duizhang-ge, bukankah kau juga tadi setuju jika kita membawa Taeyeon noona pergi ke drom ini?” tanya Sehun setengah berteriak seraya beranjak.

Tapi suara teriakan Sehun telah sukses membuat Taeyeon mengerang pelan. Ia sedikit terusik. Membuat kedua belas tatapan mata mereka teralihkan pada gadis itu. Taeyeon masih berbaring dengan mata terpejam. Mungkin saja suara erangan yang ia keluarkan akibat mendengar teriakan Sehun. Tubuhnya berbalik hendak menyamping dan sontak saja dress pastel dengan renda di ujungnya yang ia kenakan sedikit terangkat.

Kedua belas pria itu menelan ludah, mereka sama-sama memalingkan wajah dan pipi mereka terlihat bersemu merah, kecuali Kim Jongin.

Ya, Sehunie. Tutupi bagian bawah tubuh Taeyeon noona” teriak Kyungsoo pada Sehun karena pria itu hanya berjarak beberapa senti meter disamping tubuh Taeyeon.

“Jangan. Biarkan seperti itu saja” sergah Jongin cepat, yang mana ia langsung mendapat pukulan lengan dari Luhan, jitakan kepala dari Xiumin, cubitan tangan dari Suho dan tatapan tajam mereka semua.

Jongin meringis kesakitan di lengan, kepala dan tangan secara bersamaan. “Aissh, aku hanya bercanda” dengusnya setengah kesal.

Kembali mereka mengalihkan pandangan mata dari Jongin pada Sehun yang kini tengah menutup bagian paha Taeyeon yang lumayan terekspos dengan mantel putih miliknya.

Ya, tutupi bagian atas tubuhnya juga. Bisa saja Taeyeon noona kedinginan” suruh Luhan seraya menunjuk mantel hitam milik Kris karena melihat dress pastel itu tanpa lengan. Langsung saja Sehun melakukan apa yang diperintahkan Luhan baru saja.

Sehun beralih duduk disamping mereka. Tepatnya disamping Kyungsoo.

“Apa ini mimpi?” tanya Baekhyun yang masih memfokuskan diri menatap Taeyeon di depannya. Sontak saja, Tao yang duduk disampingnya mencubit lengan Baekhyun. “Aaa, panda” ringisnya seraya memukul balik lengan Tao.

“Apa itu mimpi?” Tao bertanya sarkatis pada Baekhyun dan dibalas putaran bola mata oleh Baekhyun.

“Bukankah tadi sore ia masih baik-baik saja?” suara Luhan kini yang terdengar.

Hening. Tak ada yang menjawab pertanyaan Luhan.

“Siapa yang harus bertanggung jawab dengan ini semua?” tanya Suho kebingungan.

“Aku bisa menjelaskan” suara Kris terdengar membuat pusat perhatian mereka teralihkan pada pria itu. Ia sangat yakin jika semua temannya menatap ke arahnya hanya satu detik karena detik berikutnya, tatapan mereka kembali terarahkan pada Taeyeon. Kecuali Oh Sehun yang hanya tersenyum terhalangi oleh Chanyeol saja.

Kris terlihat menghela nafas sekilas. Ia menatap beberapa detik pada Sehun yang hanya menganggukkan kepala. Ide konyol ini semuanya diciptakan oleh seorang Sehun. Tapi ia harus menjelaskan apa yang terjadi. Kris melakukan itu karena ia yakin, pasti Sehun akan mengatakan jika mereka pergi ke club karena ajakannya.

“Bisakah kalian tak terlalu fokus menatap Taeyeon noona?” tanya Kris frustasi.

Secara kompak, mereka kembali mengalihkan tatapan mata pada Kris. “Ceritakan apa yang terjadi, hyung” pinta Jongdae.

“Kami akan mendengarkanmu, meskipun tatapan mata kami pasti akan kembali terfokus pada Taeyeon noona” ucap Chanyeol dengan senyuman lebar.

Baekhyun mengangguk semangat. Ia terlalu senang meskipun dirinya sama sekali tak tahu apa yang terjadi sebenarnya.

Kris mengacak rambutnya dengan asal sebelum berujar. “Kami pergi ke club dan baru saja kami masuk kesana, Sehun mendapati Taeyeon noona tak sadarkan diri di meja pengunjung seorang diri” jelas Kris pendek.

“Ia sendirian, hyung?” tanya Baekhyun dengan mimik wajah khawatir.

“Kalian pergi ke club?” tanya Xiumin memotong tanpa memperdulikan pertanyaan Baekhyun.

Kris mengangguk sekilas. Sehun menyela dengan cepat “Kami menggunakan kartu keanggotaan club milik Jongin hyung” ucapnya seraya melirik Jongin.

Merasa namanya disebut-sebut, Jongin mengalihkan pandangan mata pada Sehun.

“Kau punya?” pertanyaan Suho membuat Jongin membatalkan niatnya untuk berujar.

Jongin menatap Suho seraya menggeleng. “Ani. Itu milik noona-ku” jawab Jongin singkat.

Setelah Jongin menjawab, Kris kembali berujar. “Kami tak mungkin membiarkan Taeyeon noona sendirian disana”

“Mengapa hyung tak mencoba menghubungi Tiffany noona, Sunny noona atau mungkin member soshi yang lainnya saja?” sela Lay.

“Dan mengapa hyung malah membawa pergi Taeyeon noona ke drom kita?” tambah Kyungsoo.

“Aku belum selesai berbicara Yixingie, Dyodoleu” ucap Kris sedikit geram seraya menatap bergantian Lay dan juga Kyungsoo.

Lay hanya bisa menyengir dan Kyungsoo menatap Kris dengan pandangan meminta maaf.

“Setelah kami berada diluar, aku sudah berinisiatif untuk mengantarkan Taeyeon noona pergi ke dromnya. Namun Sehun menolak. Untuk urusan itu, silakan kalian sendiri tanyakan pada uri maknae” ujar Kris dengan lirikan mata tajam pada Sehun.

Sehun yang terlihat tenang tiba-tiba saja berubah menjadi cemas saat mendapati kesebelas hyungnya termasuk Kris mengalihkan tatapan mata pada dirinya. “Mengapa harus aku?” tanya Sehun dengan polos.

“Itu karena semua ide konyol ini keluar dari otakmu, babo” jawab Kris merasa bosan.

Hyung, kau juga menyetujuinya” ucap Sehun tak mau kalah. Sehun tak ingin jika ia disalahkan seorang diri atas semua apa yang terjadi. “Bahkan hyung tadi memeluk dan juga menggendong Taeyeon noona” ujar Sehun mengingat kejadian tadi.

Mwo?” teriak Baekhyun, Chanyeol, Jongin, Luhan, Suho, Kyungsoo, Jongdae, Lay, Tao dan Xiumin secara bersamaan saat mendengar ujaran Sehun.

Seolah tak memperdulikan teriakan mereka, Kris beranjak menatap Sehun, kesal. Sehun yang merasa terintimidasi ikut beranjak dan membalas tatapan mata Kris.

“Lalu bagaimana denganmu? Kau bahkan membiarkan Taeyeon noona duduk di pangkuanmu tadi selama perjalanan” balas Kris kali ini.

Mwo?” pekik ke sepuluh pria itu secara bersamaan kembali.

“Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk menaiki taxi? Tapi kau malah menginginkan tubuh Taeyeon noona bersandar padamu” tambah Kris sinis.

Chanyeol ikut beranjak karena ia duduk diantara mereka. “Ya, hentikan. Jangan bersikap kekanakan disaat seperti ini” selanya menengahi.

“Kris hyung yang memulai” ucap Sehun dan kembali duduk di kursi.

Kris ikut duduk. Ia bersedekap, kesal. Begitupun dengan Sehun yang memalingkan wajah. Tak ingin melihat Kris.

Hyung, benarkah apa yang dikatakan Sehun tadi? Kris hyung memeluk Taeyeon noona?” tanya Baekhyun memastikan. Terlihat sekali jika ia paling terkejut diantara mereka, meskipun yang lainnya juga ikut terkejut.

Tak ada jawaban dari Kris. Ia terlalu kesal pada Sehun karena pria itu malah mengungkit kejadian yang menurutnya benar. Menutup wajah mereka dengan memeluk tubuh Taeyeon agar sampai tak diketahui oleh publik.

“Hatimu terluka, Baekhyun-ya? Jangan menyalahkan Kris hyung saja, Taeyeon noona bahkan duduk dipangkuan Sehun” ucap Jongin menyeringai lebar dan memanasi situasi saat ini. Sontak saja, ia kembali mendapat dua pukulan sekaligus. Dari Luhan dan juga Suho.

Hyung, kalian seperti tak tahu sikap Kkamjong saja” ujar Kyungsoo pada Luhan dan Suho seraya menggelengkan kepala.

Chanyeol melirik sekilas Baekhyun yang terlihat terluka. “Mungkin akan saatnya nanti terjadi padamu, Byun. Taeyeon noona bahkan pernah mengelus rambutmu” hiburnya.

“Jangan lupakan juga selama beberapa hari hyung tak mencuci rambutmu” tambah Jongin yang sekarang dibalas tatapan tajam Baekhyun dan menghiraukan ucapan Chanyeol.

“Jika sudah menyangkut tentang Taeyeon noona, kalian mulai lagi” ujar Lay dan Tao mengangguk menyetujui.

Hyung, maafkan  aku” sela Sehun yang membuat Baekhyun menatapnya. “Aku akan menganggap apa yang kudengar tadi tak pernah terjadi” balasnya disertai sebuah senyuman yang membuat Sehun lega. Hening.

“Aku akan menghubungi Tiffany noona” ucap Suho ditengah keheningan yang melanda mereka. Mungkin saja dengan hal itu, hal yang terjadi saat ini bisa terselesaikan.

Sehun cepat beranjak kala ia melihat Suho mengeluarkan ponselnya. “Jangan hyung” tolak Sehun langsung merebut ponsel milik Suho.

Ya, apa yang kau lakukan?” bentak Suho keras.

“Ada banyak resiko jika Tiffany noona menjemput Taeyeon noona saat ini. Kalian bisa lihat sendiri, Taeyeon noona bahkan tak sadarkan diri. Tunggu sampai Taeyeon noona tersadar dan kita akan tahu apa yang harus kita lakukan selanjutnya” ucap Sehun.

“Aku setuju denganmu, Sehunie” ujar Baekhyun yang mendengar ujaran Sehun yang terdengar bijak. Chanyeol mengangguk cepat. “Kau benar, hunie” ia  menambahkan.

“Begitupun denganku” Luhan mengangkat sebelah tangannya.

“Aku juga” ucap Kyungsoo dan Jongdae secara bersamaan.

“Aku juga, hyung. Kasian Taeyeon noona jika ia bisa sampai di marahi oleh managernya” ujar yang lainnya, Lay.

Majayo, Yixing-ge. Aku juga berpikiran seperti itu” sahut Tao.

Kris, Xiumin, Jongin juga berpikiran sama. “Biarkan saja ia tertidur, dan jangan ada yang berani membangunkannya. Kita bisa memandangi wajah cantik Kim Taeyeon noona saat ia tertidur” ucap Jongin seraya melirik Baekhyun. “Hyung juga berpikiran sama denganku’kan tentang hal ini?” tanyanya.

Baekhyun menatap Jongin sekilas tanpa menjawab pertanyaannya. Dalam hati ia sangat menyetujui ucapan Jongin kali ini. Tanpa tahu bahwa sepuluh pria lainnya juga menyetujui ujaran Jongin tanpa terlihat jelas.

“Lalu jika ia tersadar dan mendapati ia berada disini, siapa yang akan bertanggung jawab?” tanya Suho mengingat kemungkinan bisa saja Taeyeon terbangun.

Kris dan Sehun mengangkat tangannya. Bagaimanapun, secara tak langsung mereka berdualah yang terlibat dengan membawa Taeyeon ke tempat ini.

“Baiklah, baiklah. Jadi, sekarang apa yang harus kita lakukan? Sudah hampir jam sebelas malam” ujar Suho seraya menatap jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan.

“Aku hanya berharap jika Taeyeon noona tersadar saat ini juga” harap Baekhyun.

Hanya satu detik harapan Baekhyun yang baru saja terlontar, sekarang telah terkabul. Taeyeon menggerakkan tubuh dengan suara lenguhan. Ia tersadar dengan setengah mata terpejam seraya tangannya menyentuh pelipis yang terasa pening.

Sontak saja, kedua belas pria tampan itu mengalihkan pandangannya pada Taeyeon.

Matanya belum terbuka sempurna sampai ia bangkit dan merubah posisi berbaringnya dengan duduk di kursi. Kedua mantel yang menutupi tubuhnya terjatuh begitu saja. Ia menjilati bibir dengan lidahnya karena merasa kehausan. Saat matanya terbuka, Taeyeon menatap ke atas dan mendapati langit-langit sebuah bangunan berwarna putih.

Yang Taeyeon bisa rasakan, ia sangat asing dengan tempat ini. Ia memperbaiki letak duduknya, pandangan matanya beralih menatap lurus kedepan dan terhenti saat itu juga. Taeyeon yakin, hanya satu detik dan detik berikutnya yang ia lakukan adalah melebarkan mata indahnya. “Kyaaaa” ia berteriak histeris dengan mulut menganga lebar.

Noona” kompak suara-suara berat dua belas pria berbaur menjadi satu yang terdengar bersamaan.

Taeyeon terperangah. Ia terkejut, kaget, menggelengkan kepala saat tatapan matanya menatap satu persatu pria tampan yang amat sangat dikenalinya. Ia mengerjapkan mata berulang kali. Menormalkan matanya yang mungkin saja disaat seperti mengejutkan ini adalah sebuah mimpi.

Noona tenanglah” suara Baekhyun yang ia dengar pertama kali membuatnya yakin bahwa ini bukanlah sebuah mimpi.

“Kris, Chanyeol, Sehun, Kyungsoo, Yixing, Luhan, Jongin, Junmyun, Jongdae, Minseok, Baekhyun, Zi Tao…” ucap Taeyeon menyebutkan nama dari ujung kiri sampai kanan posisi duduk mereka dengan telunjuk tangan.

“Iya noona, ini kami” ujar Luhan dengan suara meyakinkan.

Taeyeon kembali menyentuh pelipisnya. “Oh Tuhan, ini hanya mimpi.. hanya mimpi” ujarnya setengah berbisik namun masih bisa didengar.

Noona tenanglah. Ini bukanlah mimpi” ujar Kris dengan suara beratnya yang membuat Taeyeon menoleh ke arah pria tinggi tersebut. Sekali lagi mata Taeyeon mengerjap berulang. Ia kembali menatap satu persatu kedua belas pria tampan itu. Seolah jika pria-pria itu adalah nyata, bukan sebuah bayangan.

“Bahkan disituasi seperti ini, ia masih terlihat sangat cantik” bisik Jongin seraya beranjak pergi ke arah dapur. Ia kembali dengan membawa segelas air putih dan menimpannya di meja depan Taeyeon.

“Minumlah noona” tawar Jongin setelah ia duduk disamping Luhan serta Suho. Sesaat setelah Jongin duduk di kursinya, Taeyeon meraih gelas tadi dan langsung meneguknya.

Hampir setengah gelas air mineral Taeyeon habiskan. Ia berusaha membiasakan diri dengan keadaaan saat ini. Menarik nafas dengan pelan lalu membuangnya. Setelah merasa baikkan dan kesadarannya hampir pulih, matanya kembali memperhatikan kedua  belas sosok pria yang masih memandanginya. “Ada apa ini?” ia bertanya singkat.

Hening, tak ada yang berani untuk bersuara untuk menjawab. Taeyeon terlihat memutar bola mata. Ia melepas ikatan rambutnya. Keningnya mengerut, ia masih bisa mengingat saat tadi pergi rambutnya tak diikat seperti ini. “Choi Sooyoung, akan ku bunuh kau…” gumamnya setelah rambutnya kembali tergerai dan ia mengingat apa yang terjadi dengan dirinya. Mabuk seorang diri dan Tiffany serta Sunny yang terakhir menemaninya malah pergi meninggalkannya.

“Ada apa dengan Sooyoung noona?” tanya Suho untuk yang pertama kali.

Taeyeon menatap Suho sekilas tanpa menjawab pertanyaannya. Ia seperti membalas karena tadi tak ada yang menjawab saat ia tadi bertanya. “Silahkan kalian menertawaiku dengan keadaanku saat ini” ucap Taeyeon seraya beranjak dan meneliti tubuhnya yang terlihat amat sangat berantakan. Pakaiannya masih sama, wajahnya tetap cantik tapi terlihat tampak kusut seperti orang yang baru terbangun dari tidur.

Noona, kau mau pergi?” tanya Baekhyun cemas.

Masih, Taeyeon tak menjawab pertanyaan Baekhyun. Ia kembali duduk dan membawa mantel putih miliknya. Ia menyampirkan dikedua bahu tanpa memasukkan lengannya. Matanya menatap tajam kedua belas pria yang dibalas senyuman kaku bergantian pria-pria itu. “Ada yang bisa menjelaskan mengapa aku bisa berada di drom kalian?”

Kris dan Sehun mengangkat sebelah tangan dengan ragu, seperti anak TK yang akan diberikan hukuman oleh guru karena telah berbuat kesalahan. Kepala mereka menunduk tak membalas tatapan Taeyeon saat ini yang mengarah pada mereka.

“Jadi, kita bisa memulai dari mana Tuan Wu dan juga Tuan Oh?” tanya Taeyeon sarkatis. Terlihat sekali jika Taeyeon menuntut penjelasan mereka berdua.

Kris menghela nafas. Ia memberanikan diri menatap Taeyeon sekilas lalu beralih pada Sehun yang menatapnya. Kris bisa merasakan jika Sehun menatap dirinya dengan pandangan berharap jika ia harus menjelaskan semuanya tanpa bantuan Sehun. Ia memejamkan mata, lalu kembali beralih menatap Taeyeon dan ia siap menjelaskan semuanya.

Panjang lebar, Kris menjelaskan apa yang terjadi dan sesekali Sehun ikut menambahkan. Taeyeon mendengarkannya dengan serius. Begitupun sepuluh pria disisi mereka yang belum sempat mendengarkan penjelasan Kris maupun Sehun mengapa mereka bisa membawa Taeyeon pergi ke drom ini karena terpotong saat Sehun mengungkit masalah pelukan Kris serta pangkuan tubuh Taeyeon pada Sehun.

Mata Taeyeon membulat lucu kala ia mendengar ujaran Kris saat Sehun membiarkan dirinya bersandar pada tubuh Sehun saat perjalanan kemari. Taeyeon bisa memaklumi tentang Kris mengapa bisa pria itu memeluknya, tapi ia sangat terkejut begitu tahu jika tubuhnya bersandar pada tubuh Sehun. Ia melotot pada Sehun yang langsung dibalas dengan cengiran tak berdosa pria itu.

Noona?” panggil Sehun setelah Kris selesai menjelaskan semuanya.

Hmm” sahut Taeyeon dengan dehaman.

“Kau tak marah pada kami?” tanya Sehun sedikit ketakutan.

Taeyeon menggeleng sebagai jawaban. “Aku bisa mengerti dengan apa yang kalian lakukan, terima kasih” ucapnya dengan tulus.

Noona..” kali ini Luhan yang memanggil.

“Ada apa lagi?” tanya Taeyeon seraya merogoh hand bag hitam untuk mencari ponsel miliknya.

“Mungkin tinggal beberapa menit lagi tanggal sembilan akan berlalu” ujar Luhan sedikit tak yakin.

“Maksudmu?” Taeyeon bertanya balik dengan kening mengerut. Semua tatapan mata memfokuskan menatap Luhan dengan pandangan tak mengerti.

“Tak ada kue tart, tak ada kado spesial karena tadi kami sudah memberikannya pada noona” ujar Luhan kembali seraya menyikut lengan Jongin. Jongin yang merasa mengerti ucapan Luhan mengangguk cepat. Ia mengingat saat perjalanan pulang setelah menghadiri acara ulang tahun Taeyeon tadi, mereka berdua sangat berharap jika bisa merayakan ulang tahun Taeyeon hanya bersama mereka saja. Mungkin ini adalah waktu yang tepat.

“Meskipun tadi sore kita sudah merayakannya, tapi izinkan kami untuk merayakannya kembali bersama noona” ujar Jongin.

Baekhyun mengangguk cepat dan mengerti arah ucapan Jongin tentang hari ini. Ulang tahun Taeyeon. Ia tidak berfikiran sejauh itu. Dan karena perkataan Luhan dan Jongin barusan membuat ia juga bisa berharap bisa merayakan ulang tahun Taeyeon kembali. Begitupun dengan sembilan pria lainnya. Meskipun dengan catatan, ia bahkan merayakan dua kali ulang tahun Taeyeon saat sore tadi bersama keluarga SMTOWN, dan jangan lupakan saat di sela-sela interview comeback stage Girls` Generation dimana ia tadi menjadi MC dan memberikan kue tart dengan ukuran sedang. Jika ada yang bertanya tentang perasaannya, ia amat sangat bahagia ketika gadis itu meniup lilin di kue tart yang ia bawa tepat dihadapannya.

Sehun beranjak setelah ia menyetujui ide itu. “Tunggu sebentar noona, ada yang ingin aku berikan lagi untuk noona” Sehun yang pertama kali berlari dan langsung diikuti sebelas pria tampan lainnya karena mereka memiliki sesuatu yang harusnya mereka berikan tadi.

Taeyeon mengerutkan kening kala ia melihat dua belas pria tampan berlarian ke kamar masing-masing seperti anak kecil yang tengah mengikuti lomba lari. Ia menahan tawa dengan keributan kecil yang terjadi. Lay bahkan harus bertabrakan tubuh dengan Chanyeol yang memiliki sedikit lebih tinggi darinya.

Hanya beberapa detik, mata Taeyeon kembali disuguhkan dengan wajah-wajah tampan kedua belas pria tampan. Matanya sekilas menatap sebuah benda yang terlihat sama. Hampir semua membawa bunga dan menyembunyikannya di belakang tubuh. Sehun yang akan kembali menuju kursi melihat Baekhyun membawa sesuatu yang sama dengannya. “Hyung, kau dapat dari mana itu?” ia bertanya pada Baekhyun.

“Ini bunga milikku” jawab Baekhyun meninggalkan Sehun dengan kening mengerut. Sebuah barisan mereka ciptakan dengan jajaran yang amat sangat rapi. Sehun melangkah mendekat seraya memberikan setangkai bunga mawar putih yang sedikit layu. Ia pergi paling awal dan kembali paling terakhir.

“Untukmu, noona. Sebenarnya saat sore tadi aku ingin memberikan ini untuk noona, tapi melihat banyak orang disana aku tak mungkin memberinya langsung pada noona. Dan berniat setelah acara itu berakhir, aku akan memberikan ini pada noona. Tapi terlambat karena noona pergi bersama semua teman noona, tadi. Maaf sedikit layu karena aku menyembunyikan itu dalam saku mantel” ia menyengir seraya menggaruk tengkuk. Taeyeon menerima dengan senyuman manisnya.

“Sehunie, bagaimana kau bisa berpikiran sama denganku?” tanya Luhan setelah mendengar ujaran Sehun dan kembali pada barisan mereka. “Denganku juga” tunjuk Chanyeol seraya memperlihatkan bunga mawar merah yang tadi ia sembunyikan dibelakang tubuh.

“Aku juga” Kyungsoo melakukan hal yang sama seperti Chanyeol. Dan saat itu, semua pria-pria tampan tersebut memperlihatkan satu jenis bunga namun berbeda warna. “Begitupun denganku” sampai yang terakhir Kris berujar.

Hahaha” Taeyeon tertawa nyaring. “Kalian sama-sama memiliki telepati” ia beranjak melangkah mendekat pada kedua belas pria yang berjajar dengan rapi di depannya. Tangan mungilnya mengambil satu persatu bunga mawar yang berbeda warna mulai dari Kris yang membawa bunga mawar putih, mawar merah dari Chanyeol. Ia melewati Sehun karena Taeyeon sudah menerima bunga dari Sehun tadi, dilanjut pada bunga mawar pink dari Kyungsoo, mawar merah dari Lay, mawar putih dari Luhan, mawar pink dari Jongin, mawar pink dari Suho, mawar merah dari Jongdae, mawar pink dari Xiumin, mawar putih dari Baekhyun dan terakhir ia mengambil bunga mawar merah dari Tao.

Taeyeon kembali melangkah dan ia berdiri di tengah-tengah mereka, tepat diantara Jongin dan Luhan. “Meskipun tak ada yang memberiku bunga yang kusukai, tapi terimakasih saengdeul” matanya beralih menatap satu-persatu pria tampan itu. Ia kembali duduk dan menatap mereka dengan pandangan bahagia.

Saengil chukahamnida, Taeyeon noona” serempak mereka mengucapkan kalimat tersebut. Taeyeon mengangguk sebagai respon yang ia berikan.

“Tetaplah menjadi seseorang yang begitu berharga untuk kami” ucap Kris.

Noona selalu ada disaat kami membutuhkan” ucap Chanyeol.

“Terimakasih telah menjaga kami dengan baik. Meskipun diluar sana masih banyak sosok sunbae yang menjaga kami juga, tapi entah mengapa bentuk perhatian yang selalu noona berikan begitu tulus di mata kami” ucap Sehun.

“Tolong jaga kesehatan noona, jangan terlalu banyak memakan makanan instan. Noona terlihat sedikit kurusan saat ini” ucap Kyungsoo.

“Kurangi kebiasaan tidur terlalu malam, noona” ucap Lay.

“Luangkan waktu noona bersama kami kembali, ya aku tahu noona saat ini sangatlah sibuk” ucap Luhan.

“Ayo kita pertemukan Jjanggu dan Ginger, noona” ucap Jongin.

“Tetaplah menjadi panutan sosok leader untukku, noona” ucap Suho.

“Tetap ajari kami untuk menjaga suara tinggi agar tetap stabil” ucap Jongdae.

“Hilangkan sikap dorkymu, noona” ucap Xiumin.

Noona terlalu berharga untukku, untuk kami semua” ucap Baekhyun.

“Traktir kami kembali, noona” ucap Tao yang paling terakhir.

“Kami mencintaimu, noona” teriak mereka bersamaan yang membuat Taeyeon terharu. Matanya terlihat berkaca-kaca. “Aku juga mencintai kalian, saengdeul” ia menghirup bunga mawar tersebut meskipun sudah hampir layu.

“Karena noona berulang tahun hari ini, apa yang noona inginkan?” pinta Baekhyun.

Taeyeon menatap Baekhyun dan terlihat berpikir. “Tak ada yang aku inginkan. Tapi, ada sesuatu yang ingin kudengar, kulihat bahkan aku sampaikan” jawab Taeyeon yang membuat semua orang disana penasaran.

“Apa itu?” tanya Jongdae kali ini.

Alis Taeyeon terangkat lalu menatap satu persatu pria didepannya. Pandangan matanya terhenti pada pria yang duduk di kursi paling ujung. “Kris Wu” gadis itu memanggil pria tinggi yang membuat mereka mengalihkan pandangan mata.

Yes noona” sahut Kris sedikit gugup.

“Bisakah kau bernyanyi Gee dengan menggunakan gaya rap khas milikmu? Aku ingin melihatnya kembali” pinta Taeyeon dengan tatapan manisnya.

Kris dan sebelas pria lainnya terperangah saat Taeyeon mengeluarkan aegyo andalannya. Tentu ia tak bisa menolak pesona gadis itu begitu saja. “Aku akan melakukannya untuk noona. Tapi, bagaimana noona bisa tahu bahwa aku pernah menyanyikan lagu grupmu dengan gaya rap?”

“Aku selalu melihat acara reality show kalian, saengdeul. Kalian tahu, hampir seharian setelah aku menonton episode itu aku tak bisa bernafas. Kalian terlalu manis” ujar Taeyeon dengan pandangan berbinar-binar.

Ah, terima kasih noona” ujar Suho mewakili semuanya dan ia terlihat tersipu malu.

“Aku menyukai gaya kalian. Ya, Jonginie. Kau tak bisa menyanyikan lagu milik sunbaemu sendiri? Kau juga Kyungsoo-ya, apa maksud dengan kau mengatakan babo sebelum kau bernyanyi Gee waktu itu?” tanya Taeyeon pada Jongin dan Kyungsoo seperti menginterogasi.

Kyungsoo menggaruk tengkuknya sekilas tanpa menjawab pertanyaan gadis itu.

Dyodoleu tak bisa bernyanyi lagu milik grup wanita, noona” ucap Xiumin yang membuat Kyungsoo menoleh ke arahnya. “Ya, hyung” ia berteriak pada Xiumin. Dan dibalas oleh Xiumin dengan menjulurkan lidah.

Taeyeon tersenyum sekilas dan kembali memperhatikan dua pria secara bergantian. “Byun Baekhyun dan kau, Kim Jongdae..” Taeyeon memanggil Baekhyun dan Jongdae bersamaan membuat kedua pria itu saling bertatapan dan kembali menatap gadis yang memanggil nama mereka.

“Kalian tadi memberikan kado untukku?” tanya Taeyeon yang langsung dibalas anggukkan kepala mereka berdua tanpa tahu maksud ucapan gadis itu.

“Aku belum sempat membuka kado-kado tadi, tapi aku ingin bertanya sesuatu pada kalian” ujar Taeyeon. Baekhyun mengerutkan kening, begitupun dengan Jongdae.

“Kalian tak memberikan kado sepasang outfit secara terpisah, seperti apa yang kalian berikan kado ulang tahun Chanie beberapa bulan lalu?” tanya Taeyeon, curiga. Kedua orang itu memang selalu bersama.

Baekhyun menggeleng spontan disusul Jongdae. “Anieyo, noona” ucap keduanya bersamaan.

Kesepuluh pria selain Baekhyun dan Jongdae terlihat menahan tawa mereka. Namun itu tak berlangsung lama karena Taeyeon menatap kearah mereka sekilas dengan pandangan menakuti. “Aku akan bertanya pada kalian semua” ujarnya yang membuat pria-pria itu berubah menjadi ketakutan.

Ah, baiklah. Aku percaya kalian” ujar Taeyeon yang membuat Jongdae dan Baekhyun menghela nafas, lega. Mata Taeyeon beralih pada pria tinggi disamping Baekhyun yang terlihat waspada. “Huang Zi Tao…” saat Taeyeon memanggil nama lengkap pria tinggi tadi, pria itu langsung tersenyum kikuk di depan gadis itu. “Kau juga memberikan kado untuk noona?” tanya Taeyeon pada Tao.

Tao mengangguk. “Ye, noona” sahutnya.

“Kau tak menggunakan uang milik Suho atau merengek meminta pada Kris?” tanya Taeyeon kembali. Tao dengan cepat menggelengkan kepala dan menggoyang-goyangkan kedua telapak tangannya, yang mana dibalas senyuman geli oleh gadis itu.

Noona, kapan aku akan bernyanyi?” tanya Kris yang sudah siap bernyanyi Gee dengan gaya rap namun terpotong karena Taeyeon malah sibuk mengatakan sesuatu pada Baekhyun, Jongdae dan Tao. Mungkin lebih tepat jika gadis itu bertanya seperti menginterogasi.

Ah lupakan saja. Masih banyak yang ingin aku komentari tentang kalian semua, termasuk padamu Kris” sahutnya santai. Taeyeon mengalihkan pandangan mata dari Kris pada Lay yang kini terlihat tenang. “Yixingie, usiamu masih muda, tapi mengapa kau selalu pelupa? Nama panggungmu, Lay.. Lay.. Lay. Jangan lupakan itu” ujar Taeyeon yang membuat Lay malah menahan tawa saat gadis itu menyebut nama dirinya tiga kali tadi dengan wajah manisanya.

Taeyeon hanya memutar bola mata melihat reaksi yang Lay berikan. Ia beralih dari Lay pada Luhan yang duduk disampingnya. “Xi Luhan..” baru saja Taeyeon menyebut nama lengkapnya, Luhan dengan sigap menatap gadis itu dengan pandangan khawatir. “Ye, Taeyeon noona” sahutnya. Taeyeon tersenyum sekilas “Jika kau berjalan mundur, pastikan dibelakangmu tak ada orang lain. Jangan sampai kejadian waktu itu terulang lagi. Biarkan dress yang ku kenakan yang hanya menjadi korbannya. Kau mengerti?”

Luhan menyengir dan mengangguk secara bersamaan. “Mian, noona” jawabnya.

Baekhyun, Chanyeol, Jongin, Kyungsoo, Tao dan Xiumin terkikik geli yang hanya berlangsung beberapa detik karena gadis itu menakuti mereka dengan tatapan melototnya.

Taeyeon kembali menatap Luhan. “Hampir saja melorot karena kau dengan cepat menghindar. Kalau tidak, aku sama sekali tak tahu apa yang akan terjadi denganku saat itu” ia menambahkan.

Jongin menyeringai. “Sayang sekali ya noona” ia bergumam dan malah membayangkan jika malam itu dress yang dikenakan Taeyeon melorot diatas stage. Pasti akan sangat menyenangkan.

Sebuah bantal kursi melayang dan berhasil mendarat di kepala Jongin. Buk. “Kau dan pikiran anehmu” ucap Taeyeon yang mana pria itu hanya tersenyum menyengir.

Taeyeon bergilir menatap Suho. “Junmyun, hentikan hobi borosmu itu. Meskipun kau berkilah ingin membayar sesuatu yang ingin membermu inginkan, tapi itu tak baik. Aku tak tahu ada berapa banyak uang yang kau punya atau kau menggunakan credit card sebagai alasan, tapi mandirilah mulai dari sekarang” titah Taeyeon seperti seorang ibu yang menceramahi anaknya yang mana dibalas Suho dengan anggukkan kepala, patuh.

Mata Taeyeon menatap pada pria yang paling tua diantara dua belas pria tampan tersebut. “Minseok, bersikaplah sedikit dewasa. Kita hanya berbeda satu tahun. Jangan berbicara terlalu formal denganku. Termasuk Kris dan kau, Luhan” tunjuk Taeyeon pada dua orang pria yang ia sebutkan namanya.

“Bagaimana denganku?” tanya Sehun memotong Xiumin yang akan berujar. Sehun tak tahu jika Xiumin saat ini menatapnya dengan pandangan kesal.

Taeyeon beralih menatap Sehun. “Maknae nappeun kalian. Bisakah kau tak mengirim pesan padaku disaat aku sibuk seperti saat ini?” tanya Taeyeon dan dibalas Sehun dengan cengiran anehnya.

“Tidak, noona. Bukan itu” ucap Sehun dan ia kembali menyahut. “Tentang bagaimana aku harus berbicara pada noona? Apa aku harus seperti Umin hyung, Lulu-ge, atau Kris hyung?”

Taeyeon menggeleng. “Tidak, usiamu jauh terpaut denganku” jawabnya dan kesebelas pria selain Sehun langsung tertawa karena maknae mereka terlihat kecewa.

“Park Chanyeol, tak banyak yang ingin aku sampaikan padamu” sahut Taeyeon dan pria-pria itu kembali terdiam, termasuk Chanyeol yang terlihat tegang. Mereka penasaran hal apa yang akan dikatakan Taeyeon pada pria paling tinggi kedua setelah Kris tersebut. “Kau dan Baekhyun adalah moodmaker EXO, jadi tolong pertahankan sikap kalian yang menyenangkan itu, oke?” sahutnya dengan wink mata kanan yang terlihat sangat manis.

Baik Baekhyun maupun Chanyeol, mereka merasa terbang melayang saat gadis itu memperlihatkan kedipan matanya yang indah hanya tertuju pada mereka berdua.

Taeyeon langsung beralih pada Jongin yang terlihat memutar bola mata saat melihat Baekhyun tadi. “Jongin, aku ingin menjodohkan anjingku Ginger dengan Jjanggu, anjingmu. Kau setuju?”

Jongin langsung menganggukkan kepalanya semangat. “Itu juga merupakan hal yang ingin kulakukan bersamamu, noona” jawabnya yang membuat Taeyeon mengerutkan kening tak mengerti. “Maksudku, mempertemukan Jjanggu dan Ginger jika ada kesempatan” jelasnya yang membuat Taeyeon mengangguk mengerti.

“Dan terakhir kau, Kris. Jangan katakan kau tak menyukai sesuatu sebelum kau mencobanya. Entah itu makanan atau apapun itu. ‘Chicken is not my style, ddeokbokki nae style aniya’. Dan jangan gunakan alasan karena kau mempunyai tubuh tinggi ingin menjadi superman. Pria cool yang terobsesi ingin pergi ke Galaxy. A cold alien guy” ujar Taeyeon pada Kris yang mana dibalas Kris hanya bisa menganga saat mendengarnya.

Hahahaha” untuk yang kali ini sebelas pria selain Kris tak bisa menahan tawa. Mereka tertawa dengan suara nyaring mendengar Taeyeon mengomentari sikap Kris.

“Kenapa banyak sekali noona?” protes Kris dan menghiraukan tawaan mereka.

“Itu karena aku lebih banyak memperhatikanmu dibanding member yang lainnya” jawab Taeyeon polos dan membuat pria-pria yang tertawa tadi secara kompak menghentikan tawanya. Mereka memandang Taeyeon tak percaya, apalagi Kris. Pria itu terlihat bodoh saat ini. Merasa semua perhatian hanya tertuju kearahnya, gadis itu hanya tersenyum kikuk. “Pada kalian juga” ia menambahkan dan menyadari dengan apa yang ia katakan tadi. Tak ada respon dan Taeyeon kembali berujar. “Mungkin itu hanya sebagian yang ingin kusampaikan, sebenarnya masih banyak lagi”

“Lebih banyak kritikan yang noona sampaikan” dengus Xiumin pelan dan Taeyeon masih bisa mendengarnya.

“Itu ku lakukan karena aku menyanyangi kalian semua” ia membalas dengan pelan juga.

Sontak saja, kedua belas pria tersebut langsung tersenyum tampan.

Oh, kalian manis sekali” ujar Taeyeon yang membuat pria-pria itu bersemu merah. Jongin, Kris, Chanyeol serta Tao yang pada kenyataannya tak ingin dianggap pria manis oleh orang lainpun kini malah tersenyum lebar. Entah mengapa, saat mendengar ujaran Taeyeon malah membuat mereka senang.

Noona terlalu memuji” ucap Chanyeol sedikit malu.

Mister…mister…” Jongin memperagakkan gerakan tangan di reff lagu terbaru milik Girls` Generation dengan gaya coolnya. Taeyeon hanya tersenyum seraya menggelengkan kepala. “Aku akan menginap disini” ucap Taeyeon yang terlihat tenang namun sangat cukup untuk mengejutkan bagi siapa saja yang mendengarnya.

“Apa?” teriak dua belas pria yang terkejut beberapa detik tadi.

Taeyeon menatap sekilas kedua belas pria tampan itu. “Kalian tak mengizinkanku untuk menginap disini?”

“Bukan begitu, noona” jawab Suho ragu.

“Aku tak mungkin bisa pulang ke drom dengan keadaan seperti ini. Miyoung dan juga Sunkyu bahkan meninggalkanku tadi” ia berbicara seolah-olah mendramatisir keadaannya saat ini.

“Tapi noona, drom kami mungkin tak sebersih drom noona” sebuah alasan tercipta oleh Luhan.

“Ini sudah tengah malam. Ah baiklah, jadi kalian akan membiarkanku untuk pulang sendirian?” tanya Taeyeon seraya bersedekap.

Kompak mereka menggelengkan kepala. Kecuali Jongin yang tersenyum lebar. “Noona boleh menginap disini” ujar Jongin dengan santai.

“Kim Jongin….” teriakan sebelas pria lainnya terdengar.

Manager hyung sedang tak ada. Lagipula kita tak mungkin tega membiarkan Taeyeon noona pulang” sahut Jongin memberi pengertian.

“Jonginie, gomawoyo. Aku menyanyangimu” Taeyeon memberikan flying kiss pada Jongin yang membuat pria itu memerah. Dan telah berhasil membuat sebelas pria lainnya cemburu akan hal itu.

“Bagaimana, kalian setuju?” tanya Taeyeon meyakinkan dengan alis bergerak ke atas-bawah.

“Aku setuju” sahut Baekhyun yang pertama disusul Sehun, Kyungsoo dan yang lainnya termasuk Suho.

Taeyeon tersenyum setelah mendapati mereka menyetujui jika ia boleh menginap disini. Gadis mungil itu beranjak dan melangkah diikuti dua belas pria tampan dibelakangnya.

“Bisakah aku memeriksa kamar kalian semua?” pinta Taeyeon.

Noona akan tidur dikamar salah satu dari kami?” tanya Chanyeol antusias.

“Tentu saja, apa kalian akan tega membiarkanku tertidur di kursi seperti tadi?” tanya balik Taeyeon.

Tak ada yang menyahut, yang terlihat saat ini mereka mengangguk dengan patuh. Taeyeon membuka salah satu kamar yang berada di depannya. Ia masuk dengan langkah pelan. Pandangannya bergidik ngeri saat mendapati kamar itu seperti kapal pecah.

“Siapa saja yang tidur di kamar ini?” Taeyeon berbalik dan mendapati Baekhyun, Chanyeol dan Jongdae mengangkat tangan. “Sudah kuduga” tambah Taeyeon dan berlaih pada kamar sebelah.

Pandangan mata Taeyeon terhenti pada sebuah benda yang tergeletak disalah satu ranjang kamar kedua yang ia masuki. Pipi Taeyeon memerah dan ia langsung berbalik. Sadar dengan apa yang dilakukan Taeyeon, Sehun memutuskan untuk bertanya. “Noona, ada apa?”

Taeyeon dengan heboh menunjuk-nunjuk ke dalam kamar tanpa berbalik. “Milik siapa itu?” ia bertanya dengan malu.

Kris, Tao dan Suho yang tidur di kamar kedua dengan sigap melongokan kepala kedalam. Mata Kris membulat lucu saat melihat sebuah panty bergambar spongebob tergeletak di ranjangnya. Benda itu miliknya dan ia terlihat sangat malu. “Itu milikku, noona” ia menjawab seraya melewati tubuh Taeyeon dan dengan cepat mengambil panty atau boxer yang membuatnya kembali malu dihadapan gadis itu.

Taeyeon menahan tawa bersama sebelas pria selain Kris. Ia dengan cepat melewati sebelas pria itu untuk masuk ke kamar ketiga. Saat pintu terbuka, gadis itu tersenyum manis mendapati kamar ketiga yang ia masuki terlihat bersih dan rapi. “Kyungsoo-ya, kau tidur disini?” tanya Taeyeon tanpa berbalik.

Kyungsoo yang tepat berdiri dibelakang Taeyeon mengangguk dan menyahut. “Ye, noona

“Aku akan tidur di kamar ini saja. Kelihatannya ruangan ini lebih bersih dibanding kamar yang lainnya” ujar Taeyeon yang membuat ketiga pria yang selalu tidur di kamar tersebut mendekat kearah Taeyeon.

“Mengapa noona tak memeriksa kamar kami?” protes Sehun seraya mendekat.

Taeyeon berbalik dan mendapati Sehun tepat berdiri didepannya. “Aku bisa menebak jika kamar kalian mungkin akan lebih parah dibanding kamar pertama. Bolehkah aku meminta izin pada pemilik kamar ini untuk mengizinkanku tidur disini?” tanya gadis itu dan duduk di sisi ranjang.

Jongin dan Lay yang sibuk membereskan beberapa gadget yang tergeletak diranjang mereka mengangguk menyetujui. Taeyeon yang melihat itu bertanya kembali “Apa ini ranjang Kyungsoo?” tanya Taeyeon pada Jongin.

“Iya, noona. Tidur di ranjangku saja, noona” tambah Jongin dengan pandangan berharap.

Taeyeon menggelengkan telunjuk didepan Jongin seraya menjawab “Tidak, aku akan tidur di ranjang Kyungsoo saja. Kau tak keberatan Dyodoleu?”

Kyungsoo menjawab dengan menggelengkan kepala. “Aku bisa tidur seranjang dengan Baekhyun hyung” jawabnya.

“Kau baik sekali” ujar Taeyeon tersenyum manis.

Kyungsoo tersipu malu dan ia hanya bisa menggaruk tengkuknya sekilas.

“Tunggu apa lagi” ujar Taeyeon pada kedua belas pria tersebut.

“Maksud noona?” tanya Suho mewakili.

“Kalian juga ingin tidur disini?”

“Jika noona tak keberatan” sahut Jongin dengan polos.

Oh god, mengapa aku harus mempunyai namdongsaeng yang berpikiran aneh sepertimu, Kim Jongin?” seloroh Taeyeon.

Jongin menyeringai tanpa menjawab.

“Junmyun, Luhan, dan juga Xiumin. Bisakah kalian memastikan Jongin tak mengendap-endap masuk ke kamar ini?”

“Kami akan menjaga Jongin untukmu, noona” sahut Luhan.

“Baguslah. Sekarang, kalian pergi tidur dan terima kasih telah mengizinkanku menginap disini” ia melangkah dan mendorong bergantian tubuh Jongin, Lay, Kyungsoo, Sehun sampai Kris yang berada didekat pintu ikut terdorong.

“Selamat malam, namdongsaeng-deul” ucap Taeyeon sebelum menutup pintu.

“Tunggu noona?” sergah Jongin seraya menahan pintu.

“Ada apa lagi?” Taeyeon bertanya dengan malas.

“Tak ada pelukan atau ciuman selamat malam untuk kami?” tanya Jongin dengan pandangan menyeringai. Kesebelas pria yang berada disana terkejut mendengar permintaan Jongin yang tak masuk akal.

Taeyeon mendekat kearah Jongin dengan pandangan menakutkan. “Kau ingin apa?”

Jongin hanya menunjuk pipi lalu berganti pada bibirnya. “Sebagai imbalan karena kami mengizinkan noona menginap disini. Kami janji, tak akan membeberkan pada managermu jika kau tadi mabuk, noona” ujar Jongin dengan sebuah ucapan yang terlihat ancaman.

Gadis itu memutar bola mata. Untuk kali ini ia kalah dari Jongin. Taeyeon semakin mendekat dan memeluk Jongin. Gadis itu melepas dan mendekat pada pipi Jongin. Cup. Hanya sekilas dan yakin hanya dua detik. Taeyeon memberanikan diri mencium pipi Jongin. Sebelas pasang mata melotot tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Jongin bahkan tak bisa menahan nafas.

“Aku juga ingin noona” protes Sehun namun di dahului Xiumin, Lay, Jongdae, Suho, Chanyeol, Kyungsoo, Luhan, Tao, Baekhyun, Sehun sampai yang terakhir Kris berjajar dengan rapi disamping Jongin.

Noona tak boleh pilih kasih. Kami juga menginginkan apa yang noona lakukan pada Jongin” ujar Baekhyun ikut protes.

Taeyeon mendesah. “Kalian bisa menjaga rahasia?” ia bertanya.

“Tentu saja” serempak mereka menjawab.

“Baiklah, baiklah” ia berjalan mendekat pada Xiumin dan memeluk serta mencium pipi pria dengan pipi chubby tersebut. Beralih pada Lay, Jongdae, dan berhenti sekilas setelah mencium pipi Suho. Ia menatap pria tinggi didepannya, seakan mengerti Chanyeol dengan cepat sedikit menekuk lututnya dan Taeyeon bisa memeluk serta mencium pipinya. Ia tak kesulitan saat memeluk dan mencium pipi Kyungsoo, beralih pada Luhan, Tao yang ikut menekuk lutut, Baekhyun yang sudah siap dengan pelukan dan ciuman di pipinya. Terlihat sekali jika pipi Baekhyun bersemu merah dibanding yang lainnya setelah ia menerima pelukan dan ciuman pipi dari gadis pujaannya.

Sehun menyeringai dan menekuk lutut tepat didepan Taeyeon, hingga gadis itu kembali memberikan pelukan dan ciuman di pipi Sehun. Kris mengikuti gaya Chanyeol tadi. Menekuk lutut dan Taeyeon bisa memeluknya dengan bebas. Ciuman di pipi Kris bahkan berbeda, gadis itu sedikit lebih lama mencium pipi pria paling tinggi tersebut.

“Itu kulakukan sebagai rasa aku menyayangi kalian semua, guys” ucap Taeyeon setelah ia selesai dengan permintaan konyol Jongin dan berakhir pada ciuman pipi Kris.

Noona lebih lama mencium Kris hyung dari pada kami” protes Tao dan disetujui oleh semuanya.

Taeyeon tak menjawab dan ia malah berlari menuju kamar dengan pipi merona merah. “Ini benar-benar sangat memalukan” dengusnya kesal namun terlihat bahagia.

“Selamat malam, noona. Akan kujadikan hari ini adalah sejarah yang tak pernah aku bahkan kami lupakan” teriak Baekhyun sebelum pintu kamar dimana Taeyeon berada didalamnya tertutup.

END

 

A/N      : Yeah, saya tahu story yang saya suguhkan selalu mudah ditebak, ceritanya terlalu biasa, absurd, typo berkeliaran dan sebagainya. Sedikit kecewa karena postingan kemarin yang terakhir sedikit komentar yang kalian berikan dibanding cerita sebelumnya, namun saya tak pernah pantang menyerah untuk membuat cerita aneh kembali. Mungkin, beberapa bulan kedepan saya akan hiatus mengingat banyak kesibukan saat ini. Saya masih mencoba-coba untuk membuat fanfic bergenre fantasy atau bahkan action kedepannya. Harus banyak membaca referensi buku, takut jika ada kesalahan dalam pengambilan watak tokoh yang akan dibawa. Tentu dengan main cast one and only EXOTAENG. So, wait a moment, oke?

Bye ^^  Happy Birthday My Beautiful Girl, My Angel Voice, and My Lovely Sister Kim Taeyeon.. We Love you, eonnie. I’am hope will meet you again and again ^^ 309

309 생일축하함니다태연언니 ^^

Advertisements

37 comments on “[FREELANCE] ONE NIGHT in EXO DROM (Oneshot) [Special’s Taeyeon Birthday]

  1. DAEBAKKKKKK . . .
    Manis, cute pokoknya semuanya deh . . .
    Kayaknya Taeng eon suka sama Kris oppa tuh . .
    Ia kan?? #senyumevil . . .

    Keren thor, aku sampai senyam senyum sendiri kekekekeke . . .
    Thor boleh minta sequel gak ??? #buing-buing . . . .

    Pokoknya Keren bangettttttt deh . . .
    HBD Buat Taeng eonnie . . .
    I LOVE YOU THOR 🙂 . . .

  2. Kren eonni…..
    Aq gak prnah berhnti senyum2 bcanya mgkin org yg lhat akn ngira aq tpi i don’t care

    oh ya eonni ff one lve only you lanjutanx kpn ya ?
    Udh lmutan nih nunggunya @demo di dpn rmh pak kpala desa

    yg psti aq ttap nunggu smua ff eonni
    fighting ne @wink

  3. Deabak eonni 🙂 suka banget momentnya kristae sama huntae :*
    sebenarnya aku pengen eonni membuat ff kyutae lagi kayak ultah Taeng eonni taun lalu 🙂 but aku selalu mendukung siapapun couple Taeng kok 🙂
    lanjutkan karyamu eon 🙂 FIGHTING

  4. Inii neomu neomu Daebak!!!! Sumpah crita nya cute banget..aaa sering2 bikin cast EXOTaeng. Tp bukan yg stu member tp semuaaa. Suka bngt deh sm ff ini..

  5. Omo, omo, omo daebak!
    coba di situ ada aku tambah rame pasti! Ngarep!
    member exo lucu lucu.
    kyknya taeyeon memiliki suatu perasaan terhadap kris. Kkk~

    bikin ff kyk gini lagi thor jalan ceritanya, seru! Bikin orang ketawa+senyum2 sendiri

  6. Ya ampun ffnya keren bangeeeeeeeeet, T.O.P markotop sekalee dah^^d
    sehunnya imut gitu ih pingin dibawa pulang#plak 😀
    kyaaaaaaa taeng sepertinya memang ada yg beda kalau udh deket kris >//<
    ya ampun thor aku bener2 falling in love sama ff2 muuu :*
    keep writing, fighting 😉

  7. sumpah keren banget thor… !!!!!
    DAEBAK…!!!!!!!!!!!!!!!!!
    ini ff nya keren bngt…. !!!! aku suka ff yang ceritanya kayak gini…. yang ceritanya semua member EXO tuh suka sama Taeyeon…. aku selalu berharap ini tuh jdi kenyataan, tpi kayaknya itu mustahil setelah bnyak konflik antara SONE dan EXOstan. 😦 kenapa coba mereka semua itu terlalu mengekang kehidupan mereka ?? padahal mereka cuma fans… 😦 ya termasuk aku jga, tpi aku gk mengekang mereka….. tpi aku selalu gk terima kalo member itu deket sama perempuan lain selain taeyeon #apa itu termasuk mengekang ?

    itu jongin pikiran nya selalu aneh.. *yadong -,-
    kris kayaknya yg paling beruntung deh…. dan juga yang paling lucu.. 😀 hihihih… 😀
    suasana nya lucu, aku suka…..
    bikin ff exotaeng yg lain ya thor, keep writing….
    FIGHTAENG !!

  8. Huaaaa kereenn sungguh sumpah ngakak+sweet bgtbgtbgt coba nyata wkwkwkkw sisehun paling kocak dehh si kris yg errr susah dijelasin hahahaha baekhi ampe ngambek satu minggu ,, si jongin emang dasar wkkwkw tp berkat dia semua member dpat peluk+cium aigooo
    si D.O emang paling rajin , bikin lagi dong yg kya gini suka suka bgt deehh

  9. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA EXOTAENG OMOOOOOO CIUM PIPI AAAAAAA PENGEN JUGAAAAAAAAAAAA;____; OMO KRISTAENGGGGGG FJKFIEHFUAEHFJEUFEJFB
    NEXT FF DITUNGGU YA THOR, TAPI JANGAN NUNGGU 9 MARET TAHUN DEPAN YA THOR YA /BBUINGBBUING
    ADOOOOOOOOH INI SAMPE GA BISA MATIIN CAPS X3
    INI SWITLAH POKOKNYA;_______; SAYANGNYA ONESHOOT;;
    MAU SEQUELNYA THOR;________; SEQUEL KRISTAENGNYA;________;
    OIYA KALO BOLEH INI AKU MAU REPOST BOLEH GA THOR, CUMA BUAT SIMPENAN PRIBADI SIH.-. TAPI KALO GA BOLEH JG GAPAPA KOK

  10. /Gabisa nafas/ KYAAAAA FF MACAM APA INI. Berasa real banget! Daebakkk keren thor semuanha kebagian tempat di sini (?) Ini pairing utamanya kristae ya? Hehe. Bikin ff kaya gini lagi doong

  11. Aaaaaaa…. Daebak thor (y)
    ngk kebayang kalo taeng eonni nginep di dorm exo,
    susunan kalimatnya juga rapi thor, jadi bayanginnya gampang (y)
    good job (y) xD

  12. Njirr.. ga tangung tanggung 12 cowo tampan dicium ._. aku juga mau dicium taeng unni wkwkwk
    klo aku jdi baek pasti udah pingsan di tempat .-.
    sehun tak tabok lu -_-
    seru loh thor >.<
    Fighting !!

  13. KIM JONGIN ALWAYS PERVERT aduuuh suka banget ih sama ff ini, trus Taeyeon punya perasaan khusus gitu buat Kris? Apa kabar Baekhyun ;( tapi tak apa, aku suka suka sukaaaa banget

  14. Demi apapun thor.. Aku suka bgt ff ini.. Aaagggghhhhh… Jeongmal daebak (y) sumpah, baca ff ini tuh rasanya nano-nano(?) Haha… Aku iri sumpah sama taeng eonni..
    Thorrrrrr, aku req boleh yaaaa.. Jebal thorrrr.. Tolong buatkan ff taeng eonni sama kris.. Hehe.. Entah mengapa aku tiba2 jd shipper taekris(?) XD
    Ya ya thorrrrrr.. Bikinin ya thorrrrrrr… Hehe

  15. Kkenapa krissss yang beda dari semuanya
    Kukira baekhyun yang beda atau sama semua kebagian ternyata engga

    Yang sabar ya baekk

  16. Dohhh sumvah ngakak.. seruu.. hahaha daebak thor cerita nya.. jadi irii baca nih epep -ok, ini gak jelas- lain kali dibikin lagi ya thor 😀

  17. haha ngakak thor bacanya
    coba aja itu kenyataan pasti seru deh wkwkwk
    terus berkarya thor 😀 ditunggu FF selanjutnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s